Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Articles
923 Documents
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER PEDULI SOSIAL SISWA MELALUI BUDAYA SEKOLAH DI SMP SEPULUH NOPEMBER KABUPATEN SIDOARJO
M ROFIUL UMAM
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam membentuk karakter peduli sosial siswa melalui budaya sekolah di SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo dan untuk mendeskripsikan faktor pendukung serta faktor penghambat dalam budaya sekolah di SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Belajar Observasional Albert Bandura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran kepala sekolah dalam membentuk karakter peduli sosial pada siswa melalui budaya sekolah di SMP Sepuluh Nopemeber Sidoarjo adalah membentuk program bakti sosial dan pembagian kelompok-kelompok pada setiap kelas. Faktor pendukung dari budaya sekolah SMP Sepuluh Nopember adalah lingkungan sekolah, tenaga pendidik, kesiapan siswa. Peran kepala sekolah dalam meningkatkan faktor pendukung tersebut adalah pemberdayaan sarana yang ada, meningkatkan kerja sama antara sekolah dan komite. Faktor penghambat budaya sekolah SMP Sepuluh Nopember adalah kurangnya sarana pendukung, kurangnya dukungan masyarakat, kurangnya ketersediaan dana yang cukup, adanya siswa yang sulit diatur pada saat melaksanakan budaya sekolah. Peran kepala sekolah dalam mengatasi faktor penghambat tersebut adalah pemenuhan dana yang cukup untuk pemeliharaan sarana, memobilisasi dukungan masyarakat, mengefektifkan sarana yang ada, memberi nasehat kepada siswa yang sulit diatur. Kata Kunci: Peran, Peduli Sosial, Budaya Sekolah.
IMPLEMENTASI KURIKULUM INTEGRASI PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN) DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DI SMK NEGERI 7 SURABAYA
ANALISA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v5n03.p%p
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengintegrasian kurikulum P4GN dan pelaksanaan pembelajaran serta penilaian (evaluasi) pada kurikulum integrasi P4GN dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMK Negeri 7 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum integrasi P4GN bukanlah kurikulum yang berdiri sendiri melainkan kurikulum yang hanya menyisipkan atau mengintegrasikan materi narkoba serta bahaya-bahayanya. Implementasi kurikulum integrasi P4GN dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMK Negeri 7 Surabaya dilakukan dengan menyisipkan materi narkoba ke dalam program kerja Pramuka. Pelaksanaan pembelajaran kurikulum integrasi P4GN dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dilakukan dengan menerapkan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam RPK (Rencana Pelaksanaan Kegiatan) yakni mengintegrasikan penerapan sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penilaian sikap spiritual maupun penilaian sikap sosial dilakukan melalui pengamatan sikap peserta didik selama mengikuti kegiatan pembelajaran mulai dari awal berlangsungnya kegiatan sampai akhir kegiatan pembelajaran. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan memberikan tugas harian seperti tugas merangkum materi yang disampaikan oleh pembina Pramuka dan dilihat dari kegiatan diskusi yang dilakukan peserta didik. Penilaian keterampilan berupa penilaian praktek yaitu penilaian yang berdasar pada kemampuan dan prinsip peserta didik untuk menjuhi narkoba di lingkungan sekolah. Kata kunci : Kurikulum Integrasi P4GN, Narkoba dan Ekstrakurikuler Pramuka.
PEMBAGIAN RUANG PUBLIK DOMESTIK DALAM PEMUKIMAN TRADISIONAL TANEAN LANJENG DI MADURA
Ervin Iis Yulianda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v6n01.p%p
Abstrak Pemukiman tradisional merupakah pemukiman yang dimiliki setiap daerah yang menjadi ciri khas suatu daerah yang dilhat dari bentuk pemukimannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembagian ruang pada pemukiman tradisional tanean lanjeng serta nilai nilai yang menjadi landasan dalam pembagian ruang dalam pemukiman tradsisioanal tanean lanjeng. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian etnografi, teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini ada 5 orang, yakni pamong yang tinggal dalam pemukiman tanean lanjeng Dusun Angsanah Berek beserta istri, anak perempuan tertua yang tinggal di pemukiman tanean lanjeng Dusun Jalinan Timur beserta adik, serta sesepuh yang tinggal di pemukiman tanean lanjeng Dusun Jalinan Tengah. Hasil yang diperoleh adalah data mengenai pembagian ruang publik domestik dimana laki-laki yang dianggap kuat dan bisa menjaga perempuan serta keluarga yang tinggal dalam satu pemukiman tanean lanjeng maka seorang laki-laki menepati ruang publik agar bisa menjaga peremuan serta keluarga yang lain dalam satu pemukman tanean lanjeng, sedangkan perempuan menempati ruang domestik karena perempuan bagi masyarakat Madura adalah harga diri keluarga sehingga sangat perlu dijaga dan diawasi sehingga perempuan harus berada ditempat yang aman seperti ruang domestik yang berada pada pemukiman tradisional tanean lanjeng. Pembagian ruang pada pemukiamn tradisional tanean lanjeng terbentuk dari beberapa nilai yakni nilai kekeluargaan, nilai kekerabatan, nilai kerkunan serta nilai sosial budaya. Kata Kunci: Nilai-Nilai Pancasila, Tanean Lanjeng
UPAYA KOMUNITAS KAMPOENG DOLANAN DALAM MENANAMKAN NILAI GOTONG ROYONG PADA ANAK MELALUI PELESTARIAN PERMAINAN TRADISIONAL
NURRADINDA D
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v6n01.p%p
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan komunitas Kampoeng Dolanan dalam menanamkan nilai gotong royong pada anak melalui pelestarian permainan tradisional. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Dalam memilih informan menggunakan teknik snowball sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang dengan informan kunci founder komunitas Kampoeng Dolanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menanamkan nilai gotong royong pada anak komunitas Kampoeng Dolanan melakukan tiga upaya, yaitu mengenalkan, memainkan, dan melestarikan. Ketiga tahapan tersebut dilakukan dalam dua ruang lingkup yaitu Kelurahan Simokerto dan di luar Kelurahan Simokerto. Dalam Kelurahan Simokerto penanaman nilai gotong royong dilakukan melalui kegiatan dolan nang kampoeng, festival, dan lomba. Sedangkan, penanaman di luar Kelurahan Simokerto dilakukan melalui kegiatan sambang dalan, sambang kampoeng, dan sambang sekolah. Kendala yang diperoleh selama penanaman nilai gotong royong ada dua yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal menyangkut status keanggotaan yang tidak mengikat. Faktor eksternal menyangkut akses yang sulit dijangkau, pola pikir masyarakat yang tertutup, dan waktu kegiatan yang terbatas. Kata Kunci: gotong royong, permainan tradisional.
STRATEGI PENGEMBANGAN RASA CINTA TANAH AIR DALAM ORGANISASI KARANG TARUNA MELATI ROLAS DUSUN PASINAN KECAMATAN WRINGINANOM KABUPATEN GRESIK
MOKHAMMAD AFRIZAL ZUKHRI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v6n01.p%p
Abstrak Cinta tanah air merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap generasi muda yang berada dalam suatu negara. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan strategi pengembangan rasa cinta tanah air dalam organisasi Karang Taruna Melati Rolas di Dusun Pasinan Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik bagi anggotanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menentukan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam yang dilakukan secara tidak terstruktur. Teknik analisis data dimulai dengan melakukan reduksi data, selanjutnya penyajian data lalu ditarik kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dengan membandingkan data yang didapat dari masing-masing informan. Hasil dari temuan menunjukkan bahwa strategi pembina Karang Taruna Melati Rolas ada dua. Pertama, peringatan hari Sumpah Pemuda, bahwa dengan Sumpah Pemuda akan menyadari sebagai generasi penerus bangsa. Kedua melalui kepedulian terhadap lingkungan, yakni menjadikan lingkungan Dusun Pasinan bersih dan hijau sebagai wujud rasa cinta tanah air kepada bangsa dan negara. Kata Kunci :Cinta Tanah Air, Karang Taruna, Para Pemuda
PERAN ANGGOTA KOMUNITAS BERBAGI NASI (BERNAS) DALAM MEMBANGUN SIKAP PEDULI SOSIAL MASYARAKAT DI KOTA MOJOKERTO
Amelia Afrianty
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v6n01.p%p
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran yang dilakukan oleh anggota komunitas Berbagi Nasi Mojokerto dalam membangun sikap peduli sosial khususnya pada masyarakat Kota Mojokerto. Dalam penelitian ini menggunakan teori peran dari Biddle dan Thomas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam yang dilakukan secara tidak terstruktur. Teknik analisis data dimulai dengan melakukan reduksi data, selanjutnya penyajian data lalu ditarik kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi teknik dengan membandingkan data yang diambil dengan menggunakan teknik yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran anggota komunitas Berbagi Nasi Mojokerto dalam membangun sikap peduli sosial adalah dengan memberikan contoh langsung kepada masyarakat melalui kegiatan-kegiatan berbagi dan mengajak masyarakat untuk ikut berbagi melalui media sosial. Selain itu anggota komunitas Berbagi Nasi Mojokerto juga mengembangkan aktivitas berbagi hingga ke Kota-Kota lain sekitar Kota Mojokerto dengan membuat komunitas Berbagi Nasi di Kota Surabaya dan Jombang. Kata Kunci: Peran, Komunitas Berbagi Nasi, peduli sosial
PERSEPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 PPKn UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TERHADAP WACANA INTOLERANSI DI MEDIA SOSIAL
Nur Wahyu Etikasari
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v6n01.p%p
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa program studi S1 PPKn Universitas Negeri Surabaya terhadap wacana intoleransi di media sosial. Dalam teori ini menggunakan teori persepsi dari Bruner, terdapat empat tahap pengambilan keputusan yaitu: kategori primitif, mencari tanda (cue search), konfirmasi, dan konfirmasi tuntas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket (kuisioner) sebanyak 30 item soal pernyataan dan dokumentasi berupa data mahasiswa serta gambaran umum prodi S1 PPKn. Dalam penelitian ini yang menjadi responden yaitu 196 mahasiswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian tentang persepsi mahasiswa program studi S1 PPKn Universitas Negeri Surabaya terhadap wacana intoleransi di media sosial dilihat dari indikator pengetahuan dan pandangan dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan mahasiswa dan semakin dalam pengetahuan mahasiswa maka semakin luas pandangan mahasiswa untuk mempersepsikan tentang wacana intoleransi di media sosial. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil persentase yang cukup tinggi pada kategori sangat setuju dan setuju. Kata Kunci: Persepsi, Wacana Intoleransi, Media Sosial.
UPAYA GURU DALAM MENUMBUHKAN PERILAKU GOTONG ROYONG PADA SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 5 SURABAYA
Sittah Shofiana Fahriani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v6n01.p%p
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan siswa yang kurang peduli dalam menumbuhkan perilaku gotong royong pada diri siswa serta mendeskripsikan upaya yang dilakukan guru dalam menumbuhkan perilaku gotong royong pada diri siswa di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini memberikan deskripsi tentang persoalan-persoalan yang dimaksud sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan selama penelitian dilakukan dan data tersebut diolah secara kualitatif. Untuk pengumpulan data yakni dengan cara menggunakan metode wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII-D dan guru dipilih karena dianggap kesehariannya lebih mengerti dan dekat dengan siswa. Teknik analisis data dimulai dengan melakukan wawancara mendalam dengan informan. Untuk memperoleh keabsahan data, maka dilakukan metode triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa alasan siswa yang kurang peduli dalam menumbuhkan perilaku gotong royong pada siswa yakni karena faktor-faktor yang berasal dari lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Upaya guru dalam menumbuhkan perilaku gotong royong pada siswa di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya dengan cara guru melakukan pendekatan secara langsung yakni dengan memberikan tugas secara berkelompok pada proses pembelajaran berlangsung serta arahan terhadap siswa. Kata Kunci: : pendidikan, perilaku gotong royong, upaya guru
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PPKn PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 DAWARBLANDONG, MOJOKERTO
RIZKY PUTRI MASUDAH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v6n01.p%p
Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video animasi terhadap hasil belajar siswa. Yang dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa. Karena dalam proses pembelajaran, siswa mengalami kesulitan dalam menerima materi pembelajaran yang diberikan guru di kelas VII-1 SMP Negeri 1 Dawarblandong. Dalam penelitian ini media pembelajaran yang digunakan adalah media audio-visual khususnya yaitu melalui penggunaan media video animasi. Dalam penelitian ini media video animasi tersebut diujicobakan kepada siswa kelas VII-1 SMP Negeri 1 Dawarblandong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Desain penelitian ini menggunakan pretest dan postest dengan teknik purpose sampling. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Dawarblandong, Mojokerto. Sampel dalam penelitian ini berjumlah satu kelas yaitu kelas VII-1 yang berjumlah empat puluh lima siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan test yang berbentuk pilihan ganda. Meningkatnya hasil belajar siswa dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa. Hasil temuan dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar siswa pada saat melakukan pre-test dan setelah melakukan post-test. Rata-rata hasil belajar pada pre-test siswa menunjukkan 50,933333, sedangkan rata-rata hasil belajar pada saat post-test yaitu 59,8666667. Dengan demikian, maka terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas VII-1 SMP Negeri 1 Dawarblandong. Kata Kunci: media video animasi, hasil belajar
KONSEPSI MAKNA BHINNEKA TUNGGAL IKA MENURUT PENGGIAT KOMUNITAS BANGBANG WETAN SURABAYA
SAID
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/kmkn.v6n01.p%p
Abstrak Tujuan dari Penelitian ini adalah menganalisis makna Bhinneka Tunggal Ika menurut para penggiat komunitas Bangbang Wetan Surabaya. Serta menganalisis nilai multikultural yang terkandung dalam konsep Bhinneka Tunggal Ika menurut para penggiat komunitas Bangbang Wetan Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan desain fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika menurut para penggiat komunitas Bangbang Wetan Surabaya lalu merefleksikannya dengan konsep multikulturalisme sesuai teori dari HAR Tilar dan Bhiku Parekh. Bahwa perbedaan sudah menjadi kodrat, perbedaan tidak perlu disadari sebagai perbedaan sehingga tercapai suatu harmonisasi dalam kesatuan dan persatuan. Para penggiat komunitas Bangbang Wetan Surabaya menganalogikan layaknya gado-gado, gado-gado enak jika dimakan karena jenisnya yang berbeda itu. Kacang tetap menjadi kacang, cabai tetap menjadi cabai, dan lontong tetap menjadi lontong. Pada satu wadah dengan jenis dan muatan yang berbeda itu bisa menghasilkan suatu makanan yang enak. Maka didalam tatanan negara Indonesia, agar tercipta harmonisasi keindahan Jawa harus tetap Jawa, Sunda tetap menjadi Sunda, Bugis tetap menjadi Bugis tanpa merasa suku, ras, atau kelompaknya lebih baik dari yang lain. Kata Kunci: Makna Bhinneka Tunggal Ika, Multikulturalisme, Maiyah Bangbang Wetan Surabaya