cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
IMPLEMENTASI PERMENDIKBUD NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG PENUMBUHAN BUDI PEKERTI DI SMP NEGERI 1 TUMPANG KABUPATEN MALANG IKA NUR INDAH SEPTIANI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi Permendikbud No 21 Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif diskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 terdapat tujuh nilai kemanusiaan yaitu internalisasi sikap moral dan spiritual, penanaman nilai kebangsaan dan kebhinekaan, interaksi positif dengan sesama peserta didik, interaksi positif dengan guru dan orang tua, penumbuhan potensi unik dan utuh setiap anak, pemeliharaan lingkungan sekolah, dan pelibatan orang tua dan masyarakat. Dari ketujuh nilai tersebut terdapat kegiatan wajib dan pembiasaan yang implementasinya sudah dilaksanakan dengan baik.Walaupun terdapat perbedaan kegiatan wajib yang seharusnya dilakukan yaitu penumbuhan potensi unik dan utuh setiap anak dengan kegiatan wajib menggunakan 15 menit sebelum pembelajaran untuk membaca buku selain buku mata pelajaran dilakukan dengan kegiatan lain sesuai dengan kebiasaan dan budaya sekolah. Kata kunci : Implementasi, Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 Abstract This research aims to discribe implementation permendikbud no 21 years 2015 .This research using methods qualitative discriptive.This research result indicates that in permendikbud number 21 2015 there are seven value namely internalization humanitarian attitude moral and spiritual , planting anthem and the value of diversity, positive interaction with fellow learners, positive interaction with teachers and parents, unique growth potential and intact every child, maintenance of the school environment, and greater involvement parents and the community. The value of the seventh there are compulsory event and pembiasaan both its implementations been implemented with baik.walaupun there were differences compulsory event that should have carried out is unique growth potential and intact every child with compulsory event using 15 minutes before learning to read books besides book subjects done with other activities according with custom and culture school Keywords: Implementation, The Regulation of the Minister for Education And Culture Number 21 Years 2015
STRATEGI GURU PPKn DALAM MEMBENTUK PERILAKU ETIS PERGAULAN SISWA SESUAI DENGAN NILAI-NILAI PANCASILA DI SMAN 1 KRIAN YULIO RAVIAN FRANDANI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi yang dilakukan guru PPKn dalam mengembangkan perilaku etis pergaulan siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di SMAN 1 Krian serta mendeskripsikan hambatan-hambatan yang dialami ketika menerapkan strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala sekolah/wakasek kesiswaan, guru PPKn, dan siswa. Tempat penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Krian. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi teknik untuk mendapatkan hasil penelitian yang sesuai dengan fokus penelitian. Strategi guru PPKn dalam mengembangkan perilaku etis pergaulan siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila ini dilakukan dengan pengamalan butir-butir nilai Pancasila sebanyak sepuluh butir Pancasila yang mencangkup kelima sila dalam Pancasila. Dalam penerapan strategi-strategi tersebut terdapat hambatan-hambatan yaitu kurangnya kesadaran siswa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, pengaruh lingkungan sosial dan media sosial, kurang kesadaran siswa dalam melaksanakan hak dan kewajiban, serta kurangnya perhatian orang tua dalam mendidik anak-anaknya ketika di rumah. Kata Kunci : strategi guru PPKn, perilaku etis, nilai-nilai Pancasila Abstract The purpose of this study was to describe the strategies that teachers do PPKn in developing socially ethical behavior of students in accordance with the values ​​of Pancasila in SMAN 1 Krian and to describe the barriers experienced when implementing the strategy. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Informants in this study is the principal / vice principal of student, PPKn teachers, and students. Where the research was conducted in SMAN 1 Krian. The data collection technique using structured interviews and observation sheet. Data were analyzed using three stages of data reduction, data presentation, and conclusion. Test the validity of using the technique of triangulation of data sources and triangulation techniques to get the results that correspond to the focus of research. Strategy PPKn teachers in developing socially ethical behavior of students in accordance with the values ​​of Pancasila is done with practice grains as much as ten values ​​of Pancasila Pancasila which covers the five principles of Pancasila. In the application of these strategies are obstacles is the lack of awareness of students in practice the values ​​of Pancasila in daily life, the influence of social environment and social media, lack of awareness of students in exercising its rights and obligations, as well as the lack of attention of parents in educating children -anaknya when at home. Keywords: PPKn teacher strategies, ethical behavior, the values ​​of Pancasila
IMPLEMENTASI BUDAYA DEMOKRASI DALAM KEGIATAN OSIS DI SMPN 1 TARIK KABUPATEN SIDOARJO DIAH PUTRI LESTARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mendeskripsikan implementasi budaya demokrasi dalam kegiatan Organisasi Intra Siswa Sekolah (OSIS) di SMPN 1 Tarik Kabupaten Sidoarjo. Budaya demokrasi merupakan sikap manusia yang menjadi kebiasaan dalam kegiatan sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai demokrasi dimana setiap manusia memiliki hak untuk diberlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya dan mampu menyelesaikan masalah dengan musyawarah. Lokasi penelitian SMPN 1 Tarik Kabupaten Sidoarjo. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam menetapkan informan menggunakan teknik snowball sampling. Data dianalisis dengan teknik pengumpulan data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan keabsahan data. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, dihasilkan sebuah kesimpulan implementasi budaya demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMPN 1 Tarik terlaksana dengan baik dan sudah mencerminkan nilai-nilai demokrasi. yaitu Toleransi yang diterapkan dalam kegiatan rapat, latihan PBB,latihan upacara, dan gladi bersoh latihan upacara, kebebasan mengemukakan pendpat yang diterapkan dalam kegiatan rapat, kebersamaan yang diterapkan dalam kegiatan rapat, latihan PBB, latihan upacara, dan gladi bersih latihan upacara, dan percaya diri yang diterapkan dalam kegiatan rapat, latihan upacara, dan gladi bersih latihan upacara. Kata Kunci: Implementasi, Budaya Demokrasi, Kegiatan OSIS Abstract The purpose of this study was to describe the implementation of a culture of democracy in the activities Intra School Student Organization (OSIS) SMPN 1 Tarik Sidoarjo. Democratic culture is a human attitude becomes a habit in daily activities that reflect the values ​​of democracy in which every human being has the right to apply in accordance with the dignity and status, and is able to resolve the issue with deliberation. This study is a qualitative research with this type of exploration. The research location SMPN 1 Tarik Sidoarjo. Data were collected by using observation, interviews, and documentation. In establishing the informants using snowball sampling technique. Data were analyzed with data collection, data presentation, drawing conclusions, and the validity of the data. Based on the data analysis, produced a conclusion the implementation of democratic culture in the activities of the student council at SMPN 1 Tarik done well and reflects the democratic values ​​that tolerance is applicable in meetings, training United Nations, exercises the ceremony and rehearsal rehearsal ceremony, freedom express opinions that are implemented in the meeting, the togetherness that are implemented in the meeting, the UN practice, practice ceremonies, and rehearsal rehearsal ceremony, and confidence that are implemented in the meeting, a ceremony rehearsal, and rehearsal rehearsal ceremony. It can be seen when the student council activities take place. Keywords: Implementation, Democratic Culture, Activities of OSIS.
PENANAMAN SIKAP SOPAN SANTUN MELALUI KETELADANAN GURU DI SMP NEGERI 1 BUDURAN KABUPATEN SIDOARJO INDRA ZAKARIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penanaman sikap sopan santun melalui keteladanan guru di SMP Negeri 1 Buduran Sidoarjo. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif mengenai cara guru dalam menanamkan sikap sopan santun pada siswa dan siswi di SMP Negeri 1 Buduran kabupaten Sidoarjo. Dalam penelitian ini informan yang diwawancarai adalah guru dari tiap-tiap bidang studi, ketua dan anggota OSIS. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dalam menanamkan sikap sopan santun pada siswa secara langsung yang dilakukan melalui modelling/contoh guru dengan menerapkan budaya 5S (Sopan, Santun, Sapa, Salam, Senyum), memakai seragam lengkap dengan atributnya, dan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia. Sedangkan secara tidak langsung, penanaman sikap sopan santun dilakukan melalui memberikan cerita teladan yang berasal dari kisah nyata, film, dan cerita rakyat. Pengaruh positif dari penanaman sikap sopan santun berupa perubahan perilaku siswa yang terlihat dari kepatuhan menaati aturan sekolah. Kata Kunci : sopan santun, keteladanan Abstract Aim of this research is to descript the embedment of politeness attitude through exemplary of teachers at SMP Negeri 1 Buduran Sidoarjo. This research is done by using qualitative approach about the way of the teachers in embedding politeness attitude to their students at SMP Negeri 1 Buduran Sidoarjo. In this research, the interviewed informants were teachers in each subjects and also chief and member of OSIS. Data obtained in this research is interview and observation. Results of the research indicate that teachers in their effort to embed politeness attitude to their students directly is conducted through modeling/giving example how to practice culture of 5S ((sopan (polite), santun (courtesy), sapa (greet), salam (regard), senyum (smile)), dress their complete uniforms and attributes, and communicate with bahasa Indonesia. While by indirect way, the embedment of politeness attitude is conducted by means of delivering inspirational stories from true stories, movies, and folklores. The positive effect of embedding politeness attitude is the change of students’ attitude in which they obey the rules of school. Keywords: politeness, exemplary.
INTERAKSI WARGA NAHDHATUL ULAMA DAN MUHAMMADIYAH DALAM MENJAGA KERUKUNAN DI DESA MOJOPURO WETAN KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK WIWIK ASFIYAH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan interaksi warga Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah di desa Mojopurowetan kabupaten Gresik terjalin rukun dan harmonis ditinjau dari perspektif interaksi simbolik Blumer serta peran Tokoh Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah dalam menjaga kerukunan ditinjau dari perspektif teori peran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Sumber data diperoleh dari Warga serta Tokoh Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah di desa Mojopuro Wetan. Hasil dari penelitian ini bahwa hal yang mendasari warga Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah di Desa Mojopurowetan Kabupaten Gresik terjalin rukun dan harmonis karena rasa toleransi dan tidak mempersoalkan masalah khilafiyah. Adapun penggunaan simbol dalam ungkapan kata tertentu untuk menyampaikan makna dalam berinteraksi sosial adalah Kata Bacaan basmalah dan surat alfatihah. Adapun simbol-simbol yang berupa tindakan manusia yang syarat makna serta melalui peran para Tokoh Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah dengan menjalin hubungan yang baik dan saling berinteraksi satu sama lain. Kata Kunci: Interaksi, Warga Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah, Kerukunan. Abstract The purpose of of this research is to describe the interaction between Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah people in Mojopurowetan Village of Gresik. They live harmonious looked by perspective Blumer’s symbolic interaction opinion. Beside that the prominent figures from both organizations give big contribution in living harmony. Descriptive qualitative method is used in this research and the data is collected by observation and interview. The data source is got from the citizen and prominent figures from both organizations. The results of this research are the people can live together with harmony in different opinion because they are aware that they cannot live alone without corporation with others. They use symbols and certain idiom to their group in delivering their mean in social interaction, as like Basmallah and al-fatihah and still there are many others. They have good interaction with always keep tolerance each others. Keywords: Interaction, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, harmony.
PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP PERMAINAN TRADISIONAL GOBAG SODOR SEBAGAI SUMBER NILAI KARAKTER YANG DAPAT DITANAMKAN PADA ANAK DI DESA DLANGGU KECAMATAN DLANGGU KABUPATEN MOJOKERTO INGE OCTAVIA SURYONO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PPKn MATERI HAK ASASI MANUSIA (HAM) BAGI SISWA KELAS XI DI SMK NEGERI 12 SURABAYA SHAILLA ILA MENTARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar pada mata pelajaran PPKn materi Hak Asasi Manusia (HAM) bagi siswa kelas XI di SMK Negeri 12 Surabaya. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancang penelitian menggunakan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, dokumentasi dan wawancara. Teknik yang digunakan untuk mengambil sampel adalah random sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 222 siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan internet sebagai sumber belajar pada mata pelajaran PPKn materi Hak Asasi Manusia (HAM) bagi siswa kelas XI di SMK Negeri 12 Surabaya memiliki kriteria baik dengan indikator bentuk pemanfaatan internet sebagai sumber belajar pada mata pelajaran PPKn dengan perolehan skor 736, 8 termasuk dalam kategori baik dan indikator proses pembelajaran PPKn dengan menggunakan internet sebagai sumber belajar dengan perolehan skor 740, 25 termasuk dalam kategori baik. Kata Kunci: Internet, Sumber Belajar, PPKn Abstract The purpose of this research is to describe the utilization of the internet as a source of learning on subjects PPKn chapter of human rights (HAM) for the students of class XI in SMK Negeri Surabaya 12. This research approach is quantitative approach with design research use descriptive. Data collection techniques using question form, documentation and interviews. A technique used to take the sample is random sampling. The sample in this study as many as 222 students. The analysis of the data used in this study is the percentage. The results of this research show that the utilization of the internet as a source of learning on subjects PPKn chapter of Human Rights (HAM) for the students of class XI in SMK Negeri 12 Surabaya has good criteria with the description of the indicator data form of utilization of the internet as a source of learning on subjects PPKn with tally score 736, 8 with categories and indicators of good learning process PPKn by using the internet as a source of learning by obtaining a score of 740, 25 with good category. Keywords: Internet, Learning Resources, PPKn
STRATEGI KIAI DALAM MENANGANI SANTRI YANG MELAKUKAN PELANGGARAN TATA TERTIB  DI PONDOK PESANTREN  AL-MUTAZAM MOJOKERTO MOCHAMMAD LUQMAN HAKIM
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

TRANSFORMASI MAKNA BATIK CIREBON: DALAM PERSPEKTIF POLITIK NEGARA DAN SIMBOL IDENTITAS DARTO WAHIDIN
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

GAYA HIDUP KONSUMTIF MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM UNESA AKIBAT ADANYA ONLINE SHOP JILBAB RISKA NUR DIANA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk gaya hidup konsumtif yang ditunjukkan mahasiswa FISH UNESA dalam berbelanja jilbab secara online dan mengungkap faktor-faktor dominan yang menyebabkan mahasiswa FISH UNESA memilih untuk berbelanja jilbab secara online. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori intensionalitas dari Edmund Husserl dan teori masyarakat konsumsi dari Jean Paul Baudrillard. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis model interaktif dari Huberman dan Miles. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Informan berjumlah delapan mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk gaya hidup konsumtif mahasiswa FISH UNESA dalam berbelanja jilbab secara online meliputi dua nilai yang sangat menonjol yaitu simulakra dan nilai tanda. Faktor-faktor dominan yang menyebabkan pemilihan cara berbelanja jilbab secara online yaitu karena adanya faktor kebutuhan dan faktor prestige, selanjutnya dalam berbelanja jilbab secara online mahasiswa FISH UNESA berperilaku konsumtif karena lebih cenderung mengkonsumsi nilai tanda atau prestige. Hal tersebut membuktikan bahwa konsep intensionalitas bawaan Husserl dan teori masyarakat konsumsi Baudrillard dialami oleh para informan. Mereka dalam memilih cara berbelanja jilbab secara online memiliki intended meaning (makna yang dimaksudkan) kepada suatu objek yang dituju dan dalam kegiatan belanja jilbab secara online banyak mengkonsumsi nilai tanda daripada nilai guna. Selanjutnya saran dalam penelitian ini yaitu diharapkan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai online shop, tidak hanya pada jenis fashion jilbab tetapi juga pada jenis objek lain yang lebih luas. Kata kunci : gaya hidup konsumtif, mahasiswi FISH UNESA, online shop jilbab Abstract The purpose of this study was to reveal the shape of a consumptive lifestyle that is shown by the FISH UNESA students when buying a jilbab by online and uncover the dominant factors that cause FISH UNESA students choose to buying a jilbab by online. The theory used in this research is the theory of intentionality of Edmund Husserl and consumption society theory of Jean Paul Baudrillard. The approach used in this study is a qualitative research with phenomenological research design. Data analysis techniques in this study using an interactive model analysis techniques of Huberman and Miles. Data collection techniques using observation and interviews. Informants were eight students. The results of this study indicate that the shape of consumer lifestyle UNESA FISH students when buying a jilbab by online covers two very prominent value, it is simulakra and the value of the mark. The dominant factors that cause to buying a jilbab by online is because of need factors and prestige factor, than FISH UNESA students when by a jilbab by online behave consumtive as more likely to consume the value of the mark or prestige. It is proved that the concept of innate intentionality Husserl and society theory Baudrillard consumption experienced by the informants. They choose to buy a jilbab by online had intended meaning (intended meaning) to a target object and the buying a jilbab by online activities consume a lot of value rather than use value mark. Further advice in this study is expected to do further research on the online shop, not only on the type of jilbab fashion but also on other object types broader. Keywords: consumer lifestyle, student FISH UNESA, jilbab online shop

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue