cover
Contact Name
Wahyu Mutajab
Contact Email
wahyu@iblam.ac.id
Phone
+6282186310996
Journal Mail Official
Wahyu@iblam.ac.id
Editorial Address
CV. Era Digital Nusantara Taman Balaraja blok G 2 no.1 RT 03 RW 08 Desa Parahu Kec. Sukamulya Kab. Tangerang - Banten 15610
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Journal Evidence Of Law
ISSN : 28303350     EISSN : 28285301     DOI : 10.59066/jel
Core Subject : Humanities, Social,
Journal Evidence Of Law merupakan jurnal yang diterbitkan oleh CV. Era Digital Nusantara, terbit secara berkala 3 kali dalam 1 tahun sejak tahun 2022 pada bulan Januari, Mei dan Septemeber dengan ISSN Print: 2830-3350 , ISSN Online:2828-5301 berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. Journal Evidence Of Law menerima naskah tulisan baik hasil pemikiran normatif maupun hasil penelitian empiris, dengan cakupan dibidang hukum pidana, hukum perdata, hukum tata negara/hukum administrasi negara, hukum internasional, hukum Islam, hukum lingkungan, hukum pemerintahan daerah dan Hukum Pemerintahan Desa maupun hukum adat.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 457 Documents
Legal Consequences Of Breach Of Contract In Mobile Phone Sale And Purchase Agreements (A Study Of Malang District Court Decision Number 149/Pdt.G/2023/PN.Mlg) Martiza Matondang, Michella; Khoiri Harahap, Syaiful; Erma, Zetria
Journal Evidence Of Law Vol. 5 No. 1 (2026): Journal Evidence Of Law (April)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v5i1.2276

Abstract

Technological growth in Indonesia is advancing rapidly as public demand for communication devices increases, driving significant growth in the mobile phone market—both online and offline. However, the high demand for quality technology has led to the emergence of disputes in mobile phone sales. This is exemplified by the Malang District Court Decision Number 149/Pdt.G/2023/PN.Mlg regarding a sales agreement between PT. Sentral Global Mitra Sejahtera and FitraArdhitaNurullisha Putra, in which the debtor defaulted. Based on this, the author focuses the research as follows: 1) Factors causing breach of contract in mobile phone sales agreements; 2) How judges consider the case when adjudicating mobile phone sales agreements; and 3) The legal consequences of breach of contract in mobile phone sales agreements. The type of research used is normative legal research, which involves analyzing, observing, and examining legal materials obtained from primary, secondary, and tertiary sources. The results of this study indicate that the legal consequences of breach of contract in a mobile phone sales agreement, as seen in Malang District Court Decision Number 149/Pdt.G/2023/PN.Mlg, arose due to the defendant’s delay in making the final payment to the plaintiff, even though the plaintiff had attempted to contact the buyer personally. The plaintiff also attempted to issue a formal notice, but the defendant did not demonstrate good faith. The defendant, having been found in breach of contract, must pay the plaintiff the sum of IDR146,594,500.00, as well as court costs amounting to IDR 267,700.00.
Criminalization Of Ai-Generated Child Sexual Abuse Material (Csam): Challenges Of Evidentiary Proof And Jurisdictional Limits In Indonesian Criminal Law Hermawan, Asep; Agustiana
Journal Evidence Of Law Vol. 4 No. 3 (2025): Journal Evidence Of Law (Desember)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v4i3.2314

Abstract

The rapid acceleration of generative Artificial Intelligence (AI) has significantly disrupted the cybercrime landscape, giving rise to new forms of morality-based offenses in the form of synthetically created Child Sexual Abuse Material (CSAM), commonly referred to as AI-generated CSAM. In contrast to conventional CSAM, which depicts real physical exploitation of child victims, synthetic CSAM reproduces hyper-realistic visual content without any empirical actus reus involving actual physical abuse. This article aims to analyze the normative vacuum and juridical challenges in criminalizing AI-generated CSAM within the framework of Indonesia’s positive criminal law system. The analysis focuses on the discourse of digital forensic evidence in judicial processes and the determination of jurisdictional boundaries in criminal law in responding to the borderless nature of cybercrime. Based on normative legal research, the findings indicate the urgency of re-conceptualizing the legal definitions of “victim” and “child pornography” within the Pornography Law, the Electronic Information and Transactions Law (ITE Law), and their harmonization with the criminal law system under Law Number 1 of 2023. Comprehensive reform of penal policy is required to ensure that law enforcement mechanisms are capable of addressing and prosecuting both creators and distributors of AI-generated child sexual exploitation material. Such reform is essential to adapt criminal law to the evolving challenges posed by advanced generative technologies.
Peran Notaris dalam Pencegahan Sengketa Tanah Melalui Prinsip Kehati-Hatian Pallas Heriman, Amanda Regina; Caroline , Caroline
Journal Evidence Of Law Vol. 5 No. 1 (2026): Journal Evidence Of Law (April)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v5i1.2344

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran notaris dalam pencegahan sengketa tanah melalui penerapan prinsip kehati-hatian serta mengkaji hambatan dan upaya penguatan implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin, dan literatur hukum terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip kehati-hatian oleh notaris melalui verifikasi identitas para pihak, pemeriksaan status dan keabsahan objek tanah, perumusan akta yang tidak multitafsir, serta pemberian penyuluhan hukum merupakan instrumen preventif yang esensial dalam meminimalisir potensi sengketa pertanahan. Namun demikian, efektivitas penerapannya masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan akses informasi pertanahan, itikad tidak baik para pihak, keterbatasan kewenangan notaris dalam menggali kebenaran materiil, serta persoalan profesionalitas. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan sistem informasi pertanahan, peningkatan kompetensi notaris, optimalisasi pengawasan, dan sinergi kelembagaan menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran notaris sebagai garda preventif dalam mewujudkan kepastian hukum di bidang pertanahan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan prinsip kehati-hatian notaris sebagai instrumen preventif penyelesaian sengketa berbasis pendekatan kepastian hukum dan mitigasi risiko hukum.
Tanggung Jawab Platform Digital dalam Pencegahan Penyebaran Konten Deepfake sebagai Bentuk Kejahatan Siber Priambodo, Dicky
Journal Evidence Of Law Vol. 5 No. 1 (2026): Journal Evidence Of Law (April)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v5i1.2372

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan telah melahirkan teknologi deepfake yang mampu memanipulasi audio, video, dan gambar secara realistis sehingga berpotensi disalahgunakan sebagai bentuk kejahatan dunia maya seperti penipuan, pencemaran nama baik, dan disinformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab platform digital dalam mencegah penyebaran konten deepfake dan mengevaluasi efektivitasnya dari perspektif hukum Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, melalui kajian terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), hukum pidana, dan hukum perlindungan data pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab platform digital mencakup aspek preventif, represif, dan korektif. Namun, penerapannya masih belum optimal karena kurangnya peraturan khusus terhadap deepfake, terbatasnya teknologi deteksi, dan kurangnya koordinasi antara platform dan pemerintah. Selain itu, tantangan yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi yang pesat dan konten dalam jumlah besar juga mempengaruhi efektivitas pengendalian. Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan pengawasan, peningkatan kemampuan teknis, dan kerja sama antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat untuk menciptakan ruang digital yang aman dan bertanggung jawab.
Juridical Analysis of Firm Liability Bankruptcy Application Romual S, Bastian; Rahman, Abdul; Andiza, Dina
Journal Evidence Of Law Vol. 5 No. 1 (2026): Journal Evidence Of Law (April)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v5i1.2373

Abstract

This research examines the liability of firms in bankruptcy applications based on the Decision of the Medan Commercial Court Number 6/Pdt.Sus-Pailit/2024/PN. The main focus is to analyze how the responsibility of a firm as a non-legal entity is applied when it is declared bankrupt and how the panel of judges interprets the provisions of Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy. The method used is normative juridical through legislative, conceptual, and case approaches. The findings show that because firms do not possess separate legal personality, legal responsibility is directly attached to the business entity and becomes unlimited. This joint liability principle requires that all firm assets be used as objects of settlement by the curator. The panel of judges granted the bankruptcy request after ensuring the fulfillment of bankruptcy elements, namely the existence of two or more creditors and debts that have matured and can be collected. The judges emphasized that firm bankruptcy has implications for the full liability of the business entity and reinforces protection for small creditors, including workers. The conclusion highlights the importance of legal certainty in regulating non-legal entities and the need for broader socialization regarding legal consequences for firms to prevent misuse of business structures.
Tindak Pidana Melakukan Penelataran dalam Lingkup Rumah Tangga yang dilakukan Oleh Suami (Analisis Putusan Nomor: 47/Pid.Sus/2024/PN.Bnj) Rozakiya, Aliftha; Siregar, MHd Azhali; Aspan, Henry
Journal Evidence Of Law Vol. 4 No. 3 (2025): Journal Evidence Of Law (Desember)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v5i1.2395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan hukum terhadap tindak pidana penelantaran dalam lingkup rumah tangga yang dilakukan oleh suami berdasarkan Putusan Nomor 47/Pid.Sus/2024/PN.Bnj serta mengkaji faktor-faktor yang menjadi pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) melalui analisis terhadap peraturan hukum dan putusan pengadilan yang relevan. Sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan hukum dalam putusan tersebut telah sesuai dengan ketentuan Pasal 49 huruf a juncto Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Majelis hakim membuktikan unsur tindak pidana melalui fakta persidangan yang menunjukkan terdakwa tidak memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya sejak tahun 2018 hingga 2023. Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan mencakup durasi penelantaran, status terdakwa sebagai Pegawai Negeri Sipil, dampak terhadap korban, serta keadaan yang memberatkan dan meringankan. Putusan pidana penjara selama tiga bulan mencerminkan upaya hakim dalam menyeimbangkan aspek keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan hukum dalam penanganan tindak pidana penelantaran rumah tangga.
Diskrepansi Putusan Pengadilan dalam Kasus Tindak Pidana Narkotika: Analisis dengan Pendekatan Teori Keadilan Siswanto, Eri; Maulana Siregar, Abdul Rahman; Siregar, Mhd. Azhali
Journal Evidence Of Law Vol. 4 No. 3 (2025): Journal Evidence Of Law (Desember)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v4i3.2396

Abstract

Diskrepansi putusan pengadilan dalam kasus tindak pidana narkotika dengan menggunakan pendekatan teori keadilan berdasarkan adanya fenomena perbedaan putusan terhadap perkara dengan karakteristik serupa menimbulkan persoalan terkait konsistensi penerapan hukum dan rasa keadilan bagi para pihak. Secara normatif, tindak pidana narkotika telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengatur ancaman pidana berat baik bagi pengguna maupun pengedar. Namun dalam praktik peradilan, sering muncul disparitas vonis yang mencerminkan adanya perbedaan penafsiran hukum maupun pertimbangan hakim. Berdasarkan teori keadilan, perbedaan tersebut perlu dianalisis apakah masih dapat dibenarkan demi mewujudkan keadilan substantif atau justru menimbulkan ketidakpastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab diskrepansi putusan serta menilai sejauh mana putusan tersebut konsisten dengan prinsip keadilan hukum. Dengan pendekatan yuridis-normatif, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam memperkuat integritas peradilan dan mendorong penerapan hukum narkotika yang lebih adil, proporsional dan sejalan dengan nilai-nilai keadilan yang hidup di masyarakat
Perlindungan Hak Terdakwa Melalui Rekonstruksi Pengaturan Ganti Rugi Terhadap Putusan Bebas Londa, Gracea F; A. Resopijani; Petrus Meirio Mamoh
Journal Evidence Of Law Vol. 5 No. 1 (2026): Journal Evidence Of Law (April)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap terdakwa yang diputus bebas melalui pengaturan ganti kerugian dalam sistem hukum positif Indonesia serta menganalisis kelemahan pengaturan ganti kerugian terhadap terdakwa yang diputus bebas dalam sistem peradilan pidana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara deskriptif, interpretatif, evaluatif, dan argumentatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hak terdakwa yang diputus bebas berlandaskan pada prinsip negara hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (3) dan Pasal 28D ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menjamin kepastian hukum, perlindungan hak asasi manusia, dan pemulihan hak warga negara. Pengaturan mengenai ganti kerugian dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, khususnya Pasal 173 sampai dengan Pasal 175, menunjukkan adanya penguatan mekanisme perlindungan hukum melalui pemberian hak ganti rugi dan dukungan dana abadi negara. Namun demikian, penelitian ini menemukan bahwa pengaturan ganti kerugian masih memiliki berbagai kelemahan, yaitu paradigma pertanggungjawaban negara yang masih berbasis pada kesalahan prosedural, pembatasan nominal kompensasi yang belum mencerminkan kerugian materiel dan immateriel secara proporsional, serta hambatan prosedural yang membebankan inisiatif pengajuan kepada terdakwa yang diputus bebas. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan pengaturan hukum yang lebih komprehensif dan berorientasi pada keadilan korektif guna menjamin pemulihan hak terdakwa secara substantif.
Tinjauan Kriminologis Terhadap Anak Sebagai Germo Dalam Eksploitasi Anak Di Kota Kupang Herman , Alfonsius Triandro Herman Djoenina; Rosalind Angel Fanggi; Sigit Prabowo Sonbait
Journal Evidence Of Law Vol. 5 No. 1 (2026): Journal Evidence Of Law (April)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v5i1.2407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan anak menjadi germo dalam eksploitasi anak di Kota Kupang serta upaya penanggulangannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis-sosiologis. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pelaku anak, aparat Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), serta petugas Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Kupang. Data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan. Seluruh data dianalisis secara deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab anak menjadi germo terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kondisi psikologis, lemahnya kontrol diri, dan dorongan memperoleh keuntungan instan. Faktor eksternal meliputi lemahnya pengawasan keluarga, pengaruh lingkungan pergaulan, kondisi ekonomi, dan perkembangan teknologi. Upaya penanggulangan dilakukan melalui penegakan hukum yang memperhatikan prinsip perlindungan anak serta pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan melalui konseling, pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, dan pendampingan. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi keterbatasan sarana dan sumber daya manusia.  Disarankan agar orang tua, sekolah, dan masyarakat meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap anak. Selain itu, aparat penegak hukum, Dinas Sosial, dan lembaga perlindungan anak perlu memperkuat koordinasi dalam edukasi hukum, deteksi dini, serta pembinaan berkelanjutan agar anak dapat kembali berintegrasi secara baik dalam masyarakat.
Juridical Analysis of Corruption Crimes in the Management of DPPA SKPD in the DPRD Sinaga, Jagar Desprianto; Hasibuan, Lidya Ramadhani
Journal Evidence Of Law Vol. 5 No. 1 (2026): Journal Evidence Of Law (April)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v5i1.2308

Abstract

This research will discuss the legal analysis of the application of criminal law on corruption in the management of DPPA SKPD in the DPRD and align the application of laws related to research and thesis, then discuss the obstacles that exist in law enforcement in decision-making related to corruption cases in the management of DPPA SKPD in the DPRD Labuhan Batu. The formulation of the problem of this research is: How do Criminal Acts Obstruct the Corruption Judicial Process According to Law Number 31 of 1999 Junto Law Number 20 of 2001? And how is the Legal Analysis of Criminal Acts of Corruption in the Management of DPPA SKPD in the DPRD? This research uses descriptive research analysis. The type of research used in this research is normative legal research obtained from secondary data. The data collection method used is data collection with document studies which is a method of collecting data through information obtained from documents related to the title of the research raised. Basically, the funds obtained come from the state treasury, where the funds must be used in accordance with the regulations stipulated when withdrawing funds from state finances.