cover
Contact Name
Fitri Dian Perwitasari
Contact Email
kandangjurnal5@gmail.com
Phone
+6281326101864
Journal Mail Official
kandangjurnal5@gmail.com
Editorial Address
Gedung Machdor Fakultas Teknik Lantai 1 Jl Fatahila no 40 watubelah Sumber
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Kandang : Jurnal Peternakan
ISSN : 20858329     EISSN : 26856220     DOI : https://doi.org/10.32534/jkd.v8i1.220
Kandang Journal Ilmiah Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy.
Articles 99 Documents
KUALITAS NUTRISI RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv,mott) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK NPK SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA bustan, novita; Laksono, Judo; setiawan, Bagus
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 17 No. 2 (2025): Edisi Juli - Desember Tahun 2025
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v17i2.7813

Abstract

Produktivitas ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba sangat dipengaruhi oleh kualitas nutrisi hijauan pakan, di mana kebutuhan hijauan mencapai 10% dari bobot badan ternak. Kualitas hijauan menentukan produksi susu, pertambahan bobot badan, dan performa ternak. Namun, hijauan di Indonesia, terutama rumput lapangan, umumnya memiliki kualitas nutrisi rendah dengan kandungan protein kasar (PK) hanya 7-11% dan Total Digestible Nutrient (TDN) 50-60%. Oleh karena itu, diperlukan sumber hijauan berkualitas tinggi seperti rumput odot (Pennisetum purpureum Cv. Mott), yang memiliki produktivitas tinggi, palatabilitas baik, dan adaptasi lingkungan yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pupuk NPK terhadap kualitas nutrisi rumput odot sebagai pakan ternak ruminansia. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari enam perlakuan dosis pupuk NPK (0, 1200, 1800, 2400, 3200, dan 3800 kg/ha) dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, abu, bahan kering, protein kasar, serat kasar, dan lemak kasar. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar abu, bahan kering, protein kasar, dan serat kasar, serta nyata (P<0,05) terhadap kadar air, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap lemak kasar. Perlakuan terbaik ditemukan pada dosis 3800 kg/ha (P5), yang meningkatkan kadar protein kasar hingga 15,57% dan menurunkan serat kasar hingga 20,44%. Kesimpulannya, pupuk NPK dapat meningkatkan kualitas nutrisi rumput odot, terutama kandungan protein dan kecernaan, sehingga berpotensi mendukung produktivitas ternak ruminansia. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah menguji aplikasi pupuk NPK di lahan terbuka dengan dosis lebih tinggi untuk optimasi hasil.
LEVEL PEMBERIAN MOL BONGGOL PISANG TERHADAP KUALITAS FISIK SILASE JERAMI JAGUNG UNTUK PAKAN TERNAK RUMINANSIA trazilna, septizal; karyono, teguh; herlina, betty
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 17 No. 2 (2025): Edisi Juli - Desember Tahun 2025
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v17i2.7838

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian seperti jerami jagung dan bonggol pisang sebagai pakan ternak ruminansia melalui proses fermentasi adalah cara kreatif untuk meningkatkan nilai gizi dan mengurangi dampak pada lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat pemberian Mikroorganisme Lokal (MOL) bonggol pisang berdampak pada kualitas fisik silase jerami jagung yang digunakan untuk pakan ternak ruminansia. Meskipun jagung merupakan limbah pertanian yang potensial, memiliki kandungan serat tinggi dan nilai gizi rendah. Karena itu, untuk meningkatkan kualitasnya, jagung harus diproses melalui fermentasi silase. Mol bonggol pisang digunakan karena mengandung mikroorganisme dekomposer seperti Bacillus sp., Aeromonas sp., dan Aspergillus niger, yang dapat membantu proses fermentasi dan memiliki karbohidrat tinggi yang memberi mikroba energi. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain acak lengkap non-faktorial (CRD) dengan enam perlakuan dan empat ulangan selama periode 21 hari, dari 4 hingga 25 Juni 2025. Untuk perlakuan, molase batang pisang (MOL) diaplikasikan dengan dosis 0 mililiter (kontrol), 15 mililiter, 25 mililiter, 35 mililiter, 45 mililiter, dan 55 mililiter per kilogram jagung. Parameter yang diamati meliputi pH, aroma, warna, tekstur, dan kandungan air silase. Hasil menunjukkan bahwa penambahan MOL pada batang pisang tidak secara signifikan mempengaruhi semua parameter uji (pH 3,83–4,23; kandungan air 42,75–46,50%), menunjukkan bahwa proses fermentasi berhasil. Meskipun tidak signifikan secara statistik, perlakuan J5 (55 ml MOL) mungkin telah meningkatkan rasa dan kandungan air. Oleh karena itu, MOL batang pisang dapat digunakan dalam produksi silase jerami jagung, tetapi dosis yang lebih tinggi mungkin diperlukan untuk mencapai efek yang signifikan.
PENGARUH JENIS PEMBERIAN PAKAN FERMENTASI PADA TERNAK DOMBA (STUDY LITERATURE) Wahyuni, Lilis; Haruming, Kentri; Hartini, Hartini; Driyanto, Driyanto; Kurniawan, Muhammad Zidan
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 17 No. 2 (2025): Edisi Juli - Desember Tahun 2025
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v17i2.7852

Abstract

Pakan ternak sangat penting dalam peternakan domba. Pemilihan dan pengelolaan pakan yang baik berdampak langsung pada kesehatan, produktivitas, dan kualitas daging dan susu yang dihasilkan domba. Kemajuan teknologi dalam pakan, seperti sumber pakan lokal atau alternatif, meningkatkan efisiensi pakan dan mengurangi ketergantungan pada pakan komersial yang mahal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi potensi bahan pakan alternatif yang lebih murah atau lebih mudah didapatkan, seperti pakan lokal atau limbah pertanian dan menganalisis pengaruh pakan terhadap pertambahan bobot badan pada domba. Penelitian dalam pakan domba sangat penting untuk penyediaan pakan berkualitas dan keberlanjutan industri. Metode penelitian menggunakan A Literature Review. Hasil dari penelitian ini menunjukkan performa produksi domba yang diberi pakan fermentasi memiliki mutu yang lebih baik dibandingkan pemberian pakan non fermentasi. Adanya perbedaan pada PBB ini dikarenakan domba yang mengkonsumsi pakan fermentasi memiliki daya cerna yang lebih baik. Penelitian yang sedang berlangsung meliputi pemanfaatan bahan pakan lokal dan teknologi baru untuk meningkatkan produksi domba. Pertambahan bobot badan pertambahan bobot badan harian 88,18 g/ekor/hari. Kesimpulan Pakan fermentasi memiliki mutu yang lebih baik dibandingkan pemberian pakan non fermentasi dikarenakan domba yang mengkonsumsi pakan fermentasi memiliki daya cerna yang lebih baik.
TEKNOLOGI PENGOLAHAN TONGKOL JAGUNG YANG DI PROSES SECARA BIOLOGIS (FERMENTASI) (LITERATUR REVIEW) Rahmadi, Muhammad Argi; Aurelline, Zhanubha Cinta; Hikmayanti, Dina; Agustin, Lisania Cahya; kholiza, kholiza
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 17 No. 2 (2025): Edisi Juli - Desember Tahun 2025
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v17i2.7853

Abstract

Limbah jagung, khususnya tongkol jagung, memiliki potensi besar sebagai pakan ternak namun terkendala oleh kandungan serat kasar tinggi (32,7%) dan protein rendah (2,8%). Studi ini mengevaluasi efektivitas teknologi fermentasi dan amoniasi dalam meningkatkan kualitas nutrisi limbah jagung melalui tinjauan sistematis terhadap 20 artikel ilmiah. Hasil menunjukkan bahwa fermentasi dengan Aspergillus niger (6-14 hari) meningkatkan protein kasar hingga 8,49% dan menurunkan serat kasar menjadi 25,73%, sedangkan kombinasi amoniasi-fermentasi (amofer) selama 2 minggu meningkatkan protein kasar secara signifikan hingga 34,20%. Fermentasi menggunakan Yakult (21 hari) paling efektif menurunkan serat kasar hingga 16,39%. Pada ternak, pakan olahan limbah jagung meningkatkan pertambahan bobot harian sapi PO (0,82 kg/hari) dan kecernaan protein kasar kambing (63,69%). Teknologi pengolahan seperti perendaman filtrat abu sekam padi (FASP 20%) juga mengurangi lignin hingga 7,12%. Disimpulkan bahwa fermentasi dan amofer merupakan metode optimal untuk meningkatkan nilai gizi limbah jagung, dengan rekomendasi spesifik berdasarkan tujuan: amofer untuk protein, fermentasi Yakult untuk serat kasar, dan FASP untuk lignin. Implementasi teknologi ini mendukung keberlanjutan peternakan melalui pemanfaatan limbah pertanian yang efisien
ANALISIS USAHA PENJUALAN SUSU DI KOPERASI LARAS ATI, KABUPATEN KUNINGAN Rismayanti, Rismayanti; Dian Perwitasari, Fitri; Arisandi3, Bayu
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 1 (2026): Edisi Januari - Juli Tahun 2026
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i1.8458

Abstract

Produk susu merupakan produk pangan yang sangat penting bagi kesehatan. Koperasi Laras Ati adalah salah satu koperasi susu yang ada di Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Faktor ekonomi merupakan faktor yang sangat penting untuk dipahami tentang biaya produksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan pada usaha tersebut. Untuk menganalisis usaha bisa dikakukan dengan cara menghitung prndapatan, R/C ratio, dan BEP. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan data primer, dengan melakukan obeservasi dan waawancara di Koperasi Laras Ati. Menghitung kelayakan usaha bisa dimulai dengan cara menghitung biaya produksi, penerimaan, pendapatan, R/C rasio dan Break Even Point. Hasil penelitian ini adalah analisis usaha yaitu terdiri 1. Analisis pendapatan yang diterima Koperasi Laras Ati sebesar Rp. 197.138.650,-. 2. Nilai R/C ratio sebesar 1,04 jika R/C Ratio (1,04) > 1, maka koperasi layak diusahakan. 3. Nilai BEP Unit di Koperasi Laras Ati sebesar 777.684 liter/tahun,-. BEP Harga di Koperasi Laras Ati sebesar Rp.3.663,- Koperasi Susu Laras Ati menunjukan titik impas pada BEP (harga) sebesar Rp 3.663 dan titik impas (Unit) sebesar 777.684 liter/tahun, dimana kondisi harga susu dan unit pada posisi yang impas (tidak untung atau rugi). Analisis usaha koperasi susu Laras Ati menguntungkan dan layak diusahakan.  
TEKNOLOGI PENGOLAHAN TONGKOL JAGUNG YANG DI PROSES SECARA BIOLOGIS (FERMENTASI) (LITERATUR REVIEW) Muhammad Argi Rahmadi, Muhammad Argi Rahmadi; Cinta Aurelline, Zhanubha; Hikmayanti, Dina; Cahya Agustin, Lisania; Kholiza, Kholiza; Dian Perwitasari, Fitri; Nilamcaya, Mus
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 1 (2026): Edisi Januari - Juli Tahun 2026
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i1.8459

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai metode pengolahan tongkol jagung secara umum dan biologis melalui fermentasi untuk meningkatkan nilai kandungan nutrisinya sebagai pakan ternak yang berualitas. Metode penelitian ini merupakan studi literatur yang mengkaji berbagai metode pengolahan tongkol jagung secara biologis melalui fermentasi untuk meningkatkan nilai nutrisinya sebagai pakan ternak. Review dilakukan terhadap 20 penelitian terkait yang mencakup berbagai metode fermentasi menggunakan mikroorganisme seperti Aspergillus niger, Trichoderma sp., dan probiotik, serta kombinasinya dengan perlakuan kimia seperti amoniasi. Hasil menunjukkan bahwa proses fermentasi secara signifikan meningkatkan kualitas nutrisi tongkol jagung, dengan peningkatan protein kasar hingga 7,54% dan penurunan serat kasar hingga 25,73%. Penambahan Aspergillus niger dengan konsentrasi optimal dan waktu fermentasi 10-14 hari memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan kecernaan dan nilai nutrisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengolahan tongkol jagung secara biologis merupakan metode yang efektif untuk menghasilkan pakan ternak berkualitas tinggi.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAGING AYAM DI WILAYAH BARAT KABUPATEN CIREBON Ilham Shodik, Ilham Shodik; Dian Perwitasari, Fitri; Bastoni, Bastoni; Arisandi, Bayu
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 1 (2026): Edisi Januari - Juli Tahun 2026
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i1.8460

Abstract

Daging ayam broiler berperan penting dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat di Kabupaten Cirebon. Tingginya produksi daging ayam broiler mencerminkan bahwa permintaan komoditas ini tetap tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan daging ayam ras di Pasar Pasalaran dan Pasar Jamblang. 2. Untuk menganalisis elastisitas permintaan terhadap harga daging sapi, elastisitas pendapatan, dan elastisitas silang. Riset dilakukan sejak Juli hingga Agustus 2024 di dua lokasi, yaitu Pasar Pasalaran dan Pasar Jamblang. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 68 responden, dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 26. Selain itu, dilakukan uji normalitas, uji F, dan uji T untuk menguji hipotesis dalam analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan daging ayam ras antara lain harga daging ayam ras, harga telur ayam ras, harga beras, dan pendapatan. Elastisitas harga daging ayam ras tidak elastis, sedangkan elastisitas pendapatan menunjukkan bahwa daging ayam ras adalah barang normal. Elastisitas silang harga daging sapi dan telur ayam ras menunjukkan bahwa keduanya adalah barang pengganti, sedangkan harga beras dianggap sebagai barang mandiri
ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH TELUR ASIN DI KECAMATAN WERU KABUPATEN CIREBON Asri Dewi Nabilatul Jannah, Asri Dewi Nabilatul Jannah; Nilamcahya, Mus; Arisandi, Bayu
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 1 (2026): Edisi Januari - Juli Tahun 2026
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i1.8461

Abstract

Perusahaan Telur Asin Superno merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang peternakan itik, khususnya dalam produksi telur itik yang diolah menjadi telur asin. Pengolahan telur asin ini dilakukan untuk mengurangi kerugian para peternak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis usaha seperti biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, Break even point (BEP) dan menganalisis nilai tambah dari jenis-jenis telur asin di telur asin superno, serta dapat mengetahui perbedaan harga penjualan dari telur asin matang (ukuran besar dan ukuran kecil) dan telur asin mentah (ukuran besar dan ukuran kecil) yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan wawancara langsung kepada responden, selain itu metode analisi data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan analisi usaha dan analisis nilai tambah menggunakan metode hayami. Hasil penelitian menunjukan bahwa Total pendapatan seluruh diPerusahaan Telur Asin Superno dalam 2 tahun sebesar Rp.1. 556.821.325 dengan rata-rata total perbulan Rp.61.867.555. Nilai R/C ratio yang diperoleh perusahaan Perusahaan Telur Asin Superno lebih besar dari 1 yaitu 1,32 yang artinya usaha tersebut menguntungkan. Nilai Break Even Point (BEP) produksi Perusahaan Telur Asin Superno sebesar 260.988 butir telur asin atau Rp.766.781.880. Hasil perhitungan nilai tambah yang paling besar pada pengolahan telur asin di perusahaan Perusahaan Telur Asin Superno pada telur asin matang ukuran besar dengan setiap butir Rp.1.193.
PRODUKTIVITAS AYAM PETERLUR FASE LAYER DENGAN PEMBERIAN PAKAN ADITIF ORGANIK Dimas ujang Susilo, Dimas ujang Susilo; Al Khidzir, M. Ghulam; Winata, Arya; Fatah, Aef Saeful; Dwi Fauzi, Rifqi Niki; Nurul Padilah, M. Faiza
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 1 (2026): Edisi Januari - Juli Tahun 2026
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i1.8462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan pakan aditif organik terhadap produktivitas ayam petelur pada fase layer. Kajian dilakukan menggunakan metode systematic review terhadap 20 artikel ilmiah nasional yang relevan. Parameter yang dianalisis meliputi Hen Day Production (HDP), berat telur per ekor, konsumsi pakan, Feed Conversion Ratio (FCR), serta keuntungan ekonomi yang dihitung melalui Income Over Feed Cost (IOFC). Berbagai bahan aditif organik yang dikaji antara lain kulit bawang putih, tepung daun katuk, daun kelor, daun sirih, mengkudu, ampas jamu, dan belimbing wuluh. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemberian pakan aditif organik berpengaruh nyata terhadap peningkatan produktivitas ayam petelur. Kulit bawang putih dan mengkudu menghasilkan nilai HDP tertinggi, masing-masing sebesar 87,82% dan 115,95%, sedangkan daun kelor menunjukkan efisiensi pakan terbaik dengan nilai FCR sebesar 2,04. Dari aspek ekonomi, kulit bawang putih memberikan nilai IOFC tertinggi sebesar Rp4.612,12, diikuti oleh penggunaan ampas jamu. Selain itu, peningkatan kualitas telur juga teramati, terutama pada penggunaan tepung daun katuk yang menghasilkan berat telur rata-rata tertinggi sebesar 86,71 g per ekor. Secara keseluruhan, penggunaan pakan aditif organik terbukti mampu meningkatkan produktivitas, kualitas telur, serta keuntungan ekonomi usaha ayam petelur. Temuan ini menunjukkan bahwa pakan aditif organik berpotensi menjadi alternatif yang berkelanjutan untuk menggantikan antibiotik sintetis, sejalan dengan kebijakan pelarangan penggunaan antibiotik dalam pakan ternak di Indonesia.

Page 10 of 10 | Total Record : 99