cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
SELF COMPASSION DAN LONELINESS Diana Savitri Hidayati
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 3 No. 1 (2015): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.826 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2136

Abstract

Banyak hal yang menyebabkan seseorang mengalami kesepian, salah satu penyebabnya adalah kondisi di mana harus tinggal jauh dari orang tua dan keluarga, yang juga dialami oleh remaja yang tinggal di pondok pesantren. Self-compassion merupakan salah satu bahasan yang bisa menjelaskan bagaimana individu mampu bertahan, memahami dan menyadari makna suatu kesulitan sebagai hal yang positif, termasuk kesulitan ketika harus tinggal jauh dari orang tua dan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self compassion dengan lonelines. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan subyek penelitiannya berjumlah 254 siswi yang tinggal di pondok pesantren. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu skala Self Compassion Scale (SCS) dan R-UCLA Loneliness Scale yang masing-masing telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dan telah melalui proses validasi dan reliabilitas. Hasil penelitian diperoleh hasil bahwa hipotesa penelitian ditolak yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara self compassion dan loneliness (r = 0.776; p = 0.001; 0.776 > 0.001). Kata kunci: Self compassion, loneliness Loneliness is caused by many thing, one of them is the condition when tenager should life without parents and family because of their study at a boarding school. Self compassion is a new concept that explain about how to defend, understand and realize the meaning of suffering as a positive thing; for example when some one should life without their parents and families. The aim of this study is to determine relationships of self compassion and loneliness. Methode research is a quantitative approach to correlation with number of subjects were 254 girls who were life at a boarding school. Methode of data collecting in this study by self compassion scale and R-UCLA loneliness scale. The results showed that there is no correlations between self compassion and loneliness (r = 0.776; p = 0.001; 0.776 > 0.001). Keywords: Self compassion, loneliness
PENGASUHAN IBU BERKARIR DAN INTERNALISASI NILAI KARIR PADA REMAJA Eva Meizara Puspita Dewi
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 3 No. 1 (2015): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.381 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persepsi remaja terhadap wanita karier sebagai dampak dari pengasuhan yang selama ini dirasakannya dan akan menjadikan nilai-nilai yang terinternalisasi dalam diri ketika kelak dewasa nanti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subyek penelitian sebanyak 29 mahasiswa dan mahasiswi psikologi. Pengambilan data dengan cara angket terbuka dan FGD Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitas lebih banyak yang memiliki persepsi positif dibandingkan yang negative. Terbentuknya persepsi ini sangat tergantung pada bagaimana ibu mampu mengatur waktu dan perhatiannya antara keluarga dan pekerjaannya. Dampak positif dan negative dirasakan oleh semua subyek. Nilai yang terinternalisasi bagi remaja laki-laki yang memiliki persepsi positif dan mampu mengolah dampak dengan baik maka akan mengijinkan istrinya untuk berkarier dan sebaliknya. Sementara untuk remaja perempuan akan memotivasi dirinya kelak akan menjadi wanita karier. Kata kunci: Pengasuhan, ibu berkarier, remaja This research aims to reveal the adolescent 's perception of the career woman as a result of parenting that has been felt and will make the values ​​are internalized within one day when I grow up . This research used qualitative methods to research subjects were 29 male and female students of psychology.Maked of data by means of an open questionnaire and FGD. The results showed that more Quantitatively who have positive perceptions than the negative. The formation of this perception is highly dependent on how the mother is able to regulate of time and attention between family and her work. Positive and negative impact felt by all subjects. But the deciding factor this may be a conflict or a family would be a challenge to complete is dependent on how mothers adjust both their role and support of her husband. Internalized values ​​for young men who have a positive perception of the impact and able to process well then be allow her to pursue a career and vice versa. As for the teen girls will motivate him will become a career woman. Keywords: Parenting, career mother, adolescent
PELATIHAN ASERTIVITAS NORMATIF TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA WANITA Deni Nasri
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 3 No. 1 (2015): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.473 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2138

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah agar wanita bermasalah tidak sembarangan melakukan hubungan seksual pranikah. Hipotesis yang diajukan adalah ada pengaruh yang bermakna pelatihan asertivitas normatif terhadap penurunan perilaku seksual pranikah pada wanita bermasalah. Penelitian ini menggunakan metode action research. Subjek pada penelitian ini adalah kelayan Panti “X” Yogyakarta. Pengukuran skala perilaku seksual pranikah dan skala asertivitas dilakukan pada saat sebelum pelatihan dan setelah pelatihan. Metode analisis data yang digunakan adalah paired sample t-test, yaitu untuk mengetahui perbedaan perbedaan perilaku seksual pranikah dan asertivitas subjek sebelum pelatihan dan setelah dilaksanakan pelatihan asertivitas normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan perilaku seksual pranikah dan peningkatan asertivitas pada subjek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa wanita yang mengikuti pelatihan asertivitas normatif mengalami penurunan perilaku seksual pranikah dan peningkatan asertivitas. Kata kunci : Perilaku seksual pranikah, pelatihan asertivitas normatif The purpose of this study was that troubled women were not indiscriminate premarital sexual. The hypothesis is there was significant effect of normative assertiveness training toward premarital sexual behavior in troubled woman. The method used in this study was the action research method. The subject of the research were the clients of Parlors ‘X’ in Yogyakarta. Premarital sexual and assertiveness scales were measured before and after training. Data analysis method used in this research was the paired sample t-test method, this method used to find out the differences from subject’s premarital sexual and assertiveness behavior, before and after the normative assertiveness training. The result of this research showed that the subject's premarital sexual behavior was decreased and the assertiveness was increased. Based on the results of the study, it was concluded that women who take normative assertiveness training will decrease premarital sexual and increase assertiveness. Keyword : Premarital sexual, normative assertiveness training
GAMBARAN PENERAPAN THERAPEUTIC ASSESSMENT DALAM PENANGANAN SUBJEK DENGAN SOCIAL ANXIETY AND PHOBIA Adriatik Ivanti Ivanti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 4 No. 1 (2016): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.474 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i1.2812

Abstract

Anak dengan social anxiety and phobia memiliki keterampilan sosial, penyesuaian diri, dan manajemen emosi yang kurang. Untuk mengatasi kondisi tersebut dibutuhkan terapi yang dapat menurunkan kecemasan dan rasa takut. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran therapeutic assessment dengan menggunakan teknik papan catur dan teknik palm safety net. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan satu orang subjek penelitian berusia 6 tahun yang memiliki social anxiety and phobia. Hasil penelitian menemukan bahwa teknik papan catur tidak dimainkan seperti permainan pada umumnya namun papan catur dan pion menjadi refleksi atas kondisi subjek. Subjek dan peneliti menggerakkan pion seraya peneliti memberikan penguatan psikologis kepada subjek. Teknik palm safety net diberikan untuk mengurangi kecemasan. Subjek diminta untuk mencetak tangannya dan mengidentifikasi lima aktivitas atau benda yang menyenangkan. Dalam proses mengerjakan karya subjek sekaligus diberikankonseling dan penguatan mengenai cara-cara mengurangi kecemasan ketika menghadapi situasi baru. 
STRES KERJA KARYAWAN DAN KEMAMPUAN BERPIKIR DIVERGEN Arinil Haqqoh
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 4 No. 1 (2016): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.13 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i1.2875

Abstract

Tuntutan yang tinggi pada karyawan dapat menyebabkan stres kerja. Cara menyelesaikan masalah terkait stress kerja dapat ditinjau dari cara berpikir divergen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kemampuan berpikir divergen dengan stres kerja. Penelitian ini dilakukan pada 106 karyawan dan diambil menggunakan quota sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan menggunakan skala creativity questionnaire dan skala stres kerja. Hasil analisis menyimpulkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan (0,229; p=0,017) hal ini berarti semakin tinggi kemampuan berpikir divergen maka semakin rendah stres kerja.  Kontribusi dalam penelitian ini sebesar 5,2%.
HUBUNGAN PERSEPSI TERHADAP KESEHATAN DENGAN KESADARAN (MINDFULNESS) MENYETOR SAMPAH ANGGOTA KLINIK ASURANSI SAMPAH DI INDONESIA MEDIKA Andi Sudarsono Sudarsono; Yudi Suharsono
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 4 No. 1 (2016): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.867 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i1.2876

Abstract

Persepsi merupakan salah satu faktor yang membentuk sebuah kesadaran pada diri seseorang. Tingkat kesadaran seseorang bisa dilihat dari bagaimana persepsi seseorang terhadap obyek yang dipersepsikan, lebih mengarah kepada positif atau negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap kesehatan dengan kesadaran (mindfulness) menyetor sampah anggota klinik asuransi sampah di Indonesia Medika. Teknik sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan metode yang digunakan dalam penelitian adalah non tes dengan menggunakan skala persepsi terhadap kesehatan dan kesadaran (mindfulness). Subjek pada penelitian ini berjumlah 95 orang dari total member anggota klinik asuransi sampah di Indonesia Medika. Analisa data dengan menggunakan korelasi product moment dan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif signifikan antara persepsi terhadap kesehatan dengan kesadaran (mindfulness) menyetor sampah anggota klinik asuransi sampah di Indonesia Medika (r=0,468; p=0,000; p<0,01). Sumbangan persepsi terhadap kesehatan dengan kesadaran (mindfulness) menyetor sampah adalah 21,9%.
UPAYA PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MELALUI SINERGI KADER POSYANDU DAN PSIKOLOG PUSKESMAS Endah Puspita Sari
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 4 No. 1 (2016): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.572 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i1.2877

Abstract

Keberadaan psikolog dalam struktur pelayanan kesehatan tingkat pertama (Puskesmas) dirasa sangat  penting agar tercapai kondisi masyarakat yang sehat secara paripurna. Salah satu pihak yang dapat bersinergi dengan psikolog Puskesmas adalah kader Posyandu karena kader Posyandu berasal dari daerah yang sama dengan wilayah binaan dan sehari-hari berinteraksi dengan lingkungan masyarakat di tempat ia tinggal. Tulisan ini dibuat untuk mendeskripsikan upaya-upaya sinergi yang sudah dan akan dapat dilakukan antara psikolog Puskesmas dan kader Posyandu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang psikolog Puskesmas dan lima orang kader Posyandu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya beberapa kerja sama yang dilakukan oleh psikolog Puskesmas dan kader Posyandu melalui beberapa program kegiatan bersama, seperi DSSJ dan PusLing.
PENGEMBANGAN MODEL DETEKSI DINI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) PADA TINGKAT PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DI KOTA MALANG Cahyaning Suryaningrum; Tri Muji Ingarianti; Zainul Anwar Anwar
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 4 No. 1 (2016): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.178 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i1.2878

Abstract

Pendidikan  merupakan hak setiap warga negara tanpa adanya pengecualian, termasuk anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika dan harapan guru PAUD Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan perumusan model deteksi dini. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan Focus Group Discussion. Subjek penelitian sebanyak 249 guru PAUD. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 7 responden (3%) mengetahui asesmen ABK dan sebanyak 242 responden (97%) tidak mengetahui  asesmen untuk ABK. Selain itu, permasalahan para guru PAUD yaitu sulit untuk melakukan deteksi dini saat masuk PAUD dan mengalami kesulitan untuk mengkomunikasikan dengan orang tua, belum memahami cara menangani ABK, dan adanya kesulitan anak ABK masuk sekolah ke jenjang berikutnya. Selanjutnya harapan para guru, yaitu adanya instrumen pendeteksian dini dan panduan wawancara guru pada orang tua, cara penanganan ABK, keterbukaan orang tua pada sekolah, dan sistem sekolah yang mendukung ABK. Selain itu, dibutuhkan  modul deteksi dini yang jelas dan rinci serta mudah dipahami dan diterapkan.
IDENTITAS SOSIAL DENGAN PRASANGKA PADA PRAJURIT TNI AD TERHADAP ANGGOTA KEPOLISIAN Rusdah Sarifah Sarifah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 4 No. 1 (2016): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.027 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i1.2879

Abstract

Konflik kerap terjadi antara oknum-oknum dari institusi negara seperti TNI dengan POLRI yang seharusnya menjadi alat ketahanan negara, pelindung dan pengayom masyarakat. Konflik disebabkan banyak faktor, salah satunya kuatnya identitas sosial dan prasangka antara kedua pihak. Identitas sosial yang tinggi terhadap masing-masing kesatuan membuat kecenderungan untuk memandang negatif kelompok lain semakin besar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan positif antara identitas sosial dengan prasangka pada prajurit TNI AD di Pusdikbekang. Penelitian ini dilakukan pada 70 prajurit dengan teknik random sampling. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis korelasi Pearson. Hasil analisis data menunjukan bahwa hipotesis diterima, angka korelasi sebesar rxy = 0.538 dengan Pvalue = 0.000 (Pvalue ≤0,05), yang berarti terdapat hubungan positif antara identitas sosial dan prasangka. Semakin tinggi tingkat identitas sosial maka kecenderungan prasangka prajurit TNI AD Pusdikbekang terhadap anggota kepolisian semakin tinggi.
PEMAAFAN PADA SANTRIWATI ETNIS SUNDA Anis Nurlaela Nurlaela; Elis Anisah Anisah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 4 No. 1 (2016): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.925 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i1.2880

Abstract

Pemaafan merupakan salah satu perilaku positif yang dianjurkan serta diajarkan oleh agama dan budaya. Perkataan maaf dan memaafkan seringkali didengar menjadi sebatas kata tanpa makna, sehingga pemberian maaf tersebut tidak diikuti dengan perbuatan dan hubungan yang kembali membaik antara orang yang menyakiti dan orang yang disakiti. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Grounded Research dengan tujuan membangun dan mengembangkan konsep pemaafan dari perspektif santriwati beretnis Sunda. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 181 responden. Hasil penelitian memperoleh makna pemaafan yaitu suatu proses merelakan kesalahan orang lain, baik verbal maupun non verbal dengan sepenuh hati untuk berbenah diri, menjaga relasi sosial dan mengharap ridho Allah SWT. Makna dan manfaat pemaafan dalam penelitian ini terdiri dari tiga kategori yaitu: pemaafaan untuk diri, pemaafan untuk orang lain dan pemaafan karena Allah.