cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
PRASANGKA SOSIAL TERHADAP UMAT KRISTIANI PADA MUSLIM MINORITAS YANG TINGGAL DI INDONESIA TIMUR Fuad Nashori; Nurjannah Nurjannah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 3 No. 2 (2015): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.853 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3539

Abstract

Tulisan ini bermaksud melakukan telaah empiris model prasangka sosial mahasiswa Islam di Indonesia Timur terhadap umat Kristiani ditinjau dari kematangan beragama, pengetahuan agama, dan sifat kebaikan hati. Dengan menggunakan alat ukur berupa skala prasangka, skala kematangan beragama, skala pengetahuan agama, dan skala kebaikan hati, penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Islam di Indonesia Timur (Ambon, Jayapura) yang berjumlah 203 mahasiswa. Data dianalisis dengan menggunakan teknik structural equation modeling (SEM) program Lisrel 8.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengaruh kematangan beragama dan pengetahuan relasi Muslim-non Muslim terhadap prasangka sosial melalui sifat kebaikan hati pada mahasiswa Islam bersifat fit atau cocok dengan data empiris. Variabel kematangan beragama memengaruhi prasangka sosial secara langsung maupun melalui sifat kebaikan hati. Variabel pengetahuan agama memengaruhi prasangka sosial secara langsung, namun tidak memberikan pengaruh terhadap sifat kebaikan hati. Variabel kebaikan hati memengaruhi prasangka sosial secara langsung. Katakunci: Prasangka terhadap umat Kristen, kematangan beragama, pengetahuan agama,  sifat kebaikan hati This paper is attempted to empirically analyze the model of social prejudice by Muslim students towards Christian community viewed by religious maturity and religious knowledge, as well as agreeableness. Using the measuring equipment such as scales of prejudice, religious maturity, religious knowledge, and agreeableness, this research is done to Muslim students in East Indonesia (Ambon, Jayapura) as many as 203 students. Data is analyzed with the technique of Structural Equation Model (SEM) program Lisrel 8.8. The result of the research showed that the model of influence of religious maturity and knowledge relationships of Muslim-non Muslim towards social prejudice through agreeableness within Muslim students fit or suitable with the data. The variable of religious maturity influenced the social prejudice directly or through agreeableness. The variable of religious knowledge influenced the social prejudice directly. However it did not influence agreeableness. The variable of agreeableness influenced social prejudice directly. Keywords: Prejudice towards Christian community, religious maturity, agreeableness, religious knowledge
TIPE KEPRIBADIAN OCEAN DENGAN CAREER DECISION SELF EFFICACY PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI JAKARTA Kristiana Yunitri; Devi Jatmika
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 3 No. 2 (2015): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.49 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3540

Abstract

Teori Big Five untuk tipe kepribadian OCEAN mampu memprediksi beberapa variabel seputar dunia industri dan organisasi seperti keyakinan dalam mengembangkan karir, dan proses pengambilan keputusan akan karir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepribadian OCEAN dengan career decision self efficacy pada mahasiswa tingkat akhir di Jakarta. Jenis penelitian yaitu korelasional kuantitatif dengan metode pengumpulan data instrumen BFI (Big Five Inventory) dan CDS-SF. Subjek penelitian berjumlah 208 mahasiswa tingkat akhir di Jakarta yang diambil dengan teknik sampling incidental. Analisa menggunakan korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menyebutkan adanya hubungan yang positif antara domain extraversion, conscientiousness, agreeableness, openess to experience dengan career decision self efficacy (p= 0.000), serta tidak ada hubungan yang signifikan antara neuroticism dengan career decision self efficacy (p= 0.138) pada mahasiswa tingkat akhir di Jakarta.Kata kunci: Tipe kepribadian OCEAN, career decision self efficacy, mahasiswa tingkat akhirBig Five theory of personality types OCEAN able to predicted some variables about the world of industry and organizations such as the belief in career development, and decision-making process would be a career. The purposed of this study was to determine the relationship OCEAN personality with career decision self-efficacy at final year students in Jakarta. This type of research was quantitative correlation method of data collection instruments BFI (Big Five Inventory) and CDS - SF . Subjects numbered 208 final year students in Jakarta taken by incidental sampling technique. Analysis used Pearson product moment correlation. The results mentioned the existence of a positive relationship between the domain extraversion, conscientiousness, agreeableness, openness to experience with career decision self-efficacy (p=0,000), and there was not significant relationship between neuroticism with career decision self-efficacy (p=0,138) at the student level final in Jakarta. Keyword: OCEAN personality type, career decision self efficacy, final year students
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KEBERFUNGSIAN SOSIAL PADA PASIEN SKIZOFRENIA RAWAT JALAN Fauziah Sefrina
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 4 No. 2 (2016): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.905 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i2.3609

Abstract

Keberfungsian sosial merupakan kemampuan individu melaksanakan tugas dan perannya selama berinteraksi pada situasi sosial tertentu. Kemampuan individu sebagai anggota keluarga dalam berfungsi sosial secara positif dan adaptif dapat mencerminkan bagaimana fungsi keluarga seharusnya. Namun, hal tersebut tidaklah mudah bagi individu dengan gangguan skizofrenia yang memiliki hambatan dalam menjalankan peran sosial, sehingga membutuhkan dukungan keluarga. Sebagai unit terkecil masyarakat dan paling dekat dengan individu, keluarga mampu membantu merawat dan mengembangkan kemampuan anggota keluarganya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan keberfungsian sosial pada pasien skizofrenia rawat jalan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan sampel penelitian sebanyak 100 orang. Metode pengambilan data menggunakan skala dukungan keluarga dan skala keberfungsian sosial yang dianalisis menggunakan korelasi product moment.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan keberfungsian sosial (r = 0,508, p = 0,000).Kata kunci: dukungan keluarga, keberfungsian sosial, skizofreniaSocial functioning of an individual's is an ability to implement its duties an role during interact in certain social situations. The ability of the individual as a member of the family in social functioning positively and adaptively may reflect how families should function. However, it is not easy for individuals with schizophrenia disorder who have barriers in performing social roles, thus requiring the support of the family. As the smallest unit of society and is closest to the individual, the family was able to help maintain and develop the ability of family members. The purpose of this study was to determine the relationship of family support with social functioning in patients with schizophrenia outpatients. This research is a quantitative correlation with a sample of 100 people. The data collection method using a scale of family support and social functioning scale were analyzed using product moment correlation. The results showed that there was a significant positive relationship between family support with social functioning (r = 0,508, p = 0.000).Key words: Family support, Social functioning, Schizophrenia.
PEMBENTUKAN KONSEP DIRI REMAJA PADA KELUARGA JAWA YANG BERGAMA ISLAM Marliana Eka Saputri; Moordiningsih Moordiningsih
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 4 No. 2 (2016): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.447 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i2.3624

Abstract

Remaja merupakan masa dimana konsep diri dikembangkan. Konsep diri dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan sosial dimana individu tinggal, termasuk kebudayaan dan agama yang dianut oleh keluarga. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dukungan keluarga dan mendeskripsikan bentuk-bentuk dukungan keluarga dalam pembentukan konsep diri remaja dengan latar belakang keluarga Jawa yang beragama Islam. Teknik sampling menggunakan purposive sampling sejumlah 80 siswa. Karakteristik sampel yaitu berusia 10-14 tahun atau setingkat dengan pendidikan SMP, memiliki orang tua lengkap, beragama Islam dan orang asli Jawa yang tinggal di Surakarta. Alat pengumpul data yang digunakan adalah kuesioner terbuka dan wawancara sebagai data pendukung. Analisa data menggunakan teknik deskriptif. Disimpulkan bahwa remaja dengan konsep diri yang baik memiliki keluarga dengan komunikasi yang baik, terbuka dan kedekatan hubungan antar semua anggota keluarga, selain itu orang tua senantiasa memberikan dukungan baik secara moril maupun materiil, dalam bentuk perhatian, motivasi dan nasehat. Selain itu ajaran agama islam dan nilai Jawa yang baik juga diajarkan untuk mendukung berkembang konsep diri yang baik pada remaja.Kata kunci : Remaja, konsep diri dan dukungan keluargaAdolescence is a period which the self-concept developed. The self-concept is influenced by experiences and environmenal backgroud  where people live, include the culture and the religion professed by the family. The purpose of this research was to determine the role of family support and to describe the forms of family support in the establishment of adolescent’s self-concept is reviewed against the background of Javanese Muslim family. The sampling using purposive sampling techniques with 80 students, the characteristics of the sample are aged 10-14 years with secondary school education or equivalent, have complete parents, Muslim and native people who live in Java, Surakarta. Data collection tool used was an open questionnaire and interview. Data analysis technique is to describe the results of interpretation. It was concluded that adolescents with a good self-concept have a family with good communication, open and close relationship. Other than, the parent always give support both morally and materially, in term of attention, motivation and advice. In addition to the religious teachings of Islam and Javanese good value also taught to support the evolving concept of good self in adolescents.Key Word:  Adolescence, Self-Concept, Family Support
KECEMASAN BERTANDING PADA ATLET PON ACEHBERDASARKAN JENIS AKTIVITAS OLAHRAGA Zulfan Maulana; Maya Khairani
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 5 No. 1 (2017): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.851 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3814

Abstract

Kecemasan bertanding merupakan perasaan khawatir, gelisah, dan tidak tenang dengan menganggap pertandingan sebagai sesuatu yang membahayakan yang disertai dengan perubahan fisiologis. Sebagai seorang atlet yang memiliki tuntutan untuk berprestasi saat bertanding, kecemasan bertanding pada atlet menjadi salah satu kondisi yang sering dialami atlet yang memengaruhi penampilan atlet dalam menghadapi pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecemasan bertanding pada atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh ditinjau dari jenis aktivitas olahraga body contact dan non body contact. Sampel penelitian adalah atlet PON Aceh yang dipersiapkan untuk bertanding pada PON XIX Jawa Barat 2016 sebanyak 60 atlet (36 laki-laki dan 24 perempuan), yang berada pada rentang usia antara 17-28 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Sport Competition Anxiety Test (SCAT). Hasil analisis data menggunakan Independent Samples t-test dengan nilai signifikansi p=0.311 (p > 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaankecemasan bertanding pada atlet PON Aceh ditinjau dari jenis aktivitas olahraga. Kata kunci : Kecemasan Bertanding, Atlet, Pekan Olahraga Nasional.  Sport anxiety is a feeling of worry, nervous, and uneasy by assuming sport as something harmful followed by physiological changes. As an athlete who has demand of achievements, sport anxiety becomes a condition which often influences the athlete’s performance in facing sport. Based on that background, this research intended to determine the difference of sport anxiety toward the athletes of Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh based on types of sport activities: body contact and non body contact. The sample was 60 athletes (36 males dan 22 females) whom were prepared to compete in PON XIX West Java 2016 with aged range between 17-28 years old. The data was collected by using Sport Competition Anxiety Test (SCAT), and the data was analyzed by using Independent Samples t-test with p value 0.311 (p>0.05), which means there was no differences anxiety toward the athletes of PON Aceh based on the types of sport activities.   Keywords: Sport anxiety, athletes, Pekan Olahraga Nasional
PSYCHOLOGICAL READINESS & JOB READINESS TRAINING: UPAYA MEMBANGUN KESIAPAN SARJANA BARU UNTUK BEKERJA DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Marina Sulastiana; Rezki Ashriyana Sulistiobudi
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 5 No. 1 (2017): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.713 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3836

Abstract

Unemployment in Indonesia, especially in human resource competition of MEA era is not only occurring on low educated workforce, but also on higher educated (Bachelor). Whereas, “obtain jobs not more than 4 months after graduating” is one of the performance indicator in University,  Fresh Graduate should be the determinant of Organization’s/Company’s sustainability and development. They should have readiness to face the high work demands. Readiness at work,  consists of ability (job readiness) and willingness (psychological readiness). The need analysis on Fresh Graduates of PTN-X Bandung shows that most of them need proper training to increase their readiness in entering working world. Therefore, it is important to do readiness training which called “Psychological Readiness and Job Readiness Training” for Fresh Graduate of PTN- X in Bandung. This research is an action research with one group pretest–posttest design experimental approach. The result of this research shows that “Psychological Readiness & Job Readiness Training” program is effective and plays a role in  increasing Fresh Graduates’ readiness at work. The Increasing is more on  Willingness/Psychological Readiness aspect than Ability/Job Readiness aspect,  quite significantly in knowledge and the level of  readiness at work.Key words: Readiness at work, Willingness (Psychological Readiness), Ability (Job Readiness), Fresh Graduate  Pengangguran di Indonesia khususnya dalam persaingan tenaga kerja di era MEA tidak hanya terjadi pada angkatan kerja  berpendidikan formal yang rendah, namun juga pada sarjana.Padahal “mendapat pekerjaan tidak lebih dari 4 bulan sejak kelulusan” merupakan salah satu indikator kinerja Prodi Sarjana di Perguruan Tinggi. Sarjana baru seyogyanya termasuk Sumber Daya Manusia penentu keberlangsungan dan kemajuan organisasi/perusahaan. Mereka selayaknya memiliki  kesiapan ( Readiness) dalam bekerja,  untuk dapat menghadapi tuntutan kerja yang tinggi. Kesiapan dalam bekerja terdiri dari kemampuan/ Kesiapan tugas (ability/Job Readiness)  dan  kemauan/ Kesiapan Psikologis (willingness/Psychological Readiness). Analisis kebutuhan pada sarjana baru di PTN-X Bandung, memperlihatkan bahwa sebagian besar dari mereka  membutuhkan pelatihan yang dapat meningkatkan Kesiapan di pekerjaan. Oleh karena itulah penting mengadakan pelatihan Kesiapan dalam bekerja yang disebut  Psychological Readiness  and Job Readiness Training bagi sarjana baru di PTN-X. Kajian ini bersifat action research  dengan pendekatan eksperimental  one group pretest-posttest design.  Hasil kajian menunjukkan program Psychologocal Readiness & Job readiness Training efektif,  berperan terhadap peningkatan Kesiapan dalam bekerja sarjana baru, lebih menonjol pada aspek Kemauan/Psychological Readiness daripada aspek Kemampuan/Job Readiness, cukup signifikan peningkatan di segi pengetahuan maupun taraf kesiapan dalam bekerja.Kata kunci: Kesiapan dalam bekerja, kemauan (Kesiapan Psikologis), kemampuan (Kesiapan Tugas),   Sarjana baru. 
PENGEMBANGAN ALAT UKUR KEMATANGAN KARIR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Arie Rakhmat Riyadi
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 5 No. 1 (2017): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1230.795 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3837

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya data yang menunjukkan rendahnya kematangan karier siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Penyebabnya karena kebutuhan siswa terhadap bimbingan karier tidak selaras, sebab layanan tidak didasari oleh data akurat kematangan karier. Data tersebut tidak tersedia karena alat ukur yang teruji untuk mengungkap kematangan karier siswa SMA belum ada. Tujuan penelitian ini mengembangkan alat ukur kematangan karier siswa SMA yang teruji. Penelitian ini penelitian pengembangan dengan prosedur mencakup: penetapan sistem penyekoran, uji validitas, uji reliabilitas, pembuatan norma dan penyusunan manual. Objek penelitian ini dinamai Skala Kematangan Karier (SKK). Sampel adalah siswa kelas XI dari SMA berstatus negeri dan swasta yang berlokasi di perkotaan, transisi, dan pedesaan, dengan total sampel 461 siswa. Penelitian menghasilkan SKK dua format, yakni format 1 dan format 2. Format 1 terdiri dari 48 butir multiple-choice dengan indeks reliabilitas tinggi (0.766) pada SEM sebesar 3.109, dan 4 butir soal esei dengan indeks reliabilitas sedang (0.684) pada SEM sebesar 1.186. Kemudian format 2 terdiri dari 38 butir soal berbentuk skala penilaian dengan lima pilihan yang memiliki indeks reliabilitas tinggi (0.807) pada SEM sebesar 7.969. SKK tersebut didampingi oleh seperangkat manual yang diperuntukkan bagi pengguna. Kata kunci: alat ukur, kematangan karier, siswa SMA. This research is motivated by the amount of data that show low career maturity of high school students. The reason was the career guidance are not aligned with the needs of students, it because the service is not based on accurate data of career maturity. The data is not available because the gauge tested to reveal the career maturity of high school students have not been exist. The research purposed to develop measurement tools. This developmental research covers certain procedure: scoring system, validity, reliability, norming and manual drafting. The object named Career Maturity Scale (CMS). The sample is class XI students from public schools and private located in urban areas, transitions, and rustic, with a total 461 students. The result, SKK built in two formats. Format 1 consists of 48 multiple-choice items with high reliability index (0.766) on SEM for 3.109, and four items essay with moderate reliability index (0.684) on SEM for 1.186 , Then the second format consists of 38 items shaped grading scale with five options that have a high reliability index (0.807) on SEM for 7.969. SKK was accompanied by a set of manuals intended for the user. Keywords: measurement instrument, career maturity, high school students.
PROFIL KECERDASAN SOSIAL SISWA SMA DI KOTA BANDUNG DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENYELENGGARAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Nurul Afrianti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 5 No. 1 (2017): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.164 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3838

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan remaja untuk dapat diterima oleh lingkungannya. Remaja yang dapat diterima oleh lingkungan adalah remaja yang memiliki kecerdasan sosial. Kecerdasan sosial menjadi penting karena pada dasarnya remaja tidak dapat hidup sendiri. Banyak kegiatan dalam hidup terkait dengan orang lain. Remaja yang gagal mengembangkan kecerdasan sosialnya akan mengalami banyak hambatan dalam dunia sosial. Akibanya mereka mudah tersisihkan secara sosial. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran keterampilan sosial siswa SMA di kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Dengan sampel sebanyak 548 siswa. Penelitian ini menggunakan alat ukur Skala Kecerdasan Sosial (SKS) yang dikembangkan peneliti dan terdiri dari 38 butir soal dengan empat jawaban pilihan.  Indeks reliabilitas sebesar 0.796 dan SEM (Standar Error Measurement) sebesar 4.302. Secara umum profil kecerdasan sosial pada tiap dimensi yaitu social insight, social sensitivity, dan social communication pada sampel penelitian berada pada kategori sedang. Kata kunci: keterampilan sosial, social insight, social sensitivity, social communication. This research based on the needs of adolescents to be accepted by the environment. Adolescent can be accepted by the environment are who have social intelligence. Social intelligence becomes important because basically adolescent can not live alone. Many activities in life associated with other people. Adolescent who fail to develop social intelligence will face many obstacles in the social world. Akibanya they are easily marginalized socially. The study is to describe the social skills of high school students in the city of Bandung. The method used is descriptive method. With a sample of 548 students. This study uses a measurement tool Social Intelligence Scale developed researcher and consisted of 38 items with four answer choices. Reliability index for 0796 and SEM (Standard Error Measurement) amounted to 4,302. In general, social intelligence profiles on each dimension, namely social insight, social sensitivity, and social communication in the study sample were in the moderate category. Keyword: social intelligence, social insight, social sensitivity, social communication.
JOB PERFORMANCE DITINJAU DARI IKLIM ORGANISASI DAN CULTURAL VALUE SUKU BATAK Nenny Ika Putri Simarmata; Anissa Lestari Kadiyono; Hendriati Agustiani; Diana Harding
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 5 No. 1 (2017): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.565 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3839

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil dari penelitian awal yang dilakukan oleh peneliti tentang Job performance pada pegawai pemerintah di 2 Kabupaten di Sumatera Utara.   Penelitian ini  menganalisis pengaruh iklim organisasi terhadap job performance. Teknik pengumpulan data menggunakan angket model rating scale dengan skor yang terentang antara 1 sampai dengan 4. Responden adalah 115 orang  Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Humbahas dan Kabupaten Tobasa. Teknik analisis data menggunakan regresi. Hasil penelitian menunjukkan iklim organisasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap job performance. Penelitian dengan pendekatan kualitatif juga dilakukan dengan menggunakan metode wawancara untuk menggali persepsi  pegawai pemerintah mengenai konsep 3H. Peneliti menemukan bahwa  nilai yang selama ini dianut oleh masyarakat suku Batak yaitu nilai “kekayaan, anak, kehormatan” (Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon – 3H) telah dijadikan falsafah dan menjadi cita-cita setiap masyarakat suku Batak secara turun menurun. Peneliti melihat bahwa nilai 3H ini menjadi pendorong bagi semangat kerja masyarakat suku Batak sehingga akhirnya rela bekerja keras demi meraih 3H. Hal ini tentu saja berkontribusi terhadap meningkatnya job performance secara khusus dimensi contextual performance Pegawai Negeri Sipil Kata kunci: iklim organisasi, job performance, cultural value, suku BatakAbstractThis is a preliminary research about job performance on government office in the District of North Sumatera. This research was conducted at 2 regency in North Sumatra, that is Humbahas and Samosir. This study also analyzes the influence of organization climate on job performance. A climate organization and  job performance questionnaire were used as measuring instruments with a score between 1 and 4. The respondents were 115 people. Data were analyzed using regression. The results showed that organizational climate had a positive and significant effect on job performance. Researchers also found that the value of  Bataknese people which is "wealth, children, honor" (Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon - 3H) was used as the philosophy and the ideals of any society from one generation to the Bataknese. The researchers noticed that the this value  become a booster to work hard in order to achieve 3H. This might be have a contribution to the increase of  job performance specially in government employees’s contextual performance. Keywords: climate organization, job performance, cultural value, Bataknice
HUBUNGAN SELF CONTROL DENGAN PERILAKU CYBERLOAFING PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL Noratika Ardilasari
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 5 No. 1 (2017): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1221.247 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3882

Abstract

Terbaginya konsentrasi pegawai negeri sipil bagian administrasi dalam menyelesaikan tugasnya disebabkan oleh fasilitas internet yang tidak terbatas. Perilaku cyberloafing merupakan segala bentuk perilaku pegawai menggunakan internet instansi untuk tujuan pribadi saat jam kerja. Self control adalah salah satu faktor internal individu yang menyebabkan munculnya perilaku cyberloafing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self control dengan perilaku cyberloafing. Metode penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan alat ukur skala perilaku cyberloafing dan skala self control. Jumlah subjek sebanyak 90 orang pegawai negeri sipil bagian administrasi di Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga di Kota Malang yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang terjadi antara self control dengan perilaku cyberloafing (r= -0,206 dan p= 0,049) dibuktikan dari hasil perhitungan product moment pearson. Hal ini berarti semakin rendah self control yang dimiliki pegawai negeri sipil maka semakin tinggi perilaku cyberloafing yang dilakukan. Kata kunci: Perilaku cyberloafing, self control, Pegawai Negeri Sipil administrasi Devided the concentration administration civil servant completing the job caused by unlimited internet facility Cyberloafing is any behaviors of employees that using their companies internet for personal purpose during office hours. Self control is one of the individual internal factor that causes cyberloafing. The purpose of this study was to determine the relationship self control with cyberloafing. Method of the research is quantitative correlation with the instrument about cyberloafing behaviour scale and self control scale. Quantity of subject is about 90 people civil servants of administration from Agricultural department, Education department, Transportation Department, Health department and Youth and sports department in Malang city with purposive sampling technique. The results showed there was a negative correlation between self control with the cyberloafing behavior (r= -0,206 and p= 0,049) from the calculation of product moment pearson. This means the low self control owned civil servant the higher cyberloafing behaviour done. Keywords: Cyberloafing behavior, self control, civil servant of administration