cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2012)" : 8 Documents clear
ADSORPSI ZAT WARNA DIRECT BLACK 38 MENGGUNAKAN KITOSAN BERBASIS LIMBAH UDANG DELTA MAHAKAM Zainal Arifin; Dedy Irawan; Marinda Rahim; Ferdi Ramantiya
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.822 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i1.2104

Abstract

Telah dilakukan penelitian dekolorisasi Direct Black 38 menggunakan kitosan dari limbah udang Delta Mahakam. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan kondisi optimum proses dan kapasitas adsorpsi kitosan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: waktu (20-480 menit), massa kitosan (0.01, 0.1, 0.5, 0.75, 1, 1.5, 1.75, 2 gram), dan konsentrasi Direct Black 38 (2, 5, 10, 50, 100 ppm). Direct Black 38 dengan konsentrasi awal 500 ppm diencerkan menjadi 100 ppm. Sampel sebanyak 100 mL dimasukkan dalam erlenmeyer dan ditambahkan sejumlah kitosan. Sampel diaduk menggunakan shaker dengan kecepatan tertentu hingga tercapai kesetimbangan. Sampel disaring dengan Whatman 40 kemudian dianalisis penurunan konsentrasi Direct Black 38 menggunakan UV-Vis pada panjang gelombang 505.7 nm. Untuk mendapatkan data kapasitas adsorpsi kitosan digunakan model isoterm Freundlich. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum adsorpsi Direct Black 38 adalah waktu adsorpsi 360 menit dan massa kitosan 1.5 gram. Penurunan konsentrasi Direct Black 38 pada kondisi optimum mencapai 63.10%. Data kapasitas adsorpsi kitosan terbesar diperoleh sebesar 4.21 mg/g berdasarkan persamaan isoterm Freundlich. Kata kunci: adsorpsi, dekolorisasi, direct black 38, kitin, kitosan 
SINTESIS CETANE IMROVER DARI BIODIESEL MINYAK JARAK PAGAR DAN PENGUJIANNYA PADA MESIN DIESEL Abdullah Abdullah; Ahmad Budi Junaidi; Abdul Ghofur; Doni Rahmat Wicakso
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.951 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i1.2105

Abstract

Telah dilakukan sintesis cetane improver berbahan baku biodiesel yang berasal dari minyak Jarak pagar. Sintesis dilakukan dengan cara nitrasi biodiesel menggunakan campuran pereaksi asam nitrat dan asam sulfat. Proses nitrasi dilakukan selama 4 jam pada temperatur 10-20 oC. Produk hasil nitrasi dikarakterisasi gugus fungsi, flash point dan angka setana. Selanjutnya aditif hasil nitrasi juga dikarakterisasi menggunakan mesin diesel satu silinder untuk menentukan efisiensi termal, BSFC (Brake Spesific Fuel Consumtion), dan nilai smoke. Berdasarkan hasil analisis dengan FTIR diketahui bahwa produk hasil nitrasi mengandung gugus nitro dan nitrat. Selanjutnya berdasarkan hasil pengujian pada mesin diesel secara umum dapat disimpulkan bahwa pada putaran 1200 rpm unjuk kerja mesin (efisiensi termal, BSFC, dan nilai smoke) dari formulasi S0,25% s/d S1,25% tidak lebih baik dibandingkan dengan Solar. Hal ini terjadi pada hampir semua variasi waktu injeksi. Sedangkan pada kecepatan putaran 2200 rpm unjuk kerja formulasi S0,25% s/d S1,25% relatif lebih baik jika dibandingkan dengan solar saja, terutama pada penggunaan aditif dengan konsentrasi sebesar 0,50% (v/v). Penambahan aditif sebanyak 0,10 % dan 0,50% (v/v) tidak merubah nilai flash point, sementara pada nilai angka setana terjadi peningkatan dari 46,3 menjadi 47,1 dan 48,5. Melalui uji aditif secara road test dapat diketahui bahwa penambahan aditif pada bahan bakar solar mampu memberikan penghematan pada penggunaan minyak Solar sebesar 10,4%. Kata kunci : cetane improver, minyak jarak pagar, aditif, minyak diesel 
SINTESIS 3,3'-DI(5-BROMO-N-METILINDOL-3-IL)-5-BROMOINDOLIN-2-ONA DAN UJI SITOTOKSISITASNYA TERHADAP SEL VERO Kamilia Mustikasari; Mardi Santoso
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.705 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i1.2101

Abstract

Telah berhasil disintesis senyawa trisindolina baru: 3,3'-di(5-bromo-N- metilindol-3-il)-5-bromoindolin-2-ona melalui reaksi substitusi aromatik elektrofilik 5-bromo-N-metilindola dengan 5-bromoisatin pada kondisi asam dengan rendemen 53% yang tidak sitotoksik terhadap sel normal (sel Vero). Metilasi 5-bromoindola menghasilkan 5-bromo-N-metilindola dengan rendemen 87%. Kata kunci: sintesis, turunan 3,3'-di(indol-3-il)indolin-2-ona, sitotoksisitas 
SINTESIS DAN KARAKTERISASI POLIMER SUPERABSORBEN BERBASIS SELULOSA DARI TANAMAN PURUN TIKUS (Eleocharis dulcis) TERCANGKOK AKRIL AMIDA(AAM) Aulia Azizah; Azidi Irwan; Sunardi Sunardi
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.112 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i1.2106

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis dan karakterisasi polimer superabsorben berbasis selulosa dari tanaman purun tikus (Eleocharis dulcis) tercangkok akril amida (AAM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan selulosa dari tanaman purun tikus (Eleocharis dulcis) terhadap karakteristikpolimer superabsorben yang dihasilkan serta kemampuan dalam menyerap air dan sifat mengembang (swelling ratio) dalam larutan urea 5% dan NaCl 0,15 M. Pembuatan polimer superabsorben dilakukan dengan memvariasi berat selulosa terhadap berat akrilamida (AAM). Berat selulosa yang digunakan adalah 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40% (b/b). Hasil penelitian menunjukkan polimer superabsorben yang dihasilkan dengan penambahan selulosa memiliki karaktersitik yang lebih baik dibandingkan poliakrilamida yang disintesis. Polimer superabsorben dengan rasio 15% berat selulosa terhadap berat akrilamida mempunyai nilai kapasitas absorpsi, rasio swelling pada larutan urea 5% dan NaCl 0,15 M yang paling besar berturut-turut yakni 18,49 g/g air, 22,77 dan 18,41. Kata kunci : selulosa, akrilamida, polimer superabsorben 
KAJIAN BIOSORPSI BIOMASSA BEKATUL TERHADAP TIMBAL(II) Noer Komari; Ahmad Budi Junaidi; Sri Hendriani
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.574 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i1.2102

Abstract

Telah dilakukan penelitian kajian biosorpsi biomassa bekatul terhadap Pb(II). Biomassa bekatul didapatkan langsung dari pabrik penggilingan padi yang bertempat di Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Kajian pH dan waktu optimum dilakukan untuk mengetahui kemampuan biosorpsi Pb(II) oleh biomassa bekatul. Di samping itu juga dilakukan recovery Pb(II) yang sudah diikat oleh biomassa bekatul. Kemampuan biosorpsi dan recovery dikaji pada bekatul tak terimobilkan dengan menggunakan metode Batch dan bekatul terimobilkan dengan menggunakan metode kolom. Hasil penelitian menunjukkan pada pH 5 dan selang waktu 15 menit bekatul dapat mengikat Pb(II) secara maksimal, dimana diperoleh kemampuan biosorpsi bekatul tak terimobilkan 3,96 mg Pb(II)/g biomassa dan bekatul terimobilkan 5,25 mg Pb(II)/g biomassa. Kemampuan recovery Pb(II) dari bekatul tak terimobilkan berkisar antara 63,35 – 84,36% dan untuk bekatul terimobilkan berkisar antara 98,48 – 99,88%. Kata kunci : biosorpsi, biomassa, timbal. 
ADSORPSI FOSFAT (PO43-) MENGGUNAKAN SELULOSA PURUN TIKUS (Eleocharis dulcis) TERMODIFIKASI HEKSADESILTRIMETILAMMONIUM BROMIDA (HDTMABr) Retno Agnestisia; Noer Komari; Sunardi Sunardi
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.12 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i1.2107

Abstract

Kajian preparasi, modifikasi dan uji adsorpsi selulosa purun tikus (Eleocharis dulcis) asal Handel Bakti, Kalimantan Selatan terhadap senyawa anionik fosfat (PO43-) telah dilakukan. Modifikasi selulosa dilakukan dengan rekayasa permukaan menggunakan surfaktan kationik heksadesiltrimetilamonium bromida (HDTMABr). Selulosa hasil modifikasi dianalisis menggunakan spektroskopi FTIR (Fourier Transform Infrared) dan derajat substitusi (DS) ditentukan dengan metode titrasi. Parameter adsorpsi yang dipelajari meliputi penentuan pH optimum, waktu kontak dan kapasitas adsorpsi dari sampel selulosa terhadap fosfat (PO43-). Hasil penelitian menunjukan bahwa selulosa termodifikasi surfaktan kationik merupakan adsorben yang baik untuk mengadsorpsi fosfat (PO43-) dengan derajat substitusi sebesar 1,24. Adsorpsi optimum dicapai pada pH 3 dan waktu kontak 60 menit pada selulosa dan 15 menit pada selulosa termodifikasi. Adsorpsi fosfat (PO43-) mengikuti isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi (qm) untuk selulosa, Sel-HDTMA-1 dan sel-HDTMA-2 berturut-turut sebesar 2,36 mg/g, 16,95 mg/g dan 20,83 mg/g. Kata kunci : selulosa, HDTMABr, senyawa fosfat (PO43-), adsorpsi. 
IMOBILISASI 1,8-DIHIDROXYANTHRAQUINON PADA SILIKA GEL MELALUI PROSES SOL-GEL Maria Dewi Astuti; Radna Nurmasari; Dwi Rasy Mujiyanti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.695 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i1.2103

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang imobilisasi silika gel dengan 1,8 Dihidroxyanthraquinone melalui proses sol-gel dan karakterisasinya. Kajian yang dilakukan meliputi sintesis dan karakterisasi silika terimobilisasi 1,8 Dihidroxyanthraquinone. Metode yang digunakan ialah metode sol-gel. Karakterisasi silika gel dilakukan dengan spektrofotometer inframerah (FTIR) dan difraktometer sinar-X (XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silika terimobilisasi 1,8 Dihidroxyanthraquinone berhasil dibuat yang ditunjukkan oleh munculnya serapan inframerah dari gugus fungsional –OH, C=O, C-C dan C-H,. Data XRD menunjukkan bahwa struktur silika terimobilisasi 1,8 Dihidroxyanthraquinone semakin bersifat kristal hampir menyerupai senyawa organik sebagai agen pemodifikasi silika gel. Kata kunci : silika gel, imobilisasi, 1,8 Dihidroxyanthraquinone, sol-gel 
Phanerochaete chrysosporium Burds INOCULATION TO IMPROVE THE PHYSICAL PROPERTIES OF KAPOK PULP Wiwin Tyas Istikowati; Sri Nugroho Marsoem
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.229 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i1.2108

Abstract

White rot fungus are wood degrading organism able to decompose wood polymers; lignin, cellulose and hemicelluloses. Some species of white rot fungi decompose wood lignin over wood polysaccharides (e.g. cellulose), make it preferable for biopulping applications. A study of Phanerochaete chrysosporium Burds fungi inoculation to kapok chips was conducted to investigate the characteristics for the wood chips to be used as pulp and paper raw materials, as degradation level influences pulp characteristic. Phanerochaete chrysosporium fungi was incubated at PDA for 10 days, then inoculated to kapok chips for 20, 30, and 40 days. Fiber morphology was analyzed furthermore 16% active alkali of kraft process was conducted for 1, 1.5, and 2 hours cooking times. The results showed that range of tear strength 4.23 mNm2/g up to 6.35 mNm2/g, tensile strength 35 N m/g until 39.9 N m/g and bursting strength 1,5 kPa up to 2,01 kPa. Key words : Biopulping, Phanerochaete chrysosporium, Ceiba pentandra, pulp and paper 

Page 1 of 1 | Total Record : 8