Articles
433 Documents
PELATIHAN ASERTIVITAS TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN SOSIAL PADA SISWA KORBAN BULLYING
Kurnia Rizki;
Sukarti Sukarti;
Quratul Uyun
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 3 No. 2 (2015): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (625.706 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3529
Bullying merupakan salah satu bentuk permasalahan yang sering muncul saat ini, termasuk di lingkungan sekolah. Bullying bagi korbannya banyak menimbulkan dampak yang negative, salah satunya adalah kecemasan sosial. Perlu intervensi yang berkelanjutan untuk membantu korban Bullying yang memiliki kecemasan sosial, misalnya dengan pelatihan asertivitas. Pelatihan asertivitas adalah keterampilan sosial yang didefinisikan sebagai cara untuk mengekspresikan hak-hak dan pendapat seseorang dengan tetap menghormati hak orang lain. Peserta pelatihan terdiri dari 20 siswa yang berusia antara 12-14 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan subjek dari kelompok eksperimen dan kelompok control. Instrument penelitian menggunakan skala kecemasan sosial dan analisa menggunakan independent sample t -test. Hasil penelitian yaitu terdapat perbedaan tingkat kecemasan sosial antara kelompok eksperimen dengan kelompok control (t = 1.875; p = 0,040 (p < 0,05)). Artinya para peserta kelompok eksperimen yang diberikan pelatihan secara signifikan mengalami penurunan kecemasan sosial dibandingkan kelompok kontrol.Kata kunci: Pelatihan asertivitas, kecemasan sosial, siswa korban bullyingBullying is one of the problems that often arise at this time, including in the school environment. Victim of bullying for many impacts are negative, one of which is social anxiety. Need sustainable interventions to assist victims of bullying who have social anxiety, for example with assertiveness training. Social skill of assertiveness training is defined as a way to express their rights and one's opinion while respecting the rights of others. The training participants consisted of 20 students aged between 12-14 years. This research uses experimental research with the subject from the experimental group and the control group. Instrument research was using social anxiety scale and analysis using independent sample t-test. The results of research that there are differences in the level of social anxiety among the experimental group with the control group (t = 1.875; p = 0.040 (p <0.05)). This means that the participants of the experimental group were given training significantly decreased social anxiety than the control group.Keywords: Assertiveness training, social anxiety, students of bullying victim
EFEKTIVITAS SPRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) UNTUK MENGURANGI FREKUENSI KEKAMBUHAN PADA PASIEN PENYAKIT MIGRAIN
Zulfikri Budianto
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 3 No. 2 (2015): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1158.379 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3530
Migrain adalah suatu kondisi kronik dengan serangan yang bersifat episodic tanpa adanya ancaman kehidupan. Tetapi keadaan ini dapat mempengaruhi fungsi dan kesehatan sebagai akibat langsung dari serangan. Pengobatan mograin secara holistic dapat membantu mengurangi rasa sakit dan kekambuhan. Saat memberikan pengobatan seringkali dokter melengkapi dengan intervensi non farmakologi, salah satunya dengan home treatment yaitu Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap pengurangan frekuensi kekambuhan pada pasien penyakit migraine. Jenis penelitian yaitu quasi experimental, dengan subjek penelitian sebanyak 6 orang yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok control masing-masing berjumlah 3 orang. Analisa data menggunakan metode non parametric chi-square dan deskriptif. Hasilnya menunjukkan tidak ada pengaruh efektvitas yang signifikan pemberian SEFT untuk mengurangi frekuensi kekambuhan pada pasien penyakit migraine.Kata kunci: Teknik terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), frekuensi kekambuhan, migrain Migraine is a chronic condition that is episodic attacks without the threat of life. But this situation could affect the health and function as a direct result of the attack. Mograin holistic treatment can help reduce pain and recurrence. When providing treatment doctors often supplement with non-pharmacological interventions, one with home treatment is Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). The purpose of this study was to determine the effectiveness of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) to the reduction of the frequency of recurrence in patients with migraine. This type of research was quasi-experimental, with as many as 6 people research subjects who were divided into an experimental group and control group respectively totaling 3 people. Data were analyzed using non-parametric methods chi-square and descriptive. The results showed no significant effect of granting SEFT to reduce the frequency of recurrence in patients with migraine.Keywords: Therapy of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), frequency of recurrence, migraine
INTENSI MENCONTEK DITINJAU DARI THEORY OF PLANNED BEHAVIOR
Riyanti Riyanti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 3 No. 2 (2015): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (736.522 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3531
Perilaku mencontek masih saja dilakukan oleh para pelajar di Indonesia, dari SD sampai perguruan tinggi bahkan kalangan masyarakat umum pun juga ada yang melakukannya. Theory of planned behavior dapat digunakan untuk mengidentifikasi perilaku mencontek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi intensi mencontek dengan menggunakan TPB. Desain yang digunakan kuantitatif prediktif dengan menggunakan skala TPB dan skala intensi mencontek. Jumlah subjek sebanyak 211 orang, teknik yang digunakan dalam pengambilan sample adalah cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang positif dan signifikan antara TPB dengan intensi mencontek, dan menunjukkan bahwa TPB dapat digunakan untuk memprediksi intensi mencontek (R = 0.57 ; P = 0.000), dengan kontribusi yang diberikan oleh komponen sikap sebesar 0.327 β (23.5%), norma subjektif sebesar 0.321 β (21.8%), dan kontrol perilaku yang dirasakan sebesar 0.220 β (11.7%).Kata kunci : Theory of planned behavior, intensi mencontekCheating is like a behavior for Indonesian students. It starts from elementary school’s students even university students. Unfortunately, this behavior is also followed by the society. The Theory of Planned Behavior (TPB) constitutes to be the best solution to deal with this problem. Furthermore, this theory aims to identify cheating behaviors. Specifically, the goal of this research is to identify the intention of cheating behavior using TPB. It used predictive quantitative approach by implementing TPB scale and cheating intention scale as well. Additionally, the subjects of this research are chosen using cluster sampling and it resulted 211 people to be observed. Also, the result of this research shows that there is a positive and significant influence among TPB and cheating intention. From the data, the researcher concludes that the value of R is 0.57 (57%) while P is 0.000. Still the contribution that are given by the components are 0.327 β (23.5%), subjective norm is 0.321 β (21.8%), and controlled behavior got constitutes to be 0.220 β (11.7%).Keywords: Theory of planned behavior, cheating intention
PELATIHAN ASERTIVITAS NORMATIF TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA WANITA BERMASALAH SEBAGAI UPAYA PREVENTIF
Deni Nasri;
Koentjoro Koentjoro
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 3 No. 2 (2015): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (733.064 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3532
Remaja merupakan salah satu tahap perkembangan yang memiliki ciri khas di dalam tahap perkembangannya, salah satunya yaitu berkaitan dengan relasi dengan lawan jenis. Dewasa ini bentuk relasi lawan jenis di kalangan remaja sudah semakin mengkhawatirkan, dimana mengarah pada perilaku seksual pranikah. Aspek kepribadian yang erat kaitannya dengan asertivitas memegang peranan penting dalam perkembangan perilaku seksual remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengurangi perilaku seksual pranikah pada wanita dengan pelatihan asertivitas normative sebagai upaya preventif. Metode penelitian menggunakan metode action research dengan subjek yaitu kelayan Panti “X” Yogyakarta. Skala yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan skala asertivitas yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Analisis data dengan menggunakan paired sample t-test dan hasilnya menunjukkan bahwa terjadi penurunan perilaku seksual pranikah dan peningkatan asertivitas pada subjek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa wanita yang mengikuti pelatihan asertivitas normatif mengalami penurunan perilaku seksual pranikah dan peningkatan asertivitas.Kata kunci: Pelatihan asertivitas normatif, perilaku seksual pranikahTeen was one stage of development that has a characteristic in its development stages, one of which is related to relationships with the opposite sex. Today the relations of the opposite sex among teenagers were increasingly worrying, which leads to premarital sexual behavior. Aspect of personality that was closely related to assertiveness plays an important role in the development of adolescent sexual behavior. The purpose of this research is to reduce premarital sexual behavior in women with normative assertiveness training as preventive efforts. Research methods using action research with the subject were kelayan Panti "X" Yogyakarta. The scale used to collect data with assertiveness scale given before and after training. Analysis of the data by using a paired sample t-test and the results showed that a decline in premarital sexual behavior and increased assertiveness on the subject of research. Based on the result of study concluded that women who followed a normative assertiveness training decreased premarital sexual behavior and increased assertiveness. Keyword: Assertiveness normative training, pre-marriage sexual behavior
GUIDED IMAGERY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MENJELANG PERSALINAN PADA IBU HAMIL
Baiq Wahyu Rizki Purnama
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 3 No. 2 (2015): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (943.28 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3533
Secara teoritis, guided imagery merupakan salah satu metode yang dapat menurunkan kecemasan dengan cara membayangkan suatu keadaan atau serangkaian pengalaman yang menyenangkan secara terbimbing dengan melibatkan indera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah guided imagery dapat menurunkan tingkat kecemasan menjelang persalinan pada ibu hamil. Desain yang digunakan adalah one shot case study pre-test post-test pre-experimental design yang dilakukan pada 3 orang partisipan. Pengukuran dilakukan dengan skala kecemasan yang disusun peneliti dengan mengadopsi Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukkan guided imagery dapat menurunkan tingkat kecemasan jika dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Penelitian ini dapat menjadi pengetahuan bagi masyarakat bahwa guided imagery merupakan salah satu alternatif penanganan dalam mengurangi kecemasan menjelang persalinan pada ibu hamil.Kata kunci: Guided imagery, Kecemasan menjelang persalinanBased on theory, guided imagery is an methods forreducinganxiety with imagining a condition or a sequence of pleasing experience by inolving senses. The purpose of this experiment is to know weather guided imagery can reduce the level of anxiety toward the childbirth for expectant mother. The design isa one shot case study pre – test post test pre experimental design which is invovled three participants. The measurement used anxiety scale which compiled by the researcher by adopting Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). The result oh the experiment shows that guided imagery can reduce a level of anxiety if appropriate with the procedure which has been set. This study can be a knowledge for the citizen that guided imagery is analternative intervention for reducing anxiety toward the childbirth for expectant mother. Keyword: Guided Imagery, anxiety toward the childbirth
KEMATANGAN KARIR DENGAN INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN
Sherif Raditya Hanza;
Tri Muji Ingarianti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 3 No. 2 (2015): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.004 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3534
Intensi turnover merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari dalam sebuah lingkungan perusahaan. Factor internal kematangan karir merupakan salah satu prediktor terjadinya fenomena intensi turnover ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kematangan karir dengan intensi turnover pada karyawan. Desain penelitian bersifat non-eksperimental kuantitatif dengan menggunakan skala kematangan karir dan skala intensi turnover sebagai instrumen penelitian. Jumlah subjek sebanyak 301 orang dengan menggunakan metode nonrandom sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara kematangan karir dengan intensi turnover (r = -0,472 ; p = 0,000 (p<0,01), dengan sumbangan efektif sebesar 22,3%. Hal ini berarti semakin tinggi kematangan karir karyawan maka akan semakin rendah intensi turnover yang dapat terjadi. Kata kunci: Kematangan karir, intensi turnover, karyawan Turnover intention is a phenomenon that can’t be avoided in an enterprise environment among other phenomena. Internal factors of career maturity is one of the predictors of turnover intention. The purpose of this study was to determine the relationship between career maturity employee turnover intention. As non-experimental quantitative, used career maturity scale and turnover intention scale. The number of subjects were 301 people by using nonrandom sampling method. The results showed that there is a significant negative relationship between career maturity with turnover intention (r=-0.472 ; p = 0.000 (p<0,01)). This means that the higher employee's career maturity, the lower turnover intention may occur. Keywords: Career maturity, turnover intention, employees
PSIKODRAMA UNTUK MENURUNKAN TINGKAT STRES PADA SISWA AKSELERASI
Alysa Stivanie Kania Damanik
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 3 No. 2 (2015): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (615.753 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3535
Kejenuhan dan rasa tertekan atas tuntutan kurikulum akselerasi yang diterapkan merupakan salah satu penyebab stres yang mereka alami. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti mengajukan psikodrama sebagai salah satu bentuk terapi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah systematic case study. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni self report, wawancara dan observasi. Subyek penelitian yang menjadi anggota kelompok berjumlah 4 orang dari siswa akselerasi MAN 1 Malang yang memiliki tingkat stres yang tinggi yakni diatas 5 berdasarkan self report (SUDS). Sedangkan analisa data meliputi 4 bagian yaitu bagaimana kondisi sebelum diberi perlakuan psikodrama, kondisi selama proses psikodrama berlangsung, kondisi setelah diberi perlakuan psikodrama, serta yang terakhir kondisi saat sesi follow up. Hasil yang didapatkan yakni psikodrama dapat menurunkan tingkat stres pada siswa akselerasi.Kata kunci : Psikodrama, tingkat stres, siswa akselerasiBurnout and distress over the demands of the curriculum applied acceleration is one of the causes of their stress. Under these conditions, the researchers propose psychodrama as a form of therapy to overcome these problems. This type of research used by the researchers is systematic case study. Data collection methods used that self-report, interview and observation. Research subjects who are members of groups of 4 people from MAN 1 Malang acceleration students who have high stress levels which is above 5 based on self-report (SUDS). While the data analysis covers four parts, namely how the condition before being treated psychodrama, psychodrama conditions during the process progresses, condition after being treated psychodrama, as well as the current state of the last follow-up session. The results obtained psychodrama that can reduce stress levels in student acceleration.Keywords: Psychodrama , level of stress , student acceleration
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Prima Nataliya
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 3 No. 2 (2015): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (790.303 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3536
Teknik pembelajaran yang aktif merupakan cara kreatif untuk meningkatkan perhatian, motivasi, keterlibatan siswa, dan dianggap membantu proses belajar di kelas sehingga perlu diterapkan dalam proses pembelajaran khususnya untuk menunjang kemampuan berhitung pada siswa sekolah dasar. Proses pembelajaran yang aktif tidak terlepas dari media pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar diantaranya adalah permainan tradisional congklak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran permainan tradisonal congklak untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa SD. Jumlah subjek dalam penelitian sebanyak 13 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rata-rata kemampuan berhitung siswa SD sebelum dan setelah diberikan media pembelajaran berupa permainan tradisional congklak (t = -5,776 ; p = 0,000 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran permainan tradisional congklak efektif untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa SD.Kata kunci: Media pembelajaran, permainan tradisional, congklak, kemampuan berhitungAn active learning is how to raise concerns, creative the motivation, students, and considered aiding a learning process in classes and be applied within the process of learning especially for supporting computation capabilities in elementary school students. A learning process that is active learning cannot be separated from the media used in the process learn of them are traditional games congklak. The purpose of this research is to know the effectiveness of the media of learning the game traditional congklak to improve computation capabilities primary school student. The subject for this research are 13 students using purposive techniques of sampling. The research results show there is a difference in the average capability counting of primary school students before and after these media learning to traditional games congklak, with a value of t = -5,776 and value of p = 0,000 < 0.05. This shows that leraning media the traditional game congklak effective to improve computation capabilities primary school student. Keywords: Learning media, traditional game, congklak, computation capabilities
TERAPI ZIKIR TERHADAP PENINGKATAN RESILIENSI PENDERITA LOW BACK PAIN (LBP)
Ummil Khairiyah;
Yayi Suryo Prabandari;
Qurotul Uyun
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 3 No. 2 (2015): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (557.177 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3537
Resiliensi diperlukan agar kondisi individu menjadi stabil sehingga berangsur-angsur dapat menerima penyakitnya dan beradaptasi terhadap penyakit yang dideritanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi zikir untuk membantu meningkatkan resiliensi pada penderita Low Back Pain (LBP). Penelitian ini bersifat kuasi eksperimental dengan melibatkan sebelas orang penderita LBP yang berusia 45-70 tahun yang memiliki resiliensi rendah dan sedang, dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dengan menggunakan skala resiliensi. Hasil analisis item menunjukkan nilai alpha cronbach = 0,924. Hipotesis diuji dengan uji Mann Withney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pada kelompok eksperimen memiliki resiliensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan subjek pada kelompok kontrol. Berdasarkan hasil tindak lanjut diketahui bahwa subjek pada kelompok eksperimen mampu mempertahankan efek terapi selama dua minggu pasca terapi. Kesimpulan dari penelitian ini, adalah terapi zikir dapat meningkatkan resiliensi penderita LBP. Kata kunci: Terapi zikir, resiliensi pada penderita LBPResilience is needed to improve the condition of subjects, therefore they become stable and able to receive and adjust to their illness gradually. This research examined the effectiveness of zikir therapy for helping patient with low back pain in enhancing their resilience. This research was a quasi experiment (non randimized pretest – posttest control group design) with 11 participants who had low and midlle level of resilience. They were between 45-70 years old, and classified into two groups. One group received the zikir therapy, the other served as a controlled group. The resilience level was measured based on resilience scale from Connor-Davidson scale (scale). The item analysis result showed the alpha cronbach score = 0,924. The hypotesis was tested by Mann Withney. The result showed that the resilience level in experimental group significantly increased after treatment by zikir therapy compare than the control group. After the follow up periode showed that subject in experimental group able to maintained the therapy’s effect for two weeks after the treatment. The conclusion from this research is the zikir therapy is effective in enhancing resilience at patient with low back pain. Keyword: Zikir therapy, resilience at patient with low back pain
MUSIK KLASIK DAN DAYA INGAT JANGKA PENDEK PADA REMAJA
Triadib Dharmawan
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 3 No. 2 (2015): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (504.073 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3538
Mendengarkan musik klasik akan memberikan ketenangan serta merangsang dan mampu mengatur kondisi otak untuk berkonsentrasi. Kondisi seperti ini sangat baik untuk digunakan dalam aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alunan musik klasik terhadap ingatan jangka pendek pada remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, subjek dibagi menjadi dua kelompok dengan rincian kelompok eksperimen diperdengarkan musik klasik pada saat kegiatan mengingat silabel tak bermakna sedangkan untuk kelompok kontrol tidak diperdengarkan musik klasik pada saat kegiatan mengingat silabel tak bermakna. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dengan kategori usia remaja akhir dan kategori IQ rata-rata. Data dianalisis dengan metode non parametric uji independent sample t-test. Dari hasil penelitian ini menyatakan bahwa hipotesa ditolak karena musik klasik tidak pengaruh terhadap daya ingat jangka pendek pada remaja.Kata kunci: Daya ingat jangka pendek, musik klasikListening to classical music will make a relax condition as long as stimulate and manage the brain’s condition to concentrate, this condition is very good to use in learning activities. This research intend to find out the effect of classical music strain for short-term memory in teens. The research method is experiment with the pretest-posttest control group design, subjects were divided into two groups with details the experimental group heard classical music during memorizing meaningless syllables activities whereas for the control group are not heard classical music at the time memorizing meaningless syllables activities. Subjects in this research were 20 students of the University of Muhammadiyah Malang by category teens and average IQ. The data were analyzed with non-parametric test method independent sample t-test. The results is classical music was not significant effect for short-term memory in teens.Keyword: Short-term memory, classical music