cover
Contact Name
Dewa Ayu Agustini Posmaningsih
Contact Email
jurnalpengabmasmasyarakatsehat@gmail.com
Phone
+62361710447
Journal Mail Official
dewaayuposmaningsih@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sanitasi No. 1 Sidakarya Denpasar Selatan, 80224
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat
ISSN : -     EISSN : 26568268     DOI : https://doi.org/10.33992/ms
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat ini mempublikasikan artikel hasil-hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan dalam bidang kesehatan. Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat menerima naskah yang berasal dari hasil penelitian atau tinjauan pustaka tentang : Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Gigi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Teknik Laboratirum Medis mupun bidang lain terkait kesehatan seperti Kesehatan Pariwisata.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2024): APRIL" : 4 Documents clear
PENDAMPINGAN BANK SAMPAH YOGA MESARI DALAM PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT MELALUI MEDIA BOOKLET Suyasa, I Nyoman Gede; Rusminingsih, Ni Ketut
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 6, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v6i2.1655

Abstract

Based on data from the Department of Environment and Parks, the amount of waste in Badung Regency is 250 tons per day, to deal with the waste problem, the Badung Regency Government is one of its efforts to establish a waste bank, currently there are only 125 waste banks. This waste bank was formed in the banjar, village to schools and private institutions. Waste production in Mengwi Village, Mengwi District, Badung Regency is 25 cubic feet per day, to handle this waste, one of the efforts is made by the Yoga Mesari waste bank, this waste bank serves a population of 7,602 people from 11 banjars in Mengwi Village with 2178 families.The priority problems that need to be solved are the level of community participation in the waste bank program is still lacking, the lack of waste sorting facilities and infrastructure in each household and the lack of weighing facilities in each householdThe method of service is by providing assistance to the community in the waste bank program. The measurement of the level of community participation was carried out before and after being given health education with the media booklet. This service activity is carried out within three months,The results of community service showed that there was an increase in community participation after assistance with booklet media in the good category from 35.50% to 49.50%. and the very good category from 21.50% to 44.00%.It is hoped that the management of the Yoga Mesari waste bank will continue to educate the public by using booklet media so that community participation continues to increase in the waste bank program and actively collects waste to members to provide better services.
Penyuluhan Diare dan CTPS untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat di UPTD Puskesmas Rendang, Kabupaten Karangasem Tahun 2024 Posmaningsih, Dewa Ayu Agustini; Aryasih, Gusti Ayu Made; Sudiadnyana, I Wayan; Wulandari P., Ni Putu Maharani; Indriyani, Putu Ayu Hartati
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 6, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v6i2.3721

Abstract

Pengabdian Masyarakat adalah suatu kegiatan yang bertujuan membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Rendang, Kabupaten Karangasem adalah berupa penyuluhan dengan topik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di SD Negeri 2 Nongan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Posyandu Lansia Banjar Pande Nongan. Pelaksanaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di sekolah bertujuan untuk mencapai status kesehatan melalui pencegahan penyakit dengan praktik CTPS oleh semua pihak di sekolah. Melalui kegiatan penyuluhan CTPS dapat memberikan informasi sehingga dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik  dan  dapat  diterapkan  menjadi  suatu  rutinitas  dalam  berperilaku  bersih  dan  sehat. Tujuan dilaksanakannya penyuluhan PHBS kepada masyarakat lanjut usia adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar dengan kesadaran sendiri dapat menerapkan perilaku yang dapat menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan. PHBS di tatanan keluarga masih belum dimengerti oleh masyarakat terutama lanjut usia karena masih kurangnya informasi yang diterima dan masih kurangnya fasilitas untuk melaksanakan program tersebut. PHBS yang merupakan dasar untuk mewujudkan kesehatan di masyarakat lanjut usia adalah di ruang lingkup rumah tangga. Hal ini dikarenakan indikator PHBS pada tatanan rumah tangga dianggap dapat mencerminkan dan mewakili keseluruhan perilaku hidup bersih dan sehat.
Peningkatan Pengetahuan dan Partisipasi Wanita Usia Subur dalam Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode Inspeksi Visual Asam Asetat Melalui Penyuluhan di Kelurahan Serangan Erawati, Ni Luh Putu Sri; Ariyani, Ni Wayan; Surati, I Gusti Ayu
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 6, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v6i2.2551

Abstract

Kanker Serviks menempati urutan kedua penyakit kanker pada wanita di Indonesia setelah Kanker Payudara. Salah satu metode skrining kanker serviks yang paling mudah dan murah dapat dilakukan dengan menggunakan metode inspeksi visual dengan asam asetat (IVA). Data pemeriksaan IVA di UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Selatan juga belum mencapai target yang ditetap. Hasil Survei mawas diri yang dilaksanakan di Kelurahan Serangan pada Tahun 2020 menunjukkan bahwa partisipasi wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan IVA masih sangat rendah yaitu hanya 3,3% dari 91 KK yang disurvei telah melakukan deteksi dini kanker serviks. Dari hasil survei juga menunjukkan 54,94% ibu-ibu belum mengetahui tentang deteksi dini Kanker Serviks. Di Kelurahan Serangan juga ditemukan 2 orang (2,91%) ibu yang mengalami Kanker Serviks pada stadium lanjut.Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi wanita usia subur dalam deteksi dini Kanker Serviks dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat di Kelurahan Serangan.Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan memberikan penyuluhan, membagikan leaflet dan memberikan pelayanan pemeriksaan IVA gratis.Hasil pengabdian diperoleh sasaran WUS yang sudah menikah sebanyak 54 orang yang mengikuti penyuluhan tentang Kanker Serviks dan sasaran yang mengikuti pemeriksaan IVA sebanyak 42 orang. Karakteristik sasaran yang mengikuti penyuluhan dan pemeriksaan IVA berumur 21 – 53 tahun, sebagian besar berpendidikan menengah, sebagian besar ibu rumah tangga dan sebagai besar memiliki 2 orang anak. Hasil analisis diperoleh bahwa ada perbedaan rata-rata pengetahuan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan tentang Kanker Serviks dengan nilai p=0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan partisipasi wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan IVA sebagai salah satu upaya deteksi dini Kanker Serviks.Untuk itu, diharapkan bidan selalu menyebarluaskan informasi tentang Kanker Serviks dengan menggunakan berbagai metode dan media serta memberikan pelayanan pemeriksaan IVA secara berkala setiap minggu atau setiap bulan sehingga cakupan pemeriksaan IVA semakin meningkat.
Penyuluhan CTPS, PHBS, dan Penanggulangan DBD di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tembuku I Yulianti, Anysiah Elly; Posmaningsih, Dewa Ayu Agustini; Hadi, M. Choirul; Aryasih, I Gusti Ayu Made; Widyasari, Ida Ayu Putri Genta; Astari, Ni Putu Nadia
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 6, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v6i2.3726

Abstract

Pada anak sekolah salahsatu permasalahan yang disebabkan oleh perilaku yaitu masalah kesehatan perorangan dan lingkungan. Masalah tersebut disebabkan oleh karena kurangnya kesadaran dari seseorang akan kebersihan tangan yaitu masalah diare. Kejadian diare terjadi setiap tahunnya sebanyak 6 juta anak meninggal karena diare di dunia, Indonesia merupakan negara dengan kematian diare tersebut. Anak usia kurang dari 5 tahun diperkirakan meninggal setiap tahunnya dari 10 juta anak, sekitar 20% meninggal disebabkan karena infeksi diare (Wicaksana Rachman, 2018). Cuci tangan menggunakan air dan sabun merupakan upaya untuk pencegahan dan penularan dari sebuah penyakit, salahsatunya penyakit diare. Kuman pada tangan dapat dibunuh dengan cara cuci menggunakan sabun. Kuman mati akibat cuci tangan menggunakan sabun sebanyak 73%. Hand sanitizer tidak lebih efektif dari pada cuci tangan menggunakan sabun 60% (Ervira et al., 2021). World Health Organization (WHO) mendukung pentingnya membudayakan cuci tangan menggunakan sabun yang dilakukan dengan baik dan dengan benar. Metode penyuluhan menggunakan metode deskriptif observasional, meliputi penyampaian materi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui presentasi interaktif dengan poster dan slide. Siswa dilibatkan dalam praktik langsung mencuci tangan dengan benar dengan panduan lagu, dan demonstrasi langsung oleh fasilitator. Observasi terhadap partisipasi siswa dilakukan untuk memantau interaksi langsung antara fasilitator dan siswa, serta evaluasi praktik cuci tangan dan perilaku hidup bersih. Pemberian materi tersebut, ditujukan agar siswa/i dapat memiliki pengetahuan lebih baik tentang bagaimana cara menjaga kebersihan diri sendiri seperti mencuci tangan dengan baik menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik, bagaimana menerapkan pola hidup yang sehat, bagaimana mengantisipasi penyakit – penyakit yang berkaitan dengan lingkungan seperti diare dan demam berdarah. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu strategi penting untuk meningkatkan derajat kesehatan, karena banyak penyakit yang bisa dicegah jika masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat. Anak sekolah merupakan kelompok usia yang rentan untuk mengalami masalah kesehatan karena sebagian waktunya dihabiskan di luar lingkungan rumah dan di luar pengawasan orang tua. 

Page 1 of 1 | Total Record : 4