cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KETELADANAN GURU PKn TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 SUKODADI LAMONGAN PUTRI KARTIKA SURI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang keteladanan guru PKn terhadap motivasi belajar siswa SMA Negeri 1 Sukodadi Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan korelasi yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Sample yang digunakan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan probability sampling dengan teknik Proportionate stratified random sampling dimana cara mengambil sampel dengan memperhatikan strata (tingkatan) di dalam populasi. Subyek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X dan XI SMA Negeri 1 Sukodadi Lamongan di mana populasinya berjumlah 506 siswa namun dengan menggunakan rumus slovin maka sampelnya menjadi 84 siswa dimana terbagi atas kelas X dan XI. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner atau angket untuk mengumpulkan data persepsi siswa tentang keteladanan guru PKn terhadap motivasi belajar siswa. Dalam teknik analisis data menggunakan rumus korelasi product moment.Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh antara persepsi siswa tentang keteladanan guru PKn terhadap motivasi belajar siswa. adapun koefisien korelasi adalah variabel x atau varibel terikat adalah persepsi siswa tentang keteladanan guru PKN dan variabel y atau variabel bebasnya adalah motivasi belajar siswa. Dari teknik analisis data diperoleh koefisien korelasi rhitung sebesar 0,396 dan diketahui rtabel pada taraf signifikan 1% (0,01) sebesar 0,278 artinya rhitung> rtabel,, maka Ha di terima dan Ho ditolak. Jadi terdapat pengaruh antara persepsi siswa tentang keteladanan guru PKn terhadap motivasi belajar siswa SMA Negeri 1 Sukodadi Lamongan dimana distribusinya pengaruhnya sebesar 15,37 % sedangkan yang 83,73 % motivasi belajar siswa dipengaruhi faktor yang lain. Kata Kunci: persepsi siswa, keteladanan guru pkn, motivasi belajar siswa Abstract The purpose of this study is to describe the influence student’s perceptions about the exemplary civics student teacher against student motivation state senior high school 1 sukodadi lamongan. This research is a correlation design using a quantitative approach. Samples used in this research were selected using probability sampling with a sampling technique by Proportionate stratified random sampling where taking samples by observing the levels in the population. Subjects in this research are students of class X and XI Senior High School 1 Sukodadi Lamongan where a population of 506 students, but by using the formula slovin then sampled to 84 students which is divided into classes X and XI.Technique the data in this research uses the method the questionnaire or chief to collect the perception of students about exemplary civic teacher to the motivation to study students. In engineering data analysis using formulas correlation product moment.This research result indicates is the between perception students about exemplary civic teacher to the motivation to study students. As for the correlation coefficient is variable x or varibel bound is perception students about exemplary civic teachers and variable y or variable free is the motivation to study students. Of engineering data analysis obtained a correlation coefficient rhitung of 0,396 and was detected rtabel the first significant 1 % ( 0.01 ) as much as 0,278 it means rhitung and rtabel, then ha received and ho rejected .So is the between perception students about exemplary civic teachers to the motivation to study high school students land 1 sukodadi lamongan where the distribution of goods impact by 15,37 % while the 83,73 % the motivation to study students influenced factors that other . Keywords: perceptions students, exemplary civics teacher, students motivation
FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG SISWA SMA AL-ISLAM KRIAN MEMBOLOS SEKOLAH NASRIA IKA NITASARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mendorong perilaku membolos sekolah pada siswa SMA Al-Islam Krian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan design penelitian survei. Populasi penelitian ini adalah 93 siswa kelas XI yang berperilaku membolos sekolah di SMA Al-Islam Krian. Peneliti menggunakan teknik sampling jenuh yaitu mempergunakan semua populasi sebagai sampel penelitian yaitu 93 siswa. Untuk memperoleh data yang ada di lapangan maka teknik pengumpulan data berupa kuesioner dengan menggunakan instrumen berupa angket, serta menggunakan teknik analisis data berupa teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan langkah-langkah editting data, coding, pemberian skor, membuat tabulasi, dan mengolah data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mendorong siswa SMA Al-Islam Krian membolos sekolah ada dua yaitu faktor internal dan eksternal. Pada faktor internal, faktor yang mendorong siswa membolos adalah siswa yang merasa mempunyai kemampuan individu yang rendah yaitu sebanyak 63 siswa dengan prosentase 67,7% dan siswa yang merasa mempunyai motivasi rendah dalam belajar di sekolah yaitu sebanyak 46 siswa dengan prosentase 49,4%. Pada faktor eksternal, faktor yang mendorong siswa membolos sekolah adalah siswa yang merasa kurang nyaman dengan keadaan keluarganya yaitu sebanyak 26 siswa dengan prosentase 27,9%, siswa yang merasa sikap orangtua yang membuat anak tidak nyaman yaitu sebanyak 66 siswa dengan prosentase 70,9%, siswa yang merasa kurang nyaman dengan situasi dan kondisi di sekolahnya yaitu sebanyak 62 siswa dengan prosentase 66,6%, dan siswa yang merasa dirinya mudah terpengaruh dengan teman-temannya di sekolah yaitu sebanyak 77 siswa dengan prosentase 82,7%. Kata Kunci: Faktor-faktor, perilaku membolos sekolah Abstract The purpose of this study was to describe the factors that drive the behavior of high school students skipped school on SMA Al-Islam Krian. This study used quantitative research methods descriptive survey research design. The study population was 93 students of class XI who behave skipped school in SMA Al-Islam Krian. Researchers using saturation sampling technique which uses all of the population as a research sample that is 93 students. To obtain the data in the field data collection techniques such as questionnaires using questionnaire instrument, and using data analysis techniques such as quantitative descriptive analysis technique to editting steps of data, coding, scoring, making tabulation and processing data. The results of this study indicate that the factors that encourage high school students skip school of Al-Islam Krian there are two kinds of internal and external factors. On internal factors, factors that encourage student is truant students who feel have the ability of individuals low as is 63 students with a percentage of 67.7% and students who feel to have low motivation in learning in school with 46 students with a percentage of 49.4%. On external factors, factors that encourage students to school are students who feel less comfortable with the state of his family as much as 26 with a percentage of 27,9%. Students who feel the attitude of parents are making the child uncomfortable that as many as 66 students with a percentage of 70,9%. Students who feel less comfortable with the situation and conditions in their schools as many as 62 students with a percentage of 66,6%. Students who feel they are easily influenced by their friends in school, that as many as 77 students with a percentage of 82,7%. Keywords: factors, school truant behavior
STRATEGI TAMAN BUDAYA JAWA TIMUR DALAM MENANAMKAN KARAKTER NASIONALISME (CINTA SENI DAN BUDAYA DAERAH) PADA MASYARAKAT KOTA SURABAYA THERESIA HILTRAUD KURNIA SIMANJUNTAK
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang strategi yang dilakukan Taman Budaya Jawa Timur dalam menanamkan karakter cinta seni dan budaya daerah. Lokasi penelitian di Taman Budaya Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari pengelola TBJT, pelatih sanggar, salah seorang penjual yang cukup lama di TBJT, dan salah seorang wali murid sanggar “Irgan”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi-strategi yang dilakukan Taman Budaya Jawa Timur dalam menanamkan karakter cinta seni dan budaya daerah berperan cukup aktif, diantaranya: (1) gelar seni budaya daerah(GSBD); (2) kegiatan umum (kegiatan diluar pergelaran yang terjadwal) seperti thalia music club; kemudian (3) pelatihan sanggar; (4) temu seniman, workshop, lokakarya, seminar; (5) kunjungan bus “sampoerna”; (6) spanduk; dan (7) kalender acara. Kata Kunci: strategi Taman Budaya Jawa Timur, mencintai seni dan budaya daerah. Abstract The purpose of this research is have a description about the strategy took by Taman Budaya Jawa Timur in infuse character love of the fine arts and local culture. Research sites at Taman Budaya Jawa Timur. This research used a qualitative approach, data were collected by using observation, deep interview, and documentation. Informants the research is TBJT management, coach studios, one seller that a long day at TBJT, and one of the students “Irgan” studios. Data were collected by using observation, interview, and documentation. The result of the research indicate that the strategies TBJT to infuse character love of the fine arts and local culture with had a role quite active, including degree (1) the art of local culture (GSBD); (2) the general activity (activity out who a schedule) like a thalia music club; (3) then training studio; (4) common ground artist, workshop, seminars; (5) visits bus of “sampoerna”; (6) banners; and (7) event of calendar. Keywords: strategy of Taman Budaya Jawa Timur, love of art and local culture.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA POWER POINT INTERAKTIF MATERI TATA URUTAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN NASIONAL KELAS VIIID SMPN 1 JABON SITI KUDSIYAH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan multimedia power point interaktif materi tata urutan peraturan perundang-undangan nasional bagi siswa kelas VIID SMPN1 Jabon; (2) mendeskripsikan kelayakan multimedia power point interaktif yang telah dikembangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan prosedur pengembangan yang dikemukakan Sadiman, dkk (2010) yang terdiri atas 2 tahap, yaitu: (1) tahap pendahuluan, dan (2) tahap pengembangan. Teknik pengumpulan data melalui angket, observasi, dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan kelayakan multimedia power pointinteraktif berdasarkan aspek kevalidan, keefektifan dan kepraktisan, antara lain: (1) multimedia power pointinteraktif valid digunakan sebagai media pembelajaran berdasarkan hasil validasi ahli yang memperoleh rata-rata 87.5% dengan kategori “sangat layak”; (2) multimedia power pointinteraktifefektif digunakan sebagai media pembelajaran berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa yang memperoleh rata-rata 85.78% dengan kategori “sangat layak” dan memperoleh nilai ketuntasan klasikal sebesar 80%; (3) multimedia power pointinteraktifpraktis digunakan sebagai media pembelajaran berdasarkan hasil validasi ahli yang memperoleh rata-rata 87.5% dengan kategori “sangat layak” dan angket respon siswa yang memperoleh rata-rata 86.67% dengan kategori “sangat layak”. Kata Kunci: multimedia interaktif, PPKn, power point. Abstract The purpose of this research are producepower pointinteractive multimedia subject hierarchie of national law and regulation for grade VIIID in public junior high school of Jabon and decrcribe the feasibility of power point interactive multimedia has been developed. This research approach used is Research and Development (R&D) with the development procedure proposed by Sadiman and his friends that consisted of two phases are preliminary phase, and development phase. Data obtainedfrom questionnaires, observation, and tests. The result of this research demonstrate the feasibility of power point interactive multimedia based aspects of validity, effectivity, and practically, including: (1) power point interactive multimedia is valid used as medium of learning based on the result of validation specialists who earn an everage of 87.5% categorized as “very feasible”; 2) power point interactive multimedia is effective used as medium of learning based on the result of observation student activitiy who earn an everage of 85.78% categorized as “very feasible” and obtain the value of classical completeness 80%; (3) power point interactive multimedia is practice used as medium of learning based on the result of validation specialists who earn an average 87.5% categorized as “very feasible”, and student questionnaire responses who earn an everage of 86.67 % categorized as “very feasible” Keywords:interactive multimedia, civic education, power point.
PRAKTIK PLURALISME AGAMA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN LIDIANA RAHMAYANTI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan praktik pluralisme agama di desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Informan penelitian berjumlah tujuh orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah teori konflik yang dikemukakan oleh Stonner dan Freman yang intinya konflik itu dibagi menjadi dua bagian yaitu, pandangan tradisional (old view) dan pandangan modern (current view). Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktik pluralisme agama di desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan terbentuk atas habitus. Pertama, kebiasaan hidup bertoleransi dengan bersedia menerima perbedaan satu sama lain. Kedua, kebiasaan kerjasama. Ketiga, saling menghormati dan memberikan hak menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Dan keempat tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. Kata Kunci: Praktik, Pluralisme Agama Abstract The purpose of this research to describe of practices pluralism religion in the village Balun District Turi Lamongan. This study adopted qualitative approaches with the design research study cases. Research informant totaled seven person. Data collection techniques used is indepth interview, observation, and documentation. As for the validity technique of the data used source and technique triangulation. A theory that used is theory of conflict by Stonner and Freman which conflict divided into two parts those are traditional view and modern view. The result of the research indicated that the tolerans life habbits religion in the village Balun District Turi Lamongan formed by habitus. First, surviving customs tolerans with willing to receive the different of one another. Second, cooperation habbits. Third, mutual respect and giving right religious ritual in accordance with religion and trust each. And fourth, not forcing a religion and trust to others. Keywords: Practices, Pluralism Religion
STUDY KOMPARATIF SIKAP CINTA TANAH AIR SISWA YANG MENGIKUTI DAN TIDAK MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PASKIBRA DI MAN 2 GRESIK LAILY KHOIRIYATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan perbedaan sikap cinta tanah air siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra di MAN 2 Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparasi. Pengumpulan dan dilakukan dengan cara menyebarkan angket yang disebarkan ke 82 siswa yang terdiri dari 41 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dan 41 siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dan wawancara yang dilakukan kepada pembina ekstrakurikuler Paskibra, guru PPKn dan siswa. Teknik analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sikap cinta tanah air siswa yang mengikuti dengan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra. Hal ini ditunjukkan dengan hasil analisis statistik data hasil siswa dengan menggunakan uji t yang menunjukkan bahwa dengan tingkat kesalahan (0,05) diperoleh thitung lebih besar dari ttabel dengan hasil thitung (6,72) > ttabel (1,99). Sikap cinta tanah air siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra mendapatkan rata-rata skor sebesar 144,996 yang merupakan dalam kategori sangat baik, sedangkan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra mendapatkan rata-rata skor sebesar 124,71 yang berada pada kategori baik. Kata Kunci : Cinta Tanah Air, Paskibra, Ekstrakurikuler Abstract The purpose of this study was to reveal the difference patriotism attitude among students who participated and did not take part in Paskibra extracurricular activities in MAN 2 Gresik. This research used a quantitative approach comparisons. Data collection is done by questionnaire that was taken from 82 students consisting of 41 students who participated Paskibra extracurricular activities and 41 students who did not take part in Paskibra extracurricular activities also interviewed to the builder of Paskibra extracurricular activities and Civics teacher. The analysis used t test. The results showed that there were the difference patriotism attitude of students who participated and did not take part in Paskibra extracurricular activities. This was indicated by the statistical analysis results of student results data using the t test showed that the error rate (0.05) obtained t count was greater than t table with the results of tcount (6.72)> t table (1.99). The patriotism attitude of students who participated Paskibra extracurricular activities obtained average score 144,996 that was very good criteria while the patriotism attitude of students who did not take part in Paskibra extracurricular activities obtained average score 124,71 that was good criteria. Keywords: Patriotism, Paskibra, Extracurricular
INDEPENDENSI ANGGOTA PENGAWAS PEMILU DALAM PILKADA TAHUN 2015 DI KABUPATEN SIDOARJO LUSI KARTIKA PUTRI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat independensi anggota pengawas pemilu dalam Pilkada Tahun 2015 di Kabupaten Sidoarjo. Independensi anggota pengawas pemilu yaitu suatu keadaan atau posisi dimana anggota pengawas pemilu mulai dari panitia pengawas pemilu kecamatan, pengawas pemilu lapangan (PPL) serta pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) tidak terikat dan bebas dari tekanan pihak manapun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian expost facto dengan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan angket kepada anggota pengawas pemilu serta kepada anggota partai politik pendukung pasangan calon Pada pilkada kabupaten Sidoarjo serta dokumentasi dari pengawas pemilu terkait gambar dalam pelaksanaan tugas. Uji Instrumen yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan untuk teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan stastik desriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi anggota pengawas pemilu dalam pilkada tahun 2015 di Kabupaten Sidoarjo termasuk dalam kategori tingkat Independensi tinggi hal tersebut dapat dilihat bahwa sebanyak 71,9% respoden pengawas pemilu memiliki kategori tinggi, 28,1% termasuk kategori sedang sedangkan menurut perspektif partai politik tingkat Independensinya anggota pengawas pemilu yaitu sebanyak 68% termasuk dalam kategori tinggi dan sebanyak 32% termasuk dalam kategori sedang, hal tersebut dapat dilihat dari masing-masing sub variabel yang pertama sub variabel Independensi dalam fakta, Independensi dalam Penampilan, dan Independensi dalam Kompetensi yang terdapat dalam masing-masing angket. Kata Kunci : Independensi, Pengawas Pemilu, Pilkada Abstract Purpose of this study is to find the independence a member of election supervisory in the election 2015 in Sidoarjo. Independence a member of election supervisory which is a state or position where the members of a election supervisory start from the committee supervisory district, Election supervisory field and supervisory the election supervisory polling stations not bound and freedom from distress any party. This research using the kind of research expost facto with the approach research quantitative descriptive. The Data collection was carried out by means of spreading the survey to members election supervision and to a member of political party supporters candidate couple in the election and district sidoarjo documentation of election supervisory associated picture in implementation of the tasks.The instrument done in this research using the validity and reliability, the analysis techniques data in this research using stastik desriptive. The research results show that independence a member of general election supervisory in the election 2015 in Sidoarjo included in the national independence of high this can be seen that as much as 71,9% respoden election supervisory having category high, 28,1% including medium category while from the perspective of a political party level it’s independence a member of election supervisory with 68% included in a category high and 32% included in medium category, This can be seen of each sub variable the first sub variable independence of in the faces, independence of in appearance and then independence of competence which is in each chief. Keywords: Independence, Election Supervisory, Election
KONSTRUKSI ORANG TUA TERHADAP GAYA BERBUSANA ANAK-ANAK DI DESA TENGGONG KECAMATAN REJOTANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG MIFTAHUL KHAIRIYAH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konstruksi orang tua terhadap gaya berbusana anak-anak dan mengungkap faktor-faktor dominan yang mempengaruhi orang tua dalam pemilihan gaya busana anak-anak di Desa Tenggong Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Penelitian ini mengambil lima informan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dan wawancara. Teori yang digunakan sebagai analisis adalah teori konstruksi Peter L. Berger. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gaya berbusana anak-anak dipahami orang tua sebagai bentuk cerminan diri orang tuanya melalui apa yang ditampilkan oleh anaknya. Penampilan anak dalam masyarakat akan mengetahui latar belakang pekerjaan orang tuanya dan status sosial keluarganya, meski demikian alasan sopan jika dipandang orang lain tetap mendominasi dalam pertimbangan orang tua dalam memilih busana untuk anaknya dan faktor-faktor dominan yang mempengaruhi orang tua dalam memilih gaya busana anaknya adalah memilih gaya berbusana sesuai dengan tingkat harga dan memilih gaya berbusana sesuai dengan pengaruh lingkungan. Kata Kunci : Konstruksi orang tua, gaya berbusana anak Abstract The purpose of this research is to describe construction parents to style dressing children and discover dominant factors affecting the parents an election to style fashion children in the village Tenggong Rejotangan District Tulungagung Regency. This study adopted qualitative approaches with the design research phenomenology. This research took five informants with using a technique snowball sampling. Technique data collection used observation and interview . A theory that uses analysis is a theory of construction Peter l .Berger. This research result indicates that style dressing children understood parents as a form of the reflective self their parents through that which is displayed by his son. The children style in community will know to background the work of his parents and social status his family, however reason polite if seen the other guy stayed dominated in consideration of older people in choose. Keyword : Construction the parents, Children style.
HUBUNGAN KEGIATAN EKSTRAKULIKULER LATIHAN DASAR MILITER (KEWIRAAN) DENGAN SIKAP NASIONALISME SISWA DI SMA PANCA MARGA 1 LAMONGAN AHMAT SUGIANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan kegiatan ekstrakulikuler latihan dasar militer (kewiraan) dengan sikap nasionalisme siswa. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori belajar Sosial Observasional menurut Albert Bandura. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode korelasi. Lokasi penelitian di SMA Panca Marga 1 Lamongan. Populasi penelitian ini sebanyak 42 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rumus Korelasi Product Moment. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kegiatan ekstrakulikuler latihan dasar militer (kewiraan) dengan sikap nasionalisme siswa sebesar 0.419. Hubungan tersebut tergolong hubungan yang sedang dan arah hubungan yang positif karena nilai r yang dihasilkan positif. Jadi, dapat disimpulkan semakin siswa aktif mengikuti kegiatan ekstrakulikuler latihan dasar militer (kewiraan), maka semakin tinggi pula sikap nasionalisme yang dimiliki siswa. Sikap nasionalisme siswa yang mengikuti ekstrakulikuler latihan dasar militer (kewiraan) di SMA Panca Marga 1 Lamongan adalah mengikuti upacara bendera dengan hikmad, belajar dengan sungguh-sungguh, solidaritas dan kesetiakawanan terhadap semua teman dan semangat berkorban dengan mendahulukan kepentingan sekolah daripada kepentingan pribadi. Kata Kunci: kegiatan ekstrakulikuler, Latihan Dasar Militer (kewiraan), sikap nasionalisme. Abstract Purpose this research to determine the relationship is there any extra-curricular activities basic military training (manliness) with nationalism students. This research analyzed using observational social learning theory by Albert Bandura. This research approach is quantitative correlation method. Location of the research in the high school of Panca Marga 1 Lamongan. The population of this research as many as 42 people. Data is collected by using questionnaires and documentation. Data analysis techniques using Product Moment Correlation formula. Based on the data analysis in this research shows there is a positive and significant relationship between extracurricular activities basic military training (manliness) with nationalism students for 0419. The relationship was classified relationship and the direction is a positive relationship because the value r generated positive. Thus, it can be concluded getting students actively participating in extracurricular activities basic military training (manliness), the higher the nationalistic attitude of the students. Nationalism of students who take extracurricular basic military training (manliness) in the high school of Panca Marga 1 Lamongan is following the flag ceremony with wisdom, studying in earnest, solidarity and solidarity towards all the friends and the spirit of sacrifice by putting the interests of the school rather than personal interests. Keywords: extracurricular activities, Basic Military Training (manliness), attitude nationalism
PERGESERAN NILAI SOSIAL DI DESA NGORO KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO PASCA BERDIRINYA NGORO INDUSTRI PERSADA SOFIA KARTIKA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan nilai-nilai sosial yang berkembang di Desa Ngoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto pasca berdirinya Ngoro Industri Persada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Pemilihan informan menggunakan snowball sampling dengan jumlah informan tujuh orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik keabsahan data yang digunakan triangulasi sumber dan teknik. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah teori evolusi sosial Emile Durkheim yang menjelaskan mengenai pembagian kerja dan perubahan solidaritas mekanik menjadi solidaritas organik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk nilai sosial yang muncul dan berkembang yaitu nilai material meliputi nilai kepastian, nilai ekonomis, nilai konsumtif, dan nilai kebebasan. Nilai vital yang meliputi nilai individual, nilai keilmuan, dan nilai pamrih serta nilai kerohanian meliputi nilai kebenaran. Nilai sosial tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Desa Ngoro telah memasuki tatanan masyarakat dengan tipe solidaritas organik yang identik dengan masyarakat modern pasca berdirinya Ngoro Industri Persada. Kata kunci: nilai sosial, masyarakat, Ngoro Industri Persada Abstract The purpose of this research to describe the social values that develops in the Ngoro village, Ngoro District, Mojokerto Regency after the establishment of Ngoro Industry Persada. This study adopted qualitative approaches with the design research phenomenology. Election informants using snowball sampling with amount of informants is seven person. Technique data collection used in-depth interviews, observation, and documentation. As for the validity technique of data used triangulation sources and technique. A theory that used analysis is theory of evolution social Emile Durkheim to describe the distribution of work and change solidarity mechanical into solidarity organic. The result of this research showing that social values to arise and developing is material value include the value of certainly, economic value, consumption value, and freedom value. The vital value include the value of individual, scientific value, and profit value, and than spirituality value include the value of the truth. Social values indicates the village community Ngoro has entered order the community with type solidarity organic identical with modern society after the establishment of Ngoro Industry Persada. Keyword : social value, the comunity, Ngoro Industry Persada

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue