Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Articles
923 Documents
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN DANA PROGRAM INDONESIA PINTAR SISWA DI DESA NGRAYUN UNTUK PEMENUHAN WAJIB BELAJAR 9 TAHUN
Awalin Septiana Zulvia
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pemanfaatan dana Program Indonesia Pintar siswa di Desa Ngrayun untuk pemenuhan wajib belajar 9 tahun. Penelitian ini menggunakan teori kebutuhan Abraham Maslow yang terdiri dari lima macam yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan rasa aman dan perlindungan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. Teori tersebut dikategorikan menjadi 3 sub indikator yaitu sub indikator primer, sub indikator sekunder dan sub indikator tersier. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket terbuka. Angket untuk siswa SMP dan SMA sebanyak 20 item soal, dan angket untuk siswa Sekolah Dasar sebanyak 18 item soal. Temuan dalam penelitian ini bahwa penggunaan dana Program Indonesia Pintar siswa di Desa Ngrayun dilihat dari total item pertanyaan yang dijawab oleh siswa penerima Kartu Indonesia Pintar dan jumlah skor dari setiap responden. Dalam penelitian ini yang menjadi responden yaitu 34 siswa SMP dan SMA dan 17 siswa Sekolah Dasar. Dilihat dari hasil keseluruhan dari hasil tabulasi siswa SMP dan SMA dan Sekolah Dasar keduanya masuk kriteria kurang efektif dengan masing-masing mendapatkan hasil 36,64 dan 29,64. Dilihat dari kedua hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan dana Program Indonesia Pintar siswa di Desa Ngrayun kurang efektif Kata kunci: Efektivitas Pemanfaatan Dana, Program Indonesia Pintar, Pemenuhan Wajib Belajar 9 Tahun
SOSOK KIAI DALAM KONSTRUKSI INTELEKTUAL MUDA BANGKALAN
St Kamilah
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap konstruksi intelektual muda Bangkalan terhadap kiai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Teknis analisis data dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan yang diperoleh adalah intelektual muda Bangkalan mengungkap bahwa, terdapat kiai yang dipandang sebagai kiai sebenarnya yang dapat dijadikan teladan ummat dan kiai yang tidak berada pada ranahnya sebagai sosok seorang kiai. Eksistensi kiai yang sebenarnya yakni kiai/ulama akhirat, kiai turunan yang berperilaku baik, kiai yang menguasai ilmu agama dan kiai politik juga dapat dijadikan sebagai teladan jika melihat sosok kiai seperti Gusdur. Karena kiai memiliki potensi sebagai pemimpin politik yang diyakini akan selalu berpegang teguh pada nilai nilai agama. Berbeda dengan Masyarakat Madura terdahulu yang menganggap bahwa, ranah politik adalah ranah yang kotor, sehingga seorang kiai tidak seharusnya terlibat di dalamnya. Sedangkan, sosok kiai yang dinilai tidak berada pada ranahnya sebagai seorang kiai dimana mereka seperti lebih mengedepankan kesenangan keduniawiannya dari pada mendalami perannya sebagai sosok seorang kiai yaitu kiai su’. Jadi dapat disimpulkan bahwa, tidak semua sosok kiai dapat menjadi panutan, hal itu terjadi bukan hanya bersumber dari perilaku kiai, tetapi juga karena adanya kiai yang berperan ganda terutama di bidang politik. Hal itu juga membuat adanya perubahan sikap atau perilaku masyarakat terhadap kiai yang pada awalnya mereka begitu menghormati sosok kiai menjadi kurang peduli terhadap kiai. Kata Kunci: Konstruksi, Kiai, Intelektual Muda.
PERAN PESANTREN DALAM MEMBENTUK KARAKTER HUMANIS DAN RELIGIUS SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUL ARQOM SURABAYA
ANDIKO PRIAMBODO WAHYULISTIAWAN
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang peran pesantren dalam membentuk karakter humanis dan religius santri di pondok pesantren Darul Arqom Surabaya. Metode penelitian ini menggunaan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak sepuluh orang. Informan dalam penelitian ini adalah pengasuh, pengurus, pembina, dan santri pondok pesantren. Hasil data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori peran Biddle & Thomas. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima peran yang telah dilakukan pondok pesantren dalam membentuk karakter humanis dan religius santri di pondok pesantren Darul Arqom Surabaya, yaitu melalui pemberian pendidikan akhlak, moral dan etika pada santri, memberikan fasilitas kepada santri untuk belajar, memberikan pembinaan dan pendampingan kepada santri, melibatkan santri dalam kegiatan bersama masyarakat, dan mendukung kegiatan insidental yang dapat mendorong pembentukan karakter santri. Kata Kunci: Peran, Pondok Pesantren, Karakter Humanis dan Religius.
UPAYA ISTRI SEBAGAI KORBAN KEKERASAN DALAM MENYIKAPI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI KABUPATEN MOJOKERTO
Woro Indriana Gustin
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p
Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya istri sebagai korban kekerasan dalam menyikapi KDRT yang dialaminya. Teori yang digunakan adalah teori interaksi simbolik oleh George Herbert Mead. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi. Informan penelitian ini adalah 5 korban KDRT di Kabupaten Mojokerto. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan story telling. Teknik analisis yang digunakan data interaktif menurut Miles dan Hubesman yang terdiri atas kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa istri sebagai korban KDRT di Kabupaten Mojokerto mempunyai upaya yaitu melakukan upaya hukum, meminta perlindungan sosial kepada tetangga dan keluarga, dan membangun konsensus baru dengan pelaku. Teori interaksi simbolik G.H. Mead yaitu Mind berkaitan dengan latar belakang korban bertindak, Self digunakan korban untuk bertindak sebagai I dan Me, I dilakukan secara spontan, impulsif dan kreatif sedangkan Me terlihat ketika korban terpengaruh oleh kontribusi sosial, Pengulangan kekerasan membuat korban KDRT yang awalnya menempatkan diri yang sebelumnya Me menjadi I dengan begitu korban KDRT memperjuangkan dirinya sendiri dari kekerasan, serta Society digunakan untuk mengendalikan pikiran serta diri korban KDRT. Kata Kunci: Perempuan, KDRT, Tindakan Istri
POLA ASUH ANAK KELUARGA TENAGA KERJA WANITA (TKW) DI DESA ARJOWILANGUN KECAMATAN KALIPARE KABUPATEN MALANG
Siti Wahyuningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola asuh anak pada keluarga Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Desa Arjowilangun Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pola asuh Baumrind. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan desain eksploratif. Penelitian dilakukan di Desa Arjowilangun Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang. Informan dalam penelitian berjumlah enam orang yang terdiri atas nenek, tante, atau ayah yang ibunya bekerja sebagai TKW dengan usia anak 13 sampai 18 tahun, teknik yang digunakan dalam penelitian ini Purposive Sampling. Data dikumpulkan menggunakan observasi dan wawancara. Yang selanjutnya data dianalisis menggunakan model Miles dan Haberman. Hasil penelitian menunjukkan, dalam pengasuhan yang dilakukan oleh ayah, tante atau nenek menggunakan pola asuh permisif memanjakan dan otoriter. Pola pengasuhan permisif memanjakan dipilih karena merasa kasihan terhadap anak karena ibunya bekerja di luar negeri dalam waktu yang lama, sedangkan pola pengasuhan otoriter keluarga lebih suka menghukum anak secara fisik dalam menyelesaikan masalah dan tidak bersedia mendengarkan pendapat anak. Perbedaan pola pengasuhan tersebut disebabkan karena faktor ekonomi, keluarga yang kurang mampu cenderung menggunakan pola pengasuhan permisif memanjakan, sedangkan keluarga yang berkecukupan cenderung menggunakan pola pengasuhan otoriter. Kata Kunci: Pola asuh anak, Tenaga Kerja Wanita (TKW)
STRATEGI KELURAHAN GENTENG MENUMBUHKAN PARTISIPASI WARGA MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL DI KAMPUNG KETANDAN KOTA SURABAYA
ADINTA RAGIL SABDORINI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p
Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi Kelurahan Genteng Kecamatan Genteng Kota Surabaya dalam menumbuhkan partisipasi warga melestarikan budaya lokal di Kampung Ketandan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian di Kampung Ketandan Kelurahan Genteng Kecamatan Genteng Kota Surabaya. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi partisipan, wawancara dan dokumentasi. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 15 orang. Informan dalam penelitian ini adalah Sekretaris Lurah Genteng, ketua RW dan RT dan perwakilan karang taruna. Data dianalisis dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga strategi, pertama mengaktifkan karang taruna serta merombak kepengurusan RW dan RT dengan memilih pengurus dari kalangan muda yang sadar budaya. Kedua melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada warga tentang tujuan Kampung Budaya Ketandan. Ketiga membuat program kegiatan pelestarian budaya lokal berupa pelatihan kesenian daerah, ekonomi kreatif warga, dan budaya lokal Surabaya lainnya. Kata Kunci: strategi, partisipasi, budaya lokal
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN BERAGAMA DENGAN ETOS KERJA MASYARAKAT DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN
ERVAN ALI MAHMUD
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara kematangan beragama dengan etos kerja masyarakat Desa Balun. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kematangan beragama dengan etos kerja masyarakat Desa Balun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif korelasional. Teknik yang digunakan untuk menentukan sampel penelitian menggunakan teknik purposive. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 205 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Analisis data yang dilakukan mulai dari pengujian validitas dan reliabilitas angket, tabulasi data, menghitung koefisien korelasi, menghitung signifikansi, dan menghitung determinan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kematangan beragama dengan etos kerja masyarakat Desa Balun. Dari hasil penelitian diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,413 yang masuk kategori cukup kuat. Hasil uji signifikansi menunjukan nilai signifikansi sebesar 5,591 yang berarti terdapat hubungan positif, dan hasil uji determinan yang menunjukan variabel kematangan beragama memberikan konstribusi sebesar 17,06% terhadap etos kerja. Dari hasil penelitian tersebut maka hipotesis penelitian (Ha) dapat diterima yaitu terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kematangan beragama dengan etos kerja masyarakat Desa Balun. Kata Kunci: Kematangan Beragama, Etos Kerja, Hubungan
UPAYA SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN SIKAP EMPATI PADA SISWA DI SMK DARUTTAQWA SUCI MANYAR GRESIK
ERRA FAZIRA AINI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya sekolah dalam menumbuhkan sikap empati di SMK Daruttaqwa Suci Manyar Gresik sesuai teori belajar observasional oleh Albert Bandura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian tentang upaya sekolah dalam menumbuhkan sikap empati dilihat dari pemaparan kepala sekolah, guru, dan siswa. Menurut pihak sekolah bahwa usaha yang dilakukan sekolah dalam menumbuhkan sikap empati dengan memberikan pemahaman yang baik tentang empati di mana memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap orang laing yang sedang mengalami kesusahan, dan sekolah berusaha menciptakan suasana emosional agar tercipta pembelajaran yang baik. Dari sini jelas bahwa empati penting untuk ditanamkan pada anak agar dapat memiliki kemampuan yang baik dalam bersikap. Karena di mana di kelas XI tata busana terdapat anak berkebutuhan khusus yang memiliki kemampuan berbeda dengan anak normal sehingga guru berusaha memberikan pemahaman yang baik dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran tentang apa itu empati. Dengan adanya pemberian pemahaman yang baik dari sekolah dapat membawa pengaruh yang baik kepada anak normal maupun anak berkebutuhan khusus sehingga dengan adanya penanaman sikap empati siswa dapat memiliki sikap toleransi, bekerjasama maupun sikap positif lainnya. Serta tidak hanya anak normal yang memiliki sikap empati yang baik namun anak berkebutuhan khusus juga mampu memiliki sikap yang baik pula seperti anak normal di mana terdapat hubungan timbal balik yang baik dari keduanya. Kata Kunci: Sikap Empati, Kepedulian Sosial
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEGIATAN DEWAN PIMPINAN CABANG ORGANISASI PEMUDA SHIDDIQIYYAH (OPSHID) KECAMATAN KABUH KABUPATEN
ANIS KHOIRUNNISAK
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan teori implementasi Merilee S. Grindle (1980). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif eksploratif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur, observasi sistematik dan partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah data mengenai implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan DPC OPSHID Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang adalah kegiatan kautsaran, kegiatan do’a bersama, kegiatan santunan anak yatim dan fakir miskin, kegiatan rumah layak huni Shiddiqiyyah, dan kegiatan jelajah desa. Pada setiap masing-masing kegiatan terdapat peran ketua untuk mengkoordinir pelaksanaan kegiatan di lapangan. Setiap anggota memiliki kesadaran untuk bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan, sehingga setiap kendala yang terjadi bisa segera diatasi dengan baik dan optimal. Kata Kunci: Nilai-Nilai Pancasila, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah
PERSEPSI GURU PPKn SMA WILAYAH LAMONGAN TENTANG RADIKALISME DI INDONESIA
ZULFATUL SAFAATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru PPKn SMA di wilayah Lamongan tentang radikalisme di Indonesia dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi guru PPKn SMA di wilayah Lamongan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Teknik sampling yang digunakan ialah nonprobability sampling berupa sampel jenuh dengan jumlah 93 guru PPKn. Hasil penelitian diketahui bahwa persepsi guru PPKn SMA wilayah Lamongan tentang radikalisme di Indonesia diperoleh 94,62% atau 88 guru PPKn dengan kriteria persepsi negatif dan 5,38% atau 5 guru PPKn dengan kriteria persepsi positif. Data tersebut menunjukkan bahwa persepsi guru PPKn SMA wilayah Lamongan tentang radikalisme termasuk dalam kriteria persepsi negatif, artinya guru PPKn tidak setuju dengan radikalisme karena tidak sesuai dengan Pancasila, Konstitusi dan Bhinneka Tunggal Ika. Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi adalah faktor fungsional atau pribadi dan faktor struktural atau objek. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 100% faktor tersebut berpengaruh. Namun, faktor yang paling berpengaruh dapat dilihat dari skor rata-rata 85,80 dari faktor fungsional dan skor rata-rata 78,80 dari faktor struktural. Data tersebut menunjukkan faktor fungsional yang paling berpengaruh, artinya radikalisme tidak sesuai dengan kepribadian guru PPKn. Kata Kunci: Persepsi Guru PPKn, Radikalisme