cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 815 Documents
Analisis Implikatur Percakapan dalam Kolom Komentar Akun TikTok @daaehoon Pasca Isu Perselingkuhan
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.2581

Abstract

Penelitian ini menganalisis implikatur percakapan pada kolom komentar TikTok akun @daaehoon pasca mencuatnya isu perselingkuhan yang melibatkan istrinya, Jule. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk implikatur yang muncul dan fungsi pragmatisnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi berani dan dokumentasi. Data berupa komentar netizen yang mengandung pelanggaran maksim Grice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implikatur yang dominan adalah sarkasme, metafora evaluatif, hiperbola, dan sindiran moral yang muncul sebagai respon emosional terhadap perubahan citra tokoh masyarakat. Fungsi pragmatis implikatur meliputi ekspresif (kemarahan, sindiran), direktif (ajakan berhenti menghujat), dan asertif (penilaian moral). Penelitian ini menegaskan bahwa kolom komentar TikTok merupakan ruang interaksi bahasa implisit yang sangat mempengaruhi konteks emosional dan krisis naratif.
Kepuasan Belajar Mata Kuliah Pembelajaran Remedial Bahasa Indonesia pada Mahasiswa STKIP Abdi Wacana Wamena (Studi Fenomenologi)
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.2644

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Dalam konteks pendidikan tinggi, kepuasan belajar mahasiswa menjadi salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). Untuk menganalisis persepsi mahasiswa dalam mata kuliah Pengajaran Remedial Bahasa Indonesia. 2). Untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi kepuasan belajar mahasiswa dalam mata kuliah pembelajaran remedial Bahasa Indonesia.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan mengidentifikasi, menganalisis, dan melaporkan pola (tema) dalam data. Dari hasil penelitian, mahasiswa umumnya memiliki persepsi positif terhadap mata kuliah Pembelajaran Remedial Bahasa Indonesia. Sebanyak 70% mahasiswa merasa bahwa materi disampaikan dengan sangat jelas, dan 74% menganggap materi relevan dengan kebutuhan mereka. Namun, ada 19% yang merasa materi hanya cukup jelas, menandakan adanya kebutuhan untuk meningkatkan kejelasan dalam penyampaian informasi. Secara keseluruhan, mahasiswa merasa puas dengan pengalaman belajar mereka meskipun ada beberapa area yang perlu diperbaiki. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan belajar mahasiswa meliputi metode pengajaran, interaksi dengan dosen, dan fasilitas yang tersedia. Sebanyak 89% mahasiswa menghargai variasi dalam metode pengajaran yang digunakan, sementara 85% merasa dosen responsif terhadap pertanyaan mereka. Namun, 19% mahasiswa merasakan perlunya peningkatan dalam kualitas fasilitas pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa variasi metode dan interaksi yang baik memiliki dampak positif terhadap kepuasan belajar, tetapi fasilitas yang memadai juga sangat penting.
Penerapan Strategi Pembelajaran Think Pair Share Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Pada Materi Puisi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.2649

Abstract

Pembelajaran puisi merupakan salah satu aspek penting dalam pengajaran Bahasa Indonesia karena mampu menumbuhkan apresiasi sastra, keterampilan berbahasa, dan kepekaan estetika siswa. Namun, pada praktiknya, pembelajaran puisi sering dianggap sulit dan membosankan karena pendekatan yang masih berpusat pada guru dan minim interaksi siswa. Artikel ini bertujuan untuk meninjau penerapan strategi pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) sebagai upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami, menginterpretasikan, dan mengapresiasi puisi. Kajian ini menggunakan metode tinjauan literatur yang menganalisis berbagai penelitian terdahulu terkait efektivitas strategi TPS. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi TPS mampu mendorong siswa berpikir kritis, berkolaborasi dalam diskusi, serta lebih aktif dalam menafsirkan makna puisi. Melalui tahapan berpikir, berpasangan, dan berbagi, siswa tidak hanya memahami unsur-unsur puisi secara konseptual, tetapi juga mengalami pembelajaran yang lebih partisipatif dan bermakna. Dengan demikian, strategi Think-Pair-Share dapat dijadikan alternatif inovatif bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran puisi di sekolah.
Analisis Kesalahan Ejaan pada Caption Postingan Instagram Para Influencer
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.2776

Abstract

Instagram sebagai platform media sosial menjadi sarana ekspresi diri yang populer, terutama melalui caption para influencer. Namun, banyak caption yang mengandung kesalahan ejaan dan penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesalahan ejaan pada caption influencer serta memahami pola dan kecenderungannya. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa caption dari akun influencer dengan minimal 50.000 pengikut, dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, dan dianalisis berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling dominan meliputi penggunaan huruf kapital yang tidak tepat, tanda baca yang keliru atau dihilangkan, kata tidak baku, penulisan kata serapan yang belum disesuaikan, serta penggabungan atau pemisahan kata yang salah. Kesalahan tersebut dipengaruhi oleh sifat media sosial yang cepat, informal, dan gaya bahasa influencer yang menular ke pengikut. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan literasi berbahasa Indonesia di media sosial dan memberikan kontribusi bagi kajian linguistik digital serta strategi edukasi bahasa di ruang publik digital.
Analisis Bentuk dan Sumber Interferensi Leksikal Bahasa Gaul dalam Caption Instagram Mahasiswa
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.2797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan sumber interferensi leksikal bahasa gaul dalam caption Instagram mahasiswa FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Latar belakang kajian ini adalah peran krusial Bahasa Indonesia baku sebagai bahasa negara dan tanggung jawab moral mahasiswa FKIP sebagai calon guru untuk menjaga kaidah bahasa yang baik dan benar, di tengah maraknya penggunaan bahasa gaul di media sosial. Interferensi leksikal, yaitu masuknya kosakata takresmi ke ranah resmi, berpotensi merusak penguasaan kosakata baku. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif, data penelitian berupa kata dan frasa bahasa gaul dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif pada 13 unggahan caption Instagram mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk interferensi leksikal bahasa gaul yang paling dominan adalah singkatan dan pemendekan kata dari Bahasa Indonesia (misalnya: tdr, ultah, gk). Bentuk ini digunakan sebagai strategi efisiensi komunikasi digital, di mana kosakata yang sudah familier direduksi untuk pesan yang ringkas dan cepat. Sumber interferensi lainnya meliputi serapan dari Bahasa Inggris (misalnya: btw, bestie, support) sebagai penanda gaya dan pelengkap ekspresif yang dipengaruhi budaya digital, serta ungkapan ekspresif hasil inovasi internal penutur (misalnya: hus hus badai). Kesimpulan menegaskan bahwa penggunaan bahasa gaul ini adalah bentuk adaptasi bahasa yang fleksibel dan kontekstual terhadap dinamika komunikasi digital, bukan sekadar penyimpangan dari bahasa baku.
Representasi Nilai Pendidikan Karakter melalui Pendekatan Semiotika Roland Barthes dalam Film Pendek Bajra
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.3215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai pendidikan karakter dalam film pendek Bajra karya Gontor TV menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika yang mencakup tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian berupa tanda-tanda visual dan verbal yang terdapat dalam dialog, adegan, ekspresi tokoh, latar, serta alur cerita film. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan observasi dengan menonton film secara berulang, kemudian dianalisis secara interpretatif berdasarkan kerangka semiotika Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Bajra merepresentasikan nilai-nilai pendidikan karakter pesantren seperti disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kejujuran, kerendahan hati, keikhlasan, sportivitas, dan penghargaan terhadap proses. Pada tataran denotatif, film menampilkan realitas kehidupan santri dalam menjalani kewajiban akademik dan aktivitas pesantren. Pada tataran konotatif, narasi film menyampaikan pesan moral tentang pembentukan karakter melalui pengendalian diri, etika pergaulan, dan kesadaran akan tanggung jawab. Sementara itu, pada tataran mitos, film menaturalisasi ideologi pendidikan pesantren sebagai sistem pendidikan ideal dalam membentuk karakter dan moral santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film Bajra tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai teks pedagogis yang efektif dalam merepresentasikan dan menanamkan nilai pendidikan karakter berbasis budaya pesantren.
Analisis Minat dan Ketersediaan Fasilitas Sekolah terhadap Pengembangan Literasi di SMP
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.3227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh minat belajar dan ketersediaan fasilitas sekolah terhadap pengembangan literasi siswa di SMP Negeri 7 Medan. Menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods), penelitian ini menggabungkan data kuantitatif dari kuesioner dengan data kualitatif dari wawancara dan observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik minat belajar maupun fasilitas sekolah memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kemampuan literasi siswa. Namun, secara parsial, hanya fasilitas sekolah yang berpengaruh signifikan terhadap literasi (p = 0,045), sedangkan minat belajar tidak signifikan secara statistik (p = 0,124). Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 22,8% terhadap variasi literasi siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penyediaan fasilitas belajar yang memadai serta perlunya strategi peningkatan minat belajar untuk mendukung pengembangan literasi secara optimal.
Tantangan Pembelajaran BIPA di Era Digital: Strategi Pengajaran dan Motivasi Mahasiswa Internasional
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.3248

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pada masa digital saat ini menghadapi sejumlah tantangan, terutama yang berkaitan dengan kemajuan teknologi, perbedaan latar belakang budaya peserta didik, serta perubahan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai tantangan utama dalam pelaksanaan pembelajaran BIPA berbasis digital sekaligus menemukan strategi pengajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi mahasiswa internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi pada kelas BIPA yang dilaksanakan secara daring.
The Analysis of Interpersonal Conflict Between Finch And Violet As The Main Character In Film All The Bright Places
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.3265

Abstract

This study examines the representation of interpersonal and institutional conflicts in the film All the Bright Places (2020). While existing literature often focuses on the romanticization of adolescent trauma, this research explores the socio-cultural dimensions of mental health. The primary objective is to identify emotional tensions between characters and reveal how social and family institutions contribute to psychological struggles. Using a qualitative narrative approach, scenes, dialogues, and visual elements were interpreted as cultural texts. The findings indicate that the interpersonal conflict between Finch and Violet arises from mismatched emotional needs—Finch seeking stability through closeness and Violet requiring space for grief. However, this tension escalates into a fatal psychological crisis due to institutional conflict, characterized by the failure of the school and family to provide adequate support. The school frames mental health as a disciplinary issue, while the family remains emotionally unresponsive, reinforcing the characters' alienation. The study concludes that adolescent trauma is a dialectical outcome of individual experience and institutional neglect rather than a purely personal psychological matter. It critiques the cultural normalization of adolescent emotional resilience and emphasizes that mental health is a collective social responsibility. These results suggest that love alone cannot substitute for the necessary systemic institutional support in addressing adolescent mental crises.
Pengaruh Model Pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) terhadap Kemampuan Menulis Teks Ulasan Cerpen Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sei Rampah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.3273

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menuangkan ide secara tertulis, penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi, serta kemampuan menulis teks ulasan yang belum mencapai KKTP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran RADEC terhadap kemampuan menulis teks ulasan cerpen siswa di kelas VIII SMP Negeri 1 Sei Rampah. Adapun populasinya yaitu seluruh siswa kelas VIII sejumlah 320 orang, dengan sampel sebanyak 32 orang yang terbagi dalam kelompok kontrol dan eksperimen. Peneliti menggunakan metode eksperimen dengan desain quasi eksperimental design tipe desain nonequaivalent posttes-only control group design. Instrumen yang diterapkan yakni tes menulis ulasan cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan menulis teks ulasan cerpen siswa pada kelas eksperimen dengan model RADEC adalah 77,10, termasuk kategori baik dan melampaui KKTP (70). Sementara itu, kelas kontrol yang menggunakan model TPS hanya memperoleh rata-rata 64,84 dengan kategori cukup dan belum mencapai KKTP. Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran RADEC lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks ulasan cerpen siswa dibandingkan dengan model TPS.