cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2021)" : 9 Documents clear
AKTIVITAS ANTIKANKER SENYAWA KUMARIN TERISOPRENILASI DARI BUAH Melicope latifolia (DC.) T.G. Hartley Indatul Fitriyah; Ratih Dewi Saputri; Tjitjik Srie Tjahjandarie; Mulyadi Tanjung
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.196 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.8617

Abstract

Melicope latifolia (DC.) T.G. Hartley merupakan salah satu spesies tumbuhan yang termasuk famili Rutaceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa kumarin terisoprenilasi dari buah M. latifolia serta menentukan aktivitas antikanker terhadap sel murin leukemia P-388. Ekstraksi senyawa kumarin terisoprenilasi yang terdapat dalam buah M. latifolia menggunakan metanol. Pemisahan dan pemurnian menggunakan kromatografi kolom gravitasi dan kromatografi radial menghasilkan dua senyawa kumarin terisoprenilasi, yakni alosantoksiletin (1) dan isopimpinelin (2). Struktur kedua senyawa kumarin terisoprenilasi ditetapkan berdasarkan analisis spektroskopi  UV, IR, HR-ESI-MS, 1D dan 2D NNMR. Aktivitas antikanker terhadap sel P-388 menggunakan metode MTT memperlihatkan nilai IC50 sebesar 3,41 ± 0,31 dan 23,70 ± 1,37 µg/mL.
TERAPI FOTODINAMIK ANTIMIKROBA: PROSPEK BARU DALAM PENANGANAN PANGAN? Renny Indrawati; Amelia Myristi Lolita; Leenawaty Limantara
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.911 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.8771

Abstract

Terapi fotodinamik antimikroba merupakan kombinasi reaksi fisika dan kimia yang melibatkan interaksi antara sensitizer, cahaya, dan oksigen, untuk menghasilkan spesi oksigen reaktif yang dapat memicu kematian sel mikroba. Sensitizer merupakan senyawa kimia yang dapat teraktivasi oleh cahaya. Senyawa yang dapat digunakan sebagai sensitizer antara lain adalah dari kelompok zat warna dengan struktur trisiklik (riboflavin, metilen biru, eritrosin), tetrapirol (klorofil, porfirin, ftalosianina), serta fukokoumarin (psoralen, ksantotoksin). Cahaya yang digunakan tidak terbatas pada rentang ultra-violet, sebagaimana telah banyak diaplikasikan pada metode disinfeksi, tetapi juga dapat berasal dari rentang panjang gelombang cahaya tampak. Pembentukan spesi oksigen reaktif dapat melalui jalur mekanisme transfer energi ataupun transfer elektron. Metode inaktivasi mikroba secara fotodinamik menawarkan perlakuan tanpa panas, waktu kerja yang singkat, meminimalkan kemungkinan berkembangnya resistensi mikroba, serta ramah lingkungan. Kajian pustaka ini akan membahas tentang komponen terapi fotodinamik antimikroba, mekanisme reaksi, perkembangan penelitian di dalam dan luar negeri, serta prospek aplikasinya dalam penanganan pangan.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT ZEOLIT MAGNETIT DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN Ni(II) Anis Kholifatur Rosyidah; Suyanta Suyanta
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.187 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.9609

Abstract

Sintesis, karakterisasi dan uji adsorpsi komposit zeolit magnetit telah dilakukan. Komposit zeolit magnetit disintesis menggunakan metode kopresipitasi campuran Fe2+ dan Fe3+ pada pH 11 dengan mempelajari pengaruh durasi pengadukan reaktan terhadap kristalinitas produk. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan metode spektrofotometri Inframerah (FTIR) dan difraksi sinar-X (XRD). Aplikasi zeolit-magnetit sebagai adsorben Ni(II) dipelajari dengan mengkaji pengaruh variasi waktu adsorpsi dan kinetika adsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit zeolit magnetit dengan kristalinitas yang baik dan memiliki sifat kemagnetan berhasil disintesis menggunakan metode kopresipitasi. Komposit zeolit magnetit dengan kristalinitas paling baik terbentuk pada saat durasi pengadukan reaktan selama 1 menit. Adsorpsi Ni(II) oleh Komposit zeolit magnetit secara optimal terjadi pada waktu adsorpsi 100 menit dan mengikuti kinetika orde dua semu Ho dengan nilai konstanta laju adsorpsi (k) 1,45 x 10-3 g/mg menit. Uji pemisahan fasa padat pada komposit zeolit magnetit sebagai adsorben memerlukan waktu lebih cepat menggunakan medan magnet eksternal. 
PERBANDINGAN METODE POTENSIOMETRI DAN SPEKTROFOTOMETRI PADA PENENTUAN FORMALIN Dewi Umaningrum; Radna Nurmasari; Maria Dewi Astuti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.376 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.9544

Abstract

Penelitian tentang penentuan formalin menggunakan metode potensiometri dan spektrofotometri telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil pengukuran kadar formalin antara metode potensiometri dengan metode standar spektrofotometri. Metode penelitian diawali dengan membuat sensor formalin yang digunakan untuk mengukur kadar formalin menggunakan selulosa asetat sebagai ionofor. Tahap berikutnya adalah mengukur kadar formalin sampel menggunakan sensor dan metode standar spektrofotometri. Hasil pengukuran kadar formalin kemudian dibandingkan diantara kedua metode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi formalin yang terukur menggunakan metode spektrofotometri sebesar 1,275; 2,071 dan 2,978 ppm, sedangkan menggunakan metode potensiometri sebesar 1,40; 2,08 dan 3,07 ppm. Berdasarkan perhitungan didapatkan harga thitung < ttabel untuk DB(n–2) menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara metoda potensiometri dengan metoda spektrofotometri pada penentuan formalin.Kata kunci: formalin, spektrofotometri, potensiometri
AN INTRODUCTION TO DIFFERENT TYPES OF GAS CHROMATOGRAPHY Natasya Teonata; Vania Aurellia Wijaya; Vinkannola Sangdyah Vitaloka; Muhammad Thariq Attamimi; Muliasari Kartikawati
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.198 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.8621

Abstract

Gas Chromatography was first introduced traditionally by James and Martin on 1952. As years went on, gas chromatography was further developed by combining it with other instruments which acts as a detector. In this journal, 5 differents types of Gas Chromatography was discussed. Gas Chromatography Mass Spectrometry (GS-MS), Gas Chromatography-Olfactometry (GC-O), Gas Chromatography-Flame Ionization (GC-FID), Gas Chromatography-Time-of-Flight (GC-TOF) and Multidimensional Gas Chromatography (MDGC). Each type of Gas Chromatography is unique and utilized differently since differs in its detector at the end. The detector is responsible to send electrical signals to the computer to identify the gas that were tested.
ANALISIS KOMPONEN SERAT PELEPAH SAGU (METROXYLON SAGO) DAN KAJIAN MORFOLOGI SELULOSANYA SETELAH OKSIDASI MENGGUNAKAN AMONIUM PERSULFAT Sunardi Sunardi; Nina Noviyanti; Wiwin Tyas Istikowati; Khoirun Nisa; Muslih Anwar
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.297 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.9724

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan kajian tentang analisis kandungan kimia pelepah sagu, delignifikasi dengan variasi konsentrasi NaOH dan bleaching dengan variasi konsentrasi H2O2 pada isolasi selulosa, serta proses oksidasi menggunakan amonium persulfat ((NH4)2S2O8) (APS) pada selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen serat pelepah sagu, pengaruh variasi konsentrasi NaOH pada proses delignifikasi dan H2O2 pada proses bleaching, dan mengetahui pengaruh penambahan amonium persulfat terhadap morfologi selulosanya. Analisis kandungan kimia pelepah sagu dilakukan dengan metode Chesson, delignifikasi dilakukan dengan variasi konsentrasi NaOH sebesar 5%; 7,5%; dan 10%, dan bleaching dilakukan dengan variasi konsentrasi H2O2 sebesar 10%; 15%; dan 20%. Proses oksidasi menggunakan amonium persulfat dilakukan pada konsentrasi 2M pada suhu 75°C selama 16 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kimia pelepah sagu yaitu ekstraktif larut air 16,41%; hemiselulosa 27,12%; selulosa 35,53%; dan lignin 18,25%; dan menunjukkan semakin tinggi konsentrasi NaOH dan H2O2 yang dipergunakan akan semakin banyak mendegradasi lignin dan hemiselulosa, sehingga semakin murni selulosa yang didapatkan. Morfologi selulosa setelah proses oksidasi menggunakan amonium persulfat memiliki diameter 41 µm yang teragregasi.
SINTESIS BEADS KITOSAN TERIKAT-SILANG TRIPOLIOSFAT DENGAN PENAMBAHAN POROGEN UNTUK ABSORPSI ASAM HUMAT Jihan Askia; Dahlena Ariyani; Uripto Trisno Santoso
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.052 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.9706

Abstract

Sintesis beads kitosan-TPP untuk absorpsi asam humat telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi TPP, porogen (NaHCO3), persentase penggembungan dan kapasitas absorpsi. Beads kitosan-TPP disintesis dengan meneteskan larutan kitosan 2% (b/v) ke dalam larutan tripolifosfat. Beads kitosan-TPP kemudian dikarakterisasi stabilitas, porositas, persentase pembengkakan, serta penentuan kapasitas absorpsi. Hasil penelitian menunjukkan penambahan TPP dengan konsentrasi 0,75% (b/v) menunjukkan stabilitas beads kitosan-TPP yang baik, penambahan porogen (NaHCO3) menghasilkan pori yang lebih besar pada beads kitosan-TPP, persentase swelling terbesar adalah 76,51%, dan kapasitas aborpsi asam humat pada beads kitosan-TPP pada λmaks 200 nm adalah 25% atau 1,50 (mg/g) dan pada λmaks 400 nm 66,57% atau 11,34 (mg/g).
BIOSINTESIS NANOPARTIKEL EMAS MENGGUNAKAN EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BOL PUTIH Astri Wiyani GM; Suriati Eka Putri; Muhammad Syahrir
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.534 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.9144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume bioreduktor yang sesuai untuk pembentukan nanopartikel emas serta mengetahui karakteristik nanopartikel emas yang dihasilkan. Larutan HAuCl4 25 ppm direduksi menggunakan ekstrak etanol daun jambu bol putih dengan metode microwave dan tanpa microwave selama 120 detik pada suhu 80o C. Penentuan waktu reaksi optimum menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada beragam variasi waktu dimana ekstrak daun jambu bol putih mereduksi Au menjadi Auo. Karakterisasi nanopartikel emas menggunakan instrumen scanning electron microscope dan X-Ray Difraction.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume optimum untuk pembentukan AuNP adalah pada volume 0,75 mL karena memiliki absorbansi dan tingkat kestabilan yang tinggi. Morfologi Nanopartikel yang dihasilkan tidak seragam, beragregasi, berbentuk kubik (FCC) dan ukuran yang dihasilkan rata-rata 17,13 nm.
UJI KUALITATIF FLAVONOID, ALKALOID, TANIN PADA KOMBINASI KUNYIT (CURCUMA LONGA) COKLAT (THEOBROMA CACAO L) Farach Khanifah; Evi Puspitasari; Awwaludin S
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.392 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.9415

Abstract

Kunyit merupakan tanaman yang memiliki aktivitas biologi salah satunya dapat berfungsi sebagai antibakteri, antiinflamasi dan antidepresan. Coklat masuk ke Indonesia pada zaman Belanda dan menjadi minuman yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Senyawa yang terkandung dalam coklat seperti flavonoid, epitaken, katekin, kafein dll. Manfaat coklat sebagai antioksidan, antidepresi dll. Beberapa penelitian melaporkan bahwa senyawa metabolit skunder yang sering dijadikan sebagai indikator aktivitas biologi tanaman adalah flavonoid, alkaloid dan tanin. Pada penelitian menggunakan rimpang kunyit yang berusia 9 bulan dan biji coklat (kakao) yang telah di panen. Penelitian ini bertujuan untuk uji kualitatif flavonoid, alkaloid dan tanin dari kunyit, coklat dan kombinasi kunyit coklat (1:1). Kunyit dan coklat tersebut di maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Sampel yang di ekstraksi dengan perbandingan 1:10 , serbuk halus kunyit sebanyak 1000 gram dan didapatkan Ekstrak kental etanol 52,9% serbuk halus biji coklat sebanyak 1000 gram dan didapatkan 38,7% ekstrak kental etanol. Hasil uji kualitatif ekstrak etanol Coklat mengandung senyawa alkaloid,  flavonoid dan tanin. Ekstrak etanol Kunyit positif mengandung senyawa flavonoid, tanin dan tidak mengandung senyawa alkaloid. kombinasi coklat kunyit (1:1) positif flavonoid, tanin dan negatif alkaloid.

Page 1 of 1 | Total Record : 9