cover
Contact Name
Endang Susanti
Contact Email
endang@ft.unrika.ac.id
Phone
+6281277109009
Journal Mail Official
profisiensi@journal.unrika.ac.id
Editorial Address
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, JL.Pahlawan No.99, Buliyang, Batu Aji, Batam - Kepulauan Riau, Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Profisiensi : Jurnal Program Studi Teknik Industri
ISSN : 23017244     EISSN : 25989987     DOI : DOI: 10.33373
Core Subject : Engineering,
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri adalah jurnal publikasi ilmiah di bidang teknik industri, baik itu penelitian maupun kajian ilmiah. Naskah yang diterima merupakan naskah dari hasil penelitian ataupun hasil pemikiran yang berhubungan dengan teknik industri yang belum di publikasikan di media manapun, jurnal ini terbit dua kali dalam setahun.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL" : 8 Documents clear
RANCANGAN PERBAIKAN PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN KAPAL TUG BOAT 42 M DENGAN CRITICAL PATH METHOD PADA PT. BATAM EXPRESINDO SHIPYARD Drika Olivia; Vera Methalina Afma; Benedikta Anna
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.433 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.332

Abstract

PT. Batam Expresindo Shipyard merupakan perusahaan galangan kapal yang masih menggunakan penjadwalan berupa Gantt Chart dalam perencanaan proyek. Akan tetapi, dalam penyelesaian proyek yang dilakukan banyak ditemui kendala seperti waktu penyelesaian pekerjaan yang tidak sesuai atau mengalami penyimpangan, kurangnya pemantauan pada penjadwalan proyek dan penjadwalan yang kurang efisien, sehingga mengalami keterlambatan penyelesaian proyek. Keterlambatan proyek pembangunan Tug Boat 42 M di PT. Batam Expresindo Shipyard dapat meningkatkan biaya produksi kapal yang berakhir pada meruginya perusahaan. Keterlambatan ini disebabkan karena terjadinya perbedaan metode pembangunan sehingga terjadi penyimpangan dari jadwal yang telah direncanakan.Tujuan Penelitian ini adalah menentukan penjadwalan pembangunan kapal Tug Boat 42 M dengan Critical Path Method, menentukan kemajuan volume pekerjaan proyek pembangunan kapal Tug Boat 42 M dengan kurva S dan menentukan nilai kinerja proyek berdasarkan ACWP, BCWP, dan BCWS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Critical Path Method yang digunakan untuk mengkaji ulang penjadwalan untuk mengatasi keterlambatan proyek dengan menggambarkan urutan dan hubungan pekerjaan atau kegiatan sama lain yang diarahkan untuk meminimumkan waktu penyelesaian proyek. Hasil dari penjadwalan ulang dapat mengurangi biaya pembangunan kapal. Hasil penelitian ini menunjukkan pembangunan kapal Tug Boat 42 M dengan Critical Path Method selama 243 hari dan diperoleh indeks kinerja Cost Performance Index atau CPI bernilai 0,981 ( 1) yang menjelaskan bahwa proyek mengalami kerugian, dan Schedule Performance Index atau SPI bernilai 0,982 (1)yang menjelaskan bahwa proyek mengalami keterlambatan dari rencana.                                                                                                           Kata Kunci : Critical Path Method, Tug Boat 42 M, Cost Performance Index, Schedule Performance Index, S-Curve
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DIAGRAM ALIR BERSEGITIGA UNTUK MEMINIMASI JARAK MATERIAL HANDLING DI PT. AT OCEANIC OFFSHORE Hasan Habibi; Vera Methalina Afma; Zaenal Arifin
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.309 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.333

Abstract

PT. AT Oceanic Offshore adalah perusahaan asing yang bergerak di bidang alat angkat, perusahaan asing ini di setiap proses produksinya dari awal proses sampai proses penyelesaianya terdapat material hadling, yaitu semua perpindahan materialnya dilakukan dengan bantuan alat dan  secara manual, yaitu dibawa oleh pekerja dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja yang lain dengan bantuan alat, berupa Forklift, Trolly dan Pallet Jack seperti perpindahan material dari gudang ke pengukuran serta pemotongan dengan jarak 98 meter, area pengukuran serta pemotongan ke splicing dengan jarak 18 meter, area splicing ke pull test denga jarak 20 meter, area pull test ke visual dengan jarak 3 meter, area visual dengan penggulungan dengan jarak 9 meter dan area penggulungan dengan pengepakan dengan jarak 12 meter. Permasalahan yang dihadapi di PT. AT Oceanic Offshore saat ini dalam hal tata letak fasilitasnya antara stasiun kerja satu ke stasiun kerja yang lainya terdapat jarak yang cukup jauh dan waktu perpindahan materialnya juga membutuhkan waktu yang lama seperti halnya dari gudang material ke area produksi hingga produk jadi membutuhkan waktu 1036 detik sedangkan dari assembly hingga proses pengangkatan ke gudang membutuhkan waktu 2340 detik diamati dari adanya perpindahan material yang bersilang dari stasiun 1 ke stasiun 2 adanya jumlah waktu operasional alat material handling yang melebihi waktu normal operasionalnya sehingga dalam hal ini di PT. AT Oceanic Offshore terdapat banyak waktu terbuang hanya pada proses perpindahan materialnya di sebabkan oleh jarak.Tujuan dari perancangan tata letak ini yaitu untuk merancang ulang tata letak mesin pada proses Assemblly Wire Rope Sling di PT. AT Oceanic Offshore untuk mengurangi jarak Material Handling. Metode yang di gunakan adalah Diagram Alir Bersegitiga yaitu merupakan metode yang menggabungkan metode pembentukan dengan metode perbaikan di mana tata letak awal dibuat dengan metode pembentukan dan untuk perbaikannya dilakukan dengan menggunakan metode perbaikan dan metode yang dapat digunakan untuk merancang ulang tata letak dengan menggunakan input data Flow Card.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa layout usulan yang dirancang lebih baik dari layout awal, terjadi penurunan dari 172 meter maka dengan menggunakan Diagram Alir Bersegitigaadalah sebesar 150 meter.  Kata kunci : Tata Letak Produksi, Flow Card, Diagram Alir Bersegitiga
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI KERUPUK LEBAR BAROKAH DENGAN METODE FULL COSTING Kusmanto Kusmanto; Dadang Redantan; Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.569 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.334

Abstract

Usaha Kerupuk Lebar Barokah adalah salah satu Usaha Home Industry di Daerah Kecamatan Batu Aji, kegiatannya memproduksi kerupuk yang kemudian dikemas dan dipasarkan ke warung-warung di Wilayah Kecamatan Batu Aji dan Kecamatan Sagulung.Usaha Kerupuk Lebar Barokah memproduksi dan memasarkan kerupuk sebanyak 600 bungkus setiap minggu  dengan harga jual ke warung sebesar Rp 2500.-/bungkus, sedangkan pedagang/warung menjual Rp 3000.-/bungkus. Menurut pemilik Home Industry Kerupuk Lebar Barokah biaya produksi yang dikeluarkan untuk satu bungkus kerupuk sekitar Rp 2000.-/bungkus, Harga jual Rp 2500.-/bungkus. Sehingga keuntungannya Rp 500.-/bungkus. Perhitungan biaya produksi yang dilakukannya adalah dengan menjumlahkan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja, sementara biaya overhead tidak diperhitungkan. Biaya overhead meliputi biaya bahan penolong,biaya peralatan, biaya listrik dan biaya sewa gedung. Hal ini yang menurut penulis menjadi permasalahan, bahwa perhitungan biaya pokok produksi yang dilakukan oleh pemilik usaha kerupuk lebar barokah tidak akurat, sehingga untuk mempertahankan keuntungan yang diinginkan tidak relevan lagi. Metode yang digunakan dalam menghitung biaya produksi tersebut adalah metode full costing. Perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing adalah dengan menjumlahkan semua biaya yang dibebankan dalam kegiatan produksi baik biaya tetap maupun biaya variabel, dengan unsur-unsur biaya produksi bahan baku, biaya tenaga kerja langsung,biaya overhead pabrik variabel, biaya bahan penolong, biaya listrik dan sewa gedung serta biaya depresiasi peralatan.Penghitungan harga pokok produksi kerupuk lebar barokah yang meliputi biaya per tahun: biaya bahan baku sebesar Rp 33.020.000.-, biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 28.800.000.-, biaya overhead pabrik variable Rp 0.-, biaya overhead pabrik tetap yang terdiri dari biaya bahan penolong/tambahan sebesar Rp 5.665.000.-, biaya listrik dan sewa gedung sebesar Rp 2.700.000.-,biaya depresiasi peralatan sebesar Rp 1.383.667.- dan jumlah produksi selama satu tahun sebanyak 31.200 bungkus. Hasil perhitungan harga pokok produksi kerupuk lebar barokah dengan metode full  costing adalah Rp 2.294.-/bungkus. Kata kunci: harga pokok produksi, metode full costing,biaya overhaead,depresiasi peralatan.
NEW PRODUCT DEVELOPMENT (NPD) UNTUK PRODUK HAND WASH Aris Setiyani; Euis Nina Saparina Yuliani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.868 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.329

Abstract

Langkah-langkah dalam desain produk baru sangat penting untuk keberhasilan dalam New Product Development (NPD). Hal ini tidak hanya menentukan kualitas produk baru tapi, itu sangat berguna untuk menentukan waktu dari langkah-langkah secara lebih rinci, sehingga waktu yang dibutuhkan akan relatif singkat.Tujuan  dari Penelitian ini adalah selain untuk mengetahui karakteristik  dari keinginan konsumen terhadap produk sabun tangan (hand wash), juga untuk mendesain produk sabun tangan (hand wash) yang sesuai dengan langkah-langkah yang tepat yang di rekomendasikan para ahli di antaranya Ulrich Eppinger, 2008.Hasil penelitian menunjukkan bahwa harapan konsumen terhadap produk handwash yang akan didesain, bisa di dapatkan dengan mencari suara konsumen sehingga hasil development produk tersebut benar-benar sesuai dengan ekspektasi konsumen. Selain itu dengan menggunakan step-step yang direkomendasikan Ullrich Eppinger, didapatkan waktu mendesain produk yang relatif lebih singkat dan produk yang didapatkan sesuai dengan keinginan konsumen. Kata kunci: New Product Development, Voice of Customer, Hand Wash
MENURUNKAN COST OF QUALITY PADA PROSES CUTTING AND CRIMPING DI MESIN OPR-RS 6W PADA PT. SUMITOMO WIRING SYSTEM BATAM INDONESIA Poniman Poniman; Nandar Cundara; Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.345 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.335

Abstract

PT. Sumitomo Wiring System Batam Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur perakitan kabel (wire) untuk produk mobil yang bermerk TOYOTA dan MITSUBISHI yang berpusat di Negara Jepang.Pada salah satu proses produksi yaitu cutting dan crimping selalu ada material defect yang di hasilkan oleh mesin OPR-RS 6W yang sudah berumur sekitar 10 tahun sejak pertama kali di gunakan oleh PT.SWSBI. Mesin tersebut dalam kondisi setengah pakai second) dari salah satu perusahaan wiring system yang ada di Jepang.Sebagai salah satu perusahaan kelas dunia PT.SWSBI tidak ada henti-hentinya untuk melakukan improvement.Hal ini dilakukan untuk bisa bertahan dalam menghadapi setiap persaingan yang semakin ketat.Terutama untuk masalah kualitas dan kuantitas.Masalah kualitas di pelanggan adalah hal yang sangat ditakuti oleh semua pihak di PT.SWSBI.Hal ini sangat beralasan karena jika misalnya kita membeli wiring harnes dan ternyata tidak terpasang terminal maka tidak terjadi sambungan arus listrik dan mobil tidak bisa bekerja dengan maksimal dan bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tidak terpasangan terminal dengan metode Lean Manufacturning. Lean Manufacturing adalah metode yang cocok digunakan oleh perusahaan untuk mengidentifikasi tingkat pemborosan terutama pada wire yang defect disamping itu juga diperlukan Otomasi Industri yang didalamnya terdapat alat bantu yang bisa digunaka pada mesin OPR-RS 6W yaitu suatu alat yang berbasis PLC.Dalam hal ini alat tersebut adalah sebuah sensor yang dapat mendeteksi suatu defect (dalam hal ini defect no terminal). Dengan menggunakan metode Lean Manufakturing dan Otomasi Industri maka membantu perusahaan dalam mengurangi jumlah defect yang lolos ke inspection cutting and crimping maupun ke proses lain yang saling berkaitan (proses-proses yang ada di perusahaan) sesuai yang ditargetkan oleh perusahaan dan lebih penting lagi dapat mencegah custumer claim. Hasil penelitian dari penulis yang lakukan dapat mengurangi defect no terminal yang lolos ke inpection cutting dan crimping kurang dari 75% sudah bisa terlaksana. Kata Kunci: Lean Manucturing, mesin OPR-RS 6W, Menurunkan Cost of Quality
PERANCANGAN ULANG RUANG KULIAH FAKULTAS TEKNIK UNRIKA UNTUK MEMPERBAIKI PANDANGAN MAHASISWA KE MATERI PERKULIAHAN (Studi Kasus Ruang A101) Chandra Chandra; Refdilzon Yasra; Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.593 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.330

Abstract

Papan tulis merupakan salah satu display yang ada di ruang kuliah, papan tulis yang digunakan sebagai sarana belajar kadang-kadang ditempatkan pada tempat yang tidak ergonomis, sehingga dapat memunculkan gangguan fisiologis pada mahasiswa saat membaca tulisan atau pesan yang dibuat di papan tulis tersebut. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Teknik Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), penelitian ini dilakukan selama lebih kurang 3 bulan, subjek dari penelitian ini adalah papan tulis di ruangan perkuliahan Fakultas Teknik yang lebih di fokuskan pada ruangan A101, sedangkan yang menjadi objek dari penelitian ini adalah mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik. Salah satu pengembangan yang akan penulis lakukan dalam penelitian ini  adalah penambahan panggung di depan area Papan tulis. Sebagai acuan perancangan panggung dalam penelitian ini penulis menggunakan data antropometri mahasiswa dan dosen sebagai acuan dalam perancangan dan analisa hasil rancangan, dimensi data antropometri yang digunakan adalah tinggi mata duduk (TMD), tinggi mata berdiri (TMB), tinggi badan duduk (TBD) dan jangkauan tangan keatas (JTA). Penulis juga melakukan survey dengan cara membagikan kuesioner terhadap mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik Universitas Riau Kepulauan.Berdasarkan hasil pengumpulan data, pengolahan data, perancangan dan analisa diperoleh tinggi papan tulis dari lantai adalah 272 Cm, tinggi panggung = 46 Cm, lebar panggung = 160 Cm, sedangkan untuk anak panggung (Step) didapat tinggi = 23 Cm, lebar = 700 Cm, panjang = 40 Cm. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dengan adanya rancangan panggung sudut pandang mata mahasiswa ke papan tulis menjadi lebih besar, sehingga dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan penghalang penglihatan mahasiswa ke materi perkuliahan, manfaatnya penyerapan materi yang diberikan dosen ke mahasiswa menjadi lebih optimal.  Kata Kunci : Papan tulis, Panggung, Antropometri
ANALISA STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN MESIN CNC BARU DENGAN METODE NPV(NET PRESENT VALUE) DI PT.USDA SEROJA JAYA SHIPYARD BATAM Rumiyanto Rumiyanto; Hery Irwan; Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.614 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.336

Abstract

PT.Usda Seroja Jaya Shipyard adalah perusahaan galangan kapal yang bergerak dibidang proyek fabrikasi ships building maupun repair. Dalam proyek fabrikasi tidak semua pemotongan plat dilakukan secara manual. Namun, lebih banyak dipotong menggunakan mesin CNC(Computer Numerical control). PT.Usda Seroja Jaya Shipyard saat ini mempunyai 2 unit jenis mesin CNC ESAB Columbus Ergostar Exa 4000 dan CNCHoney Bee Hypertherm. Dengan adanya permintaan produksi untuk pemotongan plat yang semakin meningkatdan untuk menghindari aliran material pemotongan plat atau nesting yang mampet(bottleneck). Maka hal ini perlu mendapat perhatian dari pihak manajemen. Keputusan mengenai investasi proyek adalah memastikan apakah suatu rencana investasi yang akan dilaksanakan layak secara ekonomis atau tidak. Pada tahap pengumpulan data ini yang dilakukan adalah pencatatan kegiatan, kejadian, dan karakteristik elemen yang diambil untuk data dalam studi kelayakan investasi periode tahun 2013. Untuk analisa keputusan dalam pemilihan mesin CNC yang akan dibeli. Dengan pertimbangan mesin yang lebih memberikan manfaat ekonomis untuk perusahaan antara mesin CNC ESAB Columbus Ergostar Exa 4000  dan mesin CNC Honey Bee Hypertherm. Berdasarkan atas data-data yang telah didapatkan maka selanjutnya akan dilakukan pengolahan data dan analisa data dengan metode alternatif NPV, IRR dan PP. Hasil analisa mesin CNCESAB Columbus Ergostar Exa 4000(B)dengannilai NPV=US$40,399.05 0, IRR=15,67% ~ 15,95%, dan PP= 3 Tahun 9 Bulan 10 Tahun, sedangkan mesin CNC Honey Bee Hypertherm(A) nilai NPV= US$5,488.66 0, IRR= 15,75% ~ 15,25%, dan PP= 4 Tahun 5 Tahun.Dari kedua alternatif  yang diuji dengan metode NPV,IRR,dan PP ternyata semua layak, sehingga keduanya dapat dilakukan uji incremental IRR. Maka, dari perhitungan incremental IRR(B-A) didapatkan nilai IRR = 15,02% ~ 15,12%, dan DIRR(B-A) MARR, maka alternatif B(challenger) atau mesin CNC ESAB Columbus Ergostar Exa 4000  yang harus dipilih karena, lebih baik dari alternatif A(defender) atau mesin CNC Honey Bee Hypertherm. Dengan membandingkan nilai investasi dari masing-masing mesin CNC. Maka, hendaknya perusahaan memilih mesin CNC ESAB Columbus Ergostar Exa 4000 dalam investasinya.Karena, mesin ini lebih memberikan manfaat ekonomis dan perusahaan akan mendapatkan manfaat atau keuntungan yang lebih besar daripada mesin CNC Honey Bee Hypertherm. Kata kunci: Investasi mesin CNC, NPV(Net Present Value), IRR(Internal Rate of Return), PP(Payback Period),Incremental IRR.
PERANCANGAN ULANG ALAT POTONG WIRE (AIR NIPPER) UNTUK MENCAPAI PERMINTAAN KONSUMEN DI PT. SUMITOMO WIRING SYSTEM BATAM INDONESIA Crisantus Lawrensius Tongan Sitorus; Vera Methalina Afma; Hery Irwan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.184 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.331

Abstract

Dewasa ini dunia industri sangatlah berkembang, khususnya industri manufactur, seperti memaksimalkan keuntungan, memaksimalkan kemakmuran, memaksimalkan penjualan, memaksimalkan output. Ditengah meningkatnya permintaan, biaya-biaya yang harus dikeluarkan pengusaha, seperti gaji karyawan (biaya over time yang meningkat), biaya material, biaya produksi danpermitaan konsumen terhadap yang semakin banyak peminatnya (5.400.000 pcs wire dengan ukuran 30 cm). Namun proses pemotongan wire di PT. Sumitomo Wiring System Batam Indonesia, hanya bisa memenuhi permintaan konsumen 96% dari permintaan keseluruhan. Kebutuhan konsumen yang tidak dapat terpenuhi oleh perusahaan sehingga perlu dilakukanperancangan ulang mesin yang sudah ada, untuk mencapai kebutuhan konsumen.Tujuan penelitian ini adalah Merancang alat potong wire di area pemotongan wire.Data yang diambil berupa dailyproduction report, montly production report, data permintaan serta dokumen-dokumen lainnya yang berhubungan dengan perencanaan kapasitasHasil penelitian menunjukkan bahwa Pada mesin Air Nipper yang aktual (belum dilakukan perancangan), yang berubah pada mesin tersebut (setelah dilakukan perancangan) adalah ukuran cover, penambahan alat pengupas, penambahan plate pengukur wire, penambahan tempat sampah pada cover wire. Dengan desain mesin Air Nipper yang baru ini dapat menghasilkan output 5.832.000 per tahun, dibandingkan sebelum mesin air nipper didesain hanya menghasilkan output 5.190.000 pertahun.  Kata kunci : penjualan, desain mesin Air Nipper, output,kebutuhan konsumen

Page 1 of 1 | Total Record : 8