cover
Contact Name
Dinar Nur Inten
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6289657453976
Journal Mail Official
jrpgp@unisba.ac.id
Editorial Address
Gedung Rektorat Lantai 4, Jl. Tamansari No. 20 Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud
ISSN : ISSN2808     EISSN : 27986012     DOI : https://doi.org/10.29313/jrpgp.v1i2
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review (direview secara tertutup) yang mempublikasikan kajian hasil riset dan teoritik terhadap isu empirik dalam sub kajian Pendidikan Anak Usia Dini. JRPGP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6012 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 124 Documents
Kolaborasi PAUD dengan Orang Tua dalam Memenuhi Standar Pendidikan Anak Usia Dini Arfani Amalia; Asep Dudi Suhardini; Masnipal
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.8358

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan menelaah bentuk kolaborasi antara lembaga PAUD dan orang tua dalam mendukung penerapan Standar Nasional PAUD sesuai Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014, dengan fokus pada empat standar utama: STPPA, proses, penilaian, dan pengelolaan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner daring kepada 22 orang tua di TK Unisba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua melalui dukungan fasilitas belajar di rumah, partisipasi dalam kegiatan pembelajaran, komunikasi dengan guru, dan kehadiran di sekolah berkontribusi besar terhadap pemenuhan standar nasional. Kolaborasi ini diperkuat oleh komunikasi dua arah, transparansi sekolah, dan meningkatnya kesadaran orang tua mengenai peran mereka. Namun, masih terdapat hambatan seperti keterbatasan waktu, perbedaan komunikasi, dan kurangnya pemahaman tentang bentuk keterlibatan orang tua. Temuan ini menegaskan bahwa kerja sama yang kuat antara PAUD dan orang tua sangat penting untuk mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Abstract. This study aims to examine the collaboration between early childhood education institutions (ECE) and parents in supporting the implementation of the National Standards for Early Childhood Education as outlined in Ministry of Education and Culture Regulation No. 137 of 2014, focusing on four key standards: STPPA, process, assessment, and management. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observations, interviews, document analysis, and an online questionnaire completed by 22 parents at TK Unisba. The findings show that parental involvement through providing learning support at home, participating in learning activities, communicating with teachers, and attending school events greatly contributes to meeting national standards. This collaboration is strengthened by two-way communication, school transparency, and increasing parental awareness of their roles. However, challenges remain, such as limited parental time, differences in communication styles, and a lack of understanding of the forms of parental involvement expected. Overall, the study highlights that strong collaboration between PAUD institutions and parents is essential for delivering quality early childhood education.
Sistem Pendidikan dan Perlindungan Anak yang Preventif di Indonesia: Perspektif HAM Firman Mansir; Harmathilda; Muhammad Yudi Ali Akbar; Anisa Rahmadani; Achmad Ushuluddin
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.8520

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji urgensi penguatan sistem pendidikan dan mekanisme perlindungan anak yang bersifat preventif melalui perspektif Hak Asasi Manusia (HAM), selain itu artikel ini mengungkapkan bahwa lahirnya berbagai konflik dan kekerasan tentang anak-anak yang ada di Indonesia, berawal dari kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan anak. Selain itu kurangnya nilai-nilai akhlak yang berakar dari pendidikan Islam tidak maksimal dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berbasis kajian literatur terhadap regulasi nasional, instrumen HAM internasional serta riset-riset terkini mengenai implementasi pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia. Karena itu, perlu adanya pencegahan dan penanganan yang sesuai dengan realita sehingga konflik dan kekerasan dapat terselesaikan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan preventif harus diwujudkan melalui penguatan kurikulum berbasis HAM, peningkatan kompetensi guru dalam pendidikan berperpektif hak anak, serta penyediaan sistem pelaporan dan pengawasan yang mudah diakses dan responsif. Dengan demikian, beberapa faktor perlu dipahami bersama bahwa faktor tersebut yang mampu mengentaskan berbagai kasus kekerasan dan mampu memberikan perlindungan terhadap anak. Abstract. This study emphasizes the urgency of enhancing the educational system and implementing preventive measures for child protection. Additionally, it shows that a lack of parental attention to child development is the root cause of many conflicts and acts of violence affecting children in Indonesia. Furthermore, the learning process at educational institutions often fails to maximize moral principles rooted in Islamic education. Through a review of national laws, international human rights treaties, and current research on education and child protection in Indonesia, this study adopts a qualitative approach. Therefore, effective prevention and intervention strategies are necessary to resolve conflicts and violence. The study highlights that achieving a preventive strategy requires strengthening a human rights-based curriculum, improving teachers' competence in child rights education, and establishing accessible, responsive reporting and monitoring systems. It is also vital to understand that these factors collectively have the potential to eliminate various forms of violence and protect children.
Fasilitas yang Mendukung Lingkungan Inklusi pada Pendidikan Anak Usia Dini Dian Surya Aprilyanti; Isti Rusdiany; Dina Kusuma Wardhani; Kristiana Maryani
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.8751

Abstract

Abstrak. Inklusi bertujuan untuk mengatasi berbagai hambatan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dengan mengintegrasikan mereka ke dalam sekolah reguler, sehingga mendorong perkembangan keterampilan dan nilai-nilai positif. Aspek ketersediaan fasilitas yang memadai ini sangat vital karena lingkungan fisik secara langsung memengaruhi efektivitas proses pembelajaran dan stimulasi tumbuh kembang anak, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah Inklusi. Peneliti menemukan bahwa fasilitas yang mendukung pada lingkungan inklusi di PAUD yaitu  adanya fasilitas fisik dan fasilitas psikologis. Fasilitas fisik pada lembaga PAUD inklusi diantaranya Adalah terdapat aksebilitas yang memudahkan anak, toilet ramah anak berkebutuhan khusus, dan sarana prasarana lainnya yang mendukung. Sedangkan fasilitas psikologis pada PAUD lingkungan inklusi Adalah adanya psikolog, shadow teacher, ruang konseling atau ruang khusus untuk terapi.Tujuan penelitian ini adalah untuk meberikan informasi terkait dengan bagaimana seharusnya fasilitas inklusi yang ada di lingkungan pendidikan anak usia dini. metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. hasil dari peneltian ini adalah bahwa TK Bunayyajakarta merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang mendukung lingkungan inklusi baik dalam pembelajaran dan fasilitas baik sarana dan prasarana. Abstract. Inclusion aims to overcome various educational barriers for children with special needs by integrating them into regular schools, thereby encouraging the development of skills and positive values. The availability of adequate facilities is vital because the physical environment directly affects the effectiveness of the learning process and stimulates children's growth and development, especially for those with special needs who attend inclusive schools. Researchers found that facilities that support an inclusive environment in early childhood education include physical and psychological facilities. Physical facilities in inclusive early childhood education institutions include accessibility that facilitates children, toilets that are friendly to children with special needs, and other supporting infrastructure. Meanwhile, psychological facilities in an inclusive early childhood education environment include the presence of psychologists, shadow teachers, counseling rooms, or special rooms for therapy. The purpose of this study was to provide information on how inclusive facilities should be in early childhood education environments. The research method used was descriptive qualitative. The results of this study showed that Bunayyajakarta Kindergarten is an early childhood education institution that supports an inclusive environment in terms of both learning and facilities, including infrastructure.
Literasi Digital Guru dalam Perencanaan Pembelajaran Paud di Era Society 5.0 Jeane Dwijantie; Huriah Rachmah; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.8774

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya optimalisasi literasi digital guru dalam penyusunan perencanaan pembelajaran PAUD, meskipun tuntutan era Society 5.0 menempatkan kompetensi digital sebagai aspek penting dalam pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital guru terhadap kualitas perencanaan pembelajaran PAUD. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital guru memiliki pengaruh signifikan terhadap ketepatan perumusan tujuan pembelajaran. Guru yang memiliki literasi digital tinggi mampu merancang pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, adaptif, dan sesuai tahap perkembangan anak. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa literasi digital merupakan kompetensi pedagogis strategis yang menentukan kualitas perencanaan pembelajaran PAUD di era Society 5.0. Penguatan literasi digital guru perlu dilakukan melalui program pelatihan berkelanjutan yang menekankan aspek teknis, pedagogis, etis, dan kurasi konten digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan komprehensif mengenai pengaruh literasi digital terhadap perencanaan pembelajaran PAUD. Abstract. This research is motivated by the low level of digital literacy optimization among teachers in developing early childhood education (PAUD) lesson plans, despite the demands of the Society 5.0 era placing digital competence as a crucial aspect of early childhood learning. This study aims to analyze the role of teachers' digital literacy on the quality of PAUD lesson plans. The research method used was a literature review. The results indicate that teachers' digital literacy has a significant influence on the accuracy of the formulation of learning objectives. Teachers with high digital literacy are able to design more creative, interactive, adaptive, and developmentally appropriate learning. The study's conclusions confirm that digital literacy is a strategic pedagogical competency that determines the quality of PAUD lesson plans in the Society 5.0 era. Strengthening teachers' digital literacy needs to be carried out through ongoing training programs that emphasize technical, pedagogical, ethical, and digital content curation aspects. The novelty of this research lies in its comprehensive mapping of the influence of digital literacy on PAUD lesson planning.  
Eksplorasi Praktik Guru dalam Mengelola Emosi Anak Usia Dini: Studi Kasus Yuliana Nurhayati; Novi Suma Setyawati
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v6i1.9131

Abstract

Abstrak. Pengelolaan emosi merupakan fondasi penting bagi perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Namun, praktik nyata guru PAUD di Indonesia masih jarang dieksplorasi secara mendalam. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi praktik guru dalam mengelola emosi anak berdasarkan perspektif Social and Emotional Learning (SEL). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di PAUD Terpadu Aisyiyah Bustanul Athfal 43 Banjarmasin. Partisipan adalah kepala sekolah dan satu guru kelas, dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipan, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi utama guru: (1) pengenalan emosi melalui observasi ekspresi nonverbal dan verbalisasi perasaan; (2) respons emosional berupa co-regulation dan pengalihan perhatian; (3) pembimbingan emosi berkelanjutan melalui refleksi harian dan pendekatan spiritual berbasis cerita Islami. Studi ini menyimpulkan bahwa praktik pengelolaan emosi yang efektif bersifat holistik, mengintegrasikan aspek pedagogis, afektif, dan nilai lokal-keagamaan. Abstract. Emotional regulation is a crucial foundation for the social-emotional development of young children. However, the actual practices of early childhood education (PAUD) teachers in Indonesia have rarely been explored in depth. This article aims to explore teachers’ practices in managing children’s emotions from the perspective of Social and Emotional Learning (SEL). The study employed a qualitative approach using a case study design at the Aisyiyah Bustanul Athfal 43 Integrated Early Childhood Education Center in Banjarmasin. Participants included the school principal and one classroom teacher, selected through purposive sampling. Data were collected via semi-structured interviews and participant observation, then analyzed thematically. The results revealed three main teacher strategies: (1) identifying emotions through observation of nonverbal expressions and verbalization of feelings; (2) emotional responses involving co-regulation and redirection of attention; (3) continuous emotional guidance through daily reflection and a spiritual approach based on Islamic stories. This study concludes that effective emotion management practices are holistic, integrating pedagogical, affective, and local-religious value aspects.
Pembelajaran Practical life dalam Mengembangkan Kemandirian Anak Usia 5–6 Tahun Annisa Fauziah Noer Rahmawati; Huriah Rachmah; Fitroh Hayati
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v6i1.9997

Abstract

Abstrak. Rendahnya tingkat kemandirian anak usia dini masih menjadi permasalahan dalam Pendidikan Anak Usia Dini, yang disebabkan oleh praktik pembelajaran yang belum optimal mendorong anak untuk mandiri, padahal usia 5–6 tahun merupakan periode penting dalam pengembangannya. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi pembelajaran practical life dalam menumbuhkan kemandirian anak usia 5–6 tahun di TK An-Naim dengan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran practical life diterapkan melalui kegiatan rutin seperti mengelola barang pribadi, menjaga kebersihan, dan perawatan diri, dengan guru sebagai fasilitator. Pendekatan ini efektif dalam mendukung kemandirian personal, sosial, dan emosional anak. Abstract. The low level of independence among early childhood learners remains an issue in Early Childhood Education, largely due to learning practices that do not optimally encourage independence, even though ages 5–6 are a critical period for its development. This study aims to examine the implementation of practical life learning in fostering independence among children aged 5–6 at An-Naim Kindergarten using a qualitative case study approach. The findings show that practical life learning is applied through routine activities such as managing personal belongings, maintaining cleanliness, and self-care, with teachers acting as facilitators. This approach effectively supports the development of children’s personal, social, and emotional independence.
Pengembangan Aktivitas Ice breaking sebagai Persiapan Belajar Bagi Anak Usia Dini Annisa Fitriya; Ayi Sobarna; Ikin Asikin
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v6i1.9998

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji pengembangan kegiatan ice breaking sebagai persiapan pembelajaran anak usia dini di TK Qomariah Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ice breaking seperti tepuk motivasi, lagu gerak, permainan, dan aktivitas fisik ringan dilaksanakan secara rutin sebelum, saat, dan setelah pembelajaran. Kegiatan ini efektif meningkatkan fokus, motivasi, dan kesiapan belajar anak sehingga mereka lebih aktif dan terlibat. Guru berperan sebagai fasilitator kreatif dengan menyesuaikan kegiatan berdasarkan kebutuhan anak dan tema pembelajaran. Abstract. This study examines the development of ice breaking activities as learning preparation for early childhood at TK Qomariah Bandung. Using a descriptive qualitative ethnographic approach, data was collected through observation, interviews, and documentation involving the principal and teachers. The findings show that ice breaking activities such as motivational clapping, action songs, games, and light exercises are regularly implemented before, during, and after lessons. These activities effectively enhance children’s focus, motivation, and readiness to learn, making them more active and engaged. Teachers act as creative facilitators by adapting activities to children’s needs and learning themes.
Fisibilitas Pelatihan Pembuatan Game Interaktif Powerpoint terhadap Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Farhah Fitrotun Nisa; Nan Rahminawati; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v6i1.9999

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji pelatihan pembuatan permainan interaktif berbasis PowerPoint untuk meningkatkan kompetensi profesional guru PAUD Al Falah Subang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen pre-test dan post-test yang melibatkan empat guru sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor kompetensi sebesar 50–70% setelah pelatihan, yang menandakan bahwa pelatihan ini layak dan efektif. Guru menjadi lebih percaya diri serta mampu memanfaatkan PowerPoint sebagai media pembelajaran interaktif, sehingga memberikan dampak positif terhadap kompetensi profesional mereka. Abstract. This study examines PowerPoint-based interactive game training to improve the professional competence of PAUD Al Falah Subang teachers. Using a quantitative quasi-experimental pre-test and post-test design with four teacher participants, data were collected through questionnaires and analyzed using the Paired Sample T-Test and Wilcoxon Signed Rank Test. The results show a 50–70% increase in competency scores after training, indicating its feasibility and effectiveness. Teachers became more confident and better able to use PowerPoint as an interactive learning medium, demonstrating a positive impact on their professional competence.
Bimbingan Orang Tua dalam Penggunaan Media Digital dilihat dari Perkembangan Moral dan Agama Salma Aina Rasyid; Erhamwilda; Eko Surbiantoro
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v6i1.10003

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bimbingan orang tua dalam penggunaan media digital serta dampaknya terhadap perkembangan moral dan agama anak usia 4–6 tahun di Lingkungan Gang Cibunut Utara, Bandung. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima orang tua dan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi penggunaan media digital bervariasi antara 1 hingga 5 jam per hari, dengan 60% melebihi rekomendasi WHO. Anak dengan penggunaan media digital dalam batas normal menunjukkan perkembangan moral yang lebih konsisten, stabil, dan sikap agama yang lebih teratur. Sementara itu, anak dengan penggunaan berlebihan cenderung lebih emosional, kurang stabil dalam moral, dan kegiatan agamanya tidak teratur. Bimbingan orang tua yang aktif, seperti pendampingan, diskusi konten, dan pemilihan konten edukatif, berperan penting dalam memitigasi dampak negatif media digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas pendampingan orang tua lebih penting daripada sekadar membatasi durasi screen time. Rekomendasi meliputi peningkatan kesadaran orang tua, program literasi digital, dan penyeimbangan aktivitas digital dengan interaksi fisik dan sosial. Abstract. This study aims to analyze parental guidance in the use of digital media and its impact on the moral and religious development of children aged 4-6 years in the North Cibunut Gang Environment, Bandung. With a qualitative approach of case studies, data was collected through in-depth interviews, observations, and documentation of five parents and children. The results showed that the duration of digital media use varied between 1 to 5 hours per day, with 60% exceeding the WHO recommendations. Children with the use of digital media within normal limits show more consistent, stable moral development, and more regular religious attitudes. Meanwhile, children with overuse tend to be more emotional, less stable in morals, and have irregular religious activities. Active parental guidance, such as mentoring, content discussions, and educational content selection, plays an important role in mitigating the negative impact of digital media. This study concludes that the quality of parental mentoring is more important than simply limiting the duration of screen time. Recommendations include increasing parental awareness, digital literacy programs, and balancing digital activities with physical and social interactions.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini: Konteks Nilai-Nilai Entrepreneurship Ahmad Mushlih; Shinta Nuria Qorrota Aini
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v6i1.10135

Abstract

Abstrak. Pendidikan merupakan proses penting dalam meningkatkan kualitas manusia. Pendidikan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya pengembangan kurikulum yang baik. Salah satu pengembangan kurikulum untuk menunjang kualitas manusia yaitu entrepreneurship. Melalui penanaman nilai entrepreneur sejak dini diharapkan peserta didik dimasa depan mampu mengurangi tingkat pengangguran melalui kegiatan entrepreneurship dan penciptaan lapangan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai entrepreneurship untuk anak usia dini sebagai dasar pengembangan kurikulum entrepreneurship. Penelitian ini mengasumsikan bahwa muatan nilai-nilai entrepreneurship sejak dini dapat memberi pengetahuan, keterampilan dan sikap menjadi seorang entrepreneur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus di lembaga taman kanak-kanak Al Ishlah Tulungagung dan Khasanah Yogyakarta. Pengambilan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Adapun uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, waktu dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua belas nilai entrepreneurship yang dapat distimulasi pada anak usia dini yaitu mandiri, percaya diri, berjiwa pemimpin, berwirausaha, bertanggungjawab, kreatif-inovatif, pantang menyerah, komunikatif, peduli lingkungan-sosial, jujur-amanah, berkarakter qur’ani dan kolaboratif. Abstract. Education is an important process in improving human quality. Education will not run optimally without the development of a good curriculum. One of the curriculum developments to support human quality is entrepreneurship. Through instilling entrepreneurial values from an early age, it is hoped that students in the future will be able to reduce the unemployment rate through entrepreneurship activities and job creation. This research aims to find out the values of entrepreneurship for early childhood as the basis for the development of an entrepreneurship curriculum. This research assumes that the content of entrepreneurship values from an early age can provide knowledge, skills and attitudes to become an entrepreneur. The research method uses a qualitative approach with a case study type in Al Ishlah Tulungagung and Khasanah Yogyakarta kindergarten institutions. Data collection using interviews, documentation and observations. The data validity test uses triangulation of techniques, time and sources. The results of the study show that there are twelve entrepreneurial values that can be stimulated in early childhood, namely independence, confidence, leadership, entrepreneurship, responsibility, creative-innovative, never giving up, communicative.

Page 12 of 13 | Total Record : 124