cover
Contact Name
Ahmad Anas Arifin
Contact Email
anas.arifin@itats.ac.id
Phone
+6283110775666
Journal Mail Official
senastitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim 100, Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan
ISSN : -     EISSN : 27755630     DOI : -
Core Subject : Engineering,
- Industrial and Sustainable Technology Innovations - Ergonomics, Human Factors, HSE, and Work Design - Logistics System and Supply Chain - Operational Research, Modeling, and Simulation - Materials Engineering, Advanced Materials, Nano Materials - Energy Conversion, New and Renewable Energy - Mechanics, Mechatronics and Robotics - Manufacturing and Design - Waste treatment - Chemical Process Technology
Articles 282 Documents
Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas (Re-Layout) pada Produksi Kerupuk di UD. Sekar Aulia Tri Wijayanti; Tyas Septia Nova; Hastawati Chrisna Suroso
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.28 KB)

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas di dalam sebuah perusahaan adalah dengan perbaikan tata letak fasilitas yang terdapat pada pabrik. Beberapa pemborosan dapat terjadi pada proses produksi yang disebabkan oleh tata letak fasilitas yang kurang baik. Hal ini menjadi masalah utama dalam proses produksi kerupuk di UD. SEKAR dimana jarak gudang penyimpanan raw material jauh dengan stasiun penggorengan, dan gudang penyimpanan bumbu yang jauh dengan stasiun pembuatan adonan. Kedua hal tersebut menyebabkan wasting time dalam proses produksi kerupuk. Terlebih lagi, panjangnya jarak perpindahan material antar stasiun menybabkan bertambahnya biaya perpindahan pada proses produksi. Oleh karena itu, perancangan ulang tata letak fasilitasdiperlukan sehingga dapat meminimalkan jarak dan ongkos material handling. Metode yang digunakan untuk mendapatkan usulan tata letak baru baru yaitu dengan Activity Relationship Chart (ARC), Activity Relationship Diagram(ARD) dan Area Allocation Diagram (AAD). Hasil perhitungan total jarak perpindahan untuk existing Layout sebesesar Rp. 1.320/hari sedangkan hasil perhitungan total jarak perpindahan untuk Layout usulam sebesar Rp. 820/hari. Biaya manual material handling pada existing Layout sebesar Rp. 33.415/hari dan untuk  biaya manual material handling pada Layout usulan sebesar Rp. 22.900/hari. Perubahan yang cukup signifikan didapatkan yaitu dengan penurunan total jarak perpindahan sebesar Rp. 500/hari dan penurunan biaya material handling sebesar Rp.10.515/hari.
Pemodelan dan Analisis Pengaruh Rasio Jarak dan Rasio Massa DVA Terhadap Respon Massa Utama dengan Dual-DVA Ganda Agus Setiawan; Ardi Noerpamoengkas
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.074 KB)

Abstract

Salah satu upaya untuk mereduksi respon getaran adalah penambahan DVA (Dynamic Vibration Absorber). Model konfigurasi DVA dapat berupa menempatkan dua massa-pegas-redaman atau DDVA (Dual DVA). Pada penelitian ini, DDVA ditempatkan masing-masing pada sisi kiri dan kanan massa utama. Rasio jarak DVA terhadap titik pusat massa utama dan rasio massa DVA divariasikan. Model disimulasikan menggunakan software numerik. Hasil simulasi respon domain waktu diolah untuk mendapatkan nilai amplitudo dan RMS respon. Penurunan respon getaran arah rotasi lebih signifikan dibandingkan arah vertikal. Nilai respon getaran arah rotasi lebih rendah dan arah vertikal lebih tinggi pada kondisi jarak DVA yang tidak simetris. Nilai respon rotasi semakin turun pada massa DVA sisi kanan yang lebih besar dan fase eksitasi sisi kanan yang mendahului sisi kiri. Presentase reduksi respon arah vertikal semakin turun diikuti dengan kenaikan presentase reduksi respon arah rotasi.
Pengaruh Quality of Work Life dan Burnout terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Moderasi (Studi Kasus : CV. XYZ) Muhammad Abdul Hafizh; Ni Luh Putu Hariastuti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.542 KB)

Abstract

CV. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri fabrikasi baja ringan. Persoalan pada perusahaan yaitu belum ditetapkannya SOP secara keseluruhan dan kebijakan yang dirasa masih kurang oleh karyawan. Tujuan penelitian ini adalah mencegah terjadinya gap antara kebijakan dan hak karyawan dengan mengetahui besar pengaruh quality of work life dan burnout terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel moderasi. Metode dalam memecahkan permasalahan adalah Structural Equation Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS) dengan software Smart-PLS ver. 3.0. Hasil dari penelitian ini yaitu kinerja karyawan hanya mampu dijelaskan sebesar 65% oleh quality of work life, burnout, dan kepuasan kerja sedangkan 35% dijelaskan variabel lain. Quality of work life berpengaruh terhadap kepuasan kerja dengan t statistik 4,676, quality of work life tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan t statistik 1,329, burnout tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja dengan t statistik 0,519, burnout berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan t statistik 2,326, kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan t statistik 2,206, quality of work life berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja dengan t statistik 1,949, sedangkan burnout tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan dengan t statistik 0,435. Untuk mencegah terjadinya gap perusahaan dapat meningkatkan faktor quality of work life dan memperhatikan faktor burnout yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja dan demi meningkatkan kinerja karyawan.
Pembuatan Biodiesel Dari Mikroalga Nannochloropsis sp. Menggunakan Metode Transesterifikasi Insitu dengan Katalis SO42-/TiO2 Ade Julrohiniar; Sukma Putri Ayuni; Yustia Wulandari Mirzayanti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.204 KB)

Abstract

Mikroalga adalah salah satu bahan baku biomassa yang telah ditemukan dan dikembangkan untuk produksi biodiesel karena mengandung lipid yang tinggi, mitigasi emisi CO2 dan laju pertumbuhan yang cepat. Sehingga pada generasi ke empat, terdapat peluang yang besar dari mikroalga sebagai bahan baku dalam memproduksi bahan bakar minyak. Mikroalga Nannochloropsis sp adalah jenis mikroalga yang memiliki kandungan lipid hingga 68%. Proses pembuatan biodiesel dari mikroalga Nannochloropsis sp ini menggunakan metode transesterifikasi insitu dengan bantuan katalis padat SO42-/TiO2 yang dibuat secara impregnasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio mol mikroalga : metanol sebesar 1:12 dengan variasi konsentrasi katalis padat SO42-/TiO2 sebanyak 2%, 4%, 6%, 8%, 10% (%berat dari massa mikroalga) terhadap yield crude dan kandungan FFA dari minyak yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kadar yield crude biodiesel tertinggi sebesar 5,46% dan kandungan FFA sebesar 0,398 mg NaOH/gram pada konsentrasi katalis 6%.
Penentuan Penyebab Cacat Kritis Produk dengan Menggunakan FMECA Sandra Ria Hadiwiyanti; Evi Yuliawati
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.562 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai macam biskuit salah satunya adalah jenis square puff. Pada saat proses produksi berlangsung, terkadang di temui kendala yang menyebabkan produk tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah di tentukan atau cacat produk. Berdasarkan data hasil laporan bulanan diketahui ada beberapa jenis cacat seperti cacat bentuk, cacat oven, gosong, packaging, warna, dan lain-lain. Berdasarkan permasalahan cacat tersebut, maka PT. XYZ harus melakukan analisa penyebab cacat yang paling kritis dari kualitas produk yang dihasilkan. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode FMECA (Failure Mode Effect and Criticality Analysis) untuk mengidentifikasi dan menganalisa mode dan efek kegagalan, serta penyebab kegagalan. FMECA (Failure Mode Effect and Criticality Analysis) merupakan alat rekayasa yang direkomendasikan untuk menganalisa mode dan efek kegagalan produk yang dihasilkan dan merupakan pengembangan dari metode FMEA (Failure Mode Effect and Analysis). Dari hasil dari analisa yang dilakukan dengan menggunakan metode FMEA (Failure Mode Effect and Analysis) dengan perhitungan RPN (Risk Priority Number) dan CA (Critically Analysis), serta analisa dengan diagram pareto dan diagram sebab akibat maka didapatkan 2 prioritas mode kegagalan, yaitu biskuit gosong dan biskuit soft atau kurang matang serta dapat menentukan penyebab terjadinya cacat pada mode kegagalan tersebut sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya cacat akibat kegagalan proses produksi.
Penerapan Quality Control Circle dalam Memperbaiki Kualitas pada Proses Pengelasan Box Karoseri di PT. X Rusman Rusman; Rony Prabowo
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.069 KB)

Abstract

Persaingan bisnis semakin tinggi, salah satu cara agar bisa memenangkan persaingan tersebut adalah dengan memberikan perhatian penuh terhadap kualitas produk yang dihasilkan perusahaan. Kualitas yang baik dapat dihasilkan dari proses yang juga baik dan sesuai standar kualitas yang telah ditentukan berdasarkan kebutuhan pasar. Meskipun proses pengelasan sudah dilaksanakan dengan baik, pada kenyataanya sering ditemukan ketidaksesuaian kualitas antara produk yang dihasilkan dengan yang diharapkan oleh perusahaan. Peningkatan kualitas bukan hanya pada kualitas produk akhir saja tetapi harus dari setiap proses, karena kualitas yang baik juga melewati proses inspeksi yang ketat. Hal ini dapat dicapai bila proses produksi sepenuhnya terkendali dan diadakan usaha-usaha untuk mencegah terjadinya cacat atau kegagalan. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam memperbaiki cacat pada proses produksi adalah dengan Metode Quality Control Circle, yang mengarahkan proses produksi untuk mencapai Zero Defect. PT.X merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang karoseri dump truck atau kendaraan niaga. Proses pembuatan produk sendiri dimulai dari pengolahan plat baja yang dirakit menjadi sebuah unit box karoseri. Produk-produk tersebut diproduksi secara assembly yang dikerjakan oleh operator yang sudah ahli dibidangnya. Pada saat ini PT.X mengalami persaingan dari perusahaan nasional, untuk dapat bersaing PT.X berusaha untuk dapat meningkatkan kualitas, karena mereka menyadari seleksi konsumen sangat ketat dan biaya kualitas perusahaan tinggi. Setelah dilakukan analisa data dapat diidentifikasi hal-hal yang menyebabkan cacat dalam tiap proses produksi. Perbaikan dilakukan dengan penerapan Quality Control Circle, yaitu dengan memperbarui peralatan kerja utama peralatan K3 dan alat bantu lainya sebagai penunjang pekerjaan. Dengan penambahan alat-alat ini, diharapkan cacat produk dapat berkurang dan cacat dapat diketahui sedini mungkin sebelum proses lebih lanjut.
Analisa Peningkatan dan Perbaikan Produktivitas dengan Menggunakan Metode Objective Matrix di CV. XYZ Muchammad Aldiansyah; Suparto Suparto
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.131 KB)

Abstract

CV. XYZ adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi peralatan konstruksi, produk utamanya adalah peralatan air conditioning seperti blower fan dan ducting system. Penelitian ini membahas pengukuran tingkat produktivitas di CV. XYZ dengan mengukur rasio produktivitas pada indikator jam kerja, tenaga kerja, dan penggunaan energi listrik. Melalui pengukuran produktivitas yang dilakukan, hendak dirumuskan usulan perbaikan yang dapat dilakukan dalam rangka upaya peningkatan produktivitas di masa yang akan datang. Informasi yang diambil pada riset ini yakni output penciptaan, kebutuhan jam kerja, jumlah tenaga kerja, serta tenaga listrik selama tujuh bulan pengamatan. Metode yang digunakan adalah metode Objective Matrix (OMAX). Berdasarkan hasil analisa produktivitas yang dilakukan di departemen cutting dengan memakai metode OMAX dapat disimpulkan bahwa produktivitas yang terbaik terletak pada periode bulan Oktober 2020 dengan skor produktivitas senilai 1000. Sebaliknya, produktivitas terburuk terjadi pada periode Juni 2020 dengan skor sebesar 69,56. Ditinjau dari nilai indeks perubahan produktivitas setiap periode, diketahui bahwa indeks perubahan tertinggi terjadi pada periode Juli 2020 sebesar 4,69% dan terburuk pada periode September 2020 sebesar -0,49%
Pengaruh Variasi Massa Raw Material, Jenis Material dan Kedalaman Pemakanan Terhadap Respon Steady State Error pada Motor Penggerak Slider Mesin Lathe Mini Wahyu Stiyo Budi; Ahmad Anas Arifin; Desmas Arifianto Patriawan
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.072 KB)

Abstract

As time goes by, the world's technology is growing rapidly, as evidenced by the existence of manufacturers in the manufacturing sector such as lathe machines. In the lathe industry, it is very necessary to make it easier to work on the manufacture of custom components such as nuts, bolts and others, therefore this research was carried out using the incremental zero point measurement method using a caliper and testing was carried out based on variations including variations in the mass of raw materials, variations depth of eating, variations in material types. Besides that, this study modifies the mini manual lathe machine into an Arduino-based mini lathe machine (Semi-automatic) so that the operation of the machine can minimize the level of loss in terms of time and cost. This research focuses on testing the performance of the cylindrical motor with the method of calculating settling time, steady state error and variations in the type of working material in order to improve accuracy, precision and time efficiency in processing.Keywords: Steady state error, lathe, spindle 
POTENSI UNSUR TANAH JARANG (RARE EARTH ELEMENTS) DI LUMPUR PANAS SIDOARJO, Indonesia Handoko Teguh Wibowo; Bambang Pratisho; C. Prasetyadi; Dwi Fitri Yudiantoro
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.803 KB)

Abstract

Terminologi lumpur sidoarjo (Lusi) sebagai sebuah gunung lumpur saat ini sudah tidak relevan lagi. Berdasarkan analisis geokimia menunjukkan bukti-bukti jejak gunung api pada Lusi dan sudah berkorelasi positif, sehingga Lusi dapat dikatakan sebuah sistem hidrotermal pada cekungan sedimen. Sistem hidrotermal selalu berkaitan dengan pengkayaan mineral terutama pada lapisan lempung. Fluida geotermal bersifat asam, potensial melarutkan unsur logam,  sehingga kandungan unsur pada lumpur akan terpengaruh. Lusi termasuk ke dalam sistem endapan epitermal sulfida rendah (low ephitermal sulfide) dengan zona ubahan argilik yang ditandai oleh pembentukan mineral lempung yang bertemperatur rendah seperti kaolinit, smektit dan illit Adanya sistem hidrotermal yang bekerja pada Lusi dengan karakteristik tersebut membuat Lusi memiliki peluang untuk pengkayaan unsur tanah jarang. Hasil analisis laboratorium menggunakan metode ICP dan XRF didapat konsentrasi pelimpahan unsur tanah jarang seperti Ce, Dy, Eu, Gd, La, Nd, Pr, Sc, Sm dan Y  yang relatif tinggi.
Analisa dan Perbaikan Waktu Set-up Pergantian Cetakan dengan Metode Single-Minute Exchange of Dies (SMED) (Studi Kasus: PT. XYZ) Edi Purnomo; Anindya Rachma Dwicahyani; Zain Lillahulhaq
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.078 KB)

Abstract

Pada dasarnya, semua perusahaan mengharapkan proses produksi yang efektif dan efisien. Namun demikian, perusahaan yang sudah berjalan dengan sistem terbaikpun, akan merasakan tantangan terkait sistem produktivitas yang tidak sempurna. Pada penelitian ini, dilakukan analisa dan perbaikan waktu setup pada perusahaan manufaktur yang memproduksi mainan plastik. Penelitian dilakukan pada departemen injection moulding. Setelah dilakukan observasi, diketahui bahwa terdapat pemborosan yang terjadi pada aktivitas pergantian cetakan (mold). Dikarenakan tinggi variasi item yang diproduksi, maka proses pergantian cetakan memakan waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan memperbaiki waktu set-up pergantian cetakan menggunakan metode Single-minute Exchange of Dies (SMED), yang merupakan salah satu konsep pada sistem lean manufacturing. Melalui perbaikan yang dilakukan, diharapkan dapat terjadi perbaikan pada proses pergantian cetakan, sehingga dapat berjalan menjadi lebih efektif dan efisien, serta dapat mengendalikan downtime mesin. Hasil yang didapat melalui penelian ini yaitu terjadi penurunan waktu set-up sebesar 33,25% dengan mempersingkat waktu pergantian cetakan (mold) menjadi 276 menit, dari yang sebelumnya membutuhkan waktu 400 menit. Metode ini efektif menekan downtime mesin dan menambah efisensi waktu proses produksi. Dengan demikian, penerapan metode SMED dapat membantu memperbaiki waktu pergantian cetakan pada departemen injection.

Page 11 of 29 | Total Record : 282