cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021" : 15 Documents clear
Hubungan Vaskularisasi Tumor Menggunakan Spektral Pulse Wave Doppler Dengan Respon Kemoterapi Neoadjuvant Pada Kanker Serviks Stadium IB2 Dan IIA2 Nindya Rahmadita; Syamel Muhammad; Ardian Riza
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.121 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i2.104

Abstract

Abstrak Kanker serviks merupakan pertumbuhan abnormal atau perubahan sel di dinding serviks, yang menduduki urutan ke 4 kanker paling umum terjadi di kalangan wanita dan urutan ke 2 kanker paling umum terjadi pada wanita usia 15 – 44 tahun di seluruh dunia. Neovaskularisasi merupakan langkah penting dalam penentuan onset dan progresifitas kanker. Kemoterapi neoadjuvant telah dievaluasi sebagai strategi pengobatan pada tahap IB2 dan IIA2. Penggunaan obat kemoterapi lebih efektif pada vaskularisasi yang berdekatan dan teratur sehingga memungkinkan aliran darah ke organ tersebut lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan vaskularisasi tumor menggunakan Spektral Pulse Wave Doppler dengan respon kemoterapi neoadjuvant pada kanker serviks stadium IB2 dan IIA2. Penelitian ini merupakan studi analitik cohort yang dilakukan pada 36 orang pasien kanker serviks stadium IB2 dan IIA2. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling. Data meliputi hasil pemeriksaan ultrasonografi (vaskularisasi dan volume tumor). Data dianalisis meggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian pada vaskularisasi tumor yang baik dan buruk memiliki respon baik terhadap pemberian kemoterapi neoadjuvant sebanyak 30 orang (83,3%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara vaskularisasi tumor menggunakan Spektral Pulse Wave Doppler dengan respon kemoterapi neoadjuvant pada kanker serviks stadium IB2 dan IIA2. Kata kunci: vaskularisai tumor menggunakan Spektral Pulse Wave Doppler, respon kemoterapi neoajuvant, kanker serviks stadium IB2 dan IIA2.
Gambaran Histopatologi Hepar Mencit (Mus musculus Balb/C) yang Diinfeksi dengan Plasmodium berghei Hanifah Putri Dwiridal; Adrial Adrial; Eryati Darwin
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1718.949 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i2.258

Abstract

Background: The most common cause of death by malaria in Indonesia is Plasmodium falciparum, which is analogous to Plasmodium berghei, which lives as a parasite in the liver of mice. The damage caused is seen in severe hepatocyte cell damage, which can be prevented by immunization, but the right type of immunization has not been found. Objective: This study aims to see whether immunization with Anopheles sundaicus salivary gland extract in mice can reduce liver damage in mice that have been infected with Plasmodium berghei. Methods: This research was conducted at the Anatomical Pathology Laboratory, Faculty of Medicine, Andalas University, from May - September 2020. The research method was descriptive with a quantitative approach. View and compare the histopathological picture of the liver of mice, which were infected with Plasmodium berghei after being immunized with Anopheles sundaicus salivary gland extract, in the pellet extract and supernatant extract groups, and the control group who were not immunized. The preparations were viewed using a microscope (Binocular Olympus BX 51 DIC), the number of hepatocytes was counted using the Image J application and the percentage of damage was calculated using the formula by Baldatina (2008). Results: The percentage of hepatocyte cell damage in the mencit control group was 96.27%, pellet extract 88.88% and supernatan extract 85.93%. Conclusion: The highest percentage of hepatocyte cell damage was found in the mencit control group and the lowest damage percentage in the supernatan extract group.
Pengaruh Ramipril terhadap Gambaran Mikroskopis Sel Neuron Otak Tikus Wistar yang Mengalami Edema Otak Muhammad Arief Ansyar; Nita Afriani; Aisyah Ellyanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1757.08 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i2.318

Abstract

Background. Brain edema is swelling in the brain due to excessive accumulation of fluid in the brain. This condition is triggered by a decrease in cerebral blood flow (CBF) due to heart damage or isoproterenol administraion. A decrease in CBF results in brain edema which triggers damage to neuron cells. This study uses isoproterenol to induce brain edema. This damage is prevented by giving ramipril with the aim of improving cardiac and brain perfusion. Objective. To see the effect of giving ramipril to the microscopic assessment of mouses brain neuron cells with brain edema which was induced by isoproterenol. Methods. This research is an experimental study which was used 21 experimental animals which were divided into 3 groups (K-, K +, and P). The treatment group (P) was given ramipril at a dose of 3 mg/KgBW for 7 days. On the 8th and 9th day K+ and P groups were injected by isoproterenol 85 mg/KgBW to induce brain edema through AMI. Data analysis was performed using the Kruskal-Wallis Test and Mann Whitney U Test (MWUT). Results. The average number of neuron cell damage in the K -, K +, and P group, respectively, 6.2, 26.3 and 17.33. Significant differences were obtained for each group with a value of p = 0.001 (p <0.05). Conclusion. There is a significant effect of giving ramipril to the microscopic assessment of mouses brain neuron cells with brain edema which was induced by isoproterenol.
Perbedaan Proliferasi Sel Punca Jenis Bone Marrow dan Jenis Wharton’s Jelly Muhammad Arif; Hirowati Ali; Yusticia Katar
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.938 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i2.319

Abstract

Latar Belakang. Sel punca adalah jenis sel yang dapat berproliferasi dan berdiferensiasi menjadi jenis sel lain yang terdapat pada tubuh manusia. Berkat kemampuannya ini sel punca diharapkan menjadi pilihan terapi regeneratif dalam pelayanan kesehatan. Berbagai macam sumber sel punca di dalam tubuh manusia telah banyak ditemukan, salah satunya sel punca mesenkimal yang berasal dari bone marrow dan Wharton’s jelly. Metode. Penelitian yang dilakukan menggunakan desain true experimental dengan studi in vitro. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Sampel penelitian. adalah sel punca mesenkimal jenis bone marrow dan sel punca mesenkimal jenis Wharton’s jelly. Hasil. Hasil dari penelitian didapatkan perbedaan gambaran serta hasil hitung proliferasi antara bone marrow dan Wharton’s jelly. Data akhir dari hasil hitung proliferasi didapatkan Wharton’s jelly lebih banyak dari pada bone marrow. Kesimpulan. Sumber sel yang berbeda serta umur jaringan tersebut ketika diisolasi memberikan pengaruh terhadap hasil proliferasi sel punca. Kata kunci. Sel punca mesenkimal, bone marrow, Wharton’s jelly
Apakah Indeks Massa Tubuh Memengaruhi Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Dasar? Shafira Widia Putri; Afriwardi Afriwardi; Dina Arfiani Rusjdi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.067 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i2.321

Abstract

Latar Belakang: Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang dalam menjalankan rutinitas sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan, sehingga aktivitas lainnya masih dapat dijalankan dengan baik. Pencapaian kebugaran jasmani yang optimal dapat meningkatkan proses dan prestasi belajar anak, membuat tubuh menjadi sehat dan aktif serta mencegah dari risiko timbulnya penyakit degeneratif pada usia dewasa. Pengukuran indeks massa tubuh merupakan parameter antropometri untuk menggambarkan status gizi seseorang. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh terhadap tingkat kebugaran jasmani pada siswa kelas IV dan V di SD Negeri 13 Sungai Pisang Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel penelitian adalah 51 orang siswa. Pengambilan data primer dilakukan melalui lembar penilaian Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) dan pengukuran Indeks Massa Tubuh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan Chi Square. Kemaknaan statistik ditentukan jika nilai p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian didapatkan 54,9% siswa memiliki tingkat kebugaran jasmani yang kurang dan 86,3% siswa memiliki indeks massa tubuh yang baik. Uji statistik Chi Square didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh terhadap tingkat kebugaran jasmani (p = 0,687). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh terhadap tingkat kebugaran jasmani. Kata kunci: Kebugaran jasmani, Indeks Massa Tubuh, Anak.
Hubungan Derajat Obesitas dengan Kadar LDL pada Mahasiswa Fakultas KedokteranUniversitas Andalas Angkatan 2016 Meska Amelia Putri; Yustini Alioes; Selfi Renita Rusjdi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.479 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i2.352

Abstract

Obesitas merupakan akumulasi lemak di dalam tubuh akibat ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi. LDL adalah lipoprotein yang membawa kolesterol ke jaringan perifer yang jika kadarnya tinggi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Hal ini secara tidak langsung akan berpengaruh pada fungsi kognitif akibat dari penyakit yang ditimbulkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat obesitas dengan kadar LDL pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2016.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa obesitas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2016. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu sebanyak 35 orang. Derajat obesitas perifer didapat dari perhitungan indeks massa tubuh. Obesitas sentral didapat dari pengukuran lingkar pinggang. Kadar LDL didapat dari pemeriksaan darah vena fossa cubiti secara spektrofotometri. Analisa data menggunakan uji statistik Pearson correlation.Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan derajat obesitas perifer dan obesitas sentral dengan kadar LDL didapatkan nilai p berturut-turut, yaitu 0.857 dan 0.359 (p>0.05). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak adanya hubungan antara derajat obesitas dengan kadar LDL pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2016.Kata kunci : IMT, Obesitas perifer, Obesitas sentral, LDL
Perbedaan Tingkat Pengetahuan Kaidah Dasar Bioetika Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Raditya Arya Dewanda; Taufik Hidayat; Avit Suchitra
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.489 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i2.362

Abstract

Basic principles of bioethics are one of the materials taught to medical students. With a sufficient level of knowledge regarding the basic principles of bioethics, doctors can treat patients properly and optimally. This study aims to determine the differences in the level of knowledge of the application of the basic principles of bioethics in medical practice among students of the Faculty of Medicine, University of Andalas. This research is an observational analytic study with a cross sectional study design and the sampling technique using consecutive sampling technique, which obtained a total of 243 respondents. The research data is in the form of primary data using the Questionnaire Tes Kaidah Dasar Bioetika as a measuring tool with the measurement results obtained will be worth 0-8 and are considered to have good knowledge if you get a score of >5. Data analysis used bivariate analysis oneway ANOVA and Independent T test. The results of the study found that respondents who had good knowledge amounted to 29% in class 2017, 20% in class 2018, and 10% in class 2019, with a total percentage of 20% and there was a significant difference in the mean value of knowledge levels based on the year of entry and type which class 2017 is higher than the lower class and female students score higher than male students. The conclusion of this study is that the class that entered earlier had a better level of knowledge than the lower class because of education factors and female students had a better level of knowledge than male students because females were better at taking steps that related to ethics.
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Indeks Aterogenik Plasma pada Mahasiswa dengan Obesitas Silvia Rega; Efrida Efrida; Elly Usman
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.427 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i2.406

Abstract

Aktivitas fisik yang kurang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular (PKV). Indeks aterogenik plasma (IAP) yang diperoleh dari logaritma 10 rasio trigliserida terhadap high density lipoprotein merupakan biomarker yang kuat untuk memperkirakan risiko PKV. Aktivitas fisik yang rendah dan nilai IAP yang tinggi sering ditemukan pada penyandang obes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan IAP pada mahasiswa penyandang obes. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Laboratorium Sentral RSUP Dr. M. Djamil Padang dari bulan Desember 2019 hingga November 2020. Subjek penelitian ini adalah 30 mahasiswa penyandang obes di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Analisis statistik menggunakan uji one-way ANOVA dan Post-Hoc Tukey HSD. Hasil uji bermakna apabila p<0,05. Hasil penelitian didapatkan rerata±SD usia subjek 19,6±0,9 tahun dan rerata±SD IMT 32,5±4,1 kg/m2. Subjek dengan tingkat aktivitas fisik ringan merupakan yang terbanyak (46,7%). Rerata IAP±SD subjek -0,03±0,24. Analisis bivariat didapatkan hubungan bermakna antara tingkat aktivitas fisik dengan IAP (p=0,004). Uji Post-Hoc Tukey HSD menunjukkan perbedaan bermakna nilai IAP antara tingkat aktivitas fisik ringan dengan tingkat aktivitas fisik sedang (p=0,030) dan berat (p=0,008). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan terbalik antara tingkat aktivitas fisik dengan indeks aterogenik plasma pada mahasiswa penyandang obes.
Gambaran Sensitivitas Bakteri Penghasil Enzim Esbl terhadap Beberapa Antimikroba di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2018-2019 Muhamad Fadil; Roslaili Rasyid; Muhammad Hidayat
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.553 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i2.448

Abstract

Latar Belakang. Extended spectrum beta-lactamase (ESBL) adalah enzim yang diproduksi oleh bakteri tertentu yang mampu menghidrolisis penisilin, sefalosporin generasi 1,2,3 dan aztreonam. Antimikroba golongan beta-laktam merupakan salah satu antimikroba yang paling sering diresepkan. Resistansi yang disebabkan oleh enzim ESBL berakibat cukup signifikan terhadap pengobatan penyakit infeksi. Bakteri penghasil ESBL juga sering menunjukkan resistansi pada obat lain. Objektif. Untuk mengetahui gambaran sensitivitas bakteri penghasil enzim ESBL terhadap beberapa antimikroba di RSUP dr. M. Djamil Padang pada periode 2018-2019. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif pada hasil uji sensitivitas bakteri penghasil enzim ESBL terhadap beberapa antimikroba menggunakan alat VITEK-2 yang diidentifikasi dari spesimen pasien di RSUP dr. M. Djamil Padang periode 2018-2019. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling menggunakan data hasil uji sensitivitas bakteri menggunakan alat VITEK-2. Hasil. Hasil penelitin ini ditemukan 2,855 bakteri penghasil enzim ESBL. Prevalensi terbanyak adalah Klebsiella sp dengan total 974 bakteri (34.1%), diikuti oleh E.coli dengan total 636 bakteri (22.3%) dan Acinetobacter sp dengan total 627 bakteri (22%). Setiap bakteri memiliki gambaran sensitivitas berbeda terhadap beberapa obat antimikroba. Obat-obat yang memiliki sensitivitas yang masih baik adalah karbapenem, amikasin, tigesiklin dan kombinasi β-laktam/β-laktamase inhibitor namun sudah mengalami penurunan sensitivitas pada bakteri grup tertentu. Pada bakteri grup falavobacterium hanya menunjukan sensitivitas yang baik terhadap obat siprofloksasin. Kesimpulan. Obat-obat yang memiliki sensitivitas yang masih baik adalah karbapenem, amikasin, tigesiklin dan kombinasi β-laktam/β-laktamase inhibitor. Background. Extended spectrum beta-lactamases (ESBLs) are defined as enzymes produced by certain bacteria that are able to hydrolyze penicillins, cephalosporins and aztreonam. The beta-lactam antimicrobials are one of the most commonly prescribed antimicrobials. The resistance caused by Extended spectrum beta-lactamases enzyme has a significant effect on the treatment of infectious diseases. ESBL-producing bacteria also frequently show resistance to other drugs. Objective. To describe the sensitivity of ESBL producing bacteria to several antimicrobials in dr. M. Djamil hospital Padang on 2018-2019. Methods. This research was a descriptive study with a retrospective approach in the results of the sensitivity test of ESBL producing bacteria to several antimicrobials using the VITEK-2 tool that was identified from patient specimens at dr. M. Djamil hospital Padang on 2018-2019. The samples were taken using total sampling technique uses the test results of bacterial sensitivity data using the VITEK-2 tool. Results. The results of this research found 2,855 ESBL producing bacteria. The highest prevalence was Klebsiella sp with a total of 974 bacteria (34.1%), followed by E. coli with a total of 636 bacteria (22.3%) and Acinetobacter sp with a total of 627 bacteria (22%). Each bacterium has a different pattern of sensitivity to several antimicrobial drugs. Drugs that have good sensitivity are carbapenem, amikacin, tigecycline and a combination of β-lactam / β-lactamase inhibitors but have decreased sensitivity in certain groups of bacteria. The falavobacterium group bacteria only showed good sensitivity to the ciprofloxacin. Conclusion. Drugs that have good sensitivity are carbapenem, amikacin, tigecycline and a combination of β-lactam / β-lactamase inhibitors.
The Hubungan Obesitas dengan Kejadian Kolelitiasis di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Januari – Desember 2019 Muhammad Adzka Putra Anbiar; Avit Suchitra; Desmawati Desmawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.173 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i2.455

Abstract

Background: Obesity is a common problem that occurs wich continues to increase and risk factor for cholelithiasis which can cause morbidity in cholelithiasis patients. Objective: This study aimed to determine the association between obesity and cholelithiasis and knowing the frequency distribution of patients based on age, gender and BMI. Methods: This research was an observational analytic with a case-control design with matched for age and sex. This research was held from December 2020 to March 2021 in the Medical Record Installation of RSUP Dr. M. Djamil Padang with total sample of 88 patients using simple random sampling technique. Results: The results showed that out of 44 cholelithiasis patients, as many as 28 patients (63.6%) were obese. Most were ³40 years old, 34 patients (77.3%), particularly in the age group 40-49 years with 14 patients (31.8%). Most of cholelithiasis patients were female with 28 patients (63.6%) and BMI ³25 were 28 patients (63.6%). Based on the Chi-square test, there was a relationship between obesity and the incidence of cholelithiasis (p = 0.019). Conclusion: The conclusion of this study states that there is a significant relationship between obesity and the incident of Cholelithiasis at RSUP Dr. M. Djamil Padang for the period of January-December2019.

Page 1 of 2 | Total Record : 15