cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
PENGARUH RESILIENSI TERHADAP DISTRES PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA Azzahra, Fatimah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.917 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3883

Abstract

Distres psikologis merupakan keadaan negatif kesehatan mental yang mempengaruhi individu baik secara langsung maupun tidak langsung dan berkaitan dengan kondisi kesehatan fisik dan mental lainnya. Distres psikologis yang dialami mahasiswa tersebut tidak sedikit yang berdampak pada kesehatan fisik maupun mental dan bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh resiliensi terhadap distres psikologis mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan Kessler Psychological Distress Scale (K10) dan Connor Davidson Resilience Scale (CDRISC 25) yang diberikan kepada 342 mahasiswa. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi memberikan pengaruh negatif sebesar 3.6% yang artinya semakin tinggi resiliensi maka semakin rendah distres psikologis, dan semakin rendah resiliensi maka semakin tinggi distres psikologis.Kata Kunci: Resiliensi, Distres Psikologis, Mahasiswa.Psychological distress is a negative situation  that affects the mental health of individuals either directly or indirectly and relates to the physical and mental health conditions among others. Psychological distress experienced by these students have an impact on their physical health as well as mental and even death. This research aims to discover the influence of resilience against psychological distress at students. Data collection using the Kessler Psychological Distress Scale (K10) and Connor Davidson  Resilience  Scale  (CDRISC  25) given to 342 students. Data analysis using simple linear regression analysis techniques. The results showed that resilience gives 3.6% negative influence, meaning the higher the resilience, the lower the psychological distress, and the lower the resilience the higher the psychological distress.Key Words: Resilience, Psychological Distress, Student
PELATIHAN ASERTIVITAS NORMATIF TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA WANITA BERMASALAH SEBAGAI UPAYA PREVENTIF Nasri, Deni; Koentjoro, Koentjoro
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.064 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3532

Abstract

Remaja merupakan salah satu tahap perkembangan yang memiliki ciri khas di dalam tahap perkembangannya, salah satunya yaitu berkaitan dengan relasi dengan lawan jenis. Dewasa ini bentuk relasi lawan jenis di kalangan remaja sudah semakin mengkhawatirkan, dimana mengarah pada perilaku seksual pranikah. Aspek kepribadian yang erat kaitannya dengan asertivitas memegang peranan penting dalam perkembangan perilaku seksual remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengurangi perilaku seksual pranikah pada wanita dengan pelatihan asertivitas normative sebagai upaya preventif. Metode penelitian menggunakan metode action research dengan subjek yaitu kelayan Panti ?X? Yogyakarta.   Skala yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan skala asertivitas yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Analisis data dengan menggunakan paired sample t-test dan hasilnya menunjukkan bahwa terjadi penurunan perilaku seksual pranikah dan peningkatan asertivitas pada subjek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa wanita yang mengikuti pelatihan asertivitas normatif mengalami penurunan perilaku seksual pranikah dan peningkatan asertivitas.Kata kunci: Pelatihan asertivitas normatif, perilaku seksual pranikahTeen was one stage of development that has a characteristic in its development stages, one of which is related to relationships with the opposite sex. Today the relations of the opposite sex among teenagers were increasingly worrying, which leads to premarital sexual behavior. Aspect of personality that was closely related to assertiveness plays an important role in the development of adolescent sexual behavior. The purpose of this research is to reduce premarital sexual behavior in women with normative assertiveness training as preventive efforts. Research methods using action research with the subject were kelayan Panti "X" Yogyakarta. The scale used to collect data with assertiveness scale given before and after training. Analysis of the data by using a paired sample t-test and the results showed that a decline in premarital sexual behavior and increased assertiveness on the subject of research. Based on the result of study concluded that women who followed a normative assertiveness training decreased premarital sexual behavior and increased assertiveness. Keyword: Assertiveness normative training, pre-marriage sexual behavior
CRITICAL-THINKING ASSESSMENT TABLE: A NOVEL STRATEGY TO FOSTER STUDENTS’ CRITICAL THINKING DISPOSITIONS Sulaiman, Ahmad
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.544 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.5892

Abstract

Abstrak. Disposisi berfikir-kritis adalah aspek penting dalam diri siswa yang mendorong mereka untuk berfikir-kritis baik dalam kehidupan akademik dan sehari-hari. Sayangnya, para peneliti menaruh perhatian yang begitu kecil kepada disposisi berfikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji coba suatu strategi baru untuk menumbuhkan disposisi berfikir-kritis tiga mahasiswa pascasarjana Indonesia. Strategi itu direpresentasikan dalam sebuah tabel yang berisi kriteria berfikir-kritis dan fase regulasi diri berfikir-kritis. Strategi tersebut bertujuan untuk menjadikan eksplisit sekaligus melatih metakognisi dan regulasi diri siswa dalam proses berfikir kritis. Nilai yang didapat dari skala disposisi berfikir-kritis menunjukkan bahwa intervensi berhasil meningkatkan disposisi berfikir kritis pada siswa. Sementara itu, interview mengungkap beberapa temuan yang berharga mengenai kesulitan pembelajaran siswa dan bagaimana intervensi telah berhasil membuat siswa menyadari proses berfikirnya disamping, melatih metakognisi dan regulasi diri mereka. Keterbatasan dan implikasi dari strategi ini akan didiskusikan lebih lanjut.Kata kunci: disposisi berfikir kritis, regulasi diri, metakognisiAbstract. Critical-thinking dispositions are integral to drive and maintain students? use of critical-thinking in their academic and daily life setting. Yet, critical-thinking dispositions have received small attention from researchers. The present study developed and tested a novel strategy aimed to foster three Indonesian Master Students? critical-thinking dispositions. The strategy represented by a table consisting of a set of critical-thinking criteria and phases of critical-thinking self-regulation. The strategy intended to make explicit and to enhance the students? metacognition and self-regulation in the process of critical-thinking. Scores retrieved from critical-thinking dispositions scale shows that the intervention successfully increased the overall students? level of critical-thinking dispositions. The qualitative data from individual interviews revealed some valuable insights about the students? learning difficulties and that the strategy successfully made students aware of their thinking process and reinforced the students? metacognition and self-regulation process. The limitation and implication of the strategy are discussed.Keywords: critical-thinking dispositions, self-regulation, metacognition
PENGASUHAN IBU BERKARIR DAN INTERNALISASI NILAI KARIR PADA REMAJA Puspita Dewi, Eva Meizara
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.381 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persepsi remaja terhadap wanita karier sebagai dampak dari pengasuhan yang selama ini dirasakannya dan akan menjadikan nilai-nilai yang terinternalisasi dalam diri ketika kelak dewasa nanti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subyek penelitian sebanyak 29 mahasiswa dan mahasiswi psikologi. Pengambilan data dengan cara angket terbuka dan FGD Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitas lebih banyak yang memiliki persepsi positif dibandingkan yang negative. Terbentuknya persepsi ini sangat tergantung pada bagaimana ibu mampu mengatur waktu dan perhatiannya antara keluarga dan pekerjaannya. Dampak positif dan negative dirasakan oleh semua subyek. Nilai yang terinternalisasi bagi remaja laki-laki yang memiliki persepsi positif dan mampu mengolah dampak dengan baik maka akan mengijinkan istrinya untuk berkarier dan sebaliknya. Sementara untuk remaja perempuan akan memotivasi dirinya kelak akan menjadi wanita karier.    Kata kunci: Pengasuhan, ibu berkarier, remaja   This research aims to reveal the adolescent 's perception of the career woman as a result of parenting that has been felt and will make the values ??are internalized within one day when I grow up . This research used qualitative methods to research  subjects were 29 male and female students of psychology.Maked of data by means of an open questionnaire and FGD. The results showed that more Quantitatively who have positive perceptions than the negative. The formation of this perception is highly dependent on how the mother is able to regulate of time and attention between family and her work. Positive and negative impact felt by all subjects. But the deciding factor this may be a conflict or a family would be a challenge to complete is dependent on how mothers adjust both their role and support of her husband. Internalized values ??for young men who have a positive perception of the impact and able to process well then be allow her to pursue a career and vice versa. As for the teen girls will motivate him will become a career woman.   Keywords:  Parenting, career mother, adolescent  
KEBERSYUKURAN DAN KESEPIAN PADA LANSIA YANG MENJADI JANDA/DUDA Novitasari, Resnia; Aulia, Diah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1132.387 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v7i2.8951

Abstract

Abstrak. Kesepian merupakan permasalahan psikologis yang berdampak negatif bagi perkembangan lansia. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang bertujuan untuk menelaah peran dari kebersyukuran terhadap kesepian pada lansia yang telah menjanda dan menduda. Penelitian ini melibatkan 82 orang lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan rentang usia 60-90 tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) dan UCLA Loneliness Scale (Version 3). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman?s Rho menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara kebersyukuran dan kesepian. Semakin tinggi tingkat kebersyukuran pada lansia maka semakin rendah kesepian yang dirasakan, begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini diterima.Kata kunci: duda, janda, kebersyukuran, kesepian, lansiaAbstract. Loneliness is one of the psychological issues that impacted negatively on elderly development. This study is a survey study that examines the role of gratitude towards loneliness in the elderly who have been widowed. This study proved 82 elderly people obtained from a purposive sampling technique with the age ranged from 60-90 years. The measuring instrument used in this study is the Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) and the UCLA Loneliness Scale (Version 3). Data analysis was tested by Spearman?s rho correlation test showed a significant negative correlation between gratitude and loneliness. The higher the gratitude, the lower the loneliness for the elderly, and vice versa. Thus, the hypothesis in this study was accepted.Keywords: gratitude, loneliness, elderly, widowed Abstract. Loneliness is one of the psychological issues that impacted negatively on elderly development. This study is a survey study that examines the role of gratitude towards loneliness in the elderly who have been widowed. This study proved 82 elderly people obtained from a purposive sampling technique with the age ranged from 60-90 years. The measuring instrument used in this study is the Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) and the UCLA Loneliness Scale (Version 3). Data analysis was tested by Spearman?s rho correlation test showed a significant negative correlation between gratitude and loneliness. The higher the gratitude, the lower the loneliness for the elderly, and vice versa. Thus, the hypothesis in this study was accepted.
PELATIHAN MANAJEMEN DIRI DENGAN PENDEKATAN CHOICE THEORY UNTUK MENURUNKAN KECENDERUNGAN MEROKOK PADA REMAJA Mariyati, Lely Ika
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.607 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i1.1773

Abstract

Sering kali remaja awal melakukan tindakan maladaptif, seperti merokok. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh pelatihan managemen diri dengan pendekatan choice theory terhadap kecenderungan merokok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental dengan randomize pretest posttest group design. Teknik sampling menggunakan simpel random sebanyak 26 siswa dengan randomassigment untuk 13 siswa kelompok eksperimen dan 13 siswa kelompok kontrol. Analisa data menggunakan analisis kovarian (anakova). Hasil analisa menunjukkan bahwa(F = 6,287; ? = 0,02; ? < 0,05; ? = 0,215), sedangkan pada uji anakova untuk data follow up(F = 7,223; ? = 0,013; ? < 0,05; ? = 0,239), Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kecenderungan perilaku merokok yang mendapatkan perlakuan pelatihan managemen diri dengan pendekatan choice theory dengan yang tidak perlakuan pelatihan managemen diri dengan pendekatan choice theory dengan melakukan kontrol terhadap kecenderungan perilaku merokok sebelum perlakuan. Katakunci:Pelatihan managemen diri, choice theory, kecenderungan merokok More often the early adolescents do maladaptive behaviour, one of them is smoking. The purpose of this research was to know there were the influence of self management with choice theory approach to the smoking preference. This research was used experimental quantitative approach with randomized pretest-posttest group design. Sampling technique was used simple random for 26 students and random assignment for 13 students for experiment group and 13 students for control group. Data was analyzed by covarians analysis. The result of analyzed showed that (F=6,287; ; ? = 0,02; ? < 0,05; ? = 0,215), and anacova test for the follow up data (F = 7,223; ? = 0,013; ? < 0,05; ? = 0,239).   It was showed  there were differences smoking preference behaviourwho got self management training with choice theory approach with who didn?t get self management training with choice theory approach with controlled to the smoking preference behaviour before the treatment.  Keywords: Self management training, choice theory, smoking preference in early adolescents.
DUKUNGAN SOSIAL TEMAN VIRTUAL MELALUI MEDIA INSTAGRAM PADA REMAJA AKHIR Rahmawati, Ainun; Nurhamida, Yuni
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.987 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i1.5534

Abstract

Abstrak. Remaja akhir sendiri memiliki kebutuhan untuk berkomunikasi dengan teman sebaya, sehingga media instagram menjadi kebutuhan sehari-hari. Media instagram merupakan kemajuan teknologi yang perlahan menggeser sosialisasi secara langsung menjadi virtual. Dukungan sosial teman virtual yaitu dukungan sosial yang didapat melalui dunia maya. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan dukungan sosial teman virtual melalui media instagram. Subjek penelitian berjumlah 428 mahasiswa dengan metode pengambilan data purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisoner berdasarkan bentuk dukungan yaitu bentuk dukungan sosial instrumental, informasional, emosional, penghargaan diri dan jaringan sosial. Hasil dari penelitian ini yaitu bentuk dukungan tertinggi pada dukungan instrumental berjumlah 86,9 %, urutan kedua yaitu bentuk dukungan informasional berjumlah 79,7 %, urutan ketiga yaitu bentuk dukungan jaringan sosial berjumlah 56,5 %, diurutan keempat bentuk dukungan penghargaan berjumlah 34,8% dan diuruta kelima bentuk dukungan emosional berjumlah 23,6 %. Kata kunci : dukungan sosial teman virtual, instagram, remaja akhir Abstract. Late teens themselves have a need to communicate with peers, so that instagram media into their daily needs. Media instagram is slowly shifting technological advances directly into a virtual socialization. Social support virtual friends that social support is obtained through cyberspace. The purpose of this study to describe the social support virtual friends via instagram media. Subjects numbered 428 students with purposive sampling method of data collection. Collecting data in this study using a questionnaire based on the form of support is a form of social support instrumental, informational, emotional, self-esteem and social networks. Results from this research that the highest form of support in instrumental support amounted to 86.9%, The second sequence that forms informational support amounted to 79.7%, the third is a form of social networking support amounted to 56.5%, in fourth form of support awards amounted to 34.8% and the fifth in the form of emotional support amounted to 23.6%. Keywords: social support virtual friends, instagram, late adolescence
MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KINERJA GURU YANG SUDAH DISERTIFIKASI Surya Wardana, Dendik
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.733 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1361

Abstract

Guru dituntut memiliki kinerja yang mampu memberikan dan merealisasikan keinginan semua pihak terutama masyarakat untuk membina anak didik. Untuk meningkatkan kinerja dan kualitas guru, pemerintah memberlakukan UU No. 14 Tahun 2005 tentang sertifikasi Guru dan Dosen, namun kinerja guru yang sudah sertifikasi masih belum memuaskan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah motivasi berprestasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dengan kinerja guru yang sudah disertifikasi. Subjek penelitian 110 guru yang sudah disertifikasi di kecamatan Sumberbaru Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu skala motivasi berprestasi dan skala kinerja. Teknik analisa data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan sangat signifikan antara motivasi berprestasi dengan kinerja dengan nilai koefisien korelasi (r) = 0,636. Koefisien determinasi (R2) = 0,877 dan probabilitas kesalahan (p) = 0,000. Adapun sumbangan efektif motivasi berprestasi terhadap kinerja sebesar 87,7% sisanya sebesar 12,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata kunci: Motivasi Berprestasi, Kinerja, Sertifikasi GuruTeacher is demanded has performance that can give and realize hope of all party especially society to guide pupil. To increase performance and teacher quality, government apply law 14 in 2005 about teacher and lecturer certification, but teacher performance that pass certification has not satisfy yet. One factor that influence performance is achievement motivation. This research used quantitative research type to know correlation between achievement motivations and performance of the certified teacher. The sample is 110 certified teachers at district Sumberbaru-Jember. Techniques sampling used purposive sampling. Instrument for collecting the data used achievement motivation scale and performance scale. Techniques of data analysis used correlation of product moment. The result revealed positive correlation and very significant between achievement motivation and performance, with correlation coefficient value (r)=0,636. Determination coefficient (R2)=0,877 and level of significance (p)=0,000. This result showed achievement motivation effective contribution towards performance is 87,7%, and the( 12,3%) is influenced by other variable doesn't examine in this research.Keywords: Achievement Motivation, Performance, Teacher Certification
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PADA SISWA SEKOLAH DASAR Nataliya, Prima
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.303 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3536

Abstract

Teknik pembelajaran yang aktif merupakan cara kreatif untuk meningkatkan perhatian, motivasi, keterlibatan siswa, dan dianggap membantu proses belajar di kelas sehingga perlu diterapkan dalam proses pembelajaran khususnya untuk menunjang kemampuan berhitung pada siswa sekolah dasar. Proses pembelajaran yang aktif tidak terlepas dari media pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar diantaranya adalah permainan tradisional congklak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran permainan tradisonal congklak untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa SD. Jumlah subjek dalam penelitian sebanyak 13 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rata-rata kemampuan berhitung siswa SD sebelum dan setelah diberikan media pembelajaran berupa permainan tradisional congklak (t = -5,776 ; p = 0,000 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran permainan tradisional congklak efektif untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa SD.Kata kunci: Media pembelajaran, permainan tradisional, congklak, kemampuan berhitungAn active learning is how to raise concerns, creative the motivation, students, and considered aiding a learning process in classes and be applied within the process of learning especially for supporting computation capabilities in elementary school students. A learning process that is active learning cannot be separated from the media used in the process learn of them are traditional games congklak. The purpose of this research is to know the effectiveness of the media of learning the game traditional congklak to improve computation capabilities primary school student. The subject for this research are 13 students using purposive techniques of sampling. The research results show there is a difference in the average capability counting of primary school students before and after these media learning to traditional games congklak, with a value of t = -5,776  and value of p = 0,000 < 0.05. This shows that leraning media the traditional game congklak effective to improve computation capabilities primary school student. Keywords: Learning media, traditional game, congklak, computation capabilities
GAME THERAPY UNTUK MENINGKATKAN SENSE OF BELONGING ANAK PANTI ASUHAN Muhaeminah, Muhaeminah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.936 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2125

Abstract

Sense of belonging dapat diartikan sebagai perasaan seolah berada di ?rumah? dimana seseorang dapat merasakan dirinya dihargai dan diterima seutuhnya serta merasakan kecocokan. Tema ini menjadi menarik untuk dibahas ketika subjek penelitian adalah anak-anak yang bertempat tinggal di panti asuhan, mengingat kondisi keluarga mereka yang sesungguhnya tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan belonging. Kurangnya sense of belonging dapat diatasi, salah satunya dengan pemberian game therapy. Game therapy berdasarkan unsur terapiutiknya secara langsung berkaitan erat dengan aspek yang membangun sense of belonging. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan efektivitas game therapy dalam rangka meningkatkan sense of belonging anak panti asuhan Nurul Abyadh Malang. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain control group pre-test post-test. Dari hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat sense of belonging yang signifikan antara kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol setelah diberi perlakuan berupa game therapy dengan nilai Z = -2.759 dan p = 0.006 (p < 0.05). Kelompok eksperimen memiliki tingkat sense of belonging yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Dengan demikian, diperoleh bahwa game therapy dapat digunakan untuk meningkatkan sense of belonging.   Kata kunci: Game therapy, sense of belonging, panti asuhan, anak   Sense of belonging can be defined as a person?s feeling at ?home? whereby a person completely being respected, accepted, and feel fit in. This topic become more interesting because of the subjects in this research are children who live in an orphanage, because the condition of their real family did not good enough to fill their need. The lack of sense of belonging can be covered during game therapy. There are some of more prominent therapeutic facets of game therapy that links to promote sense of belonging?s aspects. This research aims to prove the effectivity of game therapy to increase sense of belonging of children who live at Nurul Abyadh Orphanage of Malang. This research is experiment research and categorizing as control group pre-test post-test design. The results show that value of Z = -2.759 and p = 0.006 (p < 0.05), suggesting that there is a significant difference in sense of belonging between experimental group and control group after being given treatment. The experimental group sense of belonging level is higher than the control group. Thus, the research proves that game therapy can be used to increase sense of belonging.   Keywords:  Game therapy, sense of belonging, orphanage, children

Page 6 of 44 | Total Record : 433