cover
Contact Name
Markus Patiung
Contact Email
agribisnis@uwks.ac.id
Phone
+6285730085011
Journal Mail Official
agribisnis@uwks.ac.id
Editorial Address
Jl Dukuh Kupang XXV/54 Surabaya 60225
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah SOSIO AGRIBIS
ISSN : 14121816     EISSN : 26144549     DOI : -
Scientific Journal of SOSIO AGRIBIS was first published in 2001 based on the Rector Decree University of Wijaya Kusuma Surabaya No. Kep. 36/UWKS/V/2001 dated on May 1st, 2001, with biannual frequency of publication, in July and December. This journal contains writings in the form of research articles and review related to agribusiness. With the name change on the study program of socio-economic into study program of agribusiness and in line with the up to date development, then in 2017 this journal changes by accommodating on-line publications without eliminating print publications.
Articles 140 Documents
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT, MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN BAGI KELOMPOK TANI JANGGELAN KECAMATAN KARANG TENGAH WONOGIRI Purwanto Purwanto; Novian Wely Asmoro; Afriyanti Afriyanti
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa1922019834

Abstract

ABSTRAKCincau hitam (Mesona palustris) atau dikenal dengan sebutan daun Janggelan memiliki manfaat yang banyak antara lain ekstrak daun Janggelan mengandung senyawa bioaktif memberi manfaat kesehatan; dapat digunakan sebagai minuman teh herbal; mengandung antioksidan; dapat menjadi produk serbuk; dan peluang menjadi produk-produk lain yang inovatif.Janggelan merupakan salah satu komoditas yang melimpah di Dusun Sampang, Desa Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Wonogiri. Melimpahnya produksi Janggelan menyebabkan beberapa permasalahan antara lain merosotnya harga jual daun Janggelan, proses pengeringan dan penyimpanan daun Janggelan pasca panen, selain itu melimpahnya daun Janggelan tidak diimbangi dengan kemampuan dan kemauan masyarakat untuk mengolah menjadi produk lain yang memiliki nilai tambah.Peningkatan keterampilan pengembangan produk, dan pengetahuan mengenai dasar-dasar pemasaran serta pengelolaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) pengolahan pangan juga perlu diberikan melalui penyuluhan dan simulasi. Sehingga setelah program kemitraan masyarakat dijalankan mitra dapat mengembangkan usaha pertanian tanaman Janggelan sekaligus pengolahan pasca panennya. Pelaksanaan PkM menunjukan hasil yang positif, materi penyuluhan juga telah dipahami oleh peserta kegiatan karena sesuai dengan indikator keberhasilan penyuluhan yaitu terjadi peningkatan skor menjadi ≥ 75. Mitra juga telah berhasil mengembangkan produk daun Janggelan secara mandiri.Kata Kunci: Janggelan, Kelompok Tani, Kemitraan, Pengembangan Produk.
ANALISIS SEKTOR AGRIBISNIS SEBAGAI SEKTOR BERKELANJUTAN DI KABUPATEN MOJOKERTO Gayuh Rakhmawati; Markus Patiung; Erna Haryanti Koestedjo
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 21, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 21 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa21120211342

Abstract

Penelitian ini dengan judul Analisis sektor agribisnis sebagai sektor berkelanjutan di Kabupaten Mojokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). Untuk menganalisis sektor agribisnis sebagai sektor basis atau potensial di Kabupaten Mojokerto. 2). Untuk menganalisis apakah sektor agribisnis merupakan sektor berkelanjutan atau tidak di Kabupaten Mojokerto. Metode penelitian ini menggunakan analisis LQ, DLQ dan analisis Tipologi Klasen. Berdasarkan anali sis LQ didapatkan nilai LQ = 0,68 yang merupakan bahwa sektor agribisnis merupakan sektor basis atau potensial artinya sektor tersebut tidak mampu menyediakan produksi di Kabupaten Mojokerto sehingga perlu pasokan dari luar Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan hasil analisis DLQ didapatkan nilai sebesar 1,43 artinya sektor agribisnis di Kabuapten Mojokerto merupakan sektor yang pertumbuhnannya lebih cepat di bandingkan sektor yang sama di Kabupaten sekitar dan Kabupaten dalam provinsi Jawa Timur. Persandingan antara LQ dan DLQ menghasilkan dimana LQ = 0,68 sedangkan DLQ = 1,43, sehingga LQ < 1 dan DLQ >1, dimana sektor agribisnis merupakan sektor andalan artinya saat ini sektor agribisnis di Kabupaten Mojokerto terbilang sektor non basis tetapi akan berubah menjadi sektor basis di masa yang akan datang. Hasil analisis tipologi klassen menunjukkan hasil rik > ri dan yi < yik, dimana sektor agribisnis termasuk dalam kriteria sektor berkembang cepat.Kata Kunci: Sektor Agribisnis, PDRB, LQ, DLQ, Tipologi Klasen.
Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kota Blitar Tahun 2016 Gyska Indah Harya
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 17, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 17 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa1712017378

Abstract

ABSTRAKStrategi penanggulangan kemiskinan daerah bertujuan untuk (1) mengetahui kondisi umum dan karakteristik kemiskinan di Kota Blitar; (2) merumuskan strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Blitar dalam intervensi kebijakan penanggulangan kemiskinan periode 2016-2020.Metode yang digunakan dalam kajian ini kususnya penetapan lokasi adalah metode sengaja (purposive). Metode pengumpulan data  dengan metode pencatatan. Metode analisis data dengan analisis deskriptif.Hasil Kajian, perkembangan antar waktu, dan relevansi terhadap 10 (sepuluh) indikator utama bidang pendidikan, ditemukan ada 1 indikator yang masih bermasalah pada posisi relatif Kota Blitar terhadap capaian di tingkat Provinsi yaitu indikator APM SD/MI. Untuk itu indikator APM SD/MI ini menjadi prioritas pada bidang pendidikan di Kota Blitar. Perkembangan antar waktu, dan relevansi terhadap 4 (empat) indikator utama bidang kesehatan tidak bermasalah. Perkembangan antar waktu, dan relevansi terhadap 3 (tiga) indikator utama bidang ketenagakerjaan, terdapat indikator pekerja yang bekerja pada sektor non formal yang belum tersedia data untuk di analisa. Untuk 2 indikator lainnya telah menunjukkan kondisi yang baik sehingga tidak menjadi prioritas pada bidang ketenagakerjaan di Kota Blitar. Perkembangan antar waktu, dan relevansi terhadap 3 (tiga) indikator utama bidang infrastruktur dasar di Kota Blitar, tidak ada  indikator yang bermasalah pada posisi perkembangan antar waktu dan relevansi dengan perkembangan di tingkat Provinsi maupun Nasional. Perkembangan antar waktu, dan relevansi terhadap 2 (dua) indikator utama bidang ketahanan pangan di Kota Blitar, kedua indikator bermasalah pada posisi perkembangan antar waktunya. Untuk itu indikator perkembangan harga beras dan perkembangan harga bahan pokok lainnya menjadi prioritas bidang ketahanan pangan di Kota Blitar. Kata Kunci : Kemiskinan, Strategi, Penanggulangan.
ANALISIS DAYA SAING USAHATANI TEMBAKAU KASTURI DI KABUPATEN JEMBER Risqi Firdaus Setiawan; Sri Widayanti; Sudiyarto sudiyarto
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa1812018449

Abstract

ABSTRAKTembakau adalah salah satu komoditas andalan dari Kabupaten Jember dan memiliki prospek yang baik ditinjau dari pengusahaan dan industri berbahan baku tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis daya saing tembakau kasturi di Kabupaten Jember; 2) menganalisis dampak kebijakan pemerintah terhadap output dan input dalam daya saing usaha tani tembakau kasturi di Kabupaten Jember, dan 3) menganalisis sensitivitas terhadap daya saing tembakau kasturi di Kabupaten Jember.Penentuan daerah sebagai sampel dilakukan secara purposive yaitu Kecamatan Kalisat yang merupakan kecamatan dengan jumlah produksi tembakau kasturi tertinggi di Kabupaten Jember. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisis data mengunakan Model Policy Analysis Matrix (PAM) dan analisis sensitivitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tembakau kasturi menguntungkan untuk diusahakan dan memiliki daya saing di pasar domestik maupun internasional. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata PCR dan DRCR yang bernilai kurang dari 1, yaitu masing-masing 0,34 dan 0,30. Kebijakan pada tradable inputs, yaitu subsidi pada pupuk, memberikan proteksi positif bagi petani, tetapi secara makro, dampak kebijakan bersifat disinsentif. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien EPC sebesar 0,90, NT sebesar – 8.406.980 ,PC sebesar 0,84, dan SRP sebesar - 0,104. Hasil simulasi penurunan harga output sebesar 50%, penurunan produktivitas sebesar 5%, dan kenaikan Upah Tenaga Kerja Jember sebesar 20% memperlihatkan perubahan yang nyata terhadap keunggulan kompetitif dan komparatif pada tembakau kasturi. Secara keseluruhan hasil simulasi perubahan tetap menyatakan bahwa tembakau kasturi tetap memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif.Kata Kunci: Daya saing, Tembakau Kasturi, Kebijakan, PAM, Sensitivitas
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BENIH USAHATANI KANGKUNG (Ipomoae reptans L. Poir) DI DESA DAPET, KECAMATAN BALONGPANGGANG, KABUPATEN GRESIK Vebry Dwi Permana; Koesriwulandari Koesriwulandari; Endang Siswati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa1912019688

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui pengaruh faktor produksi usahatani biji kangkung di Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik 2) Untuk mengetahui efisiensi produksi usahatani benih kangkung di Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.Metode analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Sebelum analisis, memiliki asumsi untuk menguji asumsi lama mis. uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Data yang diperoleh dianalisis dengan bantuan program aplikasi IBM SPSS Statistics 24 dengan model statistik regresi linier berganda. Kriteria statistik dalam tahap ini dilakukan dengan pengujian simultan (uji F), uji parsial (uji-t), dan hasil perhitungan koefisien determinasi (R²) dengan melihat tingkat signifikansi pada α = 10%. Kemudian analisis efisiensi dilakukan menggunakan persamaan efisiensi harga.Hasil penelitian ini: 1) Variabel benih, pupuk ponska, pupuk urea, pupuk za, virtako, supersip, dan tenaga kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi benih kangkung di Ds. Dapet, Kec. Balongpanggang, Kab. Gresik. Secara parsial benih, pupuk urea, pupuk za, dan supersip berpengaruh signifikan terhadap produksi benih kangkung. Sedangkan pupuk ponska, virtako, dan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan. Penggunaan benih belum efisien (e = 66.689,65) dalam produksi benih bayam air. Penggunaan pupuk urea belum efisien (e = - 386,58) dalam produksi benih bayam air. Penggunaan Za Pupuk belum efisien (e = -167.70) dalam produksi benih bayam air. Penggunaan Supersip belum efisien (e = 100.301,04) dalam produksi benih bayam air. Kata kunci: Benih Bayam Air, Efisiensi Produksi, Faktor Produksi, Petani Benih Bayam Air.
Pencapaian Target MDG's Kabupaten Bojonegoro Tahun 2013 Nugrahini Susantinah Wisnujati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa1512015362

Abstract

ABSTRAKJudul penelitian ini adalah pencapaian target MDG’s Kabupaten Bojonegoro. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui situasi pencapaian target-target MDG’s Kabupaten Bojonegoro sampai dengan tahun 2014 dan mencermati tantangan yang dihadapi; memperkuat komitmen Pemerintah Daerah dan berbagai pihak yang berkepentingan dalam mendukung tujuan-tujuan MDG’s; menjadi bahan informasi sekaligus masukan bagi Pemerintah, Pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan percepatan pencapaian tujuan-tujuan pembangunan millenium di wilayahnya; sebagai salah satu upaya untuk percepatan pencapaian target MDG’s di Kabupaten Bojonegoro.Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Pencapaian MDG’s dan Analisis Kecenderungan (Trend Analysis) MDG’s. Hasil analisa dalam penyusunan dokumen laporan pencapaian target MDG’s tahun 2013 Kabupaten Bojonegoro, disajikan secara deskriptif dilengkapi dengan tabel-tabel maupun grafik untuk memudahkan dalam memperoleh informasi hasil analisis. Kata Kunci: MDG’s, Analisis Pencapaian, Analisis Trend.
ANALISIS PROFIL KEMISKINAN MAKRO KABUPATEN MOJOKERTO Gyska Indah Harya
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa1912019684

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini dengan judul Analisis Profil Kemiskinan Makro Kabupaten Mojokerto adalah untuk menyediakan data dan informasi kemiskinan makro di Kabupaten Mojokerto sampai dengan saat ini.Tujuan dari penelitian ini antara lain: 1) menyajikan data terperinci mengenai  situasi kemiskinan makro di Kabupaten Mojokerto dengan dalam bentuk naratif dan grafis yang berdasarkan data dari hasil publikasi BPS (Badan Pusat Statistik).Hasil Penelitian ini antara lain : (1) Garis kemiskinan di Kabupaten Mojokerto untuk tahun 2018 adalah sebesar Rp. 370.610/kapita/ bulan dan termasuk dalam kategori rendah yaitu garis kemiskinan suatu wilayah Kabupaten/ Kota yang berada di bawah garis kemiskinan Provinsi maupun Nasional. (2) Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2018, yaitu sebanyak 111.550 jiwa. Dengan demikian Kabupaten Mojokerto pada tahun 2018 hanya memberikan kontribusi sebesar 2,57 persen terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Timur dan sebesar 0,43 persen pada jumlah penduduk miskin secara Nasional. (3) Posisi relatif jumlah penduduk miskin Kabupaten Mojokerto terhadap Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2018 berada pada urutan ke 18 (delapan belas) dari yang terendah. (4) Perkembangan Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Mojokerto selama tahun 2014-2018, menunjukkan perkembangan angka yang bersifat fluktuatif dengan trend perkembangan secara keseluruhan menunjukkan trend yang menurun. Penurunan jumlah penduduk miskin, dapat menjadi indikasi bahwa program-program pembangunan, utamanya yang berorientasi pada penanggulangan kemiskinan telah menunjukkan dampak positif dalam mengurangi angka penduduk miskin di Kabupaten Mojokerto. Kata kunci : Kabupaten Mojokerto, Kemiskinan Makro, Posisi Relatif.  
STRATEGI PEMASARAN CABAI (Capsicum annum L.) DALAM UPAYA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN DI PASAR INDUK PARE KABUPATEN KEDIRI Elisabeth Dwina Steinela; Erna Haryanti Koestedjo; Koesriwulandari Koesriwulandari
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa22220221989

Abstract

This study aims to analyze the internal factors and external factors as well as analyze the marketing strategy of the chili business at the Pare Kediri Central Market. Data analysis was carried out by identifying internal factor evaluation (IFE) and external factor evaluation (EFE), determining the appropriate strategy through the IE matrix and SWOT matrix. The results of the study found that internal factors influenced the marketing of chili businesses at the Pare Kediri Main Market. External factors that had an influence were the existence of partnerships between farmers, traders and industry players to expand the marketing network as an opportunity in chili business marketing while the chili payment system used a hanger system which is a threat to chili traders. Judging from the results of the analysis of IFAS and EFAS factors using the SWOT quadrant matrix, the marketing strategy for the chili business is in quadrant I, which means that this condition has a positive meaning to continue marketing the chili business at the Pare Central Market, Kediri. By paying attention to the several SO strategies that have been prepared, one of the right strategies is to expand the marketing and distribution of chili commodities by utilizing social media technology to increase sales volume inside and outside the Kediri Pare Central Market in a sustainable manner.Keywords: Chili, Marketing Strategy, SWOT
Analisis Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebagai Sektor Berkelanjutan di Provinsi Sumatera Utara Vany Putra Immanuel Panjaitan; Markus Patiung; Endang Siswati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa22220221991

Abstract

This study aims to analyze various sectors ranging from forestry, agriculture and fisheries which play a fundamental or prospective contributor to their role in regional gross domestic product, analysis of the patterns and structures of the forestry, agriculture and fisheries sectors, analysis of whether the forestry, agriculture and fisheries sectors are included in the developed sector where growth occurs rapidly,  or slow and even falling into the lagging sector. As based on LQ research, the Forestry, agriculture and fisheries sectors have an LQ value = 1.97 which is gained knowledge that the sectors mentioned are included in the base sector in North Sumatra Province. The juxtaposition between LQ and DLQ obtained a value of LQ = 1.97 and related to DLQ = 1.52, which in the end LQ > 1 and DLQ > 1, when knowledge was obtained that the Forestry, Agriculture and Fisheries sector was included in the seeded sector. This means that the three sectors that have been mentioned are classified as base sectors. The results of the analysis of the klassen typology provide clues that the results of the rik > ri and yik >yi, where the forestry, agriculture and fisheries sectors are included in the criteria for sectors that have advanced to grow rapidly.Keywords: Agribusiness Sector, GRDP, LQ, DLQ, Klassen Typology
Penerapan Metode Regresi Least Absolute Shrinkage and Selection Operator (LASSO) dan Regresi Linier untuk Memprediksi Tingkat Kemiskinan di Indonesia Eka Rossalina Fitria; Fatchur Rozci
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa22220222620

Abstract

Poverty is defined as a situation where a person or family is unable to meet the basic needs for survival, such as clothing, food, shelter, and education. This study aims to compare the accuracy of the Least Absolute Shrinkage and Selection Operator (Lasso) regression method and linear regression in predicting poverty levels in Indonesia and to choose the best model from the two methods used. The results of this study indicate that of the two algorithms used, namely the linear regression algorithm and Lasso regression, the algorithm that has a higher level of accuracy for predicting poverty rates in each province in Indonesia is the linear regression algorithm because it has a lower MSE value and has the value of R^2 is closer to 1 than the Lasso regression algorithm. In addition, the results of the analysis show that the variables that have the highest influence on poverty rates in provinces in Indonesia are education, as well as the Human Development Index (IPM).Keywords: Poverty Rate Prediction, Lasso Regression, Linear Regression

Page 9 of 14 | Total Record : 140