Jurnal Didactical Mathematics
The scope of scientific articles that can be published in Jurnal Didactical Mathematics are as follows: Mathematics Education and Teaching, Method / Model / Strategy for Learning Mathematics, Media and Multimedia Learning Mathematics, Curriculum in Mathematics Teaching, Assessment and Evaluation in Teaching Mathematics, Development of Mathematics Teacher Professionals, Ethnomatematics in Mathematics Learning, Didactic Design in Mathematics Learning, Lesson Study in Mathematics Learning
Articles
196 Documents
Hubungan Antara Kemampuan Penalaran Adaptif Matematis dan Self-directed Learning
Fadhilah Rachmawati;
Karunia Eka Lestari
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/dm.v5i2.5818
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan penalaran adaptif matematis siswa yaitu kesalahan dalam mepresentasikan konsep, tidak mampu menuangkan ide matematika, keliru dalam mengenali hubungan dan pola, sehingga tidak dapat melakukan pembuktian serta menarik kesimpulan. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya kesadaran diri siswa untuk memperoleh informasi matematika secara mandiri. Salah satu faktor yang membantu meningkatkan kemampuan penalaran adaptif matematis adalah self-directed learning. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan penalaran adaptif matematis dan self-directed learning. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan soal tes berupa uraian dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistika inferensial dengan metode korelasi Kendalls Tau. Hasil penelitian dengan taraf kepercayaan 95% menunjukkan bahwa adanya hubungan signifikan dan kuat antara kemampuan penalaran adaptif matematis dan self-directed learning ditunjukkan dari perolehan koefisien korelasi = 0,7168 dan besarnya hubungan antara kedua variabel tersebut sebesar 51,39%, sedangkan sisanya 48,61% dipengaruhi oleh faktor lain.
Pengaruh Model Pembelajaran Conceptual Understanding Procedures (CUPs) Terhadap Kemampuan Representasi Matematis
Tasya Aleyda Riyanto;
Sutirna Sutirna
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/dm.v5i2.5859
Kemampuan representasi matematis merupakan aspek yang penting dalam proses pembelajaran matematika, namun berdasarkan studi pendahuluan masih terdapat siswa yang kesulitan dalam mengaplikasikan konsep matematika dalam konteks soal yang berbeda dari sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran CUPs terhadap kemampuan representasi matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan dipilih dua kelas sebagai sampel, yaitu kelas VIII-2 sebagai kelas eksperimen dan VIII-1 sebagai kelas kontrol, desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan jenis posttest only non equivalent groups design, yaitu terdapat kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing diberikan perlakuan berbeda dan posttest setelah adanya perlakuan. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes (kemampuan representasi matematis) dan non-test (wawancara tidak terstruktur), dari data yang diperoleh akan diukur dengan uji statistik berupa uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata pencapaian dan peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran CUPs lebih baik dari pada siswa yang menggunakan konvensional. hal ini ditujukan berdasarkan uji statistik, yaitu hasil uji t posttest diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 serta sikap positif siswa terhadap penerapan model pembelajaran CUPs.
Analisis Kecemasan Matematis Siswa SMP Terhadap Hasil Belajar Matematika
Reni Nuraeni;
Dadang Rahman Munandar
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/dm.v5i2.5862
Kecemasan matematis dapat diartikan sebagai perasaan yang kurang nyaman ketika seseorang menghadapi persoalan matematika yang dianggap sulit dengan menimbulkan berbagai bentuk gejala. Siswa yang memiliki kecemasan matematis akan merasa sulit berkonsentrasi pada saat pembelajaran karena rasa takut yang sudah muncul terlebih dahulu, sehingga akan berdampak pada hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis kecemasan matematis terhadap hasil belajar matematika siswa. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dirancang untuk menjelaskan kecemasan matematis siswa ditinjau dari indikator somatic, cognitive, affective, dan mathematical knowledge. Pemilihan subyek penelitian menggunakan purposive sampling sehingga dipilih siswi kelas VIII-B MTs Al-Fathimiyah di Kabupaten Karawang tahun ajaran 2022/2023. Instrumen yang digunakan ialah angket kecemasan matematis siswa yang dianalisis menggunakan skala likert kemudian ditentukan persentase rata-rata jawaban siswa pada setiap indikator serta data hasil belajar matematika semester gasal tahun ajaran 2022/2023. Secara deskriptif dapat disimpulkan berdasarkan hasil penelitian kecemasan matematis siswa merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar matematika siswa. Kecemasan matematis yang semakin tinggi akan mengganggu pembelajaran siswa sehingga berdampak pada hasil belajar matematikanya.
Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Kemandirian Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika
Syaifudin Hamdi Ubaidillah;
Adi Ihsan Imami
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/dm.v5i2.6069
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fasilitas belajar terhadap kemandirian belajar siswa pada pembelajaran matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X disalah satu SMA Karawang. Tahun Pelajaran 2022/2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kuantitatif. Pemilihan sampel dengan cara purpossive sampling, diperoleh siswa X sebanyak 33 siswa dan penuh pertimbangan. Pengambilan data diperoleh dengan metode non tes berupa angket berjumlah 31 pernyataan yang mencakup lima indikator kemandirian belajar dan lima indikator fasilitas belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana. Dari hasil data penelitian bahwa Fasilitas Belajar terhadap Kemandirian Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika terdapat pengaruh. Diperoleh sebesar signifikansi 0,007 dari uji hipotesis menggunakan analisis data regresi linear sederhana, artinya fasilitas belajar terhadap kemandirian belajar siswa pada pembelajaran matematika terdapat pengaruh. Hal ini dapat disimpulkan bahwa jika Fasilitas Belajar baik dan terpenuhi, maka Kemandirian Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika semakin baik.
Minat Belajar Matematika di Sekolah Menengah Pertama pada Penerapan Kurikulum Merdeka
Hamdhani Dhani;
Haerudin Haerudin
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/dm.v5i2.6071
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat belajar matematika peserta didik pada penerapan Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah Sekolah Menengah Pertama 2 Telukjambe Timur Karawang tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang digunakan yaitu peserta didik kelas VIIIC dengan total 41 peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah pemberian instrumen non tes berupa angket terkait minat belajar matematika. Instrumen non-tes angket yang diberikan berjumlah 34 pernyataan dengan memuat 4 indikator minat belajar yaitu perasaan senang, ketertarikan untuk belajar, perhatian saat belajar, dan keterlibatan dalam belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah rumus persentase hasil jawaban peserta didik pada indikator minat belajar matematika. Hasil penelitian ini menunjukkan hampir setengah peserta didik memiliki minat belajar matematika dengan rata-rata persentase sebesar 32%. Dengan demikian peserta didik pada Sekolah Menengah Pertama 2 Telukjambe Timur Karawang memiliki hampir setengahnya minat belajar matematika.
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa SMP
Annisa Rahmiyatul Jannah;
Rina Marlina
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/dm.v5i2.6080
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan matematis ditinjau dari gaya belajar siswa kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun instrumen dalam penelitian ini adalah angket gaya belajar, tes matematis, dan pedoman wawancara. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 6 subjek yang diambil dari kelas VIII SMPN 5 Karawang Barat dengan menggunakan angket gaya belajar diambil 2 siswa dengan gaya belajar visual, 2 siswa dengan gaya belajar auditorial, dan 2 siswa dengan gaya belajar kinestetik. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan angket, tes dan wawancara. Sedangkan hasil penelitian untuk menganalis kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal materi Pola Bilangan, antara lain: (1) Siswa dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan penalaran matematis dalam indikator kemampuan mengajukan dugaan mampu menuliskan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan pada masalah yang disajikan serta menuliskan rumus yang digunakan.. (2) Siswa dengan gaya belajar auditorial memiliki kemampuan penalaran matematis dalam indikator kemampuan mengajukan dugaan mampu menuliskan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan pada masalah yang disajikan serta menuliskan rumus. (3) Siswa dengan gaya belajar kinestetik memiliki kemampuan penalaran matematis dalam indikator kemampuan mengajukan dugaan mampu menuliskan hal-hal yang diketahui.
Kemampuan Berfikir Komputasi Matematis Siswa SMP Pada Materi Pola Bilangan
Alya Rihhadatul Aisy;
Dori Lukman Hakim
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/dm.v5i2.6083
Berpikir komputasi matematis merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Saat ini, masih banyak siswa yang kesulitan ketika diberi soal/permasalahan dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti soal aplikasi matematika dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kemampuan berpikir komputasi matematis dengan sampel siswa kelas VIII pada salah satu SMP di kabupaten Karawang. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga terpilih salah satu kelas VIII Tahun Pelajaran 2022/2023 dengan jumlah 33 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 3 soal tes uraian untuk mengukur kemampuan berpikir komputasi matematis siswa berdasarkan kemampuan siswa dalam menguraikan permasalahan, mengenali pola, menemukan bagian penting dari permasalahan, dan menyelesaikan masalah secara berurutan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh informasi bahwa ST mampu menguraikan permasalahan, menemukan bagian penting dari permasalahan, dan menyelesaikan permasalahan secara berurutan. Sedangkan SS mampu menguraikan permasalahan dan menyelesaikan permasalahan secara berurutan. Sedangkan SR hanya dapat menguraikan permasalahan.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP pada Materi Pola Bilangan
Silvia Dara Puspita;
Sutirna Sutirna
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/dm.v5i2.6109
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP kelas VIII disalah satu sekolah di Kabupaten Bekasi dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi pola bilangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 32 orang siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tambelang. Teknik pengambilan menggunakan teknik random sampling dimana akan dipilih siswa berdasarkan kemampuan berpikir kreatif rendah, sedang, dan tinggi. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kreatif yang terdiri dari empat butir soal uraian. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukan nilai hasil tes kemampuan berpikir kreatif siswa sebesar 13% pada kategori tinggi dengan jumlah siswa sebanyak 4 orang, 75% pada kategori sedang dengan jumlah siswa sebanyak 24 orang, dan 12% pada kategori rendah dengan jumlah siswa sebanyak 4 orang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa SMP kelas VIII pada salah satu sekolah yang terdapat di kabupaten Bekasi masih tergolong sedang, dan siswa juga belum memenuhi indikator dari kemampuan berpikir kreatif yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration.
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SD dengan Menggunakan Soal TIMSS Materi Pecahan
Muh. Ikram Riswandi;
Rukli Rukli
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/dm.v5i2.6126
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan pemahaman matematis siswa SD dalam menyelesaikan soal TIMSS materi aljabar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis data secara deskriptif. Subjek penelitian yaitu 5 siswa kelas IV di salah satu SD yang berada di Kabupaten Gowa. Teknik pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 4 soal tes dalam bentuk uraian yang memenuhi indikator-indikator kemampuan pemahaman matematis dan setelah itu dilakukan wawancara secara mendalam pada subjek penelitian. Dari hasil penelitian, 1 siswa berkemampuan pemahaman matematis dalam kategori tinggi, 1 siswa berkemampuan pemahaman matematis dalam kategori sedang, dan 3 siswa berkemampuan pemahaman matematis dalam kategori rendah. Hasil analisis lebih lanjut terhadap 3 siswa dengan masing-masing kategori yang berbeda menunjukkan bahwa siswa berkemampuan pemahaman matematis kategori tinggi mampu menyelesaikan persoalan dan dinilai memenuhi indikator-indikator kemampuan pemahaman matematis, siswa berkemampuan pemahaman matematis kategori sedang terlihat masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan persoalan walaupun siswa dinilai sudah cukup memiliki pemahaman matematis yang baik, dan siswa berkemampuan pemahaman matematis rendah dinilai belum memahami persoalan yang diberikan sehingga siswa tersebut tidak dapat menyelesaikan persoalan tersebut dengan baik. Pendidik disarankan untuk menumbuhkan minat siswa untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa.
Proses Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Berdasarkan Teori Van Hiele
Ayulia Khaerunnisa;
Alpha Galih Adirakasiwi
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/dm.v5i2.6193
Memahami proses berpikir dalam matematika merupakan hal yang penting agar pembelajaran matematika di sekolah dapat tersampaikan dengan baik kepada siswa sehingga kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam belajar dapat segera diatasi secara bertahap. Teori Van Hiele membantu untuk memahami level berpikir geometri yang dicapai siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan teori Van Hiele. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling. Subjek yang diteliti yaitu 37 siswa kelas XII tahun ajaran 2022/2023 di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Tangerang. Penentuan subjek menggunakan Purposive Sampling dengan syarat subjek merupakan siswa SMA yang telah mempelajari materi Dimensi Tiga. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 16% siswa berada pada level 0 (visualisasi), 43% siswa pada level 1 (analisis), 30% siswa pada level 2 (deduksi informal), 11% siswa pada level 3 (deduksi formal), dan tidak satupun siswa yang berhasil mencapai level 4 (rigor). Semakin tinggi level kemampuan berpikir geometri siswa maka semakin baik siswa menyelesaikan soal cerita matematika.