cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 798 Documents
Representasi Narasi Sejarah dan Nilai Budaya Bugis-Makassar pada Situs Sejarah: Analisis Deskriptif Kunjungan Lapangan Mahasiswa Jing Chunlu, Luna; Indarwati, Indarwati; Chen Hong; Xu Xinlei; Sun Jingyuan; Cui Xinyue; Ding Ruixin; Shen Yiang
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.2805

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi narasi sejarah dan transmisi nilai budaya Bugis-Makassar pada empat situs sejarah utama di Makassar, yaitu Makam Raja-Raja Tallo, Balla Lompoa, Benteng Somba Opu, dan Benteng Rotterdam. Melalui sudut pandang kunjungan lapangan mahasiswa, penelitian ini mengevaluasi efektivitas artikulasi memori kolektif di tengah arus pengembangan pariwisata komersial. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif in situ, wawancara mendalam terhadap 12 informan (pemandu, pengelola, dan masyarakat), serta studi dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situs-situs tersebut merupakan "wadah hidup" yang memuat memori kekuasaan lokal, budaya kekerabatan, dan perlawanan kolonial. Namun, ditemukan adanya gejala distorsi narasi berupa penyederhanaan konten edukasi dan penghilangan makna filosofis pada pertunjukan budaya demi menyesuaikan ritme pariwisata. Mahasiswa pertukaran cenderung lebih sensitif terhadap kelengkapan narasi sejarah dibandingkan pengunjung umum, di mana intervensi komersial yang berlebihan terbukti melemahkan suasana imersif ruang sejarah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi sejarah melalui standardisasi konten penjelasan dan pembatasan zona komersial sangat krusial untuk menjaga otentisitas nilai budaya. Implikasi penelitian ini merekomendasikan integrasi narasi situs sejarah ke dalam materi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal untuk menjamin keberlanjutan warisan budaya bagi generasi mendatang.
Transformasi Fakta menjadi Nilai: Analisis Narasi Pemandu Museum dalam Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Wu Suyan , Nadia; Munira Hasjim; Muslimat, Muslimat; Yang Yujie; Ge Huijie; Fang Min; Chen Guo; Li Yuxin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.2806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi fakta sejarah menjadi nilai-nilai kehidupan melalui narasi pemandu museum dalam bingkai pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Fokus utama penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana warisan budaya Sultan Hasanuddin dikomunikasikan oleh narator di Museum Balla Lompoa untuk membentuk identitas modern pengunjung. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap pemandu museum, dan analisis interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemandu museum berperan sebagai "narator bangga" yang tidak hanya menyampaikan data informatif berupa tanggal dan peristiwa secara akurat, tetapi juga membingkai cerita dengan emosi dan teknik bercerita yang menyentuh hati. Transformasi nilai terjadi ketika fakta sejarah mengenai perlawanan Sultan Hasanuddin terhadap VOC dikontekstualisasikan dengan nilai-nilai kepemimpinan, harga diri, dan ketahanan budaya yang relevan bagi generasi muda. Penggunaan bahasa inklusif dan hubungan personal dalam narasi terbukti mampu mengubah persepsi pengunjung dari sekadar mendengar pelajaran sejarah menjadi pengalaman pembangunan jati diri yang membanggakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa museum berfungsi sebagai ruang dialog antargenerasi di mana sejarah diaktifkan kembali menjadi nilai kehidupan yang aplikatif. Implikasi penelitian ini merekomendasikan pengembangan modul pendidikan yang memanfaatkan narasi hidup dan penguatan teknik bercerita bagi pengelola situs warisan budaya sebagai kunci keberhasilan transmisi nilai-nilai kearifan lokal.
Analisis Makna Simbolik Perlengkapan Pada Upacara Horja Bius Batak Toba (Kajian Semiotika) Aritonang, Fransiska Risnawati; Situmorang, Roberta Veronika; Nainggolan, Rista Veronika; Purba, Chairo Dhear Nafalia
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.3084

Abstract

Penelitian ini membahas makna simbolik perlengkapan dan bahan makanan dalam upacara adat Horja Bius masyarakat Batak Toba melalui pendekatan semiotika. Horja Bius dipahami sebagai ritual adat yang mengandung nilai spiritual, sosial, dan kosmologis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur ritual seperti hewan persembahan, makanan adat, air suci, perlengkapan sirih, pakaian adat, dan gondang memiliki makna denotatif dan konotatif yang melambangkan kesucian, pengorbanan, perlindungan, kehidupan, serta persatuan, sekaligus meneguhkan identitas dan nilai Dalihan Na Tolu masyarakat Batak Toba.
Proses Pemerolehan Bahasa pada Anak: Perkembangan Bicara Anak Perempuan Usia 16 Bulan Ahmad, Ahmad; Rahim, Firdawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.3102

Abstract

Penelitian ini mengamati bagaimana anak usia 1 tahun 4 bulan belajar bahasa, dengan mengambil studi kasus seorang anak bernama Muzayyanah Millah Ahmad. Metode yang digunakan meliputi pengamatan alami, pencatatan harian, dan analisis rekaman audio-video. Fokus penelitian ada pada tiga hal: (1) perkembangan kosakata awal anak, (2) kemampuannya memahami komunikasi, dan (3) pengaruh stimulasi dari lingkungan sekitar. Hasilnya menunjukkan bahwa pada usia 16 bulan, Muzayyanah sudah bisa mengucapkan 7 kata, terutama nama benda, dan memahami 7 perintah sederhana. Interaksi orang tua yang responsif, seperti memperhatikan objek yang sama dengan anak (joint attention) dan memberikan bantuan linguistik, terbukti mempercepat perkembangan kosakata. Selain itu, anak ini juga menunjukkan kemampuan khusus dalam mengenali bunyi kata, yang mendukung teori bahwa stimulasi di usia dini sangat penting untuk perkembangan bahasa. Penelitian ini memberikan dua kontribusi penting: pertama, bukti empiris tentang proses belajar bahasa dalam keluarga urban di Indonesia, dan kedua, penguatan metode stimulasi bahasa berbasis bukti bagi orang tua. Sebagai rekomendasi praktis, orang tua disarankan menggunakan pendekatan multimodal (seperti gambar, suara, dan gerakan) untuk membantu anak mempelajari kata-kata baru.
Analisis Implikatur Percakapan dalam Novel Mata dan Nyala Api Purba Karya Okky Madasari: Kajian Pragmatik H. Paul Grice Habeahan, Asrini; Simanjuntak, Clara; Junifarta, Lismawati; Thesalonica, Thesalonica
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.3111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis implikatur percakapan serta pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama Grice dalam novel Mata dan Nyala Api Purba karya Okky Madasari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa tuturan tokoh yang mengandung implikatur percakapan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data mengacu pada teori implikatur percakapan Grice yang mencakup implikatur konvensional dan implikatur nonkonvensional, serta maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Mata dan Nyala Api Purba memuat implikatur konvensional yang ditandai oleh penggunaan unsur leksikal tertentu dengan makna implisit yang bersifat stabil. Selain itu, ditemukan implikatur nonkonvensional yang terdiri atas implikatur percakapan umum dan implikatur percakapan khusus. Implikatur percakapan umum dapat dipahami melalui penalaran pragmatik yang bersifat umum, sedangkan implikatur percakapan khusus sangat bergantung pada konteks situasi dan relasi antartokoh. Pematuhan dan pelanggaran terhadap prinsip kerja sama Grice berperan dalam menghasilkan makna tersirat yang berfungsi membangun karakter tokoh, mengembangkan konflik, dan menggerakkan alur cerita.
Analisis Entri Kosakata Bahasa Batak Toba dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi VI Said, Nasya Nabila; Hidayati, Rahma; Nainggolan, Jesicha; Simangungsong, Erfriani Sekar Talenta; Tautainam, Rosalina; Puteri, Anggia
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa daerah memiliki peran penting dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Salah satu bahasa daerah yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan kosakata bahasa Indonesia adalah bahasa Batak Toba. Kosakata dari berbagai bahasa daerah, termasuk bahasa Batak Toba, didokumentasikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai kamus resmi bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kosakata bahasa Batak Toba yang tercatat dalam KBBI edisi VI serta menjelaskan bagaimana kosakata tersebut direpresentasikan dalam struktur entri kamus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi VI, sedangkan data penelitian berupa entri kosakata yang berasal dari bahasa Batak Toba. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan mencatat kosakata bahasa Batak Toba yang terdapat dalam KBBI. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif untuk menjelaskan bentuk lema, makna, serta penandaan bahasa yang terdapat dalam entri kamus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 50 kosakata bahasa Batak Toba yang tercatat dalam KBBI edisi VI dan ditandai dengan label (Bt) yang menunjukkan asal bahasanya. Kosakata tersebut mencerminkan berbagai aspek kehidupan masyarakat Batak Toba, seperti sistem kekerabatan, adat istiadat, seni budaya, serta kehidupan sosial masyarakat. Keberadaan kosakata bahasa Batak Toba dalam KBBI menunjukkan adanya kontribusi bahasa daerah dalam memperkaya perbendaharaan kosakata bahasa Indonesia sekaligus menjadi bentuk dokumentasi dan pengakuan terhadap keberadaan bahasa daerah dalam perkembangan bahasa nasional.
Optimalisasi Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Simamora, Enjelina Pitri; Ulita, Apri; Harahap, Hadya Aminah; Puteri, Anggia; Simamora, Samuel
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.3259

Abstract

Manajemen kurikulum dan pembelajaran merupakan unsur strategis yang menentukan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Kurikulum berfungsi sebagai pedoman utama dalam penyelenggaraan pendidikan, sedangkan pembelajaran menjadi implementasi nyata dari kurikulum tersebut di dalam kelas. Artikel ini mengkaji prinsip-prinsip, strategi, dan implementasi manajemen kurikulum serta pembelajaran yang efektif dan efisien di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan kajian literatur dari berbagai ahli, artikel ini menyimpulkan bahwa peningkatan mutu pendidikan hanya dapat dicapai melalui beberapa aspek kunci, yaitu: perencanaan kurikulum yang matang, pengembangan perangkat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik, pelaksanaan supervisi akademik yang konsisten, serta evaluasi yang berkelanjutan dan terukur.
Elusidatori: Kritik Sosial dan Dekonstruksi Kuasa dalam Puisi “Tuhan Di Kedai Kopi” Azzaki, M. Amin; Nasution, Ikhwanuddin; Dardanila, Dardanila
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.3262

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kritik sosial dan dekonstruksi simbol kuasa dalam puisi “Tuhan di Kedai Kopi” karya Aan Mansyur melalui pendekatan kritik elusidatori. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa larik-larik puisi yang memuat simbol kekuasaan, pengalaman religius, dan refleksi sosial. Analisis dilakukan melalui empat tahapan kritik sastra menurut Suroso, yaitu deskripsi, interpretasi, analisis, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini menampilkan simbol “tuhan” secara ambivalen, yakni sebagai representasi religius sekaligus metafora kekuasaan duniawi. Kedai kopi dalam puisi berfungsi sebagai ruang publik informal yang mempertemukan berbagai suara masyarakat mengenai penderitaan, keraguan, dan pengalaman hidup sehari-hari. Melalui penggunaan metafora, citraan, serta struktur puisi bebas, teks ini menghadirkan kritik terhadap kekerasan struktural dan krisis makna dalam kehidupan sosial. Selain itu, bagian akhir puisi memperlihatkan bahwa aktivitas menulis puisi dipahami sebagai upaya simbolik untuk merebut kembali bahasa dan memulihkan makna pengalaman manusia. Hasil perbandingan dengan puisi “Sajak Doa Untuk Jakarta” karya W. S. Rendra menunjukkan bahwa kedua puisi sama-sama memadukan tema religius dan kritik sosial, tetapi berbeda dalam skala persoalan dan strategi estetik. Rendra menampilkan kritik secara deklaratif dan kolektif, sedangkan Mansyur menghadirkannya secara reflektif melalui pengalaman personal. Dengan demikian, puisi “Tuhan di Kedai Kopi” memperlihatkan bahwa puisi kontemporer dapat menjadi medium refleksi eksistensial sekaligus ruang kritik sosial terhadap relasi kuasa dalam masyarakat.