cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
PSYCHOLOGICAL READINESS & JOB READINESS TRAINING: UPAYA MEMBANGUN KESIAPAN SARJANA BARU UNTUK BEKERJA DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Sulastiana, Marina; Sulistiobudi, Rezki Ashriyana
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.713 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3836

Abstract

Unemployment in Indonesia, especially in human resource competition of MEA era is not only occurring on low educated workforce, but also on higher educated (Bachelor). Whereas, ?obtain jobs not more than 4 months after graduating? is one of the performance indicator in University,  Fresh Graduate should be the determinant of Organization?s/Company?s sustainability and development. They should have readiness to face the high work demands. Readiness at work,  consists of ability (job readiness) and willingness (psychological readiness). The need analysis on Fresh Graduates of PTN-X Bandung shows that most of them need proper training to increase their readiness in entering working world. Therefore, it is important to do readiness training which called ?Psychological Readiness and Job Readiness Training? for Fresh Graduate of PTN- X in Bandung. This research is an action research with one group pretest?posttest design experimental approach. The result of this research shows that ?Psychological Readiness & Job Readiness Training? program is effective and plays a role in  increasing Fresh Graduates? readiness at work. The Increasing is more on  Willingness/Psychological Readiness aspect than Ability/Job Readiness aspect,  quite significantly in knowledge and the level of  readiness at work.Key words: Readiness at work, Willingness (Psychological Readiness), Ability (Job Readiness), Fresh Graduate  Pengangguran di Indonesia khususnya dalam persaingan tenaga kerja di era MEA tidak hanya terjadi pada angkatan kerja  berpendidikan formal yang rendah, namun juga pada sarjana.Padahal ?mendapat pekerjaan tidak lebih dari 4 bulan sejak kelulusan? merupakan salah satu indikator kinerja Prodi Sarjana di Perguruan Tinggi. Sarjana baru seyogyanya termasuk Sumber Daya Manusia penentu keberlangsungan dan kemajuan organisasi/perusahaan. Mereka selayaknya memiliki  kesiapan ( Readiness) dalam bekerja,  untuk dapat menghadapi tuntutan kerja yang tinggi. Kesiapan dalam bekerja terdiri dari kemampuan/ Kesiapan tugas (ability/Job Readiness)  dan  kemauan/ Kesiapan Psikologis (willingness/Psychological Readiness). Analisis kebutuhan pada sarjana baru di PTN-X Bandung, memperlihatkan bahwa sebagian besar dari mereka  membutuhkan pelatihan yang dapat meningkatkan Kesiapan di pekerjaan. Oleh karena itulah penting mengadakan pelatihan Kesiapan dalam bekerja yang disebut  Psychological Readiness  and Job Readiness Training bagi sarjana baru di PTN-X. Kajian ini bersifat action research  dengan pendekatan eksperimental  one group pretest-posttest design.  Hasil kajian menunjukkan program Psychologocal Readiness & Job readiness Training efektif,  berperan terhadap peningkatan Kesiapan dalam bekerja sarjana baru, lebih menonjol pada aspek Kemauan/Psychological Readiness daripada aspek Kemampuan/Job Readiness, cukup signifikan peningkatan di segi pengetahuan maupun taraf kesiapan dalam bekerja.Kata kunci: Kesiapan dalam bekerja, kemauan (Kesiapan Psikologis), kemampuan (Kesiapan Tugas),   Sarjana baru. 
GAMBARAN PENERAPAN THERAPEUTIC ASSESSMENT DALAM PENANGANAN SUBJEK DENGAN SOCIAL ANXIETY AND PHOBIA Ivanti, Adriatik Ivanti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.474 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i1.2812

Abstract

Anak dengan social anxiety and phobia memiliki keterampilan sosial, penyesuaian diri, dan manajemen emosi yang kurang. Untuk mengatasi kondisi tersebut dibutuhkan terapi yang dapat menurunkan kecemasan dan rasa takut. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran therapeutic assessment dengan menggunakan teknik papan catur dan teknik palm safety net. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan satu orang subjek penelitian berusia 6 tahun yang memiliki social anxiety and phobia. Hasil penelitian menemukan bahwa teknik papan catur tidak dimainkan seperti permainan pada umumnya namun papan catur dan pion menjadi refleksi atas kondisi subjek. Subjek dan peneliti menggerakkan pion seraya peneliti memberikan penguatan psikologis kepada subjek. Teknik palm safety net diberikan untuk mengurangi kecemasan. Subjek diminta untuk mencetak tangannya dan mengidentifikasi lima aktivitas atau benda yang menyenangkan. Dalam proses mengerjakan karya subjek sekaligus diberikankonseling dan penguatan mengenai cara-cara mengurangi kecemasan ketika menghadapi situasi baru. 
KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN Lesmana, Danar
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.928 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i1.1778

Abstract

Usia dewasa akhir merupakan masa di mana individu mencapai puncak karir dalam bekerja yang pada akhirnya akan segera pensiun. Seringkali masa pensiun telah menimbulkan kecemasan pada individu karena ketidakmampuan individu dalam menerima kenyataan yang ada. Kurangnya penerimaan kondisi dan pemahaman makna pada masalah yang terjadi disebabkan oleh faktor tingkat kecerdasan spiritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecerdasan spiritual dengan kecemasan menghadapi masa pensiun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan menggunakan 64 orang pegawai negeri sipil sebagai subjek . Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa korelasi product moment dari Pearson?s. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif yang signifikan  (r=-0,734 ; p/sig=0,000) antara kecerdasan spiritual dengan kecemasan menghadapi masa pensiun. Katakunci: Kecerdasan spiritua, kecemasan menghadapi masa pensiun   Late adulthood is a time when individuals reach a career peak in the work that will eventually retire soon. Often retirement has caused anxiety in individuals due to the inability of the individual to accept the existing fact. Lack of acceptance of the conditions and understanding the meanings of the problems that occur due to levels of spiritual intelligence. The purpose of this study was to determine the relationship of spiritual intelligence with anxiety retirement. This research is quantitative. The sampling technique used was purposive sampling and using 64 civil servants as a subject. The result obtained from this study is that there is a significant negative correlation (r=-0,734 ; p/sig=0,000) between spiritual intelligence with anxiety retirement. Keyword: Spiritual intelligence, retirement anxiety
KUALITAS HIDUP LANSIA DITINJAU DARI SABAR DAN DUKUNGAN SOSIAL Sari, Devi Maya Puspita; Lestari, Canina Yustisia Dwi; Putra, Evan Chairul; Nashori, Fuad
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10050.556 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.5341

Abstract

Abstrak. Lanjut usia merupakan salah satu masa perkembangan yang ditandai dengan menurunnya fungsi fisik, psikologis, dan sosial. Penurunan fungsi tersebut dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, diperlukan sebuah dukungan sosial dan strategi koping dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Strategi koping yang dapat digunakan adalah sabar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara sabar dan dukungan sosial terhadap kualitas hidup lansia di Yogyakarta. Subjek penelitian berjumlah 24 laki-laki dan 34 perempuan yang diperoleh dengan purposive sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan The World Health Organization Quality of Life (WHOQOL) skala sabar, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Analisis data menggunakan analisis regresi berganda dan korelasi pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa sabar dan dukungan sosial berkorelasi positif dengan kualitas hidup lansia. Dengan kata lain, kualitas hidup dapat diprediksi berdasarkan kesabaran dan dukungan sosial.Kata kunci: kualitas hidup, sabar, dukungan sosial, lansia Abstrack. Elderly is one of development periods characterized by physical, psychological, and social degeneration that can decrease the quality of life. Quality of life can be improved by social support and sabr as a coping strategy to overcome the problems that occur in elderly periods. This research aimed to analyze the correlation between sabr and social support with quality of life of elders in Yogyakarta. The number of subjects is 24 men and 34 women which is chosen by purposive sampling. Data was collected by The World Health Organization Quality of Life (WHOQOL), patience instrument, and Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Multiple linear regression was used to analyze multivariate correlation and pearson correlation was used to analyze the bivariate correlation. This suggest that there was a significant positive correlation between sabr, social support and quality of life of elders. In the other words, quality of life can be predicted based on sabr and social support. Keyword : Quality of life, Patience, Social Support, Elderly
MENILIK PERASAAN TERANCAM BAHAYA KEJAHATAN KRIMINAL Viatrie, Diantini Ida
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.805 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2132

Abstract

Ketakutan pada bahaya kejahatan kriminal (fear of crime) tentu mengurangi tingkat kesejahteraan psikologis dan dapat menurunkan intensitas interaksi social. Pada kelompok dewasa, banyak variable lain yang ikut mempengaruhi tingkat fear of crime seperti usia, status social ekonomi dan etnisitas. Penelitian ini menggambarkan ketakutan remaja pada kejahatan kriminal dan kegemaran mereka pada berita kriminal. Subjek penelitian adalah 151 remaja berusia 15 ? 20 tahun di kota Malang. Mereka menjawab lima pertanyaan dimana tiga pertanyaan berupa pertanyaan tertutup dan dua lainnya adalah pertanyaan terbuka.Kelima pertanyaan ini berhubungan dengan perasaan ketakutan. Hasilnya mengindikasikan bahwa sebagian besar informan perempuan merasa ketakutan. Namun pada informan laki-laki, hanya separuh dari mereka yang merasa takut. Informan  laki-laki maupun perempuan lebih suka membaca berita non-kriminal. Sekolah yang dalam beberapa waktu belakangan ini dikabarkan menjadi tempat terjadinya banyak kejahatan kriminal dan seksual, ternyata masih dinilai sebagai lokasi yang relatif aman dari bullying.   Kata kunci: Perasaan terancam, kejahatan criminal, remaja   It has never been clear if today?s teenagers have fear of crime or not, in Indonesia. They can be subject of crimes and they can also be the offenders. The murder case of a female student aged about 18 years old showed that the offenders were the victim?s ex-boyfriend and his new girlfriend. They were all considered too young to commit such a crime. Research findings tell that the consistent variable found when it comes about teenagers? fear of crime was sexes. Crime news on the papers and on tv also found to be influential to teenagers? fear of crime. This survey research was held to describe the fear of crime among teenagers in Malang, East Java and their fond of crime news. The informants were 151 teenagers aged between 15-20 years old and they still went to school. There were 5 questions related to fear of crime asked to the informants and this survey found that most female teenagers were fear of crime. Boys were less fear than girls but both boys and girls prefer non-crime news. Despite of crimes and sexual abuses recently happened in schools, the informants thought that schools were still relatively safe place.   Keywords: fear, crimes, teenagers.  
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN SEKS BERBASIS SEKOLAH Maimunah, Siti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.638 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v7i2.8989

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pendidikan seks di sekolah. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari 6 guru dan 60 siswa yang telah dipilih berdasarkan kriteria khusus yang telah ditetapkan dan mereka bersedia mengikuti program dari awal hingga selesai. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest posttest design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru dalam mengajarkan materi pendidikan seks. Hal ini ditunjukkan dengan nilai mean sebelum dilakukan intervensi adalah 4, 17 dan setelah  pelaksanaan  adalah  22,33 dan nilai r sebesar -0,878 dan nilai t sebesar        -27,776. Pada  siswa, program ini juga terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa, merubah sikap terhadap seks pranikah dan mengurangi intensi untuk terlibat dalam perilaku seks pranikahKata Kunci : Pengetahuan, Pendidikan Seks, Remaja         Abstract. This study aims to apply the model of sex education in schools. The subjects involved in this study consisted of 6 teachers and 60 students who had been selected based on specific criteria set and they were willing to take the program from start to finish. The research design used in this study is one group pretest posttest design. The results showed that this program was able to improve the knowledge and skills of teachers in teaching sex education material. This is indicated by the mean value before intervention is 4, 17 and after implementation is 22.33 and the r value is -0.887 and the t value is -27.776. For students, this program has also proven effective in increasing student knowledge, changing attitudes towards premarital sex and reducing the intention to engage in premarital sexual behavior.Keywords: Adolescent, Knowledge, Sex education 
COPING RELIGIUS PADA KARYAWAN MUSLIM DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN Angganantyo, Wendio
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.177 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i1.1769

Abstract

Coping religius merupakan salah satu metode coping menggunakan aspek keagamaan dengan dampak signifikan dalam kehidupan yang umum ditemui pada berbagai setting, salah satunya industri. Jenis coping religius dalam Islam terbagi menjadi 3, yaitu religious practice,negative feelings toward God, dan benevolent reappraisal. Tipe kepribadian adalah salah satu faktor untuk menentukan jenis coping religius yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat tes DISC dan skala IRCOPE yang diberikan kepada 100 orang karyawan beragama muslim. Dari 100 orang karyawan, hanya 84 orang yang dinyatakan valid pada tes DISC. Hasil penelitian memperlihatkan adanya perbedaan dalam penggunaan jenis coping religius namun tidak signifikan karena nilai Xhitung> Xtabel dimana Xhitung sebesar 11,68 dan Xtabel sebesar 12,59. Terlebih nilai signifikansi dari hasil analisis sebesar 0,06 (P > 0,05). Hal ini menunjukkan adanya perbedaan namun tidak bermakna.   Katakunci: Coping religius, tipe kepribadian, karyawan muslim   Religious coping is one of coping methods using religious aspects with significant impact in someone?s life which commonly used in various setting, one of them is industry. The type of religious coping in Islamic context is apart in 3 kinds, religious practice, negative feelings towards God, and benevolent reappraisal. Personality type is one of various factors to which religious coping type will be used. This research uses quantitative method with DISC instrument and IRCOPE scale that distributed to 100 moslem employees. From 100 employees, only 84 employees are valid in their DISC test. The result of this research showed that there are differences in uses of religious coping types but unsignificant because the value of Xcount> Xtable where Xcount is 11,68 and Xtable is 12,59. Moreover, the significant value from analyze result is 0,06 ( P > 0,05 ). This is showed that there are differences but meanless. Keyword: Religious coping, personality types, moslem employee
DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DAN KEMATANGAN KARIER MAHASISWA TINGKAT AKHIR Hendayani, Novia; Abdullah, Sri Muliati
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.58 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i1.5189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dengan kematangan karier pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas ?X?. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara dukungan teman sebaya dengan kematangan karier pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas ?X?. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir Universitas ?X?yang berada pada semester 7 ke atas dan berusia antara 21-24 tahun sebanyak 110 subjek. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kematangan karier sebanyak 29 aitem dan skala dukungan teman sebaya sebanyak 29 aitem yang dikonstruksikan dengan model penskalaan Likert. Hasil penelitian dianalisis dengan teknik korelasi product moment dengan bantuan program SPSS 16.0. Hasil korelasi r = 0,545 dan taraf signifikansi p = 0,000 dimana p ? 0,05 hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara dukungan teman sebaya dengan kematangan karier pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas ?X?. Dukungan teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 29,7% terhadap kematangan karier, sedangkan 70,3% diberikan oleh faktor lain. Kata kunci : Kematangan Karier, Dukungan Teman Sebaya, Mahasiswa Tingkat Akhir This study aims to determine the relationship between peer support and career maturity in the final grade students at the ?X? University. The hypothesis proposed is that there is a positive relationship between peer support and career maturity in the final grade students at ?X? University. The subject of this research is the final level of the University of ?X?which is in the 7th and above semester and aged between 21-24 years as many as 110 subjects. Measuring tools used in this study is the scale of career maturity as much as 29 item and peer support scale of 29 item constructed with Likert scaling model. The results were analyzed by product moment correlation technique with SPSS 16.0 program. The result of correlation r = 0,545 and significance level p = 0,000 where p ? 0,05 this indicates that there is positive relation between peer support with career maturity at final level student at ?X? University. Peer support provides 29.7% effective contribution to career maturity, while 70.3% is given by other factors. Keywords : Career Maturity, Peers Support, Final Year Students
RELAPS PADA PASIEN SKIZOFRENIA Zainul Anwar, Diny Rezki Amelia dan
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.561 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1357

Abstract

Pasien skizofrenia yang menarik diri dari orang lain dan kenyataan, seringkali masuk ke dalam kehidupan fantasi yang penuh delusi dan halusinasi. Dalam perjalanan penyakitnya, penderita skizofrenia seringkali mengalami relaps setelah selesai menjalani masa perawatan baik di rumah sakit maupun pengobatan non medis. Tujuan penelitian untuk mengetahui penyebab relaps pada pasien skizofrenia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur. Adapun subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yaitu pasien skizofrenia yang dirawat di rumah sakit jiwa dan pernah dinyatakan sembuh kemudian mengalami relaps dan harus kembali menjalani rawat inap di rumah sakit jiwa yang sama. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan triangulasi sumber. Hasil yang didapat dari penelitian ini bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi peyebab relaps pada pasien skizofrenia yaitu faktor ekonomi, ketidakpatuhan pasien pada pengobatan, mendapat perlakuan kasar dan pertengkaran yang terus menerus dengan saudara kandung, konflik yang berkepanjangan dengan istri, dan emosi (marah) yang diekspresikan secara berlebihan oleh keluarga.Kata kunci: Skizofrenia, RelapsSchizophrenia patient who withdraws from others and reality often comes into life of fantasy that is full delusion and hallucination. In process of experiencing the disease, patient schizophrenia often relapse after completed treatment either in hospital medical therapy or non medical therapy. This study attempted to know the caution of relapse at schizophrenia patient.The type of research is qualitative research, and the data collected in the form of semi-structured interviews.The subject in this research were three former inpatient schizophrenia in mental hospital who experience relapse and must return to the same hospital to get treatment anymore. Analyzing the data used qualitative methods with triangulation sources. The results showed that there are some things becoming cause relapse at patient schizophrenia. It comprised economic factor, disobedience of patient at therapy, gets continuous upstaging and quarrel with sibling, endless conflict with wife, depressed because of a desire to marry is not reached, and receive excessive emotion (angry) from their family.Keywords: Schizophrenia, Relapse
TEPATKAH NIJMEEGSE SCHOOLBEKWAAMHEIDS TEST (NST) UNTUK MENGUKUR KESIAPAN SEKOLAH SISWA SEKOLAH DASAR AWAL PADA KONTEKS INDONESIA? (ANALISIS EMPIRIK BERDASAR TEORI TES KLASIK) Mariyati, Lely Ika; Affandi, Ghozali Rusyid
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.263 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i2.3520

Abstract

Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST) merupakan salah satu tes untuk mengukur kesiapan anak masuk sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  yang bertujuan untuk mengetahui kualitas NST secara empirik berdasarkan classical test teori sebagai instrumen pengukuran pada konteks budaya Indonesia. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 343 anak usia dini yang akan masuk sekolah dasar. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari analisis aitem (indeks diskriminasi aitem dan indeks kesukaran aitem), validitas konstruk dengan pendekatan analisis faktor serta reliabilitas. Hasil analisis aitem menunjukkan bahwa dari 10 sub tes NST ditemukan ada 4 sub tes yang beberapa aitemnya memiliki daya diskriminasi dibawah 0,25. Hasil analisis faktor untuk mengetahui validitas konstruk  menunjukkan bahwa antar sub tes NST memiliki hubungan yang signifikan, selain itu ditemukan bahwa subtes NST terbagi menjadi 2 faktor utama. Sedangkan hasil analisis reliabilitas skala NST dengan menggunakan Cronbach?s Alpha sebesar 0,851.Kata Kunci: Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST), Teori Classical Test, analisis aitem, validitas konstruk, reliabilitas, kesiapan sekolah.Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST) was a test to measure the readiness of children attend primary school. This research was a descriptive study that aims to determine the quality of the NST was empirically based on classical test theory as an instrument in the context of Indonesian culture. The subjects used in this study amounted to 343 young children who will enter elementary school. The analysis of the data used in this study consisted of the analysis of item (item discrimination index and the index item difficulty), construct validity with factor analysis approach and reliability. Item analysis results showed that of the 10 sub-tests NST found there are 4 sub-tests that some items had the power of discrimination under 0,25. The results of the factor analysis to determine the construct validity show that between sub tests NST had a significant relationship, but it was found that the NST subtest is divided into two main factors. While the results of the analysis of NST scale reliability by using Cronbach's Alpha of 0,851.Key words: Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST), Classical Test Theory, item analysis, constructs validity, reliability, school readiness. 

Page 8 of 44 | Total Record : 433