cover
Contact Name
Ahmad Anas Arifin
Contact Email
anas.arifin@itats.ac.id
Phone
+6283110775666
Journal Mail Official
senastitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim 100, Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan
ISSN : -     EISSN : 27755630     DOI : -
Core Subject : Engineering,
- Industrial and Sustainable Technology Innovations - Ergonomics, Human Factors, HSE, and Work Design - Logistics System and Supply Chain - Operational Research, Modeling, and Simulation - Materials Engineering, Advanced Materials, Nano Materials - Energy Conversion, New and Renewable Energy - Mechanics, Mechatronics and Robotics - Manufacturing and Design - Waste treatment - Chemical Process Technology
Articles 70 Documents
Search results for , issue "Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021" : 70 Documents clear
Pengaruh Quality of Work Life dan Burnout terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Moderasi (Studi Kasus : CV. XYZ) Muhammad Abdul Hafizh; Ni Luh Putu Hariastuti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.542 KB)

Abstract

CV. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri fabrikasi baja ringan. Persoalan pada perusahaan yaitu belum ditetapkannya SOP secara keseluruhan dan kebijakan yang dirasa masih kurang oleh karyawan. Tujuan penelitian ini adalah mencegah terjadinya gap antara kebijakan dan hak karyawan dengan mengetahui besar pengaruh quality of work life dan burnout terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel moderasi. Metode dalam memecahkan permasalahan adalah Structural Equation Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS) dengan software Smart-PLS ver. 3.0. Hasil dari penelitian ini yaitu kinerja karyawan hanya mampu dijelaskan sebesar 65% oleh quality of work life, burnout, dan kepuasan kerja sedangkan 35% dijelaskan variabel lain. Quality of work life berpengaruh terhadap kepuasan kerja dengan t statistik 4,676, quality of work life tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan t statistik 1,329, burnout tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja dengan t statistik 0,519, burnout berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan t statistik 2,326, kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan t statistik 2,206, quality of work life berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja dengan t statistik 1,949, sedangkan burnout tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan dengan t statistik 0,435. Untuk mencegah terjadinya gap perusahaan dapat meningkatkan faktor quality of work life dan memperhatikan faktor burnout yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja dan demi meningkatkan kinerja karyawan.
Penerapan Quality Control Circle dalam Memperbaiki Kualitas pada Proses Pengelasan Box Karoseri di PT. X Rusman Rusman; Rony Prabowo
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.069 KB)

Abstract

Persaingan bisnis semakin tinggi, salah satu cara agar bisa memenangkan persaingan tersebut adalah dengan memberikan perhatian penuh terhadap kualitas produk yang dihasilkan perusahaan. Kualitas yang baik dapat dihasilkan dari proses yang juga baik dan sesuai standar kualitas yang telah ditentukan berdasarkan kebutuhan pasar. Meskipun proses pengelasan sudah dilaksanakan dengan baik, pada kenyataanya sering ditemukan ketidaksesuaian kualitas antara produk yang dihasilkan dengan yang diharapkan oleh perusahaan. Peningkatan kualitas bukan hanya pada kualitas produk akhir saja tetapi harus dari setiap proses, karena kualitas yang baik juga melewati proses inspeksi yang ketat. Hal ini dapat dicapai bila proses produksi sepenuhnya terkendali dan diadakan usaha-usaha untuk mencegah terjadinya cacat atau kegagalan. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam memperbaiki cacat pada proses produksi adalah dengan Metode Quality Control Circle, yang mengarahkan proses produksi untuk mencapai Zero Defect. PT.X merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang karoseri dump truck atau kendaraan niaga. Proses pembuatan produk sendiri dimulai dari pengolahan plat baja yang dirakit menjadi sebuah unit box karoseri. Produk-produk tersebut diproduksi secara assembly yang dikerjakan oleh operator yang sudah ahli dibidangnya. Pada saat ini PT.X mengalami persaingan dari perusahaan nasional, untuk dapat bersaing PT.X berusaha untuk dapat meningkatkan kualitas, karena mereka menyadari seleksi konsumen sangat ketat dan biaya kualitas perusahaan tinggi. Setelah dilakukan analisa data dapat diidentifikasi hal-hal yang menyebabkan cacat dalam tiap proses produksi. Perbaikan dilakukan dengan penerapan Quality Control Circle, yaitu dengan memperbarui peralatan kerja utama peralatan K3 dan alat bantu lainya sebagai penunjang pekerjaan. Dengan penambahan alat-alat ini, diharapkan cacat produk dapat berkurang dan cacat dapat diketahui sedini mungkin sebelum proses lebih lanjut.
Analisa Peningkatan dan Perbaikan Produktivitas dengan Menggunakan Metode Objective Matrix di CV. XYZ Muchammad Aldiansyah; Suparto Suparto
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.131 KB)

Abstract

CV. XYZ adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi peralatan konstruksi, produk utamanya adalah peralatan air conditioning seperti blower fan dan ducting system. Penelitian ini membahas pengukuran tingkat produktivitas di CV. XYZ dengan mengukur rasio produktivitas pada indikator jam kerja, tenaga kerja, dan penggunaan energi listrik. Melalui pengukuran produktivitas yang dilakukan, hendak dirumuskan usulan perbaikan yang dapat dilakukan dalam rangka upaya peningkatan produktivitas di masa yang akan datang. Informasi yang diambil pada riset ini yakni output penciptaan, kebutuhan jam kerja, jumlah tenaga kerja, serta tenaga listrik selama tujuh bulan pengamatan. Metode yang digunakan adalah metode Objective Matrix (OMAX). Berdasarkan hasil analisa produktivitas yang dilakukan di departemen cutting dengan memakai metode OMAX dapat disimpulkan bahwa produktivitas yang terbaik terletak pada periode bulan Oktober 2020 dengan skor produktivitas senilai 1000. Sebaliknya, produktivitas terburuk terjadi pada periode Juni 2020 dengan skor sebesar 69,56. Ditinjau dari nilai indeks perubahan produktivitas setiap periode, diketahui bahwa indeks perubahan tertinggi terjadi pada periode Juli 2020 sebesar 4,69% dan terburuk pada periode September 2020 sebesar -0,49%
Analisa dan Perbaikan Waktu Set-up Pergantian Cetakan dengan Metode Single-Minute Exchange of Dies (SMED) (Studi Kasus: PT. XYZ) Edi Purnomo; Anindya Rachma Dwicahyani; Zain Lillahulhaq
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.078 KB)

Abstract

Pada dasarnya, semua perusahaan mengharapkan proses produksi yang efektif dan efisien. Namun demikian, perusahaan yang sudah berjalan dengan sistem terbaikpun, akan merasakan tantangan terkait sistem produktivitas yang tidak sempurna. Pada penelitian ini, dilakukan analisa dan perbaikan waktu setup pada perusahaan manufaktur yang memproduksi mainan plastik. Penelitian dilakukan pada departemen injection moulding. Setelah dilakukan observasi, diketahui bahwa terdapat pemborosan yang terjadi pada aktivitas pergantian cetakan (mold). Dikarenakan tinggi variasi item yang diproduksi, maka proses pergantian cetakan memakan waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan memperbaiki waktu set-up pergantian cetakan menggunakan metode Single-minute Exchange of Dies (SMED), yang merupakan salah satu konsep pada sistem lean manufacturing. Melalui perbaikan yang dilakukan, diharapkan dapat terjadi perbaikan pada proses pergantian cetakan, sehingga dapat berjalan menjadi lebih efektif dan efisien, serta dapat mengendalikan downtime mesin. Hasil yang didapat melalui penelian ini yaitu terjadi penurunan waktu set-up sebesar 33,25% dengan mempersingkat waktu pergantian cetakan (mold) menjadi 276 menit, dari yang sebelumnya membutuhkan waktu 400 menit. Metode ini efektif menekan downtime mesin dan menambah efisensi waktu proses produksi. Dengan demikian, penerapan metode SMED dapat membantu memperbaiki waktu pergantian cetakan pada departemen injection.
Pengaruh Doping Nitrogen pada Matriks Reduced Graphene Oxide terhadap Sifat Kapasitif Superkapasitor Frizka Vietanti; Naili Saidatin; Shella Arinda; Kamal Riyadi
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.733 KB)

Abstract

Superkapasitor merupakan sebuah piranti yang memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kapasitor. Prinsip kerja superkapasitor berkaitan erat dengan material material yang memiliki luas permukaan aktif yang besar sebagai pengisi elektroda sehingga meningkatkan performa energi. Graphene merupakan sebuah kisi karbon yang memiliki sifat yang baik antara lain mobilitas muatan yang tinggi, sehingga material ini sering digunakan untuk superkapasitor. Pada penelitian ini dilakukan sebuah pengembangan inovasi doping nitrogen ke dalam matriks graphene. Metode hidrotermal digunakan untuk mensintesis N-rGO dengan reduksi urea ke dalam matriks GO. Dengan menggunakan reduksi urea sebagai doping nitrogen diharapkan dapat meningkatkan nilai kapasitansi dari elektroda. Proses hidrotermal dilakukan pada temperatur 180 °C selama 30 menit menggunakan mikrowave hidrotermal dan pendinginan hingga temperatur kamar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan pola difraksi dari pengujian XRD menunjukkan bergesernya puncak difraksi N-rGO ke 2? yang lebih tinggi terhadap rGO. Pada pengujian CV menunjukkan adanya efek pseudocapacitance yang menghasilkan spesifik kapasitansi sebesar 278,3 F/g. Sehinga dapat disimpulkan doping nitrogen ke dalam matriks rGO berhasil disintesis dengan menggunakan metode hidrotermal
Pengendalian Kualitas Produk Cacat Hollow Alumunium Menggunakan Metode Six Sigma dengan Tahapan DMAIC (Studi Kasus di PT. XYZ Surabaya) Dhedy Yuswandi; Anindya Rachma Dwicahyani
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.307 KB)

Abstract

PT. XYZ is a manufacturing company that produces various aluminum products, such as truss, battens, hollow and galvalume. In order to improve and control product quality and minimize product defects, the first step that companies need to do is to find the root of any problems regarding product quality that do not meet specifications. In this study, an analysis of hollow product quality control was carried out using the six sigma method under DMAIC (define, measure, analyze, improve, control) stages to reduce defective products. Six sigma is a quality control method that pays more attention to the creation of high quality products with the smallest possible defect rate. The results showed that there were three types of product defects, namely detached clamp, eroded material and some wavy parts. From the DPMO and sigma calculation of hollow product, it is known that the average level of DPMO is 20,615 and sigma value is 3.6. 
Pengaruh Variasi Diameter Turbin Turbocharger Tipe IHI RHB 31 terhadap Performa Spark Ignition Engine 200 cc Afrizal Amir; Moch Syaiful Huda; Anugrah Fardhan Rasyidi; Zain Lillahulhaq; Rizal Mahmud; Yustia Wulandari Mirzayanti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.164 KB)

Abstract

Kendaraan bermotor banyak digunakan dalam kehidupan masyarakat Indonesia harganya terjangkau, penggunaannya mudah dan dapat digunakan untuk menjangkau tempat terpencil. Modifikasi kendaraan bermotor banyak dilakukan utnuk mencapai kondisi optimum pada proses pembakaran. Penggunaan turbocharger banyak digunakan pada mesin dengan kompresi tinggi misalnya pada mesin disel. Namun pada saat ini penggunaan turbocharger juga mulai diaplikasikan pada kendaraan roda 2 yang digunakan pada racing. Turbocharger sendiri berfungsi untuk meningkatkan tekanan udara yang akan digunakan dalam proses pembakaran. Saat ini penelitian menganai penggunaan turbocharger sangat jarang dilakukan sehingga sedikit yang dapat diketahui mengenai efek penggunaan turbocharger pada kendaraan bermotor. Pada kendaraan bermotor udara bertekanan tinggi dari turbocharger akan menyebabkan proses pembakaran mengalami knocking akibat peningkatan temperature. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi diameter turbin pada performa penggunaan turbocharger pada motor 4 langkah. Performa yang ditampilkan pada penelitian ini adalah daya dan torsi pada kendaraan. Hasil penelitian menunjukan bahwa motor yang menggunakan turbocharger mempunyai nilai daya dan Torsi yang lebih tinggi dari motor standar. Performa terbaik ditunjukkan saat motor menggunakan turbocharger dengan diameter standar. Motor berkapasitas dibawah 200 cc pun dapat menggunakan turbocharger dengan menyesuaikan spesifikasi turbocharger yang digunakan.
Analisis Perbandingan Biaya Operasional Antara Kendaraan Listrik, Bensin dan Diesel Desmas Arifianto Patriawan; Janu Hadi Putra; Bambang Setyono
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.095 KB)

Abstract

Mobil listrik bisa menjadi solusi kendaraan ramah lingkungan dan mengurangi beban pemerintah dalam melakukan impor minyak bumi. Salah satu halangan dalam menggunakan kendaraan listrik adalah tidak ada rincian pasti berapa biaya operasional yang diperlukan dalam menggunakan mobil listrik. Pada paper ini mencoba menghitung dan membandingkan biaya operasional dari mobil listrik dengan mobil pembakaran dalam. Mobil pembakaran dalam yang digunakan adalah dengan bahan bakar bensin dan diesel. Jenis kendaraan yang digunakan adalah Nissan Leaf  sebagai mobil listrik, Toyota Avanza untuk kendaraan bensin dan Suzuki Ertiga untuk kendaraan diesel. Ketiga kendaraan ini menggunakan spesifikasi di tahun 2013. Hasil dari perhitungan selama 10 tahun dengan asumsi jarak tempuh, waktu servis dan pergantian suku cadang sesuai dengan petunjuk teknis dari dari masing-masing pabrikan. Hasil perhitungan didapatkan bahwa Nissan Leaf memerlukan biaya sebesar Rp 161.570.640.-, untuk Toyota Avanza Rp 123.325.084.- dan Suzuki Ertiga Rp 108.996.469,-. Biaya operasional yang mahal untuk mobil listrik sebagian besar karena harga baterai yang masih mahal. Namun permasalahan tersebut akan teratasi dengan semakin matangnya teknologi baterai, sehingga membuat baterai semakin awet dan harga semakin terjangkau. 
Pengendalian Kualitas Menggunakan Pendekatan Six sigma sebagai Upaya Perbaikan Produk Defect (Studi Kasus: Departemen Produksi PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk) Novan Novan; Suhartini Suhartini
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.239 KB)

Abstract

Di era Industri 4.0 ini setiap perusahaan dihadapkan pada perubahan lingkungan bisni yang sangat cepat dan kompetitif. Perusahaan bersaing baik di pasar lingkup local maupun internasional,.kualitas produk sangatlah penting bagi perusahaan untuk dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi risiko terjadinya kantong zak semen cacat yang ada di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, dengan menggunakan metode six sigma yaitu DMAIC (define, measure, analzys, improve, control). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa ada beberapa bagian cacat pada kantong semen yaitu kantong pecah pada bagian mulut, body, dan lem kantong zak semen. Dari ketiga jenis cacat tersebut yang paling banyak mengalami cacat adalah pada body kantong zak semen. Factor-faktor penyebab yang membuat kantong zak semen cacat adalah operator, conveyor, dan kantong zak semen yang lolos inspeksi. Sementara itu usulan perbaikan yang dapat diberikan berdasarkan metode DMAIC adalah peningkatan kinerja dan kewaspadaan operator saat kantong zak semen berada di atas conveyor, pengecekan masing-masing mesin dan conveyor sehingga dapat mengantisipasi kejadian kantong cacat, dilakukan control secara visual agar terhindar dari kantong zak semen yang tersangkut dengan mur atau baut yang ada di dalam conveyor.
Analisa Model Beban Kerja dengan Metode NASA-TLX di BNI Contact Center Surabaya Doni Kurniawan; Zeplin Jiwa Husada Tarigan
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.044 KB)

Abstract

BNI Contact Center merupakan salah satu Layanan customer BNI yang bisa diakses 24 jam dan 7 hari dalam seminggu oleh Nasabah dengan memberikan kemudahan informasi layanan dan solusi melalui media Telpon, email, sosmed dannVideo Banking. Dengan mengedepankan customer experience dituntut bekerja lebih giat untuk memenuhi permintaan konsumen, dan bersaing dengan kompetitor lainnya sehingga menimbulkan beban kerja yang yang dirasakan karyawan lebih besar, Oleh sebab itu dilakukan_penelitian untuk menganalisa beban_kerja yang dirasakan oleh karyawan dengan menggunakan Metode Subjektif sebagai metode pengukurannya yaitu Metode NASA-TLX National Aeronautics and Space Administration Task Load Index, dengan menggunakan Metode_ini terdapat 6 indikator yang menjadi uji pengukuran dimana masingmasing indikator tersebut mampu_mengukur_tingkat beban_kerja yang_dialami_oleh karyawan, dari 6 indikator_tersebut adalah_Kebutuhan_Mental, Kebutuhan_Fisik, Kebutuhan_waktu, performansi, usaha_dan_tingkat_frustasi dari_masing-masing karyawan. Dalam penelitian ini seluruhnya masuk dalam kategori beban mental yang tinggi, dari data diatas 1 karyawan masuk kategori beban kerja sangat tinggi sesuai dengan perhitungan WWL 83 dan 2 lainnya masuk kategori tinggi dengan nilai rata-rata WWL 76.9 dan 75.9. untuk setiap indikator kebutuhan mental menjadi indikator tertinggi dengan 1108, untuk tertinggi ke dua tingkat frustasi 1050, kemudian untuk performansi kinerja urutan ketiga dengan 632, disusul dengan kebutuhan waktu 489 usaha 170 sedangkan indikator paling rendah adalah kebutuhan fisik 88