cover
Contact Name
Abdur Rahman
Contact Email
arrahman@ulm.ac.id
Phone
+6287741278430
Journal Mail Official
fishscientiae@ulm.ac.id
Editorial Address
Achmad Yani Street, 36th Office Box 6 Banjarbaru, South Kalimantan-Indonesia,
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Fish Scientiae : Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 16933710     EISSN : 25411187     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture,
Fish Scientiae is a journal containing articles on Fishing Technology, Technology Aquaculture, Technology General of Fisheries, Water Resources Management, Agribusiness Fisheries, Marine Sciences, Biology Fisheries and Aquatic Ecology. The writings can be published in this journal can be shaped dissertations, theses, research reports, scientific papers and book reviews. Fish Scientiae is Sciences Journal of Fisheries and Marine Resources, is published twice a year (June and December) by the Faculty of Fisheries and Marine Resources.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2021): Issue June-Fish Scientiae Journal" : 9 Documents clear
VIRULENSI BAKTERI Edwardsiella ictaluri PENYEBAB PENYAKIT ENTERIC SEPTICEMIA OF CATFISH (ESC) PADA IKAN PATIN (Pangasius pangasius) Nurul Huda Noor Azmi; Fatmawati Fatmawati; Olga Olga
Fish Scientiae Vol 11 No 1 (2021): Issue June-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.998 KB) | DOI: 10.20527/fishscientiae.v11i1.164

Abstract

Penyakit infeksius yang menyerang ikan patin, salah satunya disebabkan bakteri Edwardsiella ictaluri. Bakteri ini menyebabkan penyakit sistemik enteric septicemia of catfish (ESC). Penelitian bertujuan untuk mengetahui gejala klinis dan rerata waktu kematian akibat serangan bakteri E. ictalury pada ikan patin. Bakteri diinokulasi ke media BHIA (Brain Heart Infusion Agar, merek Conda Pronadisa) dan BHIB (Brain Heart Infusion Broth, merek Merck) diinkubasi pada suhu 24 oC selama 24 - 48 jam. Suspensi bakteri dengan kepadatan 2,7 x 101 – 1010 cfu/mL diinfeksikan pada 300 ekor ikan patin berukuran 11-12 cm dan diamati selama 7 hari. Penelitian menggunakan metode eksperimental dan Completely Randomized Design (CRD). Analisis lebih lanjut dengan Duncan multiple range test (DMRT). Hasil Penelitian menunjukkan gejala klinis yang muncul pada ikan patin antara lain, ikan berenang secara vertikal, warna tubuh pucat, nekrosis, petechiae, liver pucat dan membesar, ginjal berwarna gelap dan kaku, asites insang pucat. Nilai rerata waktu kematian (RWK) ikan patin berkisar antara 1,16 – 2,26 hari. Infectious diseases that attack catfish, one of which is caused by the bacterium Edwardsiella ictaluri. This bacterium causes systemic enteric septicemia of catfish (ESC). The aim of the study was to determine the clinical symptoms and the mean time of death due to the attack of E. ictaluri bacteria on catfish. Bacteria were inoculated into BHIA media (Brain Heart Infusion Agar, Conda Pronadisa brand) and BHIB (Brain Heart Infusion Broth, Merck brand) were incubated at 24 oC for 24-48 hours. Bacterial suspension with a density of 2.7 x 101 – 1010 cfu/mL was infected with 300 catfish measuring 11-12 cm and observed for 7 days. The study used experimental methods and completely randomized design (CRD). Further analysis with Duncan multiple range test (DMRT). The results showed clinical symptoms that appeared in catfish, among others, fish swimming vertically, pale body color, necrosis, petechiae, pale and enlarged liver, dark and stiff kidneys, ascites, pale gills. The mean time of death (MTD) of catfish ranged from 1.16 to 2.26 days.
EFEKTIVITAS SHELTER PADA PENGANGKUTAN SISTEM TERTUTUP INDUK UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii de Man) Anny Rimalia; Yulius Kisworo
Fish Scientiae Vol 11 No 1 (2021): Issue June-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.365 KB) | DOI: 10.20527/fishscientiae.v11i1.165

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan tingkat efektivitas penggunaan shelter dari botol air mineral pada saat penggangkutan induk udang galah. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan a).Perlakuan A adalah pada pengangkutan induk udang galah sebanyak 2 ekor/shelter b).Perlakuan B adalah pada pengangkutan induk udang galah sebanyak 3 ekor/shelter. c).Perlakuan C adalah pada pengangkutan induk udang galah sebanyak 4 ekor/shelter. Hasil yang didapat selama proses pengangkutan induk udang galah tidak ditemukan kematian induk undang galah sehingga kelangsungan hidup 100%, pada semua perlakuan. Dengan demikian Penggunaan Shelter dari botol air mineral efektif untuk menekan mortalias induk udang galah pada saat pengangkutan. Kemudian secara keseluruhan nilai/kisaran kualitas air DO, pH, Suhu, Salinitas masih dapat di toleransi oleh udang galah. This research was to get the effectiveness level of shelter when transportation of Giant Freshwater Prawn. The method used of Completely Random Design with the treatment A) of Giant Freshwater Prawn at 2 tail/ shelter package. Treatment B) of Giant Freshwater Prawn at 3 tail/ shelter package. Treatment C of fresh water prawn at 3 tail/ shelter package. The results was obtained the transport process Giant Freshwater Prawn not found of mortality, so the survival rate of 100%, on all treatment, and then the use of Shelter from mineral water bottle package was effectiveness decrease Giant Freshwater Prawn of mortality. . Overall value white water quality range DO, pH, Temperature, Salinity can still be tolerated for Giant Freshwater Prawn.
APLIKASI DATA CITRA SATELIT UNTUK PENYUSUNAN MODEL NERACA AIR DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Abdur Rahman; Mijani Rahman; Akhmad Murjani; Muhammad Syarbini
Fish Scientiae Vol 11 No 1 (2021): Issue June-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.193 KB) | DOI: 10.20527/fishscientiae.v11i1.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai evaporasipotensial (Etc) tanaman kelapa sawit dan tanaman hutan konversi dengan menggunakan model perubahan neraca air menurut Mather (1957) dan Blaney-Criddle pada perkebunan kelapa sawit dengan lahan hutan konversi. Lokasi penelitian terletak di PTPN IX Danau Salak, Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai curah hujan peluang kejadian terlampaui 75% selama 10 tahun terlihat bahwa curah hujan tertinggi diperoleh pada bulan Januari sebesar 249,6 mm/bulan, sedangkan curah hujan terendah diperoleh pada bulan September yaitu sebesar 66,5 mm/bulan. Nilai evapotranspirasi potensial (ETc) rata-rata di lahan kebun sawit adalah 129,96 mm, sedangkan evapotranspirasi aktual (ETA) adalah sebesar 174,23 mm. Nilai kandungan air tanah (KAT) rata-rata sebesar 66,68 mm dengan surplus air sebesar 14,06 mm. Nilai evapotranspirasi potensial (ETc) rata-rata di lahan hutan konversi (karet) sebesar 122,97 mm, sedangkan evapotranspirasi aktual (ETA) sebesar 174,23 mm. Nilai kandungan air tanah (KAT) rata-rata sebesar 66,68 mm, dengan rata-rata surplus air sebesar 21,05 mm. Terdapat perbedaan antara lahan hutan konversi dengan lahan yang sudah dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Perubahan ini menyebabkan penurunan nilai surplus air yang ada sekitar 9 mm per tahun dengan perhitungan nilai surplus pada hutan konversi sebesar 1.569 mm per tahun menjadi 1.560 mm per tahun pada lahan perkebunan. Penurunan ini akan berakibat pengurangan pada debit air yang berakibat pengurangan nilai air tersedia yang mampu dimanfaatkan oleh stakeholder pengguna air, dan salah satunya adalah sektor domestik. This study aims to assess the potential evaporation value (Etc) of oil palm and conversion forest plantations using the water balance change model according to Mather (1957) and Blaney-Criddle on oil palm plantations with conversion forest land. The research location is PTPN IX Lake Salak, Astambul District, Banjar Regency. The results showed that the probability of rainfall being exceeded by 75% for 10 years showed that the highest rainfall was obtained in January of 249.6 mm/month, while the lowest rainfall was obtained in September of 66.5 mm/month. The average potential evapotranspiration (ETc) in oil palm plantations is 129.96 mm, while the actual evapotranspiration (ETA) is 174.23 mm. The average value of soil water content (KAT) is 66.68 mm with a surplus of 14.06 mm. The average potential evapotranspiration (ETc) in conversion forest land (rubber) is 122.97 mm, while the actual evapotranspiration (ETA) is 174.23 mm. The average value of soil water content (KAT) is 66.68 mm, with an average surplus of 21.05 mm. There is a difference between conversion forest land and land that has been converted to oil palm plantations. This change causes a decrease in the value of the existing surplus of water by about 9 mm per year with the calculation of the surplus-value in conversion forests from 1,569 mm per year to 1,560 mm per year on plantation land. This decrease will result in a reduction in water discharge which results in a reduction in the value of available water that can be utilized by water user stakeholders, and one of them is the domestic sector.
PENGARUH LAMA WAKTU PERENDAMAN EKSTRAK BONGGOL NANAS (Ananas comosus) TERHADAP ORGANOLEPTIK PRODUK DENDENG CUMI-CUMI (Loligo sp) Agustiana Agustiana; Rabiatul Adawyah; Ratih Cahyati Maharani
Fish Scientiae Vol 11 No 1 (2021): Issue June-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.961 KB) | DOI: 10.20527/fishscientiae.v11i1.170

Abstract

Cumi-cumi (Loligo sp) berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan yang dapat dikonsumsi karena cumi-cumi mengandung tinggi protein, lemak, asam amino esensial, kaya akan mineral seperti fosfor dan kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil organoleptik dendeng cumi-cumi (Loligo sp) yang direndam dalam ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus) dengan lama waktu perendaman yang berbeda. Rancangan penelitian ini bersifat eksperimental dengan perbedaan lama waktu perendaman ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus) terhadap organoleptik produk dendeng cumi-cumi (Loligo sp). Kesimpulan dari penelitian ini adalah produk dendeng cumi-cumi (Loligo sp) dengan lama waktu perendaman ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus) yang berbeda berpengaruh nyata terhadap profil organoleptik dendeng cumi-cumi (Loligo sp). Profil organoleptik dendeng cumi-cumi (Loligo sp) yang terbaik adalah perlakuan C (perendaman 8 jam) meliputi spesifikasi warna 5.85, bau 6.25, tekstur 6.4, rasa 6.15 didukung dengan uji penunjang kadar air 11.03% dan kadar protein 32.12% Squid (Loligo sp) has great potential to be developed into processed products that can be consumed because squid contains high protein, fat, essential amino acids, rich in minerals such as phosphorus and calcium. This study aims to obtain the organoleptic profile of squid jerky (Loligo sp) soaked in pineapple hump extract (Ananas comosus) with different immersion time. The design of this study was experimental with differences in the length of time soaking the extract of pineapple hump (Ananas comosus) against the organoleptic product of squid jerky (Loligo sp). The conclusion of this study is that the product of squid jerky (Loligo sp) with a long soaking time in the extract of pineapple hump (Ananas comosus) has a significant effect on the organoleptic profile of squid jerky (Loligo sp). The best organoleptic profile of squid jerky (Loligo sp) is treatment C (8 hours immersion) including color specifications 5.85, smell 6.25, texture 6.4, taste 6.15 supported by supporting tests for moisture content of 11.03% and protein content of 32.12%
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN BIOFLOK YANG BERBEDA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN PAPUYU (Anabas testudineus BLOCH 1792) Agussyarif Hanafie; Akhmad Murjani; Jumadi Jumadi
Fish Scientiae Vol 11 No 1 (2021): Issue June-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.549 KB) | DOI: 10.20527/fishscientiae.v11i1.171

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian bioflok yang berbeda terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva ikan papuyu (Anabas testudineus Bloch 1792). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Basah Jurusan Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat. Pemeliharaan larva ikan papuyu dilakukan dalam wadah baskom berdiameter 45 cm dengan media berupa air bersih dan setiap baskom dimasukkan larva ikan papuyu sebanyak 200 ekor/baskom. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu frekuensi pemberian pakan sebanyak 2 kali/hari (Perlakuan A), sebanyak 4 kali/hari (Perlakuan B) dan sebanyak 6 kali/hari (Perlakuan C) dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media bioflok tidak memiliki pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup larva ikan papuyu, ini dilihat dari Fhitung = 0,351852 < Ftab 5% (5,409451) dan Ftab 1% (12,05995). Sedangkan pertumbuhan larva ikan papuyu berpengaruh nyata terhadap larva ikan papuyu dilihat dari Fhitung = 39358,54 > Ftab 5% (5,409451) dan Ftab 1% (12,05995). Kualitas air media hidup larva ikan papuyu masih pada batas toleransi yang diinginkan ikan uji pada media penelitian, dimana suhu (27,7 – 27,90C), DO (4,8 – 4,9 mg/L), pH (7,5) dan amoniak (<0,6 mg/L) The purpose of this study was to determine the effect of different frequency of biofloc on the survival and growth of fish larvae (Anabas testudineus Bloch 1792). This research was done in the Wet Laboratory of Aquaculture Department, Fisheries and Marine Faculty, Lambung Mangkurat University. The maintenance of papuyu fish larvae was carried out in a basin with diameter 45 cm in with media in the form of clean water and each basin is inserted as many as 200 fish / climbing perch larvae / basin. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments, namely the frequency of feeding as much as 2 times / day (Treatment A), as much as 4 times / day (Treatment B) and as many as 6 times / day (Treatment C) and 3 replications. The results showed that the biofloc media did not have a significant effect on the survival of climbing perch larvae, this was seen from F count = 0.351852 <Ftab 5% (5.409451) and Ftab 1% (12.05995). While the growth of climbing perch larvae significantly affected climbing percch larvae seen from F count = 39358.54> Ftab 5% (5.409451) and Ftab 1% (12.05995). Water quality of live media of climbing perch larvae is still at the desired tolerance level of test fish in the research medium, where the temperature (27.7 - 27.90C), DO (4,8 - 4,9 mg / L), pH (7.5 ) and ammonia (<0.6 mg / L)
PENGARUH PENAMBAHAN RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale varietas rubrum) YANG BERBEDA TERHADAP NILAI ORGANOLEPTIK OLAHAN DENDENG IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Siti Aisyah; Findya Puspitasari; Rabiatul Adawyah; Riki Sanjaya
Fish Scientiae Vol 11 No 1 (2021): Issue June-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.995 KB) | DOI: 10.20527/fishscientiae.v11i1.172

Abstract

Dendeng adalah produk olahan daging tradisional khas Indonesia dan sampai saat ini minat masyarakat dalam mengonsumsi dendeng cukup tinggi. Dendeng didefinisikan sebagai makanan yang berbentuk lempengan yang terbuat dari irisan atau gilingan daging segar yang diberi bumbu dan dikeringkan. Dendeng yang berada di pasar kebanyakan mengandung air antara 9,9-35,5%, kadar gula antara 20- 52%, kadar garam antara 0,4-0,6%, kadar lemak antara 1,0-17,4%, serat kasar antara 0,4-15,5%, dan aw antara 0,4-0,5 (Purnomo, 1996). Dalam penelitian ini menggunakan 4 perlakuan yaitu Perlakuan yang diberikan adalah O (tanpa penambahan jahe merah), A penambahan jahe merah 1 %, B penambahan jahe merah 2 % dan C penambahan jahe merah 3%. Parameter yang diamati adalah uji organoleptik (rasa, warna, tekstur dan aroma). Berdasarkan penilaian panelis diketahui bahwa perlakuan C merupakan perlakuan terbaik dengan spesifikasi warna dengan nilai 2,7 yang dimana mendekati agak coklat kehitaman, untuk aroma dengan nilai 5,6 menyatakan mendekati kuat aroma bumbu, tekstur dengan nilai 4,2 menunjukan agak empuk, dan rasa dengan nilai 4,2 menyatakan cukup manis dan gurih. Dengan kadar air 33,19 % ,dan berdasarkan penelitian Harnisah dkk, kadar protein dendeng ikan nila sebesar 27,67 % yang dimana menurut Astawan, 2004 bahwa dendeng tergolong dalam bahan.makanan semi basah yaitu bahan pangan yang mempunyai kadar air tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah yaitu 15-50%. Dendeng ikan nila memiliki nilai rata-rata untuk uji organoleptik berbeda nyata pada setiap perlakuan terhadap spesifikasi warna, aroma, rasa dan tekstur. Hal ini menunjukan bahwa H1 dapat diterima pada pembuatan dendeng ikan nila Dendeng is a traditional Indonesian processed meat product and until now the public's interest in consuming beef jerky is quite high. Dendeng is defined as food in the form of plates made from sliced ​​or ground fresh meat which is seasoned and dried. Most of the jerky on the market contains water between 9.9-35.5%, sugar content between 20- 52%, salt content between 0.4-0.6%, fat content between 1.0-17.4%, crude fiber between 0.4-15.5%, and aw between 0.4-0.5 (Purnomo, 1996). In this study using 4 treatments, namely the treatments given were O (without the addition of red ginger), A was the addition of 1% red ginger, B was the addition of 2% red ginger and C was the addition of 3% red ginger. The parameters observed were organoleptic test (taste, color, texture and flavor). Based on the panelist's assessment, it is known that treatment C is the best treatment with a color specification with a value of 2.7 which is closer to dark brown, for an aroma with a value of 5.6 which indicates that it is close to the strong aroma of spices, the texture with a value of 4.2 indicates a bit soft, and the taste with a value of 4.2, it is quite sweet and savory. With a water content of 33.19%, and based on the research of Harnisah et al, the protein content of tilapia jerky is 27.67% which according to Astawan, 2004 that jerky is classified as a semi-wet food ingredient, namely food that has a water content that is not too high and not too low at 15-50%. Nile tilapia has an average value for the organoleptic test which is significantly different in each treatment with respect to color, flavor, taste and texture specifications. This shows that H1 is acceptable for making nile tilapia
ANALISIS INDEKS PENCEMARAN DAN DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN SUNGAI JAING KABUPATEN TABALONG PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Herliwati Herliwati; Mijani Rahman; Abdur Rahman
Fish Scientiae Vol 11 No 1 (2021): Issue June-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.181 KB) | DOI: 10.20527/fishscientiae.v11i1.173

Abstract

Sungai Jaing merupakan salah anak Sungai Tabalong yang memiliki manfaat sebagai sumber air baku PDAM bagi masyarakat Kabupaten Tabalong dan habitat untuk budidaya ikan. Di sisi lain, Sungai Jaing juga menerima beban limbah dari berbagai aktifitas rumah tangga, industri dan pertanian/perkebunan. Hasil pantau Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong tahun 2018 - 2020, terdapat kecenderungan penurunan kualitas air Sungai Jaing yang disinyalemen karena meningkatnya beban pencemaran air. Pengukuran kualitas air dan debit aliran dilakukan pada Februari 2020 dan Oktober 2020 di segmen hulu, tengah, dan hilir badan Sugai Jaing. Hasil perhitungan indeks pencemaran (IP) pada pengukuran Februari 2020 pada ketiga segmen sungai menunjukkan kondisi cemar sedang dengan IP = 5,732 – 7,300 (6,608±0,58). Parameter yang memberi kontribusi besar pada nilai IP adalah DO, Cu, Sulfida, Fenol, Fe, Zn, Detergen dan BOD. Hasil perhitungan IP pada pengukuran Oktober 2020 memperlihatkan seluruh segmen sungai berada pada kondisi cemar ringan dengan IP = 2,694 – 3,378 (3,106 ±0,36). Parameter yang memberi kontribusi besar pada IP adalah Fosfat, BOD, COD, Fe, Cd, detergent, E.Coli dan Coliform. Cu, Fe, dan Zn adalah parameter logam yang memiliki kecenderungan melampaui daya tampung beban pencemaran air. Parameter DO melampaui daya tampung beban pencemaran air di semua lokasi pengukuran dan BOD pada lokasi pengukuran segmen hilir. Parameter BOD dan COD cenderung menunjukkan penurunan DTBPA pada bagian hulu dan hilir, sedangkan parameter DO terdapat kecenderungan penurunan nilai DTBPA pada segmen tengah. Nilai IP dan DBPA lebih buruk pada periode pengukuran Oktober 2020 dibandingkan hasil pengukuran bulan Februari 2020 The Jaing stream is a tributary of the Tabalong River which has benefits as a source for Clean Water Plant of Local Company (PDAM) Tabalong Regency and a habitat for fish farming. On the other hand, the Jaing River also receives a load of waste from the various household, industrial and agricultural/plantation activities. The results of monitoring the DLH Tabalong in 2018 - 2020, there is a tendency to decrease the water quality, which is caused by the increasing load pollution capacity. Measurement of water quality and the flow rate was carried out in February 2020 and October 2020 include the upstream, middle, and downstream segments of the Sugai Jaing watershed. The results of the pollution index (IP) in February 2020 measurements in the three river segments showed moderately polluted conditions with IP = 5.732 – 7,300 (6.608±0.58). The greatly contributed parameters to the IP value were DO, Cu, Sulfide, Phenol, Fe, Zn, Detergent, and BOD. The results of IP calculations in October 2020 show that all river segments are in a lightly polluted condition with IP = 2.694 – 3.378 (3.106 ± 0.36). The greatly contributed parameters to IP were Phosphate, BOD, COD, Fe, Cd, detergent, E.Coli, and Coliform. Cu, Fe, and Zn are metal parameters that have a tendency to exceed the water pollution load capacity. The DO parameter exceeds the water pollution load capacity at all measurement locations and BOD at the downstream segment measurement locations. The BOD and COD parameters tend to show a decrease in pollution load capacity (PLC) in the upstream and downstream sections, while the DO parameter has a tendency to decrease in the middle segment. The IP and PLC values ​​were worse in the October 2020 measurement period than the February 2020 measurement results
ANALISIS USAHA DAN PROSPEK PEMASARAN TERIPANG (Holothuria SP) DI DESA MUARA KINTAP KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Tri Dekayanti; Erma Agusliani; Anis Rahayu
Fish Scientiae Vol 11 No 1 (2021): Issue June-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.678 KB) | DOI: 10.20527/fishscientiae.v11i1.174

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis keuntungan dan menganalisis prospek pemasaran teripang. Penelitian dilaksanakan di Desa Muara Kintap Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut Provisi Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode survey dan metode wawancara, penentuan lokasi penelitian dipilih secara purposive atau sengaja. Pengambilan data pada responden dilakukan secara sensus yang artinya keseluruhan sampel responden diambil datanya. Keseluruhan nelayan yang dijadikan responden yaitu sebanyak 10 orang nelayan pemilik kapal usaha penangkapan teripang, dimana setiap nelayan pemilik kapal ini memiliki anak buah kapal (abk) sebanyak 9 hingga 12 orang. Teripang yang dijual sudah dalam bentuk setengah jadi karena sudah dilakukan dua kali proses pemasakan, teripang ini biasanya dijual kepulau Jawa dan Bangka Belitung sebelum akhirnya di ekspor kebeberapa Negara seperti Cina, Vietnam, dan Jepang. Analisis yang di gunakan pada penelitian ini terbagi menjadi 2 yaitu analisis keuntungan dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai π tertinggi berjumlah Rp. 329.705.000,00/tahun nilai π terendah yaitu Rp. 54.188.000,00/tahun dan rata-rata nilai π Rp. 228.224.800,00/ tahun. Untuk mengetahui prospek usaha teripang digunakan analisis SWOT yang bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang yang terdapat pada usaha penangkapan teripang berdasarkan analisis SWOT diketahui bahwa usaha penangkapan teripang masih lemah namun memiliki peluang yang tinggi untuk dikembangkan hal ini dapat diketahui dari tingginya resiko usaha yang tinggi yaitu berupa resiko keselamatan kerja namun masih memiliki peluang karena teripang sendiri merupakan komoditi ekspor dimana permintaan teripang tergolong tinggi. Saluran pemasaran teripang merupakan saluran pemasaran tidak langsung, saluran pemasaran teripang yaitu : produsen/nelayan teripang, pengumpul, pabrik pengemasan teripang, ekspor, pedagang, konsumen
SISTEM INFORMASI PERIKANAN TANGKAP BERBASIS WEB DI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Eka Risma Warni; Erwin Rosadi; Eka Anto Supeni
Fish Scientiae Vol 11 No 1 (2021): Issue June-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.373 KB) | DOI: 10.20527/fishscientiae.v11i1.175

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengidentifikasi dan menganalisis elemen sistem perikanan tangkap Kabupaten Tanah Laut, serta merancang dan membangun sistem informasi perikanan tangkap Kabupaten Tanah Laut berbasis web. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Oktober 2020 di Kabupaten Tanah Laut. Bahasa pemograman yang digunakan yaitu PHP. Pembuatan database dan desain sistem informasi menggunakan aplikasi XAMPP dan Sublime Text. Metode dalam membangun sistem ini dilakukan dengan menggunakan The Waterfall Model, adapun tahapannya yaitu 1) Analisis kebutuhan, 2) Tahap perancangan sistem informasi, 3) Tahap implementasi sistem informasi, 4) Tahap validasi sistem informasi, dan 5) Tahap pemeliharaan (maintenance). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa elemen sistem perikanan tangkap di Kabupaten Tanah Laut yaitu terdiri dari nelayan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Pelabuhan Muara Kintap, dan Pengusaha Perikanan dan sistem informasi ini yaitu Sistem Informasi Perikanan Tangkap Tanah Laut (SI-PTTL) dengan 5 komponen yaitu SI-PTTL, admin, database, informasi, dan user . Menu yang ditampilkan pada SI-PTTL ialah menu profil admin, data master, data transaksi, dan grafik The purpose of this research is to identify and analyze elements of the Tanah Laut district capture fisheries system, as well as to design and build a web-based capture fisheries information system in Tanah Laut District. This research was conducted in March-October 2020 in Tanah Laut District. The programming language used is PHP. Database creation and information system design using XAMPP and Sublime Text applications. the method of building this system is done by using The Waterfall Model. The stages include 1) Requirements analysis, 2) Information system design stage, 3) Information system implementation stage, 4) Information system validation stage, and 5) Maintenance stage. The results showed that elements of the capture fisheries system in Tanah Laut District consisted of fishermen, the Department of Food Security and Fisheries, Muara Kintap Port, and Fisheries Entrepreneurs. The menu displayed on the SI-PTTL is the admin profile menu, master data, transaction data, and graphics

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2025): Edisi Juni Vol 14 No 1 (2024): Edisi Juni 2024, Vol. 14(1),2024 Vol 14 No 2 (2024): EDISI DESEMBER, Vol 14 (2), 2024 Vol 13 No 2 (2023): Edisi Desember 2023, Vol. 13(2),2023 Vol 13 No 1 (2023): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 12 No 2 (2022): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 12 No 1 (2022): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 11 No 2 (2021): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 11 No 1 (2021): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 10 No 2 (2020): Issue December Fish Scientiae Journal Vol 10 No 1 (2020): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 9 No 2 (2019): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 9 No 1 (2019): Issue -Fish Scientiae Journal Vol 5 No 1 (2015): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 8 No 2 (2018): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 8 No 1 (2018): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 7 No 2 (2017): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 7 No 1 (2017): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 6 No 2 (2016): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 6 No 1 (2016): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 5 No 2 (2015): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 4 No 2 (2014): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 4 No 1 (2014): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 3 No 2 (2013): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 3 No 1 (2013): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 2 No 2 (2012): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 2 No 1 (2012): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 1 No 2 (2011): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 1 No 1 (2011): Issue June-Fish Scientiae Journal More Issue