cover
Contact Name
Dinar Nur Inten
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6289657453976
Journal Mail Official
jrpgp@unisba.ac.id
Editorial Address
Gedung Rektorat Lantai 4, Jl. Tamansari No. 20 Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud
ISSN : ISSN2808     EISSN : 27986012     DOI : https://doi.org/10.29313/jrpgp.v1i2
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review (direview secara tertutup) yang mempublikasikan kajian hasil riset dan teoritik terhadap isu empirik dalam sub kajian Pendidikan Anak Usia Dini. JRPGP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6012 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 114 Documents
Peningkatan Kreativitas melalui Kegiatan Merangkai Puzzle Binatang dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Sri Widia Ningsih; Enoh; Arif Hakim
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6565

Abstract

Abstrak. Kreativitas adalah kegiatan berpikir di luar batas pemikiran normal manusia. Dari kreativitas mampu melatih mental individu yang melahirkan gagasan, proses, metode atapun imajenatif dan dapat memecahkan masalah, sehingga mampu melatih anak usia dini untuk meningkatkan kreativitas. Permainan Puzzle merupakan permainan yang menyusun potongan-potongan suatu gambar menjadi suatu bentuk gambar menjadi utuh.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui “Sejauh mana peningkatan kreativitas melalui kegiatan merangkai puzzle binatang dalam pembelajaran anak usia dini”. Metode penelitian menggunakan metode pre-exsperimental dengan sampel sebanyak 21 anak di kelas one group pretest-posttest. Data dianalisis menggunakan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase statistik independent. Sample Test nilai signifikan post-test kreativitas untuk hasil setelah diadakan tindakan yaitu 0,108>0,04 artinya data post-test kreativitas untuk one group yaitu H1 = Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kreativitas anak usia dini. Dengan nilai rata-rata dari kelas one group Mean = 39.60, standar deviasi 2.694, standar eror mean 754. H1 : diterima. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ketika anak menerima perlakuan di kelas eksperimen one group, kapasitas kreativitasnya meningkat dan anak menunjukkan tanda-tanda perkembangan secara mandiri. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa peningkatan kreativitas melalui kegiatan merangkai puzzle binatang dalam pembelajaran anak usia dini dapat membantu anak-anak di TK Al-Fitroh Cipaganti menjadi lebih kreatif. Abstract. Creativity is an activity of thinking beyond the limits of normal human thinking. From creativity, it is able to train the individual's mentality that gives birth to ideas, processes, methods or imagination and can solve problems, so that it can train early childhood to increase creativity. Puzzle games are games that arrange pieces of an image into a whole image. The purpose of this study was to determine "To what extent is creativity increased through animal puzzle assembly activities in early childhood learning". The research method used a pre-experimental method with a sample of 21 children in class one group pretest-posttest. Data were analyzed using SPSS 22. The results showed that the percentage of independent statistics. Sample Test significant value of post-test creativity for the results after the action was taken, namely 0.108> 0.04, meaning that the post-test creativity data for one group, namely H1 = There is a significant influence on increasing creativity in early childhood. With an average value of class one group Mean = 39.60, standard deviation 2,694, standard error mean 754. H1: accepted. Thus, it can be said that when children receive treatment in the one group experimental class, their creativity capacity increases and children show signs of independent development. Thus, it can be said that increasing creativity through animal puzzle assembly activities in early childhood learning can help children in Al-Fitroh Cipaganti Kindergarten become more creative.
Peran Kepala Sekolah dalam Peningkatan Kegiatan Pembelajaran Literasi Numerasi Anak Usia Dini Fazri Aim’mah; Masnipal; Sobar Al Ghazal
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6605

Abstract

Abstrak. Terdapat satu sekolah di daerah cileunyi dimana sekolah tersebut baru mengadakan perubahan yang awalnya TPA menjadi TK oleh sebab itu masih belum memenuhi SDM yang sesuai dengan ketentuan, guru-guru disana belum memenuhi kualifikasi S1 PAUD tetapi hanya kepala sekolah saja yang memenuhi kualifikasi S1 PAUD selebihnya hanya lulusan SMA. Oleh karena itu di TK tersebut masih mengalami proses transisi perubahan dari sekolah non formal menjadi formal. Hingga akhirnya kegiatan dalam pengajaran literasi numerasi pun masih rendah dengan ada nya sebagian anak yang belum memahami dan mengerti tentang literasi numerasi atau matematika sederhana. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui upaya apa saja yang harus diimplementasikan oleh kepala sekolah dalam mengoptimalisasikan kemampuan literasi numerasi pada anak usia dini. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian Deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Sumber data penelitian meliputi kepala sekolah dan guru. Dari hasil penelitian bahwa sekolah mendukung program literasi numerasi dengan memberikan pelatihan kepada guru dalam mengajarkan literasi numerasi kepada anak, pelatihannya berupa metode pengajaran, penggunaan alat peraga dan pengembangan kurikulum. Pembuatan modul ajar melalui beberapa tahap seperti menganalisis kebutuhan anak, merancang materi dan aktivitas yang akan dilakukan oleh anak sesuai dengan pekembangannya. Literasi numerasi yang diajarkan kepada anak berupa literasi numerasi sederhana, dengan mengenalkan konsep bilangan menggunakan media visual dan alat peraga agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan menarik. Guru berperan sebagai fasilitator yang mencontohkan kepada anak, memotivasi anak dan merancang aktivitas pembelajaran seperti kegiatan pembelajaran, skenario, modul dan perkembangan anak. Literasi numerasi ini mengarkan anak untuk mengetahui operasi matematika dasar sederhana dengan menyenangkan menggunakan media. Abstract. There is a school in the Cileunyi area that recently underwent a transition from a childcare center (TPA) to a kindergarten (TK). Due to this change, the school has not yet met the required human resource qualifications. Currently, only the principal holds a bachelor's degree in early childhood education (S1 PAUD), while the rest of the teachers are only high school graduates. As a result, the school is still in the process of transitioning from a non-formal to a formal educational institution. Consequently, the teaching of literacy and numeracy remains underdeveloped, with some children still struggling to understand basic literacy and numeracy concepts, including simple mathematics. The purpose of this study is to identify the strategies that the principal should implement to optimize early childhood literacy and numeracy skills. This research adopts a qualitative approach with a descriptive research method. Data collection techniques include interviews and observations. The research subjects consist of the principal and teachers. The findings reveal that the school supports literacy and numeracy programs by providing training for teachers on how to teach literacy and numeracy effectively to children. The training includes teaching methods, the use of teaching aids, and curriculum development. The creation of teaching modules involves several stages, such as analyzing children's needs, designing materials, and planning activities that align with children's developmental stages. The literacy and numeracy education provided focuses on basic concepts, introducing numbers through visual media and teaching aids to make learning more engaging and enjoyable. Teachers act as facilitators by demonstrating concepts to children, motivating them, and designing learning activities, including lesson plans, scenarios, modules, and tracking children's progress. This literacy and numeracy approach helps children grasp fundamental mathematical operations in a fun and interactive way using various media.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar-Bermain Berbasis Buku dalam Meningkatkan Literasi Baca Tulis Anak Fahira Aliyarahma Az-Zahra; Masnipal; Fitroh Hayati
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6621

Abstract

Abstrak. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar-Bermain Berbasis Buku di TK Kemala Bhayangkari 39 menunjukan bahwa beberapa anak menjadi lebih aktif dan mudah berosialisasi dengan teman-teman yang lainnya. Hal ini disebabkan karena kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran bermain berbasis buku ini dilakukan dengan perasaan senang, tanpa paksaan, namun memiliki pola-pola yang diharapkan mampu menciptakan hasil guna perkembangan baik bagi diri anak. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dari penelitian ini yaitu bagaimana implementasi kurikulum merdeka belajar-bermain berbasis buku di TK ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka belajar-bermain berbasis buku. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian Deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Sumber data penelitian meliputi kepala sekolah dan guru. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan kurikulum merdeka belajar-bermain berbasis buku diawali dengan pelatihan guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak, lalu perencanaanya dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan anak, Menyusun rencana yang mencakup buku dan aktivitas bermain, lalu doterapkan di kelas. Guru berperan sebagai fasilitator yang merancang aktivitas belajar, motivasi anak, dan menilai perkembangan. Kurikulum merdeka mengutamakan fleksibilitas, kreativitas, dan pendekatan menyenangkan untuk mendukung perkembangan literasi anak. Abstract. The implementation of the Book-Based Independent Learning-Play Curriculum at Kemala Bhayangkari 39 Kindergarten shows that some children have become more active and find it easier to socialize with other friends. This is because the activities carried out in book-based play learning are carried out with a feeling of enjoyment, without coercion, but have patterns that are expected to be able to create results for good development for the child. Based on this phenomenon, the problem of this research is how to implement the book-based independent learning-play curriculum in kindergarten. The aim of this research is to determine the implementation of the book-based independent learning-to-play curriculum. This research method uses a qualitative approach with descriptive research methods. Data collection techniques use interviews and observation. Research data sources include school principals and teachers. The results of the research show that planning for a book-based independent learning-to-play curriculum begins with teacher training to create a fun and meaningful learning experience for children, then the planning begins with identifying children's needs, drawing up a plan that includes books and play activities, then implementing it in class. The teacher acts as a facilitator who designs learning activities, motivates children, and assesses development. The independent curriculum prioritizes simplicity, creativity and a fun approach to support children's literacy development.
Busy Book Hiber: Media Pembelajaran Alternatif bagi Pendidik dalam Program PAUD Holistik Integratif Ahmadi, Dadi; Resmisari Dewi
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.7162

Abstract

Abstrak. PAUD HIBER adalah inovasi model pengembangan PAUD Holistik Integratif. Implementasi kegiatan PAUD HIBER dilaksanakan oleh lembaga-lembaga PAUD percontohan HIBER di setiap Kecamatan yang ada di Kota Bandung baik PAUD Formal maupun Non Formal. Program PAUD HIBER memerlukan media yang menarik untuk meningkatkan pemahaman pendidik Kober Imanda dengan mengembangkan media Busy Book HIBER. Metode yang dipergunakan pada penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (Research & Development/R&D).Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melakukan wawancara, angket dan dokumentasi serta observasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media Busy Book HIBER yang dikembangkan Sangat Layak menjadi media pembelajaran alternatif bagi pendidik Kelompok Bermain Imanda dalam mempelajari dan memahami berbagai bidang layanan apa saja yang ada pada program Pembelajaran Holistik Integratif Berdimensi Sosial Budaya dan Ekonomi. Abstract. PAUD HIBER is an innovative model of Holistic Integrative Paud development. The implementation of HIBER PAUD activities is carried out by HIBER pilot PAUD institutions in each sub-district in Bandung City both Formal and Non Formal PAUD. The Paud Hiber programme requires interesting media to improve the understanding of Kober Imanda educators by developing Busy Book HIBER media. The method used in this research is Research and Development (R&D). The data collection technique in this study conducted interviews, questionnaires and documentation and observation. The results showed that the development of Busy Book HIBER media developed is very feasible to be an alternative learning media for Imanda Playgroup educators in learning and understanding what various service areas are in the Holistic Integrative Learning programme with Socio-Cultural and Economic Dimensions.
Manajemen Gerak Lagu untuk Mengembangkan Kepercayaan Diri di TK Kuncup Mekar Widhyastuti, Ari; Ardy Wiyani, Novan
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.7709

Abstract

Abstrak. Program Gerak Lagu Nusantara di TK Kuncup Mekar dikelola secara terencana dan sistematis melalui kolaborasi antara kepala sekolah, guru, yayasan, dan orang tua. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kepercayaan diri anak, ditunjukkan melalui keberanian anak dalam tampil, memimpin gerakan, serta antusiasme mengikuti kegiatan. Kemandirian sangatlah penting diajarkan sejak dini karena dalam usia ini anak lebih cepat untuk belajar dari apa yang dilihat, didengar dan dirasakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan memahami secara mendalam bagaimana manajemen program gerak lagu nusantara diterapkan di TK Kuncup Mekar, pengaruhnya terhadap kepercayaan diri murid dan rekomendasi pengelolaan program gerak lagu nusantara yang lebih efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri murid. Teknik Pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu reduksi data, penyajian data  dan penarikan kesimpulan. Kendala-kendala yang muncul berhasil diatasi melalui pengendalian yang baik dan respons cepat pihak sekolah. Program ini memberikan kontribusi positif dalam bidang pendidikan anak usia dini, khususnya dalam aspek pengembangan kepercayaan diri yang menjadi modal penting bagi anak dalam proses belajar dan interaksi sosial. Abstract. The Gerak Lagu Nusantara program at Kuncup Mekar Kindergarten is managed in a planned and systematic way through collaboration between the principal, teachers, foundation, and parents. This activity has proven to be effective in increasing children's self-confidence, shown through children's courage in performing, leading movements, and enthusiasm in participating in activities. Independence is very important to be taught from an early age because at this age children learn more quickly from what they see, hear, and feel. This study uses a descriptive qualitative approach, which aims to describe and understand in depth how the Indonesian song movement program is implemented at Kuncup Mekar Kindergarten, its effect on students' self-confidence, and recommendations for more effective management of the Indonesian song movement program in order to increase students' self-confidence. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The obstacles that arise are successfully overcome through good control and quick response from the school. This program makes a positive contribution to the field of early childhood education, especially in the aspect of developing self-confidence, which is an important asset for children in the learning process and social interaction.
Eksplorasi Penggunaan Media Benda Konkret dalam Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini Kania, Gina; Al Banna, Hasan; Faisal, Riki; Nurhassanah, Neneng; Novianti Yusuf, Rini
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.7910

Abstract

Abstrak. Perkembangan bahasa pada anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun kompetensi berpikir, berkomunikasi, dan bersosialisasi. Di lembaga PAUD, keberhasilan stimulasi bahasa sangat ditentukan oleh strategi dan media yang digunakan oleh pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media benda konkret dalam pengembangan kemampuan bahasa anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian dilaksanakan di PAUD Plamboyan III Kecamatan Karawang Barat, dengan melibatkan seorang guru dan 14 peserta didik kelompok B sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan benda konkret yang kontekstual dan mudah dijangkau sebagai media pembelajaran, yang berfungsi tidak hanya sebagai alat bantu visual, tetapi juga sebagai pemicu interaksi verbal dan refleksi makna pada anak. Proses pembelajaran berbasis benda konkret ini menunjukkan indikasi peningkatan kosakata, keberanian berbicara, serta kemampuan anak menyusun kalimat sederhana secara lisan. Implikasi dari penelitian ini memperkuat urgensi penggunaan media konkret sebagai strategi efektif dalam pembelajaran bahasa di PAUD, serta menjadi masukan bagi pengembangan kurikulum dan pelatihan guru. Abstract. Language development in early childhood is the main foundation in building thinking, communication, and social competence. In early childhood education institutions, the success of language stimulation is largely determined by the strategies and media used by educators. This study aims to explore the use of concrete objects in developing early childhood language skills. The approach used was a qualitative case study. The research was conducted at Plamboyan III Early Childhood Education (PAUD) in West Karawang District, involving a teacher and 14 group B students as research subjects. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation studies, which were analyzed using the Miles and Huberman model through the stages of data reduction, data presentation, and drawing/verifying conclusions. The results of the study indicate that the teacher uses contextual and easily accessible concrete objects as learning media, which function not only as visual aids, but also as triggers for verbal interaction and reflection of meaning in children. This concrete object-based learning process shows indications of increased vocabulary, speaking courage, and children's ability to construct simple sentences orally. The implications of this study reinforce the urgency of using concrete media as an effective strategy in language learning in PAUD, as well as providing input for curriculum development and teacher training.
Pengaruh Program Makan Sehat terhadap Perkembangan Kognitif Anak TK Panyabungan Sari Siregar, Devina; Wahyuni, Annisa; Diana Nasution, Melda
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.8232

Abstract

Abstrak. Perkembangan kognitif anak usia dini sangat dipengaruhi oleh kecukupan gizi, sehingga penyediaan program makan sehat menjadi salah satu faktor utama yang membantu kemampuan anak dalam berpikir, memahami situasi di sekitarnya, serta memecahkan masalah. Pada masa golden age, perkembangan otak berlangsung sangat pesat sehingga membutuhkan nutrisi yang memadai untuk menunjang proses belajar dan meningkatkan konsentrasi. Berdasarkan landasan teori tentang pentingnya gizi bagi fungsi otak termasuk teori perkembangan kognitif Piaget dan teori gizi anak penelitian ini bertujuan mengkaji sejauh mana program makan sehat berdampak terhadap perkembangan kognitif anak usia dini di TK Model Negeri Panyabungan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap 20 anak yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru dan orang tua, dokumentasi, serta angket. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, heteroskedastisitas, dan regresi sederhana untuk mengetahui hubungan sekaligus pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara program makan sehat dan perkembangan kognitif, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.05 serta t-hitung 10.593 > t-tabel 2.101. Rata-rata perkembangan kognitif anak meningkat sebesar 38,1% setelah mengikuti program makan sehat. Temuan ini menegaskan bahwa program makan sehat berperan positif dan dapat dijadikan strategi efektif untuk meningkatkan kualitas perkembangan kognitif anak usia dini.Abstract. Early childhood cognitive development is strongly affected by proper nutrition, so a healthy eating program is important to support children’s ability to think, understand their environment, and solve problems. During the golden age, the brain grows very quickly and needs enough nutrients to support learning and concentration. Based on theories about the role of nutrition in brain function such as Piaget’s cognitive development theory this study examines how a healthy eating program influences cognitive development in young children at TK Model Negeri Panyabungan. The research used a quantitative method with 20 children selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, documentation, and questionnaires. The data were analyzed using tests for validity, reliability, normality, heteroscedasticity, and simple regression to identify the relationship between the variables. The results showed a significant effect of the healthy eating program on cognitive development, with a significance value of 0.000 < 0.05 and a t-count of 10.593 > t-table 2.101. On average, children’s cognitive development increased by 38.1% after joining the program. These findings show that healthy eating programs have a positive impact and can be an effective strategy to improve cognitive development in early childhood.
Dampak Media Sosial TikTok terhadap Kemampuan Bahasa Anak Aulia Khairunnisa, Ghina; Rachmah, Huriah; Afrianti, Nurul
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.8287

Abstract

Abstrak. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari dua anak usia 5–6 tahun beserta orang tua masing-masing sebagai narasumber utama. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan orang tua, observasi langsung terhadap interaksi anak saat menonton dan menirukan konten TikTok, serta dokumentasi aktivitas berbahasa anak dalam kehidupan sehari-hari. Hasil analisis menunjukkan bahwa intensitas penggunaan TikTok berkontribusi pada peningkatan kosakata anak, terutama kosakata populer dan ungkapan gaul; namun terdapat pula kecenderungan penggunaan struktur kalimat yang sederhana dan pengulangan kata-kata tidak baku yang dipengaruhi oleh gaya bahasa kreator konten. Selain itu, durasi menonton yang berlebihan cenderung mengurangi kesempatan anak berlatih berbicara langsung dengan orang tua dan teman sebaya. Kesimpulannya, media sosial TikTok dapat menjadi sumber stimulasi bahasa tambahan bagi anak usia dini jika digunakan secara terkontrol dan disertai pendampingan orang tua. Disarankan agar orang tua menerapkan batasan waktu layar dan melakukan diskusi bersama setelah menonton untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak. Abstract. The research subjects consisted of two children aged 5–6 years and their respective parents as primary informants. Data were collected through in-depth interviews with parents, direct observation of children’s interactions while watching and mimicking TikTok content, and documentation of children’s everyday language activities. Analysis revealed that the intensity of TikTok use contributes to an expansion of children’s vocabulary, especially with popular terms and colloquial expressions; however, it also tends to promote the use of simple sentence structures and repeated nonstandard words influenced by content creators’ language styles. Moreover, excessive screen time reduces children’s opportunities for direct verbal practice with parents and peers. In conclusion, TikTok can serve as an additional source of language stimulation for early childhood if used in a controlled manner and accompanied by parental guidance. It is recommended that parents impose screen-time limits and engage in post-viewing discussions to optimize their children’s language development.
Implementasi Kegiatan Pramuka Prasiaga dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak Pauziah, Syifa; Saepudin, Aep
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.8288

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan keterampilan sosial yang dialami oleh anak usia dini, seperti minimnya kemampuan berbagi, kesulitan bekerja sama, kecenderungan menangis saat menghadapi konflik, serta seringnya terjadi perebutan mainan dan perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan kegiatan Pramuka Prasiaga dalam mengembangkan keterampilan sosial anak usia dini di TKN Pembina Citarip, Kota Bandung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka Prasiaga berperan penting dalam pengembangan keterampilan sosial anak. Melalui berbagai aktivitas yang disesuaikan dengan pedoman Prasiaga, anak-anak belajar berinteraksi, bekerja sama, dan menyelesaikan konflik secara positif. Evaluasi pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan sosial anak, ditandai dengan meningkatnya partisipasi aktif, sikap berbagi, dan kemampuan komunikasi yang lebih baik. Abstract. This study is motivated by the issue of underdeveloped social skills among early childhood children, such as limited ability to share, difficulty in cooperating, a tendency to cry when facing conflicts, frequent disputes over toys, and aggressive behavior. The purpose of this study is to evaluate the implementation of Prasiaga Scout activities in developing the social skills of early childhood students at TKN Pembina Citarip, Bandung City. A qualitative approach was employed using a descriptive-analytical method. Data were collected through interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that Prasiaga Scout activities play a significant role in fostering children's social skills. Through various activities aligned with the Prasiaga guidelines, children are encouraged to interact, collaborate, and resolve conflicts in positive ways. The evaluation of the program indicates improvements in children's social skills, as evidenced by increased participation, sharing behavior, and enhanced communication abilities.
Efektivitas Media Audio Visual Animasi Interaktif Studycle Kids dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Nazhifatu Tsana, Alsya; Nur Inten, Dinar
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.8320

Abstract

Abstrak. Kemampuan berbicara merupakan dasar perkembangan bahasa, berpikir, dan interaksi sosial anak usia dini, namun banyak anak usia 4–5 tahun masih mengalami hambatan karena metode pembelajaran yang kurang menarik. Penelitian ini menilai efektivitas media audio visual animasi interaktif Studycle kids dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak di RA Ath-Thoharoh dengan desain kuasi eksperimen melibatkan 10 anak pada kelompok eksperimen dan 10 anak pada kelompok kontrol. Instrumen berupa lembar observasi dan penilaian unjuk kerja berdasarkan indikator kurikulum PAUD. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen setelah menggunakan Studycle kids (p < 0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan berarti (p = 0,107). Sebagian besar indikator kemampuan berbicara meningkat dari kategori “Belum Berkembang” menjadi “Berkembang Sesuai Harapan” dan “Berkembang Sangat Baik.” Dengan demikian, Studycle kids terbukti efektif mendukung peningkatan kemampuan berbicara anak usia dini. Abstract. Speaking skills are a fundamental aspect of language, cognitive, and social development in early childhood, yet many children aged 4–5 still face difficulties due to less engaging learning methods. This study examines the effectiveness of the interactive animated audio-visual media studycle kids in improving the speaking skills of children at RA Ath-Thoharoh using a quasi-experimental design involving 10 children in the experimental group and 10 in the control group. The instruments used were observation sheets and performance assessments based on speaking skill indicators from the PAUD curriculum. The results show a significant improvement in the experimental group after using studycle kids (p < 0,001), while the control group showed no meaningful change (p = 0,107). Most speaking skill indicators increased from the “Not Yet Developed” category to “Developing as Expected” and “Very Well Developed.” Thus, Studycle kids is proven effective in enhancing early childhood speaking skills.

Page 11 of 12 | Total Record : 114