cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1, Januari 2022" : 15 Documents clear
PENGALAMAN IBU DALAM MENDAPATKAN DUKUNGAN KELUARGA TERKAIT ANTENATAL CARE K4 DI PUSKESMAS SIDOREJO LOR SALATIGA Elsa Desiyanti Simatupang; Arwyn W Nusawakan; Treesia Sujana
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.473 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i1.785

Abstract

Antenatal Care atau kunjungan antenatal adalah pemeriksaan kesehatan ibu hamil selama masa kehamilan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang dapat membahayakan ibu dan janin. Kualitas Pelayanan antanetal care terhadap ibu hamil perlu perhatian kusus sehingga dapat memenuhi standar pelayanan demi tercapainya tujuan kesehatan sesuai dengan target renstra kemenkes tahun 2017. Kunjungan antenatal oleh ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya faktor keluarga. Dukungan keluarga menjadi salah satu dampak yang dapat mempengaruhi frekuansi dalam pemeriksaan antenatal care. adalah untuk mengetahui pengalaman ibu dalam mendapatkan dukungan keluarga terkait Antenatal care K4 di Puskesmas Sidorejo Lor Kota Salatiga. penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara mendalam (Deep Interview). sampel ibu dengan anak usia 0-1 tahun pada masa kehamilan tidak mencapai K4 pemeriksaan antenatal care. Pengetahuan ibu, dukungan keluarga dan ekonomi keluarga sangat mempengaruhi ibu dalam melakukan pemeriksaan antenatal care K4. Dukungan keluarga menjadi salah satu masalah, yang dapat mempengaruhi ibu untuk melakukan pemeriksaan antenatal care. Perhatian suami sangat penting untuk memotivasi ibu dalam menjaga kesehatan, serta melakukan pemeriksaan kandungan, dan perhatian suami juga dapat membuat ibu bahagia. Ekonomi keluarga yang rendah juga menjadi salah satu penyebab ibu tidak rutin melakukan pemeriksaan antenatal care. Keadaan sosial ekonomi sangat mempengaruhi kehamilan ibu karena berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan ibu selama kehamilan, kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga mengenai pentingnya antenatal care, serta dukungan keluarga dari segi ekonomi dalam mendukukung kesehatan ibu dan janin, mengakibatkan ibu hamil tidak melakukan pemeriksaan antenatal care secara rutin. Antenatal care or antenatal visits are health checks of pregnant women during pregnancy to prevent complications that can harm the mother and fetus. The quality of antenatal care services for pregnant women needs special attention that way; they can meet service standards to achieve health goals following the 2017 Ministry of Health strategic plan targets. Antenatal visits by pregnant women are affected by several factors, one of which is family factors. Family support is one of the impacts that can affect the frequency of antenatal care checks. The purpose of the study was to determine the experience of mothers in getting family support related to K4 Antenatal care at the Sidorejo Lor Health Center, Salatiga City. Research Methods this research uses qualitative research with descriptive methods. The data collection technique used by the researcher is the in-depth interview (Deep Interview). Sample Mothers with children aged 0-1 years during pregnancy did not reach K4 for antenatal care examinations. Research Results Mother's knowledge, family support, and the family economy will affect mothers conducting antenatal care K4 examinations. Family support is one of the problems, which can influence mothers to carry out antenatal care checks. The husband's attention is very important to motivate the mothers in maintaining health, as well as conducting an obstetrical examination, and the husband's attention can also make them happy.The low family economy is also one of the reasons why mothers do not routinely carry out antenatal care checks. Socio-economic conditions will affect the mother's pregnancy because it is related to meeting the needs of the mother during pregnancy, the lack of knowledge of mothers and families about the importance of antenatal care, as well as family support from an economic perspective in supporting maternal and fetal health, resulting in pregnant women not doing antenatal care checks routinely.
TERAPI SENAM MATA SEBAGAI UPAYA PREVENTIF MIOPI PADA ANAK DI MASA PANDEMI COVID -19 Siti Nur Solikah; Kholifah Hasnah
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.857 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i1.787

Abstract

Dampak dari pandemi COVID-19 merubah situasi pembelajaran anak disekolah dari tatap muka secara langsung menjadi daring dengan media gadget. Penggunaan gadget secara berlebihan pada anak, dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya penurunan ketajaman mata dan beresiko terjadi miopi pada jangka panjang. Hasil survey menunjukkan banyak orang tua yang khawatir pada kondisi mata anak akibat penggunaan gadget. Meningkatnya angka kejadian miopi pada anak usia sekolah selama pandemi COVID-19 menjadi perhatian kusus bagi pemerintah, pendidik dan orang tua, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan terjadinya miopi pada anak. Pemeriksaan mata secara dini dan pemberian intervensi terapi senam mata pada anak perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan mata. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas terapi senam mata dalam mencegah terjadinya resiko miopi anak usia sekolah dasar akibat pemakaian gadget yang berlangsung selama masa pandemi COVID-19. Penelitian menggunakan metode quasy experiment dengan desain penelitian one group pre test and post test without control. Teknik sampling menggunakan purposive sampling yaitu sejumlah 27 anak. Analisa data menggunakan uji t-test. Hasil uji analisis paired t-test pada data pre dan post terapi senam mata menunjukkan nilai p value 0.000 (<0,05) artinya terdapat pengaruh terapi senam mata terhadap upaya pencegahan miopi pada anak usia sekolah. Kesimpulannya adalah anak usia sekolah membutuhkan terapi senam mata untuk menjaga kesehatan mata anak tetap optimal di masa pandemi COVID-19. The impact of the COVID-19 pandemic has changed the learning situation of children at school from face-to-face to online with gadget media. Excessive use of gadgets in children is feared to cause a decrease in eye acuity and the risk of myopia in the long term. The survey show that many parents are worried about the condition of their children's eyes due to the use of gadgets. The increasing incidence of myopia in school-age children during the COVID-19 pandemic is a special concern for the government, educators and parents, so it is necessary to make efforts to prevent the occurrence of myopia in children. Early eye examinations and the provision of eye exercise therapy interventions in children need to be done to prevent eye health problems. The purpose of the study was to determine the effectiveness of eye exercise therapy in preventing the risk of myopia in elementary school age children due to the use of gadgets that took place during the COVID-19 pandemic. The study used a quasi-experimental method with a one-group pre-test and post-test without control research design. The sampling technique used a purposive sampling of 27 children. Data analysis used paired t-test. The results of paired sample t-test analysis on the pre and post eye exercise therapy data showed p value of 0,000 (<0,05), this means that there was an effect of eye exercise therapy on efforts to prevent myopia in school-age children. The conclusion was the school-age children need eye exercise therapy to maintain optimal eye health during the COVID-19 pandemic.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HEPATITIS B PADA PENDONOR DI UNIT TRANSFUSI DARAH KOTA BENGKULU Dessy Triana; Besly Sinuhaji; Connya Talitha Rambe; Marisadonna Asteria; Maria Eka Patri Yuliyanti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.165 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i1.800

Abstract

Angka kejadian Hepatitis B masih sangat tinggi di dunia dan Indonesia, perjalanan penyakit secara kronis menjadi kanker hati. Kejadian Hepatitis B memiliki banyak faktor risiko seperti faktor sosiodemografi, gaya hidup dan golongan darah. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh faktor sosiodemografi dan golongan darah terhadap kejadian hepatitis B. Jenis penelitian adalah penelitian retrosprektif dari tahun 2018-2020. Subjek penelitian sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan data dengan teknik simple random sampling dari data rekam medis PMI Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 84 orang (84%) dan perempuan sebanyak 16 orang (16%). Usia subjek penelitian paling banyak ada pada rentang 20-29 tahun (43%). Pekerjaan yang terbanyak mengalami infeksi hepatitis B adalah wiraswasta (28%). Golongan darah yang paling banyak mengalami infeksi Hepatitis B adalah golongan darah A+ (41%). Analisis multivariat dengan metode PCA menunjukkan secara statistik bahwa faktor eksternal (faktor pekerjaan) dan faktor internal (golongan darah, usia dan jenis kelamin) mempengaruhi kejadian Hepatitis B sebesar 36,3% dan 27,5%. Hasil regresi logistik menunjukkan terdapat pengaruh faktor eksternal dan internal terhadap kejadian Hepatitis B sebesar 26%. The incidence of Hepatitis B is still very high globally, and in Indonesia, the chronic manifestations become liver cancer. The incidence of Hepatitis B has many risk factors such as sociodemographic factors, lifestyle, and blood type. The research aimed to analyze the influence of sociodemographic factors and blood type on the incidence of hepatitis B. This study was a retrospective study from 2018-2020. The research subjects were 100 people. The data collection technique used a simple random sampling technique from the medical record data of PMI Bengkulu City. The results showed 84 men (84%) and 16 women (16%). The age of most research subjects is in the range of 20-29 years (43%). The occupation with the most hepatitis B infection is entrepreneurs (28%). The blood group with the most hepatitis B infection was blood type A+ (41%). Multivariate analysis using the PCA method showed statistically that external factors (occupational factors) and internal factors (blood type, age, and sex) affected the incidence of Hepatitis B by 36.3% and 27.5%, respectively. The logistic regression results showed an influence of external and internal factors on the incidence of Hepatitis B by 26%.
PENGARUH LINGKUNGAN FISIK RUANG RAWAT INAP KELAS III TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RSUD TGK CHIK DI TIRO SIGLI Fakhryan Rakhman; Arifah Devi Fitriani; J Jamaluddin
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.875 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i1.801

Abstract

Fakta menunjukkan bahwa peningkatan kepuasan pasien dipengaruhi oleh kualitas fasilitas fisik ruang rawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan fisik pada ruang rawat inap kelas III terhadap kepuasaan pasien di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendektaan survey. Lokasi penelitian ini adalah RSUD Tgt Chik Di Tiro Sigli. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 134 orang pasien rawat inap di kelas III dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 93 orang. Teknik sampling menggunakan proportional random sampling. Variable independen antara lain kualitas udara, suhu, kelembaban, tata letak ruang, kebisingan, keadaan lantai, kondisi plafond dan penerangan, sedangkan variable dependen adalah kepuasaan pasien. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logitik berganda. Dari hasil penelitian menunjukkan variabel kualitas udara (p=0,009), suhu (p=0,002), tata letak ruang (p=0,013), kebisingan (p=0,018) dan kondisi lantai (p=0,006). Suhu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasaan pasien rawat inap kelas III di RSUD Tgk Chik di Tiro Sigli. Manajemen dan pengelola RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli sebaiknya terus berupaya meningkatkan dan mempertahankan citra rumah sakit melalui peningkatan lingkungan fisik dan kepuasan pelanggan. The facts show that the increase in patient satisfaction is influenced by the quality of the physical facilities of the ward. This study aims to analyze the effect of the physical environment in the class III inpatient ward on patient satisfaction at Tgk Chik Hospital Di Tiro Sigli. This research is analytic with a survey approach. The location of this research is RSUD Tgt Chik Di Tiro Sigli. The population in this study were 134 inpatients in class III and the sample in this study was 93 people. The sampling technique used proportional random sampling. The independent variables include air quality, temperature, humidity, room layout, noise, floor conditions, ceiling and lighting conditions, while the dependent variable is patient satisfaction. Data analysis used chi-square test and multiple logistic regression. The results showed that the variables were air quality (p=0.009), temperature (p=0.002), room layout (p=0.013), noise (p=0.018) and floor conditions (p=0.006). Temperature has a significant effect on the satisfaction of class III inpatients at Tgk Chik Hospital in Tiro Sigli. The management and management of Tgk Chik Di Tiro Sigli Hospital should continue to strive to improve and maintain the image of the hospital through improving the physical environment and customer satisfaction.
HUBUNGAN PERNIKAHAN USIA DINI DAN POLA ASUH BADUTA (0- 23 BULAN) TERHADAP KEJADIAN STUNTING Zulhakim Zulhakim; Suryo Ediyono; Heni Nur Kusumawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.156 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i1.802

Abstract

Pernikahan usia dini < 20 tahun dapat mempengaruhi status gizi anak yang dilahirkan. Ibu yang menikah di usia dini, status gizi anak berisiko mengalami kekurangan gizi, kurus dan gizi buruk. Tujuan untuk mengetahui hubungan pernikahan dini dan pola asuh bayi usia dua tahun (0-23 bulan) dengan kejadian stunting.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain potong lintang terhadap 82 orang bayi usia dua tahun usia 0-23 bulan dari ibu belum menikah usia dini. Ibu mengatakan menikah usia dini bila usia ibu saat menikah <20 tahun. Status gizi bayi usia dua tahun diperoleh dari z-score PB/U, analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 73,2% wanita usia 18-20 tahun sudah menikah, sedangkan usia 15-17 tahun sebanyak 26,8%. Persentase stunting bayi usia dua tahun dari ibu yang belum menikah usia 15-17 tahun sebanyak 36,4%, sedangkan pada kelompok usia 18-20 tahun yang menikah sebanyak 41,7% bayi usia dua tahun yang stunting. Hal ini menunjukkan tidak ada hubungan antara ibu menikah usia dini dengan kejadian stunting pada bayi usia 2 tahun usia 0-23 bulan (p = 0,664). Persentase hasil pola asuh ibu yang baik sebanyak 30,4%, dengan kejadian stunting dan pola asuh ibu yang tidak baik sebanyak 61,5% dengan kejadian stunting. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan p=(P<0,05) antara pola asuh ibu dengan kejadian stunting. Tidak ada hubungan yang bermakna antara pernikahan dini dengan kejadian stunting (P=0.664). Marriage early age <20 years can affect the nutritional status of children born. Mothers who get married at an early age, nutritional status of children at risk of having a short, skinny nutrition and malnutrition. The aim to determine the relationship of early marriage and parenting two year old baby (0- 23 months) and the incidence ofstunting. This study was an observational study using cross-sectional design of the 82 people two year old baby aged 0-23 months of unmarried mothers early age. Mom said to get married early age when maternal age at married <20 years. Two year old baby nutritional status obtained from the z-score PB / U, data analysis using Chi-square test. These results indicate that as many as 73.2% of women aged 18-20 years were married, while the 15-17 age as much as 26.8%. Two year old baby stunting percentage of unmarried mothers early age 15-17 as much as 36.4%, while in the age group 18-20 years were married as much as 41.7% two year old baby that stunting. This shows there is no relationship between mother married an early age on the incidence of stunting in two year old baby aged 0-23 months (p = 0.664). Percentage yield good mother parenting as much as 30.4%, with the incidence of stunting and parenting are not good mothers as much as 61.5% in the incidence ofstunting. Thust he results oft his study showed asignificant relationship = (P<0.05) between maternal parenting style with the incidence of stunting. There is no significant relationship between early marriage with the incidence of stunting (P =0.664).
GAMBARAN SEDENTARY LIFESTYLE, AKTIFITAS FISIK, DAN KELUHAN PADA TUBUH KARYAWAN USIA PRODUKTIF DI KANTOR BALAI KOTA PADANG 2021 Noly Papertu Englardi; Cindy Cleodora
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.591 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i1.804

Abstract

Karyawan memiliki risiko kesehatan saat mereka bekerja. Salah satu yang mempengaruhinya ialah perilaku dan gaya hidup. Hasil penelitian tentang Sedentary Lifestyle sebagai faktor permasalah kesehatan usia produktif didapatkan 86% berperilaku kurang gerak. Perilaku karyawan kantor biasanya menghabiskan waktu 6 jam perhari dibalik meja kerja, serta menghabiskan waktu istirahat mereka untuk mengobrol, main game, menonton dan bermain sosial media, sehingga karyawan kurang aktivitas gerak dan cendrung berdiam diri di tempat. Kesehatan karyawan merupakan unsur terpenting dalam mencapai produktifitas kerja, namun rendahnya kesadaran dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dapat menyebabkan masalah kesehatan terutama penyakit tidak menular. Perawat mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kesehatan kerja melalui edukasi, promosi serta pencegahan terjadinya masalah kesehatan pada karyawan, akan tetapi peranan perawat pada saat ini masih belum mempunyai ruang untuk melakukan intervensi langsung di perkantoran. Tujuan penelitian ini melihat gambaran Sedentary Lifestyle, aktifitas fisik, dan keluhan tubuh pada karyawan usia produktif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan sampel sebanyak 71 karyawan. Pengolahan data menggunakan metode analitik dengan Global Physical Activity Quesioner hasil, hasil yang didapatkan 56,5 karyawan memiliki aktifitas fisik ringan. Pengukuran sedentary lifestyle didapatkan hasil 93% karyawan memiliki perilaku sedentary lifestyle yang tinggi, dan pengukuran keluhan tubuh dengan Nordic Body Map didapatkan hasil 91,5% karyawan mengalami kesakitan tubuh yang rendah. Perawat dan pemangku kebijakan perlu melakukan kegiatan Total Body Stretch secara teratur untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan produktifitas karyawan kantor. Kegiatan ini diharapkan mengurangi dampak dari Sedentary Lifestyle yang cukup tinggi pada karyawan. Employees have health risks while they work. One of the factors that influence it is behavior and lifestyle. The results of research on Sedentary Lifestyle as a factor in health problems of productive age found 86% of behaving sedentary. The behavior of office employees usually spends 6 hours per day behind their desks, and spends their rest time chatting, playing games, watching and playing social media, so that employees are less active and tend to stay in place. Employee health is the most important element in achieving work productivity, but low awareness in maintaining health and body fitness can cause health problems, especially non-communicable diseases. Nurses have an important role in improving occupational health through education, promotion and prevention of health problems in employees, but the role of nurses at this time still does not have the space to intervene directly in the office. The purpose of this study is to look at the description of the Sedentary Lifestyle, physical activity, and body complaints in employees of productive age. This type of research is descriptive analytic with a sample of 71 employees. Data processing using analytical methods with Global Physical Activity Questionnaire results, the results obtained are 56.5 employees have light physical activity. Measurement of sedentary lifestyle showed that 93% of employees had high sedentary lifestyle behavior, and measurement of body complaints with the Nordic Body Map showed that 91.5% of employees experienced low body pain. Nurses and policy makers need to carry out Total Body Stretch activities regularly to improve the health quality and productivity of office employees. This activity is expected to reduce the impact of the Sedentary Lifestyle which is quite high on employees.
VIDEO EDUKASI DAPAT MENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU KELUARGA BERENCANA PASIEN PASCA SALIN Henri Sulistiyanto; Suryo Ediyono
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.071 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i1.805

Abstract

Penguatan pelayanan keluarga berencana pasca salin merupakan salah satu upaya percepatan penurunan angka kematian ibu. Target capaian kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi hanya mencapai 12,1 persen dari target 9,91 persen, serta indikator persentase pemakaian kontrasepsi modern (modern contraceptive prevalence rate/mCPR) hanya sebesar 54,97 persen dari target 61 persen. Kurangnya pengetahuan tentang KB pasca salin menyebabkan masih rendahnya kepesertaan KB pada ibu pasca salin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model komunikasi, informasi, dan edukasi berbasis video edukasi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga berencana pasien pasca salin di RSUD Lawang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experimental dengan rancangan non equivalen control group pretest-posttest design, yang dilakukan pada sampel sejumlah 60 ibu pasca salin. Hasil penelitian menunjukkan ada perubahan yang signifikan pada perilaku KB setelah diberikan video edukasi KB. Rata-rata pengetahuan tentang KB pada kelompok intervensi lebih tinggi (mean = 9,3) dibandingkan kelompok kontrol (mean = 8,8), rata-rata sikap positif terhadap KB pada kelompok intervensi lebih tinggi (mean = 19,4) dibandingkan kelompok kontrol (mean = 18,4), dan ada perbedaan yang signifikan (p = 0,045). Sedangkan rata-rata sikap negatif terhadap KB pada kelompok intervensi lebih tinggi (mean = 14,6) dibandingkan pada kelompok kontrol (mean = 13,27) dan terdapat perbedaan yang bermakna (p = 0,037). Kesimpulan penelitian ini adalah media video edukasi terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien KB pasca salin. Strengthening postpartum family planning services is one of the efforts to accelerate the reduction of maternal mortality rates. The percentage of unmet need for family planning only reaches 12.1 percent of the target of 9.91% percentage indicator for modern contraceptives (modern contraceptive prevalence rate / mCPR) is only 54.97 percent of the target of 61.3 %. The Lack of knowledge about postpartum family planning results in low family planning participation. This study aims to examine the effect of educational communication based on a video education to improved knowledge, attitudes, and behavior of postpartum family planning patients in Lawang Hospital. The study used a quasi-experimental research method with a non- equivalent control group pretest-posttest design, were conducted on 60 postpartum mothers. The result showed significant changes in family planning behavior in this study occurred clearly after exposure to the family planning education video. The average knowledge about family planning in the intervention group was higher (mean = 9.3) than the control group (mean = 8.8) average rate of positive attitude towards family planning in the intervention group was higher (mean = 19.4) than the control group (mean = 18.4) and was a significant difference (p = 0.045). Meanwhile, the average negative attitude towards family planning in the intervention group was higher (mean = 14.6) than the control group (mean = 13.27) was also a significant difference (p = 0.037). The conclusion is educational video media is proven to be able to improve the knowledge, attitudes, and behavior of postpartum family planning patients.
HUBUNGAN DIMENSI RELIABILITY PADA PERSEPSI DAN KEPUASAAN PASIEN ANC DI PUSKESMAS WILAYAH SURAKARTA Umi Khasanah; S Sulistyaningsih; Suryo Ediyono
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.966 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i1.806

Abstract

Persepsi kualitas pelayanan berhubungan dengan kepuasan pasien. Pelayanan Antenatal Care yang berkualitas dapat memberikan pelayanan yang dibutuhkan ibu hamil sehingga resiko tinggi atau komplikasi dapat dicegah sejak dini. Pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan untuk ibu hamil sesuai dengan standar pelayanan ANC yang telah ditetapkan minimal 4 kali selama hamil (1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua dan 2 kali pada trimester ketiga). Di dalam dimensi reliability mencangkup kemampuan memberikan pelayanan kepada pasien dengan memuaskan secara segera dan tepat.. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan dimensi reliability pada persepsi dan kepuasan pasien selama kunjungan pelayanan ANC di Puskesmas Wilayah Surakarta. Penelitian analitik ini dengan pendekatan cross sectional menggunakan data kuantitatif. Jumlah sampel 108 dari 2 puskesmas yakni Kratonan dan Gajahan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk ibu hamil. Analisis data menggunakan Chi-Square untuk menguji hubungan. Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dimensi reliability dan kepuasan pasien pada pelayanan ANC dengan p=0,000 dan PR=17,875. Persepsi ibu hamil yang baik bergantung pada prosedur dan administrasi saat pelayanan serta sikap bidan atau pemberi pelayanan ANC sesuai kebutuhan masing-masing ibu hamil. Perceptions of service quality are related to patient satisfaction. Quality Antenatal Care Services can provide the services pregnant women need so that high risks or complications can be prevented from an early age. Services provided by health personnel for pregnant women are in accordance with the ANC service standards which have been set at least 4 times during pregnancy (1 time in the first trimester, 1 time in the second trimester and 2 times in the third trimester). In the dimension of reliability, it covers the ability to provide services to patients satisfactorily immediately and precisely. The objective was to analyze the relationship between reliability dimensions on patient perceptions and satisfaction during ANC service visits at the Surakarta Health Center. The method used was analytical research with a cross sectional approach using quantitative data. The number of samples was 108 from 2 health centers namely Kratonan and Gajahan with purposive sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire for pregnant women. Data analysis using Chi-Square to test the relationship. There is a significant relationship between perceived dimensions of reliability and patient satisfaction at ANC services with p = 0.000 and PR = 17.875. The perception of good pregnant women depends on the procedures and administration of the service as well as the attitude of the midwife or ANC service provider according to the needs of each pregnant woman.
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PERAWATAN PALLIATIVE PADA PASIEN CA MAMAE Dwi Retnaningsih; Vega Adzima Khoirunnisa; Nana Rohana
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.611 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i1.809

Abstract

Keluarga dalam merawat klien yang memerlukan palliative care harus mempunyai pengetahuan tentang kemampuan dalam mengenal masalah, mengambil keputusan, merawat, memodifikasi lingkungan dan memanfaatkan layanan kesehatan yang ada di sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi dukungan keluarga terhadap perawatan palliative pada pasien Ca mamae dirawat di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara indept interview dan validasi hasil penelitian ini menggunakan member checking. Peneliti melaksanakan penelitian ini pada bulan Juli - Agustus 2020. Partisipan sejumlah 4 orang dengan kriteria inklusi keluarga yang merawat penderita Ca mamae stadium akhir dirawat di Rumah Sakit, serta bersedia menjadi responden. Metode analisa ini menggunakan analisa Colaizi. Hasil analisis data didapatkan empat tema, yaitu: (1) Awal mula keluarga mengetahui pasien terdiagnosis Ca Mamae, (2) Persepsi keluarga mengenai Ca Mamae, (3) Dukungan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pada pasien Ca mamae (4) Beban dan hambatan keluarga dalam merawat pasien dirumah sakit. Kesimpulan dalam penelitian menunjukkan bahwa awal mula keluarga mengetahui pasien terdiagnosis Ca mamae yaitu tanda gejala dan kronologi pasien. Persepsi keluarga mengenai Ca mamae terdiri atas pengertian dan pencegahan Ca mamae. Dukungan kelurga dalam memenuhi kebutuhan pada pasien yaitu pemenuhan kebutuhan fisik, sosial, psikologis dan spiritual, namun terdapat hambatan yang dirasakan keluarga dalam merawat dirumah sakit. Families in caring for clients who need palliative care must have knowledge of the ability to recognize problems, make decisions, care for, modify the environment and take advantage of the health services around them. The purpose of this study was to explore family support for palliative care in Ca mamae patients hospitalized. This research is qualitative research with a phenomenological approach. The data collection technique used is by means of in-depth interviews and validation of the results of this study using member checking. Researchers carried out this study in July - August 2020. The participants were 4 people with family inclusion criteria who cared for patients with end-stage Ca mammae who were hospitalized and were willing to be respondents. This analysis method uses Colaizi analysis. The results of data analysis obtained four themes, namely: (1) The beginning of the family knowing the patient was diagnosed with Ca Mamae, (2) Family perception of Ca Mamae, (3) Family support in meeting the needs of the Ca Mamae patient (4) Burden and family barriers in caring for patients in the hospital. This study concluded that, in the beginning, the family knew that the patient was diagnosed with Ca mammary, namely the signs and symptoms of the patient and the chronology of the patient. The family's perception of Ca mamae consists of understanding and preventing Ca mamae. Family support in meeting the needs of the patient, namely the fulfillment of physical, social, psychological, and spiritual needs, there are obstacles felt by the family in caring for the hospital.
PENGGUNAAN METODE BLENDED LEARNING PADA PEMBELAJARAN SKILL LAB KEPERAWATAN DALAM MENINGKATKAN KOGNITIF DAN PSIKOMOTOR kholifah hasnah; Siti Nur Solikah
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.072 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i1.810

Abstract

Pemerintah saat ini telah menetapkan peraturan social distancing seiring dengan adanya pandemi Covid-19. Peraturan tersebut termasuk untuk seluruh Perguruan Tinggi agar menerapkan pembelajaran jarak jauh. Hal ini menjadi tantangan bagi Perguruan tinggi Kesehatan dengan pembelajaran yang mengharuskan adanya interaksi langsung antara dosen dan mahasiswa. Sehingga diperlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan tetap menerapkan peraturan social distancing, salah satunya yaitu metode blended learning. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penggunaan metode blanded learning pada pembelajaran skill lab keperawatan, dalam meningkatkan kognitif dan psikomotor mahasiswa. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan purpsive sampling dengan jumlah sampel adalah 50 mahasiswa. Metode yang digunakan adalah pre eksperimen dengan pendekatan one grouppretest-posttest witout control. Hasil uji analisa data pada kognitif dan psikomotor menunjukan nilai p value 0.000 (<0.05) yang bermakna ada peningkatan kognitif dan psikomotor mahasiswa dengan penggunaan metode blanded learning. Kesimpulan, terdapat peningkatan kognitif dan psikomotor mahasiswa dengan penggunaan metode blanded learning pada pembelajaran skill lab keperawatan. Saran perlu adanya penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan penerapan metode blended learning terhadap aspek yang lebih luas dalam pembelajaran seperti tujuan pembelajaran atau motivasi belajar mahasiswa. Government has set social distancing regulations in line with the COVID-19 pandemic. These regulations include all universities to implement distance learning. This is a challenge for Health Colleges with learning that requires direct interaction between lecturers and students. So we need an appropriate learning method while still applying social distancing rules, one of which is the blended learning method. The purpose of this study was to determine the use of blended learning methods in nursing lab skills learning, in improving students' cognitive and psychomotor skills. The sampling technique used purpsive sampling with a sample size of 50 students. The method used in this study was pre-experimental with a one-group pretest-posttest approach with control. The results of the data analysis test on cognitive and psychomotor showed a p value of 0.000 (<0.05) which means there was an increase in cognitive and psychomotor students. In conclusion, there is an increase in students' cognitive and psychomotor by using blended learning methods in nursing lab skills learning. Suggestions need for further research related to the application of the blended learning method to broader aspects of learning such as learning objectives or student learning motivation.

Page 1 of 2 | Total Record : 15