cover
Contact Name
Dinar Nur Inten
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6289657453976
Journal Mail Official
jrpgp@unisba.ac.id
Editorial Address
Gedung Rektorat Lantai 4, Jl. Tamansari No. 20 Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud
ISSN : ISSN2808     EISSN : 27986012     DOI : https://doi.org/10.29313/jrpgp.v1i2
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review (direview secara tertutup) yang mempublikasikan kajian hasil riset dan teoritik terhadap isu empirik dalam sub kajian Pendidikan Anak Usia Dini. JRPGP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6012 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 124 Documents
Implementasi Pembelajaran Berbasis Alam dalam Pendidikan Inklusi di TK Islam Fathia Ajeng Teni Nur Afriliani; Marisa; Belliana Wika; Hilwah Zahira Sakinah; Ramdina Nur Sabila
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v6i1.10144

Abstract

Abstrak. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran berbasis alam dalam mendukung pelaksanaan pendidikan inklusi di KB-TK Islam Fathia. Pendekatan Kualitatif merupakan metode yang peneliti pilih dalam penelitian ini, dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data saat penelitian. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa pembelajaran berbasis alam memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perkembangan anak, khususnya dalam aspek emosional, perilaku, sosial, kognitif, dan karakter. Pada aspek emosional, terjadi penurunan perilaku tantrum serta peningkatan kenyamanan belajar. Pada aspek perilaku, anak menjadi lebih mudah diarahkan dan mampu mengikuti kegiatan pembelajaran dengan lebih baik. Dari aspek sosial, interaksi antar anak, baik anak normal pada ummnya atau anak berkebutuhan khusus (ABK), menjadi lebih inklusif dan alami. Sementara itu, pada aspek kognitif, pembelajaran berbasis alam mendorong pemahaman konsep melalui pengalaman konkret yang bermakna. Selain itu, pendekatan ini juga berkontribusi dalam membentuk karakter anak, seperti kemandirian, kepercayaan diri, dan keberanian. Abstract. The purpose of this research is to describe the implementation of nature-based learning to support inclusive education at KB-TK Islam Fathia. The researcher chose a qualitative approach, utilizing interviews, observation, and documentation as data collection techniques. The results show that nature-based learning has a significant impact on children's development, particularly in emotional, behavioral, social, cognitive, and character aspects. Emotionally, there was a decrease in tantrums and an increase in learning comfort. Behaviorally, children became more easily directed and were able to participate better in learning activities. Socially, interactions between children, both normal and special needs children (ABK), became more inclusive and natural. Meanwhile, cognitively, nature-based learning encouraged conceptual understanding through meaningful, concrete experiences. Furthermore, this approach also contributed to the development of children's character, such as independence, self-confidence, and courage.
Implementasi Steam melalui Media Loose Parts dalam Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Siti Munawaroh Zaidan; Yusroh Alquriyah
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v6i1.10175

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) melalui media loose parts untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Siti Padmirah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan subjek 16 anak kelompok B (10 laki-laki dan 6 perempuan). Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan kepala sekolah, serta dokumentasi (foto dan video kegiatan), kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi STEAM berbasis loose parts (menggunakan bahan lokal dan daur ulang seperti batu kerikil, stik es krim, biji kedelai, dan daun kering) berjalan secara praktis, terstruktur, kontekstual, serta sesuai dengan tema Kurikulum Merdeka. Anak menunjukkan peningkatan yang signifikan pada semua indikator motorik halus, terutama kemampuan mencubit, menggenggam, koordinasi mata dan tangan, serta ketepatan gerakan jari. Selain itu, anak menjadi lebih antusias, mandiri, dan kreatif selama proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendekatan STEAM dengan media loose parts merupakan model pembelajaran yang efektif dan mudah diaplikasi di PAUD. Karena memanfaatkan bahan murah, ramah lingkungan, serta mendukung perkembangan holistik anak. Abstract. This study aims to describe the implementation of the STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) approach through loose parts media to improve the fine motor skills of children aged 5–6 years at Siti Padmirah Pucangsewu Kindergarten. The study used a qualitative case study approach with 16 children in group B (10 boys and 6 girls) as subjects. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews with teachers and the principal, and documentation (photos and videos of activities), then analyzed using the Miles and Huberman model with triangulation techniques to ensure data validity. The results showed that the implementation of STEAM based on loose parts (using local and recycled materials such as pebbles, ice cream sticks, soybeans, and dry leaves) was practical, structured, contextual, and in accordance with the Merdeka Curriculum theme. Children showed significant improvements in all fine motor indicators, especially the ability to pinch, grasp, eye-hand coordination, and accuracy of finger movements. In addition, children became more enthusiastic, independent, and creative during the learning process. This study concluded that integrating the STEAM approach with loose parts media is an effective and easily applicable learning model in early childhood education (ECE) because it utilizes inexpensive, environmentally friendly materials and supports children's holistic development.
Efektifitas Wordwall terhadap Pembelajaran Mengenal Lambang Bilangan Anak Usia 4-5 Tahun Nahdliyatul Ula Ziyadatus Safa'ah; Raras Ayu Prawinda; Dessy Farantika
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v6i1.10352

Abstract

Abstrak. Anak usia dini memerlukan stimulasi pembelajaran yang menarik dalam pengenalan simbol angka untuk meningkatkan kemampuan numerasi. Namun, metode konvensional di taman kanak-kanak seringkali kurang efektif dalam menarik perhatian anak. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas media pembelajaran digital interaktif Wordwall, yang didukung oleh teori konstruktivisme Piaget dan teori multimedia, dalam membantu anak usia 4–5 tahun mengenali simbol angka. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experiment pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari 30 anak di TK Al Hidayah Penataran 03 yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil menunjukkan kelompok eksperimen mengalami peningkatan rata-rata signifikan dari 20,33 menjadi 29,93, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 20,87 menjadi 25,40, dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa media Wordwall efektif sebagai alternatif pembelajaran numerasi yang interaktif dan adaptif bagi anak usia dini. Abstract. Early childhood requires engaging learning stimulation in recognizing number symbols to enhance numeracy skills. However, conventional methods in kindergarten often prove to be less effective in capturing children's attention. This study evaluates the effectiveness of the interactive digital learning media Wordwall, supported by Piaget's constructivist theory and multimedia theory, in helping children aged 4-5 years recognize number symbols. The method used is quantitative with a quasi-experimental design of pretest-posttest control group. The sample consists of 30 children from TK Al Hidayah Penataran 03, divided into experimental and control groups. Data were collected through observation sheets and analyzed using Independent Sample T-Test. The results showed that the experimental group experienced a significant average increase from 20.33 to 29.93, while the control group increased from 20.87 to 25.40, with a significance value of 0.000 (p < 0.05). These findings indicate that Wordwall media is effective as an interactive and adaptive alternative for numeracy learning for early childhood.
Implementasi Permainan Tradisional Congklak pada Anak Usia 5-6 Tahun di Paud Himaku Suci Sekar Rahayu; Atin Fatimah; Fadlullah
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v6i1.10807

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara rinci bagaimana permainan tradisional congklak diterapkan, apa saja manfaat, dan kendala yang dihadapi dalam mendukung perkembangan anak kelompok B usia 5-6 tahun di PAUD Himaku Lebak, Banten. Pergeseran pola bermain anak menuju permainan digital menuntut adanya revitalisasi permainan tradisional guna menjaga kearifan lokal sekaligus menstimulasi perkembangan anak secara holistik. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan datanya meliputi observasi tanpa keterlibatan langsung, wawancara semi-terstruktur kepada guru, serta penelusuran dokumen. Untuk menganalisis data peneliti menggunakan tahapan Miles dan Huberman. Uji keabsahan dilakukan dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta melalui member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan congklak diimplementasikan secara terstruktur melalui RPPH dan secara signifikan meningkatkan kemampuan dalam berhitung permulaan, klasifikasi warna, pengenalan geometri dasar, menumbuhkan kesabaran, kepatuhan pada aturan, kerja sama, dan sportivitas. Meskipun memiliki kelebihan dalam melestarikan budaya lokal dan mendorong interaksi sosial, terdapat tantangan berupa keterbatasan jumlah papan congklak dan perbedaan kesiapan kognitif anak yang menuntut bimbingan intensif dari guru. Abstract. This study aims to provide a detailed description of how the traditional congklak game is implemented, its benefits, and the challenges encountered in supporting the development of children aged 5-6 years in group B at PAUD Himaku, Lebak, Banten. The shift in children's play patterns toward digital games necessitates the revitalization of traditional games to preserve local wisdom and stimulate early childhood development comprehensively. This research utilized a descriptive qualitative approach. Data collection techniques included non-participant observation, semi-structured interviews with the teacher, and document analysis. Data were analyzed using the stages proposed by Miles and Huberman. The validity of the data was ensured through source, technique, and time triangulation, as well as member checking. The validity of the data was ensured through triangulation (source, technique, and time) and member checking. The findings reveal that the congklak game is implemented systematically through RPPH and significantly enhances skills in basic counting, classifying colors, and understanding basic geometric concepts, the game fostered patience, rule-following, cooperation, and sportiveness Despite its extensive benefits in preserving local culture and promoting collaborative play, challenges such as the limited availability of congklak boards and varying levels of cognitive readiness among children require intensive teacher guidance and classroom management.

Page 13 of 13 | Total Record : 124