cover
Contact Name
Obed Bima Wicandra
Contact Email
obedbima@petra.ac.id
Phone
+62312983147
Journal Mail Official
puslit@petra.ac.id
Editorial Address
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana
ISSN : 02150905     EISSN : 27215695     DOI : https://doi.org/10.9744/nirmana
Core Subject : Art,
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana is published biannually, in January and July, by Petra Christian University. Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana aims to promote a comprehensive approach to visual communication design incorporating viewpoints of different disciplines, strengthen academic exchange with other institutions, encourage scientist, practicing engineers, and others to conduct research and other similar activities. Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana welcomes papers with the above aims and scopes. The editorial board decides papers to be published in Nirmana after review by reviewers appointed by the board. Authors will be advised of comments from reviewers and suggestions.
Articles 134 Documents
Mati Perlahan Idol/Artis dalam Cengkeraman Kapitalis Korea Selatan Sofiyawati, Nina
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 25 No. 2 (2025): JULY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.25.2.97-106

Abstract

Fenomena Hallyu (Korean Wave) yang semakin masif dalam arus globalisasi bukan sekedar kebetulan, melainkan hasil perencanaan matang dari dukungan pemerintah, pihak swasta serta idol/artis dalam membangun citra positif Korea Selatan melalui industri budaya Pop-nya. Namun, di balik gemerlap popularitasnya, pemberitaan media tentang kerasnya industri hiburan Korea Selatan membuat penelitian ini menaruh perhatian khusus terhadap cara kapitalis beroperasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan studi literatur sebagai data primernya. Adapun teori yang digunakan ialah teori ideologi dan Aparatus Negara dari Louis Althusser. Melalui concept of the problematic dan pembacaan simptomatik dalam membaca gejala sebuah teks ‘bermasalah’ yang hanya didapat dalam keheningan/silences, celah/gaps, maupun ketidakhadiran teks/absences, penelitian ini mengungkap sisi permasalahan yang ‘lebih dipertanyakan’ dari praktik kapitalisme dalam industri hiburan Korea Selatan khususnya dampaknya terhadap idol/artisnya sebagai ‘kaum buruh’. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa idol/artis justru menjadi korban paling dirugikan. Kapitalis tidak hanya mereproduksi keterampilan/pengetahuan para idol/artisnya sebelum didebutkan, melainkan mereproduksi ketundukan melalui Aparatus Represif Negara dan Aparatus Ideologi Negara. Ideologi kapitalisme yang tersembunyi menciptakan alienasi, membuat idol/artis tidak menikmati hasil kerjanya. Tekanan, ketidakadilan, dan persaingan ketat sejak masa trainee menyebabkan kelelahan fisik dan mental, cedera, stres, hingga bunuh diri.
Analisis Alih Peran Tokoh Punakawan dalam Cerita Pewayangan dengan Pendekatan Teori Dramaturgi Erving Goffman Tanudjaja, Bing Bedjo
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 25 No. 2 (2025): JULY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.25.2.141-151

Abstract

Punakawan mempunyai perjalanan sejarah yang sangat panjang, sejak abad ke-12, hingga kini Punakawan yang tampil dengan ciri fisik wajah khas, bisa tampil sebagai tokoh dengan berbagai peran sesuai zamannya. Punakawan merupakan tokoh-tokoh ciptaan seniman Indonesia yang mampu merebut hati penonton seni pertunjukan di Indonesia mulai dari pertunjukan wayang kulit, wayang orang, hingga pertunjukan melalui layar kaca. Keanekaragaman seni dan budaya di Indonesia menjadikan bentuk dan tampilan visual Punakawan di setiap daerah penelitian berbeda, seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Cirebon. Masing-masing daerah mempunyai keunikan tersendiri, baik tampilan visual maupun maknanya. Penelitian ini menganalisis alih peran tokoh Punakawan dalam cerita pewayangan dengan pendekatan teori dramaturgi Erving Goffman. Tokoh Punakawan, yang terdiri dari Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, memiliki peran unik sebagai pendamping para ksatria sekaligus penyampai kritik sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif terhadap berbagai lakon pewayangan yang menggambarkan fleksibilitas peran Punakawan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Punakawan tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap dalam narasi wayang, tetapi juga sebagai penghubung antara dunia mitologi dan realitas sosial. Dengan memanfaatkan humor dan kebijaksanaan, Punakawan mampu melakukan alih peran yang menyesuaikan dengan situasi, mencerminkan konsep presentasi diri dalam teori Goffman. Temuan ini menegaskan bahwa Punakawan merupakan simbol komunikasi sosial yang dinamis dan relevan dalam berbagai konteks budaya.
Representasi Ayah pada Anak Laki-Laki dalam Iklan “Matahari”: Maknai Kebersamaan dengan Saling Melengkapi Edisi Ramadhan 2019 Nurdamayanti, Restu; Ramdani, Guruh
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 25 No. 2 (2025): JULY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.25.2.119-129

Abstract

Iklan merupakan bentuk pesan yang mempromosikan barang atau jasa yang disampaikan melalui media dan ditujukan kepada masyarakat. Pesan dalam iklan dapat bersifat tersurat maupun tersirat melalui berbagai penanda yang bertujuan untuk mempengaruhi audiensnya. Iklan Matahari Department Store 'Maknai Kebersamaan dengan Saling Melengkapi Edisi Ramadhan 2019' adalah salah satu iklan yang diproduksi oleh perusahaan ritel Matahari Department Store, yang mengangkat tema keluarga dengan latar belakang bulan suci Ramadhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana mitos tentang sosok ayah direpresentasikan melalui figur anak laki-laki dalam iklan tersebut, serta ideologi yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa studi dokumentasi, serta studi pustaka untuk mencari informasi yang relevan dengan objek dan topik yang diteliti, dengan teori semiotika Roland Barthes sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai penanda dalam iklan tersebut merepresentasikan seorang anak dari keluarga harmonis, berasal dari kalangan muslim kelas menengah ke atas, yang cerdas dan memiliki empati terhadap ibunya yang merindukan sang ayah yang tidak pulang- pulang menjelang hari raya Idul Fitri. Anak tersebut berusaha menggantikan peran sang ayah dan menghadirkan sosoknya di hadapan ibunya melalui berbagai tingkah polahnya. Keseluruhan aspek penanda ini menampilkan mitos, yaitu anak dari kalangan muslim kelas menengah ke atas, yang hebat dan sempurna; seorang anak juara yang mampu menggantikan peran sang ayah. Mitos ini merupakan konstruksi sosial yang (1) mereproduksi ideologi patriarki, (2) memperkuat dominasi gender, serta (3) berkaitan dengan ideologi kapitalisme dan kelas sosial.
Front Matter (Cover, Editorial, Table of Content) Nirmana, Jurnal Desain Komunikasi Visual
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 25 No. 2 (2025): JULY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.