cover
Contact Name
Dinar Nur Inten
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6289657453976
Journal Mail Official
jrpgp@unisba.ac.id
Editorial Address
Gedung Rektorat Lantai 4, Jl. Tamansari No. 20 Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud
ISSN : ISSN2808     EISSN : 27986012     DOI : https://doi.org/10.29313/jrpgp.v1i2
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review (direview secara tertutup) yang mempublikasikan kajian hasil riset dan teoritik terhadap isu empirik dalam sub kajian Pendidikan Anak Usia Dini. JRPGP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6012 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 114 Documents
Kolaborasi PAUD dengan Orang Tua dalam Memenuhi Standar Pendidikan Anak Usia Dini Amalia, Arfani; Dudi Suhardini, Asep; Masnipal
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.8358

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan menelaah bentuk kolaborasi antara lembaga PAUD dan orang tua dalam mendukung penerapan Standar Nasional PAUD sesuai Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014, dengan fokus pada empat standar utama: STPPA, proses, penilaian, dan pengelolaan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner daring kepada 22 orang tua di TK Unisba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua melalui dukungan fasilitas belajar di rumah, partisipasi dalam kegiatan pembelajaran, komunikasi dengan guru, dan kehadiran di sekolah berkontribusi besar terhadap pemenuhan standar nasional. Kolaborasi ini diperkuat oleh komunikasi dua arah, transparansi sekolah, dan meningkatnya kesadaran orang tua mengenai peran mereka. Namun, masih terdapat hambatan seperti keterbatasan waktu, perbedaan komunikasi, dan kurangnya pemahaman tentang bentuk keterlibatan orang tua. Temuan ini menegaskan bahwa kerja sama yang kuat antara PAUD dan orang tua sangat penting untuk mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Abstract. This study aims to examine the collaboration between early childhood education institutions (ECE) and parents in supporting the implementation of the National Standards for Early Childhood Education as outlined in Ministry of Education and Culture Regulation No. 137 of 2014, focusing on four key standards: STPPA, process, assessment, and management. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observations, interviews, document analysis, and an online questionnaire completed by 22 parents at TK Unisba. The findings show that parental involvement through providing learning support at home, participating in learning activities, communicating with teachers, and attending school events greatly contributes to meeting national standards. This collaboration is strengthened by two-way communication, school transparency, and increasing parental awareness of their roles. However, challenges remain, such as limited parental time, differences in communication styles, and a lack of understanding of the forms of parental involvement expected. Overall, the study highlights that strong collaboration between PAUD institutions and parents is essential for delivering quality early childhood education.
Sistem Pendidikan dan Perlindungan Anak yang Preventif di Indonesia: Perspektif HAM Mansir, Firman; Harmathilda; Yudi Ali Akbar, Muhammad; Rahmadani, Anisa; Ushuluddin, Achmad
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.8520

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji urgensi penguatan sistem pendidikan dan mekanisme perlindungan anak yang bersifat preventif melalui perspektif Hak Asasi Manusia (HAM), selain itu artikel ini mengungkapkan bahwa lahirnya berbagai konflik dan kekerasan tentang anak-anak yang ada di Indonesia, berawal dari kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan anak. Selain itu kurangnya nilai-nilai akhlak yang berakar dari pendidikan Islam tidak maksimal dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berbasis kajian literatur terhadap regulasi nasional, instrumen HAM internasional serta riset-riset terkini mengenai implementasi pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia. Karena itu, perlu adanya pencegahan dan penanganan yang sesuai dengan realita sehingga konflik dan kekerasan dapat terselesaikan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan preventif harus diwujudkan melalui penguatan kurikulum berbasis HAM, peningkatan kompetensi guru dalam pendidikan berperpektif hak anak, serta penyediaan sistem pelaporan dan pengawasan yang mudah diakses dan responsif. Dengan demikian, beberapa faktor perlu dipahami bersama bahwa faktor tersebut yang mampu mengentaskan berbagai kasus kekerasan dan mampu memberikan perlindungan terhadap anak. Abstract. This study emphasizes the urgency of enhancing the educational system and implementing preventive measures for child protection. Additionally, it shows that a lack of parental attention to child development is the root cause of many conflicts and acts of violence affecting children in Indonesia. Furthermore, the learning process at educational institutions often fails to maximize moral principles rooted in Islamic education. Through a review of national laws, international human rights treaties, and current research on education and child protection in Indonesia, this study adopts a qualitative approach. Therefore, effective prevention and intervention strategies are necessary to resolve conflicts and violence. The study highlights that achieving a preventive strategy requires strengthening a human rights-based curriculum, improving teachers' competence in child rights education, and establishing accessible, responsive reporting and monitoring systems. It is also vital to understand that these factors collectively have the potential to eliminate various forms of violence and protect children.
Fasilitas yang Mendukung Lingkungan Inklusi pada Pendidikan Anak Usia Dini Surya Aprilyanti, Dian; Rusdiany, Isti; Kusuma Wardhani, Dina; Maryani, Kristiana
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.8751

Abstract

Abstrak. Inklusi bertujuan untuk mengatasi berbagai hambatan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dengan mengintegrasikan mereka ke dalam sekolah reguler, sehingga mendorong perkembangan keterampilan dan nilai-nilai positif. Aspek ketersediaan fasilitas yang memadai ini sangat vital karena lingkungan fisik secara langsung memengaruhi efektivitas proses pembelajaran dan stimulasi tumbuh kembang anak, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah Inklusi. Peneliti menemukan bahwa fasilitas yang mendukung pada lingkungan inklusi di PAUD yaitu  adanya fasilitas fisik dan fasilitas psikologis. Fasilitas fisik pada lembaga PAUD inklusi diantaranya Adalah terdapat aksebilitas yang memudahkan anak, toilet ramah anak berkebutuhan khusus, dan sarana prasarana lainnya yang mendukung. Sedangkan fasilitas psikologis pada PAUD lingkungan inklusi Adalah adanya psikolog, shadow teacher, ruang konseling atau ruang khusus untuk terapi.Tujuan penelitian ini adalah untuk meberikan informasi terkait dengan bagaimana seharusnya fasilitas inklusi yang ada di lingkungan pendidikan anak usia dini. metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. hasil dari peneltian ini adalah bahwa TK Bunayyajakarta merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang mendukung lingkungan inklusi baik dalam pembelajaran dan fasilitas baik sarana dan prasarana. Abstract. Inclusion aims to overcome various educational barriers for children with special needs by integrating them into regular schools, thereby encouraging the development of skills and positive values. The availability of adequate facilities is vital because the physical environment directly affects the effectiveness of the learning process and stimulates children's growth and development, especially for those with special needs who attend inclusive schools. Researchers found that facilities that support an inclusive environment in early childhood education include physical and psychological facilities. Physical facilities in inclusive early childhood education institutions include accessibility that facilitates children, toilets that are friendly to children with special needs, and other supporting infrastructure. Meanwhile, psychological facilities in an inclusive early childhood education environment include the presence of psychologists, shadow teachers, counseling rooms, or special rooms for therapy. The purpose of this study was to provide information on how inclusive facilities should be in early childhood education environments. The research method used was descriptive qualitative. The results of this study showed that Bunayyajakarta Kindergarten is an early childhood education institution that supports an inclusive environment in terms of both learning and facilities, including infrastructure.
Literasi Digital Guru dalam Perencanaan Pembelajaran Paud di Era Society 5.0 Dwijantie, Jeane; Rachmah, Huriah; Afrianti, Nurul
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.8774

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya optimalisasi literasi digital guru dalam penyusunan perencanaan pembelajaran PAUD, meskipun tuntutan era Society 5.0 menempatkan kompetensi digital sebagai aspek penting dalam pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital guru terhadap kualitas perencanaan pembelajaran PAUD. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital guru memiliki pengaruh signifikan terhadap ketepatan perumusan tujuan pembelajaran. Guru yang memiliki literasi digital tinggi mampu merancang pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, adaptif, dan sesuai tahap perkembangan anak. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa literasi digital merupakan kompetensi pedagogis strategis yang menentukan kualitas perencanaan pembelajaran PAUD di era Society 5.0. Penguatan literasi digital guru perlu dilakukan melalui program pelatihan berkelanjutan yang menekankan aspek teknis, pedagogis, etis, dan kurasi konten digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan komprehensif mengenai pengaruh literasi digital terhadap perencanaan pembelajaran PAUD. Abstract. This research is motivated by the low level of digital literacy optimization among teachers in developing early childhood education (PAUD) lesson plans, despite the demands of the Society 5.0 era placing digital competence as a crucial aspect of early childhood learning. This study aims to analyze the role of teachers' digital literacy on the quality of PAUD lesson plans. The research method used was a literature review. The results indicate that teachers' digital literacy has a significant influence on the accuracy of the formulation of learning objectives. Teachers with high digital literacy are able to design more creative, interactive, adaptive, and developmentally appropriate learning. The study's conclusions confirm that digital literacy is a strategic pedagogical competency that determines the quality of PAUD lesson plans in the Society 5.0 era. Strengthening teachers' digital literacy needs to be carried out through ongoing training programs that emphasize technical, pedagogical, ethical, and digital content curation aspects. The novelty of this research lies in its comprehensive mapping of the influence of digital literacy on PAUD lesson planning.  

Page 12 of 12 | Total Record : 114