cover
Contact Name
Aulina Adamy
Contact Email
aulinaadamy@gmail.com
Phone
+6281298061066
Journal Mail Official
jurnal.rumoh@unmuha.ac.id
Editorial Address
Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh, Jl. Muhammadiyah No. 91 Bathoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Rumoh: Journal of Architecture
ISSN : 20889399     EISSN : 27984648     DOI : https://doi.org/10.37598/rumoh
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah pada lingkup ilmu: arsitektur, lanskap, interior, perancangan kota dan permukiman serta arsitektur lingkungan. Rumoh menerima artikel ilmiah, studi kasus, studi literatur, laporan serta artikel untuk edisi khusus. Artikel ilmiah ini diterima dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 130 Documents
GEDUNG MUSIK BANDA ACEH: Tema: Arsitektur Simbolis Tursina Tursina; Muhammad Joni
Rumoh Vol. 8 No. 16 (2018): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.465 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v8i16.57

Abstract

Musik adalah bahasa manusia, karena dengan musik kita dapat mengekspresikan kemauan, atau isi hati kita tanpa harus mengerti terlebih dahulu bahasa yang dipakai oleh mereka yang mendengarkan musik. Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi Aceh belum memiliki suatu tempat atau gedung yang di dalamnya terdapat bermacam fasilitas yang bisa digunakan untuk melakukan kegiatan musik, taman budaya yang ada hanya memiliki fasilitas pertunjukan saja. Maksud dan tujuan dari Gedung Musik Banda Aceh ini adalah menciptakan suatu rancangan yang dapat menjadi tempat untuk menggali potensi-potensi seni musik agar dapat menjadi nilai positif bagi dunia seni di Banda Aceh, tempat untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kegiatan musik yang lebih terpusat. Gedung Musik Banda Aceh ini berfasilitaskan tempat belajar musik, Concert Hall, tempat menjual alat-alat musik, dan aksesoris yang berhubungan dengan musik. Gedung musik Banda Aceh berada di jalan Mr. M. Hasan Kec. Lueng Bata Kota Banda Aceh. Penerapan tema Arsitektur Simbolis diharapkan dapat menghasilkan rancangan yang memiliki makna yang luas bagi yang melihatnya dan berfungsi sesuai dengan tujuan. Konsep perancangan gedung musik ini adalah merancang sebuah bangunan yang memiliki ciri khas tersendiri yang di dalamnya mengandung unsur musik, konsep desainnya diambil pada sebuah speaker yang dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan ruang yang diperlukan. Struktur bentang lebar yang digunakan dengan pemakaian tulangan dan rangka atap dari baja, sehingga mampu memberikan kekuatan dan juga estetika untuk Gedung Musik Banda Aceh tersebut. Luas lahan untuk perencanaan gedung musik ini 18.000 M², luas bangunan 6.205 M², Luas lahan KLB = 17.280 M², luas lantai KDB 40% = 7200 M². Gedung Musik ini tergolong bermassa banyak yaitu bangunan utama yang terdiri dari fasilitas belajar musik yang berkapasitas 500 orang, kantor pengelola, coffe shop dan galeri, dan juga terdapat concert hall yang berkapasitas 900 orang, juga terdapat bangunan mushalla dan ruang mesin.
COASTAL RESTORATION THROUGH COMMUNITY PARTICIPATION: In Meuraxa District, Banda Aceh Faiza Aidina
Rumoh Vol. 8 No. 16 (2018): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1692.034 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v8i16.58

Abstract

Tsunami in 2004 has changed urban condition in Banda Aceh especially along north west coast area.This Strecth line area has lost its vitality as an attractive urban area, in Banda Aceh those situation happened in Meuraxa district Banda Aceh (2005-2006). This qualitative research attempt to seek a way to restore this area to former condition. The idea is the conversion of waste land into more productive land. The action plan is consisted in two phase : 1.to create mangrove cultivation community and sylvofishery, 2. To create a community hub for trading, cultural activity, and recreational place. The analysis start from major scale and then focus on selected location as a starting point for a proposed action plan.
STRUKTUR SEBAGAI ELEMEN ESTETIS PADA BANGUNAN Effendi Nurzal; T. Eka Panny Hadinata
Rumoh Vol. 9 No. 17 (2019): Juni
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.614 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v9i17.66

Abstract

Untuk merancang suatu bentuk arsitektur seorang arsitek harus mampu mengaplikasikan struktur dan estetika secara seimbang. Struktur sebagai Elemen Estetika adalah estetis bangunan yang tercipta melalui logika struktur yang dipengaruhi oleh estetika arsitektur. Struktur merupakan sarana untuk menyalurkan beban dari titik dimana gaya yang bekerja dalam bangunan ke pondasi berfungsi untuk menahan gaya-gaya tersebut. Pemakaian material struktur memegang peranan penting terciptanya estetika bangunan arsitektur. Struktur Sebagai Elemen Estetis adalah bentuk bangunan yang tercipta melalui struktur yang di rancang dengan keindahan struktur yang di ekspose.
MESJID AGUNG ACEH BARAT DAYA : Arsitektur Ekspresionisme Syifa Alaina; Sahriyadi Sahriyadi
Rumoh Vol. 9 No. 17 (2019): Juni
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.028 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v9i17.67

Abstract

Mesjid Agung Aceh Barat Daya (Abdya) yang direncanakan berlokasi di Jalan Geude Paya, Kota Blangpidie, mempunyai fungsi sebagai tempat ibadah, dan fungsi penunjang berupa tempat menuntut ilmu, tempat pembinaan jamaah, dan pusat kaderisasi Islam, dengan semakin berkembangnya jumlah umat Islam di Aceh Barat Daya maka kebutuhan akan sarana ibadahpun meningkat, di Aceh Barat Daya sudah ada perencanaan Mesjid Agung namun terhenti karena permasalahan antara pemkab dan pemberi dana, dan mesjid yang ada tidak memadai menampung jamaah dan kegiatan tingkat kabupaten,maka itu Abdya belum mempunyai Mesjid Agung yang merupakan tipe mesjid yang di butuhkan umat Islam di Abdya untuk sarana utama ibadah, pembinaan, pengembangan dan organisasi Islam untuk kepentingan kaderisasi Islam. Mesjid Agung Aceh Barat Daya yang akan direncanakan adalah Klasifikasi tipe D dengan menerapkan tema ekpresionis. Ekpresionis salah satu gaya arsitektur yang menunjukan sebuah rancangan yang keluar dari emosi, daya hayal, imajinasi, perasaan dan jiwa, dan bagaimana merancang sebuah masjid yang bisa di rasakan ketenangan dan kenyamanan ketika beribadah, baik dari segi warna maupun bentuk bangunan, mengambil bentuk dari geometri segi empat, riak air, dan kaligrafi khat Kufi, dengan kombinasi warna dingin, konsep kombinasi yang bisa menimbulkan perasaan kenyamanan dan ketenangan dalam merancang.Hasil rancangan terdiri dari analisis iklim, tapak, bangunan, pemakai, serta analisis lingkungan dan utilitas. Mesjid Agung Aceh Barat Daya dibangun pada lahan seluas 34.000 m2 terbangun seluas 4884 m², dengan KDB 40%, KLB 3. Menampung jumlah jamaah 12.000 orang, dengan rincian, serambi luar 700 orang, serambi dalam 300 orang, orang fasilitas utama ruang shalat, ruang mimbar, ruang mihrab, tempat wudhu, dan ruang penunjang lain, serta memiliki tipikal bangunan bermassa tunggal, empat lantai, dengan ketinggian 50 m.
ANALISIS PARKIR PADA RUANG TERBUKA PUBLIK DI KOTA BANDA ACEH Henny Marlina; Muhammad Mustaqhfirin
Rumoh Vol. 9 No. 17 (2019): Juni
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.466 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v9i17.68

Abstract

Parkir merupakan suatu kebutuhan bagi pemilik kendaraan yang menginginkan kendaraannya diparkir ditempat dimana tempat tersebut mudah untuk dicapai, salah satunya dengan parkir di badan jalan. Parkir di badan jalan dapat mengakibatkan turunnya kapasitas jalan, terhambatnya arus lalu lintas dan penggunaan jalan menjadi tidak efektif. Permasalahan parkir sangat penting untuk dikaji lebih mendalam, karena hampir semua aktivitas kegiatan diruang terbuka memerlukan sarana tempat parkir. Ruang parkir yang dibutuhkan harus tersedia secara memadai. Sebab dengan semakin besar volume lalulitas yang beraktivitas baik yang meninggalkan atau menuju pusat kegiatan, maka semakin besar pula kebutuhan ruang parkir yang dibutuhkan.
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) TEKNIK MESIN DI ACEH SELATAN: Tema: Arsitektur Tropis Ikhbal Ruddin; Muhammad Joni
Rumoh Vol. 9 No. 17 (2019): Juni
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5898.69 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v9i17.69

Abstract

Aceh Selatan merupakan Kabupaten dengan Ibu Kota Tapak Tuan. Dari potensi yang ada di Kabupaten Aceh Selatan terlihat sebahagian besar mata pencahariannya rata-rata sebagai Petani dan Nelayan yang membutuhkan tenaga Ahli di bidang Mesin untuk mengembangkan alat mesin sebagai pengolah hasil alamnya. Dengan adanya SMK Teknik Mesin di Aceh Selatan dengan mewadahi siswa dalam menggali berbagai ilmu pendidikan pemesinan dan bisa menciptakan tenaga ahli di bidang Mesin. Lokasi rancangan terdapat di Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan. SMK Teknik Mesin di Aceh Selatan menyediakan 4(empat) jurusan yaitu; Teknik Pemesinan, Teknik Pengelasan, Teknik Pengecoran dan Teknik Gambar Mesin. Penggunaan tema arsitektur tropis, bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh iklim tropis, dan disertai dengan analisis-analisis yang dapat mengoptimalkan pengaruh iklim pada daerah sekitar SMK Teknik Mesin. Curah hujan yang tinggi, lamanya penyinaran matahari, suhu udara yang relatif tinggi, serta unsur-unsur dalam arsitektur tropis yang dibutuhkan oleh pemakai bangunan dilihat dari kualitas fisik ruang dalam. Suhu ruang rendah, kelembapan relatif tidak terlalu tinggi sehingga menghasilkan konsep desain yang seimbang antara standar dan tema yang diharapkan. Penerapan desain pada bangunan adalah bentuk persegi panjang, dengan luas lahan 18.200 M². Bangunan bermassa banyak yaitu dengan masing-masing luasan Gedung Admistrasi 1488,76 m², Ruang Kelas Belajar 2191,8 m², Pendukung 422,4 m², dan bangunan Praktik Khusus/umum 3645,2 m², dengan kapasitas pemakai berjumlah 768 siswa dengan Luas keseluruhan Bangunan 10.072,64 M².
EVALUASI TERHADAP PENGARUH PENGHAWAAN DAN PENCAHAYAAN PADA MUSEUM TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH Qurratul Aini; Imam Aulia Rani
Rumoh Vol. 9 No. 17 (2019): Juni
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.774 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v9i17.70

Abstract

Pencahayaan dan penghawaan memiliki dua sistem yaitu buatan dan alami. Sistem ini sangat berpengaruh terhadap ruang yang akan di rencanakan, seperti ruang-ruang pada sebuah rumah sebaiknya memanfaatkan sistem pencahayaan dan penghawaan alami agar dapat menghemat energi listrik sedangkan pada bangunan seperti museum sebaiknya menggunakan pencahayaan dan penghawaan buatan, karena pada museum terdapat barang-barang yang harus terjaga dari pancaran sinar matahari langsung. Pencahayaan merupakan kebutuhan penerangan pada suatu ruang agar dapat menghindari ruang yang gelap dan pengap, penghawaan merupakan aliran udara yang di alirkan ke dalam ruangan agar pengguna merasakan kenyamanan.
ISLAMIC CENTER DI TAPAK TUAN: Arsitektur Neo Vernakular Ihsan Ihsan; Mulyadi Mulyadi
Rumoh Vol. 9 No. 17 (2019): Juni
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2011.39 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v9i17.71

Abstract

Islamic Center di Tapaktuan merupakan suatu fasilitas umum yang memiliki relevansi terhadap pelaksanaan syariat Islam di Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Selatan. Saat ini aktivitas keislaman yang berlangsung di Masjid Agung Istiqamah tidak mampu terpenuhi sepenuhnya, dalam hal fasilitas-fasilitas penunjang seperti; fasilitas pendidikan, pendalaman ilmu agama, da’wah dan sumber informasi. Untuk itu perlu adanya Islamic Center di Tapaktuan agar kegiatan keislaman dapat terselengara dengan baik. Klasifikasi Islamic Center di Tapaktuan adalah tingkat Kabupaten. Penggunaan tema Arsitektur Neo Vernakular adalah untuk melestarikan budaya dan tradisi Aceh Selatan dengan menerapkan konsep bentuk dari Rumah Adat Kluet (Rungko) salah satu rumah adat Aceh Selatan yang masih ada saat ini. Analisis yang dilakukan diawali dengan pendekatan studi literatur, studi banding dan studi lapangan. Islamic Center di Tapaktuan ini memiliki beberapa fasilitas yaitu lantai dasar untuk Muamalah, lantai satu untuk Tarbiyah dan lantai dua untuk Ibadah. Selain itu Islamic Center di Tapaktuan ini akan menjadi Landmark dan pusat wisata religi bagi pengunjung kota Tapaktuan. Luas bangunan Islamic Center di Tapaktuan adalah 43.092 m², dengan bangunan bermassa tunggal.
ARSITEKTUR POST-MODERN Qurratul Aini; Hayatullah Hayatullah
Rumoh Vol. 9 No. 18 (2019): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.728 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v9i18.79

Abstract

Kebangkitan revolusi industry yang dimulai pada awal abad XIX telah menyebabkan terjadinya perubahan dalam skala besar pada pola hidup dan pola pikir masyarakat pada saat itu. Perubahan ini turut memberikan pengaruh besar dalam perkembangan arsitektur dan membawa perubahan tersendiri pada beberapa karya arsitektur. Dipelopori oleh Le Corbusier, arsitektur modern dengan tiga tahap perkembangannya mulai ditinggalkan pada tahun 1960-an. Sebagai penyempurnaan, lahirlah arsitektur post modern yang digagas oleh Charles Jencks. Beberapa bangunan yang mengaplikasikan design arsitektur post modern diantaranya adalah gedung bank nasional Georgia yang terletak di Tbilisi,Bangunan Hotel Asia yang terletak di Surakarta serta Museum Tsunami Aceh yang terletak di Banda Aceh. Arsitektur post modern selalu berusaha mempertahankan bangunan lama yang memiliki nilai sejarah tinggi dengan cara membuatnya berdampingan dengan bangunan baru sehinga keduanya akan saling mendukung. Meskipun tidak sepopuler gaya arsitektur lainnya, arsitektur post modern masih terus berkembang dan digunakan hingga saat ini.
GELANGGANG OLAHRAGA PIDIE JAYA: Arsitektur Hi-Tech Taufiq Hidayah; Muhammad Joni
Rumoh Vol. 9 No. 18 (2019): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.232 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v9i18.80

Abstract

Di Kabupaten Pidie Jaya banyak melahirkan atlit-atlit yang berprestasi dan pernah beberapa kali ikut dalam ajang POPDA dan PORDA sehingga perlu direncanakan sebuah Gelanggang Olahraga yang memenuhi standar tingkat Nasional dan dapat menjadi pusat kegiatan olahraga bagi remaja dan dewasa dengan kapasitas penonton 3.000 orang. Gelanggang Olahraga Pidie Jaya tergolong tipe B dengan fasilitas lapangan bola basket, bola volly, bulutangkis, futsal, tenis, dan sepaktakraw. Luas area bebas 40 meter x 25 meter dengan tinggi 12.5 meter. Penggunaan tema Arsitektur High-Tech pada bangunan direncanakan dengan penggunaan struktur bangunan yang didominasi oleh material baja dan material-material fabrikasi lainnya. Sehingga dapat menyelaraskan dengan perancangan bangunan bentang lebar. Analisa yang dilakukan ialah lingkungan, fungsional dan bangunan yang dikaitkan dengan Arsitektur High-Tech, sehingga menghasilkan konsep desain yang seimbang antara standar dan tema yang diharapkan. Luas lahan perancangan Gelanggang Olahraga Pidie Jaya yaitu 23.000 m² dengan KDB sebesar 60% (13.800 m²), KLB sebesar 2,4 (55.200 m²), dan GSB) 6 m. Massa bangunan menggunakan pola massa tunggal. Dengan difasilitasi lapangan olahraga in door, ruang tribun penonton, ruang fitness center, ruang tamu VIP, mushalla, kios souvenir, café/resto, dan area lapangan olahraga out door. sehingga bangunan ini nantinya dapat mewadahi fasilitas olahraga yang berstandar nasional.

Page 2 of 13 | Total Record : 130