cover
Contact Name
Ahmad Andi
Contact Email
agrifarm@uwgm.ac.id
Phone
+6285751504649
Journal Mail Official
agrifarm@uwgm.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Wahid Hasyim No. 28 RT.007 Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifarm
ISSN : 23019700     EISSN : 25408992     DOI : https://doi.org/10.24903
Core Subject : Agriculture,
AGRIFARM is Agricultural Science Journal, Faculty of Agriculture Agrotechnology Study Program, Widya Gama Mahakam University with pISSN 2301-9700 and eISSN 2540-8992 publish twice a year in July and December, which publishes scientific work on research, development, thought studies or theoretical studies related to agricultural technology and development. This journal receives scientific writing in the form of a research report (Original article research paper) with focus and scope covering Agronomy, Geology, Agribusiness, Pests and Diseases, Agricultural Technology, Agricultural Counseling
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm" : 10 Documents clear
Kerusakan Bulir Padi dan Keragaman Parasitoid Telur Hama Walang Sangit di Kabupaten Aceh Utara, Propinsi Aceh: Damage of Rice Grains and Parasitoid Diversity of Rice Ear Bug Eggsin North Aceh Regency, Aceh Province Hendrival, Hendrival; Irham, Irham; Munauwar, Muhammad Muaz; Putri, Novita Pramahsari; Nurmasyitah, Nurmasyitah
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rice ear bug is a potential pest that damages rice grains. This pest damages rice grains when they reach the flowering phase until they are ripe for harvest. Egg parasitoid species can control rice ear bugs in the early stages of life. The research aims to calculate the percentage of attacks by rice ear bugs and explore the diversity of their egg parasitoids in the lowland rice agroecosystem in North Aceh Regency, Aceh Province. Purposive random sampling was used to determine the sampling location. Observations and sampling were carried out based on the stages of rice grain maturity, namely milk stage of rice (63–70 days), yellow-ripe (71–77 days), full ripe (78–84 days), and harvest ripe (85–91 days). Egg sampling was carried out in each sample plot of 50 groups of eggs. The results showed that damage to rice grains at all stages of grain maturity was relatively light, namely 0.6–17.6%. There were two species of egg parasitoids found, namely Hadronotus leptocorisae (Scelionidae) and Ooencyrtus malayensis (Encyrtidae). The species diversity index was low, while the species evenness index was high. The H. leptocorisae species is one of the dominant egg parasitoids with parasitization levels reaching > 50% at the milky and yellow-ripe stages
THE RELATIONSHIP OF THE ROLE OF AGRICULTURAL EXTENDERS TOWARDS FARMERS' PARTICIPATION IN MANGGIS FARMING (in the Sumber Hejo Sustainable Farming Group, Cimanggu Village, Puspahiang District, Tasikmalaya): Hubungan Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Partisipasi Petani Dalam Usahatani Manggis (Di Kelompok Tani Lestari Sumber Hejo Desa Cimanggu Kecamatan Puspahiang Tasikmalaya Siti Karmilah
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v13i2.2886

Abstract

Desa Cimanggu merupakan salah satu desa penyumbang dalam produksi manggis di Kecamatan Puspahiang, kelompok tani ini baru berdiri pada tahun 2019. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor biologis tanaman serta perlakuan dari petani. Peran penyuluh dapat dikatakan berhasil ketika terdapat perubahaan pada petani mengenai pengetahuan, keterampilan dan kesejahteraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi korelasi antara peran penyuluh dan tingkat partisipasi petani dalam kelompok tani. Penelitian ini dilakukan di kelompok Tani Lestari Sumber Hejo. Metode yang dipakai pada penelitian merupakan kuantitatif yang dilaksanakan secara wawancara mempergunakan kuesioner dengan skala likert. Sampel ini diambil secara sensus yang berjumlah 30 orang dimana seluruh anggota dijadikan responden. Metode analisis yang diterapkan untuk menguji data adalah korelasi Spearman rank. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian berada dalam kategori partisipasi dengan tingkat persentase sebesar 72,13%. Partisipasi petani dalam penyuluhan termasuk ke dalam kategori sering berpartisipasi dengan persentase 70,2 persen. Sementara hasil korelasi bahwa peran penyuluh mempunyai hubungan signifikan serta mempunyai arah positif. Berarti memiliki hubungan yang searah dimana jika peran penyuluh naik maka partisipasi petani juga akan naik. Penyuluh harus lebih aktif lagi mendorongnya agar dapat membantu kelompok tani meningkatkan produktivitas serta usahatani manggis. Petani harus sering berpartisipasi dalam program penyuluh supaya dapat menambah wawasan dan keterampilan usahatani manggis di kelompok tani lestari sumber hejo Desa Cimanggu Kec. Puspahiang.
The Effect of Giving Liquid Organic Fertilizer From Cow Blood and NPK Phonska For the Growth of Coffee Plant Seeds (Coffea arabica L.): Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Darah Sapi dan NPK Phonska Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi (Coffea arabica L.) Mutmainah, Siti; Mahdalena; Patricia, Vanesa
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The effect of giving liquid organic fertilizer of cow blood and NPK Phonska for the growth of the coffee plant seeds (Coffea arabica L.). The purpose of study is to determine the effect of liquid organic fertilizer cow’s bloods and NPK Phonska and the interaction of the two treatments for the growthof coffee seeds (Coffea arabica L.). The study was conducted in July 2023 to November 2023 and located in the research land of the Faculty of Agriculture, Widya Gama Mahakam Samarinda University, Wahid Hasyim, Sempaja Village, subdistrict North Samarinda, East Borneo.The research method uses a random group design consists of 2 factors with 4 x 4 consisting of 3 replications. The first factor is liquis organic fertilizer cow’s blood (D) consisting of 3 levels, namely: DO (Control), D1 (80 mL/L water/polybag), D2 (100 mL/L water/Polybag), D3 (120 mL/L water/polybag). The second factor in NPK Phonska (P) consisting of 3 levels, namely: P0 (control), P1 (2,5 g/polybag), P2 (3,5 g/polybag), P3 (4,5 g/polybag). Observation variable, namely growth in plant height stem diameter and number of leaft strands. The resulrs showed that liquid organic fertilizer cow’s blood gave results significant effect on plant height parameters aged 90 DAP with a dose best 100 mL/L water, NPK Phonska fertilizer gives a significant effect in the parameter the number of leaves aged 30 DAP at a dose of 4,5 g as wel the interaction between cow blood POC and NPK Phonska gives an influential result real in plant height parameters aged 30 DAP. Kata kunci : Coffea, NPK Phonska, POC
PEMBERIAN PUPUK KASCING DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH: PEMBERIAN PUPUK KASCING DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH DI DESA LOT KALA Pratiwi, Hilda
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v13i2.3099

Abstract

Bawang merah adalah komoditi hortikultura yang menghasilkan umbi dan menjadi kebutuhan harian masyarakat Indonesia. Jumlah bawang merah yang diproduksi di Provinsi Aceh masih belum memenuhi jumlah kebutuhan bawang merah setiap tahunnya. Oleh karena itu, perlu adanya penerapan teknologi budidaya bawang merah untuk meningkatkan jumlah produksi bawang merah. Salah satu pendekatan teknologi yang dapat dilakukan adalah penggunaan pupuk kascing dan pupuk organik cair. Penelitian ini dilaksanakan di perkebunan Kabupaten Aceh Tengah di Desa Lot Kala Kec. Kebayakan tahun 2024 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dengan dua faktor yang diteliti, yaitu: Pemberian pupuk kascing (K), terdiri dari 4 taraf yaitu: K0: Tanpa Perlakuan ; K1:100 g/polybag ; K2:150 g/polybag ; K3:200 g/polybag. Pemberian POC, terdiri dari 3 taraf yaitu: S0: Tanpa Perlakuan ; S1: 150 ml/polybag ; S2 : 300 ml/polybag. Dosis kascing berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah umbi minggu ke 2, minggu ke 4 dan minggu ke 6 serta berat kering umbi. Dosis kascing terbaik terdapat pada dosis 200gr/polybag. Adanya pengaruh nyata pemberian dosis POC berpengaruh sangat nyata pada jumlah umbi minggu ke 6, jumlah umbi minggu ke 2 dan berat kering umbi namun tidak berpengaruh nyata pada variabel yang di amati lainnya. Dosis terbaik terdapat pada 300ml/polybag.
RESPON TRICHOKOMPOS DECANTER SOLID DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) Krispina Paput; Sopian, Akhmad; Purwati
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v13i2.3190

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian Trichokompos Decanter Solid dan pupuk NPK Phonska terhadap pertambahan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan luas daun bibit kopi robusta. Penelitian ini dilaksanakan pada awal Februari sampai akhir Juni 2021 dan bertempat di Kebun Percobaan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda terletak di Jalan KH. Wahid Hasyim I, Kelurahan Sempaja Selatan , Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok faktorial 4 3 dengan tiga ulangan. Faktor Pertama adalah Dosis Trichokompos Decanter solid yang terdiri dari 4 taraf yaitu : D0 : Tanpa Perlakuan, D1 : Decanter Solid 200 g/polybag, D2 : Trichokompos Decanter Sollid 225 g/polybag dan D3 Trichokompos Decanter Solid 250 g/polybag. Faktor kedua adalah Dosis Pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu: K0: Tanpa Perlakuan, K1: 18 g/polybag dan K2 : 22 g/polybag. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian Trichokompos Decanter Solid tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan luas daun. Sedangkan pemberian pupuk NPK berpengaruh sangat nyata pada pertambahan tinggi tanaman umur 60 HSP dan 90 HSP dengan dosis terbaik yaitu K1 : 18 gram sedangkan pengaruh interksi antara trichokompod decanter solid dan pupuk NPK Phonska berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 90 HSP dan berpengaruh sangat nyata pada parameter luas daun umur 90 HSP.
The Growth Response of Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Seedlings in Pre Nursery to Treatment of Palm Oil Waste and N Fertilizer: Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Pre Nursery Terhadap Perlakuan Limbah Kelapa Sawit dan Pupuk N Wati, Asiah; Mahdalena; Teguh Arif Saputra
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v13i2.3215

Abstract

This research aims to determine the best dose of Solid Palm Oil Waste and Nitrogen Fertilizer, as well as the interaction of the two treatments on the growth of oil palm seedlings in the Pre-nursery. This research was carried out at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Widya Gama Mahakam University, Samarinda and was carried out for 3 months starting from April 2024 to June 2024. This research was arranged in a Factorial Randomized Group Design (RGD), overall there were 4 x 3 = 12 treatment combinations , and each treatment combination was repeated 3 times so that there were 36 experimental units. The first factor was 4 levels of Nitrogen Fertilizer, namely, N0= no treatment (control), N1= dose 8 g/polybag, N2= dose 10 g/polybag, N3= dose 12 g/polybag. The second factor is Solid Palm Oil Waste fertilizer consisting of 3 levels, namely S0= without treatment (control), S1= dose of 500 g/ 1 kg of polybag soil, S2= 550 g/ 1 kg of polybag soil. The results of the research on the treatment of solid oil palm waste had a significant effect on the treatment of stem diameter and number of leaves at 9 WAP and 12 WAP, nitrogen fertilizer had a significant effect on the treatment of plant height at 12 WAP, the interaction of solid oil palm waste fertilizer and nitrogen fertilizer had a significant effect on plant height at 12 WAP (U3S2), stem diameter 6 WAP (U1S0), 9 WAP (U1S1), 12 WAP (U3S1) and number of leaves at 12 MST (U2S1). Key word : berkelanjutan, efesiensi, zero waste
THE ROLE OF MYCORRIZATION IN THE DEVELOPMENT OF BLASTING DISEASE (Pyricularia oryzae), GROWTH AND PRODUCTION OF SEVERAL VARIETIES OF GOGO RICE: PERAN MIKORIZA TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT BLAS (Pyricularia oryzae), PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS PADI GOGO Rimbun, Epriani
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v13i2.3241

Abstract

ABSTRACT This study aims to evaluate the role of mycorrhiza in the development of blast disease, growth and production of gogo rice. The research was carried out at the Dry Land Experimental Garden and at the Forestry Laboratory, Faculty of Agriculture, Halu Oleo University. The research method used a Split Plot Design (RPT) in the form of a Randomized Block Design (RAK) consisting of two factors. The first factor is the main mycorrhizal plot which consists of two levels, namely M0 and M1. The second factor as a subplot is a variety consisting of four levels, namely V1: Situ Patenggang, V2: Situ Bagendit, V3: Besu and V4: Nggalaru, each treatment was repeated 3 times so that there were 24 treatment units. Each treatment unit consisted of 50 plants per plot. Variables observed included blast disease development, growth, production and percentage of root infection. The results of the research showed that there was an interaction effect of mycorrhizal inoculation and variety on the development of blast disease, growth and production had a very significant effect on plant height. Variety has a very significant effect on disease severity. The highest disease severity was obtained from the Situ Bagendit variety, 97.35%. Mycorrhiza has a positive effect on production. Mycorrhizal infection in the roots of upland rice plants can be seen in the percentage of root infections in gogo rice plants. The average percentage of infection of the Situ Patenggang variety is 0.56% with the highest percentage. The percentage of mycorrhizal infection on the roots of upland rice plants indicates that the mycorrhiza used is compatible with gogo rice plants. Keywords— Mycorrhiza, Pyricularia Oryzae, Gogo Rice
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN KELAPA SAWIT(Elaeis guineensis Jacq.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUKSP 36 DAN BOKASI DAUN KETAPANG DI PRE NURSERY: GROWTH RESPONSES OF OIL PALM PLANTS (Elaeis guineensis Jacq.) ON FERTILIZER APPLICATIONSP 36 AND BOKASI LEAF KETAPANG IN PRE NURSERY Iin Arsensi; Purwati; Leonardus Avelino Dogon
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v13i2.3304

Abstract

ABSTRACK penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan Pupuk Bokasi daun ketapang terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit, mengetahui pengaruh pupuk SP 36 terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit dan mengetahui interkasi pupuk Bokasi dan pupuk SP 36 terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan, dimulai dari awal bulan juli sampai dengan November 2022 dan bertempat di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Metode penelitian ini menggunakan percobaan faktorial 4 x 4 yang terdiri dari 3 ulangan yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah pupuk SP 36 (S) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: S0 = (kontrol), S1 = 2,25 g/polybag, S2 = 4,5 g/polybag, S3 = 6,25 g/polybag, faktor kedua pupuk Bokasi (B) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: B0 = (kontrol), B1 (Bokasi) = 120 g/polybag, B2 = 135g/polybag, B3 = 150g/polybag. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberian jenis pupuk SP 36 berpengaruh nyata terhadap rata-rata tinggi tanaman, Panjang daun. Pemberian perlakuan terbaik terdapat pada S3 yaitu 6,25 g/polybag. Selanjutnya pemberian pupuk bokasi daun ketapang berpengaruh nyata terhadap rata-rata tinggi tanaman, panjang daun. Pemberian perlakuan terbaik terdapat pada B3 yaitu 150 g/polybag. Kemudian interaksi pupuk SP 36 dengan dosis 6,25 g/polybag dan pupuk Bokasi daun ketapang dengan dosis 150 g/polybag sudah mencukupi kebutuhan unsur hara pada bibit kelapa sawit (Elaeis guneensis Jacq.) di pre nursery. Dari hasil penelitian dapat disarankan untuk menggabungkan pupuk bokasi daun Ketapang 150 g/polybag dan pemberian pupuk SP 36 dengan dosis 6, 25 g/polybag karena memberikan pertumbuhan bibit kelapa sawit yang terbaik di pre nursery. Kata kunci : Pre Nursery, Pupuk Bokasi, Pupuk Sp 36
PENGARUH KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PUPUK NPK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) Purwati; Noor, Rustam Baraq; Natalis Don Alfonso Rotoson
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v13i2.3306

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Pupuk NPK Phonska serta interaksi kedua perlakuan terhadap pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L). Penelitian dilaksanakan di lahan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda Jalan Wahid Hasyim, Gang Kampus biru. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan dimulai dari bulan September sampai Desember 2020. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan percobaan faktorial 4 x 4 yang terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah Kompos TKKS (K) terdiri dari 4 taraf, yaitu :K0 : tanpa perlakuan, K1: 60 g/poliybag, K2 :120 g/polybag dan K3 : 180 g/polybag. Faktor kedua yaitu Pupuk NPK Phonska (P) yaitu : P0 : tanpa perlakuan, P1: 2 g/polybag, P2 : 4 g/polybag dan P3 : 6 g/polybag. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan tandan kosong kelapa sawit dengan dosis yang berbeda umur 90 Hst. Perlakuan terbaik K3 memberikan pertumbuhan tanaman yang terbaik.Perlakuan pupuk NPK Phonska dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman umur 60 dan 90 Hst, jumlah daun umur 90 Hst dan diameter batang umur 90 Hst, P2 memberikan pertumbuhan tanaman yang terbaik. Interaksi tandan kosong kelapa sawit dan pupuk NPK Phonska berpengaruh pada tinggi tanaman umur 90 Hst. Perlakuan K2P2 dan jumlah daun umur 90 Hst. Perlakuan K2P1 memberikan pertumbuhan tanaman yang terbaik. Kata kunci :Pupuk Organik, Pupuk Anorganik, Bibit Tanaman Kakao.
A Identification of Potency and Restriction for Developing Torbangun Plant (Coleus amboinicus L.): Indonesia Damanik, Kevin Aditya; Ifan, Ifan Aulia Candra; Hasibuan, Syahbudin
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coleus amboinicus, dikenal secara lokal sebagai torbangun, merupakan tanaman perdu dari keluarga Lamiaceae yang memiliki batang tebal, daun hijau berbulu, dan aroma khas. Tanaman ini banyak digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai tujuan, termasuk meningkatkan produksi ASI dan mengatasi gangguan pencernaan. C. amboinicus memiliki potensi besar dalam pengembangan produk farmasi dan nutraseutikal berkat kandungan fitokimia aktif seperti flavonoid, fenolik, dan minyak esensial. Potensi pengembangan penelitian terletak pada eksplorasi lebih lanjut dari kandungan bioaktif tanaman ini dan mekanisme aksi terapeutiknya. Beberapa contoh pengembangan yang dapat dilakukan antara lain penelitian klinis mengenai efektivitas torbangun dalam terapi antimikroba, antikanker, serta efek imunomodulator. Selain itu, optimasi metode ekstraksi dan identifikasi komponen bioaktif yang lebih efisien juga merupakan area potensial untuk penelitian lanjutan. Namun, pengembangan C. amboinicus juga menghadapi beberapa hambatan, termasuk kurangnya data klinis yang mendukung keamanan penggunaan jangka panjang serta kendala dalam kultivasi massal di luar habitat aslinya. Penelitian yang lebih mendalam diperlukan untuk mengatasi tantangan ini, terutama dalam aspek agronomi, bioteknologi, dan formulasi produk yang sesuai dengan standar farmasi modern.

Page 1 of 1 | Total Record : 10