cover
Contact Name
-
Contact Email
ijsp@usm.ac.id
Phone
+6224-6702757
Journal Mail Official
ijsp@usm.ac.id
Editorial Address
Gedung A Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang, Jalan Soekarno-Hatta, Tlogosari, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Spatial Planning
Published by Universitas Semarang
ISSN : -     EISSN : 27230619     DOI : http://dx.doi.org/10.26623/ijsp
Core Subject : Engineering,
Indonesian Journal of Spatial Planning publishes research articles, the best practices and policies of spatial planning in national and international stage
Articles 79 Documents
ANALISIS PREDIKSI ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN PRINGSEWU Izhar, Ryansyah; Qoyyum Kamil, Muhammad Ibnu; Aprildahani, Baiq Rindang
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 2 (2025): VOLUME 6 NOMOR 2 OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i2.12111

Abstract

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pringsewu Tahun 2023–2043, Kecamatan Ambarawa ditetapkan sebagai kawasan strategis agropolitan untuk mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian. Namun, alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman telah menyebabkan penurunan luas lahan pertanian secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan pertanian, memproyeksikan kondisi tutupan lahan pertanian pada tahun 2043, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. Analisis perubahan tutupan lahan dilakukan dengan metode klasifikasi terawasi menggunakan citra Landsat 8 tahun 2013 dan 2023. Proyeksi tutupan lahan pertanian tahun 2043 dilakukan melalui pemodelan Cellular Automata–Artificial Neural Network (CA-ANN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2013–2023, terjadi penurunan lahan pertanian seluas 198,51 hektare. Luas lahan pertanian diproyeksikan terus menyusut menjadi 1.873,77 hektare pada tahun 2043. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan penggunaan lahan yang tidak terkendali dapat mengganggu keberlanjutan rencana tata ruang, khususnya dalam perlindungan lahan pertanian.
SUSTAINABLE URBAN DEVELOPMENT IN JAKARTA: PENTA-HELIX AND PUBLIC PERCEPTION ANALYSIS Dananjaya, Ahmad Ghazy
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 2 (2025): VOLUME 6 NOMOR 2 OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i2.12402

Abstract

This study critically analyzes the interplay between urbanization, spatial socio-economic disparities, and the effectiveness of Penta-Helix governance in Jakarta, along with their implications for urban sustainability. Employing a mixed-methods (sequential exploratory) approach, qualitative data were collected through in-depth interviews with Penta-Helix stakeholders, while quantitative data were gathered from a survey of 400 respondents. The study evaluates five key variables: inclusive spatial planning policies, public transport accessibility, urban environmental management, affordable housing availability, and public participation. Anticipated findings suggest a discrepancy between policy objectives and public perceptions, with a projected 70-85% alignment to be validated. The research outcomes are expected to provide robust empirical insights and policy recommendations to foster a more equitable and sustainable development path for Jakarta.
SPATIAL ENTROPHY DAN POLARISASI MORFOLOGI KOTA SEKUNDER DI KEPULAUAN: STUDI KOTA PANGKALPINANG I Gede Wyana Lokantara; Khairunnisak; Nasution, Rafika Hilmi
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 2 (2025): VOLUME 6 NOMOR 2 OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i2.12692

Abstract

Kota sekunder memainkan peran strategis dalam sistem wilayah nasional sebagai simpul pertumbuhan di luar metropolitan, namun umumnya memiliki keterbatasan kapasitas tata ruang dan daya dukung lingkungan. Pangkalpinang, sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, adalah kota sekunder bercorak kepulauan yang mengalami tekanan signifikan akibat transisi ekonomi dari sektor agraris ke jasa dan perdagangan. Dalam dua dekade terakhir, kota ini menunjukkan pola ekspansi fisik yang semakin tersebar dan sulit dikendalikan, tanpa dukungan sistem diagnosis spasial yang komprehensif terhadap perubahan penggunaan lahan. Penelitian ini menggunakan metode Shannon Entropy untuk menganalisis perubahan keteraturan spasial berdasarkan dua perspektif utama berdasarkan kedekatan terhadap pusat kota (H'p) dan jaringan jalan (H'j), dengan cakupan tujuh kecamatan dalam rentang waktu 2000, 2010, dan 2024. Hasil menunjukkan peningkatan nilai entropy tertinggi di Bukit Intan H'p sebesar 0,3335 menjadi 0,5316 dan Gerunggang dari H'p: 0,3478 menuju 0,4608), yang mencerminkan desentralisasi pembangunan mengikuti struktur jaringan jalan. Pendekatan ini berhasil mengungkap wilayah-wilayah yang mulai kehilangan kontrol spasialnya, sekaligus menawarkan cara pandang baru dalam menilai tekanan terhadap ruang produktif. Temuan ini menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan perlindungan terhadap kawasan dengan tekanan pembangunan tinggi, serta menyumbang pada pemahaman teoretis tentang arah transformasi ruang kota sekunder di kawasan kepulauan. Kata kunci: Kota sekunder; Pangkalpinang; Shannon Entropy, Spasial
IDENTIFIKASI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN KABUPATEN KENDAL MENGGUNAKAN GOOGLE EARTH ENGINE Akbar, Rendy
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 2 (2025): VOLUME 6 NOMOR 2 OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i2.12806

Abstract

Sistem computer berbasis cloud sudah sangat berkembang pesat dan sangat memudahkan untuk melakukan berbagai analisis spasial dalam bidang perencanaan wilayah dan kota. Google Earth Engine (GEE) merupakan sebuah sistem berbasis cloud yang sangat sesuai digunakan untuk melakukan analisis yang pendekatan ruang dan waktu. Salah satu contoh dalam bidang perencanaan wilayah dan kota yang dapat dimudahkan dalam melakukan analisis spasial dan temporal dengan menggunakan Google earth Engine adalah melihat dampak dari urbanisasi dan industrialisasi yang terjadi di Kab. Kendal terhadap tutupan lahan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan tutupan lahan yang ada di Kabupaten Kendal dengan menggunakan GEE (Google Earth Engine) dengan pendakatan secara spatial dan temporal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Diskriptif Kuantitatif, dengan membandingkan hasil citra landsat 7 dan 8 pada tahun 2009, 2014, 2019 dan 2024. Identifikasi tutupan lahan dalam penelitian ini menemukan 7 klasifikasi tutupan lahan yaitu badan air, kawasan terbangun, tambak, Rumput, tanah terbuka, vegetasi dan sawah. Urbanisasi dan industrialisasi yang terjadi di Kab. Kendal mempengaruhi perubahan tutupan lahan di Kab. Kendal. Untuk jenis tutupan lahan yang selalu bertambah dalam kurun waktu 15 tahun (2009 – 2024) adalah Kawasan terbangun, tanah terbuka dan sawah. Sementara untuk jenis tutupan lahan yang selalu berkurang dalam kurun waktu 15 tahun (2009 – 2024) adalah Badan air, tambak, Sawah dan vegetasi. Penggunaan sistem computer berbasis cloud seperti Google Earth Engine dengan menggunakan metode Random Forest sangat bermanfaat dan efisien digunakan dalam kaitannya analisis secara spasial dan temporal. Terlihat dari nilai uji akurasi yang berada diatas > 85 %. Kata Kunci : Tutupan Lahan, Industrialisasi, Kendal, Google Earth Engine  
KUALITAS VISUAL ELEMEN PERANCANGAN KOTA PADA ALUN – ALUN KAUMAN SEMARANG Rizal Saputra, Andhika; Wahjoerini, Wahjoerini
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 2 (2025): VOLUME 6 NOMOR 2 OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i2.12807

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk mendorong perkembangan pusat kegiatan yang merefleksikan identitas dan keragaman suatu kawasan. Dalam hal ini, perancangan kota menjadi bagian penting dari proses perencanaan fisik yang berorientasi pada kualitas estetika dan fungsional ruang kota. Mengacu pada teori Hamid Shirvani (1985) dalam The Urban Design Process, terdapat delapan elemen pembentuk fisik kota: land use, building form and mass, circulation and parking, open space, signages, pedestrian ways, support activity, dan preservation. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas visual elemen perancangan kota pada Kawasan Alun-Alun Kauman Semarang sebagai ruang publik hasil revitalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada pengunjung dan pedagang kaki lima (PKL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap kualitas visual elemen perancangan kota terbagi merata antara kategori cukup (50%) dan baik (50%). Elemen dengan nilai rendah mencakup sirkulasi dan parkir, signages, serta jalur pejalan kaki, yang membutuhkan perbaikan dan peningkatan desain. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan elemen visual dalam menunjang keberfungsian dan daya tarik ruang publik, serta menjadi dasar perencanaan lanjutan guna meningkatkan kualitas kawasan secara menyeluruh.
PEDESTRIAN JALAN GAJAHMADA KOTA SEMARANG: PENILAIAN WALKABILITY INDEX DAN PREFERENSI PEJALAN KAKI Putri Utoyo, Firani Marinda Putri Utoyo; Kurnianingtyas, Agnesia Putri
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 2 (2025): VOLUME 6 NOMOR 2 OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i2.12974

Abstract

The Gajahmada Corridor is one of the main thoroughfares that plays a strategic role in the spatial structure of Semarang City. This area functions as a center for commercial, service, and office activities, and serves as a link between important points in the city such as Simpang Lima and Pandanaran Road. The activities of corridor users are highly diverse, including local residents, formal and informal workers, shopping center visitors, and hotel guests. This diversity drives the high intensity of pedestrian activity in the area. Therefore, providing adequate pedestrian facilities is a crucial aspect for enhancing the walkability of the area. This article aims to assess the walkability index along Jalan Gajahmada and evaluate users' perceptions of pedestrian facilities to promote the development of a pedestrian-friendly area as part of efforts to achieve a walkable city, in line with the principles of a green city. The analytical techniques used in this study include assessing the walkability index using the Global Walkability Index (GWI), Customer Satisfaction Index (CSI), and Importance Performance Analysis (IPA). Primary data was collected through field observations and the distribution of questionnaires to 100 respondents selected via stratified random sampling. The analysis results show that the pedestrian path is in the “good” category with an index score of 70.2 and a user satisfaction level of 70.3, which falls into the “satisfied” category. Supporting facilities and physical barriers are the main concerns because they are considered important but not yet satisfactory. Recommendations for improvement include enhancing crossing facilities, reorganizing space to reduce physical barriers, and providing disability-friendly amenities.  
DAMPAK PERKEMBANGAN KAWASAN PERINDUSTRIAN TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN, EKONOMI, SOSIAL, LINGKUNGAN MASYARAKAT DI KECAMATAN PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG Shoimul Fajria, Achid; Pamurti, Andarina Aji
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 2 (2025): VOLUME 6 NOMOR 2 OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i2.13038

Abstract

Kecamatan Pringapus, terletak di Kabupaten Semarang, mengalami perubahan signifikan akibat alih fungsi lahan dari pertanian menjadi kawasan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari perubahan tersebut dan menggunakan metode analisis kuantitatif dan spasial untuk memberikan gambaran yang jelas tentang perubahan yang terjadi. Hasil menunjukkan bahwa dengan adanya alih fungsi lahan ini berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat di Kecamatan Pringapus. Yaitu peningkatan komersial, yang dimanfaatkan warga untuk membuka usaha perdagangan dan jasa di sekitar kawasan industri. Serta dampak positif dari keberadaan industri adalah terciptanya lapangan kerja baru yang meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan beralihnya fungsi lahan di Kecamatan Pringapus  ini  memberikan perubahan sosial di Kecamatan Pringapus. Hal ini di sebabkan perkembangan ekonomi yang baik di kecamatan Pringapus sehingga masyarakat dapat mengakses kebutuhan dan keinginan yang lebih baik yaitu faktor urbanisasi. Dengan beralihnya fungsi lahan di Kecamatan Pringapus tidak memberikan perubahan lingkungan bagi masyarakat Pringapus. Hal ini dapat dilihat dari cara mengelola persampahan di kecamatan Pringapus yang mulai sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan menjaga kondisi lingkungan sekitar. Namun, terdapat dampak negatif, yaitu berkurangnya lahan pertanian yang mengakibatkan petani kecil tersisih.  
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN KONSERVASI PENYU PANTAI PATIHAN, KECAMATAN SANDEN KABUPATEN BANTUL Dwiantoro , Keysha Al Maira; Kusumo Dewi, Diah Intan
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 2 (2025): VOLUME 6 NOMOR 2 OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i2.13049

Abstract

Wilayah pesisir di Indonesia menghadapi krisis ekologi yang kompleks, termasuk degradasi habitat pesisir dan ancaman terhadap populasi penyu yang merupakan spesies langka dan dilindungi. Pantai Patihan di Bantul, Yogyakarta, merupakan salah satu kawasan konservasi penyu yang memiliki potensi ekologis, sosial, dan ekonomi yang besar. Studi ini menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan kawasan konservasi berbasis masyarakat di Pantai Patihan. Kawasan ini memiliki habitat alami yang mendukung penyu lekang dan penyu hijau bertelur dengan tingkat keberhasilan penetasan relatif tinggi (±80%). Keberadaan kelompok konservasi lokal (KKP Mino Raharjo) menjadi faktor kunci dalam pengelolaan dan pemberdayaan masyarakat. Terdapat tantangan teknis, keterbatasan fasilitas, dan ancaman lingkungan perlu diatasi dengan pendekatan partisipatif, peningkatan kapasitas SDM, kemitraan akademik, dan diversifikasi sumber pendanaan. Strategi pengembangan disusun untuk mengoptimalkan konservasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal secara berkelanjutan.
POLA AKTIVITAS PENGUNJUNG DALAM PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK TAMAN KOTA WELERI Untiyarto, Kamdan; Arief Rahman, Ratna Ayu Permatasari
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 2 (2025): VOLUME 6 NOMOR 2 OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i2.13059

Abstract

Weleri City Park in Weleri District, Kendal Regency, is strategically located in the city center and equipped with facilities such as a multipurpose court, a children’s playground, a jogging track, and a public transport stop. These facilities encourage the public to visit the park for a variety of activities. The study aims to map how space is used in line with visitors’ needs and preferences. A descriptive qualitative method was employed through observation and behavioral mapping, dividing the park into five zones: parking, trading, play, sports, and leisure. The findings indicate a wide range of activities, with socializing among family and friends as the most prominent, followed by sports activities that peak in the morning and late afternoon, as well as children’s play supported by the available facilities. The study concludes that the park provides physical, social, and psychological benefits as a space for relaxation, interaction, and community strengthening. However, limited facilities and cleanliness issues remain challenges, underscoring the need for improved management by local stakeholders.