cover
Contact Name
-
Contact Email
ijsp@usm.ac.id
Phone
+6224-6702757
Journal Mail Official
ijsp@usm.ac.id
Editorial Address
Gedung A Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang, Jalan Soekarno-Hatta, Tlogosari, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Spatial Planning
Published by Universitas Semarang
ISSN : -     EISSN : 27230619     DOI : http://dx.doi.org/10.26623/ijsp
Core Subject : Engineering,
Indonesian Journal of Spatial Planning publishes research articles, the best practices and policies of spatial planning in national and international stage
Articles 79 Documents
MODEL PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI WILAYAH PERI URBAN KOTA MALANG Imam Rofii
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 2, No 1 (2021): VOLUME 2 NOMOR 1 MARET 2021
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.636 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v2i1.3153

Abstract

Perkembangan fisik kota terkadang melewati batas-batas administrasi kota itu sendiri. Ukuran kota yang mengalami sprawl terus membesar hingga pada suatu saat seolah-olah menyatu dengan kota-kota di sekitarnya sehingga menjadikan dua atau lebih kawasan yang secara administrasi berbeda (terpisah) jadi satu kesatuan kenampakan kekotaan (kota metropolitan) dengan bentuk dan fungsi-fungsi bangunan yang berkarakteristik kota. Kota Malang telah berkembang menjadi pusat aktifitas sehingga meningkatkan kebutuhan akan lahan. keterbatasan lahan di dalam Kota Malang menyebabkankan terjadinya perkembangan kota menjalar kewilayah-wilayah lain disekitarnya. Kabupaten Malang sebagai salah satu wilayah yang berbatasan dengan Kota Malang menerima dampaknya. pada umumnya keberadaan Urban Sprawl di suatu wilayah di tandai dengan munculnya permukiman di pinggiran kota, demikian pula yang terjadi di Kabupaten MalangTujuan penelitian ini adalah untuk membangun model perubahan penggunaan lahan dan perkembangan Urban Sprawl di Kawasan peri urban Kota Malang. Dengan menggunakan pendekatan Model IDRISI SELVA - Land Use change Modeller. Pada kurun waktu 2004-2014 perubahan penggunaan lahan di Kawasan Kota Malang didominasi oleh peningkatan penggunaan lahan terbangun. Selama  10  (sepuluh) tahun lahan terbangun bertambah sebesar 45% untuk mengakomodasi pertumbuhan penduduk sebesar 6.877,60 jiwa. Dari pola perubahan tersebut di prediksi bahwa kebutuhan lahan untuk lahan terbangun pada tahun 2030 adalah sebesar 208.91 ha untuk mengakomodasi pertumbuhan penduduk pada tahun 2030 sebesar 1.326.56 jiwa, faktor pendorong perubahan lahan yang paling mempengaruhi adalah faktor jarak terhadap bangunan dengan nilai 40%. Model yang dibangun dengan pendekatan Land Use change Modeller sangat baik dan dapat digunakan karena memiliki tingkat validasi 83.42% sehingga model yang di bangun dapat digunakan sebagai basis prediksi perubahan lahan di tahun 2030. Perubahan penggunaan lahan non terbangun menjadi lahan terbangun di tahun 2004-2014 sebesar 45% diiringi dengan peningkatan jumlah penduduk rata-rata sebesar 1,25% hal ini mengindikasikan fenomena Urban Sprawl dan perubahan penggunaan lahan non terbangun menjadi terbangun. hasil prediksi tahun 2030 sebesar 61% dengan prediksi pertumbuhan penduduk rata-rata sebesar 1.78% hal ini mengindikasikan terjadi fenome urban Sprawl.  
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN KABUPATEN PEKALONGAN BERDASARKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Agus Sarwo Edy Sudrajat
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 1, No 2 (2020): VOLUME 1 NOMOR 2 OKTOBER 2020
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.266 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v1i2.3096

Abstract

As time goes by, a city or region will change its physical appearance. Visually, the physical appearance of the city can be seen from the growth of the center of activity and population activities that occupy a land space both vertical and horizontal developments. The realization of this is the impact of increasing population and growing population activities. Society or population as perpetrators as well as objects of development is one of the main actors influencing changes in a city or region. Of course this will have implications for the needs of land as a space for socio-economic and ecological activities.From the description above, it can be explained further, that the needs of this land if it is not considered in a balanced manner between demand and supply will have a negative impact on the land itself, including for human beings. Land needs are increasing while the amount of land is limited, so there is often a change in land use that is not in accordance with its designation.Therefore, in each land change, an analysis of the land is needed to determine the function (suitability) and character (capability) of the land so that any changes in land use can be known to be feasible and then the appropriate land use direction can be known. The method used is the spatial method using the map overlay technique with geographic information system software. With this method, it is expected to provide a detailed and precise description of the function and character of the land so that the direction of the development of a city or region can be determined optimally effectively and efficiently while anticipating the emergence of land change conflicts.
KAJIAN PERKEMBANGAN POLA RUANG KAWASAN PERMUKIMAN KECAMATAN PURWORDADI KABUPATEN GROBOGAN Yuni Novitasari
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 3, No 1 (2022): VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2022
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v3i1.4709

Abstract

Perkembangan suatu wilayah tidak terlepas dari yang namanya pertumbuhan penduduk. Kecamatan Purwodadi merupakan salah satu wilayah yang mengalami pertambahan jumlah penduduk sebesar 0,76. Adapun tujuan dilakukanya penelitian ini untuk mengetahui arah dan perkembangan pola ruang permukiman yang terjadi tahun 2010, 2015, dan 2020, dan perubahan orde permukiman serta dampak lingkungan dari sisi pelayanan air bersih dan persampahan yang terjadi akibat dari pola perkembangan permukiman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dengan metode analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif kuantitatif dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan jumlah penduduk yang terjadi sangat berpengaruh terhadap perkembangan pernggunaan lahan permukiman, dimana pada tahun 2010 luasan permukiman sebesar 1.909 Ha, ditahun 2015 meningkat menjadi 2.093 Ha, dan tahun 2020 mengalami peningkatan kembali menjadi 2.138 Ha. Pola perkembangan pada tahun 2010 yang terjadi membentuk pola clustered, sedangkan tahun 2015 dan 2020 membentuk pola random dengan arah perkembangan menuju ke arah barat dan selatah, dengan perkembanganya mengikuti arah perkembangan jalan. Perlu adanya upaya-upaya untuk pengontrolan pola perkembangan permukiman yang ada. Beberapa upaya dilakukan dengan penataan dan pengontrolan permukiman yang akan berkembang dikemudian hari, dan pemerataan persebaran fasilitas yang sesuai dengan standar yang ada, serta pembuatan kebijakan guna penataan kawasan permukiman secara lebih mendetail.  
KESIAPAN MASYARAKAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN KEPARIWISATAAN SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KAMPUNG JAWI, KECAMATAN GUNUNGPATI, KOTA SEMARANG Hendrianto Sundaro; Eva Yuliani
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 2, No 2 (2021): VOLUME 2 NOMOR 2 OKTOBER 2021
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.785 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v2i2.4251

Abstract

Kampung Jawi merupakan salah satu desa wisata yang bertemakan kebudayaan jawa yang bertujuan untuk menjaga nilai-nilai masyarakat dan pelestarian kebudayaan jawa.  Dengan luas wilayah 24 Ha, Kampung Jawi yang berada di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang menyimpan banyak potensi daya tarik wisata dengan mengupayakan pemenuhan kebutuhan kepariwisataan. Namun demikian, upaya tersebut harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan kepariwisataan sehingga pariwisata dapat berkelanjutan. Penelitian ini mengkaji bagaimana kesiapan masyarakat Kampung Jawi, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang dalam melakukan pemenuhan kebutuhan kepariwisataan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesiapan masyarakat yang meliputi pengetahuan, sikap dan respon dalam pemenuhan kebutuhan kepariwisataan yaitu atraksi, akomodasi, aksesbilitas, fasilitas wisata dan layanan masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Kuantitatif. Data diperoleh melalui kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis community readiness model  dan Analysis Hierarki Poses (AHP). Dari hasil perhitungan analisis community readines model diperoleh informasi tingkat kesiapan masyarakat dari segi pengetahuan yakni komponen atraksi mendapat nilai terbesar untuk dikembangkan yaitu 30,7%. Untuk segi sikap, komponen atraksi juga mendapat nilai prioritas utama untuk dikembangkan yaitu 27% dan dari segi respon, komponen aksesbilitas memiliki nilai tertinggi untuk dikembangkan yaitu sebesar 26,6%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa masyarakat kampung jawi menganggap komponen atraksi memiliki peranan penting untuk dijadikan sebagai daya tarik wisata selain itu komponen aksesbilitas juga dianggap penting untuk menambah daya tarik wisata. Sedangkan dari hasil perhitungan terhadap posisi kesiapan masyarakat  diperoleh informasi kesiapan masyarkat kampung jawi dalam pemenuhan kebutuhan kepariwisataan berada pada posisi preparation yang artinya masyarakat Kampung Jawi mulai mengorganisir diri dengan melakukan perencanaan-perencanaan untuk pengembangan wisata di Kampung Jawi. Dari hasil perhitungan analisis hierarki proses (AHP) diperoleh informasi bahwa untuk kriteria pengetahuan,  atraksi dan aksesbilitas mendapat nilai prioritas tertinggi untuk dikembangkan yaitu masing-masing sebesar 30,7%. Pada kriteria sikap atraksi juga mendapat nilai prioritas tertinggi yaitu 27% sedangkan pada kriteria respon aksesbilitas menjadi prioritas utama yaitu sebesar 26,6%,
IDENTIFIKASI PROFIL KUMUH KELURAHAN GONDORIYO, KECAMATAN NGALIYAN, KOTA SEMARANG Agus Sarwo Edy Sudrajat
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 2, No 1 (2021): VOLUME 2 NOMOR 1 MARET 2021
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.331 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v2i1.3178

Abstract

Kota merupakan pusat aktivitas penduduk yang dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana sebagai penunjuang kebutuhan hidup penduduknya. Semakin hari kota semakin berkembang seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, baik karena faktor urbanisasi maupun faktor lainnya. Pertumbuhan penduduk pada suatu kota tentunya akan berdampak pada kebutuhan akan ruang baik minimal sebagi tempat tinggal untuk hidup dan bertahan, sementara disisi lain ruang yang tersedia (lahan) sangat terbatas. Hal ini akan berdampak pada munculnya beberapa penggunaan lahan perkotaan yang tidak semestinya seperti penggunaan bantaran sungai, bawah kolong jembatan, maupun ruang kosong lainnya yang tidak semestinya. Berkembangnya penggunaan lahan tersebut tentu akan berdampak pada kekumuhan kawasan tersebut, kondisi tersebut diperpuburk dengan tidak didukungnya sarana prasarana yang memadai sehingga berdampak pada munculnya berbagai permasalahan seperti kesehatan, kebersihan, kenyamanan, keamanan maupun lainnya.Kelurahan Gondoriyo merupakan salah satu kelurahan yang masuk dalam program KOTAKU yang ada di Kota Semarang. Dalam rangka pencegahan dan penanganan kumuh, maka diperlukan proses awal untuk mengetahui profil kekumuhan lokasi tersebut yang nantinya akan menjadi dasar dalam menangani permasalahan kumuh yang ada di Kleurahan Gondoriyo. Penelitian ini merupakan identifikasi awal terhadap kondisi kekumuhan Kelurahan Gondoriyo, sehingga metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan melakukan analisa deskriptif kualitatif berdasarkan hasil orientasi lapangan (primer) maupun wawancara (sekunder),sehingga nantinya didapatkan data yang akurat dan valid yang kemudian diolah mengunakan spasial GIS. Adapun kondisi yang dianalisa menyangkut 7 indikator permukiman kumuh, yakni kondisi jalan, drainase, persampahan, sanitasi, air bersih, rumah tidak layak huni, dan kebencanaan,
KENYAMANAN TERMAL RUANG TERBUKA HIJAU RPTRA DI JAKARTA Kevin Adrian
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 1, No 1 (2020): VOLUME 1 NOMOR 1 MARET 2020
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.158 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v1i1.2281

Abstract

Ruang terbuka hijau perkotaan memiliki fungsi yang vital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan thermal Ruang Terbuka Hijau RPTRA di Jakarta. Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Kembangan Utara Jakarta Barat dan Sungai Bambu Jakarta Utara diambil sebagai sample dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan cara pengukuran keadaan termal RTH serta penyebaran kuisioner kepada pengunjung. Hasilnya adalah keduanya belum bisa mencapai kenyamanan termal menurut standar kenyamanan termal dari SNI dan PMV (Predicted Mean Vote). Perlu ada stategi design pada kedua RTH tersebut untuk meningkatkan kenyamanan thermal bagi pengguna.
Kajian Ketersediaan Ruang dan Preferensi Masyarakat Dalam Penerapan Konsep Transit Oriented Development (TOD) di Bandara Ahmad Yani Akbar Muliatama Wijaya; Rizqy Ridho Prakasa
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 3, No 1 (2022): VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2022
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v2i2.4099

Abstract

Seiring dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dan peningkatan volume kendaraaan yang memenuhi ruang Kota Semarang, permasalahan juga diikuti dengan pertumbuhan kenaikan akan moda transportasi baru yang dapat mempermudah aktivitas dan mobilitas penduduk di kota-kota besar yang kian meningkat diiringi dengan mudahnya akses mendapatkan kendaraan pribadi. Upaya untuk mengatasi kenaikan volume kendaraan yang memenuhi ruang kemacetan Kota Semarang akan dibangun Light Rail Transit (LRT). Rencana pembangunan LRT Kota Semarang dimulai pada tahun 2018 diawali dengan ground breaking. Pengembangan LRT di Kota Semarang tersebut diikuti dengan penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD). TOD adalah konsep perencanaan yang mengintegrasikan tata ruang kota yang menyatukan orang, kegiatan, bangunan, dan ruang publik melalui aksesbilitas yang dapat diakses dengan berjalan kaki dan bersepeda serta dapat menghubungkan langsung pada fasilitas transportasi publik. Tujuan penelitian untuk mengetahui ketersediaan ruang yang berada di Bandara Ahmad Yani yang dilalui oleh rute pertama pembangunan LRT di Kota Semarang dan pendapat masyarakat sebagai pelaku utama dalam penerapan TOD dan menghasilkan keluaran dalam bentuk kajian. Dalam penelitian ini membahas aspek spasial dan aspek sosial dalam wilayah studi. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis spasial, dan analisis hierarki proses. Dalam analisis yang telah dilakukan yaitu analisis ketersediaan ruang dan analisis preferensi masyarakat dalam menentukan prioritas variabel diperoleh bahwa prioritas tertinggi adalah variabel penerangan jalan dan prioritas terendah adalah kepadatan bangunan.
TINJAUAN KRITIS PENERAPAN PERENCANAAN PARTISIPATIF PADA PROYEK JKEGIATAN IDENTIFIKASI PENGEMBANGAN POTENSI DAERAH IRIGASI LENGGI KABUPATEN PATI Rizqy Ridho Prakasa; Marzuqotul Ilmiyah
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 2, No 1 (2021): VOLUME 2 NOMOR 1 MARET 2021
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.761 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v2i1.3177

Abstract

Pengembangan potensi daerah irigasi merupakan suatu bagian tindak lanjut terhadap adanya suatu potensi yang terdapat di daerah irigasi. Pengembangan potensi bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang terdapat di sekeliling masyarakat dengan menggunakan teknologi yang relevan dengan kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta mengurangi kesenjangan antar wilayah. Identifikasi pengembangan potensi Daerah Irigasi Kabupaten Pati yang mengembangkan potensi Daerah Irigasi Lenggi sebagai aspek lain yang dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga dapat berguna untuk menambah perekonomian petani atau masyarakat sekitar. Pembahasan ini disusun dengan melihat dari sudut pandang praktikan dalam suatu instansi dengan membandingkan antara kondisi di lapangan dengan teori terkait. Praktikan melihat dari sudut pandang substansi dalam Identifikasi pengembangan potensi Daerah Irigasi Kabupaten Pati. Substansi yang akan dijelaskan yakni mengenai konsep Perencanaan Partisipatif, yang nantinya diterapkan pada penyusunan rencana pengembangan potensi pada Daerah Irigasi Lenggi dalam Identifikasi Pengembangan Potensi Daerah Irigasi Lenggi.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAI UPAYA PENANGANAN KAWASAN KUMUH DI KAWASAN PECANGAAN KABUPATEN JEPARA Sri Subekti; Iwan Prayoga; Agus Sarwo Edy Sudrajat
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 1, No 2 (2020): VOLUME 1 NOMOR 2 OKTOBER 2020
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.409 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v1i2.3105

Abstract

Increased urbanization and the increase in the number of housing areas or settlements that are less organized, accompanied by increasing slums. Slum settlement is defined as a residential area that is unfit for habitation with irregular building conditions, has a high level of building density, with the quality of buildings and facilities and infrastructure that do not meet the requirements. The problem of this research is the low coverage of solid waste services and the increasing volume of non-organic waste that is difficult to recycle and the level of public awareness about cleanliness is the main problem of waste management. The purpose of this research is to solve the problem of solid waste as an effort to prevent settlements from slums and to create a community that cares about waste management. The conclusion of this research is the need for regular waste transportation services to TPS / TPA so that the Pecangaan area becomes cleaner, the procurement of trash bins for each RT so that the waste can be well accommodated and the infrastructure for the process of transporting waste, socializing to the community at community meetings about the importance of waste management that is carried out in a sustainable manner, providing incentives for communities / groups / areas that are able to manage their waste properly as pilot areas, providing training to residents on waste management with the 3R concept (Reuse, Reduce, Recycle).
PENENTUAN PUSAT KEGIATAN DALAM RENCANA STRUKTUR RUANG WILAYAH KABUPATEN BULUNGAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA Anggaiya Pedroart Sibarani; Annisa Mu'awanah Sukmawati
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 3, No 1 (2022): VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2022
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v3i1.4677

Abstract

Isu pemekaran wilayah terkait perubahan wilayah administrasi menjadi latar belakang dilakukannya langkah Peninjauan Kembali (PK) dan perubahan RTRW Kabupaten Bulungan. Kabupaten Bulungan sebelumnya termasuk wilayah administrasi Provinsi Kalimantan Timur. Namun, setelah mekarnya Provinsi Kalimantan Utara pada Tahun 2012, dilakukan revisi RTRW Kabupaten Bulungan yang mengacu pada RTRW Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2017-2037. Perubahan kebijakan RTRW provinsi tersebut menjadi pertimbangan dilakukannya langkah Peninjauan Kembali (PK) terhadap RTRW Kabupaten Bulungan Tahun 2012-2032. Hasil PK yang dilakukan tahun 2018 ini akan menjadi masukkan substansi bagi penyusunan RTRW Kabupaten Bulungan 2018-2038. Studi bertujuan untuk mengkomparasikan penentuan pusat kegiatan dalam rencana struktur ruang wilayah dalam dokumen RTRW Kabupaten Bulungan Tahun 2012-2032, hasil Peninjauan Kembali (PK) RTRW Kabupaten Bulungan Tahun 2018, dan hasil analisis Skalogram Guttman serta Indeks Sentralitas Marshall. Studi dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Studi menunjukkan bahwa perubahan wilayah administrasi yang berimplikasi pada perubahan RTRW Kabupaten Bulungan menyebabkan perubahan pusat-pusat kegiatan, yaitu fungsi Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) dan Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL). Sedangkan fungsi Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dan Pusat Kegiatan Lingkungan (PKL) tetap mengacu pada arahan RTRW provinsi dan nasional.