cover
Contact Name
Tohir Zuhdi
Contact Email
tohirz@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281327056975
Journal Mail Official
jurnalkependidikan@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kependidikan
ISSN : 2355018X     EISSN : 25984845     DOI : https://doi.org/10.24090/jk
Core Subject : Education,
Jurnal Kependidikan is a peer-reviewed journal that mediates the dissemination of researchers in education, especially from management, research, a study of thinking, and educational evaluation. The journal is published by Ikatan Keluarga Alumni Institut Agama Islam Negeri Purwokerto. We accept submissions from all over the world. All submitted articles shall never been published elsewhere, original and not under consideration for other publication.
Articles 245 Documents
Optimalisasi Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum 2013 Wahyudin Wahyudin
Jurnal Kependidikan Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.157 KB) | DOI: 10.24090/jk.v6i2.1932

Abstract

Dalam memberdayakan masyarakat dan lingkungan di sekolah, kepala sekolah merupakan kunci keberhasilan yang harus menaruh perhatian tentang apa yang terjadi pada peserta didik di sekolah dan apa yang dipikirkan orang tua dan masyarakat tentang sekolah. Kepala Sekolah dituntut untuk senantiasa berusaha membina dan mengembangkan hubungan kerjasama yang baik antara sekolah dan masyarakat guna mewujudkan sekolah yang efektif dan efesien. Peran kepala sekolah dengan hadirnya kurikulum 2013 perlu dioptimalkan, karena kunci sukses pertama yang menentukan keberhasilan implementasi kurikulum 2013 adalah kepala sekolah, terutama dalam mengoordinasikan, menggerakan, dan menyelaraskan semua sumber daya pendidikan yang tersedia. Kepala sekolah merupakan faktor penentu yang dapat menggerakan semua sumber daya sekolah untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Keberhasilan kurikulum 2013 menuntut kepala sekolah yang demokratis, mandiri dan profesional, sehingga mampu menumbuhkan iklim demokratis di sekolah, yang akan mendorong terciptanya iklim yang kondusif untuk kualitas pendidikan dan pembelajaran yang optimal untuk mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Peran aktif kepala sekolah sangat menentukan kemajuan sekolah dalam berbagai bidang, dengan tampil sebagai pigur yang harus mampu memimpin tenaga kependidikan di sekolah, agar bisa bekerja sama dengan orang tua dan masyarakat pada umumnya dalam implementasi kurikulum 2013. Tulisan ini berupaya untuk memberikan gagasan kepada kepala sekolah untuk lebih optimal didalam menjalankan peran nya di lembaga pendidikan yang dikelola nya terutama dalam implementasi kurikulum 2013 yang telah di tetapkan oleh pemerintah sebagai kurikulum yang berbasis kompetensi dan berbasis karakter.
Pembentukan Karakter Anak melalui Keteladanan Orang Tua Nasiruddin Nasiruddin
Jurnal Kependidikan Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.699 KB) | DOI: 10.24090/jk.v6i2.1933

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang keteladanan orang tua dalam membentuk karakter anak. Keluarga sebagai unit terkecil yang utama dan pertama. Keluarga sebagai pendidikan yang pertama dan utama. Kehidupan seorang anak akan melihat dan merasakan secara langsung pola pergaulan dan kehidupan yang dialami bersama orang-orang terdekat di sekitarnya yang menjadi penghuni dalam rumah keluarganya seperti ibu, ayah, kakak dan adik, kakek dan nenek, maupun anggota keluarga lainnya. Anak paling banyak menghabiskan waktu dan hari-harinya bersama kedua orang tuanya. Kondisi demikian menjadikan anak sangat sering melihat sikap, tingkah laku, dan ucapan kedua orang tuanya. Pemberian teladan yang baik perlu dilakukan mengingat anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Anak adalah harapan masa depan orang tua bahkan bangsa yang akan membentuk sebuah generasi penerus para orang tua. Maka peningkatan pengetahuan dan keterampilan, pembinaan mental dan moral harus selalu ditingkatkan. Menghadapi era globalisasi yang ditandai dengan berbagai perubahan tata nilai, maka anak harus mendapat pembinaan intensif dan terpadu agar menjadi anak yang memiliki karakter unggul seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Untuk itu orang tua harus memperhatikan perkembangan jasmani, ruhani, dan akal anak-anaknya sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana yang mereka harapkan.
Urgensi Pendidikan Profetik bagi Pendidik Muhammad Lutfi
Jurnal Kependidikan Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.569 KB) | DOI: 10.24090/jk.v5i2.1934

Abstract

Pendidikan merupakan komponen utama dalam peningkatan mutu kualitas hidup. Melalui pendidikan, manusia mampu mengembangkan diri dan mengetahui banyak hal. Pendidikan tidak hanya menyangkut hal-hal yang berkenaan dengan pengetahuan dan keterampilan saja, tetapi juga menyangkut akhlak dan nilai moral. Sumber pendidikan yang paling sempurna berasal dari Al-Qur’an. Banyak ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang pentingnya pendidikan bagi manusia, selain itu, Al-Qur’an juga menerangkan berbagai konsep pendidikan yang sesungguhnya bagi manusia. Selain itu, melalui Al-Quran dan proses aktualisasi yang terus berkembanglah pula pendidikan mampu eksis dan berkembang sesuai kondisi zaman. Seorang pendidik hendaknya memiliki sifat-sifat tertentu sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Saw. Beliau juga seorang pendidik yang selalu mengajar umatnya dengan berbagai macam hal. Dalam mengajar, beliau memiliki sifat mulia sehingga maksud ajarannya dapat tersampaikan dan dapat diamalkan oleh murid-muridnya. Oleh karenanya seorang pendidik perlu dibekali pendidikan profetik yang memiliki dasar utama kependidikan Nabi, yaitu pembentukan watak yang bermula dari penanaman tauhid kepada Alloh, yang dibarengi dengan pembentukan karakter lainnya sebagai dasar untuk membangun pribadi yang kuat secara mental. Pendidikan profetik sejatinya merupakan proses untuk memanusiakan manusia yaitu menjadi berkarakter relegius yang tidak hanya pada proses transformasi ilmu pengetahuan saja.
Pengembangan Sumbar Daya Manusia Pendidik dan Kependidikan di Madrasah Supriyati Supriyati
Jurnal Kependidikan Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.72 KB) | DOI: 10.24090/jk.v5i2.1935

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang pengembangan sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan adalah salah satu komponen sumber daya manusia pendidikan yang harus terus mengupdate dirinya, mengikuti perkembangan zaman agar mampu menyelenggarakan pedidikan dan pembelajaran yang update, berkualitas, dan tidak ketinggalan dari bangsa lain. Pendidikan yang diselenggarakan dengan berkualitas akan menghasilkan output pendidikan yang berkualitas pula, mampu bersaing dengan bangsa lain. Pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan haruslah berjalan secara kontinyu dan berkelanjutan. Pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan dapat dilakukan dengan pendidikan dan pelatihan. Pengembangan di lembaga pendidikan dapat dilakukan dengan metode on the job, demonstrasi and example, dan classroom methods. Melalui pengembangan, potensi sumber daya tenaga pendidik dan kependidikan dapat dibimbing, dibina dan dikembangkan sebagai usaha meningkatkan pengetahuan, keterampilann dan kualitas kinerjanya dalam melaksanakan pembelajaran sehingga profesionalisme pendidik dapat terwujud.
Manajemen Perubahan Budaya Madrasah Slamet Slamet
Jurnal Kependidikan Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.983 KB) | DOI: 10.24090/jk.v6i2.1937

Abstract

Kemampuan madrasah untuk berubah ditentukan oleh seberapa berdaya warga madrasah dalam melakukan perubahan dan mengelola perubahan. Perubahan itu dapat terjadi di dalam lingkungan madrasah sendiri maupun di luar madrasah yang berimplikasi pada terjadinya perubahan di dalam madrasah. Perubahan yang terjadi di dalam madrasah tidak serta merta berubah namun ada proses perubahan budaya madrasah. Keberhasilan perubahan budaya madrasah tergantung pada manajemen perubahan. Oleh karena itu, membutuhkan manajemen perubahan agar perubahan yang terjadi di madrasah betul- betul dibangun bersama dari nilai-nilai kebersamaan seluruh warga madrasah sehingga dampak dari perubahan tersebut dapat diarahkan pada titik perubahan yang positif.
Supervisi Kepala Madrasah untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru Dwi Faiqoh
Jurnal Kependidikan Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.618 KB) | DOI: 10.24090/jk.v7i1.1938

Abstract

Faktor penting yang besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan adalah kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan. Kepala sekolah merupakan pimpinan tunggal di sekolah yang mempunyai tanggungjawab untuk mengajar dan mempengaruhi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan pendidikan di sekolah untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan sekolah. Kepala Sekolah dituntut untuk mampu memimpin sekaligus mengorganisir dan mengelola pelaksanaan program belajar mengajar yang diselenggarakan disekolah yang di pimpinnya. ( Mulyasa,2017),181. Menurut Pidarta (1998) yang mengutip pendapatnya Jones,mengungkapkan bahwa supervisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses administrasi pendidikan yang ditujukan terutama untuk mengembangkan efektivitas kinerja personalia sekolah yang berhubungan dengan tugas-tugas utama pendidikan .Dalam devinisi ini supervisi dipandang sebagai subsistem dari sistem administrasi sekolah .Sebagai subsistem ,supervisi tidak terlepas dari sistem administrasi yang juga menyangkut non-guru. Namun titik berat dari supervisi tersebut adalah perbaikan dan pengembangan kinerja profesional yang menangani para peserta didik .Melalui perbaikan dan pengembangan kinerja mereka,diharapkan usaha pembimbingan ,pengajaran dan pelatihan peserta didik juga dapat berkembang ; serta secara langsung dapat meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar. (Mulyasa,2017),240. Menurut Purwanto (2004), dalam rangka meningkatkan profesionalsismenya, guru harus selalu berusaha untuk melakukan lima hal.(1) Memahami tuntutan standar profesi yang ada, (2) mencapai kualifikasi dan kompetensi yang dipersyaratkan, (3) membangun hubungan kesejawatan yang baik dan luas termasuk lewat organisasi. (4) mengembangkan etos kerja atau budaya kerja yang mengutamakan pelayanan bermutu tinggi kepada kontituen, (5).mengadopsi inovasi atau mengembangkan kreatifitas dalam pemanfaatan teknologi dan informasi mutakhir agar senantiasa tidak ketinggalan dalam kemampuannya mengelola pembelajaran. ( Ali Muhson ,2004), 95
Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Ifni Oktiani
Jurnal Kependidikan Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.682 KB) | DOI: 10.24090/jk.v5i2.1939

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan tentang kreativitas guru yang dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan diri seseorang.perubahan dalam diri seseorang dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubahnya pengetahuannya, pemahamannya, sikap dan tingkah lakunya, keterampilan dan kemampuannya, daya reaksinya, daya penerimaannya dan laini-lain aspek yang ada dalam individu (Sudjana,2002:280). Dalam belajar, banyak faktor yang mempengaruhinya salah satunya adalah faktor psikologis. Di antara faktor psikologis tersebut adalah motivasi. Motivasi belajar merupakan kemauan seseorang dalam melakukan sesuatu, artinya seberata atu sesulit apaun materi pelajaran yang disampaiakan kepada siswa, jika siswa tersebut memiliki motivasi belajar yang kuat, maka materi pelajaran akan menjadi ringan dan mudah (Thoifuri,2013:109). Motivasi belajar akan timbul dari dua faktor yaitu faktor intrinsik dari dalam diri siwa, dan faktor ekstrinsik yaitu faktor dari luar diri siswa. Guru adalah contoh faktor ekstrinsik yang dapat menimbulkan motivasi belajar siswa. Di sini lah diperlukan kreativitas dari guru untuk membuat siswanya lebih termotivasi dalam belajar. Kreativitas guru dapat disalurkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas dalam memilih metode pembelajaran yang tepat dan kreativitas dalam memanfaatkan media pembelajaran yang baik. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang terpusat pada siswa. Di sinilah kreativitas guru teruji untuk menarik perhatian siswanya agar lebih semangat dan antusias dalam belajar. Guru yang kreatif adalah motivator bagi siswanya.
Alternatif Pengembangan Madrasah Berbasis Pesantren Agus Nurokhman
Jurnal Kependidikan Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.693 KB) | DOI: 10.24090/jk.v5i2.1940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan madrasah berbasis pesantren dan yang tidak berbasis pesantren pada dasarnya memiliki karakter sama dalam beberapa hal dan keduanya memiliki misi yang sama. Dalam kajian ini akan membahas karakteristik madrasah berbasis pesantren dan madrasah non pesantren. Kondisi pendidikan di Indonesia termasuk dikatakan rendah karena kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia belum mencapai kualitas yang maksimal. Kualitas pendidikan madrasah merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Memang cukup ironis, bahwa madrasah telah memberikan banyak andil dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, kurang mendapatkan perhatian dan penanganan yang baik dari pemerintah. Maka tidak mengherankan jika kemudian muncul kesan di masyarakat bahwa pendidikan madrasah merupakan lembaga pendidikan kelas dua. Realitas tersebut sungguh sangat kontradiktif dengan semakin banyaknya bermunculan lembaga pendidikan umum yang bercirikan Islam di semua tingkatan. Oleh karena itu, kajian ini merupakan filosofis hakikat pendidikan madrasah dan bagaimana kontribusinya dalam pengembangan pendidikan dan kontribusinya bagi pengembangan pendidikan di Indonesia.
Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijaga Siwuluh Mukhlisoh Mukhlisoh
Jurnal Kependidikan Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.132 KB) | DOI: 10.24090/jk.v6i2.1941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem manajemen sumber daya manusia terkait tentang perencanaan, perekrutan, penempatan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di Madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijaga Siwuluh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Penelitian perencanaan pendidik dan tenaga kependidikan honorer dengan mengusulkan dari madrasah ke Kantor Wilayah Kementerian Agama, dengan menggunakan tiga analisis yaitu melalui analisis kebutuhan, analisis jabatan, analisis beban kerja, sehingga mampu melakukan analisis kelebihan dan kekurangan. Perekrutan pendidik dan tenaga kependidikan honorer dengan menentukan kualifikasi penerimaan sehingga diperoleh pendidik yang berkompeten sesuai dengan mata pelajaran yang diampu, sedangkan tenaga kependidikan honorer yang memiliki skill dan keahlian yang dibutuhkan. Kegiatan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi pendidikan dan pelatihan berupa bimtek, spiritual quantum learning, studi lanjut, pengembangan diri melalui musyawarah guru mata pelajaran, kegiatan pengajian dan pembinaan.
Pengaruh Kompetensi Manajerial, Supervisi, dan Kewirausahaan terhadap Kinerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri se Kabupaten Brebes Tati Falchati
Jurnal Kependidikan Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.735 KB) | DOI: 10.24090/jk.v5i2.2086

Abstract

Kajian dalam tulisan ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kompetensi manajerial terhadap kinerja Kepala Madrasah, Pengaruh Kompetensi Supervisi terhadap Kinerja Madrasah, Kompetensi kewirausahaan terhadap kinerja dan kompetensi Manajerial, Supervisi dan Kewirausahaan secara bersama-sama terhadap kinerja Kepala Madrasah. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimen, populasi adalah seluruh guru MI Negeri yang ada di Kabupaten Brebes dengan jumlah guru 137 orang, dan ukuran sampel ditentukan dengan tabel krejcie sebanyak 99 orang. Tehnik pengumpulan data dengan menggunakan angket. Analisis hasil penelitian menggunakan statistik deskriptif, regresi sederhana, dan regresi berganda. Kompetensi manajerial tehadap kinerja kepala dengan kategori baik dan signifikan, kompetensi supervisi terhadap kinerja kepala dengan kategori baik dan signifikan, pengaruh kompetensi kewirausahaan terhadap kinerja sekitar 56,57%, terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi manajerial terhadap kinerja kepala madrasah sebesar 75%, kompetensi supervisi sebesar 68,1 %, kompetensi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan sebesar 70,3 % hasil analisis berganda menunjukan adanya pengaruh bersama-sama secara positif dan signifikan kompetensi manajerial, supervisi dan kewirausahaan terhadap kinerja kepala madrasah dengan koefisiensi determinasi sebesar 29,7%. Berdasarkan penelitian ini disarankan kinerja kepala madrasah perlu ditingkatkan karena masih ada beberapa kepala madrasah kinerjanya dalam kategori cukup. Pengaruh positif jika kompetensi manajerial, supervisi dan kewirausahaan kepala madrasah semakin tinggi dalam melaksanakan tugasnya maka kinerja kepala madrasah semakin meningkat.

Page 8 of 25 | Total Record : 245