cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
KONSEP DIRI DENGAN REGULASI DIRI DALAM BELAJAR PADA SISWA SMA Farah, Mutia; Suharsono, Yudi; Prasetyaningrum, Susanti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.891 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v7i2.8243

Abstract

Abstrak. Menjadi siswa yang baik merupakan suatu keharusan agar dapat mengikuti kegiatan akademik yang ada. Regulasi diri dalam belajar adalah salah satu cara siswa untuk mengelola strategi belajarnya. Dengan ditunjang konsep diri positif siswa akan percaya pada kemampuannya, hal ini dapat mempengaruhi siswa meregulasi diri dalam belajar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa SMA Hang Tuah Tarakan dengan jumlah sampel 178 subjek. Teknik sampling menggunakan proportional sample. Teknik analisis menggunakan uji korelasi pearson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan regulasi diri dalam belajar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif antara konsep diri dan regulasi diri dalam belajar (r = 0.331; p > 0.05). Kontribusi konsep diri terhadap regulasi diri dalam belajar sebesar 11%, dan 89% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.Kata kunci: Konsep diri, regulasi diri dalam belajarAbstract. Being a good student is an important to follow the academic activities. Self regulated learning is one of the way to manage their learning strategy. Positive self concept supported students to believe their ability, it will affect self regulated learning students. This research used quantitative research. Then, the research subject was senior high school student of Hang Tuah Tarakan with 178 subjects as the total sample. The sampling technique used proportional sampling and analysis technique using the pearson correlation test. This research aim to determine the relationship between self concept and self regulated learning. The gained results of this study showed a positive correlation between self concept in student self regulated learning (r = 0,331; p > 0.05). Contribute towards self concept of 11%, and 89% were affected by the other factors.Keywords: Self concept, self regulated learning
KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI PADA REMAJA PENYANDANG CACAT FISIK (DIFABLE) Nurdian, Myta Devi; Anwar, Zainul
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.195 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i1.1768

Abstract

Resiliensi merupakan suatu kemampuan atau kekuatan yang ada dalam diri seseorang untuk bangkit dari masalah hidup yang dialami. Konseling kelompok adalah proses interpersonal yang dinamis yang memusatkan pada usaha dalam berfikir dan bertingkah tingkah laku, serta melibatkan pada fungsi-fungsi terapi yang dimungkinkan, serta berorientasi pada kenyataan-kenyataan, saling percaya mempercayai, pemeliharaan, pengertian, penerimaan dan bantuan. Tujuan penelitian untuk meningkatkan resiliensi melalui konseling kelompok pada remaja penyandang cacat fisik (difable). Penelitian menggunakan metode eksperimen  dengan desain pretest-posttest control group design. Alat ukur menggunakan Skala Resiliensi. Subjek penelitian berjumlah 10 orang yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan nilai t = -0,089 dan nilai signifikansi 0,931. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor resiliensi yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah  diberikan konseling kelompok. Tingkat resiliensi pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, sehingga konseling kelompok dapat meningkatkan resiliensi. Katakunci: Resiliensi, konseling kelompok   Resilienceis an ability or powers that existin a person torise from life problems experienced. Group counseling is a dynamic interpersonal process that focuseson the business of thinking and acting in behavior, as well as functions in volved in possible therapies, and oriented to the realities, trustingtrust, care, understanding, acceptance and support.This research made for improve the resilience through group counseling in adolescents with physical disabilities (difable). This research uses experimental design with pretest-posttest control group design. The instrument used Resilience Scale. Subjects were 10 men who were divided into two groups, the experimental group and the control group. The results show the value of t=-0.089 and a significance value of 0.931. This shows that there are significant differences in resilience scores between the experimental group and the control group after the treatments given in the form of group counseling. Level of resilience in the experimental group was higher than the control group, so that group counseling can improve resilience. Keyword: Resiliency, group counseling
PSIKOEDUKASI SEKS UNTUK MENCEGAH PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK PRASEKOLAH Sulistiyowati, Anugrah; Matulessy, Andik; Pratikto, Herlan
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.552 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i1.5171

Abstract

Abstrak. Pelecehan seksual pada anak adalah perilaku yang mengarah pada hal yang bersifat seksual pada anak, tidak dikehendaki oleh anak, serta menimbulkan dampak negative pada anak. Kasus pelecehan seksual pada anak semakin meningkat pertahunnya sehingga perlu dilakukan pencegahan melalui psikoedukasi seks pada anak prasekolah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi seks dalam meningkatkan pengetahuan tentang pelecehan seksual anak prasekolah. Penelitian tersebut menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest posttest. Subyek yang digunakan dalam penelitian adalah siswa TK atau prasekolah sebanyak 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan yang dipilih secara purposif. Penelitian ini dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon singed rank digunakan untuk mengukur pengaruh psikoedukasi seks untuk meningkatkan pengetahuan tentang pelecehan seksual pada anak prasekolah sebelum dan sesudah intervensi. Didapatkan nilai z sebesar -3.926 dengan p=0.000 (p<0.01) hal ini menunjukan pengetahuan tentang pelecehan seksual pada anak setelah diberikan intervensi meningkat, namun tidak ada perbedaan pengetahuan antara anak laki-laki dengan anak perempuan.Kata kunci: Pelecehan seksual anak, psikoedukasi seksAbstract. Child Sexual Abuse is a form of violation against children?s right and it leads to various negative effects on them. Child Sexual Abuse cases is growing day each day. In order to protect them, it is necessary to conduct primary prevention through improving knowledge about child sexual abuse towards pre-school children. This study aimed to observe the effectiveness of psycho sexual education to improve child sexual abuse knowledge among pre-school girl and boy. This study used quantative method with one group pre-test post-test group design. The subjects of this study were pres-school student (kindergarten students) selected by purposive sampling method. Wilcoxon Sign-Ranked Test used to measure the effect of psycho sexual education to improve child sexual abuse knowledge among pre-school students before and after intervention gained z score -3,926 at p0.000 (p<0.01). This results showed there was sexual abuse knowledge improvement towards children after given intervention, but there was sexual abuse knowledge improvement no differences between girl and boy students.Key words : Child sexual abuse, Psychoeducation Sex
SELF EFFICACY DENGAN KESIAPAN KERJA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Hudaniah, Yudi Ganing Dwi Utami dan
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.438 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kesiapan kerja pada siswa SMK. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan subyek penelitian 142 siswa SMKN 5 Malang, dengan teknik total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala self efficacy dan kesiapan kerja, dengan metode analisa data product moment. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self efficacy dengan kesiapan kerja dengan nilai koefisien korelasi r = 0,676 dan p=0,000 ; p<0,05. Hal ini berarti semakin tinggi self efficacy semakin tinggi pula kesiapan kerjanya, begitu juga sebaliknya, dengan sumbangan efektif sebesar 45,6%.Kata kunci: Self Efficacy, Kesiapan Kerja, Siswa SMKThis research aimed to know correlation between self efficacy and readiness to work on SMK students.This research is quantitative research, with total sampling 142 students of SMK as respondents. Instruments used in this research were self efficacy and work readiness scale. The data analyzed using product moment correlation showed that there is a positive and significant correlation between self efficacy and work readiness with coefficients r = 0,676 and p = 0.000; p<0,05. It means the higher self efficacy have the higher work readiness, and vive versa, with effective contribution of self efficacy to work readiness is 45,6%.Keywords: Self Efficacy, Work Readiness, Vocational High School Students
EFIKASI DIRI DAN KECEMASAN SOSIAL: STUDI META ANALISIS Suryaningrum, Cahyaning
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.878 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i2.3519

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan kecemasan sosial dengan menggunakan meta analisis. 19 mahasiswa dianalisis, hasil menunjukkan korelasi negatif antara efikasi diri dan kecemasan sosial, ? = 0,41; interval kepercayaan 95% sebesar 0,065 < ? < 0.755. Hasil mendukung hipotesis.Kata kunci: Meta Analisis, Kecemasan Sosial, Efikasi DiriThe purpose of this study was to examine the relation between self-efficacy and social anxiety using meta-analysis. 19 studies were analyzed, the results showed a negative correlation between self-efficacy and social anxiety, ? = 0,41; acceptance of 95% confidence intervals 0,065 < ? < 0.755. The result  supports the hypothesis. Key words: meta analysis, social anxiety, and self-efficacy
LATAR BELAKANG PSIKOLOGIS KECEMASAN IBU HAMIL USIA 35 TAHUN KE ATAS Hidayati, Diana Savitri
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.433 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i2.2006

Abstract

Kehamilan merupakan salah satu yang menjadi harapan bagi suami istri. Pada peristiwa hamil dengan usia 35 tahun ke atas umumnya bukan pengalaman pertama bagi seorang wanita tetapi seringkali tidak direncanakan. Meskipun pada usia tersebut wanita telah siap menerima anak dan bertugas sebagai ibu, muncul pertanyaan apakah kehamilan tersebut tetap akan menimbulkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang psikologis kecemasan ibu hamil usia 35 tahun ke atas. Metode penelitian ini menggunakan metode  deskriptif kualitatif, dimana pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan tes psikologi. Subyek penelitian adalah dua orang ibu hamil yang usianya diatas 35 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang  psikologis kecemasan subyek penelitian adalah : (1) bayangan ibu tentang proses persalinan, (2) bayangan tentang terjadinya keguguran, bayi cacat, bayi prematur dan anak kembar, (3) kesehatan ibu, (4) pengambilan keputusan untuk mempunyai bayi lagi, (5) pengalaman pada kehamilan sebelumnya. Kata kunci : Latar belakang psikologis, kecemasan Pregnancy is one of the expectations for husband and wife. The pregnant women who is above 35 years old usually is not the first pregnant for her and sometimes is not planned too. Even women at that age has ready to become a mother, there is a question, Is the pregnant still causes the anxiety for them. The purpose of this research is what is the psychological factor which causes of anxiety inpregnant women who is above 35 years old. Methods this research used a qualitative descriptive method, where data collection using interviews, observation and psychological tests. Methods this research used a qualitative descriptive method, where data collection using interviews, observation and psychological tests. Subjects were two pregnant women whose age is above 35 years. The result of this research shows that the psychological factor which causes of anxiety in pregnant women who is above 35 years old are : 1) mother's imagine of the born, 2) the imagine about abortus, the disables baby, premature and twins, 3) mother's health, 4) the decision to have a baby ones again, 5) the experience of the last pregnant. Keywords : Psychological factor, anxiety
AVOIDANCE COPING, CONTINGENT SELF-ESTEEM DAN BELANJA KOMPULSIF Djudiyah, Djudiyah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.263 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v7i1.7836

Abstract

Abstrak. Membanjirnya iklan produk fashion di berbagai media dan mudahnya mendapatkan produk pakaian, membuat keputusan berbelanja anak-anak muda lebih didasarkan pada aspek emosi. Keputusan berbelanja seringkali dimaksudkan untuk mendapatkan gengsi atau penghargaan dari orang lain dapat mendorong mereka melakukan belanja kompulsif.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran avoidance coping dalam memediasi hubungan antara contingent self-esteem dengan belanja kompulsif pakaian. Subjek   penelitian ini berjumlah 276 mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2018 yang diambil dengan teknik stratified sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah: skala Contingent Self-esteem (CSE), skala Coping Respon Inventoty (CRI)  dan skala  belanja kompulsif pakaian.  Analisis data dilakukan dengan metode  Mediation Analysis dari Hyes menunjukkan  bahwa avoidance coping mampu memediasi hubungan antara contingent self-esteem dengan belanja kompulsif yang ditunjukkan dengan B=0.322; dengan p=0.006 (<0.01).Kata Kunci: avoidance coping, contingent self-esteem, belanja kompulsif Abstract. The flood of advertisements on fashion products in various media and the ease of getting clothing products, makes the decision to shop for young people more based on emotional aspects. Shopping decisions are often meant to get prestige or appreciation from others, which can encourage them to do compulsive shopping. This study aims to determine the role of avoidance coping in mediating the relationship between contingent self-esteem and compulsive shopping for clothing. The subject of this study amounted to 276 female students at the University of Muhammadiyah Malang Force 2018 taken by stratified sampling technique. The measures used were: Contingent Self-esteem (CSE) scale, Inventory Response Coping scale (CRI) and clothing compulsive shopping scale. Data analysis was performed by the Mediation Analysis method from Hyes showed that avoidance coping was able to mediate the relationship between contingent self-esteem and compulsive spending as indicated by B=0.322; with p=0.006 (<0.01). Keywords: avoidance coping, contingent self-esteem, compulsive shopping
KEPUTUSAN PEMBELIAN BLACKBERRY REMAJA DITINJAU DARI KELOMPOK ACUAN Budiyanto, Agus
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.161 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1588

Abstract

Blackberry saat ini adalah suatu trend yang sedang menjadi topik hangat di masyarakat, khususnya pada remaja. Hal ini tentu harus menjadi perhatian khusus oleh para produsen agar dapat memasarkan produknya dengan tepat sasaran. Banyak faktor yang mempengaruhi individu dalam pengambilan keputusannya dalam konsumsi. Kelompok acuan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi dengan kuat seorang remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelompok acuan mana yang lebih berpengaruh pada diri seorang remaja dalam pembelian blackberry-nya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuatitatif dengan menggunakan skala kelompok acuan dan skala keputusan pembelian dengan metode skala likert. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dan didapatkan jumlah subjek sebanyak 106 orang remaja dengan rentang usia 17-20 tahun dan memiliki ponsel blackberry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan varian pada kelompok acuan yang diketahui dengan membandingkan p-value statistik uji F dengan taraf signifikansi (0,003 < 0,05). Nilai Asymp. Sig dari Kruskal-Wallis test yang lebih besar dari taraf signifikansi (0,171 < 0,05) membuktikan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh yang diberikan kelompok acuan terhadap keputusan pembelian. Katakunci: Blackberry, remaja, kelompok acuan, keputusan pembelian
PENGARUH PELATIHAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KOHESIVITAS KELOMPOK PADA DIVISI FOOD AND BEVERAGE PRODUCT HOTEL X BINTANG 5 YOGYAKARTA Setiawati, Ammy Novita; Riyono, Bagus
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.968 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i1.4560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas pelatihan komunikasi interpersonal terhadap kohesivitas kelompok dalam divisi food & beverage product hotel X bintang 5 Yogyakarta. Materi dan desain pelatihan yang digunakan dalam penelitian ini disusun dengan menggunakan  unsur-unsur komunikasi interpersonal menurut Devito (1989) yaitu: keterbukaan, sikap empati, sikap mendukung, sikap positif serta kesetaraan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian untreated control group design with pretest and posttest. Responden terdiri dari 32 subjek yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol . Pengukuran kohesivitas kelompokmenggunakan skala kohesivitas kelompok yang disusun berdasarkan teori kohesivitas kelompok Widmeyer (Paola & Carless, 2000) dalam 4 dimensi yaitu, yaitu integrasi kelompok tugas, integrasi kelompok sosial, ketertarikan individu kepada kelompok tugas, dan ketertarikan individu kepada kelompok sosial. Hasil analisis data dengan menggunakan wilcoxon T-Test ditemukan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukannnya pelatihan komunikasi interpersonaldengan nilai Z= -3,519 dan signifikansi  0,000 (P<0,05). Kata Kunci :Pelatihan komunikasi interpersonal, kohesivitas kelompokThis study aims to look at the effectiveness of the training of interpersonal communication on group cohesiveness in the division of food & beverage product X 5 star hotel in Yogyakarta. The materials and design of training used in this study have been prepared using the elements of interpersonal communication according to DeVito (1989), namely: openness, empathy, being supportive, positive attitude and equality. This research used experimental research design untreated control group design with pretest and posttest. Respondents consisted of 32 subjects were divided into two groups: the experimental group and the control group. Measurement of group cohesiveness using group cohesiveness scale which is based on the theory of group cohesiveness Widmeyer (Paola & Carless, 2000) in four dimensions, namely the integration of the task group, the integration of social groups, interest groups of individuals to the task, and the interest of the individual to the social group.The results of data analysis using Wilcoxon T-test found significant difference before, after and follow up after the perpetration of interpersonal communication training with a value of Chi Square = 5.200 and 0.000 significance ( P < 0.05 ) . Keywords: Training of interpersonal communication , group cohesiveness
VIRGINITY VALUE DITINJAU DARI BIG FIVE PERSONALITY Patmawati, Patmawati
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.859 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1579

Abstract

Virginity value merupakan suatu keyakinan tentang keperawanan yang berfungsi sebagai pedoman untuk membantu individu membuat keputusan apakah akan tetap perawan atau perjaka sebelum pernikahan. Virginitas lebih menekankan pada purity, yaitu sejauh mana seseorang menjaga kemurnian dirinya dan memandang aktivitas seksual sebagai aktivitas sakral yang hanya boleh dilakukan dalam ikatan pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan virginity value ditinjau dari big five personality. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala virginity value dan skala big five personality. Pengukuran ini dilakukan pada 378 sampel dengan menggunakan teknik sampel insidental pada mahasiswa dengan rentang usia 17-23 tahun. Hasil analisis Anova menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua variabel ini. Hasil F 2.349 dengan nilai signifikansi 0,054 > 0,05. Artinya, tidak ada perbedaan virginity value ditinjau dari big five personality. Katakunci: Virginity value, big five personality

Page 5 of 44 | Total Record : 433