Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Articles
923 Documents
STRATEGI KOMUNITAS SENI PELAJAR PROKLAMATOR BLITAR DALAM MEMBANGUN KARAKTER CINTA TANAH AIR ANGGOTANYA MELALUI PEMENTASAN TEATER
SEPTIAN INDAH PUJI L
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi KSP Proklamator Blitar dalam membangun karakter cinta tanah air anggotanya melalui pementasan teater dan mendeskripsikan strategi yang diberikan serta hasil dari strategi yang digunakan dalam membangun karakter cinta tanah air anggotanya melalui pementasan teater. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Penelitian ini mengambil enam informan yaitu pengurus dan anggota KSP Proklamator Blitar yang masi aktif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Strategi pengamatan. Pemahaman dari pengamatan tersebut dapat diimplementasikan melalui kegiatan latihan untuk melihat bagaimana cara menghayati peran watak tokoh yang dimainkan, hal itu merupakan bentuk karakter cinta tanah air dengan mengimplementasikannya kesenian lewat kegiatan latihan, (2) Strategi diskusi. Setelah itu pengurus dan anggota KSP Proklamator Blitar mendiskusan tentang apa yang di dapat dari pengamatan pementasan teater dan memberikan pemahaman akan perlunya kelestarian kesenian tradisional merupakan bentuk karakter cinta tanah air, (3) Strategi pemberian contoh (modelling) berkaitan dengan karakter cinta tanah air. Strategi modelling tersebut berawal dari pemikiran bahwa individu akan mengimplementasikan karakter cinta tanah air jika memiliki pengetahuan dan contoh yang baik serta jelas dari model atau yang memberikan contoh dengan perantara media yang ada. Kata Kunci: Strategi, KSP Proklamator Blitar, dan Karakter Cinta Tanah Air
PRAKTIK HAK POLITIK PENYANDANG DISABILITAS KOTA SURABAYA
ADE IVAN AL HAROMA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik hak politik pada penyandang disabilitas di kota Surabaya Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Deskriptif-Kualitatif. Informan penelitian ini adalah penyandang disabilitas, Kasubag Teknis dan Humas KPUD Kota Surabaya dan Panitia Pemilihan Kecamatan Rungkut yang berjumlah 10 orang. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis melalui Pengumpulan Data, Reduksi Data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data terkait tentang praktik hak politik pada penyandang disabilitas di kota Surabaya dapat disimpulkan bahwa dalam praktik hak politik penyandang disabilitas di kota Surabaya, validitas DPT penyandang disabilitas belum dapat terjamin, karena masih terdapat penyandang disabilitas yang belum terdaftar dalam DPT. Aksesibilitas di TPS sudah baik meskipun masih terdapat beberapa fasilitas yang kurang memadai seperti tempat TPS yang terdapat tangga serta temple braile yang kurang timbul. Sementara untuk menjamin kerahasiaan suara, pemilih penyandang disabilitas boleh memilih pendamping yang mengantarkannya ke bilik suara. Sosialisasi yang dilakukan oleh KPUD Kota Surabaya masih belum merata kepada penyandang disabilitas, dikarenakan sosialisasi hanya disampaikan pada komunitas-komunitas, sedangkan tidak semua penyandang disabilitas tergabung dalam komunitas. Sampai saat ini penyandang disabilitas masih belum bisa menjadi pelaksana pemilihan umum dikarenakan terbentur regulasi yang ada. Kata Kunci : Hak Politik, Penyandang Disabilitas, Kewarganegaraan Inklusi
PANDANGAN ORANG TUA TENTANG PENGGUNAAN KENDARAAN BERMOTOR PADA ANAK DI SMPN 1 LAMONGAN
VINORA DIAN APRILISA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p
Abstrak Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pandangan orang tua tentang penggunaan kendaraan bermotor bagi anak SMP di Kota Lamongan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi kuantitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif.Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan caramenggunakan angket atau kuisioner. Jenis kuisioner dalam penelitian ini adalah jenis angket tertutup, yaitu responden menjawab dengan cara memilih jawaban yang sudah disediakan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan persentase melalui tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan orang tua tentang penggunaan kendaraan bermotor pada anak SMPN 1 Lamongan secara umum dari hasil angket, orang tua mengatakan setuju bahwa anak tidak diperbolehkan untuk mengendarai motor ke sekolah.. Hal ini dibuktikan dari jawaban yang terbanyak yang dipilih adalah setuju pada setiap indikator baik komponen kognitif, komponen afektif, maupun komponen konatif. Kata Kunci:pandangan orang tua, anak, kendaraan bermotor
PERAN IBU DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK DI LINGKUNGAN ASRAMA MILITER BATALYON INFANTERI RAIDER 514 / SABADHA YUDHA DI KECAMATAN CURAHDAMI KABUPATEN BONDOWOSO
Ricko Dwiki Risdianto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran ibu dalam menumbuhkan motivasi belajar anak di lingkungan asrama militer Batalyon Infanteri Raider 514/Sabadha Yudha di Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan pada penelitian ini adalah ibu yang tinggal di lingkungan asrama militer, tidak bekerja, ditinggal suami bertugas, dan mempunyai anak usia (6-12 tahun) sebanyak tujuh informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Data di analisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ibu dalam menumbuhkan motivasi belajar sudah terbilang baik. Terlihat adanya peran ibu untuk mendorong anak-anak belajar dan memberikan penjelasan akan pentingnya belajar. Peran pada seorang ibu penting bagi anak sebagai bentuk dorongan atau upaya yang dilakukan ibu dalam menumbuhkan motivasi belajar pada anak, memperhatikan proses belajar anak, memberikan nasehat bahwa dengan belajar cita-cita anak akan tercapai, memberikan hadiah, dan menyediakan fasilitas belajar bagi kemajuan belajar anak. Kata Kunci: Peran Ibu, Motivasi Belajar
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DI SDN 1 BALEGONDO MAGETAN
ALFY REZTA YULINA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p
Abstrak Implementasi MBS dipicu kemauan untuk meningkatkan pendidikan secara berkesinambungan. MBS juga di dorong oleh persaingan yang cukup ketat di Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan tersebut Teori menggambarkan interaksi sosial dalam terminologi bermain sesuai apa yang diterapkan pada budaya. Sesuai dengan teori ini, harapan harapn peran merupakan pemahaman bersama yang menuntun individu berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam implementasi Manajemen Berbasis Sekolah di SDN 1 Balegondo Magetan. Adapun informan penelitian yakni kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan wali kelas 6. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur. Berdasarkan hasil peneliatian yang telah dilakukan di SDN 1 Balegondo, Magetan peran kepala sekolah dalam implementasi Manajemen Berbasis Sekolah yakni meliputi peran sebagai educator, manajer, administrator, supervisor, leader, innovator dan motivator dapat disimpulkan bahwa implementasi MBS yang dilaksanakan di sekolah sudah berjalan dengan baik. Adanya otonomi pengelolaan merupakan potensi bagi sekolah meningkatkan kinerja dan partisipasi langsung masyarakat. Peran kepala sekolah dalam membina hubungan yang harmonis dengan guru, karyawan/staf serta orang tua siswa membantu meningkatan implementasi Manajemen Bebasis Sekolah yang sudah sesuai dengan prinsip MBS dan mencakup tujuh komponen yang ada didalamnya. Kata kunci : peran kepala sekolah, implementasi manajemen berbasis sekolah”
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGENTASAN BUTA AKSARA DI KABUPATEN BONDOWOSO
SILVIANA SYAVITRI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p
Abstrak Di Bondowoso angka buta aksara dinilai cukup tinggi. Data yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso penyandang buta aksara berkisar di angka 70 juta jiwa pada tahun 2011, hingga pada akhir tahun 2016 hanya tersisa 2000 jiwa. Penelitian ini ingin mengungkapkan tentang implementasi program pengentasan buta aksara di Kabupaten Bondowoso. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini sebanyak 6 orang diantaranya adalah kepada bidang pendidikan nonformal dan PAUD, kepala sesi bidang nonformal, tutor dan penyandang buta aksara. Program yang digunakan berupa keaksaraan fungsional dengan dua kegiatan yakni keaksaraan fungsional dasar dan keaksaraan fungsional lanjutan atau usaha mandiri. Pelaksanannya dilaksanakan secara bergantian antara keaksaraan dasar dan keaksaraan lanjutan. Pada keaksaraan fungsional dasar dilaksanakan selama 6 bulan dengan kegiatan pembelajaran membaca, menulis dan berhitung. Sedangkan, pada keaksaraan fungsional usaha mandiri dilaksanakan kurang lebih 3-5 bulan. Ketika warga belajar sudah dinyatakan lulus makan warga belajar akan mendapatkan ijasah berupa SUKMA. Evaluasi program keaksaraan fungsional dilakukan dengan pemberian soal-soal dan ulangan pada kegiatan keaksaraan fungsional dasar. Pada keaksaraan fungsional lanjutan dengan pendampingan saat diberikannya keterampilan sehingga selain evaluasi juga terjadi proses monitoring oleh penyelenggara kegiatan dan tutor. Dengan diberlakukannya program keaksaraan fungsional membuat angka buta aksara di Bondowoso menurun dan menghasilkan warga belajar yang melek aksara. Kata Kunci: Implementasi, Buta Aksara, dan Kabupaten Bondowoso
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP POLITIK DINASTI KEPALA DESA KEPUH KECAMATAN KERTOSONO KABUPATEN NGANJUK
FITRA HERMANSYAH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p
Abstrak Sistem politik di suatu negara akan mengalami perkembangan, dinamika sistem politik di Indonesia sendiri telah mengalami pasang surut sejak zaman Bung Karno hingga era Reformasi. Reformasi sangat menjunjung tinggi masalah kebebasan dan HAM, namun kebebasan yang dijunjung tinggi tersebut justru memberikan ruang tumbuh praktik politik dinasti. Politik dinasti adalah suatu proses regenerasi kekuasaan bagi kepentingan golongan elite politik tertentu yang bertujuan untuk mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan berdasarkan hubungan darah atau kekerabatan. Salah satu praktik politik dinasti yang sedang berjalan saat ini dijumpai di Desa Kepuh , dimana telah terjadi upaya mempertahankan kekuasaan oleh keluarga Kepala Desa selama 4 periode, melihat fenomena tersebut peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap politik dinasti Kepala Desa Kepuh . Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik menyebar angket, sedangkan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling dimana kriteria sampel yang diambil adalah masyarakat dengan usia 38 – 45 tahun. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut 90,15% masyarakat memiliki kedekatan dengan kepala desa , pemahaman masyarakat tentang politik dinasti sebesar 88,5%, 90,14 % masyarakat memahami adanya faktor kuatnya politik dinasti diakibatkan jaringan kekuasaan pemimpin terdahulu hingga politik balas budi dan politik uang, 89,83% masyarakat menyadari dampak negati yang akan ditimbulkan politik dinasti, serta 80,1% masyarakat menganggap politik dinasti adalah wajar dan sah. Kata kunci : persepsi,politik dinasti
PERAN PEMBINA EKSTRAKURIKULER PASUKAN PENGIBAR BENDERA (PASKIBRA) DALAM MEMBENTUK KEDISIPLINAN ANGGOTA DI SMP AL-AMIN SURABAYA
SRI RAHAYUNINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran pembina ekstrakurikuler Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam membentuk kedisiplinan anggota di SMP Al-Amin Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data secara deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 10 orang. Informan dalam penelitian ini adalah pembina dan anggota Paskibra SMP Al-Amin Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat peran pembina ekstrakurikuler Paskibra SMP Al-Amin Surabaya dalam membentuk kedisiplinan anggota, yaitu penegakan tata tertib melalui kegiatan peraturan baris berbaris (PBB), diskusi melalui kegiatan bimbingan karakter, penegakan tata tertib melalui kegiatan tata upacara bendera (TUB) dan teladan pembina. Penegakan tata tertib melalui kegiatan peraturan baris berbaris dilaksanakan untuk membentuk disiplin anggota dengan datang tepat waktu dan diberikan hukuman apabila melanggar tata tertib. Diskusi melalui kegiatan bimbingan karakter dilakukan untuk mempererat hubungan antara pembina dan anggota, diberikan nasehat dan motivasi. Penegakan tata tertib melalui kegiatan tata upacara bendera (TUB) dilakukan untuk membentuk disiplin anggota dengan datang tepat waktu dan diberikan hukuman apabila melanggar tata tertib. Teladan pembina berperan dalam memberi contoh yang patut ditiru oleh anggota baik perilaku yang ditunjukkan maupun aktivitas yang dilakukan. Kata Kunci: Peran Pembina Ekstrakurikuler Paskibra, Kedisiplinan
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KUNJUNGAN MUSEUM MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA DENGAN TINGKAT RASA KEBANGSAAN
NIHAYATUL ISTIANA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n02.p%p
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji kebenaran bahwa museum berperan cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman pengunjung terhadap wawasan kebangsaan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode ex post facto. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk memperoleh data tentang intensitas kunjungan museum mahasiswa dan tingkat rasa kebangsaan mahasiswa. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA dari prodi pendidikan yang berjumlah 300 orang. Sampel dalam penelitian berjumlah 75 orang. Teknik analisis data menggunakan uji chi kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga chi kuadrat hitung lebih besar dari tabel (793,27 ≥ 3,841). Berdasarkan ketentuan jika harga chi kuadrat hitung lebih besar dari harga tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara intensitas kunjungan museum mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya dengan tingkat rasa kebangsaan. Artinya, semakin sering melakukan kunjungan ke museum maka tingkat rasa kebangsaannya semakin tinggi. Kata Kunci: Intensitas kunjungan museum, tingkat rasa kebangsaan
PERSEPSI SANTRI PONDOK PESANTREN AL-AMIEN PRENDUAN SUMENEP TENTANG RADIKALISME ISLAM DI INDONESIA
Sudarno Aziz Tiyanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap Bagaimana persepsi santri pondok pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep tentang Radikalisme Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian eksploratif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Teknis analisis data dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah hampir semua subyek sepakat berpandangan negatif terhadap radikalisme Islam, akan tetapi ada santri yang membagi pengertian radikalisme menjadi dua pengertian ada yang bermakna positif dan ada yang bermakna negatif. Mereka yang berpandangan negatif terhadap radikalisme Islam karena menurutnya radikalisme Islam adalah satu paham kelompok yang tidak memahami agama secara komprehensif dan mendalam sehingga seringkali menimbulkan sikap-sikap kekerasan bahkan aksi teror yang mengatasnamakan agama Islam dalam mencapai tujuannya. Sedangkan Santri yang memberi pengertian positif, karena radikalisme Islam menurutnya kalau konteksnya kembali ke pengertian asal katanya “radix” maka makna sebenarnya adalah ingin mempelajari agama Islam sampai ke akar-akarnya. Namun mereka semua sepakat bahwa radikalisme Islam ini disebabkan kurang memahami agama Islam secara benar, berguru kepada yang bukan ahlinya, dan terlalu sempit menafsirkan dalil-dalil agama sehingga muncul sikap menyalahkan bahkan mengatakan orang lain sesat yang berbeda dengan pemahamannya. Mereka juga sepakat bahwa radikalisme Islam itu sudah mulai marak di Indonesia. Maka untuk mengurangi atau memberantas kelompok radikalisme ini mereka berpandangan bahwa perlunya sinergitas antara pemerintah dan masyarakat terutama tokoh agama seperti kiyai dan ulama untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya membendung tersebarnya paham radikal itu. Kata Kunci: Persepsi, Santri, Radikalisme Islam.