cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
TINGKAT SELF REGULATED LEARNING SISWA AKSELERASI DI SMP NEGERI 1 SIDOARJO FIRMAN BUDI PRATAMA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan self regulated learning dan bentuk-bentuk self regulated learning yang dilakukan oleh siswa akselerasi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam mengambil sampel ialah nonprobality sampling berupa sampling jenuh. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 siswa. Analisis data yang digunakan menggunakan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa akselerasi melakukan self regulated learning dalam pembelajaran dengan persentase 17% pada kriteria sangat tinggi, 58% pada kriteria tinggi, dan 25% pada kriteria sedang. Siswa akselerasi melakukan self regulated learning dalam bentuk personal function, behavioral function, dan environmental function. Perhitungan pada setiap bentuk self regulated learning menunjukkan bahwa personal function siswa akselerasi termasuk pada kategori sedang dengan skor sebesar 71, behavioral function pada kategori sedang dengan skor sebesar 72,5, dan environmental function pada kriteria tinggi dengan skor 76,9. Kata Kunci: Self Regulated Learning, Siswa Akselerasi
Konstruksi OrangTua Dalam Menanamkan Pendididkan Anti-Korupsi Pada Anak AYU DESSY RATNASARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konstruksi orangtua dalam menanamkan pendididkan anti-korupsi pada anak di desa Sidokerto kecamatan Mojowarno kabupaten Jombang, mendeskripsikan metode dalam penanaman pendidikan anti-korupsi dan mengetahui implementasi nilai dalam penamanaman pendidikan anti-korupsi. Urgensi dalam penelitian ini adalah dengan maraknya kasus korupsi, pentingnya memberikan pendidikan anti-korupsi pada anak sejak dalam kehidupan di rumah, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Penelitian ini mengambil lima informan yaitu orang tua yang memiliki anak yang berumur 7-15 tahun dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara mendalam. Teori yang digunakan sebagai analisis adalah teori konstruksi Peter L. Berger. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan tindakan korupsi bisa dilakukan sejak dalam kehidupan keluraga. Orang tua mendapatkan pengetahuan tentang pendidikan anti-korupsi dari berbagai media seperti buku, internet dan diskusi. Orang tua menganggap penanaman pendidikan anti-korupsi dapat dilakukan melalui metode tauladan, metode pembiasaan dan metode dialog, metode ini terbukti efektif sehingga anak dapat megimplementasikan nilai pendidikan anti-korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: konstruksi orang tua, penanamanpendidikan anti-korupsi.
STRATEGI ADAPTASI SISWA PEREMPUAN DI SMK KAL 1 SURABAYA ANGGUN ADE CYNTIA FERNANDA SUTOPO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengungkap strategi siswa perempuan dalam beradaptasi di lingkungan sekolah yang maskulin. Teori yang digunakan adalah teori adaptasi budaya oleh John Bennet. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Informan penelitian ini adalah 11 siswa perempuan di Sekolah Menengah Kejuruan KAL 1 Surabaya. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan data interaktif menurut Miles dan Hubesman yang terdiri atas kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan untuk beradaptasi di lingkungan yang berbeda SMK KAL 1 Surabaya dengan menggunakan strategi adaptasi yaitu berpenampilan dan berperilaku maskulin, mempertahankan perilaku feminim dan berteman dengan siswa perempuan, sharing and caring untuk penguatan diri dan berteman dengan siswa laki-laki dan perempuan. Teori adaptasi sosial John Bennet yaitu strategi adaptasi perilaku digunakan untuk menghadapi perbedaan, strategi adaptasi siasat digunakan untuk menghadapi penolakan, serta strategi adaptasi proses digunakan untuk cari persamaan dari kesulitan yang dihadapi siswa perempuan yang menjadikan siswa perempuan tersebut sebagai self objection. Kata Kunci: strategi adaptasi, siswa perempuan, self objection, sekolah maskulin.
PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP PERNIKAHAN DINI DI DESA GEDANG KULUT KECAMATAN CERME KABUPATEN GRESIK DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN FITRI ANGGRAINI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi orang tua terhadap pernikahan dini yang terjadi di desa Gedang Kulut Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Teori yang digunakan adalah teori Gestalt yang dikembangkan oleh Jean Piaget. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kualitatif. Informan penelitian ini adalah orang tua di Desa Gedang Kulut yang menikahkan dini anaknya dan tidak menikahkan dini anaknya. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang persepsi orang tua terhadap pernikahan dini di Desa Gedang Kulut menggambarkan bahwa orang tua pendidikan tinggi melalui pengetahuannya mempersepsikan bahwa pernikahan dini tidak seharusnya dilakukan dengan beberapa alasan diantaranya pernikahan dini menghambat kesempatan anak untuk memperoleh pendidikan serta menghambat masa depan anak. Sebagaian orang tua pendidikan menengah mendukung pernikahan dini karena pernikahan dini dapat mencegah perbuatan zina serta menjadi salah satu solusi terjadinya hamil diluar nikah sedangkan sebagaian lagi menolak adanya pernikahan dini karena pernikahan dini dapat menghambat pendidikan serta masa depan anak. Orang tua dengan tingkat pendidikan dasar mempersepsikan pernikahan dini berdasar pada pengalaman yang dimiliki dan hasilnya sebagaian menolak adanya pernikahan dini karena pernikahan dini dapat berakibat buruk pada kesehatan perempuan dan sebagaian lagi mendukung terjadinya pernikahan dini karena pernikahan dini sudah menjadi tradisi yang berkembang baik dan pernikahan dini merupakan salah satu solusi dari masalah ekonomi keluarga yang lemah. Kata kunci: persepsi, pernikahan dini, tingkat pendidikan
Strategi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam Pemberdayaan Perempuan di Kelurahan Sukorame Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik NUR ARDLIYANA TRISNAWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi PKK dalam pemberdayaan perempuan di Kelurahan Sukorame melalui kegiatan pelatihan keterampilan dan pengetahuan yang digunakan oleh PKK dalam memberdayakan perempuan agar perempuan lebih mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian di Kelurahan Sukorame. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian strategi PKK dalam pemberdayaan perempuan penguatan potensi perempuan melalui kegiatan pelatihan keterampilan berupa (kerajinan tangan daur ulang, pelatihan memasak dan pelatihan menanam), penguatan peluang berwirausaha, menciptakan usaha sendiri dirumah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dari pelatihan yang diberikan oleh pkk dan kemampuan mengelola keuangan dengan metode budgeting. Strategi tersebut dilakukan PKK untuk mensejahterakan keluarga dengan cara memberikan akses ibu-ibu untuk memperoleh akses dalam dunia kerja dengan berwirausaha sebagai upaya untuk menambah pendapatan yang dapat menciptakan kesejahteraan keluarga. Kata Kunci: Strategi, PKK, Pemberdayaan Perempuan
PERAN GURU KARAWITAN JAWA DALAM MENUMBUKAN SIKAP NASIONALISME SISWA ANGGOTA KEGIATAN KARAWITAN SMK NEGERI 10 SURABAYA ODY GANDA KRISTA YUDHA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengungkapkan tentang peran guru karawitan Jawa dalam menumbuhkan sikap Nasionalisme siswa anggota kegiatan karawitan di SMK Negeri 10 Surabaya. Permasalahan yang muncul pada penelitian ini adalah tentang rendahnya kecintaan terhadap budaya lokal remaja Indonesia yang menyebabkan rendahnya sikap Nasionalisme di kalangan remaja Indonesia saat ini. Remaja Indonesia saat ini lebih memilih mencintai kebudayaan asing daripada kebudayaan lokal. Ditengah kondisi yang memprihatinkan tersebut, SMK Negeri 10 Surabaya merupakan salah satu instansi pendidkan yang memberikan pembelajaran karawitan Jawa sebagai bentuk kepedulian terhadap lunturnya sikap Nasionalisme dikalangan remaja saat ini. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori belajar sosial Albert Bandura. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan model deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di SMK Negeri 10 Surabaya. Informan penelitian dalam penelitian ini ialah guru karawitan Jawa SMK Negeri 10 Surabaya. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa peran guru karawitan Jawa SMK Negeri dalam menumbuhkan sikap Nasionalisme siswaanggota karawitan dilakukan dengan cara memberikan pembelajaran teoritik di kelas, memberikan pembelajaran praktik latihan karawitan, memberikan penugasan yang dapat menumbuhkan sikap nasionalisme, serta dengan menampilkan sikap yang dapat dijadikan teladan bagi siswa dalam bersikap. Kata kunci : Peran guru karawitan, Sikap Nasionalisme, SMK Negeri 10 Surabaya
PERAN KEGIATAN LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA DALAM MENUMBUHKAN SIKAP KEPEMIMPINAN SISWA YUKE MADURATNA SARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p

Abstract

Abstrak Latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS) berperan penting didalam menumbuhkan sikap kepemimpinan siswa. Melalui LDKS siswa diberikan bekal dan pengetahuan mengenai kepemimpinan. Penelitian ini meneliti tentang peran kegiatan LDKS dalam menumbuhkan sikap kepemimpinan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kegiatan latihan dasar kepemimpinan siswa dalam menumbuhkan sikap kepemimpinan siswa di SMPN 2 jetis. Teori yang digunakan adalah Teori Sosio-behavioristik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus karena LDKS yang dilaksanakan di SMPN 2 Jetis berlangsung dalam kurun waktu satu bulan berbeda dengan LDKS yang dilaksanakan di sekolah lain yang menggunakan sistem blok. Subjek penelitian ini adalah pengurus OSIS SMPN 2 Jetis sedangkan informannya adalah pembina OSIS dan pemateri LDKS. Teknik pengumpulan data mengunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik penganalisisan data mengunukan model analisis interaktif. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu teknik triangulasi dengan sumber dan triangulasi dengan metode. Kegiatan LDKS berperan dalam menumbuhkan sikap kepemimpinan siswa melalui pelatihan yang dilakukan dengan pemberian materi di dalam kelas kemudian dievaluasi. Kegiatan LDKS dilaksanakan selama satu bulan di wilayah sekolah. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menghemat biaya, agar peserta LDKS tidak merasa terbebani. Kegiatan LDKS dilaksanakan satu bulan namun hanya pada hari jum’at dan sabtu. LDKS dilakukan selama satu bulan dengan tujuan agar peserta dapat lebih memahami dan mendalami materi serta kegiatan lainnya yang ada di LDKS tersebut. Setelah mengikuti kegiatan LDKS sikap kepemimpinan yang muncul yaitu percaya diri, memotivasi, tegas, jujur dan adil. Kata Kunci: Peran, LDKS, kepemimpinan
PERTUKARAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG HETEROGEN DI DUSUN PANDELEGAN DESA SUMBEREJO KECAMATAN PANDAAN KABUPATEN PASURUAN SILWANDA NOVA KEITA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pertukaran dalam masyarakat Pandelegan yang heterogen, serta menguraikan nilai-nilai yang mendasari terjadinya pertukaran pada masyarakat Dusun Pandelegan. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pemilihan Informan dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling secara purposive, dengan jumlah informan sebanyak Sembilan orang. Informan dalam penelitian adalah tokoh masyarakat dan tokoh agama. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi partisipan dan wawancara mendalam. Analisis data mulai dari pengumpulan data, reduksi data, deskripsi data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kehidupan masyarakat Pandelegan sendiri bentuk pertukaran terefleksi dalam kegiatan yang merupakan perwujudan dari interaksi antar individu maupun interaksi antar kelompok. (1) Interaksi antar individu dalam melakukan pertukaran dapat melalui kegiatan seperti : kegiatan hajatan, kegiatan pembangunan rumah, kematian, kegiatan tahlil rutin, dan kegiatan bersih desa. Sedangkan (2) interaksi antar kelompok dalam melakukan pertukaran dapat melalui kegiatan seperti : kegiatan pembangunan tempat ibadah, dan kegiatan perayaan hari besar agama. Nilai-nilai yang mendasari masyarakat Dusun Pandelegan dalam melakukan pertukaran wujud menciptakan kerukunan antar sesama dapat dilihat dari segi normatif dan empirik. Dalam aspek normatif tercermin dari nilai-nilai ajaran agama yang menjadi pegangan hidup masyarakat Dusun Pandelegan dan nilai budaya. Sedangkan dalam segi empirik yaitu nilai kebersamaan, nilai kekeluargaan, serta nilai kemanusiaan. Kata Kunci: Pertukaran Sosial, Masyarakat Heterogen, dan Nilai.
KENDALA-KENDALA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PPKn SMA SE KABUPATEN MOJOKERTO YUNI SUNARYO RINI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p

Abstract

Abstrak Kurikulum 2013 merupakan sebuah pembelajaran yang menekankan pada aspek afektif , dan kompetensi yang ingin dicapai adalah kompetensi yang berimbang antara sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga Negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala implementasi kurikulum 2013 yang dihadapi guru dalam merancang rencana pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Kabupaten Mojokerto. Teori yang digunakan yakni teori pengembangan kurikulum dari Taba. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, populasi yang digunakan yaitu guru-guru PPKn yang mengajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tergabung di tim MGMP PPKn Kab. Mojokerto dengan jumlah sampel penelitian yaitu 33 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden (guru) sering mengalami Kendala saat melakukan penyusunan terhadap RPP karena kurangnya sumber belajar yang sesuai dengan kurikulum 2013 dan keterbatasan waktu, sedangkan saat melaksanakan pembelajaran guru sering mengalami kendala karena sulit menentukan strategi yang tepat, dan kurang paham terhadap pembelajaran berbasis saintifik dan kendala yang terakhir terjadi saat guru melakukan evaluasi hasil belajar karena terlalu banyak aspek yang harus dinilai. Untuk mengatasi kendala tersebut responden harus memaksimalkan peran MGMP PPKn dan banyak mengikuti pelatihan tentang kurikulum 2013 baik yang diadakan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Kata kunci : kendala, implementasi kurikulum 2013
PENANAMAN NILAI RELIGIUS DAN NILAI SOSIAL PADA SISWA TUNAGRAHITA RINGAN DI SDLB NEGERI BENDO KOTA BLITAR ERMA DYAH PRATIWI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p

Abstract

Abstrak Budi pekerti berisi nilai-nilai perilaku manusia yang diukur menurut kebaikan dan keburukannya yang disesuaikan dengan norma agama, norma hukum, tata krama dan sopan santun, norma budaya atau adat istiadat masyarakat. Pada siswa tunagrahita perlu adanya penanaman nilai budi pekerti khususnya nilai religius dan sosial, karena anak tunagrahita merupakan anak luar biasa yang kemampuan intelektualnya dibawah rata-rata dan memiliki kelemahan dalam berpikir dan bernalar. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis proses penanaman nilai religius dan nilai sosial pada siswa penderita Tunagrahita ringan di SDLB Negeri Bendo Kota Blitar. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi partisipan, dan dokumentasi. Informan yang dituju yaitu tiga guru dan dua orang tua dari siswa tunagrahita ringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penanaman nilai religius dan nilai sosial pada siswa tunagrahita ringan di SDLB Negeri Bendo Kota Blitar meliputi pembelajaran, budaya sekolah dan ekstra. Pembelajaran dibagi menjadi 4, yakni metode ceramah, metode tanya jawab, metode pemberian tugas dan metode demonstrasi. Hasil penelitian ini menunjukkan siswa tunagrahita telah menunjukkan perilaku yang religius. Proses penanaman nilai religius meliputi sholat, berdoa, berwudhu. Nilai sosial meliputi disiplin, menghormati guru, orang tua, teman dan orang lain, saling membantu, dan bertanggung jawab. Kerjasama antara orang tua dan guru sangat berpengaruh untuk penanaman nilai religius dan sosial yang semakin lebih baik. Kata Kunci: penanaman, budi pekerti, nilai religius, nilai sosial, tunagrahita.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue