cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
Partisipasi Komunitas Gresik Suara Mayarakat Peduli Kota (Gresik Sumpek) dalam Upaya Menyelesaikan Masalah Kerusakan Jalan di Gresik Fatrotin Nufus
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan partisipasi anggota Gresik Sumpek dalam upaya menyelesaikan masalah kerusakan jalan di Gresik. Informan penelitian ini adalah 6 informan. Pemilihan informan dengan menggunakan tehnik purporsive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan tehnik wawancara kemudian data dianalisis dengan metode pengumpulan data, reduksi data, deskripsi data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan menggunakan teori partisipasi masyarakat dari Uphoff dan Cohen. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: bentuk partisipasi yang dilakukan komunitas Gresik Sumpek dalam upaya menyelesaikan masalah kerusakan jalan yang ada di gresik meliputi, intensitas keluhan di grup facebook Gresik Sumpek, penyemprotan jalan berlubang dengan pilox, mendatangi kantor kabupaten Gresik untuk membicarakan masalah kerusakan jalan di Gresik dan melakukan demo. Kata Kunci: Partisipasi, Komunitas Gresik Sumpek, Kerusakan Jalan
MAKNA MOTIF BATIK GEDOG SEBAGAI REFLEKSI KARAKTER MASYARAKAT TUBAN DWI WAHYU KARTIKASARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari Penelitian ini adalah menganalisis makna motif Batik Gedog dalam merefleksikan karakter masyarakat Tuban. Serta menganalisis nilai karakter yang terkandung dalam batik Gedog dalam perspektif masyarakat Tuban. Motif yang dipilih dalam penelitian ini adalah motif dari kalangan bangsawan yakni motif Slimun dan motif untuk masyarakat biasa yakni motif Kijing Miring, Ganggeng, Bang Tegeran, dan Gringsing. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan desain fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah menjelaskan makna yang terdapat dalam motif batik Gedog lalu merefleksikannya dengan karakter masyarakat Tuban yang sesuai dengan 18 karakter menurut kemendikbud. Pada motif Slimun, terdapat beberapa lambang yakni lambang gapura, lambang lencana serta lambang Yin-Yang. Motif Slimun difungsikan untuk mengobati demam dan hanya digunakan oleh kalangan kerajaan. Sedangkan motif Kijing Miring memiliki gambar segitiga yang dimaknai seperti batu nisan dan difungsikan sebagai tutup keranda. Terdapat dua karakter yang tercermin dalam motif Slimun dan Kijing Miring, yakni karakter religius dan karakter toleransi. Pada motif Ganggeng terdapat gambar ganggang, motif Bang Tegeran dengan gambar bunga bermekaran dan burung dengan sayap terbuka. Dan motif Gringsing merupakan simbol penolak penyakit. Ketiganya difungsikan sebagai pakaian dalam ritual pernikahan. Kata Kunci: Makna motif, Karakter, Batik Gedog
PERAN GURU PPKn DALAM MENGUATKAN KARAKTER TANGGUH UNTUK MENGANTISIPASI BAHAYA NARKOBA PADA SISWA DI SMPN 21 SURABAYA MaIn
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru PPKn dalam menguatkan karakter tangguh untuk mengantisipasi bahaya narkoba pada siswa di SMPN 21 Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori peran dari Biddle dan Thomas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Informan dalam penelitian berjumlah dua orang yang terdiri atas guru PPKn dan guru BK, teknik yang digunakan dalam penelitian ini Purposive Sampling. Data dikumpulkan menggunakan observasi dan wawancara. Selanjutnya data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn (Aktor) terdapat 4 perilaku yaitu harapan, norma, wujud perilaku, penilaian dan sanksi serta siswa (Target). Terdapat dua peran guru PPKn dalam menguatkan karakter tangguh untuk mengantisipasi bahaya narkoba pada siswa yaitu peran sebagai pengajar dan pendidik. Peran sebagai pengajar dilakukan pada saat jam pelajaran PPKn dengan memberikan penjelasan, mengajak siswa mengulas dan menyimpulkan dampak merokok. Selain itu juga memberikan pemahaman pada siswa untuk memilih-milih teman yang baik dan tidak mudah terpengaruh pada ajakan teman. Sebagian besar siswa yang merokok karena berteman dengan siswa yang merokok, jadi untuk mengantisipasi hal tersebut siswa harus pintar memilih-milih teman. Peran guru sebagai pendidik yaitu menangani siswa binaannya yang ketahuan merokok, penanganan yang dilakukan guru PPKn yaitu menasehati siswa binaannya. Langkah selanjutnya jika siswa kembali merokok lagi, guru PPKn sebagai wali kelas melaporkan ke BK. Pelaporan dilakukan karena siswa tersebut merokok lagi, hal ini menunjukkan bahwa siswa tersebut tidak ada niat untuk mengubah sikapnya. Kata Kunci: Peran guru PPKn, Karakter Tangguh, Bahaya Narkoba
HUBUNGAN KUALITAS PENERAPAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 SIDOARJO DEWI RATNA SARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan kualitas penerapan Gerakan Literasi Sekolah dengan kemandirian belajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 1 Sidoarjo dengan sampel sejumlah 108 siswa. Untuk mengolah data menggunakan teknik analisis data dengan rumus korelasi product moment. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai r hitung lebih besar dari r tabel. Berdasarkan ketentuan jika r hitung lebih besar dari r tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan kualitas penerapan Gerakan Literasi Sekolah dengan kemandirian belajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Sidoarjo. Kualitas penerapan Gerakan Literasi Sekolah dilihat dari proses pelaksanaannya dimulai dari pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Siswa yang melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah dengan kualitas yang tinggi maka akan memiliki kemandirian belajar yang tinggi, begitu sebaliknya siswa yang melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah dengan kualitas rendah maka memiliki kemandirian belajar yang rendah. Kata Kunci: kualitas penerapan, Gerakan Literasi Sekolah, kemandirian belajar
POLA ASUH ORANG TUA DAN KEMAMPUAN ANAK MENGUTARAKAN PENDAPAT DI KELAS TERBUKA SMPN 21 SURABAYA FATIMATURRUSDIYAH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan kemampuan anak mengutarakan pendapat di dalam kelas ditinjau dari pola asuh orang tua.Variabel dalam penelitian ini adalah pola asuh orang tua sebagai variabel bebas dan kemampuan mengutarakan pendapatsebagai variabel terikat.Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian komparasional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak kelas terbuka SMPN 21 Surabaya yang berjumlah 96 anak. Pengambilan sampel menggunakan teknik sensus sehingga yang menjadi sampel adalah seluruh populasi dalam penelitian.Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk mendapatkan data pola asuh orang tua dan kemampuan mengutarakan pendapat sedangkan observasi untuk mendapatkan data kemampuan anak mengutarakan pendapat.Teknik analisis data menggunakan uji chi kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga chi kuadrat hitung lebih besar dari tabel (6485,77 &ge; 3,841) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima dengan taraf signifikan &alpha; < 0,05. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan pola asuh orang tua menyebabkan perbedaan kemampuan anak dalam mengutarakan pendapat. Kata Kunci: Pola asuh orang tua, kemampuan mengutarakan pendapat
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT SAMIN DI DUSUN JEPANG KECAMATAN MARGOMULYO KABUPATEN BOJONEGORO Nadrotun NaIm
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi politik masyarakat Samin di Dusun Jepang Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro. Teori yang digunakan adalah teori partisipasi politik oleh Huntington dan Nelson. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisis menggunakan teknik analisis kualitatif dengan langkah pertama reduksi data, kedua penyajian data, dan ketiga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi politik masyarakat Samin dalam kegiatan pemilihan hanya terlibat dalam penggunaan hak pilih saja. Dalam lobby partisipasi politik dilakukan dengan menghubungi kepala desa, serta pernah mengusulkan sesuatu tentang kebijakan di tingkat desa yaitu berkaitan dengan kebijakan program pembangunan Desa. Dalam kegiatan organisasi partisipasi politik dilakukan dengan bergabung dalam keanggotaan perangkat desa karena terdapat satu anggota masyarakat Samin yang menjabat sebagai sekretaris desa di Desa Margomulyo. Dalam contacting partisipasi masyarakat Samin dilakukan dengan menjalin hubungan baik dengan bupati maupun dengan kepala desa, selain itu juga masyarakat Samin ikut terlibat dalam rapat ditingkat desa, sehingga masyarakat Samin dapat ikut terlibat dalam proses pembuatan kebijakan di tingkat Desa. Tindakan kekerasan tidak dilakukan dalam masyarakat Samin. Kata Kunci: partisipasi politik, masyarakat Samin.
TINGKAT KESADARAN BERLALU LINTAS PENGENDARA SEPEDA MOTOR DI SURABAYA SELATAN Ayunda Fadila
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana tingkat kesadaran berlalu lintas pengendara sepeda motor di Surabaya Selatan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 348 sampel. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Angket untuk pengendara sepeda motor di Surabaya Selatan sebanyak tiga puluh item soal. Angket untuk pengetahuan dan pemahaman sebanyak lima belas item soal, dan angket untuk sikap dan perilaku sebanyak lima belas item soal. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah berupa angket tertutup. Teknik analisis data dalam penelitain ini ialah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus deskriptif dalam porsentase. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa tingkat kesadaran berlalu lintas pengendara sepeda motor di Surabaya Selatan tergolong sedang. Hal ini dibuktikan dengan sebanyak 327 pengendara sepeda motor atau sejumlah 94% pengendara dari seluruh jumlah sampel memiliki tingkat kesadaran berlalu lintas yang sedang. Jika dilihat dari aspek pengetahuan dan pemahaman pengendara sepeda motor dalam berlalu lintas, sebanyak 291 pengendara sepeda motor atau sebanyak 84% pengendara dari 348 sampel memiliki pengetahuan dan pemahaman yang sangat tinggi dalam berlalu lintas. Selain itu jika dilihat dari sikap dan perilaku pengendara sepeda motor, diketahui bahwa sebanyak 303 pengendara atau sebanyak 87% pengendara dari keseluruhan jumlah sampel memiliki sikap dan perilaku berlalu lintas yang sangat rendah. Dilihat dari kedua hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kesadaran berlalu lintas pengendara sepeda motor di Surabaya Selatan tergolong rendah. Meskipun tingkat pengethauan dan pemahaman pengendara dalam berlalu lintas sangat tinggi, akan tetapi sikap dan perilaku pengendara tidak mecerminkan pengethauan dan pemahaman yang mereka miliki. Kata Kunci: Kesadaran hukum, pengetahuan, pemahaman, sikap, dan perilaku
UPAYA PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII) KOMISARIAT UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA DALAM MENUMBUHKAN NASIONALISME Husnul Wafa
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam menumbuhkan nasionalisme mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Teori yang digunakan adalah teori struktur fungsional oleh Talcoot Parsons yang terbagi menjadi empat sistem yang di sebut AGIL, terdiri dari Adaptation (A), Goal Attaiment (G), Integration (I), dan latency (L). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Informan penelitian ini adalah lima pengurus organisasi PMII komisariat Unesa. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan data interaktif menurut Miles dan Hubesman yang terdiri atas kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa PMII komisariat Unesa melakukan Upaya dalam menumbuhkan nasionalisme melalui program kerja. Pertama, program kerja pengkaderan formal terdapat materi ke-Indonesiaan dalam Masa penerimaan anggota baru (Mapaba) dan materi analisis sosial Indonesia dalam Pelatihan kader dasar (PKD). Kedua, program kerja Informal terdiri dari program kerja diskusi dan aksi refleksi dalam memperingati hari nasional. Teori struktur fungsional Parsons berkaitan dengan bagaimana sebuah sistem mampu bertahan di tengah lingkungan, PMII komisariat Unesa sudah melakukan adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi dan pemeliharaan pola-pola yang sudah ada dalam upaya menumbuhkan nasionalisme melalui program kerja yang terencana dan terstrukur. Kata Kunci: Nasionalisme, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
STRATEGI BERTAHAN MASYARAKAT STREN KALI JAGIR WONOKROMO SURABAYA DARI PENGGUSURAN HENDRA WIDIANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi bertahan masyarakat stren kali Jagir Wonokromo Surabaya dari penggusuran. Teori yang digunakan yakni teori konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Pemilihan informan dengan menggunakan teknik snowball sampling dengan jumlah 5 informan. Informan kunci dipilih dari kordinator wilayah kampung stren kali Jagir, selanjutnya dipilih dari beberapa tokoh kampung stren kali Jagir yang dianggap mengetahui permasalahan penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian data dianalisis dengan model analisis data Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bertahan masyarakat stren kali Jagir dari penggusuran adalah dengan cara melakukan protes penolakan, hal ini dilakukan oleh masyarakat stren kali Jagir Wonokromo sebagai bentuk cara agar permukiman yang selama ini mereka tempati tidak digusur. Strategi selanjutnya adalah dengan menerapkan prinsip &ldquo;Jogo Kali&rdquo;, berbeda dengan strategi yang pertama yang dilakukan secara langsung, &ldquo;Jogo Kali&rdquo; dilakukan untuk menampik anggapan bahwa selama ini masyarakat stren kali Jagir sebagai penyebab terjadinya banjir, dan dapat merubah citra kampung yang sebelumnya terkesan kumuh menjadi kampung yang bersih dan rapi. Sedangkan strategi yang terakhir adalah dengan memperkuat jaringan sosial. Kata Kunci: Strategi Bertahan, Masyarakat Stren Jagir, Penggusuran
MOTIF SANTRI DALAM MELAKUKAN PELANGGARAN DI PONDOK PESANTREN MODERN DARUL ULUM PETERONGAN JOMBANG Mochammad Baihaqi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif santri yang melakukan pelanggaran di pondok pesantren Darul Ulum. Dalam penelitian ini menggunakan teori fenomenologi dari Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan delapan yaitu, terdiri dari tujuh santri dan ketua keamanan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam yang dilakukan secara tidak terstruktur. Teknik analisis data dimulai dengan melakukan reduksi data, selanjutnya penyajian data lalu ditarik kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dengan membandingkan data yang didapat dari masing-masing informan. Hasil temuan ini terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan santri dengan alasan tidak bisa menghilangkan kebiasaan merokok, tidak bisa mengendalikan rasa malas, kebutuhan berinteraksi dengan lawan jenis, pengawas pondok pesantren kurang memahami keinginan santri, dan belum memiliki kesadaran dalam berketuhanan. Dalam hal ini ketiga jenis motif terdapat masing-masing pelanggaran yang sudah disesuaikan dan dikaitkan dengan teori motif yang terdiri dari Because Motive (motif sebab) dan In Order to Motive (motif tujuan). Dalam hal ini motif sebab santri melakukan pelanggaran karena peraturan yang ada di pondok pesantren Darul Ulum terlalu ketat, sedangkan motif tujuan santri melakukan pelanggaran yaitu karena ingin merasakan kebebasan atau menghilangkan rasa jenuh yang dialami santri di pondok pesantren Darul Ulum. Kata Kunci : Motif, pelanggaran, pondok pesantren

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue