cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
POLA INTERAKSI SOSIAL DALAM MEMBANGUN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA BORO KECAMATAN SELOREJO KABUPATEN BLITAR DEWI RATNA YULIANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan pola interaksi sosial dalam membangun kerukunan antar umat beragama di Desa Boro Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar (2) untuk menguraikan nilai-nilai yang mendasari atau memotivasi masyarakat Desa Boro dalam berinteraksi membangun kerukunan antar umat beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Informan penelitian berjumlah 10 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan, teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah teori resiprositas atau disebut dengan pertukaran yang dikemukakan oleh Polanyi yang intinya adalah pertukaran barang dan jasa antar individu atau antar kelompok dengan keadaan simetris. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi yang dikembangkan masyarakat Desa Boro menggambarkan bentuk resiprositas umum. Resiprositas umum yaitu pertukaran barang dan jasa antar umat agama atau antar kelompok agama tanpa menentukan kapan batas waktu pengembalian. Dalam resiprositas umum tidak ada hukum-hukum yang ketat dalam mengontrol masyarakat untuk memberi atau mengembalikan sumbangan, hanya moral yang mengontrol masyarakat. Selain itu, secara normatif nilai-nilai yang mendasari masyarakat Desa Boro dalam berinteraksi membangun kerukunan antar umat beragama meliputi nilai agama, nilai budaya, dan nilai historis. Secara empirik, nilai-nilai yang mendasari masyarakat Desa Boro yaitu nilai kebersamaan dan kesadaran kolektif, nilai kekeluargaan, dan nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kata Kunci: interaksi sosial, resiprositas, kerukunan antar umat beragama. Abstract The purpose of this study is (1) to describe pattern of social interaction in establishing inter-religious harmony in the village of Boro District of Selorejo Blitar (2) to decipher values that motivates the village community boro of interacting build harmony between religion. This study adopted qualitative approaches with the design research phenomenology. Informants research were 10 people. The data collection techniques are interview, observation, and documentation. Then, the validity of data techniques are using triangulation technique and resources. The theory used as a knife analysis is called the theory of reciprocity or exchange theory proposed by Polanyi that the point is the exchange of goods and services between individuals or between groups with symmetric state. The results of this study indicate that the interaction developed village community Boro describe general reciprocity. General reciprocity that is the exchange of goods and services among the religious or inter-religious groups without specifying when the return deadline. In general there is no reciprocity laws are strict in controlling the public to give or restore donation, only moral control of society. Additionally, normative values ​​that underlie the villagers Boro interact build inter-religious harmony includes religious values, cultural values ​​and historical value. Empirically, the values ​​that underlie the villagers Boro value of togetherness and collective consciousness, family values, and the values ​​of Pancasila. Keywords: social interaction, reciprocity, inter-religious harmony.
KONDISI SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP KEPUTUSAN ORANG TUA MENIKAHKAN DINI ANAK PEREMPUAN DI DESA GEDANGKULUD, KECAMATAN CERME, KABUPAPATEN GRESIK VIKA KHUROTUL AFIFAH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi orang tua yang menikahkan dini dan tidak menikahkan dini anak perempuan serta mengetahui apakah ada pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap keputusan orang tua menikahkan dini anak perempuan di Desa Gedangkulud, Kecamatan Cerme, Kabupapaten Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dan inferensial. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 154 responden dan sampel penelitian sebanyak 130 responden. Teknik pengumpulan data berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sosial ekonomi orang tua yang menikahkan anak perempuan di Desa Gedangkulud, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik yang termasuk kondisi sosial ekonomi kategori tinggi sebesar 1,2% sebanyak (1 responden), kondisi ekonomi kategori sedang atau menengah sebesar 19% sebanyak (16 responden), dan kondisi sosial ekonomi kategori rendah sebesar 79,8% sebanyak (67 responden) sedangkan kondisi sosial ekonomi orang tua yang tidak menikahkan dini anak perempuan di Desa Gedang Kulud Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik yang termasuk kondisi sosial ekonomi kategori tinggi sebesar 15% aau sebanyak (7 responden), kondisi ekonomi kategori sedang atau menengah sebesar 46% atau sebanyak (21 responden), dan kondisi sosial ekonomi kategori rendah sebesar 39% atau sebanyak (18 responden) serta terdapat pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap keputusan orang tua menikahkan dini anak perempuan di Desa Gedangkulud, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik dengan Chi Hitung (24,4 ) > Chi Tabel (5,991). Kata Kunci: keputusan menikahkan dini, kondisi sosial ekonomi orang tua Abstract This study will describe the socio-economic condition of parents who marry early and early marriage of girls and find out if there is the influence of socio-economic condition of parents against the decision of parents marry off girls early in Gedangkulud Village, District Cerme, Kabupapaten Gresik. The method used is quantitative descriptive and inferential. The population in this study is the parents who marry early and premature to marry as many as 154 respondents and the sample of 130 respondents. Data collection techniques such as questionnaires. The results showed socio-economic condition of parents who marry off girls at Gedangkulud Village, District Cerme, Gresik regency that includes socio-economic conditions of high category as much as 1.2% (1 respondent), the economic conditions of moderate or medium category by 19% as much ( 16 respondents), and the socioeconomic conditions of low category as much as 79.8% (67 respondents) whereas the socio-economic condition of parents who do not marry girls early in the Village Gedang Kulud Cerme Subdistrict, Gresik regency that includes socio-economic conditions of high category by 15 % aau as many (7 respondents), economic conditions moderate category or medium by 46% or as much as (21 respondents), and the socio-economic condition category was lower by 39% or as much (18 respondents), and there are significant socio-economic condition of parents against the decision of the old girls to marry early in Gedangkulud Village, District Cerme, Gresik with Chi Calculate (24.4)> Chi table (5.991). Key words: decision to marry early, socio-economic condition of parents
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KOMANDO PASUKAN KHUSUS SISWA (KOPASSUSWA) DALAM MEMBENTUK SIKAP KEPEMIMPINAN SISWA DI SMKN 1 KEDIRI ATSNA AFIDATUL UMAH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan gambaran yang sebenarnya tentang bagaimana program dan bentuk kegiatan ekstrakurikuler Komando Pasukan Khusus Siswa (Kopassuswa) yang digunakan untuk membentuk sikap kepemimpinan siswa.Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dengan menggunakan model analisis interaktif Huberman dan Miles.Informandalam penelitian ini berjumlah lima yang terdiri dari satu Pembina ekstrakurikuler Kopassuswa dan empat anggota yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler Kopassuswa. Dan Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk kegiatan ekstrakurikuler Kopassuswa yang digunakan untuk membentuk sikap kepemimpinan siswa yaitu: Kegiatan Penerimaan dan pelantikan Anggota Baru (PAB) dapat membentuk sikap disiplin, tanggung jawab dan terampil. Kegiatan Materi rutin Kopassuswadapat membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, jujur dan kerjasama.Kegiatan Latihan Lapangan Rutin dapat membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, jujur, terampil dan percaya diri. Kegiatan Latihan PBB (Pelatihan Baris Berbaris) dapat membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, terampil, kerjasama dan percaya diri. Kegiatan Latgab (Latihan Gabungan) dapat membentuk sikap disiplin dan sikap kerjasama dalam diri siswa.Kegiatan Penempuhan Badge Kopassuswa dapat membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab.Kegiatan Bina fisik dan mental (Bifistal) dapat membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab. Kata Kunci: Kegiatan Ekstrakurikuler, Komando Pasukan Khusus Siswa , Kepemimpinan. Abstract The purpose of of this research is to describe the actual description of how the form of extracurricular activities Students special forces commandKopassuswaused to shape the attitudes of leadership students. Descriptive qualitative method is used in this research and the data is collected by observation, interview and documentation. Technique of data analysis in this researchuses qualitative data analysis using interactive analysis model Huberman and Miles.The result of this research showing that its extracurricular activities kopassuswa used to form a leadership students are: the reception and the inauguration of new members (PAB) can form discipline attitude, responsibilities and skilled. The routine material kopassuswa can form discipline attitude, responsibility, honest and cooperation. The regular exercise field can form discipline attitude, responsibility, honest, skilled and confident. The un training exercises (marching) can form discipline attitude, responsibility, skilled, cooperation and confident. Combined Exercisescan form discipline attitude and attitude cooperation in students. Badge kopassuswa can form discipline attitude and responsibilities. Keywords:Extracurricular Activities, Student Special Forces Command (Kopassuswa), Leadership.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PPKN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: STUDI TENTANG PEMBELAJARAN PPKN PADA KELAS VIII TUNAGRAHITA SMPLB-C SLB NEGERI GEDANGAN–SIDOARJO ANNA LUTFAIDAH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang mengambil lokasi di SLB Negeri Gedangan-Sidoarjo.Subyek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran kelas VIII Tunagrahita dan siswa tunagrahita kelas VIII. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran PPKn,upaya dan hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran PPKn, dan solusi dalam mengatasi hambatan pembelajaran PPKn pada anak tungrahita kelas VIII SMPLB-C di SLB Negeri Gedangan-Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan teori belajar kognitivisme Jean Piaget. Dalam proses belajar individu memerlukan kerja sama pada seluruh inderanya untuk berinteraksi dengan lingkungannya sebagaipembentuk makna dan arti yang benar ketika mempresepsikan sesuatu. Pelaksanaan pembelajaran PPKn diawali dengan langkah-langkah penyusunan perencanaan pembelajaran melalui penyusunan program yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang bersangkutan. Pelaksanaan pembelajaran PPKn bagi tunagrahita diberi pelayanan secara individu yaitu tunagrahita sering didekati dan diberi pertanyaan agar siswa mendapat stimulus terus menerus sehingga siswa ABK akan cepat paham terhadap pelajaran. Kata Kunci :Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Pembelajaran PPKn Abstract This research uses a descriptive method in SLB Negeri Gedangan- Sidoarjo. The subjects in this study is the teacher of class VIII subjects mental retardation mental retardation and the students of class VIII. The goal in this research is to know how the implementation of PPKn learning, effort and obstacles in the implementation of PPKn, and learning solutions in overcoming barriers to learning PPKn in children tungrahita VIII-C class SMPLB in SLB Negeri Gedangan- Sidoarjo. This research uses theories of learning kognitivisme Jean Piaget. In the individual learning process requires cooperation on the whole sensory-to interact with its environment as a shaper of meaning and the meaning of true when mempresepsikan something. The implementation of PPKn begins with learning the steps for preparing the planning of learning through the preparation of programs tailored tothe needs of the learners concerned. Implementation of the learning PPKn for mental retardation services are given individually i.e. mental retardation often approached and given questions so that students get a continuous stimulus so that students will understand quickly against her lessons. Keywords: Children In Need Special (ABK), Learning PPKn
PENERAPAN MODEL INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN PPKn UNTUKPENGEMBANGAN KETERAMPILAN SOSIAL KELAS VII SMPN 1 SIDOARJO DEDY ANGGA YUSPIKA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk memaparkan tentang penerapan model inkuiri dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa di SMP negeri 1 Sidoarjo.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Ex Post Facto dengan mengguunakan teknik sampling yaitu purposive sampling serta tehnik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumen.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif menggunakan persentase.Hasil untuk penerapan model inkuiri yaitu merumuskan problema sendiri 92,78%, mengembangkan hipotesis 92,8%, mendifinisikan konsep 97,83%, menganalisis data 94,47%, menyimpulkan 93,74%, mengembangkan keterampilan sosial yaitu kemampuan berinteraksi dengan orang lain 92%, kemampuan menghargai orang lain 86%, kemampuan meningkatkan kualitas diri 90,79%. Kata kunci : Model inkuiri, PPKn, keterampilan sosial Abstract The purpose of this study to explain about the application of the inquiry model in developing social skills of students at junior high school 1 Sidoarjo. This study uses a quantitative approach with the method of Ex Post Facto with to use sampling technique is purposive sampling and data collection techniques using questionnaires and documents. Data analysis technique used is quantitative descriptive analysis technique using percentages. The results for the application of the inquiry model is to formulate problems of its own 92.78 % , 92.8 % develop hypotheses , defining the concept of 97.83 % , 94.47 % analyzing data , concluded 93.74 % , develop social skills is the capability to interact with the others 92 % , the capability to respect others 86 % , the capability to improve the quality of self- 90.79 % . Keywords: Model inquiry and social skills
PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENJAGA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA SEKARAN KECAMATAN KAYEN KIDUL KABUPATEN KEDIRI TRI WIBOWO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pandangan-pandangan masyarakat terhadap pemenuhan hak dan kewajiban tokoh agama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama sudah berjalan sesuai harapan masyarakat.perspektif teori peran (role theory) di Desa Sekaran Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara mendalam Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. informan dalam penelitian ini, sebagai berikut: 1) Warga desa Sekaran Kecamatan kayen kidul Kabupaten Kediri, 2) Warga desa Sekaran Kecamatan kayen kidul Kabupaten Kediri yang berasal dari berbagai agama yaitu agama Islam NU, Islam LDII, Hindu, Kristen dan Katholik yang diambil secara acak, (3) Warga desa Sekaran yang berusia diatas 24 tahun, (4) Tokoh-tokoh agama desa Sekaran Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri yaitu: (a), Moch. Khotib (tokoh agama Islam NU), (b), H. Nasikun, (Tokoh agama Islam LDII), (c).Hernyo Rinekso (Tokoh agama Kristen),(d),.Rudi Hartono(Tokoh agama Katholik) (e), Drs. Muji, Armunis (Tokoh agama Hindu)Hasil dari penelitian ini menunjukan pandangan-pandangan masyarakat terhadap pemenuhan hak dan kewajiban tokoh agama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama sudah berjalan sesuai harapan masyarakat. Masyarakat menilai tokoh agama mampu menjalankan dua peran yaitu peran tokoh agama dalam kegiatan sosial dan peran tokoh agama dalam kegiatan keagamaan. Masyarakat menjadikan tokoh agama sebagai figur yang mampu perpartisipasi dalam menjaga kerukunan. Tokoh – tokoh agama berinteraksi saat perayaan hari raya, saling membantu tokoh agama lain, pekerjaan, pemimpin spiritual, memberi kebebasan interen, memberi kebebasan eksteren.Hak dan kewajiban dalam mejalankan fungsi sebagai tokoh agama dapatberjalan dengan baik jika tokoh agama mengerti perannya. Kata Kunci: Peran tokoh agama, kerukunan, umat beragama Abstract The purpose of this study was to describe the views of the community towards the fulfillment of the rights and obligations of religious leaders in maintaining religious harmony is going according to the expectations of society. Theory perspective the role (role theory) in the Sekaran village Kayen Kidul District of Kediri. Data was collected using in-depth interviews Analysis of data through data reduction, data presentation, and conclusion. Informants in this study, as follows: 1) The villagers of Sekaran District of Kayen Kidul Kediri, 2) Villagers Sekaran of District of Kayen Kidul Kediri from various religions, namely Islam NU, Islam LDII, Hindu, Christian and Catholic retrieved random, (3) villagers of aged over 24 years, (4) religious leaders Sekaran village Kayen Kidul District of Kediri, namely: (a), Moch. Khotib (Islamic religious leaders NU), (b), H. Nasikun, (Muslim leader LDII), (c) .Hernyo Rinekso (Figures Christianity), (d) , Rudi Hartono (Catholic religious figures) (e), Drs. Muji, Armunis (Hindu religious leader) The results of this study indicate the views of the community towards the fulfillment of the rights and obligations of religious leaders in maintaining religious harmony is going according to the expectations of society. People consider that religious leaders were able to play two roles, the role of religious leaders in social activities and the role of religious leaders in religious activities. People make religious figure as a figure capable perpartisipasi in maintaining harmony. Leaders - religious leaders interact during the celebration of the feast, help each other religious leaders, work, spiritual leader, gave internal freedom, let freedom eksteren. Rights and responsibilities, carry out functions as religious leaders can work well if the religious leaders understand their role Keywords: Role of religious leaders, harmony, religious communities
STRATEGI ORANG TUA DALAM PENANAMAN KARAKTER PADA REMAJA DI PERUMAHAN UKA KELURAHAN SEMEMI KECAMATAN BENOWO SURABAYA Rr AYU RETNO WARDHANI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

IMPLEMENTASI FUNGSI PARTAI POLITIK SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN POLITIK (STUDI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA KABUPATEN LAMONGAN) MUHAMMAD MASUM
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis materi pendidikan politik, proses berlangsungnya pendidikan politik dan tingkat pemahaman politik yang dimiliki para kader DPC ( Dewan Perwakilan Cabang ) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran mixed methods mengabungkan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif dengan metode eksploratoris sekuensial. Informan yang dipilih wakil ketua partai, sekretaris, dan peserta pendidikan politik. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis isi, wawancara, dan angket.analisis data dalam penelitian menggunakan reduksi data, display data, dan statistik deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan proses berlangsungnya kurikulum pendidikan politik minimal dua kali setahun sejak tahun 2011. Model yang digunakan yaitu cooperative learning, constextual, direct learning. Metode pendidikan yang digunakan adalah ceramah, brainstorming, pemutaran film, diskusi kelompok, dan brainwashing. Pada hasil penelitian kuantitatif menunjukan bahwa pemahaman para kader/peserta didik DPC ( Dewan Perwakilan Cabang ) Partai Kebangkitan Bangsa tentang materi politik masuk pada kriteria baik. Hal ini ditunjukkan dari hasil perolehan uji pemahaman para kader/pserta didik bahwa 12 kader/peserta didik pada kriteria cukup baik dan 18 kader/peserta didik pada kriteria baik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa para kader/peserta didik memiliki tingkat pemahaman paling tinggi pada sub materi partai politik dengan perolehan prosentase sebesar 83%, sedangkan mahasiswa memiliki tingkat pemahaman paling rendah pada sub materi pendidikan politik dengan perolehan prosentase sebesar 46%. Hasil perhitungan pada nilai rata-rata para kader/peserta didik masuk pada kriteria baik dengan hasil prosentase sebesar 65%. Kata Kunci: Partai Politik Abstract The ongoing process of political education and the level of political understanding possessed cadres DPC (Branch Representative Council) National Awakening Party Lamongan. This study uses a mixed research methodology which combine between qualitative research and quantitative research with exploratory sequential methodology. informants selected is deputy chairman of the party, secretary, and learners.Data colections uses content analysis, interview, and questionnaire. Data analysis in this study uses reduction data, display data, and statistic deskriptive. Results of the study showed the ongoing process curriculum of political education at least twice in one year since 2011, The model used is cooperative learning, contextual, direct learning and educational methods used is lectures, brainstorming, film screenings, discussion groups, and brainwashing. The results of quantitative research shows that understanding cadres/ learners DPC (Branch Representative Council) of the National Awakening Party political matter entered on both criteria. It is shown from the results of the acquisition comprehension test cadres / participants vote that 12 cadres students / learners on the criteria fairly well and 18 cadres / learners in both criteria. The results also showed that the volunteers / learners have the highest level of understanding on political party sub material with the acquisition of a percentage of 83%, while students have the lowest level of understanding on political education sub material with the acquisition of a percentage of 46%. The calculation results in the average value of the cadres / learners entered at both criteria with the results of a percentage of 65%. Keywords: Political Parties
PENGARUH SOSIALISASI PEMILIHAN BUPATI TAHUN 2015 OLEH KPUD KABUPATEN SIDOARJO TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI POLITIK DI WILAYAH PETA AREA TERDAMPAK LUAPAN LUMPUR LAPINDO DESA KETAPANG KECAMATAN TANGGULANGIN DWI KOSWINARSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh sosialisasi pemilihan Bupati Tahun 2015 oleh KPUD Kabupaten Sidoarjo terhadap tingkat partisipasi politik di wilayah Area Terdampak Luapan Lumpur Lapindo Desa Ketapang. Sosialisasi Pemilihan adalah proses penyampaian informasi tentang tahapan dan program penyelenggaraan Pemilihan. Partisipasi politik adalah keikutsertaan warga Desa dalam mengikuti setiap tahapan Pemilihan Bupati Sidoarjo 2015 yang diwujudkan dalam kegiatan mengikuti kampanye politik, memberikan suara, dan menjadi panitia pemilihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan angket. Sedangkan, untuk teknik analisis data menggunakan teknik analisa prosentase dan uji statistik non parametik yaitu Wilcoxon Matched Pairs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penilaian warga Desa Ketapang terhadap proses sosialisasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2015 oleh KPUD Kabupaten Sidoarjo untuk menyampaikan materi Sosialisasi melalui metode komunikasi tatap muka, metode komunikasi melalui media massa serta elektronik, dan melalui metode Mobilisasi Massa menunjukkan perolehan rata–rata skor sebesar 38,45% dengan kategori penilaian Kurang baik. Hasil uji Wilcoxon Match Pairs Test antara sosialisasi Pemilihan Bupati Tahun 2015 yang dilakukan oleh KPUD Kabupaten Sidoarjo terhadap tingkat Partisipasi Politik di wiliyah Area terdampak Luapan Lumpur Lapindo Desa Ketapang Ketapang Kecamatan Tanggulangin yang tertera dalam perhitungan diatas z hitung sebesar 1.488 dan nilai taraf kesalahan 0,025 (p), maka harga Z tabel 5,04 (2946). Ternyata z hitung lebih kecil daripada Z tabel. dengan demikian Ho diterima. Kata kunci : Sosialisasi Pemilihan, Partisipasi Politik, Pemilihan Bupati, dan Desa Ketapang. Abstract The purpose of this study was to analyze the influence of socialization head election in 2015 by the Sidoarjo district commissioner of the level of political participation in the region Areas Affected by Storm Lumpur Lapindo Ketapang village. Election Socialization is the process of delivering information about the stages and Elections program. Political participation is the participation of the village residents in following every stage of Sidoarjo Regent Election of 2015 embodied in the activities of political campaigning, voting, and became the election committee. This research uses descriptive quantitative approach. Data collection techniques used were observation, interviews, and questionnaires. Meanwhile, for data analysis techniques using percentage analysis techniques and non parametric statistical tests, namely Wilcoxon Matched Pairs. The results showed that the assessment of citizens Ketapang village towards the socialization process of the election of Regent and Vice Regent in 2015 by the district commissioner Sidoarjo to deliver material Socialization through the method of face to face communication, communication methods through mass media as well as electronics, and through the methods of mobilization Massa showed average achieved a score of 38.45% with less good ratings category. Results Wilcoxon Match Pairs Test between socialization Election of Regents in 2015 conducted by the Election Commission Sidoarjo regency to the level of political participation in wiliyah Areas affected overflow Lumpur Lapindo village of Ketapang District of Tanggulangin contained in the above calculation of z count of 1,488 and the value of standard error of 0.025 (p ), then the price of Z table 5.04 (2946). Turns count z is smaller than the Z table. hence Ho accepted. Keywords: Socialization head election, Political Participation, Election of Regent and Ketapang village.
STRATEGI TIM DPC PDIP KOTA SURABAYA DALAM PEMENANGAN PASANGAN RISMA-WHISNU PADA PILKADA KOTA SURABAYA TAHUN 2015 NYOMAN ELANG BAYU
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n4.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh tim pemenangan Risma-Whisnu pada Pilkada Kota Surabaya. Strategi pemenangan merupakan suatu sistem yang saling berhubungan antara salah satu faktor dengan faktor lainnya yang disusun secara khusus oleh tim pemenangan untu diimplementasikan menggunakan marketing politik. Marketing politik terbagi menjadi 5 tahapan yaitu: produk, promosi, harga, tempat, dan segmentasi dan positioning dari Niffenegger. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis model interaktif dari Huberman dan Miles. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan berjumlah empat orang dari tim pemenangan Risma-Whisnu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi secara umum yang dilakukan oleh partai Demokrasi Indonesia Perjuangan kota Surabaya adalah pertama dengan menurunkan anggota partai yang berada di DPRD, Menurunkan Risma-Whisnu. Kedua memetakan daerah-daerah basis dan bukan basis dari PDIP. Ketiga dengan memasang pamflet, banner, selebaran pada setiap acara yang dihadiri calon ataupun yang dihadiri oleh tim pemenangan. Keempat dengan memasyarakatkan program. Dalam menjalankan strategi marketing politik, tim pemenangan Risma-Whisnu menggunakan 5 tahapan strategi marketing yaitu produk, promosi, harga, tempat, dan segmentasi. Selanjutnya saran dalam penelitian ini yaitu kampanye lanngsung memang bisa mendekatkan kandidat dengan pemilih, serta efektif untuk memenangkan pasangan Risma-Whisnu. Akan tetapi ini tidak bisa selalu dilaksanakan, karena banyaknya keterbatasan. Kata kunci : Strategi Pemenangan, dan Pilkada Abstract The purpose of this study is to know the strategy that used by the winning team of Risma-Whisnu in the Surabaya election. The winning strategy is a system that is interconnected between a factor with other factors which specially prepered by the winning team to implemented using political marketing. Political marketing is divided into 5 stages, they are: product, promotion, price, place, and segmentation and positioning. The theory used in this research is the theory of political marketing of Niffenegger. The approach used in this study is a qualitative research with descriptive research design. Data analysis techniques in this study using an interactive model analysis techniques of Huberman and Miles. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. Informants were fourth member of the winning team. The result of this study indicate strategy in general done by Demokasi Indonesia Perjuangan Party is the first sent down the member of party that is in parlement, sent down Risma-Whisnu. Second map regional the base and not a base of Demokasi Indonesia Perjuangan Party. Third by installing pamphlets, banner, leaflets on each show attend a candidate or attend by winning team. Fourth with promoting program. In running Political marketing is divided into 5 stages, they are: product, promotion, price, place, and segmentation and positioning. Further advice in this study is directly campaign is can close candidate with voters , and effective to win of Risma-Whisnu. But this cannot always undertaken, because the number of limitations. Keywords: Strategy of the Winning, and Regional Election.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue