cover
Contact Name
Markus Patiung
Contact Email
agribisnis@uwks.ac.id
Phone
+6285730085011
Journal Mail Official
agribisnis@uwks.ac.id
Editorial Address
Jl Dukuh Kupang XXV/54 Surabaya 60225
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah SOSIO AGRIBIS
ISSN : 14121816     EISSN : 26144549     DOI : -
Scientific Journal of SOSIO AGRIBIS was first published in 2001 based on the Rector Decree University of Wijaya Kusuma Surabaya No. Kep. 36/UWKS/V/2001 dated on May 1st, 2001, with biannual frequency of publication, in July and December. This journal contains writings in the form of research articles and review related to agribusiness. With the name change on the study program of socio-economic into study program of agribusiness and in line with the up to date development, then in 2017 this journal changes by accommodating on-line publications without eliminating print publications.
Articles 140 Documents
ANALISIS PENETAPAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN HORTIKULTURA KABUPATEN TUBAN TAHUN 2015 Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.322 KB) | DOI: 10.30742/jisa.v15i1.359

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan judul Analisis Penetapan dan Pengembangan Produk Unggulan Hortikultura Kabupaten Tuban adalah membuat Mendapatkan deskripsi potensi produk unggulan hortikultura di Kabupaten Tuban. Mengetahui dan menganalisis  apa saja faktor pendorong dan faktor penghambat yang berpengaruh terhadap pengembangan potensi produk unggulan hortikultura di Kabupaten Tuban. Merumuskan road map strategi pengembangan potensi produk unggulan hortikultura di Kabupaten Tuban.Metode yang Penelitian ini dilaksanakan dengan metode analisis deskriptif, yaitu menggambarkan kondisi obyek penelitian apa adanya. Metode analisis bersifat kualitatif dan kuantitatif. Secara deskriptif kuantitatif, digunakan alat analisis yaitu : analisis Tipologi Klassen, Analisis Location Quotient (LQ), Analisis Matriks SWOT, dan Analisis EFAS/IFAS. Hasil Penelitian Analisis Penetapan dan Pengembangan Produk Unggulan Hortikultura Kabupaten Tuban antara lain: Kontribusi subsektor tanaman hortikultura dalam PDRB Kabupaten Tuban yaitu sebesar 0,51 persen dan tumbuh sebesar 2,99 persen pertahun, dalam periode lima tahun terakhir (2010-2014). Oleh karena itu peningkatan peningkatan produksi dan kualitas komoditi hortikultura menjadi sangat penting. Pertumbuhan produksi yang rendah dan cenderung menurun dari tahun ketahun di Kabupaten Tuban dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain: menurunnya jumlah rumah tangga pertanian dalam periode 2003-2013 sebanyak 14,5 persen, kurangnya upaya pemasaran buah dan sayur unggulan, dan kurangnya perhatian pemerintah daerah melalui program dan kegiatan yang ada selama ini. Penurunan ini ditunjukkan secara kuantitatif dengan banyaknya komoditi yang masuk dalam klasifikasi potensial. Produk unggulan hortikultura Kabupaten Tuban pada tahun 2015, berdasarkan analisis Tipologi Klassen, LQ  dan AHP adalah Cabe Besar, Cabe Rawit/Kecil, Belimbing, Mangga, Melon, Semangka, Duku, Jeruk, Pisang dan Jambu Biji. Produk unggulan yang telah ditetapkan pemerintah daerah atau nasional seperti Duku Prunggahan, Belimbing Tasikmadu dan Jeruk Keprok Tejakula membutuhkan perhatian yang lebih besar agar meningkat produksi dan produktivitasnya di masa depan. Pemasaran merupakan faktor yang paling utama dalam menghambat peningkatan produksi dan nilai ekonomi produk unggulan, selain karena karakteristik dan kesesuaian agroklimat dan agrosistem di Kabupaten Tuban.Kata kunci : LQ, Klassen, SWOT.
PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA KECAMATAN DAN KABUPATEN BOJONEGORO Gyska Indah Harya
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 20, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 20 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.007 KB) | DOI: 10.30742/jisa20220201223

Abstract

Penelitian ini dengan judul Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kecamatan dan Kabupaten Bojonegoro. Tujuan penelitian ini antara lain: mengetahui capaian komponen IPM Kabupaten Bojonegoro dilihat dari aspek, mengetahui upaya-upaya peningkatan serta faktor-faktor pendukung dan penghambat pencapaian IPM Kabupaten Bojonegoro, membandingkan angka IPM Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur dan mengetahui disparitas level Kecamatan serta keterkaitan antara input, proses, dan output Pembangunan Manusia di wilayah Kabupaten Bojonegoro.Dari empat indikator yang digunakan dalam penghitungan IPM metode baru, tiga diantaranya sama persis dengan UNDP. Khusus untuk PNB per kapita, indikator ini diproksi dengan pengeluaran per kapita.Nilai IPM Kabupaten Bojonegoro bila menurut UNDP termasuk kedalam tingkat pembangunan “sedang”. Dengan nilai tersebut IPM Kabupaten Bojonegoro berada pada peringkat ke-26 dari 38 kabupaten/kota se Jawa Timur, dan posisi ini tidak berubah dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 terjadi peningkatan pada seluruh indikator penyusun IPM. Indeks kesehatan yang diwakili dimensi Umur Panjang dan Hidup Sehat naik yang ditunjukkan dengan meningkatnya angka harapan hidup  (AHH) menjadi 71,36 tahun dibandingkan tahun sebelumnya masih sebesar 71,07tahun. Selanjutnya Indeks pendidikan yang diwakli oleh dimensi naik dengan meningkatnya angka harapan lama sekolah (HLS) menjadi 12,35 tahun, dan rata-rata lama sekolah (RLS) menjadi 7,09 tahun dibandingkan tahun 2019. Indeks daya beli yang diwakili oleh dimensi pengeluaran juga naik yang ditunjukkan dengan meningkatnya pengeluaran per kapita per tahun menjadi 10.052 juta .Kata kunci : UNDP, Disparitas, Indeks.
KAJIAN KELAYAKAN DAN INDEKS KEBERLANJUTAN SAYURAN USAHATANI ORGANIK Dewi Anggun Oktaviani
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 21, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 21 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.737 KB) | DOI: 10.30742/jisa21220211984

Abstract

ABSTRAKMasyarakat sebagai konsumen dalam memilih makanan akan semakin bijak dengan memilih makanan yang aman bagi kesehatan, seperti bahan pangan organik. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya  permintaan produk organik yang menunjukkan trend meningkat hingga 20 % per tahun. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan indeks keberlanjutan usahatani sayuran organik. Metode kajian menggunakan analisis deskriptif berdasarkan data-data yang diperoleh.dari hasil penelitian dengan menguraikan secara sistematis.Hasil kajian menunjukkan bahwa usahatani sayuran organik di berberapa daerah memiliki keragaman nilai C/R ratio yakni berkisar antata 1,21 sampai 4,84 sehingga dapat disimpulkan usahatani sayuran organik layak untuk diusahakan karena nilai C/R ratio lebih besar dari satu.Usahatani sayuran organik juga dinyatakan layak berdasarkan empat aspek yaitu aspek finansial , aspek hukum, aspek pasar dan  aspek teknis. Indek keberlanjutan usahatani sayuran organik pada dimensi teknologi dan infrastruktur serta dimensi ekologi menunjukkan status sangat berkelanjutan, pada dimensi kelembagaan dan dimensi ekonomi menunjukkan status cukup berkelanjutan.Kata Kunci: Analisis Imbangan Penerimaan, Indeks Keberlanjutan, Kelayakan Usahatani, Sayuran Organik.
Penyusunan Rencana Aksi Daerah Penumbuhan dan Penguatan (RAD-PP) Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Pasuruan Hary Sastryawanto
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 16, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 16 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.227 KB) | DOI: 10.30742/jisa1622016375

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan judul Penyusunan Rencana Aksi Pertumbuhan dan Penguatan UMKM Kabupaten Pasuruan. Tujuan dari penelitian ini adalah penyusunan dokumen perencanaan yang komprehensif dalam mendorong lahirnya wirausaha mikro, kecil dan menengah yang mandiri dan tangguh. Mengidentifikasi kondisi eksisting terkait potensi (jenis dan skala usaha), peluang pengembangan produk dan pasar, permasalahan, faktor pendukung serta penghambat pemberdayaan UMKM di Kabupaten Pasuruan. Menyusun tabel dan peta spasial. Melakukan evaluasi pelaksanaan program dan kinerja pemberdayaan UMKM Kabupaten Pasuruan selama 5 tahun terakhir. Menyusun visi, misi, sasaran dan arah pemberdayaan UMKM Kabupaten Pasuruan 2016-2021. Menyusun indikator, sasaran, arah kebijakan, strategi pemberdayaan UMKM Kabupaten Pasuruan 2016-2021. Menyusun model pemberdayaan yang mampu mendorong penumbuhan dan penguatan UMKM Kabupaten Pasuruan. Menyusun Rencana Aksi Penumbuhan dan Penguatan UMKM yang mampu mendukung pengembangan ekonomi lokal. Menyusun indikasi program dan kegiatan Rencana Aksi Penumbuhan dan Penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Pasuruan Tahun 2016-2021.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisa deskriptif kualitatif dilakukan melalui proses mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode, mengkategorikan, mengartikan, menginterpretasikan dan menafsirkan data dan informasi kualitatif dan kuantitatif yang tersedia. Proses ini berusaha mendeskripsikan, menggambarkan fenomena atau hubungan antar fenomena yang diteliti dengan sistematis, faktual dan akurat. Analisa deskripsi kuantitatif, dilakukan melalui analisa terhadap data yang berupa angka-angka dan laporan yang berupa data kuantitatif dengan bantuan analisa statistik, untuk menghitung kecenderungan (trend), grafik dan diagram maupun prosentase (%).Hasil Penelitian ini memunculkan beberapa rekomendasi yaitu melembagakan program dan kegiatan pemberdayaan UMKM agar dapat diselenggarakan secara terpadu dan berkelanjutan.  Dalam hal ini bukan hanya sekedar program inovasi pemerintah, namun membentuk sebuah UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) atau badan khusus yang memiliki fokus tugas membina dan mengembangkan UMKM. Menekankan pentingnya sebuah kualitas program pembinaan dan bersifat lintas sektoral sebagai proses pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan dengan penganggaran tahun jamak (multi years budgeting) sehingga mengurangi kegagalan proses pemberdayaan. Menekankan pentingnya prinsip pemberdayaan UMKM berasas komunitas atau kelompok usaha sehingga dampak sosial ekonominya lebih besar.  Asas komunitas tersebut menyatakan bahwa guru atau mentor terbaik bagi pengusaha UMKM adalah para pengusaha juga. Karena hanya pengusaha yang sukses yang dapat memberdayakan pengusaha lainnya. Sehingga fungsi pemerintah daerah melalui SKPD terkait adalah fasilitator, koordinator dan katalisator dalam kegiatan pemberdayaan. Hal ini merupakan implementasi perilaku kemandirian dan tidak menciptakan ketergantungan bisnis UMKM dari bantuan pemerintah semata. Pemerintah dapat berinisiatif untuk memberikan apresiasi kepada para pelaku UMKM yang sukses dengan mengadakan acara tahunan penghargaan bagi UMKM terbaik dari seluruh Kabupaten Pasuruan, dengan harapan para penerima penghargaan tersebut dapat menjadi inspirasi dan model peran (role model) bagi pelaku usaha lainnya.Kata kunci : UMKM, Pemberdayaan, Ekonomi Lokal.
Analisis Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebagai Sektor Potensial yang Berkelanjutan di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah Danendra Eriansyah Putra; Erna Haryanti; Koesriwulandari Koesriwulandari
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa.v22i1.1998

Abstract

The objectives of this study are to analyze the potential of the agriculture, forestry, and fisheries sectors as base/potential sectors, analyze whether the agriculture, forestry, and fisheries sectors are sustainable sectors or not. Knowing the pattern and structure of the agricultural, forestry, and fishery sectors in an area. The data source used in writing this thesis was sourced from the Central Statistics Agency (BPS) of Palu City and Central Sulawesi Province from 2012 to 2019. The methods used in writing the thesis are Location Quotient analysis, Dynamic Location Quotient and Klassen Typology. The results of the study are based on the results of the LQ analysis of the Agriculture, Forestry and Fisheries sector in Palu City from 2012-2019 is a base / potential sector with an LQ value of 0.14. The results of the LQ and DLQ analysis show that the LQ value is 0.14 while the DLQ with a value of 5.34 shows that the Agriculture, Forestry and Fisheries sector in Palu City from 2012-2019 is the Mainstay sector, meaning that the agriculture, forestry and fisheries sectors are currently non-base but in the future the sector will become a base sector. This shows that the agriculture, forestry and fisheries sectors in Palu City are sustainable sectors. The results of the typology analysis of klassen, namely, rik > ri and yik < yi, the pattern and structure of the agricultural, forestry, and fisheries sectors in Palu City can be declared to be a fast-developing sector.Keywords: GRDP, Agribusiness Sector, LQ, DLQ, Klassen Typology.
Analisis Keuntungan Pemasaran Bunga Mawar Potong (Rosa hybrida L.) Di Surabaya Dinda Ayu Sofiana; Koesriwulandari Koesriwulandari; Endang Siswati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa.v22i1.1992

Abstract

The purpose of this study is to find out marketing costs, analyze profits in marketing and find out the factors that influence the marketing advantages of cut roses at the Kayoon Flower Market Surabaya. The research method used is simple random sampling. The respondents in this study were 30 cut rose vendors. The data analysis method uses multiple linear regression analysis. Based on the results of multiple linear regression, the marketing profit model of cut roses at the Kayoon Flower Market Surabaya is as follows: Y= 2956323,939 – 2,973X1 + 1,067X2 + 6,892X3 – 0.475X4 + e. Based on F – statistics of 4,346 with a significance of 0.008%, it can be interpreted that simultaneously all marketing activities carried out include stand rental costs, levy costs, transportation costs and labor costs have a significant effect on marketing profits  cut roses at Kayoon Flower Market Surabaya. Partially marketing activities that have a significant effect on marketing profits are stand rental costs and transportation costs.Keywords: Cut Roses, Marketing Profits, Multiple Linear Regression
Analisis Keuntungan Pemasaran Bunga Potong Krisan di Surabaya Adellya Putri Sugiharto; Koesriwulandari Koesriwulandari; Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa22120221993

Abstract

The purpose of this study is: to analyze marketing costs, analyze profits in marketing and analyze the factors that influence the marketing advantages of cut chrysanthemum flowers in the Kayoon flower market Surabaya. The research method used is simple random sampling. The respondents in this study were 30 merchants retailers of chrysanthemum cut flowers. The data analysis method uses multiple linear regression analysis. Based on the results of multiple linear regression, the profit mode of marketing chrysanthemum cut flowers in the Kayoon Surabaya flower market is as follows: Y = 3991783,723 – 26,846X1 – 6,587X2 + 0.292X3 + 23,633X4 + e. F-statistical value with a magnitude of 2,941 or above the significance level of 0.05 (α = 5%). It was concluded that all marketing activities carried out simultaneously including stand rental financing, transportation financing, levy financing, labor financing have a significant influence with the profits obtained from efforts to market discounts from chrysanthemum flowers at the Kayoon Surabaya flower market. Partially, marketing activities that have a significant influence on the profits obtained from marketing efforts are stand rental financing and transportation financing and labor financing.Keywords: Chrysanthemum Cut Flowers, Marketing Advantage, Multiple Linear Regression
Analisis Penawaran dan Permintaan Komoditas Kedelai (Glycine Max L.) di Provinsi Jawa Timur Mohammad Akbar Rizki Ramadhan; Hary Sastryawanto; Endang Siswati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa22120221994

Abstract

The purpose of this study is to find out the factors that influence the supply and demand of soybeans and predict the supply and demand of soybeans in East Java in the next 10 years. The data used is Secondary data that has been collected by research institutions and published to data users. The results of the analysis on supply show that there are three factors that have a significant influence on soybean supply in East Java, namely land area, domestic soybean prices, and productivity. Meanwhile, other factors, namely the price of corn and the price of imported soybeans, do not affect the soybean supply in East Java. Of the four factors contained in the soybean demand model in East Java, there is one factor that has a significant influence on the demand for East Java soybeans, namely the population. Meanwhile, other factors are domestic soybean prices, imported soybean prices and income levels. The prediction of East Java soybean supply for the next 10 years will decrease every year until 2030 and the prediction of East Java soybean demand for the next 10 years will increase every year.Keywords: Trend Analysis, Supply and Demand, Soybean, Corn, Land Area
Analisis Produksi dan Keuntungan Komoditi Jagung (Zea mays L) di Desa Kemiri Timur Kecamatan Subah Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah Vita Magdalena; Nugrahini Susantinah Wisnujati; Ristani Widya Inti
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa22120221995

Abstract

Corn is the second most important food commodity after rice. One of the mainstay commodities in the agricultural sector is corn, because corn is one of the staple foods in Indonesia which has an important position after rice. The objectives of this study are 1. to analyze the factors that influence corn production in Kemiri Timur Village, District, 2. To analyze the income of corn farmers in Kemiri Village, Subah District. The research method used is the Random Sampling method. Respondents in this study were 30 owner farmers. The data collection method used primary data and secondary data. The data analysis method used multiple linear regression analysis. Based on the results of multiple linear regression, the maize production mode in Subah District is as follows: Y = -2.237 – 0.751X2 + (-0,220)X3 + 0.194X4 + (-0.023)X5 + e. Based on the F-statistic of 133,218 with a significance of 0.000%, it means that simultaneously all production activities carried out including corn fields, labor, seeds and fertilizers have a significant effect on corn production in Subah District, Batang Regency. Partially, production activities that have a significant effect on income are land area and labor.Keywords : Corn Plants, Multiple Linear Regression Analysis, Profit Analysis
Nilai Tukar Nelayan dan Perikanan di Kabupaten Probolinggo Tahun 2021 Fatchur Rozci
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa22120222422

Abstract

This study aims to measure the term of trade of fishermen and fish farmers, identify the level of income and expenditure of production as well as consumption of fishermen and fish farming, The population consists of fishing households in 7 sub-districts in Probolinggo Regency. The total household sample of Fishermen and Fish Farming was 147 fishermen, or an average of 21 Fishermen and Fish Farmers from each sub-district. The analysis method used is descriptive analysis, which is the analysis of qualitative and quantitative data, both primary and secondary data. The results of the analysis showed that the exchangeability of fishermen and fish farming products (NTNP) of 102.51 this shows that there is an increase in NTNP of 2.51 percent from the base year 2018. The increase was due to an increase in the price index received by fishermen and fish farming (It) by 7.60 percent in 2021 compared to the base year of 2018, and an increase in the price index paid by fishermen and fish farming (Ib) by 4.97 percent in 2021 compared to the base year 2018. NTNP of 102.51 shows that fishermen and fish farming in Probolinggo regency in 2021 are prosperous. The development of the level of income and expenditure of household consumption and the production costs of developing capital goods of fishermen and fish farming at the surplus position indicated by It of 107.60 and Ib of 104.97. This shows that the price received by fishermen and fish farming (It) is greater than the price index paid by fishermen and fish farmers (Ib) of Probolinggo regency in 2021.Keywords: Exchange Rate of Farmers, Fishermen, Fish Farmers, Prosperous

Page 6 of 14 | Total Record : 140