cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalagrisains@gmail.com
Phone
+6283827966282
Journal Mail Official
jurnalagrisains@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bumi Tadulako, Tondo, Palu 94111, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah AgriSains
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 14123657     EISSN : 27165078     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang Peternakan: Ilmu Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Nutrisi dan Makanan Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Pembangunan Peternakan, Produksi Ternak, Budidaya Ternak, Produksi dan Teknologi Pakan Ternak, Bioteknologi Peternakan, Sain Veteriner. Bidang Perikanan: Budidaya Perikanan, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Pengolahan Hasil Perikanan, Nutrisi dan Makanan Ikan, Bioteknologi Perikanan, Teknologi Penangkapan Ikan, Sumberdaya Perairan, Sosial Ekonomi Perikanan, Budidaya Perairan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 3 (2020): Desember" : 7 Documents clear
Effect of Additional Extract Curcuma (Curcuma xanthorrhiza) on Commercial Feed on Growth and Survival Rate of Tilapia Seeds (Oreochromis niloticus): Pengaruh Penambahan Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) pada Pakan Komersil terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Ardiansyah; Achmad Rizal
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 21 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.235 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v21i3.2020.103-110

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza) pada pakan komersil terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Organisme uji yang digunakan dalam penelitian yaitu benih ikan nila dengan bobot rata-rata 1,55 gram sebanyak 200 ekor yang diperoleh dari Balai Benih Ikan Tulo, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dengan lima ulangan. Perlakuan A: tanpa penambahan ekstrak temulawak; Perlakuan B: penambahan ekstrak temulawak 4 g/kg pakan; Perlakuan C: penambahan ekstrak temulawak 8 g/kg pakan; dan Perlakuan D: penambahan ekstrak temulawak 12 g/kg pakan. Ekstrak temulawak yang telah siap kemudian dimasukan kedalam botol semprotan sesuai dosis yang telah ditentukan. Biomassa dan bobot organisme uji ditimbang pada awal dan akhir pemeliharaan. Pengukuran kualitas air meliputi suhu, pH, oksigen terlarut, dan amonia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap bobot mutlak benih ikan nila. Persentase bobot mutlak dan sintasan pada benih ikan nila tertinggi diperoleh pada perlakuan D, masing-masing sebesar 1,423 g dan 94%.
Sex Ratio and Size at First Maturity of Snakehead Gudgeon (Giuris margaritacea) Caught with Gillnets at Bolano Sau Lake, Parigi Moutong District: Sex Ratio dan Ukuran Pertama Kali Matang Gonad Ikan Payangka (Giuris margaritacea) yang Tertangkap dengan Jaring Insang di Danau Bolano Sau Kabupaten Parigi Moutong Aswad Eka Putera; Muh Saleh Nurdin; Nur Hasanah; Samliok Ndobe; Kasim Mansyur
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 21 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.709 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v21i3.2020.111-118

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi keramahan alat tangkap jaring insang terhadap aktifitas penangkapan ikan payangka di Danau Bolano Sau melalui kajian sex ratio dan ukuran pertama kali matang gonad. Penelitian dilakukan di perairan Danau Bolano Sau pada bulan Agustus sampai Desember 2019. Sampel ikan payangka diperoleh dari hasil tangkapan nelayan yang menggunakan jaring insang dengan mesh size 3½ inchi. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Kualitas Air, Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan, Palu. Perbedaan sex ratio ikan payangka menggunakan uji Chi-square sedangkan ukuran pertama kali matang gonad diduga berdasarkan metode Spearman–Karber. Ikan payangka yang tertangkap dengan jaring insang di Danau Bolano Sau berukuran 79-163 mm. Sex ratio antara jantan dan betina tidak seimbang dimana jantan lebih dominan daripada betina. Ukuran pertama kali matang gonad sebesar 119, 19 mm. Sehingga disarankan ukuran layak tangkap ikan payangka > 120 mm. Penggunaan jaring insang dalam aktifitas penangkapan ikan payangka berpengaruh terhadap keseimbangan populasi jantan dan betina namun sangat selektif terhadap ukuran.
Growth of Male Turkey at Different Energy Levels: Pertumbuhan Kalkun Jantan pada Tingkat Energi yang Berbeda Awal; Sri Sarjuni; Rizal Y. Tantu
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 21 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.638 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v21i3.2020.119-123

Abstract

Kalkun merupakan salah satu jenis unggas dari ordo Galliformes, genus Meleaagriss yang mulai menjadi perhatian masyarakat untuk dibudidayakan. Budidaya kalkun di Indonesia masih sangat kurang, sebagian besar para peternak lebih memilih jenis unggas lain. Ternak kalkun merupakan jenis ternak unggas yang potensial dikembangkan sebagai ternak pedaging, karena memiliki ukuran tubuh yang besar dan mampu memanfaatkan bahan pakan baik berupa butiran dan hijauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan kalkun jantan umur 19-25 minggu pada tingkat energi berbeda. Penelitian telah dilaksanakan di kandang percobaan Fakultas Peternakan dan Perikanan di Desa Sibalaya Selatan, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, pada tanggal 24 Juni – 29 Juli 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuannya adalah R1 = Ransum dengan Energi Metabolis 2800 Kkal/Kg, R2 = Ransum dengan Energi Metabolis 2900 Kkal/Kg, R3 = Ransum dengan Energi Metabolis 3000Kkal/Kg. Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum, tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Penggunaan level energi 3000 Kkal/kg memberikan hasil positif terhadap konsumsi ransum pada kalkun jantan umur 19-25 minggu.
Comparison of Bread Waste and Milled Corn as Energy Sources in Concentrate to Weight and Percentage of Non-Carcass External Components of Female Local Goats: Perbandingan Limbah Roti dan jagung Giling sebagai Sumber Energi dalam Konsentrat terhadap Bobot dan Persentase Komponen Non Karkas Eksternal Kambing Lokal Betina Dandy; Abdullah
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 21 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.696 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v21i3.2020.124-130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penggunaan limbah roti dan jagung giling sebagai sumber energi dalam konsentrat terhadap bobot dan persentase komponen non karkas eksternal kambing lokal betina. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Januari - 23 April 2020 di kandang CV. Prima Breed, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Ternak yang digunakan berjumlah 12 ekor kambing lokal betina umur ± 10 bulan dengan kisaran bobot 10-12 kg. Penelitian menggunakan uji perbandingan dua perlakuan dengan analisis statistik uji-t. Perlakuan dalam penelitian yaitu P1 = Pemberian konsentrat dengan bahan dasar sumber energi adalah jagung giling + Panicum sarmentosum Roxburg (Roxb) ad-libitum dan P2 = Pemberian konsentrat dengan bahan dasar sumber energi adalah limbah roti + Panicum sarmentosum Roxburg (Roxb) ad-libitum. Hasil analisis statistik uji-t menunjukkan bahwa pemberian konsentrat + limbah roti + jagung giling memberikan perbedaan yang nyata terhadap persentase komponen non karkas eksternal kambing lokal, sedangkan pemberian konsentrat + roti dan pemberian konsentrat + jagung giling tidak memberikan perbedaan yang nyata terhadap bobot komponen non karkas eksternal kambing lokal.
The Strategy of Developing Beef Cattle Business in Bali Indah Farmer Groups in Padalembara Village, Poso Regency: Strategi Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Potong pada Kelompok Tani Bali Indah Desa Padalembara Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso Fastabikhul Khairatih Kardi; Sayekti Handayani
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 21 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.688 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v21i3.2020.131-139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui strategi yang tepat dalam mengembangkan usaha peternakan sapi potong pada kelompok tani Bali Indah berdasarkan kondisi daerah dan ketersediaan faktor produksi ternak di Desa Padalembara Kabupaten Poso. Penelitian dilaksanakan di desa Padalembara Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Kelompok Tani Bali Indah, bulan Desember 2019 - Januari 2020. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus. Metode studi kasus adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan dan memahami objek yang di teliti secara khusus sebagai suatu kasus. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa posisi kelompok tani Bali Indah berada pada kotak di kuadran V yang menggambarkan bahwa kelompok tani memerlukan adanya strategi berupa pembinaan secara intensif sebagai upaya penerapan strategi mempertahankan dan memelihara kondisi faktor internal dan eksternal. Adapun pembinaan dan pendampingan kepada peternak akan berdampak pada meningkatnya kemampuan petani ternak.
The Effect of Wood Java Leaf Hay on Weight and Local Goat Carcass Percentage: Pengaruh Hay Daun Kayu Jawa terhadap Berat dan Persentase Karkas Kambing Lokal Rahmat; Mulyati
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 21 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.896 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v21i3.2020.140-146

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan bobot dan persentase karkas kambing kacang yang diberi dan tidak diberi hay daun kayu jawa. Materi Penelitian ini adalah 12 ekor kambing kacang betina umur ± 10 bulan. Penelitian menggunakan metode uji perbandingan antara dua perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak 6 kali. Perlakuan penelitian adalah P1=Pemberian konsentrat 1,0% BK dari BB tanpa hay daun kayu jawa dan P2=Pemberian konsentrat 1,0% BK dari BB + hay daun kayu jawa 0,5% BK dari BB. Hasil penelitian menunjukkan bobot karkas kambing kacang (P1= 7.02 dan P2= 7.35) yang diberi konsentrat tanpa hay daun kayu jawa (P1) dan yang diberi konsentrat + hay daun kayu jawa dan (P2) tidak berbeda nyata (P>0,05). Persentase karkas kambing kacang (P1=46.60 dan P2=48.26) menunjukkan pemberian konsentrat tanpa hay daun kayu jawa nyata lebih rendah dibandingkan persentase karkas kambing kacang yang diberi konsentrat + hay daun kayu jawa pada taraf kepercayaan 95%.
Economic Valuation of Coral Reefs Ecosystem in Bontosua Island, Pangkep Regency: Valuasi Ekonomi Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Bontosua Kabupaten Pangkep Irwansyah; Andi Nur Apung Massiseng; Andi Bare Ghurdi
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 21 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.737 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v21i3.2020.147-157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi potensi dan menganalisis pola pemanfaatan terumbu karang di Pulau Bontosua Kabupaten Pangkep. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara mendalam dengan kuesioner mengidentifikasi kondisi dan pemanfaatan terumbu karang serta menghitung nilai pemanfaatan sebagai penghasil ikan dan sebagai tempat wisata selam. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pemanfaatan terumbu karang di Pulau Bontosua mencapai 80% dengan nilai ekonomi manfaat lansung terumbu karang sebesar Rp. 200.400.000 dan nilai ekonomi tidak lansung sebesar Rp. 4.735.000.000. Kesimpulan penelitian bahwa nilai ekonomi manfaat lansung terumbu karang di Pulau Bontosua masih sangat kecil yaitu 4% sedangkan nilai manfaat tidak lansung mencapai 95,9%.

Page 1 of 1 | Total Record : 7