cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN CIVIC VIRTUE DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN NUR HIDAYATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang civic virtue yang berkembang di desa Balun dan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan civic virtue di desa Balun kecamatan Turi kabupaten Lamongan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori NeoRepublikan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini di desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa civic virtue yang berkembang di desa Balun antara lain kepedulian terhadap masyarakat yang tinggi karena faktor kekeluargaan yang dimiliki oleh masyarakat, toleransi terhadap keberagaman sangat dijunjung tinggi, warga yang beragama minoritas memiliki hak yang sama dalam mengambil keputusan dan partisipasi politik masyarakat sangat tinggi dilihat dari tingkat kehadiran masyarakat desa Balun ketika melaksanakan pemilu. Civic virtue di desa Balun berkembang dengan baik karena keterlibatan masyarakat yang terjun langsung dalam berbagai macam kegiatan seperti kegiatan keagamaan Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Komposisi Kewarganegaraan, Civic Virtue Abstract The purpose of this study is to describe about civic virtue that develops in the Balun village, Turi, Lamongan and community involvement in the development of civic virtue in the Balun village, Turi, Lamongan. The theory used in this research is NeoRepublikan. Research method used is descriptive qualitative. The data collection techniques are observation, in depth interview, and documentation. The location of this research in the Balun village, Turi, Lamongan. The results of this study indicate that the civic virtue that develops in the Balun village include people who have high care of society because of the kinship that is owned by the community, tolerance of diversity is highly valued, citizens who are minorities have equal rights in decision-making and political participation of society seen from the very high attendance levels balun village when the conduct of elections. Civic virtue in the Balun village develop properly because of the involvement of people directly involved in various activities such as religious activities. Keywords: Society Participation, Composition Citizenship, Civic Virtue
HEGEMONI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI SUMBER NILAI KARAKTER MASYARAKAT DESA TAMBAK SUMUR KECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO HIMMATUS SAADAH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Fenomena krisis identitas budaya yang dewasa ini terjadi di Indonesia yang ditandai maraknya budaya asing yang kurang sesuai dengan budaya asli bangsa. Eksistensi budaya lokal merupakan unsur yang integral dan potensial dalam membangun budaya bangsa, budaya lokal mengandung nilai-nilai atau karakter tertentu yang mencerminkan jati diri masing-masing daerah sehingga masyarakat perlu memahami dan menyadari pentingnya menjaga kelestarian budaya kearifan lokal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai karakter dalam kearifan lokal desa Tambak Sumur dan bentuk hegemoni kearifan lokal sebagai sumber nilai karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk deskriptif dan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi.Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara mendalam dan wawancara partisipan serta dokumentasi. Wawancara mendalam diajukan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala desa, perangkat desa, warga desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal desa Tambak Sumur yaitu Megengan, Suroan, Haul, dan Mauludan mempunyai nilai nilai karakter yaitu peduli, syukur dan kesalehan, Bentuk-bentuk hegemoni kearifan lokal Tambak Sumur melalui pola hegemoni moral dan intelektual. Hegemoni intelektual berkaitan dengan pengetahuan tentang nilai-nilai kearifan lokal masyarakat yang semakin besar dan mempengaruhi cara pandang masyarakat yang semula biasa-biasa saja menjadi sangat peduli dengan kearifan lokal dan hegemoni moral menjadikan masyarakat menginternalisasi nilai-nilai kearifan lokal, hal ini terkait dengan menginternalisasi nilai-nilai melalui kegiatan-kegiatan desa Kata Kunci: Hegemoni, Kearifan Lokal, karakter
STRATEGI KOMISI PEMILIHAN UMUM RAYA DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM RAYA SERENTAK DI FIS UNESA TAHUN 2015 LENSI MEGAH RETTA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi apa saja yang digunakan oleh Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) Ormawa FIS Unesa dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum Raya (Pemira) Ormawa FIS Unesa secara serentak tahun 2015 sehingga dapat berjalan lancar dan sukses. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif karena tidak untuk menguji suatu hipotesis tetapi hanya menggambarkan dan mendeskripsikan hasil penelitian. Informan penelitian adalah anggota KPUR FIS Unesa tahun 2015 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Wawancara didasarkan pada instrumen penelitian yaitu pedoman wawancara. Setelah data terkumpul, kemudian diolah dengan mereduksi data, menyajikan data, kemudian menarik kesimpulan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 (empat) strategi yang digunakan oleh KPUR dalam penyelenggaraan Pemira FIS secara serentak tahun 2015. Strategi-strategi yang digunakan diantaranya adalah : (1) ketetapan-ketetapan pemira; (2) memperketat keamanan selama pemira berlangsung; (3) pengamanan ekstra terhadap kotak suara; dan (4) penghitungan suara secara terbatas. Strategi tersebut menunjukkan bahwa KPUR FIS Unesa menggunakan model strategi protektif dari Wechsler dan Backoff (W-B) karena kapasitas organisasi KPUR terbatas yaitu pada jumlah dan waktu penyelenggaraan Pemira. Berdasarkan model Rubin, strategi yang digunakan KPUR FIS merupakan strategi venture (SV) karena terdapat dimensi waktu pendek dimana KPUR memiliki waktu singkat untuk mempersiapkan Pemira. Kata Kunci: Strategi KPUR, penyelenggaraan Pemira.
STRATEGI GURU PPKn DALAM MENUMBUHKAN SIKAP SIAP KERJA PADA SISWA DENGAN MASA PROGRAM PENDIDIKAN EMPAT TAHUN RIZKI DWI AYU CITRA MAWACHDA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Guru PPKn dalam menumbuhkan sikap siap kerja pada siswa dan faktor pendorong dan penghambat Guru PPKn dalam menumbuhkan sikap siap kerja pada siswa SMKN 5 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 5 Surabaya . Subjek penelitian terdiri dari tiga guru PPKn, tiga siswa kelas XI. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini dalam menumbuhkan sikap siap kerja di SMKN 5 Surabaya yaitu guru PPKn memberikan motivasi kepada peserta didik dalam menyiapkan keterampilan dirinya setelah lulus, sehingga siswa SMKN 5 Surabaya mempunyai semangat dan siap untuk bersaing dalam dunia kerja. Selain itu, guru PPKn di SMKN 5 Surabaya memiliki strategi lain dalam menumbuhkan sikap siap kerja antara lain menerapkan kompetensi inti dua yakni sikap sosial meliputi sikap tanggung jawab, kreatif, kerja keras, jujur, disiplin, mandiri, komunikatif, peduli. Faktor pendorong Guru PPKn dalam menumbuhkan sikap siap kerja pada siswa adalah Memberikan motivasi pada siswa, menyediakan lapangan kerja yang memadai, perekrutan tenaga kerja yang banyak. Dan adapun faktor penghambat dalam Menumbuhkan Sikap Siap Kerja Pada Peserta Didik adalah muncul rasa malas, dari lingkungan keluarga yang tidak mendukung, dari lingkungan pergaulan (berteman tanpa memikirkan masa depan). Kata kunci : Pendidikan Kewarganegaraan, Pembentukan sikap siap kerja
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER PERCAYA DIRI DAN TANGGUNG JAWAB SISWA DI SLB CENDEKIA KABUH-JOMBANG ERIKA WIDYA ROHMATRISMAYSI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan karakter percaya diri dan tanggung jawab siswa di SMPLB Cendekia Kabuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan penelitian terdiri tiga guru kelas, kepala sekolah, dan guru bimbingan konseling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan, untuk teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru dalam mengembangkan karakter percaya diri dan tanggung jawab siswa SMPLB Cendekia Kabuh, yaitu melalui program akademik menggunakan metode ceramah dan tanya jawab bagi siswa tunarungu dan menggunakan metode kombinasi pembelajaran konseptual dengan materi pengetahuan dasar bagi tunagrahita. Memberikan ketrampilan melalui program vokasional menggunakan metode drill bagi siswa tunagrahita. Mengikutkan mereka dalam setiap kegiatan melalui program pengembangan diri. Memberikan layanan bimbingan konseling, berupa terapi bimbingan karier dan pengembangan bakat melalui vokasional bagi tunarungu, untuk tunagrahita diberikan terapi bina diri dan interaksi personal. Hambatan yang dihadapi berupa masalah komunikasi, sikap hiperaktif siswa tunagrahita, dan kurangnya dukungan serta partisipasi beberapa orangtua dalam kegiatan tertentu. Adapun solusinya, yaitu pendampingan saat pembelajaran di kelas dan kegiatan di luar kelas. Bina bunyi dan irama (BKBPI), dilatih membaca gerakan bibir, dan pelatihan bina diri selfcare dan bersosialisasi. Menggunakan strategi direct instruction, demonstrasi, dan modelling. Menggunakan strategi peer tutorial dengan membentuk rombongan belajar (rombel) dalam satu kelas berisi 2-3 rombel. Kata Kunci: Strategi, Karakter, Percaya Diri, Tanggung Jawab.
PENGARUH SISTEM FULL DAY SCHOOL TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL SISWA DI SMP AL-FALAH DELTA SARI SIDOARJO LAILATUS SHOLICHA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh sistem full day school terhadap perkembangan sosial siswa di SMP Al- Falah Delta Sari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu kuantitatif korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Al-Falah Delta Sari. Populasi dalam penelitian berjumlah 544 siswa. Penentuan sampel penelitian menggunakan ukuran sampel sehingga berjumlah 98 responden. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket,wawancara dan pengamatan. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan rumus korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perkembangan sosial siswa di SMP AL-Falah Delta Sari mayoritas mempunyai perkembangan sosial positif. 2) pada hasil uji statistic korelasi Spearman dengan perolehan nilai 0,025 menunjukkan bahwa adanya pengaruh sistem full day school terhadap perkembangan sosial siswa berhubungan lemah,karena pada usia remaja awal lebih dipengaruhi teman sebaya. Out put tetap postif karena ada dukungan dari keluarga serta teman sebaya. Kata Kunci:Sistem full day school, perkembangan sosial, remaja.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA DI SMP NEGERI 2 SIDOARJO RIZA LAILUL MAGHFIROH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku prososial siswa di SMP Negeri 2 Sidoarjo. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan perilaku prososial siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Sidoarjo sebanyak 90 orang dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket kecerdasan emosional dan angket perilaku prososial. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi product moment dengan angka kasar dari Pearson. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rhitung sebesar 0,437 dengan p pada taraf signifikansi 5% = 0,207 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan perilaku prososial. Artinya semakin tinggi nilai variabel kecerdasan emosional, semakin tinggi pula nilai variabel perilaku prososial. Hasil analisis data tersebut dipertegas oleh teori dari Taylor dkk. (1997:351) yang menyebutkan bahwa kecerdasan emosional tinggi khususnya empati dapat meningkatkan perilaku prososial, dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku prososial diperkuat dengan nilai koefisien determinasi (r2) sebesar 0,1909. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel kecerdasan emosional memberikan sumbangan efektif sebesar 19,09% terhadap vaiabel perilaku prososial, dan sisanya sebesar 80,91% disebabkan oleh sumbangan dari faktor-faktor lain. Kata Kunci: Kecerdasan emosional, perilaku prososial.
PEMBENTUKAN BUDAYA DISIPLIN MELALUI PROGRAM PENEGAK DISIPLIN SEKOLAH DI SMAN 1 PORONG KABUPATEN SIDOARJO MUHAMMAD SYAIFUDDIN
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pembentukan budaya disiplin sekolah dalam menegakkan kedisiplinan siswa di SMAN 1 Porong. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran mixed method eksplanatoris sekuensial yaitu pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan wawancara. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan teknik persentase untuk data kuantitatif dan teknik triangulasi untuk data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan budaya disiplin di SMAN 1 Porong diupayakan melalui pengondisian lingkungan disiplin dan pembentukan perilaku disiplin. Pengkondisian lingkungan disiplin dilakukan dengan cara pemberian keteladanan dalam menaati tata tertib sekolah yang diberikan oleh guru dan Penegak Disiplin Sekolah di SMAN 1 Porong; dan pengawasan terhadap kedisplinan siswa dan diadakannya evaluasi terhadap hasil pengawasan oleh guru dan para penegak kedisiplinan. Pembentukan perilaku disiplin dilaksanakan melalui pemberian penguatan dan hukuman. Penguatan dilaksanakan dengan dua pendekatan yaitu menggunakan penguatan positif melalui pemberian sambutan baik dan pujian; dan penguatan negatif melalui pemberian penugasan yang mendidik. Sedangkan pemberian hukuman pun juga menggunakan dua pendekatan yang mendidik yaitu hukuman pemberlakuan yang dilaksanakan dengan memberikan peringatan dan nasihat secara berkelanjutan sampai dengan siswa sadar untuk tidak melakukan pelanggaran peraturan sekolah lagi; dan hukuman pencabutan yang dilaksanakan melalui penghilangan hak tertentu siswa. Kata kunci: Kedisiplinan, Budaya Disiplin, dan Penegak Disiplin Sekolah
STRATEGI PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) UNESA DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL PESERTA PPG PASCA SM-3T HUSNUL HOTIMAH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran yang sebenarnya tentang bagaimana strategi pendidikan profesi guru (ppg) unesa dalam mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesional peserta ppg pasca sm-3t.. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini di Gedung Program, Pengembangan Profesi Guru Universitas Negeri Surabaya di Kampus Lidah Wetan. Untuk memperoleh data yang ada di lapangan maka teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara , serta menggunakan analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi PPG dalam mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesional yaitu melalui kegiatan worksop, pada saat worksop untuk mengembangkan kompetensi pedagogik strategi yang dilakukan yaitu seperti pemberian seminar kurikulum dan untuk profesionalnya diberikan lagi penekanan terhadap materi yang di berikan agar peserta nantinya tidak salah konsep dalam menyampaikan materi pada saat mengajar, serta peer teaching atau micro teaching dengan menggunakan metode inquiry dan discovery peserta PPG di tuntut untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: strategi, pendidikan profesi guru, pedagogik, profesional
TUNTUTAN KARAKTER GURU DALAM PERSEPSI STAKEHOLDER SURABAYA DI ERA GLOBAL FITRIA ANJAR SARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n01.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang tuntutan karakter guru di era global oleh stakeholder Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pemilihan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling dengan informan berjumlah 9 orang dengan rincian informan yakni pengawas SD, pengawas SMP, pengawas SMA, kepala sekolah SD dan kepala sekolah SMA. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara kemudian data dianalisis dengan metode pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan yakni teori karakter Thomas Lickona tentang tiga komponen penting dalam membangun pendidikan karakter yaitu moral knowing (pengetahuan tentang moral), moral feeling (perasaan tentang moral) dan moral action (perbuatan bermoral). Berdasarkan analisis data, berikut pendapat stakeholder tentang tuntutan karakter guru di era global : (a) Menurut Kepala Sekolah guru harus memiliki karakter yang religius seperti harus tertib ikut solat berjamaah di sekolah, (b) Menurut Pengawas Sekolah guru harus memiliki kewajiban moral untuk menjadi teladan bagi siswa, sedangkan menurut kepala sekolah guru harus senantiasa menjaga sikap dan perilaku didepan siswa, (c) Menurut Pengawas Guru harus memiliki etos kerja yang tinggi dengan selalu melakukan penelitian sedangkan menurut kepala sekolah guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam mengajar, (d) Menurut Pengawas Guru harus memiliki karakter yang bersahabat dan cakap dalam bekerja dengan tim, guru harus aktif dalam mengikuti organisasi keprofesian, sedangkan menurut kepala sekolah guru harus aktif diberbagai seminar dan pelatihan guru (e) Menurut Pengawas guru harus peduli dengan permasalahan dan siswa dan jadi pengontrol siswa, sedangkan menurut kepala sekolah guru harus peduli dengan keberagaman potensi siswa di kelas. Kata Kunci: karakter guru, Stakeholder, Era globa

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue