cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
PERUNDUNGAN DAN SCHOOL WELL-BEING: PLACE ATTACHMENT SEBAGAI MODERATOR Astuti, Katarina Menik; Djuwita, Ratna
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.984 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v7i2.5942

Abstract

Abstrak. Salah satu bentuk perilaku yang dapat menurunkan school well being dan membuat iklim sekolah menjadi tidak menyenangkan adalah perundungan. Studi literatur menunjukkan bahwa selain perundungan, place attachment terhadap sekolah ternyata juga mempengaruhi school well being. Peneliti mengajukan hipotesis bahwa place attachment berperan sebagai moderator dalam hubungan antara perundungan dan school well being. Pengambilan data dilakukan pada 133 orang mahasiswa tingkat pertama dengan menggunakan kuesioner yang mengadaptasi alat ukur school well-being dan place attachment. Selain itu ditanyakan pula pengalaman perundungan responden saat di SMA. Hasil penelitian membuktikan bahwa place attachment berperan sebagai moderator dalam hubungan antara perundungan dengan school well-being; semakin tinggi place attachment maka semakin kuat hubungan negatif antara perundungan dengan school well-being. Hal ini menunjukkan bahwa place attachment dapat menjadi penangkal terhadap perundungan. Bagi siswa yang memiliki ikatan dan identifikasi diri yang kuat terhadap sekolah, maka perundungan yang terjadi tidak menurunkan school well-beingnya. Mereka akan tetap merasa nyaman bersekolah walaupun perundungan masih terjadi.Kata kunci: Perundungan, Place Attachment, School Well-being, ModeratorAbstract. One form of behavior that can reduce school well-being and make unpleasant school climate is bullying. Literature studies shows, that besides bullying, place attachment to school also affects school well being. The researcher hypothesized that place attachment acts as a moderator in the relationship between bullying and school well being. Data collection was conducted on 133 first-degree students using a questionnaire adapting the school well-being and place attachment questionnaire. In addition, the questionnaire also asked about respondents' bullying experience when in high school. The results show that place attachment acts as a moderator in the relationship between bullying with school well-being: Higher  place attachment will act as a buffer on bullying.  Students who have strong bonds and identify themself strongly with their schools, their school well-being will not be harmed by bullying. This suggests that students with high place attachment can remain comfortable and happy in school, even though bullying still occurs in their schools.Keywords: Bullying, Moderation, Place Attachment, School Well-being
EFEKTIVITAS SPRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) UNTUK MENGURANGI FREKUENSI KEKAMBUHAN PADA PASIEN PENYAKIT MIGRAIN Budianto, Zulfikri
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.379 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3530

Abstract

Migrain adalah suatu kondisi kronik dengan serangan yang bersifat episodic tanpa adanya ancaman kehidupan. Tetapi keadaan ini dapat mempengaruhi fungsi dan kesehatan sebagai akibat langsung dari serangan. Pengobatan mograin secara holistic dapat membantu mengurangi rasa sakit dan kekambuhan. Saat memberikan pengobatan seringkali dokter melengkapi dengan intervensi non farmakologi, salah satunya dengan home treatment yaitu Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap pengurangan frekuensi kekambuhan pada pasien penyakit migraine. Jenis penelitian yaitu quasi experimental, dengan subjek penelitian sebanyak 6 orang yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok control masing-masing berjumlah 3 orang. Analisa data menggunakan metode non parametric chi-square dan deskriptif. Hasilnya menunjukkan tidak ada pengaruh efektvitas yang signifikan pemberian SEFT untuk mengurangi frekuensi kekambuhan pada pasien penyakit migraine.Kata kunci: Teknik terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), frekuensi kekambuhan, migrain Migraine is a chronic condition that is episodic attacks without the threat of life. But this situation could affect the health and function as a direct result of the attack. Mograin holistic treatment can help reduce pain and recurrence. When providing treatment doctors often supplement with non-pharmacological interventions, one with home treatment is Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). The purpose of this study was to determine the effectiveness of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) to the reduction of the frequency of recurrence in patients with migraine. This type of research was quasi-experimental, with as many as 6 people research subjects who were divided into an experimental group and control group respectively totaling 3 people. Data were analyzed using non-parametric methods chi-square and descriptive. The results showed no significant effect of granting SEFT to reduce the frequency of recurrence in patients with migraine.Keywords: Therapy of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), frequency of recurrence, migraine
EFEKTIFKAH KEYWORD MNEMONIC DALAM MEMPELAJARI KOSAKATA? Sudirman, Nur Andini; Ridha, Andi Ahmad
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4422.606 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i2.4639

Abstract

Kosakata adalah hal yang penting untuk diingat oleh individu, namun terkadang individu merasa sulit untuk mengingat kosakata. Individu memerlukan sebuah metode yang dapat membantu untuk mengingat dengan mudah kosakata beserta artinya atau tidak mudah lupa dengan kosakata yang telah dipelajari sebelumnya. Keyword mnemonic merupakan salah satu cara untuk membantu individu dalam mengingat kosakata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas keyword mnemonic dalam meningkatkan kemampuan mengingat arti kosakata bahasa inggris. Subjek penelitian ini melibatkan 56 siswa SMP Negeri 13 Makassar yang belum menghafal kosakata bahasa Inggris beserta artinya. Desain eksperimen yang digunakan pada penelitian ini adalah control group posttest-only design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang menggunakan keyword mnemonic dan kelompok kontrol. Kelompok yang menggunakan keyword mnemonic (mean=1.14) memperoleh hasil lebih tinggi dari kelompok kontrol (mean=-5.14) (p=0.000<0.05). Penelitian ini bermanfaat bagi individu yang ingin mengingat dengan mudah dan dapat digunakan dalam waktu jangka panjang. Kata kunci: Keyword mnemonic, mengingat, kosakata Vocabulary is an important thing to be remembered by the people, but sometimes people find it difficult to remember the vocabulary. Individuals need a method that can help to remember vocabulary and their meanings easily or not easily forget the vocabulary that have been studied previously. Keyword mnemonic is one of the method to assist individuals in remembering vocabulary. The purposed of this study was to determine the effectiveness  keyword mnemonic to improve the ability to remember the meaning of the english vocabulary. Subjects of this study involving 56 students of senior high school of thirteen Makassar who have not memorized the English vocabulary and their meanings yet. Experimental design used in this study is the posttest-only control group design. The results showed that there are significant differences between the groups using the keyword mnemonic and control groups. The groups that use the keyword mnemonic (mean=1.14) obtain higher yields than the control group (mean=-5.14) (p=0.000<0.05). This study is beneficial for individuals who would like to recall with ease and can be used in the long term.Keyword: Keyword mnemonic, remember, vocabulary
COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) UNTUK MENGATASI GANGGUAN OBSESIF KOMPULSIF Suryaningrum, Cahyaning
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.897 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1352

Abstract

Prevalensi gangguan obsesif-kompulsif di suatu populasi atau masyarakat relatif kecil, namun bukan berarti kondisi tersebut dapat diabaikan. Orang yang mengalami gangguan obsesif-kompulsif tidak akan merasakan kenyamanan dan ketenangan dalam keseharian hidupnya. Penelitian ini bermaksud untuk melihat apakah Cognitive Behavior Therapy (CBT) efektif untuk mengatasi gangguan obsesif-kompulsif. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Subyeknya adalah seorang individu yang menunjukkan simptom-simptom Obsesive Compulsive Disorder (OCD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cognitive Behavior Therapy (CBT) dapat mengurangi simptom OCD, yang ditunjukkan dengan menurunnya tingkat kecemasan, pemikiran negatif dan perilaku kompulsif. Subyek merasakan perubahan yang besar setelah mengikuti terapi; tingkat kenyamanan terhadap dirinya sendiri juga lebih baik dibanding sebelumnya.Kata kunci: Cognitive Behavior Therapy, Gangguan Obsesif KompulsifPrevalence of obsessive-compulsive in a population or community is just a small number, but it doesn't mean these conditions can be ignored since the sufferer always feel uncomfort in everyday life. This study aimed to examine the effectiveness of Cognitive Behavior Therapy (CBT) to decrease the symptom of obsessive-compulsive disorder. This research use case study method. Subject is individu who has symptoms of obsessive-compulsive disorder. The result showed that Cognitive Behavior Therapy (CBT) is effective to cope obsessive-compulsive disorder, characterized by reducing levels of anxiety, obsessive thoughts and compulsive behaviors. Subjects felt a big change after following this therapy. They also fell more comfort with herself after involve in this therapy.Keywords: Cognitive Behavior Therapy, Obsessive Compulsive Disorder
EFEKTIVITAS INTERVENSI MILIEU DAN KOMUNITAS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI ANAK PANTI ASUHAN AISYIYAH CELEP-SIDOARJO Ansyah, Eko Hardi; Maryam, Effy Wardati
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.147 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i1.2882

Abstract

Motivasi  berprestasi  merupakan  salah satu factor yang berpengaruh  terhadap munculnya prestasi belajar. Rendahnya prestasi belajar menjadi permasalahan komunitas yang bisa ditingkatkan dengan intervensi mileu dan komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi mileu dan komunitas berbasis  choice  theory  terhadap  motivasi  berprestasi  anak asuh Panti  Asuhan  Aisyiyah Putri Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest posttest. Pretes dan postes berupa skala motivasi berprestasi diberikan pada satu kelompok. Subjek penelitian yang berjumlah 15 orang. Analisa data yang dilakukan dengan menggunakan paired t-test menunjukkan bahwa t=-485; p=0,635; p>0,05. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan motivasi berprestasi anak asuh antara sebelum dengan sesudah intervensi. Meskipun demikian, dengan nilai mean=-2,9333 bernilai negatif menunjukkan bahwa ada kecenderungan peningkatan motivasi berprestasi setelah dilakukan intervensi dengan rata-rata peningkatan sebesar 2,933 poin.
REGULASI EMOSI PADA MAHASISWA SUKU JAWA, SUKU BANJAR, DAN SUKU BIMA Alfian, Mohammad
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.349 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i2.2001

Abstract

Regulasi emosi adalah cara individu mengolah emosi yang individu miliki, kapan individu merasakannya dan bagaimana individu mengalami atau mengekspresikan emosi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat regulasi emosi antara mahasiswa dari suku Jawa, Banjar dan suku Bima. Penelitian ini merupakan penelitian deskripstif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 100 orang yang dibagi menjadi 3 kategori. Data penelitian diambil dengan menggunakan skala regulasi emosi. Analisis data menggunakan teknik t-score, diketahui bahwa regulasi emosi pada mahasiswa suku Banjar lebih tinggi dari pada mahasiswa dari suku Jawa dan mahasiswa dari suku Bima. Diperoleh porsentase emosi positif suku Banjar sebesar 53,3% dan emosi negatif sebesar 46,7%. Emosi positif suku Jawa sebesar 50,8% dan emosi negatif sebesar 49,2%, sedangkan suku Bima emosi positif sebesar 40,9% dan emosi negatif sebesar 59,1%. Mahasiswa suku Bima memiliki emosi negatif paling tinggi yaitu sebesar 59,1%, mahasiswa suku Jawa 49,2% dan mahasiswa suku Banjar 46,7%. Kata kunci: Regulasi emosi, mahasiswa, suku Jawa, suku Banjar, suku Bima Emotion regulation is the way individuals process the emotions individuals have, when they feel and how individuals experience or express these emotions. The purpose of this study was to determine differences in the level of emotion regulation between students from the Javanese , Banjar and Bima ethnic . This research is a quantitative deskripstif . The sampling technique used was purposive sampling . These subjects totaling 100 people, divided into 3 categories. The data were taken using a scale of emotion regulation. Analysis of the data using T-score technique, it is known that emotion regulation on student Banjarese higher than the students from the Javanese and students from ethnic Bima. Retrieved porsentase positive emotions Banjarese by 53.3 % and 46.7 % negative emotions. Javanese positive emotions of 50.8 % and 49.2 % of negative emotions, positive emotions while the Bima ethnic rate of 40.9 % and 59.1 % of negative emotions . Bima ethnic Student has the highest negative emotion that is equal to 59.1 % , Javanese 49.2 % of students and 46.7 % of students rate Banjarese . Keywords: Emotions regulation, , student, Java ethnic, Banjar ethnic, Bima ethnic
HUBUNGAN KESEPIAN DAN PENGUNGKAPAN DIRI DI INSTAGRAM PADA DEWASA YANG BELUM MENIKAH Anggraeni, Nora; Zulfiana, Uun
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.11 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.7144

Abstract

Abstrak. Penggunaan media sosial salah satunya instagram sebagai wadah berbagi informasi untuk mengatasi perasaan kesepian yang dirasakan akibat ketiadaan hubungan dengan individu lain di dunia nyata. Sebagian individu yang telah memasuki fase dewasa masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan berhubungan dengan orang lain. Salah satu cara yang dilakukan dengan membentuk komitmen untuk membangun sebuah pernikahan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan pengungkapan diri di instagram pada dewasa yang belum menikah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan sampel sejumlah 260 orang yang diambil menggunakan teknik nonprobability sampling jenis purposive sampling. Pengambilan data menggunakan skala pengungkapan diri dan kesepian yang dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan antara kesepian dan pengungkapan diri di instagram pada dewasa yang belum menikah.Kata Kunci: Kesepian, Pengungkapan Diri, Dewasa Belum MenikahAbstract. Exchanging information is one of the leading reasons social media is frequently used nowadays. Instagram for instance, its presence is not only for sharing information to others but also for surmounting solitude as result of social interaction absence in reality. For individuals who have been indicated as adults, the ability to do interaction to others is incapable, marriage commitment as an example. This current study is aimed to find out the relation between loneliness and self-disclosure through instagram for unmarried adults. In this current study used correlational quantitative method in which 260 research participants were recruited by employing nonprobability sampling technique with purposive sampling type. The assembled data taken by using scale of loneliness and self-disclosure and analysed by way of Spearmen correlation. The results have shown that there are no relations between solitude and self-disclosure through instagram for unmarried adults. Keywords:  Loneliness, Self-disclosure, Unmarried Adults
TERAPI WARNA UNTUK MENGURANGI KECEMASAN Harini, Novita
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.067 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1584

Abstract

Kecemasan merupakan suatu keadaan individu yang diliputi perasaan takut dan khawatir dalam menghadapi situasi atau kondisi tertentu. Terapi warna adalah suatu bentuk metode terapi dengan menggunakan warna-warna tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan melalui terapi warna pada mahasiswa. Desain yang digunakan adalah desain dua kelompok, yaitu pretest-posttest control design. Alat ukur menggunakan skala Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS). Subjek penelitian berjumlah 10 orang yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan nilai Z = -2,522 dan p = 0,008, menyatakan bahwa terdapat perbedaan skor kecemasan yang sangat signifikan antara kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol setelah diberikan perlakuan terapi warna, yaitu tingkat kecemasan kelompok eksperimen lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol, sehingga terapi warna dapat mengurangi kecemasan. Katakunci: Terapi warna, kecemasan
JOB PERFORMANCE DITINJAU DARI IKLIM ORGANISASI DAN CULTURAL VALUE SUKU BATAK Simarmata, Nenny Ika Putri; Kadiyono, Anissa Lestari; Agustiani, Hendriati; Harding, Diana
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.565 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3839

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil dari penelitian awal yang dilakukan oleh peneliti tentang Job performance pada pegawai pemerintah di 2 Kabupaten di Sumatera Utara.   Penelitian ini  menganalisis pengaruh iklim organisasi terhadap job performance. Teknik pengumpulan data menggunakan angket model rating scale dengan skor yang terentang antara 1 sampai dengan 4. Responden adalah 115 orang  Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Humbahas dan Kabupaten Tobasa. Teknik analisis data menggunakan regresi. Hasil penelitian menunjukkan iklim organisasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap job performance. Penelitian dengan pendekatan kualitatif juga dilakukan dengan menggunakan metode wawancara untuk menggali persepsi  pegawai pemerintah mengenai konsep 3H. Peneliti menemukan bahwa  nilai yang selama ini dianut oleh masyarakat suku Batak yaitu nilai ?kekayaan, anak, kehormatan? (Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon ? 3H) telah dijadikan falsafah dan menjadi cita-cita setiap masyarakat suku Batak secara turun menurun. Peneliti melihat bahwa nilai 3H ini menjadi pendorong bagi semangat kerja masyarakat suku Batak sehingga akhirnya rela bekerja keras demi meraih 3H. Hal ini tentu saja berkontribusi terhadap meningkatnya job performance secara khusus dimensi contextual performance Pegawai Negeri Sipil Kata kunci: iklim organisasi, job performance, cultural value, suku BatakAbstractThis is a preliminary research about job performance on government office in the District of North Sumatera. This research was conducted at 2 regency in North Sumatra, that is Humbahas and Samosir. This study also analyzes the influence of organization climate on job performance. A climate organization and  job performance questionnaire were used as measuring instruments with a score between 1 and 4. The respondents were 115 people. Data were analyzed using regression. The results showed that organizational climate had a positive and significant effect on job performance. Researchers also found that the value of  Bataknese people which is "wealth, children, honor" (Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon - 3H) was used as the philosophy and the ideals of any society from one generation to the Bataknese. The researchers noticed that the this value  become a booster to work hard in order to achieve 3H. This might be have a contribution to the increase of  job performance specially in government employees?s contextual performance. Keywords: climate organization, job performance, cultural value, Bataknice
PERILAKU ASERTIF DAN KECENDERUNGAN MENJADI KORBAN BULLYING Tri Dayakisni, Novalia dan
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.079 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1366

Abstract

Bullying merupakan masalah penting yang perlu diperhatikan di lingkungan sekolah, biasanya dilakukan oleh kakak kelas terhadap adik kelas atau orang yang lebih kuat. Salah satu faktor yang menentukan intensitas kecenderungan menjadi korban bullying adalah perilaku asertif pada siswa. Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif korelasional, bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku asertif dengan kecenderungan menjadi korban bullying. Penelitian dilakukan terhadap 60 siswa MA NU Lekok Pasuruan. Pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling populasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala perilaku asertif dan skala kecenderungan menjadi korban bullying. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara perilaku asertif dengan kecenderungan menjadi korban bullying pada siswa MA NU Lekok Pasuruan. Nilai koefisien dengan (r) = (-0,430), koefisien determinasi (r2) = 0,185 dan probabilitas kesalahan (p) = 0,001. Hal ini berarti semakin tinggi perilaku asertif siswa maka semakin rendah kecenderungan menjadi korban bullying, demikian juga sebaliknya, semakin rendah perilaku asertif maka semakin tinggi kecenderungan menjadi korban bullying. Sumbangan efektif perilaku asertif terhadap kecenderungan menjadi korban bullying sebesar 18,5%, sisanya 81,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.Kata kunci: Perilaku Asertif, Kecenderungan Menjadi Korban BullyingBullying is an important issue to be noticed in school environment. It commonly do by senior to junior or stronger person. One factor that determines the intensity of a tendency to be a victim is assertive attitude. The research used correlational research to examine correlation between assertive attitude and tendency to be a victim of bullying. Sixty students of MA NU Lekok High School of Pasuruan participated in this study. Sampling technique that used in this researh was population technique. Instrument used to collect the data were assertive attitude scale and tendency to be victim of bullying scale. Data analyzed by product moment correlation. The result revealed significant negative correlation between assertive attitude and tendency to be victim of bullying on participant with coefficient value (r) = (-0,430). Coefficient determinant (r2) = 0,185 and probability of error (p) = 0,001. It means that the higher assertive score, the lower tendency to be victim of bullying, and vice versa. While effective contribution of assertive attitude to tendency to be victim is 18,5%, the rest of 81,5% influenced by other variables which were not examined in this study.Keywords: Assertive Attitude, Tendency to be Victim of Bullying

Page 7 of 44 | Total Record : 433