cover
Contact Name
Setyo Admoko
Contact Email
setyoadmoko@unesa.ac.id
Phone
+6282144347073
Journal Mail Official
physics@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetaahuan Alam Jl. Ketintang, Gd C3 Lt 1, Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : 28303881     DOI : -
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang pendidikan fisika meliputi bidang Filsafat dan Kurikulum, Inovasi Pembelajaran, Media Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika diterbitkan secara berkala oleh Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya sebanyak tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juli, dan September.
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2012)" : 38 Documents clear
Pengembangan Alat Peraga Sederhana Cermin Ganda Sebagai Media Pembelajaran Sub Materi ‎Pemantulan Cahaya pada Cermin Datar di Kelas VIII SMP Negeri 3 Sidoarjo Rejanti, Army; Prabowo, Prabowo
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam menguasai konsep fisika yang kebanyakan bersifat abstrak. Untuk meminimalkan pemahaman konsep siswa yang lemah perlu adanya penyediaan media pembelajaran yang memadai. Salah satu komponen media pembelajaran adalah alat peraga. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan alat peraga yang telah dimodifikasi apabila digunakan di dalam pembelajaran di kelas. Pengembangan alat peraga cermin ganda merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan desain penelitian berupa one group pretest-posttest design. Alat peraga yang dikembangkan terlebih dahulu melewati tahap pemberian saran dari dosen ahli serta guru bidang studi IPA yang kemudian dilakukan penilaian kelayakannya sebelum digunakan di dalam pembelajaran. Tahapan selajutnya adalah tahap pengujian pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Sidoarjo dengan menggunakan 3 kelas replikasi. Berdasarkan validasi kelayakan alat peraga yang dilakukan dosen ahli serta guru bidang studi dapat dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran dengan presentase 82 %. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal di kelas VIII-2 sebesar 83,3 %, kelas VIII-3 sebesar 80,5 %, dan di kelas VIII-6 sebesar 83,3 % sehingga apabila dirata-rata persentase ketuntasan belajar siswa di ketiga kelas diperoleh hasil 82,36 %. Hasil validasi kelayakan alat peraga yang menyatakan alat peraga cermin ganda layak digunakan di dalam pembelajaran diperkuat juga oleh respon siswa di ketiga kelas sangat baik dengan persentase 92,30%. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah alat peraga cermin ganda layak digunakan di dalam proses pembelajaran serta respon baik dari siswa setelah menggunakan alat peraga cermin ganda.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Pendekatan Inkuiri Terhadap Hasil ‎Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Pacet pada Materi Perpindahan Kalor Wati, Nia; Suliyanah, Suliyanah
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan inkuiri terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pacet pada materi perpindahan kalor bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan inkuiri terhadap hasil belajar siswa dan mendeskripsikan respons siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan inkuiri. Desain penelitian ini adalah randomized control group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pacet yang terdiri dari tujuh kelas. Sampel penelitian terdiri dari tiga kelas eksperimen (VII E, VII F, dan VII G) dan satu kelas kontrol (VII C). Hasil pretest dianalisis menggunakan uji normalitas dan homogenitas, sedangkan hasil posttest dianalisis menggunakan uji t. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan inkuiri pada materi perpindahan kalor di kelas VII SMP Negeri 1 Pacet lebih baik daripada penerapan pembelajaran yang biasa diterapkan di sekolah dan hasil angket respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan inkuiri pada materi perpindahan kalor adalah positif.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together) ‎dengan Metode Make a Match Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Alat Optik di MTs NU ‎Trate Gresik Anisabitah, Nur; Sunarti, Titin
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa di sekolah tersebut masih sedikit guru fisika yang menerapkan model dan strategi pembelajaran, hal ini mengakibatkan lemahnya motivasi siswa untuk belajar di kelas, sehingga hasil belajar mereka cenderung rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dengan metode make a match terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan alat optik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan memberikan perlakuan terhadap subjek penelitian. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs NU Trate Gresik dan sampel yang diambil yaitu kelas VIIIA, VIIIB, VIIIC sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIID sebagai kelas kontrol yang berdistribusi normal dan homogen sebagai sampel penelitian dengan diberikan pre-test. Hasil post-test yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji-t. Hasil uji-t dua pihak diperoleh -ttabel < thitung < ttabel menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen berbeda dengan kelas kontrol. Hasil uji-t satu pihak diperoleh thitung > ttabel menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dengan metode make a match berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa di MTs NU Trate Gresik pada materi alat optik di kelas VIII.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Lab Virtual PhET Sebagai Pelengkap Lab Riil ‎dalam Pembelajaran Fisika Jurusan Multimedia di SMKN 1 Nganjuk‎ Noviantoro, Dwi Ade; Kustijono, Rudy
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengambangkan perangkat pembalajaran dengan lab virtual PhET sebagai pelengkap lab riil dalam pembelajaran fisika di SMK jurusan multimedia. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan, mendeskripsikan keterlaksanaan perangkat pembelajaran dalam pembelajaran fisika di SMKN 1 Nganjuk. Rancangan pengembangan pembelajaran dalam penelitian ini mengadaptasi penelitian pengembangan model 4D (four D model) yang terdiri dari: tahap pendefenisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Dalam penelitian ini hanya digunakan tiga tahap, yaitu sampai tahap pengembangan. Standar kompetensi yang ditetapkan adalah menerapkan konsep listrik arus searah dengan kompetensi dasar menguasai hubungan antara tegangan, hambatan, dan arus. Subyek penelitian adalah perangkat pembelajaran fisika SMK dengan lab virtual PhET dalam pembahasan “Kelistrikan Arus Searah”. Uji coba terbatas pembelajaran dalam penelitian ini dilakukan terhadap 18 siswa kelas XI jurusan multimedia SMK N 1 Nganjuk pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa: 1) Perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan secara keseluruhan berkategori baik dan layak digunakan dalam pembelajaran fisika di SMK Negeri 1 Nganjuk; 2) Keterlaksaan pembelajaran fisika menggunakan perngkat pembelajaran yang telah dikembangkan secara keseluruhan dapat berjalan dengan baik dan efektif yang meliputi respon siswa, hasil belajar siswa, dan proses keterlaksanaan pembelajaran dengan perangkat yang dikembangkan.
Pengembangan LKS Fisika Berbasis Teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) Materi ‎Alat Optik pada Kelas VIII SMP Negeri 01 Madiun Rizal, Muhammad; Wasis, Wasis
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi pada kenyataannya LKS yang telah dimiliki oleh peserta didik selama ini belum mampu membantu dalam menemukan konsep, karena hanya berisi materi dan soal-soal. LKS yang seperti itu sangat kurang sekali dalam mendidik atau mengembangkan beberapa kecerdasan yang dimiliki siswa. Selain itu, kami sebagai peneliti telah mengamati, bahwa di sekolah sekolah masih jarang menggunakan LKS berbasis MI, bahkan kami belum pernah menemukannya. Oleh sebab itu dilakukan penelitian dengan judul Pengembangan LKS Fisika Berbasis Teori Kecerdasan Majemuk ( Multiple Intelligence ) Materi Alat Optik pada kelas VIII SMP Negeri 01 Madiun yang bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan yang dimiliki siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan LKS yang berbasis teori kecerdasan majemuk (multiple intelligence). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII E yang berjumlah 32 anak. Pelaksanaan penelitian yaitu mengembangkan desain awal LKS beserta perangkat pembelajaran yang lain, telaah pembelajaran oleh para pakar (dosen ) dan para praktisi ( guru fisika SMP ) dan diuji coba pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Madiun. Berdasarkan hasil analisis kelayakan LKS berbasis multiple intelligence pada materi alat optik setelah dilakukan validasi diperoleh persentase sebesar 87,7 %, sedangkan rata-rata validasi seluruh perangkat adalah sebesar 87,8% hal ini menunjukkan bahwa seluruh perangkat layak digunakan dengan kategori baik. Berdasarkan rata-rata hasil belajar siswa memperoleh nilai sebesar 85,8 dengan persentase ketuntasan 81%. Kemudian untuk total respon ketertarikan siswa terhadap LKS multiple intelligence adalah sebesar 90,6%. Berdasarkan skor LKS, kelompok yang dominan kecerdasan tertentu tidak selamanya sukses mengerjakan LKS yang mencerminkan kecerdasan mereka, seperti halnya dengan kelompok spasial kelas VIII E SMP Negeri 01 Madiun yang datanya diambil oleh peneliti.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Strategi Pendekatan SETS pada ‎Materi Pemantulan Cahaya di Kelas VIII SMP Negeri 2 Wringinanom Trijayanti, Erni; Noortjahja, Andy
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pengelolaan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan strategi pendekatan SETS pada kegiatan belajar mengajar, hasil belajar siswa (yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor) dan respons siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan instrumen penelitian meliputi lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran, soal posttest, lembar pengamatan psikomotor, lembar pengamatan afektif dan angket respon siswa. Teknik analisis data menggunakan kuantitatif deskriptif dengan subyek penelitian kelas VIII-B sejumlah 37 siswa dan VIII-C sejumlah 36 siswa. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa skor pengelolaan pembelajaran guru untuk kelas VIII-B sebesar 3,37 (sangat baik) dan untuk kelas VIII-C sebesar 3,54 (sangat baik) hal ini menunjukkan bahwa keterlaksanaan pengelolaan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan strategi pendekatan SETS dilakukan dengan sangat baik. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan strategi pendekatan SETS memiliki dampak dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik pada ranah kognitif, afektif maupun psikomotor. Berdasarkan hasil angket diketahui bahwa siswa mempunyai respons yang sangat baik terhadap pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan strategi pendekatan SETS pada materi pemantulan cahaya.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) ‎Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Cahaya Kelas VIII di SMPN 8 Kediri‎ Bintasari, Imaniar; Supardi, Zainul Arifin Imam
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia selain tergantung kepada kualitas guru, juga harus di tunjang dengan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Tanpa ada sarana dan prasarana yang mendukung proses pendidikan, pendidikan di Indonesia akan sulit mengalami kemajuan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal dengan guru mata pelajaran fisika kelas VIII di SMP Negeri 8 Kediri, diperoleh informasi bahwa mata pelajaran fisika masih dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dimengerti oleh sebagian besar siswa. Kesukaran siswa terhadap materi fisika dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang belum sesuai dengan harapan. Dengan pembelajaran menggunakan model Kooperatif Tipe NHT diharapkan dapat berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe NHT terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Kediri pada materi cahaya. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Design. Metoda pengumpulan data menggunakan metode tes dan observasi. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Kediri tahun ajaran 2011/2012. Berdasarkan hasil analisis soal pre-test diperoleh kelas VIIIF, VIII-G, VIII-H sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-I sebagai kelas kontrol, berdistribusi normal dan homogen, sedangkan peningkatan hasil belajar menggunakan uji-t satu pihak dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada siswa kelas kontrol dan melalui uji regresi linier ganda dapat disimpulkan bahwa kemampuan Kooperatif Tipe NHT berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada kelas eksperimen. Respon sebagian besar siswa terhadap model pembelajaran Kooperatif Tipe NHT menunjukkan kategori setuju dan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar menunjukkan kriteria yang baik.
The Role of Thinking Empowerment by Questioning (TEQ) Learning in Physics of Light on The ‎Subject Matter of Critical Thinkig Skills Student Junior High School 6 Surabaya Fithrotin, Lilik; Suprapto, Nadi
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kondisi saat ini pendidikan belum bisa menciptakan siswa yang terampil berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitarnya. Siswa cenderung hanya menghafalkan rumus, hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru tanpa bertanya jika kurang mengerti, mengejar nilai yang tinggi serta menyelesaikan masalah yang tingkat kognitifnya masih rendah. Padahal dibutuhkan sikap yang kritis agar mampu bersaing dengan Negara lain di era globalisasi ini utamanya di bidang pendidikan dan teknologi. Pembelajaran melalui pemberian pertanyaan atau TEQ merupakan salah satu cara yang dapat diberdayakan agar peserta didik dapat mengkonstruk pengetahuan mereka. Melalui pembelajaran dengan TEQ diharapkan dapat dikembangkan kemampuan berpikir kritis, yang merupakan salah satu ciri dari berkembangnya penalaran formal. Penelitian ini mengambil materi cahaya karena peristiwa yang berhubungan dengan materi tersebut banyak dijumpai siswa di kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran, keterampilan berpikir kritis siswa, dan ketuntasan hasil belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang menerapkan pola pembelajaran TEQ. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Pra-experimental design yang dilakukan di SMP Negeri 6 Surabaya dengan subyek penelitian kelas VIII-E yang dipilih berdasarkan informasi dari guru. Desain penelitian adalah One group pre-test and post- test design. Penelitian dilakukan dengan mengadakan pre-test pada awal pertemuan, kemudian memberikan pembelajaran menggunakan pola pembelajaran TEQ yang disertai dengan observasi. Pada pertemuan terakhir diadakan post-test untuk mengukur ketuntasan hasil belajar siswa. Dari data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif diperoleh, 1) Pengelolaan pembelajaran kelas VIII-E sebesar 3,13 dikategorikan baik; 2) Ketuntasan hasil belajar siswa SMP Negeri 6 Surabaya berdasarkan KKM sekolah adalah 90% dengan rata-rata kelas 88,13; 3) Penerapan TEQ berpengaruh positif terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa berturut-turut sebesar 0,09 dan 0,559 dalam pembelajaran fisika pada materi pokok cahaya di SMP Negeri 6 Surabaya. Saran yang diberikan yaitu sebaiknya siswa dikondisikan dengan memberikan informasi tentang strategi belajar yang akan digunakan dan guru semaksimal mungkin mengelola waktu dengan baik. Hal ini diharapkan agar siswa lebih siap dalam mengikuti fase-fase yang diberikan dan waktu yang digunakan lebih efisien berdasarkan pola pembelajaran yang diterapkan sehingga akan tercipta pembelajaran yang baik.
Pengaruh Latihan Membangun Konsep Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Topik Kalor ‎pada Siswa SMAN 1 Sukodadi Kabupaten Lamongan‎ Manitasari, Puput Putri; Suprapto, Nadi
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian awal berupa tes pemecahan masalah yang dilakukan di SMAN 1 Sukodadi diketahui bahwa siswa kurang memahami konsep fisika yang telah diajarkan sehingga mereka belum mampu menyelesaikan soal pemecahan masalah. Oleh karena itu, dilakukan pembelajaran membangun konsep yang diharapkan dapat membantu siswa dalam memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh latihan membangun konsep dan respons terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa pada topik kalor. Desain experimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre experiental design jenis one group pretes posttest design. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2011/2012 siswa kelas X SMA 1 Sukodadi. Hasil analisis korelasi linier dan regresi dapat diketahui bahwa derajat hubungan latihan membangun konsep siswa terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa ditentukan oleh koefisien determinasi sebesar 62,41% yang berarti tingkat hubungannya kuat. Berdasarkan hasil analisis angket yang diisi oleh siswa dapat diketahui secara keseluruhan menunjukkan bahwa respons siswa mengenai pembelajaran membangun konsep siswa sangat kuat. Sehingga secara umum hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan membangun konsep berpengaruh positif terhadap kemampuan memecahkan masalah topik kalor pada siswa SMAN 1 Sukodadi Kabupaten Lamongan.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Dengan Lab Virtual PhET pada Materi Gelombang ‎Elektromagnetik di SMAN 1 Kutorejo Fatik, Zainul; Madlazim, Madlazim
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fisika merupakan salah satu cabang IPA (sains) yang mendasari perkembangan teknologi maju dan konsep hidup harmonis dengan alam. Fisika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan antara lain: mengembangkan pengalaman untuk dapat merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, merancang instrumen percobaan, mengumpulkan, mengolah dan menafsirkan data serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis. Namun tujuan tersebut belum optimal di SMAN 1 Kutorejo. Hal ini dapat dilihat dari permasalahan yang ada di SMAN 1 Kutorejo yaitu siswa menganggap fisika itu sulit dan pembelajaran yang kurang menarik karena guru hanya menyampaikan pengetahuan deklaratif saja dan kurang tersedianya alat untuk melakukan praktikum. Sehingga perangkat yang digunakan tanpa adanya kegiatan laboratorium. Berdasarkan studi pustaka yang telah dilakukan, salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan di atas adalah dengan menggunakan lab virtual PhET, melalui pengembangan perangkat pembelajaran fisika dengan lab virtual PhET. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan perangkat dengan lab virtual PhET pada materi gelombang elektromagnetik di SMAN 1 Kutorejo yang dikembangkan dan untuk mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran menggunakan perangkat tersebut.. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk hasil telaah dan deskriptif kuantiatif untuk hasil validasi terhadap kelayakan perangkat pembelajaran dan respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dengan lab virtual PhET yang dikembangkan telah ”layak” digunakan dalam proses pembelajaran di kelas.

Page 2 of 4 | Total Record : 38