cover
Contact Name
-
Contact Email
ijsp@usm.ac.id
Phone
+6224-6702757
Journal Mail Official
ijsp@usm.ac.id
Editorial Address
Gedung A Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang, Jalan Soekarno-Hatta, Tlogosari, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Spatial Planning
Published by Universitas Semarang
ISSN : -     EISSN : 27230619     DOI : http://dx.doi.org/10.26623/ijsp
Core Subject : Engineering,
Indonesian Journal of Spatial Planning publishes research articles, the best practices and policies of spatial planning in national and international stage
Articles 79 Documents
PREDIKSI ARAH PERUBAHAN LAHAN KAWASAN PERKOTAAN GARUT 2013-2031 Farishi Syahibal; Tia Adelia Suryani
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 4, No 1 (2023): VOLUME 4 NOMOR 1 MARET 2023
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v4i1.6775

Abstract

Salah satu kawasan yang memiliki perkembangan yang cukup tinggi berada di kawasan perkotaan garut yang terdiri dari Kecamatan Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Garut Kota, Banyuresmi, dan Karangpawitan. Terlihat dari perkembangan-perkembangan pembangunan perumahan di kecamatan tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Garut Kota dan Kecamatan Karangpawitan. Jumlah penduduk kawasan perkotaan garut juga mengalami peningkatan dari tahun 2014-2018. Kawasan perkotaan Garut ditetapkan sebagai kawasan strategis Kabupaten yang memiliki nilai strategis ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten. Hal ini dikarenakan kawasan perkotaan garut ditetapkan sebagai pusat pelayanan lokal serta memiliki konsentrasi penduduk yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut diperlukan prediksi arah perubahan penggunaan lahan melalui pemodelan landuseChange Modeler. Hasilnya berupa peta prediksi arah perubahan lahan, sehingga penggunaan lahan dapat dievaluasi untuk menghindari dampak-dampak negatif yang terjadi,sehingga perubahan dapat dipantau dan diarahkan.Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis spasialdengan bantuan perangkat lunak Idrisi Terset. Kawasan Perkotaan Garut mengalami perubahan penggunaan lahan pada kurun tahun 2013-2021. Perubahan tersebut berupa perubahan penggunaan lahan dari pertanian, area hutan, dan tanah terbuka menjadi permukiman. Berdasarkan hasil prediksi, Kawasan Perkotaan Garut masih memiliki lahan non-terbangun yang cukup luas di tahun 2031 yaitu sebesar 51.2 Km² (67.4%). Perkembangan penggunaan lahan perkumukiman di Kawasan Perkotaan Garut di tahun 2013-2031 mengarah ke utara pada Kecamatan Tarogong Kalerdan selatan pada Kecamatan Garut Kota akibat adanya persebaran jalan. Tetapi jika ditinjau melalui kerawanan bencana, daerah selatan merupakan daerah rawan bencana gerakan tanah dan gempa bumi. Sedangkan pada daerah utara merupakan lereng gunung Guntur, sehingga morfologi cenderung terjal dan berbukit dan memiliki potensi terkena bencana gunung api. Maka dari itu diperlukannya tindakan atau skenario pencegahan jika terjadi bencana berupa upayapengurangan risiko bencana.  
DAMPAK KEGIATAN KOMERSIAL TERHADAP TINGKAT PELAYANAN JALAN AHMAD YANI KOTA SUKABUMI Achmad Fauzan Iscahyono; Yustira Yulindar
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 4, No 1 (2023): VOLUME 4 NOMOR 1 MARET 2023
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v4i1.6709

Abstract

Pertumbuhan kendaraan di Kota Sukabumi dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, sedangkan kapasitas jalan yang tersedia tidak berubah atau tidak berkembang. Oleh karena itu, sering terjadi kemacetan di beberapa ruas jalan, terutama pada jalan yang berada pada pusat aktivitas perekonomian. Hampir setiap hari, kondisi Jalan Ahmad Yani terjadi kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak lalu lintas yang ditimbulkan oleh kegiatan komersial di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, sehingga akan diketahui tingkat pelayanan jalan pada ruas jalan tersebut. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif dengan melakukan analisis kondisi lalu lintas yang berpedoman pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014 (PKJI), analisis tingkat pelayanan jalan yang berpedoman pada Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 14 Tahun 2006, dan melakukan perbandingan kondisi saat ini dengan asumsi tanpa adanya dampak kegiatan komersial di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi. Hasil dari penelitian ini adalah nilai VCR Jalan Ahmad Yani mencapa 0,9 serta memiliki tingkat pelayanan jalan dengan nilai E atau dapat dikatakan arus tidak stabil, terhambat dengan tundaan yang tidak dapat ditolerir. Selain itu, berdasarkan hasil proyeksi menggunakan analisis do-nothing, diketahui bahwa diproyeksikan jumlah kendaraan yang terus meningkat setiap 5 tahunselama 20 tahun yang akan mendatang
IDENTIFIKASI KAWASAN STRATEGIS KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG Imam Rofii; Agnesia Putri K
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 4, No 1 (2023): VOLUME 4 NOMOR 1 MARET 2023
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v4i1.6814

Abstract

Dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009-2029, Kabupaten Semarang juga terdapat kawasan yang berfungsi PKN Kedung Sepur yaitu yang melayani Kota Semarang Kawasan Perkotaan Ungaran dan Kawasan Strategis Ekonomi Ungaran-Bawen. Selain itu juga terdapat Kawasan Industri Strategis Provinsi di Kabupaten Ungaran berupa Kawasan Peruntukan Industri. Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 9 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Semarang mengamanatkan adanya fungsi kawasan strategis ekonomi yang salah satu perwujudannya adalah dengan menyusun rencana terperinci kawasan untuk dijadikan dasar dan pedoman dalam pengembangan kawasan strategis tersebut. Melihat perencanaan spasial untuk Kabupaten Semarang yang didasarkan pada rencana tata ruang baik nasional, provinsi maupun kabupaten maka perlu ada konsep yang lebih detail untuk dapat mengimplementasikan amanat peraturan tersebut sebagai bagian dari rencana pembangunan di kabupaten yang harus berpedoman pada dokumen perencanaan yang telah ditetapkan. Pengembangan kawasan strategis ekonomi Kabupaten Semarang untuk Kecamatan Tuntang diharapkan menjadi bagian dari implementasi prioritas pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk terus mengoptimalkan peran wilayah perbatasan dan pinggiran dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah dan kesejahteraan masyarakat secara umum.
KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA PARIWISATA DI PANTAI GLAGAH WANGI BERDASARKAN PREFERENSI PENGUNJUNG Zulfa, Elfia; Sudrajat, Agus Sarwo Edy
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 4, No 2 (2023): VOLUME 4 NOMOR 2 OKTOBER 2023
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v4i2.6441

Abstract

Tourism facilities and infrastructure can make one of the supports in tourist attraction, because if the availability of facilities and infrastructure is not well developed it will result in reduced interest in visiting tourists. So that it can affect the decline in the quality of the tour.The purpose of this study was to determine the availability of tourism facilities and infrastructure based on the preferences of visitors at Glagah Wangi Beach as seen from the conditions and functioning of infrastructure facilities in the tourist area. The conditions and functioning in question include basic facilities, complementary facilities, supporting facilities and infrastructure. The method used in this study is cross-tabulation analysis to find out and measure visitor preference scales in determining the conditions and functioning of objects seen, especially facilities and infrastructure.The results obtained in this study were that the availability of facilities and infrastructure concerning the condition and functioning of basic facilities was 75% very good (Tourism Transport, Stalls, Homestays), complementary facilities 45% very good (float tire rental, ATV), supporting facilities 60% good (souvenirs, places of worship) and 42% infrastructure is not good (transportation, parking, accessibility, energy sources, toilets, telecommunications, clean water).
ANALISIS POLA AKTIVITAS PENGGUNA JALAN DI KORIDOR JALAN TLOGOSARI RAYA SEMARANG Arief Rahman, Ratna Ayu Permatasari; Sundaro, Hendrianto; Vakumoro, Adityo Fajar
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 4, No 2 (2023): VOLUME 4 NOMOR 2 OKTOBER 2023
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v4i2.7907

Abstract

Koridor jalan adalah penggal jalan yang menghubungkan wilayah dengan batasan fisik. Koridor jalan yang baik biasanya memiliki jalur pejalan kaki di kedua sisi jalan untuk memudahkan pejalan kaki. Di Indonesia, masalah koridor jalan tidak terlepas dari hubungan dengan kepadatan jumlah penduduk. Jumlah penduduk yang lebih besar di Kota Semarang menyebabkan peningkatan kepadatan lalu lintas. Koridor jalan Tlogosari Raya Semarang adalah salah satu koridor jalan di kota Semarang yang memiliki banyak lalu lintas. Jalan Tlogosari Raya Semarang sangat penting karena merupakan jalan utama dan memiliki banyak aktivitas komersial di perumahan Tlogosari Semarang. Dengan waktu, beberapa masalah muncul di jalan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sifat fisik berhubungan dengan pola aktivitas yang terjadi di koridor jalan Tlogosari Raya. Untuk mencapai tujuan ini, metode yang akan digunakan adalah observasi dan pemetaan titik aktivitas yang dilakukan secara bertahap. Hasilnya adalah efek karakteristik fisik terhadap pola aktivitas di koridor jalan Tlogosari Raya Semarang.
PENGARUH KEBERADAAN PT HWASEUNG INDONESIA TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT DESA BANYUPUTIH KECAMATAN KALINYAMATAN KABUPATEN JEPARA Rohim, Muhammad Nazilur; Wahjoerini, Wahjoerini
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 4, No 2 (2023): VOLUME 4 NOMOR 2 OKTOBER 2023
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v4i2.6703

Abstract

Pembangunan industri akan selalu disertai dengan berbagai macam perubahan dalam kehidupan masyarakat. Salah satuaspek yang terkena imbas dari adanya industri yaitu ekonomi. Jepara yang terkenal dengan kota ukir beberapa tahun terdapatberbagai macam industri. Sejak tahun 2014 Kabupaten Jepara banyak dibangun industri berskala besar yaitu industri garmendan industri manufaktur. Salah satu desa yang terdapat industri besar yaitu Desa Banyuputih, Kecamatan KalinyamatanKabpaten Jepara. Desa Banyuputih setelah adanya industri PT Hwaseung Indonesia menjadi salah satu pusat ekonomiwilayah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh keberadaan PT Hwaseung Indonesia terhadapkondisi ekonomi masyarakat Desa Banyuputih terutama pada pendapatan dan kepemilkan aset. Penelitian ini menggunakanpendekatan kuantitatif serta metode analisis deskriptif dan analisis regresi linier. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukanterdapat pengaruh yang diakibatkan industri terhadap pendapatan dan kepemilikan aset. Pengaruh terhadap pendapatansebesar 75,1% yaitu masyarakat mengalami peningkatan yang didapatkan dari perubahan mata pencaharian, munculnyausaha sebagai fasilitas pendukung industri. Sementara pada kepemilikan aset pengaruhnya sebesar 71,2% dapat dilihat dariperubahan rumah masyarakat dari yang semula semi permanen menjadi permanen, dahulu lantai satu sekarang menjadilantai dua.
COWORKING SPACE SEBAGAI ALTERNATIF INFRASTRUKTUR PERKOTAAN DI ERA INDUSTRI 4.0 Kurnianingtyas, Agnesia Putri
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 4, No 2 (2023): VOLUME 4 NOMOR 2 OKTOBER 2023
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v4i2.7847

Abstract

The Fourth Industrial Revolution or Industry 4.0, which is marked by the growth of digital technology, had many impacts. One of them is the change in work culture, especially in urban areas. In this era, people can do their activities digitally or virtually, so people can do their activities anywhere. Thus, coworking spaces emerge as a response to these conditions. Through coworking space, people can work without having to be in the office, and entrepreneurs and MSMEs can work and collaborate without having to have their own office to save operational costs. The COVID-19 pandemic has also increasingly encouraged changes in the culture of working from anywhere, causing coworking spaces to grow rapidly and become an infrastructure that needs to be considered in urban areas. However, until now, the concepts and theories about coworking space in urban spaces have not been studied much, so this research is carried out to explore this. This research is library research that aims to explore the concepts and theories of coworking space as an urban infrastructure to create a creative and smart city in the industrial era 4.0, especially in Indonesia.Era industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan teknologi digital berdampak pada berbagai hal, salah satunya adalah perubahan kultur bekerja terutama di kawasan perkotaan. Di era ini, segala aktivitas manusia baik belajar hingga bekerja dapat dilakukan secara virtual atau dalam jaringan sehingga aktivitas-aktivitas tersebut dapat dilakukan dimana saja. Coworking space kemudian lahir dan berkembang sebagai respon dari kondisi tersebut. Melalui coworking space, masyarakat dapat bekerja tanpa harus berada di kantor, wirausahawasan dan UMKM dapat bekerja dan berkolaborasi tanpa harus memiliki kantor sendiri sehingga dapat menghemat biaya operasional. Adanya pandemi covid-19 juga semakin mendorong perubahan kultur bekerja darimana saja juga menyebabkan coworking space semakin berkembang pesat dan menjadi satu infrastruktur yang perlu dipertimbangkan di perkotaan. Namun hingga saat ini konsep dan teori tentang coworking space di ruang kota masih belum banyak dikaji sehingga dilakukan penelitian untuk mendalami hal ini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang bertujuan untuk mendalami konsep dan teori coworking space di Indonesia sebagai infrastrujtur perkotaan untuk mewujudkan kota kreatif dan kota cerdas di era industri 4.0. 
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN PERMUKIMAN KECAMATAN TAPANGO KABUPATEN POLEWALI MANDAR Nurfatimah, Nurfatimah
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 4, No 2 (2023): VOLUME 4 NOMOR 2 OKTOBER 2023
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v4i2.7460

Abstract

Daya dukung lahan merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan tata ruang wilayah, agar mampu mendukung aktivitas pemanfaatan lahan secara berkelanjutan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui daya dukung lahan permukiman di Kecamatan Tapango. Penelitian ini berdasarkan permasalahan luas lahan permukiman yang apabila telah optimal digunakan dalam penggunalan lahan permukiman di Kecamatan Tapango. Manfaat penelitian adalah untuk membantu memastikan bahwa pembangunan di kawasan permukiman dilakukan dengan bijaksana, berkelanjutan, dan memperhatikan kepentingan jangka panjang masyarakat dan lingkungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei Tahun 2023 di Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei langsung. Penentuan lokasi penelitian berdasarkan kebutuhan lahan permukiman yang tinggi. Jenis data penelitian berupa data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data diantaranya yaitu metode wawancara, dokumentasi, observasi, dan studi dokumen. Metode penentuan sampel berupa metode proposional sampling. Analisis data pada penelitian ini berupa Analisis Daya Dukung Lahan (DDL). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai DDL Permukiman Kecamatan Tapango sebesar 78,84 jiwa. Kesimpulan dari penelitian yaitu daya dukung lahan permukiman Kecamatan Tapango rendah.
KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KELURAHAN KAYUBULAN, KECAMATAN LIMBOTO Koto, Arthur Gani; Hulalata, Sandra; Eraku, Sunarty Suly; Suprapto, Srihandayani; Moha, Sartika
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 5 No. 1 (2024): VOLUME 5 NOMOR 1 MARET 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v5i1.8532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketersediaan RTH di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Data yang digunakan yaitu citra google earth, data spasial administrasi Kecamatan Limboto dan Kelurahan Kayubulan, data lokasi RTH Publik dari Dinas PU Kabupaten Gorontalo, data BPS Kecamatan Limboto Dalam Angka dan observasi lapangan. Lokasi RTH yang diperoleh dari Dinas PU dicatat koordinatnya kemudian dilakukan delineasi manual dari citra google earth. Observasi lapangan dilakukan untuk melihat dan mengecek kondisi sebenarnya. Observasi lapangan berupa pengambilan dokumentasi tiap lokasi RTH. RTH Publik yang terdapat di Kelurahan Kayubulan ada 4 yaitu Taman Kota (1 ha), Taman Bermain (1 ha), Kawasan Perkantoran (1 ha), dan GOR David-Toni (4,74 ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Citra Google Earth dapat digunakan sebagai salah satu sumber data untuk mengetahui berbagai fitur permukaan bumi karena secara visual kenampakannya cukup jelas. Ketersediaan RTH Publik belum memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Permen ATRKBPN 14 Tahun 2022 yaitu sebesar 20% dari luas wilayah.
IDENTIFIKASI KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK PADA KAWASAN PERKOTAAN GODONG Sudrajat, Agus Sarwo Edy
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 5 No. 1 (2024): VOLUME 5 NOMOR 1 MARET 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v5i1.7898

Abstract

Kawasan Perkotaan Godong merupakan salah satu bagian di Kecamatan Godong. Kawasan tersebut memiliki luas wilayah perkotaan 304,64 Hektar, yang terdiri dari 4 (empat) desa mencakup Desa Ketitang, Desa Bugel, Desa Godong, dan Desa Klampok. Kawasan Perkotaan Godong termasuk kawasan yang memiliki laju pertumbuhan penduduk per tahun 2010-2020 mencapai total 1,19% dimana penduduknya mencapai 87.028 jiwa, dimana laju pertumbuhan tersebut tertinggi ke 3 (tiga) di Kabupaten Grobogan. Dengan kepadatan penduduk mencapai 1003 per km² dengan presentase 5,99% dimana Kecamatan Godong termasuk kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi ke 4 (empat) di Kabupaten Grobogan dari 19 kecamatan. Dengan pertumbuhan dan kepadatan penduduk yang meningkat dari tahun ke tahun, maka luasan lahan perkotaan yang terbatas dan tidak berubah maka akan menyebabkan pemanfaatan ruang tergerus, salah satunya Ruang Terbuka Hijau Publik. Hal ini dapat mempengaruhi ketersediaan RTH Publik berkurang dan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik bertambah pada kawasan perkotaan Godong. Tujuan penelitian ini adalah untuk megidentifikasi  ketersediaan dan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Publik pada kawasan perkotaan Godong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Publik pada kawasan perkotaan Godong dapat ditemukan Taman bermain di Desa Klampok dengan luas 0,03 Hekta dan taman RT di Desa Godong dengan luas 0,011 Hektar. Lapangan sepakbola di Desa Bugel dengan luas 1,16 Hektar, di Desa Godong 1,19 Hektar, dan di Desa Klampok 0,8 Hektar. Sedangkan untuk lapangan tenis ada di Desa Godong dengan luas 0,03 Hektar, dan lapangan voli dengan luas 0,02 Hektar. Sedangkan jalur hijau dapat ditemukan di Desa Ketitang dengan luas 0,15 Hektar dan di Desa Godong seluas 0,01 Hektar. Jogging track juga dapat ditemukan di Desa Bugel ddengan luas 0,014 Hektar. Selanjutnya sempadan sungai dapat di Desa Ketitang dengan luas 0,43 Hektar, Di Desa Bugel 0,3 Hektar, di Desa Godong 0,93 Hektar, dan di Desa Klampok 0,77 Hektar. Sedangkan untuk TPU di Desa Ketitang tersedia 0,3 Hektar, di Desa Bugel seluas 0,24 Hektar, di Desa Godong 0,37 Hektar, dan di Desa Klampok 0,29 Hektar. Maka total ketersediaan RTH Publik pada kawasan perkotaaan Godong adalah seluas 7,045 Hektar (2,312%). Sedangkan untuk kebutuhan RTH Publik pada kawasan perkotaan Godong berdasarkan luas wilayah 20% adalah 60,928 Hektar. Maka pada kondisi eksisting tersedia RTH Publik sebesar 7,045 Hektar maka luas kebutuhan RTH Publik adalah 53,883 Hektar. Sedangkan kebutuhan RTH Publik berdasarkan jumlah penduduk adalah 209,750 m² atau 20,975 Hektar.