cover
Contact Name
Dinar Nur Inten
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6289657453976
Journal Mail Official
jrpgp@unisba.ac.id
Editorial Address
Gedung Rektorat Lantai 4, Jl. Tamansari No. 20 Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud
ISSN : ISSN2808     EISSN : 27986012     DOI : https://doi.org/10.29313/jrpgp.v1i2
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review (direview secara tertutup) yang mempublikasikan kajian hasil riset dan teoritik terhadap isu empirik dalam sub kajian Pendidikan Anak Usia Dini. JRPGP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6012 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 114 Documents
Dampak Dwibahasa terhadap Komunikasi dan Sosial Emosional pada Anak Usia 3-4 Tahun Hasna Laila Rahman; Masnipal; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v4i2.5132

Abstract

Abstrak. Manusia membutuhkan komunikasi untuk hidup, dengan bahasa sebagai alat paling efektif untuk menyampaikan pesan, pikiran, dan perasaan. Bahasa memungkinkan kerja sama antar manusia dan dominan dalam berbagai aktivitas. Penelitian ini mengkaji dampak dwibahasa pada perkembangan komunikasi, sosial, dan emosional anak usia dini. Dengan meningkatnya jumlah keluarga dwibahasa, penting memahami bagaimana pengalaman ini memengaruhi perkembangan anak. Permasalahan yang dikaji meliputi dampak dwibahasa terhadap: (1) komunikasi anak, (2) sosialisasi dengan teman sebaya, dan (3) perkembangan emosi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus, melibatkan observasi dan wawancara terhadap orang tua, guru, dan dua anak perempuan usia 3 dan 4 tahun di lingkungan dwibahasa. Hasil menunjukkan dwibahasa dapat menyebabkan kesulitan komunikasi, hambatan bersosialisasi, dan masalah emosi seperti kecemasan dan menarik diri. Abstract. Humans need communication for survival and language is the most effective communication tool to convey messages, thoughts, feelings, and goals to others. Language enables cooperation between humans, so its role is very dominant in various daily activities. Therefore, this study aims to examine the impact of bilingualism on communication and social-emotional development in early childhood. With the increasing number of bilingual families in various countries, it will be important to understand how bilingual experiences affect children at this critical stage of development. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) How does bilingualism impact on children's communication development? (2) How does bilingualism impact on children's socialization among peers? (3) How does bilingualism impact on children's emotional development. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach, involving observation and in-depth interviews with parents, teachers, and children in a bilingual environment. The subjects were two girls aged 3 and 4 years old. The results showed that the use of bilingualism in children aged 3-4 years can cause children's inability to communicate fluently, barriers in socializing with peers and barriers in emotions (anxiety & frequent withdrawal).
Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak melalui Permainan Tradisional Egrang Batok Kelapa Raden Jihan Fauzianti Achsan; Dinar Nur Inten
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v4i2.5135

Abstract

Abstrak. Penelitian ini membahas peningkatan kemampuan motorik kasar melalui permainan tradisional egrang batok kelapa. Tujuan penelitian meliputi: 1) gambaran umum kemampuan motorik kasar anak, 2) cara meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, dan 3) efektivitas permainan egrang batok kelapa dalam meningkatkan motorik kasar. Subjek penelitian adalah anak usia 5–6 tahun di TK AISYIYAH 2, dengan objek berupa kemampuan motorik kasar. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas kolaboratif, teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi, serta analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pada pra-siklus tidak ada anak dalam kategori berkembang sesuai harapan (BSH). Pada akhir siklus 1, anak rata-rata masuk kategori mulai berkembang (MB), dan pada siklus 2 mencapai kategori BSH dengan peningkatan 170%. Permainan ini efektif karena menggabungkan keseimbangan dan gerakan lokomotor yang merangsang motorik kasar, sehingga cocok untuk anak usia dini. Abstract. This study focuses on improving gross motor skills through the traditional coconut shell stilt game. The research aims to: 1) describe children’s gross motor abilities, 2) identify methods to enhance gross motor skills, and 3) evaluate the effectiveness of the coconut shell stilt game. The subjects were children aged 5–6 years at AISYIYAH 2 Kindergarten, with the focus on gross motor skills. A collaborative classroom action research method was used, with data collected through observation and documentation, analyzed descriptively and qualitatively. The results showed no children in the "developing as expected" (BSH) category in the pre-cycle phase. By the end of cycle 1, most children were in the "beginning to develop" (MB) category, and by cycle 2, they achieved BSH with a 170% improvement. This success is attributed to the combination of balance and locomotor movements, making the game suitable for early childhood development.
Manajemen Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Taman Kanak-Kanak Sekolah Penggerak Rahminawati, Nan; Widia, Resty; Erlangga, Revan Dwi
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v4i2.5398

Abstract

Abstrak. Sesuai Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 56 tahun 2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Merdeka. Kurikulum merdeka merupakan upaya pemerintah untuk mencapai visi pendidikan Indonesia, yang bertujuan untuk membuat Indonesia maju, mandiri, dan berkepribadian sesuai dengan profil pelajar pancasila. Profil pelajar pancasila tersebut ditekankan melalui projek pembelajaran khusus yang menekankan akan kebermaknaan pembelajaran bagi peserta didik. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui proses manajemen pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Taman Kanak-Kanak Sekolah Penggerak sesuai dengan fungsi dari manajemen itu sendiri. Metode yang digunakan dalam artikel ini ada metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa proses pelaksanaan P5 tidak bisa lepas dari pengaruh fungsi manajemen berupa Planning, Organizing, Actuating, Controling, dan Evaluating. Setiap lembaga pendidikan yang berupaya menerapkan program P5 harus senantiasa memperhatikan fungsi-fungsi tersebut agar keberjalanan kegiatan P5 dapat berjalan secara maksimal. Abstract. In accordance with the Decree of the Minister of Education, Culture, Research and Technology No. 56 of 2022 concerning Guidelines for Implementing the Independent Curriculum. The independent curriculum is the government's effort to achieve the vision of Indonesian education, which aims to make Indonesia advanced, independent and with a personality in line with the Pancasila student profile. The Pancasila student profile is emphasized through special learning projects that emphasize the meaningfulness of learning for students. The aim of this research is to determine the management process for implementing the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students (P5) in the Kindergarten of the Driving School in accordance with the function of the management itself. The method used in this research is a qualitative method with a qualitative descriptive approach. The results of this research show that the P5 implementation process cannot be separated from the influence of management functions in the form of Planning, Organizing, Actuating, Controlling, and Evaluating. Every educational institution that seeks to implement the P5 program must always pay attention to these functions so that P5 activities can run optimally.
Pengelolaan Pembelajaran dalam Metode Bercerita untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Intan Nur Syifa Fauziah; Aep Saepudin; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6456

Abstract

Abstrak. Kemampuan bahasa pada anak usia dini sangatlah penting dalam mendukung perkembangan aspek kognitif, sosial, dan emosional. Namun, di PAUD Al-Ihsan Bogor, ditemukan bahwa beberapa anak mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan mengekspresikan ide mereka. Hal ini menunjukkan perlunya metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan metode bercerita sebagai strategi yang efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini, khususnya melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta analisis faktor pendukung dan hambatan di PAUD Al-Ihsan Bogor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari kepala sekolah, guru kelas, dan siswa kelompok A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita mencakup empat tahapan utama, yaitu: 1) Perencanaan kegiatan meliputi pemilihan cerita yang sesuai dengan usia anak, penggunaan media pendukung seperti boneka dan buku bergambar, serta penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH); 2) Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terjadwal dengan tema variatif dan menggunakan pendekatan ekspresif untuk menarik minat anak; 3) Evaluasi dilakukan dengan mengamati respons anak, seperti kemampuan mengulang cerita, memahami kosakata baru, dan berpartisipasi aktif dalam diskusi; 4) Faktor pendukung meliputi keterampilan guru dan media pembelajaran yang menarik, sedangkan hambatan mencakup kurangnya pemahaman orang tua terhadap metode ini dan lingkungan sosial yang kurang mendukung. Abstract. Language skills in early childhood are crucial for supporting cognitive, social, and emotional development. However, in PAUD Al-Ihsan Bogor, it was found that some children experience difficulties in communicating and expressing their ideas. This highlights the need for an effective teaching method to enhance children's language abilities. Therefore, the objective of this study is to analyze the application of storytelling as an effective strategy to improve early childhood language skills, focusing on the stages of planning, implementation, evaluation, and analysis of supporting and inhibiting factors at PAUD Al-Ihsan Bogor. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation. The data sources consisted of the school principal, class teachers, and group A students. The results of the study revealed that the application of the storytelling method comprises four main stages: 1) Planning activities, including selecting stories appropriate for the children’s age, using supporting media such as puppets and picture books, and preparing daily lesson plans (RPPH); 2) Implementing activities on a scheduled basis with varied themes and using expressive approaches to engage children’s interest; 3) Evaluation by observing children’s responses, such as their ability to retell stories, understand new vocabulary, and actively participate in discussions; 4) Supporting factors include teachers’ skills and engaging learning media, while inhibiting factors involve a lack of parental understanding of the method and a social environment that does not fully support it.
Pola Asuh Orang Tua Bekerja dalam Menumbuhkembangkan Aspek Sosial Emosional Anak Annida Asma Amanina; Dedih Surana; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6476

Abstract

Abstrak. Saat ini terdapat anak-anak yang mengalami hambatan dalam aspek perkembangan sosial emosionalnya seperti rasa takut atau malu ketika berinteraksi atau bermain dengan teman sebayanya maupun orang lain, tidak dapat terbuka kepada orang tua, tidak dapat mengekspresikan perasaan yang sedang dirasakan. Hal ini terjadi karena salah satu faktornya yaitu pola asuh orang tua bekerja. Orang tua bekerja harus lebih mengetahui jenis pola asuh terbaik untuk memeberikan pengasuhan kepada anak agar perkembangan sosial emosional anak berkembang dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat perkembangan sosial emosional anak usia 4-6 tahun yang orang tuanya bekerja di Jalan Babakan Tarogong Gang Laksana Kota Bandung. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua bekerja yaitu menerapkan pola asuh demokratis dan permisif. Pola asuh demokratis memberikan dampak yang baik sehingga membuat perkembangan sosial emosional anak usia 4-6 tahun berkembang. Sedangkan pola asuh permisif memberikan dampak yang kurang baik sehingga membuat perkembangan sosial emosional anak usia 4-6 tahun kurang berkembang. Abstract. Currently there are children who experience obstacles in aspects of their social emotional development such as fear or embarrassment when interacting or playing with peers or other people, unable to open up to parents, unable to express the feelings that are being felt. This happens because one of the factors is the parenting style of working parents. Working parents should be more aware of the best type of parenting to provide care to children so that children's social emotional development develops well. The purpose of this study was to look at the social-emotional development of children aged 4-6 years whose parents work on Jalan Babakan Tarogong Gang Laksana Bandung City. This type of research is a qualitative approach with descriptive methods. The results showed that parenting patterns of working parents are applying democratic and permissive parenting. Democratic parenting has a good impact so that the social emotional development of children aged 4-6 years develops. While permissive parenting has a less favorable impact, making the social emotional development of children aged 4-6 years less developed.
Implementasi Pengembangan Kecerdasan Naturalis melalui Kegiatan Outbound TK Sekolah Alam Bandung Nisa Nurzakiyah; Ayi Sobarna; Dinar Nur Inten
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6513

Abstract

Abstrak. Kecerdasan naturalis pada anak usia dini sangatlah penting dalam membangun kesadaran terhadap lingkungan dan mendukung pengembangan aspek lainnya. Namun, saat ini, aktivitas pembelajaran anak lebih banyak dilakukan di dalam ruangan dengan metode yang kurang melibatkan interaksi langsung dengan alam. Hal ini menyebabkan anak kurang memiliki kesempatan untuk mengenal lingkungan sekitar secara mendalam, seperti mengenal tumbuhan, hewan, dan fenomena alam. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kegiatan Outbound dapat menjadi metode yang efektif dalam mengembangkan kecerdasan naturalis anak usia dini, khususnya melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan di Sekolah Alam Bandung. Metode penelitian menggunakan Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Deskriptif. penelitian ini menggunkan tehnik analisisi wawancara, dokumentasi, dan observasi. Sumber data penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas dan guru outbound. Hasil penelitian dalam implementasi pengembangan kecerdasan naturalis melalui kegiatan Outbound kelompok B di sekolah alam bandung menunjukan bahwa pengembangan kecerdasan naturalis melalui kegiatan Outbound yaitu: 1) perencanaan kegiatan yang meliputi penyusunan rencana pembelajaran tahunan, semester, mingguan 2) pelaksanaan sesuai capaian umur serta jenis kegiatan yang variatif sehingga pengembangan kecerdasan naturalis anak berkembang dengan optimal. 3) evaluasi penilaian sebagai alat ukur perkembangan dilakukan secara berskala untuk mengukur perkembangan kemampuan kecerdasan naturalis anak. 4) faktor pendukung seperti sarana dan prasana sekolah yang tersedia lalu hambatan yang di alami ketika kegiatan adanya perubahan cuaca. Abstract. Naturalist intelligence in early childhood is very important in building awareness of the environment and supporting the development of other aspects. However, currently, children's learning activities are mostly done indoors with methods that do not involve direct interaction with nature. This causes children to have less opportunity to get to know the surrounding environment in depth, such as recognizing plants, animals, and natural phenomena. Therefore, the purpose of this study is to analyze how Outbound activities can be an effective method in developing early childhood naturalist intelligence, especially through the stages of planning, implementation, and evaluation of activities at Sekolah Alam Bandung. The research method uses Qualitative Research with a Descriptive Approach. this research uses interview, documentation, and observation analysis techniques. Sources of research data include principals, classroom teachers and Outbound teachers. The results of the research in the implementation of naturalist intelligence development through group B Outbound activities at Bandung natural school show that the development of naturalist intelligence through Outbound activities includes 4 stages, namely: 1) planning activities which include the preparation of annual, semester, weekly learning plans 2) implementation according to age achievements and varied types of activities so that the development of children's naturalistic intelligence develops optimally. 3) Assessment evaluation as a developmental measurement tool is carried out on a scale to measure the development of children's naturalistic intelligence abilities. 4) Supporting factors such as available school facilities and infrastructure and obstacles experienced during activities when the weather changes.
Implementasi Nilai Islam dalam Pengasuhan di Unisba Preschool and Daycare Wulan Sari; Nan Rahminawati; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6517

Abstract

Abstrak. Pengasuhan islami dengan mengimplementasikan nilai-nilai Islam di daycare bertujuan untuk membentuk anak yang berakhlakul karimah. Namun, dalam praktiknya sering menghadapi kendala, seperti kurangnya pengasuh dalam pemahaman agama, terbatasnya fasilitas penunjang, serta kurangnya keterlibatan orang tua. Dari fenomena ini, masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana konsep pengasuhan islami dalam mengimplementasikan nilai-nilai islam di Daycare Unisba Preschool and Daycare? (2) Bagaimana pengelolaan program pengasuhan islami dalam mengimplementasikan nilai-nilai islam di Daycare Unisba Preschool and Daycare? (3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam mengimplementasikan nilai-nilai islam dalam pengasuhan islami di Daycare Unisba Preschool and Daycare? Peneliti menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah kepala daycare, pengasuh, dan orang tua anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh mengajarkan nilai-nilai islam kepada anak melalui pengenalan tentang Allah melalui menyanyikan asmaul husna, pembiasaan membaca Al-Qur'an, shalat dzuhur berjamaah, adab, akhlak, kedisipilinan, menciptakan lingkungan yang kondusif, bercerita, dan doa. Pengasuh menggunakan metode pengasuhan melalui pembiasaan, keteladanan, nasihat, perhatian, pujian, hukuman, dan kisah. Abstract. Islamic parenting by implementing Islamic values ​​in daycare aims to form children with noble character. However, in practice it often faces obstacles, such as the lack of caregivers in understanding religion, limited supporting facilities, and lack of parental involvement. From this phenomenon, the problem in this study is formulated as follows: (1) How is the concept of Islamic parenting in implementing Islamic values ​​in Daycare Unisba Preschool and Daycare? (2) How is the management of the Islamic parenting program in implementing Islamic values ​​in Daycare Unisba Preschool and Daycare? (3) What are the supporting and inhibiting factors in implementing Islamic values ​​in Islamic parenting in Daycare Unisba Preschool and Daycare? The researcher used a descriptive analysis method with a qualitative approach. Participants involved in this study were the head of the daycare, caregivers, and parents of the child. Data collection techniques used included interviews, observation, and documentation. While data analysis techniques consisted of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that caregivers taught Islamic values ​​to children through introduction to Allah through singing Asmaul Husna, habituation of reading the Qur'an, congregational Dzuhur prayer, manners, morals, discipline, creating a conducive environment, storytelling, and prayer. Caregivers used parenting methods through habituation, role models, advice, attention, praise, punishment, and stories.
Penerapan Model Pembelajaran Diferensiasi di TK dalam Konteks Merdeka Belajar Nabila Putri Rizqia Ahwan; Nan Rahminawati; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6541

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya model pembelajaran yang kurang efektif, yang ditandai dengan rendahnya keterlibatan anak dalam proses belajar akibat metode pembelajaran yang monoton serta minimnya variasi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka. Kondisi ini menyebabkan beberapa anak merasa bosan, menghindari aktivitas tertentu, dan pada akhirnya perkembangan kognitif, sosial-emosional, serta kreativitas mereka menjadi tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran diferensiasi di TK Kecamatan Panyileukan dalam konteks Merdeka Belajar. Penelitian ini menggabungkan metodologi studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi di TK Al-Biruni dan TK Beyna Ceria untuk mendalami langkah-langkah penerapan pembelajaran diferensiasi, hubungan sosial antara guru dan anak, pengelolaan lingkungan pembelajaran, serta dampaknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran diferensiasi proses pembelajaran dimulai dengan asesmen kebutuhan anak, perencanaan kegiatan sesuai gaya belajar dan perkembangan, serta evaluasi berkelanjutan. Model ini meningkatkan kemampuan kognitif, kreativitas, motivasi belajar anak, serta hubungan sosial guru-anak, meskipun terdapat kendala fasilitas dan pembagian perhatian. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya pelatihan guru, dukungan fasilitas, dan kolaborasi dengan orang tua untuk mendukung Kurikulum Merdeka. Abstract. This study was motivated by the presence of ineffective learning models, characterized by low student engagement in the learning process due to monotonous teaching methods and a lack of diverse activities that cater to their needs and interests. This situation causes some children to feel bored, avoid certain activities, and ultimately experience suboptimal development in cognitive, social-emotional, and creative aspects. This research aims to analyze the implementation of differentiated learning models in kindergartens in Panyileukan District within the framework of Merdeka Belajar (Freedom to Learn). The study employs a case study methodology with a qualitative approach. Data were collected through direct observations, in-depth interviews, and documentation at Al-Biruni Kindergarten and Beyna Ceria Kindergarten to explore the steps in implementing differentiated learning, social interactions between teachers and students, the management of the learning environment, and the resulting impacts. The results show that differentiated learning begins with assessing children’s needs, planning activities based on learning styles and developmental levels, and conducting continuous evaluations. This model has been shown to improve children's cognitive abilities, creativity, learning motivation, and social relationships with teachers, despite challenges such as limited facilities and difficulties in attention distribution. These findings underscore the importance of teacher training, facility support, and parental collaboration in supporting the implementation of the Merdeka Curriculum.
Analisis Kegiatan Sensory Play untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Anak Usia 2-3 Tahun Septiani Melawati Dewi
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6528

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan sensory play dalam meningkatkan kemampuan motorik anak usia 2-3 tahun di UNISBA Preschool and Daycare. Permasalahan yang diangkat meliputi bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan hasil dari kegiatan sensory play terhadap perkembangan motorik anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di UNISBA Preschool and Daycare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sensory play memberikan dampak positif terhadap perkembangan motorik anak. Anak yang mengikuti kegiatan ini secara rutin menunjukkan kemampuan motorik yang lebih baik, seperti meningkatnya koordinasi tangan-mata, kemampuan memegang benda kecil, berjalan sambil berjinjit, melompat, dan aktivitas motorik lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan efek positif pada aspek sosial, emosional, dan kognitif anak, seperti peningkatan fokus, kepercayaan diri, dan kemampuan berinteraksi dengan teman sebaya. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan kegiatan sensory play untuk mendukung perkembangan anak usia dini. Guru dianjurkan untuk secara aktif mengintegrasikan aktivitas sensory play ke dalam rutinitas anak, karena kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan motorik, tetapi juga mendukung pembelajaran dan eksplorasi lingkungan sekitar. Abstract. This study aims to analyze the impact of sensory play activities on improving the motor skills of children aged 2-3 years at UNISBA Preschool and Daycare. The issues discussed include the planning, implementation, and outcomes of sensory play activities on children's motor development. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observations, interviews, and documentation at UNISBA Preschool and Daycare. The results indicate that sensory play activities positively influence children's motor development. Children who regularly participate in these activities show improved motor skills, such as enhanced hand-eye coordination, the ability to grasp small objects, tiptoeing, jumping, and other motor activities. Additionally, these activities also positively affect social, emotional, and cognitive aspects, such as increased focus, confidence, and the ability to interact with peers. The findings of this study emphasize the importance of incorporating sensory play activities to support early childhood development. Teachers are encouraged to actively integrate sensory play activities into children's routines, as these activities not only benefit motor development but also support learning and environmental exploration.
Upaya Guru dalam Mengembangkan Berpikir Logis dengan Menggunakan Metode STEAM pada Anak Isma Monica; Huriah Rachmah; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6562

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas upaya guru dalam mengembangkan berpikir logis menggunakan metode STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) pada usia 5-6 tahun. Berpikir logis merupakan kemampuan kognitif yang penting bagi anak, yang dapat di stimulasi melalui pendekatan pembelajaran yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara sistematis untuk menemukan makna dan pola yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menerapkan metode STEAM secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir logis anak-anak, termasuk dalam mengklasifikasikan benda berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa anak-anak yang terlibat dalam kegiatan STEAM menunjukkan peningkatan dalam kemampuan mereka untuk memahami pemikiran mereka sendiri dan menyelesaikan masalah. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat menjadi hambatan bagi anak-anak yang terlibat dalam kegiatan STEAM. Abstract. This study aims to evaluate the effectiveness of teacher efforts in developing logical thinking using the STEAM method (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) at the age of 5-6 years. Logical thinking is an important cognitive ability for children, which can be stimulated through the right learning approach. The method used in this research is qualitative research using a case study approach, which involves collecting data through observation, interviews, and documentation. The collected data is then systematically analyzed to find meanings and patterns relevant to the research. The results showed that applying the STEAM method significantly improved children's logical thinking skills, including in classifying objects based on color, shape and size. In addition, the study found that children who engaged in STEAM activities showed improvement in their ability to understand their own thinking and solve problems. The study also identified some factors that could be barriers for children engaged in STEAM activities.

Page 10 of 12 | Total Record : 114