cover
Contact Name
Muhammad Syahrir
Contact Email
syahrir_gassa@yahoo.com
Phone
+6275172201
Journal Mail Official
sofyan@kemenperin.go.id
Editorial Address
http://litbang.kemenperin.go.id/jli/about/editorialTeam
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Litbang Industri
Core Subject : Science,
Jurnal Litbang Industri (JLI) is a scientific journal published regularly twice a year in June and December. JLI contains primary articles or reviews are sourced directly from results of industrial research such as processing of agricultural products, food processing, fishing industry, mining industry, industrial standardization, and pollution control. All submissions are reviewed by qualified reviewers in their field.
Articles 213 Documents
Back Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 11 No. 2 Desember Tahun 2021 Salamariza Sy
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1608.407 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7571.xiii-xvi

Abstract

Back Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 11 No. 2 Desember Tahun 2021
Physical properties of a natural foam made from gambier: influence of proportion of gambier extract used Inda Three Anova; Anwar Kasim; Tuty Anggraini
Jurnal Litbang Industri Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.151 KB) | DOI: 10.24960/jli.v8i2.4059.89-94

Abstract

Tannin made from gambier extract contains hydroxyl groups and so can be modified to synthesize polymers. Gambier extract has a high tannin content that contains polyflavonoids with other additives. This allows it to be modified by polycondensation to make a polymer foam which can be used as an insulator for heat and sound, an absorber of heavy metal pollutants and for protective packaging. This study investigates the utilization of gambier in the manufacture of foam and determines the physical properties of the foam produced. The study was conducted using ethanol to produce the gambier extract from leaves of the plant which was used in the proportions of 14%, 24%, and 34% by weight to make different foam samples. Foam produced from 24% gambier extract had optimum qualities with a density value of 0.34 g/cm3, pH 6.83, compressive strength of 0.14 kg/cm2, thermal conductivity of 5.52 W/moC, and was semi-flexible foam. AbstrakSalah satu senyawa kelompok OH yang dapat dimodifikasi untuk tujuan sintesis polimer adalah tanin dari ekstrak gambir. Ekstrak gambir dengan kandungan tanin tinggi dapat dimodifikasi untuk pembuatan busa yang dapat digunakan sebagai bahan isolator panas, suara, dan penyerap logam serta untuk pengemasan. Pada pembuatan busa berbasis  gambir, tanin yang terdapat pada gambir berfungsi sebagai isolasi materi yang terjadi karena polikondensasi dari poliflavonoid tanin dengan bahan tambahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan gambir dalam pembuatan busa dan mengetahui sifat fisik busa yang dihasilkan. Penelitian dilakukan dengan tahap awal ekstraksi gambir menggunakan etanol. Perlakuan penelitian adalah pemakaian ekstrak gambir 14%, 24%, dan 34%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa busa yang dihasilkan dari pemakaian ekstrak gambir 24% memiliki nilai densiti 0,34 g/cm3, pH 6,83, kuat tekan 0,14 kg/cm2, konduktivitas termal 5,52 W/moC, dan busa dapat digolongan sebagai busa semi fleksibel.
CATECHIN CONTENT AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF SOME BREWED TEMPERATURE OF BLACK TEA SYRUP Tuty Anggraini
Jurnal Litbang Industri Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.124 KB) | DOI: 10.24960/jli.v1i1.589.8-14

Abstract

The catechin contents and the antioxidant activity of black tea syrup that brewed at some temperature still poorly understood. It has been investigated whether catechin contents and antioxidant activity of black tea syrup may be affected by hot or cold water.  The temperature of 30°C, 60°C, and 90°C were used to brew the syrup, and then the catechin and the antioxidant were determined at each temperature by using DPPH radical scavenging activity method. Measurement of DPPH was conducted for 2 minutes reaction time. Catechin contents were determined by using HPLC method. The result of research showed that the catechin and the antioxidant activity affected by temperature tested. Five kinds of catechin derivatives detected in black tea syrup, EGC (epigallocatechin), C (catechin), EGCG (epigallocatechin gallate), EC (epicatechin) and ECG (epicatechin gallate). The highest DPPH scavenging activity of black tea syrup was showed by 30°C.ABSTRAKKandungan katechin dan aktivitas antioksidan dari sirup teh hitam yang diseduh pada beberapa temperatur masih belum begitu dipahami. Pada penelitian ini telah diselidiki apakan kandungan katechin dan aktioksidan dipengaruhi oleh air dingin atau air panas. Temperatur 30oC, 60oC, dan 90oC digunakan untuk menyeduh sirup teh hitam lalu ditentukan kandungan katechin dan aktifitas antioksidannya pada masing-masing temperatur menggunakan metode aktifitas perangkap radikal bebas DPPH (dyphenyl pycrylhydrazyl). Pengukuran DPPH dilakukan selama waktu reaksi dua menit. Kandungan katechin ditentukan menggunakan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan katechin dan aktifitas antioksidan sirup teh hitam dipengaruhi oleh temperatur yang diuji. Lima jenis turunan katechin terdeteksi dalam sirup teh hitam yaitu EGC (epigallocatechin), C (catechin), EGCG (epigallocatechin gallate), EC (epicatechin) and ECG (epicatechin gallate). Aktifitas perangkap DPPH tertinggi dari sirup teh hitam diperoleh pada temperatur 30oC.
Pengujian Kemampuan Daya Samak Cube Black dan Limbah Cair Gambir Terhadap Mutu Kulit Tersamak Gustri Yeni; Dindin Syafruddin; Anwar Kasim
Jurnal Litbang Industri Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.568 KB) | DOI: 10.24960/jli.v6i1.1124.73-82

Abstract

Leather tanning industries generally use sintetic tanner such as chrome (Cr+3) which can damage environment. Therefore, it is needed to find environmentally friendly tannery material, one is by using gambier. The aim of this research was to know tannic ability of gambier on goat’s leather and tuna fish. The gambier for tannery material contained high tannin (>70%) namely Cube black and liquid waste from gambier processing. Concentration of tannery material that would be used for tanned was 1 kg. Tanned leather was tested to tannery degree (DP) and physical test included pull strength, elongation, and rip strength, at same treatment compared to chrome tannery. Test results leather tanned showed that, the higher the concentration of tannery material the higher the results of DP, and the physical characteristic was better. Tanned leather from goat that used Cube black gambier concentration at 4% gave DP value approximately equal to chrome tanner (38,45% and 36,60%). For tanned tuna fish gave value of DP were 39,57% and 31,35%. Tannery material of gambier gave value of pull strength, rip strength, and elongation were higher than chrome’s. The value of pull strength of goat’s leather was 730,37 kg cm-2, tuna fish was 353,33 kg cm-2 got from liquid waste tanner. The value of rip strength fof goat’s leather was 353,33 kg cm-2, tuna fish skin 29,96 kg cm-2, and elongation value from tuna fish skin 202,0% was gotten from Cube black gambier. The result of the research showed that tannery material of gambier had tannery characteristic that can replace tanner of chrome.ABSTRAKIndustri penyamakan kulit umumnya menggunakan bahan penyamak sintetis seperti krom (Cr+3) yang dapat merusak lingkungan. Untuk itu, perlu dicari bahan penyamak yang ramah lingkungan, diantaranya menggunakan gambir. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daya samak gambir terhadap kulit kambing dan ikan tuna. Gambir untuk  bahan penyamak mengandung kadar tanin tinggi (>70%) adalah Cube black dan limbah cair pengolahan gambir. Konsentrasi bahan penyamak yang digunakan dalam perlakuan adalah 2%, 3% dan 4% dengan berat kulit yang akan disamak sebanyak 1 kg. Kulit tersamak diuji terhadap derajat penyamakan (DP) dan uji fisik meliputi kekuatan tarik, kemuluran dan kekuatan sobek. Pada perlakuan yang sama dibandingkan dengan penyamak krom. Hasil uji kulit tersamak menunjukkan makin tinggi konsentrasi bahan penyamak makin tinggi nilai DP dan sifat fisik kulit makin baik. Kulit tersamak dari kambing menggunakan Cube black gambir pada konsentrasi 4% menghasilkan nilai DP mendekati sama dengan penyamak krom (38,45% dan 36,60%). Untuk kulit ikan tuna tersamak menghasilkan nilai DP 39,57% dan 31,35%. Bahan penyamak gambir menghasilkan nilai kekuatan tarik, kekuatan sobek dan kemuluran lebih tinggi dari penyamak krom. Nilai kekuatan tarik kulit kambing 730,37 kg/cm2, ikan tuna 353,33 kg/cm2 diperoleh dari penyamak limbah cair. Nilai kekuatan sobek kulit kambing adalah 353,33 kg/cm2, kulit ikan tuna 29,96 kg/ cm2 dan nilai kemuluran kulit ikan tuna 202,0% diperoleh dari Cube black gambir. Hasil penelitian menunjukkan bahan penyamak gambir memiliki sifat penyamak yang dapat menggantikan penyamak krom.
Pengaruh pencampuran bengkuang (Pachyrhizus erosus L) dengan terung belanda (Cyphomandra betacea Sendtn) terhadap karakteristik velva dihasilkan Diana Sylvi; N. Novelina; Anisa Kurniati
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.767 KB) | DOI: 10.24960/jli.v10i1.5542.23-31

Abstract

Velva adalah  jenis makanan penutup atau pencuci mulut yang dihidangkan dalam bentuk beku. Penelitian bertujuan menentukan pengaruh pencampuran bengkuang dan terung belanda terhadap karakteristik velva yang dihasilkan, untuk mendapatkan perbandingan velva terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, 3 ulangan (perbandingan bengkuang dan terung belanda 50%:50%, 60%:40%, 70%:30%, 80%:20%, dan 90%:10%). Hasil menunjukkan perbandingan bengkuang dan terung belanda memberikan pengaruh nyata terhadap overrun, waktu pelelehan, padatan terlarut, kadar air, total gula, total asam, vitamin C, aktivitas antioksidan, warna, dan aroma. Namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar abu, rasa dan tekstur. Berdasarkan sifat fisik, kimia dan sensori velva terbaik yaitu pada perlakuan A (50% bengkuang: 50% terung belanda). Karakteristik dari perlakuan A overrun 12,12%, waktu pelelehan 16,69 menit, padatan terlarut 27,07oBrix, kadar air 71,50%, kadar abu 1,22%, total gula 29,80%, total asam 0,41%, kadar vitamin C 41,99mg/100g, aktivitas antioksidan 22,44%, angka lempeng total 2,3x103CFU/g, kadar inulin 0,63%, serat pangan 4,10% dan rata-rata uji organoleptik yaitu warna 4,96 (sangat suka), aroma 3,76 (suka), rasa 3,88 (suka)  dan tekstur 4,04 (suka).
Sintesis dan karakterisasi biosorben berbasis tannin gambir (Uncaria gambier Roxb.) dan aplikasinya pada penyerapan ion logam Pb (II) Muhammad Fajri Nurmawan; Citra Setiawati; Nur Aini Haryati
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.714 KB) | DOI: 10.24960/jli.v10i2.6541.103-110

Abstract

Ekstrak tanin gambir (Uncaria gambier Roxb.) memiliki potensi sebagai bahan baku pembuatan biosorben yang dapat diaplikasikan untuk adsorpsi ion logam Pb2+. Gel tanin gambir (Gambier Tannin Gel, GTG) telah disintesis melalui reaksi polimerisasi dengan penambahan formaldehida dalam suasana basa NaOH selama 8 jam pada suhu 80 °C. Karakterisasi spektrum inframerah dengan FT-IR Spectrophotometer menunjukkan adanya jembatan metilen (–CH2–) dan jembatan metilen eter (C–O–C) ditandai dengan pita serapan pada bilangan gelombang masing-masing 2910 cm-1 dan 1040 cm-1. Hasil pembacaan pola difraksi sinar X dengan X-Ray Diffractometer (XRD) menunjukkan bahwa GTG yang dihasilkan memiliki tingkat kristalinitas yang rendah dengan ukuran kristal sebesar 1,07–2,82 Å. Penentuan kapasitas adsorpsi menggunakan pola isoterm Freundlich dan Langmuir dengan variasi konsentrasi Pb2+ sebesar 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 ppm. Banyaknya ion logam yang terserap diukur dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Dari hasil penelitian, diketahui bahwa proses adsorpsi ion logam Pb2+ oleh GTG mengikuti persamaan isoterm adsorpsi Freundlich dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 0,4917 mg/g.
Pengaruh Penggunaan Metanol Bekas Pakai Secara Berulang-Ulang Terhadap Rendemen dan Mutu Biodiesel dengan Bantuan Reaktor Kavitasi Hidrodinamik Mahlinda Mahlinda; Lancy Maurina
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.643 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i2.669.71-77

Abstract

Research on the using effect of repeatedly used methanol toward yield and quality of biodiesel assisted by hydrodinamic cavitation reactor had been done. The aim of this research was to study the effect of used methanol which is used repeatedly toward yield and quality of biodiesel products. The constant variable used in the transesterification process was the molar ratio of methanol and oil 4:1, KOH catalyst 1%, temperature 45oC and reaction time 60 minutes. The manipulated variable was the number of used methanol replications consisted of 4 replications (replication 1 using fresh methanol dan 3 replications using used methanol). The results of the research showed that biodiesel products couldn not be used directly in diesel engines because some parameters that were tested did not meet the requirements of SNI 04-7182:2006.ABSTRAKPenelitian tentang pengaruh penggunaan metanol bekas pakai secara berulang-ulang terhadap rendemen dan mutu biodiesel menggunakan reaktor kavitasi hidrodinamik telah dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penggunaan metanol bekas pakai yang dipakai secara berulang-ulang dengan mengamati rendemen dan mutu biodiesel yang dihasilkan. Variabel konstan yang digunakan pada proses transesterifikasi ini adalah rasio molar metanol dan minyak 4:1, katalis KOH 1%, temperatur 45 oC dan waktu reaksi 60 menit. Variabel berubah adalah jumlah ulangan penggunaan metanol terdiri dari 4 ulangan (ulangan 1 menggunakan metanol baru dan 3 ulangan mengggunakan metanol bekas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk biodiesel yang dihasilkan tidak dapat digunakan secara langsung di mesin diesel karena beberapa parameter yang diuji tidak memenuhi persyaratan SNI 04-7182:2006.
Pendugaan umur simpan sediaan bawang tunggal hitam dengan metode accelerated shelf-life testing (ASLT) Gunawan Priadi; Fitri Setiyoningrum; Fifi Afiati; Hisaqia Amieni; Muhamad Arpah
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.365 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i2.5454.79-88

Abstract

Sediaan bawang tunggal hitam terdiri atas bawang tunggal hitam utuh, ekstrak dan mikroenkapsulat. Senyawa antioksidan dalam sediaan bawang tunggal hitam akan mengalami kerusakan selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan menentukan kinetika degradasi kapasitas antioksidan dan total fenolik pada sediaan bawang tunggal hitam dan memperkirakan umum simpannya dengan metode accelerated shelf-life testing (ASLT). Hasil penelitian menunjukan kapasitas antioksidan dan total fenolik sediaan bawang tunggal hitam mengalami penurunan selama penyimpanan. Total fenolik dijadikan parameter penentuan umur simpan sediaan bawang tunggal hitam. Bawang tunggal hitam utuh mengalami kerusakan lebih cepat dibandingkan sediaan lainnya. Umur simpan sediaan bawang tunggal hitam pada suhu 25°C adalah: bawang tunggal hitam utuh 199 hari, ekstrak bawang tunggal hitam 259 hari, dan mikroenkapsulat 255 hari.ABSTRACTSolo black garlic products consisted of whole solo black garlic, extract, and microencapsulated. Antioxidant compounds in the black garlic products will be damaged during storage. The study was aimed to determine the kinetics degradation of antioxidant capacity and total phenolic of black garlic products and to estimate their shelf life using accelerated shelf life testing (ASLT) method. The result showed that antioxidants and total phenolic of products decreased during storage. Total phenolic was used to predict the shelf life of products. The whole black garlic deterioration is faster than other products. The shelf life of whole black garlic, black garlic extract and microencapsulated black garlic extract at 25°C were 199 days, 259 days, and 255 days respectively.
Rekayasa Glukosa Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Melalui Proses Fermentasi Dengan Saccharomyces cerevisiae Menjadi Bioetanol Nasruddin Nasruddin
Jurnal Litbang Industri Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.792 KB) | DOI: 10.24960/jli.v3i1.622.1-10

Abstract

This research aims to study the performance of Saccharomyces cerevisiae in glucose engineering into bioethanol. Glucose comes from palm oil empty fruit bunches that had been pretreated by delignification and fermentation. Glucose solution result from hydrolysis for each treatment of 500 ml was fermented with Saccharomyces cerevisiae (2, 4, 6 and 8) g, fermentation time (4, 6, 8 and 10) days. Result of fermentation was distilled at 75°C ± 5°C for 60 minutes. Bioethanol produced were tested including: specific gravity by using picnometer and acidity was tested by volumetric methods. The analysis showed that the best bioethanol produced in this experiment, followed by laboratory tests obtained from the interaction between treatments for time of hydrolysis by Aspergillus niger for 6 days, with 4 grams of Saccharomyces cerevisiae fermentation for 6 days. Based on the test results of bioethanol obtained density 0.9873 g/cm3, percentage of bioethanol 9.2889% (v/v) and acid number value 1.820 mg/L.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajarai kinerja Saccharomyces cerevisiae  merekayasa glukosa menjadi bioetanol. Glukosa berasal dari tandan kosong kelapa sawit yang telah dilakukan pretreatment dengan cara delignifikasi dan fermentasi. Larutan glukosa hasil hidrolisis untuk masing-masing perlakuan sebanyak 500 mL difermentasi dengan S. cerevisiae (2; 4; 6 dan 8) g, waktu fermentasi (4; 6; 8 dan 10) hari. Hasil fermentasi didestilasi pada suhu 75oC ± 5oC selama 60 menit. Bioetanol yang dihasilkan diuji yang meliputi : berat jenis dengan mengunakan piknometer dan keasaman diuji dengan metode volumetri. Hasil analisis menunjukkan bioetanol yang terbaik berdasarkan hasil percobaan yang dilanjutkan dengan uji laboratorium didapatkan dari interaksi antar perlakuan untuk waktu hidrolisis dengan Aspergilus niger selama 6 hari, fermentasi dengan 4 gram Saccharomyces cerevisiae selama 6 hari. Berdasarkan hasil uji bioetanol untuk berat jenis 0,9873 g/cm3, persentase bioetanol 9,2889% (v/v) dan nilai bilangan asam 1,820 mg/l.
Perlakuan ozon dan sonokimia untuk degradasi residu mankozeb pada cabe hijau (Capsicum annuum L.) Safni Safni; Elma Fadrita Rahman; Deswati Deswati; Salmariza Sy
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.584 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7259.103-109

Abstract

Fungisida, seperti mankozeb, banyak digunakan dalam bidang pertanian berkelanjutan dan akan meninggalkan residu pada bahan pangan. Proses oksidasi lanjutan (AOPs) ozon treatment (ozonolisis dan air ozon), sonokimia (sonolisis) serta kombinasi keduanya (sonozolisis) merupakan salah satu teknik potensial dalam mendegradasi residu mankozeb pada cabe hijau. Perbandingan metode degradasi dilakukan pada kondisi yang sama yakni 50 g cabe hijau, 100 mL air dengan waktu treatment 10 menit mampu mendegradasi residu mankozeb sebesar 69,63±1,60 air ozon; 58,83±2,57 sonozolisis; 56,51±2,29 ozonolisis; dan 23,70±1,60 sonolisis. Penambahan waktu perendaman selama 20 menit air ozon meningkatkan persentase degradasi sebesar 83,80±2,54. Beberapa parameter yang mempengaruhi proses degradasi dipelajari seperti waktu treatment, volume air, dan massa cabe hijau. Proses degradasi dengan waktu treatment 10-15 menit, volume air 100 mL dan 50 g cabe hijau mampu mereduksi residu mankozeb sebesar 25-58%. Data hasil analisis spektrofotometer-HPLC menunjukkan bahwa residu mankozeb pada cabe hijau telah berhasil didegradasi.

Page 8 of 22 | Total Record : 213