cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2021): January" : 10 Documents clear
Penerapan backward chaining untuk meningkatkan keterampilan berpakaian pada anak dengan disabilitas intelektual Maria Jessica Alexandra Soebroto; Efriyani Djuwita
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 9 No. 1 (2021): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.019 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v9i1.11542

Abstract

Objektif: Seorang anak berusia 8 tahun berinisial A dengan diagnosis Disabilitas Intelektual taraf sedang selalu membutuhkan bantuan dalam memakai seragam sekolahnya setiap hari yang merupakan kemeja berkancing. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas modifikasi perilaku dengan teknik backward chaining dalam meningkatkan keterampilan mengenakan kemeja berkancing pada anak dengan Disabilitas Intelektual.Metode: Merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan desain single-subject menggunakan tipe A-B-A’. Backward chaining dan token economy menjadi teknik modifikasi perilaku yang digunakan dalam penelitian ini.Temuan: Penelitian ini menunjukkan bahwa teknik backward chaining mampu meningkatkan keterampilan memakai kemeja berkancing secara efektif, didukung dengan adanya sesi pra-intervensi yang berupa aktivitas latihan motorik halus.Kesimpulan: Mengetahui efektivitas modifikasi perilaku dengan teknik backward chaining dapat menjadi salah satu wawasan baru bagi para orangtua dengan anak berkebutuhan khusus untuk menstimulasi kemampuan motorik anak dengan cara memecah suatu rangkaian perilaku menjadi tahapan-tahapan kecil.
Ketidakpuasan tubuh dan internalisasi media pada remaja Paramita Hartati; Anita Novianty
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 9 No. 1 (2021): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.559 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v9i1.12444

Abstract

Objektif: Pesan yang disampaikan oleh media mengenai bentuk tubuh kurus dan atletis yang dianggap sebagai tubuh ideal dan dijadikan sebagai prinsip penampilan dapat meningkatkan ketidakpuasan terhadap tubuh pada remaja. Ketidakpuasan tubuh merupakan perasaan dan pikiran negatif seseorang terhadap bentuk dan ukuran tubuhnya yang banyak dialami oleh remaja perempuan serta berdampak negatif (kecemasan dan depresi). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara ketidakpuasan tubuh dengan pesan yang disampaikan oleh media pada remaja.Metode: Merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan Body Dissatisfaction Scale dan Sociocultural Attitudes Towards Appearance Scale-3 sebagai instrumen alat ukur. Partisipan penelitian merupakan kelompok remaja dengan jumlah partisipan 188 orang (43 laki-laki, 145 perempuan) dengan rentang usia 18-24 tahun.Temuan: Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara ketidakpuasan tubuh dengan internalisasi media.Kesimpulan: Dapat menjadi acuan dalam membentuk program prevensi terhadap ketidakpuasan tubuh dengan merefleksikan diri dan membuka sudut pandang baru mengenai hal positif yang dimiliki oleh orang dengan berbagai bentuk tubuh, serta menyediakan konten, iklan dan sampul produk yang memberikan makna positif terhadap berbagai bentuk tubuh.
Mengelola peran sebagai ibu sekaligus mahasiswa yang melanjutkan studi ke luar negeri Army Triasari; Retno Hanggarani Ninin
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 9 No. 1 (2021): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.516 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v9i1.12664

Abstract

Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman ibu yang melanjutkan studi di luar negeri dalam mengelola peran gandanya sebagai ibu dan mahasiswa. Metode: Partisipan adalah dua orang ibu berusia 20-30 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis. Pengambilan data dilakukan dengan teknik semi-structured interview dimana panduannya menggunakan model in-depth, phenomenological interviewing. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematis dalam Interpretative Phenomenological Analysis. Temuan: Berdasarkan hasil analisis terdapat tiga tema utama yang ditemukan dari penelitan ini yakni (1) tantangan menjadi ibu yang melanjutkan studi ke luar negeri, (2) perencanaan dalam pengelolaan peran ganda, dan (3) dukungan dari lingkungan. Kesimpulan: Terdapat tantangan secara eksternal maupun internal pada wanita yang mengelola peran ganda menjadi seorang ibu sekaligus mahasiswa di institusi pendidikan di luar negeri. Dalam menjawab tantangan tersebut secara konstruktif, diperlukan utamanya adalah sistem dukungan dari lingkungan terdekat.
Adaptasi alat ukur prosocial tendencies measure (PTM) versi bahasa Indonesia pada anak usia sekolah di Bandung Nabhilla Armadhita; Afra Hafny Noer; Esti Wungu
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 9 No. 1 (2021): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.693 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v9i1.12704

Abstract

Objektif: Perilaku prososial penting untuk diukur pada anak usia sekolah karena sangat rentan untuk munculnya perilaku bermasalah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengadaptasi alat ukur PTM versi bahasa Indonesia dengan psychometric property yang baik.Metode: Metode penelitian kuantitatif dilakukan dalam 2 tahap yaitu studi translasi dan validasi. 373 partisipan berusia 9-12 tahun (M = 10.31) dipilih melalui cluster sampling untuk mengisi kuesioner untuk mengukur validitas dan reliabilitas melalui internal consistency. Temuan: Hasil perhitungan internal consistency alat ukur PTM menunjukkan α = 0.881 dan hasil uji validitas dengan menggunakan CFA menunjukkan model good fit (RMSEA = 0.045, CFI = 0.94). Hasil uji reliabilitas di setiap dimensi yaitu altruism (α = 0.623), compliant (α = 0.496), emotional (α = 0.582), public (α = 0.482), dan dire (α = 0.361). Hanya dimensi anonymous yang sudah reliable (α = 0.729).Kesimpulan: Alat ukur PTM versi bahasa Indonesia valid dan reliable. Meskipun begitu, sebagian besar dimensi masih memiliki reliabilitas yang rendah.
Studi meta analisis: Efektivitas progressive muscle relaxation untuk menurunkan kecemasan orang dengan penderita penyakit kronis. Nur Fadillah; Ananta Yudiarso
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 9 No. 1 (2021): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.841 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v9i1.13479

Abstract

Objektif: Kecemasan sering terjadi oleh siapapun, terutama yang memiliki riwayat penyakit akan memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi. Progressive muscle relaxation merupakan salah satu pengobatan non farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas progressive muscle relaxation dalam menurunkan kecemasan. Metode: Menggunakan meta-analysis berupa review literatur 14 jurnal penelitian internasional. Total partisipan sebanyak 1.022 yang terdiri dari kelompok kontrol sebesar 516 dan kelompok eksperimen sebesar 506. Analisis data menggunakan website Meta-mar. Peneliti menggunakan pedoman dari PRISMA dan MARS.Temuan: Dengan menggunakan analisis statistik cohen’s d effect size, diperoleh hasil pengolahan data yaitu mean (M), standar deviasi (SD), dan sample size (N) menghasilkan effect size dengan menggunakan random effect dengan Hedges'g sebesar 0.81, 95%CI=0,224 sampai 1.401 dengan nilai Inconsistency (I2)= 94,5%. yang berarti bahwa progressive muscle relaxation memiliki efek yang besar untuk menurunkan kecemasan.Kesimpulan: Progressive muscle relaxation memberikan efek yang besar dalam menurunkan kecemasan.
Efektivitas teknik forward chaining dalam meningkatkan keterampilan mengenakan kemeja berkancing pada anak dengan intellectual disability taraf sedang Diah Wahyuningsih; Fenny Hartiani
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 9 No. 1 (2021): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.541 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v9i1.13547

Abstract

Objektif: Anak-anak dengan intellectual disability menunjukkan defisit dalam fungsi adaptif. Secara khusus, anak moderate intellectual disability seringkali kesulitan melakukan tugas bantu diri dan bergantung pada orang lain. Berpakaian sendiri merupakan salah satu keterampilan bantu diri yang penting dikuasai untuk menunjang kemandirian anak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teknik forward chaining untuk meningkatkan keterampilan mengenakan kemeja berkancing pada anak dengan moderate intellectual disability. Teknik forward chaining memecah keterampilan menjadi tahapan-tahapan sederhana. Dalam setiap tahapan forward chaining, anak akan diberikan prompting dan positive reinforcement.Metode: Penelitian ini menggunakan single subject A-B design. Partisipan merupakan anak laki-laki berusia 12 tahun 4 bulan dengan moderate intellectual disability. Intervensi diberikan dalam 6 sesi dengan 30 kali percobaan.Temuan: Terdapat perbedaan signifikan pada kemampuan mengenakan kemeja berkancing sebelum dan setelah intervensi dilakukan.Kesimpulan: Teknik forward chaining yang melibatkan prompting dan positive reinforcement efektif dalam meningkatkan keterampilan mengenakan kemeja berkancing pada anak dengan moderate intellectual disability.
Peran money attitudes terhadap financial well-being dengan financial stress sebagai mediator pada mahasiswa rantau di Surabaya Honey Wahyuni Elgeka; Gabriella Querry
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 9 No. 1 (2021): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.288 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v9i1.13906

Abstract

Objektif: Pengelolaan keuangan yang baik pada kehidupan mahasiswa rantau akan dapat berdampak pada financial well-being. Hipotesis dari penelitian ini adalah financial stress dapat berperan sebagai mediator pada hubungan antara money attitudes terhadap financial well-being.Metode: Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa rantau yang tinggal di Surabaya berusia 17-22 tahun dan berjumlah 267 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Metode analisis data menggunakan PROCESS HAYES model 4.Temuan: Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa financial stress dapat berperan sebagai mediator (parsial) dengan nilai negatif, dimana aspek power prestige dan distrust dalam money attitudes berhubungan positif dengan financial well-being.Kesimpulan: Hal ini menjelaskan bahwa mahasiswa rantau menganggap uang sebagai simbol kesuksesan, dapat memberikan kesan yang baik bagi orang lain, dan menimbulkan financial well-being serta tidak mengalami financial stress. Selain itu, kondisi ini akan sangat berdampak pada nilai akademik dan kesehatan mental para mahasiswa rantau jika mereka salah dalam mengelola keuangannya.
Sikap terhadap bantuan psikologis (tatap muka dan daring) ditinjau dari penyembunyian diri, harapan pengungkapan, dan stigma diri pada mahasiswa Diany Ufieta Syafitri; Luh Putu Shanti Kusumaningsih
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 9 No. 1 (2021): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.86 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v9i1.14151

Abstract

Objektif: Artikel ini bertujuan untuk mengulas tantangan dan hambatan yang dihadapi pelaksanaan pendidikan inklusi serta strategi yang dapat dilakukan oleh negara.Metode: Artikel ini merupakan telaah kritis sistematis . Jurnal diambil dari 9 situs artikel penelitian internasional berbeda. Pencarian jurnal diutamakan terbit tahun 2011-2020. Didapatkan 11 jurnal yang merupakan jurnal kualitatif.Temuan: Hambatan yang dihadapi yaitu tenaga pendidik kurang terlatih, stigma negatif, kebijakan otoritas yang kurang aplikatif, kurangnya pengetahuan tenaga pendidik, hambatan aksesibilitas, keterbatasan sumber belajar, dan keterbatasan finansial. Strategi yang dilakukan yaitu peningkatan kualitas inservice training (INSET), awareness programmes, school-based professional development programmes, family support, kontekstualisasi proses belajarmengajar, dukungan berkelanjutan selama proses implementasi di lapangan, komitmen pemerintah memberikan sebagian prosentase dari GNP sebagai sumber dana, kolaborasi dengan stakeholders, dan kerjasama regional, nasional, maupun internasional.Kesimpulan: Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan di Indonesia, yaitu pelatihan kepada guru kelas, menyelenggarakan awareness program, bekerjasama dengan tim Pokja yang memiliki resource center yang mendukung implementasi pendidikan inklusi, penyediaan dana untuk menyelenggarakan pelatihan guru kelas, dan
Hambatan pendidikan inklusi dan bagaimana mengatasinya: Telaah kritis sistematis dari berbagai negara Citra Nadia Sari; Wiwin Hendriani
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 9 No. 1 (2021): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.372 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v9i1.14154

Abstract

Objektif:Artikel ini bertujuan untuk mengulas tantangan dan hambatan yang dihadapi pelaksanaan pendidikan inklusi serta strategi yang dapat dilakukan oleh negara.Metode: Artikel ini merupakan telaah kritis sistematis. Jurnal diambil dari 9 situs artikel penelitian internasional berbeda. Pencarian jurnal diutamakan terbit tahun 2011-2020. Didapatkan 11 jurnal yang merupakan jurnal kualitatif.Temuan:Hambatan yang dihadapi yaitu tenaga pendidik kurang terlatih, stigma negatif, kebijakan otoritas yang kurang aplikatif, kurangnya pengetahuan tenaga pendidik, hambatan aksesibilitas, keterbatasan sumber belajar, dan keterbatasan finansial. Strategi yang dilakukan yaitu peningkatan kualitas in-service training (INSET), awareness programmes, school-based professional development programmes, family support, kontekstualisasi proses belajar-mengajar, dukungan berkelanjutan selama proses implementasi di lapangan, komitmen pemerintah memberikan sebagian prosentase dari GNP sebagai sumber dana, kolaborasi dengan stakeholders, dan kerjasama regional, nasional, maupun internasional.Kesimpulan:Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan di Indonesia, yaitu pelatihan kepada guru kelas, menyelenggarakan awareness program, bekerjasama dengan tim Pokja yang memiliki resource center yang mendukung implementasi pendidikan inklusi, penyediaan dana untuk menyelenggarakan pelatihan guru kelas, dan membangun fasilitas umum yang lebih ramah terhadap individu dengan disabilitas.
Bahagia tanpa anak? Arti penting anak bagi involuntary childless Miwa Patnani; Bagus Takwin; Winarini Wilman Mansoer
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 9 No. 1 (2021): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.398 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v9i1.14260

Abstract

Objektif: Studi empiris tentang dampak ketidakhadiran anak dalam perkawinan menunjukkan hasil berbeda yang diasumsikan berkaitan dengan perbedaan arti penting anak bagi tiap pasangan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui arti penting anak dan pengaruhnya pada perkawinan pasangan involuntary childless.Metode: Pendekatan kualitatif fenomenologi digunakan dengan metode pengambilan data berupa wawancara secara individual. Partisipan penelitian ini berjumlah 9 orang dengan kriteria involuntary childless, sudah menikah minimal selama 3 tahun dan belum pernah memiliki anak kandung. Analisis data dilakukan dengan interpretative phenomenological analysis (IPA)Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran anak masih dianggap sebagai hal yang penting dalam perkawinan karena dianggap sebagai pemberian dari Tuhan, memberikan dampak positif pada kehidupan, memberikan manfaat bagi orangtua, dan memberi dampak positif pada pasangan suami istri.Kesimpulan: Nilai anak masih dipandang secara positif karena dinilai memberikan banyak manfaat, sehingga ketidakhadiran anak mempengaruhi perkawinan pasangan involuntary childless. Namun pasangan involuntary childless mampu melihat sisi positif dari ketidakhadiran anak sehingga tetap menilai perkawinannya sebagai perkawinan yang membahagiakan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10