cover
Contact Name
Ahmad Muttaqin
Contact Email
ahmadmuttaqin@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281211693283
Journal Mail Official
jpa@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agama
ISSN : 14115875     EISSN : 2597954X     DOI : https://doi.org/10.24090/jpa
Jurnal Penelitian Agama is a journal that specifically become a communication medium for scholars, researchers and practitioners to public for the results of religious research. This journal is published two times a year by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Purwokerto. This journal aims to provide readers with a better understanding of religious studies in Indonesia and around the world. The Journal invites scholars, researchers, and practitioners who focuses on religious studies to submit articles in this journal. Articles will be reviewed by selected expert in this field. The editor is able to make editorial changes without altering the substance of writing.
Articles 237 Documents
LAGU ANAK SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL PADA ANAK USIA DINI DI KELOMPOK BERMAIN WADAS KELIR PURWOKERTO Risdianto Hermawan; Siti Fatonah
Jurnal Penelitian Agama Vol 21 No 1 (2020)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.327 KB)

Abstract

This study discusses the development of religious and moral values ​​in early childhood through children's songs. The purpose of this research is to find out how children's songs can be used as a medium in developing religious and moral values ​​in early childhood in the Purwokerto Wir Kelada Play Group. Research conducted by researchers is field research, which is a method of research that is directly carried out by plunging into the field where data is collected. With qualitative data collection, the research is made by describing things that are examined using data in writing or verbally. Children's songs which are the creation or composition of the mother in the Wadas Kelir Play Group are applied through three stages, namely planning, implementation, and evaluation. Song lyrics used are adjusted to the level of child development and the culture of the surrounding environment. From the results of the analysis, children's songs used as learning media in the Wadas Kelir Play Group can develop religious and moral values ​​in early childhood.
MODERNISASI PENDIDIKAN PESANTREN BERBASIS ORGANISASI MASYARAKAT ISLAM (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Falah Nagreg Bandung, Pondok Pesantren Darul Arqom Garut dan Pondok Pesantren PERSIS Tarogong Garut) Budie Agung; M.Tajudin Zuhri; Khalid Ramdhani
Jurnal Penelitian Agama Vol 21 No 1 (2020)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.931 KB)

Abstract

Modernization of Islamic education cannot be separated from the rise of Muslims in modern times, Islamic thought and institutions including education (pesantren) must be modernized, ie renewed in accordance with the framework of modernity. This study aims to identify how pesantren modernization patterns are carried out in three pesantren representing Islamic mass organizations, namely Al-Falah Pesantren, Darul Arqom Pesantren and PERSIS Tarogong Pesantren, with the hope of obtaining information on similarities and differences in general patterns related to modernization pesantren education. This type of research is field research with data collection techniques such as interviews, observation and documentation. The results showed that there were similarities and differences in the pattern of modernization in Islamic mass organizations based on Islamic boarding schools.
PENANAMAN NILAI INTI PENDIDIKAN KARAKTER BERLANDASKAN PANCASILA PADA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH Shalahudin Ismail
Jurnal Penelitian Agama Vol 21 No 1 (2020)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.148 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman nilai inti pendidikan karakter berbasis Pancasila untuk membentuk peserta didik sebagai generasi muda yang baik, cerdas, dan cinta tanah air. Penelitian ini termasuk dalam library research, sehingga sumber data yang digunakan merupakan data kepustakaan, baik berupa jurnal, buku, maupun majalah. Dalam hal ini ada dua jenis sumber data yang digunakan, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang terkait langsung dengan tema. Sementara sumber data sekunder adalah sumber data pendukung tema yang berasal dari berbagai kajian. Hasil analisis menunjukkan bahwa penanaman nilai inti pendidikan karakter berbasis Pancasila kepada peserta didik di sekolah sangat penting untuk dilaksanakan, sebab mengandung nilai karakter religius, peduli sosial, kemandirian, semangat kebangsaan, demokratis, toleransi, dan disiplin. Penanaman nilai inti pendidikan karakter berbasis Pancasila terhadap peserta didik di sekolah dilakukan melalui proses belajar mengajar.
PEMBARUAN ISLAM BIDANG HUKUM KELUARGA DAN RELEVANSINYA DENGAN TUNTUTAN EGALITER PRIA DAN WANITA Hulaimi Azhari
Jurnal Penelitian Agama Vol 21 No 2 (2020)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.268 KB)

Abstract

In this paper explained the mechanism of renewal of Islam in the field of family law and its relevance to the egalitarian demands of men and women. This discussion is known that there is a difference between the Islamic period and the pre-Islamic period that has implications with the rule of law applied. The evils and misdeeds of the Arab jahiliah against women are the things that apply to the renewal of the law in the field of family law, such as marriage, polygamy, dowry, or inherition. The practice of marriage, which was performed in pre-Islamic times, has done a lot of harm to women. In those days, women were only considered a product or commodity that served to be traded. For example, the birth of a baby girl is a disgrace that is so shameful that it is considered to smear the face of the family. So sadistic, the newborn baby girl must be buried alive. In addition to the issue of inherited law, at that time the woman's right was exercised her right to obtain the inheritance left by her family. The conception of Islamic renewal in the field of family law in this study uses two approach methods, namely conventional methods, and contemporary methods. In the system of reform of the law of equality men and women can contain several things: equality of function and role, equality in enjoying sexual intercourse, equality in childcare, and the right to determine genetic engineering.
PEMBUDAYAAN MUTU PENDIDIKAN DI SMK MA’ARIF NU 1 KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS Hartono hartono
Jurnal Penelitian Agama Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.79 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v18i1.2017.pp371-388

Abstract

This research is a qualitative research aimed to know the steps undertaken in quality culture at SMK Ma'arif NU 1 Ajibarang District Banyumas Regency. The data in this study were collected by interview, observation, and documentation technique and then analyzed using data analysis technique in Miles and Huberman model field. The results showed that the steps taken by the principal in the culture of quality education include: (1) Building commitment of teachers and employees in improving the quality of education. (2) Communicate quality messages to teachers and employees. (3) Provide assurance that customer's voice, complaints or constructive criticism of the customer are heard and acted upon. (4) Do not blame teachers and employees in the event of errors or failures in the application of SOP and IK. (5) Directing innovations from teachers and employees to improve the quality of education. (6) Conduct assessment with appropriate mechanisms to determine achievement of quality objectives. (7) Embedding and embodying sincere value in working in the teachers and employees.
NILAI-NILAI MORAL ANAK USIA DINI DALAM BUKU DONGENG KARAKTER UTAMA ANAK USIA DINI SERI TAAT BERAGAMA Sumarni sumarni; Musyafa Ali
Jurnal Penelitian Agama Vol 21 No 2 (2020)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.138 KB)

Abstract

Moralitas atau kebiasaan selalu eratkaitannya dengan sikap atau perbuatan yang dilakukan oleh seseorang, perbutan ini erat kaitannya dangan nilai-nilai atau adat yang dipegang oleh masyarakat. Semakin berkembangnya zaman nilai-nilai moral dalam masyarakat juga semakin menurun, hal ini dikarenakan lingkungan dan kebiasaan. Penanaman moral pada seseorang tidak dapat dilakukan secara instan atau dalam waktu singkat, penanaman moral harus dilakukan dan dibiasakan sejak kecil. Salah satu langkah kecil yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menanamkan dan mengajarkan moral pada anak adalah melalui dengan ikebiasaan membacakan atau menceritakan dongeng yang mengandung nilai moral pada anak. Penelitian ini adalah librarary research, dimana data diperoleh dari kumpulan naskah cerita dongeng dalam buku dongeng karakter utama anak usia dini seri taat beragama, karya Heru Kurniawan dann Umi Khomsiyatun. Metode yang digunakan oleh peneliti yaitu deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai moral anak usia dini dalam buku dongeng karakter utama anak usia dini seri taat beragama. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai-nilai moral yang terkandung dalam dongeng karakter utama anak usia dini seri taat beragama diantaranya yaitu, nilai religius, tolong menolong, berbagi, jujur, tanggung jwab, meminta maaf, cinta antar sesama, disiplin, keja keras, bersahabat, berterimakasih, semangat, menghormati dan mencintai.
PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI BERDASARKAN HADIS NABI SAW Wafa Aerin
Jurnal Penelitian Agama Vol 21 No 2 (2020)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.409 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v21i2.2020.pp228-241

Abstract

: Age 0 to 6 is an early age. This age is the golden age or the golden age. In this phase the child has the most optimal ability to absorb all the knowledge gained in the environment. So that the child's development and personality develop optimally, so in this phase the child should be given maximum stimulation too, one of which is the cultivation of character. Planting characters from an early age is the same as forming good character in children from an early age. In its implementation, the cultivation of character requires a process, example (example) and habituation or acculturation in the environment, starting from the family, school, community, and exposure environment (mass media). So, this study aims to understand the formulation of the concept of planting character education in the traditions of the Proph et SAW. Through a review of contextual understanding and revealing the relevance of the traditions of the Prophet SAW in the perspective of contemporary character education.
MAKNA BERAGAMA PASCAGEMPA, TSUNAMI, DAN LIKUIFAKSI (STUDI ATAS MASYARAKAT PALU, SIGI, DAN DONGGALA) Saude Saude; Darmawansyah Darmawansyah; Hairuddin Cikka
Jurnal Penelitian Agama Vol 21 No 2 (2020)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.353 KB)

Abstract

Penelitian lapangan (field research) ini mengkaji makna beragama menurut masyarakat muslim Palu, Sigi, dan Donggala pasca gempa, tsunami dan likuifaksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif agar dapat memaknai keunikan yang dinamis atas kenyataan sosial yang menjadi sasaran penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara elaboratif dengan kontruk teori agar mendapatkan hasil penelitian yang komprehensif. Hasil dari penelitiannya adalah makna beragama masyarakat Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala pasca gempa, Tsunami dan likuifaksi yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 semakin meningkat disebabkan karena sebagian besar masyarakat berpendapat bahwa musibah yang terjadi karena teguran dari Allah Swt dan karena itu teguran menurut sebagian masyarakat sudah saatnya untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt karena dengan kedekatan itu maka kebaikan akan selalu ada dan musibah akan dijauhkan. Walaupun ada juga sebagian masyarakat yang meyakini bahwa musibah yang terjadi adalah karena pergeseran lempengan sesar Palu Koro. Akan tetapi, sebagai umat yang beragama musibah adalah ujian dari allah Swt dan yang kita lakukan adalah berbenah diri dengan selalu bertakwa dan menjalankan perintah agama.
PENGENALAN HADIS MENYAYANGI BINATANG PADA ANAK USIA DINI Mukhamad Hamid Samiaji; Mar'atus Salamah
Jurnal Penelitian Agama Vol 21 No 2 (2020)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.514 KB)

Abstract

Abstrak: Dalam agama islam diajarkan bahwa setiap umat islam diperintahkan untuk saling menyayangi, namun kasih sayang dalam konteks ini bukan hanya kasih sayang kepada sesama manusia melainkan kasih sayang sesama mahkluk hidup lainnya seperti binatang dan tumbuhan. Tujuan dari penelitan ini adalah mengenalkan hadis menyayangi binatang pada anak usia dini di TK Awliya Kids Center Kota Cirebon. Metode penelitian yang dilakukan penulis adalah metode deskriptif kualitatif, peneliti akan mendeskripsikan suatu fenomena dengan berdasarkan pada pengalaman partisipan riset serta hasil observasi yang telah dilakukan. Penelitian dilakukan pada kelompok B di TK Awliya Kids Center Kota Cirebon Tahun 2019. Subjek penelitian ini adalah guru kelas dan guru pendamping. Teknik pengumpulkan data dengan cara observasi dan wawancara. Melihat hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pengenalan hadis menyayangi binatang mampu membantu anak dalam memberikan stimulasi bagi perkembangannya. Kata kunci: Pengenalan: Hadis; Menyayangi Binatang; Anak Usia Dini. Abstract : In islam religion is taught that every Muslim is commanded to love each other, but compassion in this context is not just compassion to fellow human beings but the affection of fellow living creatures such as animals and plants. The purpose of this study is to introduce animal-loving hadiths in early childhood at Awliya Kids Center in Cirebon. The research method conducted by the authors is a qualitative descriptive method, researchers will describe a phenomenon based on the experience of research participants as well as the observations that have been made. The research was conducted in group B at TK Awliya Kids Center Cirebon City Year 2019. The subjects of this study were classroom teachers and escort teachers. Data collection techniques by way of observation and interview. Looking at the results of the study, it can be concluded that the introduction of hadith loving animals is able to help the child in providing stimulation for his development. Keywords: Introduction: Hadith; Loving Animals; Early Childhood.
BUDAYA LITERASI MASYARAKAT ISLAM KLASIK PERIODE DINASTI ABBASIYAH Abdul Rozak
Jurnal Penelitian Agama Vol 21 No 2 (2020)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.748 KB)

Abstract

ABSTRACT The level of community literacy within a nation has a relationship that is directly proportional to the quality of a nation. The high interest in reading society will have a significant influence on the insight, mental and behavior of the community itself. This has been proven in the classical Islamic society of the Abbasid period. The reign of the Abbasid dynasty was known as the golden age and glory of Muslims during the classical period, because at that time literacy activities had become a culture. The focus of the discussion in this study is to find out how literacy culture was carried out during the Abbasid dynasty, so that at that time it was known as the heyday of Muslims. This research was carried out with a qualitative-descriptive research method with the process of collecting data by means of a research library, which is collecting some literature related to the issues that will be discussed from books, journals, magazines or other writings, then used as reference material in this writing. Then the result of this research is that during the Abbasid dynasty there were many institutions that were used as places to support literacy activities at that time. So that it can produce a lot of work. Even these works are still used today, and are used as references in various fields of science. These institutions include kuttab, majlis, khan, badi'ah etc. World history in the past has provided concrete evidence of its success in building civilizations thanks to its intensity in the world of literacy. Therefore, literacy activities, which contain reading and writing activities, are two very important cultures that we need to preserve together. Keywords: Culture, Literacy, Abbasid Dynasty ABSTRAK Tingkat litersi masyarakat di dalam suatu bangsa memiliki hubungan yang berbanding lurus terhadap kualitas suatu bangsa. Tingginya minat membaca masyarakat akan memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap wawasan, mental dan perilaku masyarakat itu sendiri. Hal ini telah terbukti pada masyarakat islam klasik periode Abbasiyah. Masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah dikenal sebagai masa keemasan dan kejayaan umat Islam pada masa klasik, dikarenakan pada saat itu kegiatan literasi sudah menjadi budaya. Fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana budaya literasi yang dilaksanakan pada masa Dinasti Abbasiyah, sehingga pada masa itu dikenal sebagai masa kejayaan umat Islam. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian kualitatif-deskriptif dengan proses pengumpulan datanya dengan cara library research yaitu mengumpulkan beberapa literatur yang memiliki kaitan dengan masalah-masalah yang akan dibahas baik dari buku, jurnal, majalah maupun tulisan yang lain, kemudian dijadikan sebagai bahan acuan dalam penulisan ini. Kemudian hasil dari penelitian ini adalah bahwa pada masa Dinasti Abbasiyah banyak sekali lembaga-lembaga yang dijadikan sebagai tempat untuk menunjang kegiatan literasi pada masa itu. Sehingga dapat menghasilkan banyak karya. Bahkan karya tersebut masih digunakan sampai dengan saat ini, dan dijadikan sebagai rujukan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Lembaga tersebut diantaranya kuttab, majlis, khan, badi’ah dll. Sejarah dunia di masa lalu telah memberikan bukti kongkret atas keberhasilannya membangun peradaban berkat intensitasnya di dalam dunia literasi. Maka dari itu, kegiatan literasi yang di dalamnya berisi kegiatan membaca dan menulis merupakan dua budaya yang sangat penting dan perlu untuk kita lestarikan bersama. Kata Kunci : Budaya, Literasi, Dinasti Abbasiyah