cover
Contact Name
Markus Patiung
Contact Email
agribisnis@uwks.ac.id
Phone
+6285730085011
Journal Mail Official
agribisnis@uwks.ac.id
Editorial Address
Jl Dukuh Kupang XXV/54 Surabaya 60225
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah SOSIO AGRIBIS
ISSN : 14121816     EISSN : 26144549     DOI : -
Scientific Journal of SOSIO AGRIBIS was first published in 2001 based on the Rector Decree University of Wijaya Kusuma Surabaya No. Kep. 36/UWKS/V/2001 dated on May 1st, 2001, with biannual frequency of publication, in July and December. This journal contains writings in the form of research articles and review related to agribusiness. With the name change on the study program of socio-economic into study program of agribusiness and in line with the up to date development, then in 2017 this journal changes by accommodating on-line publications without eliminating print publications.
Articles 140 Documents
Strategi Pengembangan Usaha Jamur Tiram Putih di Desa Wadungasih Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo Reni Rachmawati; Nugrahini Susantinah Wisnujati; Diah Tri Hermawati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa22120221996

Abstract

The purpose of this study was to analyze internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats) as well as to analyze the strategy of developing oyster mushroom business in Wadungasih village, Buduran district, Sidoarjo regency. The research method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. The data analysis method uses SWOT analysis by identifying the evaluation of internal factors (IFE) and identification of external factor evaluations (EFE), then determining the right strategy through the SWOT matrix. From the results of the study, it was found that the internal factors in the development of the oyster mushroom business are having a permanent consumer market, there are main distributors, competitive prices, quality and nutritious products, being able to produce and process their own products, daily harvests, the amount of production that has not been able to meet demand, unattractive packaging, the product does not last long. On external factors, there are vegetarian consumers followed by high purchasing power, the need for raw materials for oyster mushrooms in various culinary varieties, demand for oyster mushrooms directed at education, baglog waste that can be recycled. climatic and weather factors, threats of pests and diseases on oyster mushrooms, price increases for shipping services, local government policies on oyster mushroom farmers. The strategy for developing the oyster mushroom business is in quadrant I so that the right SO strategy to be implemented can be done with the high consumption of mushroom raw materials and a wide variety of culinary opportunities to be one of the market opportunities by using them as regular consumers. consistent in retaining consumers, improving the image of good service to consumers, innovating products.Keywords: Mushrooms, Development Strategy, SWOT.
Kajian Penguatan Anggaran Kecamatan Dalam Rangka Pelayanan Publik Kabupaten Sidoarjo Hary Sastryawanto
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 17, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 17 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa1722017386

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan judul Kajian Penguatan Anggaran Kecamatan Dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Publik Kabupaten Sidoarjo Tahun 2017 dengan tujuan untuk Mengetahui kondisi existing anggaran Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo untuk pelayanan publik. Mengetaui kebijakan penguatan anggaran kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang perlu dilakukan untuk peningkatan pelayanan publik.Metode pengambilan data Kajian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Sidoarjo yaitu: Kecamatan Sidoarjo, Kecamatan Taman, Kecamatan Buduran, Kecamatan Krian, Kecamatan Jabon, Kecamatan Porong dan Kecamatan Sukodono, dan dilakukan selama 2 bulan. Penyusunan Kajian Penguatan Anggaran Kecamatan  Dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Publik  Dengan menggunakan subyek data yang paling dapat di percaya (valid) dan terbarukan (update) yang dimiliki daerah bersangkutan.Hasil dari penelitian adalah sebagai berikut : Adanya Kebijakan, Dukungan Politik dan Komitmen dari Para Pengambil Keputusan dari Kabupaten/ Kota dampai Kelurahan atau Desa. Perencanaan dan Penganggaran yang berpihak pada Hak Anak. Kapasitas Kelembagaan dan SDM yang memadai. Anak-anak secara aktif ikut berperan serta dalam proses pembangunan. Kemitraan dengan seluruh pemangku kewajiban, LSM, Ormas, media Swasta, dan Masyarakat serta keluarga itu sendiri. Koordinasi yang efektif antar program dan instansi serta para Pemangku Kewajiban. Secara terus menerus dan konsisten melakukan Monitoring, Evaluasi, Supervisi dan Pelaporan. Dibangunnya dan berfungsinya fasilitas-fasilitas umum yang layak anak seperti, sekolah, puskesmas, Rumah sakit, tempat bermain dan rekreasi, Pasar, Swalayan dsb. Ketersediaan data dan sistem informasi anak yang terpilah dan berkelanjutan. Pemberdayaan Camat dan Kepala Desa/ Lurah. Kabupaten dan Kota yang mampu menjalankan pemerintahan dengan baik dan bersih dari bahaya laten.Kata kunci : Anggaran, Pelayanan Publik, Desa.
RENCANA AKSI DAERAH PENGARUSUTAMAAN GENDER KABUPATEN PACITAN Gyska Indah Harya
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa1822018529

Abstract

ABSTRAK          Penelitian ini dengan judul Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender Kabupaten Pacitan adalah untuk strategi pembangunan yang dilakukan dengan cara mengintegrasikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan kepentingan perempuan dan laki-laki ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan, program dan kegiatan di bidang pembangunan.Tujuan dari penelitian ini antara lain: 1) Memberikan panduan dan arahan di dalam menyusun kebijakan, program dan kegiatan dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan monitoring–evaluasi (monev) yang responsif gender pada setiap tahapan pembangunan; 2) Mengefektifkan pelaksanaan strategi PUG secara lebih konkrit dan terarah untuk menjamin agar perempuan dan laki-laki memperoleh akses, partisipasi, mempunyai kontrol dan memperoleh manfaat yang adil dari pembangunan, dan berkontribusi pada terwujudnya keadilan dan kesetaraan gender.Hasil Penelitian ini berupa kaidah pelaksanaan RAD PUG yang diintergrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah baik dalam rencana jangka menengah yaitu RPJMD dan Renstra SKPD maupun dalam rencana jangka pendek (tahunan) yaitu dalam RKPD maupun Renja SKPD.Pemerintah Kabupaten Pacitan (Seluruh SKPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dunia Usaha dan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Pacitan wajib mendukung pelaksanaan RAD PUG ini dengan memperhatikan dan melaksanakan berbagai program dan kegiatan yang tercantum dalam RAD PUG ini.Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan RAD PUG wajib dilakukan oleh Bappeda dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Beren-cana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memaksimalkan efektivitas.RAD PUG Kabupaten Pacitan ini memiliki jangka waktu hingga tahun 2021. Dalam rangka mempertahankan keberlanjutan penyelenggaraan pengarus-utamaan gender, maka pada periode berikutnya perlu disusun kembali RAD PUG sesuai dengan tingkat kemajuan penyelenggaraan pengarusutamaan gender di Kabupaten Pacitan.Kata kunci : Pengarusutamaan Gender, Monitoring Evaluasi, Perencanaan Daerah.
Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) Kabupaten Sampang Nugrahini Susantinah Wisnujati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 16, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 16 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa1612016370

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan judul Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD PG) Kabupaten Sampang adalah: Untuk menyediakan panduan, arahan serta acuan SKPD, DPRD, Perguruan Tinggi/Litbang, Organisasi Non Pemerintah, Institusi Pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya untuk berperan serta meningkatkan kontribusi yang optimal dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan perbaikan gizi di Kabupaten Sampang.Metode yang Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) Kabupaten Sampang sebagai dokumen penjabaran operasional dari RPJMD Kabupaten Sampang dalam pembangunan pangan dan gizi yang bersifat terpadu (integrated), bertahap dan berkesinambungan (Sustainable), serta terukur keberhasilannya (measurable).Hasil Penelitian Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD PG) Kabupaten Sampang yaitu : Ketersediaan pangan nabati 3 (tiga) yang tertinggi adalah: padi, ubi kayu, dan jagung, Ketersediaan pangan hewani meliputi: ikan, daging, dan telur. Tingkat konsumsi energi penduduk Kabupaten Sampang tahun 2015 sebesar 1.878 kkal/kapita/hari, masih di bawah standar Angka Kecukupan Energi (AKE) sebesar 2.000 kkal/kapita/hari. Tingkat konsumsi protein penduduk Kabupaten Sampang tahun 2015 sebesar 50,8 gram/kapita/hari, masih di bawah standar kecukupan konsumsi protein yang dianjurkan yaitu sebesar 52 gram/kapita/hari. Persentase penduduk rawan pangan di Kabupaten Sampang masih tinggi, pada tahun 2013 jumlah penduduk rawan pangan sebesar 50,19% dan jumlah penduduk sangat rawan pangan sebesar 11,98%. Skor PPH Kabupaten Sampang dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2016 cenderung mengalami kenaikan yaitu berturut-turut sebesar 66,1; 72,9; 79,6; dan 86,4. Namun demikian, angka capaian skor PPH tersebut masih di bawah target MDG’s yaitu sebesar 95.Kata kunci : Konsumsi, MDG’s, Pangan.
Strategi Mengurangi Kerugian Pascapanen Melalui Pengembangan Teknologi di Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur Indonesia. Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa1522015504

Abstract

ABSTRAKJudul Strategi Mengurangi Kerugian Pascapanen Melalui Pengembangan Teknologi di Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur Indonesia.Permasalahan utama yang dihadapi dalam penanganan pascapanen padi adalah tingginya susut baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Gabah yang kadar airnya tinggi mempunyai sifat mudah rusak dan akan mengalami susut pada saat penanganan pascapanen dan pengolahan .Tujuan penelitian untuk mengetahui : (1) Besaran susut panen pada proses pascapanen, (2) Besaran konversi pengeringan dari Gabah Kering Panen ke Gabah Kering Giling, (3) Besaran konversih/rendemen penggilingan dari Gabah Kering Giling (GKG) ke beras.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan produksi padi dapat dilakukan dengan meningkatkan produksi per satuan hektar dan mengurangi penyusutan hasil pascapanen. Penyusutan hasil pascapanen padi di Kabupaten Tuban masih cukup tinggi yaitu 11,15 %. Artinya setiap tahun Kabupaten Tuban masih kehilangan gabah sebanyak lebih dari 70.882 ton. Dalam nilai ekonomi gabah sekitar Rp 212,65 juta setiap tahunnya. Penyusutan hasil terbesar terjadi pada tahap panen dan perontokan gabah.Kedua tahap ini masih menggunakan teknologi yang sederhana.Kelompok tani memerlukan lebih banyak mesin pascapanen yang lebih modern dan efisien.Rekomendasi, salah satu mesin pascapanen padi yang direkomendasikan adalah pemotong padi type reaper dan combine harvester.Penggilingan padi (rice mill) juga bagian penting dari penyusutan hasil pascapanen padi. Pemeriksaan teknologi penggilingan padi secara berkala akan membuat efisiensinya terjaga.Kata Kunci: Kerugian, Pascapanen, Strategi dan Teknologi
ANALISIS PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH KOTA KEDIRI TAHUN 2019 Endang Yektiningih
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 20, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 20 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa20220201227

Abstract

Penelitian ini dengan judul Analisis Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kota Kediri Tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan (LP2KD) Tahun 2019 dan mendeskripsikan kendala, permasalahan dan strategi dalam meningkatkan efektifitas program penanggulangan kemiskinan di Kota Kediri pada tahun 2019.Metode analisis yang digunakan ini adalah perspektif analisis kemiskinan multidimensi pada indikator-indikator yang menjadi determinan terhadap kondisi kemiskinan di Kota Kediri berupa analisis posisi relatif dan analisis perkembangan antar waktu terhadap indikator utama pada bidang kemiskinan non-konsumsi, serta memperhatikan relevansi perkembangan capaian indikator terhadap perkembangan di tingkat provinsi Jawa Timur dan Nasional, sehingga dapat ditentukan indikator-indikator yang akan menjadi prioritas / focus dalam menyusun kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin di Kota Kediri dalam lima tahun terakhir menunjukkan trend menurun meskipun tidak terlalu progresif dengan rata-rata penurunan selama periode 2015-2019 sebesar 0,16 persen per tahun; Tahun 2019, persentase penduduk miskin Kota Kediri mengalami penurunan sebesar 0,52 persen (±1.360 jiwa) dibandingkan dengan kondisi tahun 2018; Tahun 2019, capaian angka-angka kemiskinan berdasarkan dimensi ekonomi telah menunjukkan posisi lebih rendah dibandingkan capai-an Provinsi Jawa Timur maupun capaian secara Nasional;Kata kunci : Kemiskinan, Penduduk, Multidimensi.
Strategi Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi di Kabupaten Tuban Tahun 2014 Fungki Sri Rejeki; Endang Retno Widowati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa1522015503

Abstract

ABSTRAKPenanganan masalah gizi memerlukan upaya komprehensif dan terkoordinasi, mulai proses produksi pangan beragam, pengolahan, distribusi hingga konsumsi yang cukup nilai gizinya dan aman di konsumsi. Oleh karena itu kerjasama lintas bidang dan lintas program terutama pertanian, perdagangan, perindustrian, transportasi, pendidikan, agama, kependudukan, perlindungan anak, ekonomi, kesehatan, pengawasan pangan dan budaya sangat penting dalam rangka sinkronisasi dan integrasi kebijakan perbaikan status gizi masyarakat.Tujuan Penelitianadalah: (1) untuk mengetahui capaian pembangunan pangan dan gizi dalam pemantapan ketahanan pangan dan perbaikan gizi; (2) untuk mengetahui prioritas lokasi sasaran rencana aksi di setiap wilayah dalam menetapkan prioritas penanganan masalah pangan dan gizi; (3) untuk menyusun strategi rencana aksi pangan dan gizi.Kondisi umum capaian pembangunan pangan dan gizi Kabupaten Tuban dengan basis Kecamatan adalah sebagaimana tabel berikut: status gizi dengan tinggi badan sebesar 18,30 % dan berat badan 7,70 % masih di bawah stándar MDGs yakni 32,00 % dan 15,50 %. Tingkat konsumsi energi sebesar 1.858 masih di bawah rata-rata FAO yakni 2.000 kkl/kapita/hari. Sedangkan konsumsi protein sebesar 50,69 juga masih di bawah stantar FAO yakni 54,00. Skor PPH sebesar 83,70 juga masih di bawah  stándar MDGs yakni 54,00. Kerawanan pangan 34,57 % < dari 70 % AKE. Dan PHBS sebesar 49,34 %.Strategi rencana aksi Pangan dan Gizi Kabupaten Tuban disusun dengan  pendekatan lima pilar pembangunan pangan dan gizi yaitu: (a) perbaikan gizi masyarakat; (b) peningkatan aksebilitas pangan yang beragam; (c) peningkatan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (d) peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat; dan (2) penguatan kelembagaan pangan dan gizi.Prioritas lokasi sasaran rencana aksi peningkatan capaian pangan dan gizi Kabupaten Tuban adalah (a) prioritas satu tidak ada; (b) prioritas dua adalah kecamatan Kenduran dan Singgahan; (c) prioritas tiga adalah kecamatan Senori, Palang, Tuban, Bancar, Parengan dan Jenu; (d) prioritas empat adalah kecamatan Montong, Soko, Grabagan, Plumpang. Widang, Semanding, Tambakboyo, Bangilan, Merakurak, Jatirogo, Rengel, dan Kerek.Kata Kunci : Strategi, Rencana, Aksi, Pangan dan Gizi.
PENGARUH EKSPOR KAKAO INDONESIA YANG DITINJAU DARI KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL Desy Mardiah Purnomo; Koesriwulandari Koesriwulandari; Endang Siswati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa1922019829

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui volume ekspor kakaoindonesia dari tahun 1985 sampai 2017, 2) Faktor-faktor yang berpengaruhterhadap volume ekspor kakao indonesia dari tahun 1985 sampai 2017.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Adapundata yang digunakan adalah data tahunan dalam bentuk time series 33 tahun,mulai dari tahun 1985 – 2017 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS),Direktorat Jendral Perkebunan, Departemen Perkebunan Pertanian, danFAOSTAT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisisregresi linier berganda dengan dummy variabel dan analisis deskriptif.Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikanantara produksi kakao domestik terhadap ekspor kakao Indonesia dengan nilaitaraf signifikan yang dihasilkan sebesar 0,000 dan harga kakao dunia terhadapekspor kakao Indonesia dengan nilai taraf signifikan sebesar 0,006 yang lebihkecil dari taraf signifikan yang disyaratkan yaitu sebesar 0,05. Sedangkan hargakakao domestik terdapat pengaruh yang tidak signifikan dengan nilai tarafsignifikan yang dihasilkan sebesar 0,510 begitupun juga dengan nilai tukarsebesar 0,208 dan perjanjian internasional sebesar 0,093 lebih besar dari tarafsignifikan yang disyaratkan yaitu sebesar 0,05.Kata Kunci: Ekspor, Pengaruh Perjanjian Internasional, Regresi LinierBerganda.
Perencanaan Ketenagakerjaan Kabupaten Bondowoso Erna Haryanti Koestedjo
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa1522015363

Abstract

ABSTRAK            Judul Perencanaan Ketenagakerjaan Kabupaten Bondowoso. Tujuan penelitian (1) Tersedianya hasil analisis terhadap permasalahan pengangguran. (2) Tersedianya hasil analisis terhadap pengembangan tenaga kerja. (3) Dirumuskannya perencanaan ketenagakerjaan yang bersifat terpadu lintas sektor.              Metode penelitian yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah Analisis Deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Beberapa metode analisis yang akan diterapkan didalamnya meliputi : Analisis Pohon Masalah (Diagram of Tree), Analisis Perkembangan Antar Waktu.              Hasil Penelitian ini menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2014 sebesar 2,44%, dengan trend menurun sejak tahun 2009. Penduduk yang bekerja sebanyak 97,56%, sebagian besar dengan tingkat pendidikan yang rendah, yaitu 73,57% hanya berpendidikan setingkat SD dan tanpa ijazah. Pengangguran terbuka menurun setiap tahunnya sebesar 6,34% pertahun. Penduduk dalam usia kerja di Kabupaten Bondowoso tahun 2014 sebanyak 631.218 jiwa, dengan 61,5% angkatan kerja dan 38,5% bukan angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja telah bertumbuh 2,95% pertahun selama tahun 2009-2014, atau rata-rata bertambah 0,48% pertahun.Kata kunci : Kebijakan, Ketenagakerjaan, Angkatan Kerja
STRATEGI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH KABUPATEN GRESIK TAHUN 2017 Erna Haryanti Koestedjo
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa1812018445

Abstract

AbstrakJudul penelitian strategi penanggulangan kemiskinan daerah. Tujuan penenlitian (1) mengetahui kondisi dan karakteristik kemiskinan di Kabupaten Gresik; (2) mengetahui determinan-determinan kemiskinan di Kabupaten Gresik; dan (3) merumuskan strategi yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik dalam intervensi kebijakan penanggulangan kemiskinan.Metode penelitian mengacu pada (1) Panduan Penanggulangan Kemiskinan Buku Pegangan Resmi TKPK Daerah, yang diterbitkan oleh TNP2K tahun 2011; (2) Pedoman Penyusunan SPKD, yang diterbitkan Tim Sekretariat Pembina TKPK Provinsi dan Kota/Kabupaten Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Dalam Negeri tahun 2011; (3) Petunjuk Teknis Penyusunan SPKD - Buku Pegangan Resmi TKPK Daerah, yang diterbitkan oleh TNP2K tahun 2014.Hasil penelitian, jumlah penduduk miskin  di Kabupaten Gresik tahun 2016 adalah sebesar 167.120 jiwa (13,19%) dari jumlah penduduk di Kabupaten Gresik pada tahun yang sama. Kondisi persentase ke-miskinan ini lebih tinggi bila dibanding dengan angka kemiskinan di Provinsi Jawa Timur  (11,85%) maupun capaian secara Nasional (10,70%). Determinan kemiskinan kabupaten Gresik tidak meratanya akses terhadap pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, tidak terpenuhinya akses terhadap infrastruktur dasar dan akses terhadap aset produktif, ketahanan pangan dan rendahnya tingkat investasi swasta dan kewirausahaan.Strategi penanggulangan kemiskinan kabupaten Gresik (1) mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin; (2) meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin; (3) mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil; (4) mengembangkan inovasi program pemberdayaan masyarakat dalam rangka penanggulangan kemiskinan; (5) penguatan kelembagaan penanggulangan kemiskinan dalam rangka mewujudkan sinergi kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.

Page 7 of 14 | Total Record : 140