cover
Contact Name
Ahmad Arif Nurrahman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrti@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Industri
ISSN : 28083091     EISSN : 27986349     DOI : https://doi.org/10.29313/jrti.v1i2
Jurnal Riset Teknik Industri Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan kajian hasil riset dan teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Teknik Industri. JRTI ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6349 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 122 Documents
Evaluasi Skenario Sistem Antrian Pajak Tahunan Menggunakan Simulasi Arena Agus Supriyadi; Sido Dea Auvia
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v5i2.8759

Abstract

Abstrak. SAMSAT (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) merupakan bentuk upaya peningkatan pelayanan publik serta pendapatan daerah dalam pengelolaan pajak kendaraan bermotor. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia berdampak pada bertambahnya wajib pajak, yang berpotensi menimbulkan antrian apabila sistem pelayanan belum efisien. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan pajak tahunan dengan mengurangi waktu tunggu dan panjang antrian melalui analisis simulasi sistem antrian menggunakan Software Arena 16 di SAMSAT Pembantu Sewon Bantul. Hasil simulasi menghasilkan dua skenario perbaikan, di mana skenario 2 memberikan hasil uji terbaik dengan waktu tunggu pendaftaran sebesar 29,43 detik, pembayaran 29,62 detik, dan pengambilan STNK 28,18 detik. Tingkat utilitas server sebesar 53,04% menunjukkan kondisi server yang seimbang, tidak terlalu sibuk maupun menganggur. Dengan demikian, skenario 2 menjadi alternatif terbaik karena mampu menyeimbangkan waktu tunggu, kapasitas pelayanan, dan tingkat pemanfaatan server secara efisien dalam sistem pelayanan pajak tahunan di SAMSAT Pembantu Sewon Bantul. Abstract. SAMSAT (One Stop Integrated Administration System) is an initiative to improve public services and regional revenue in motor vehicle tax management. The increasing number of motor vehicles in Indonesia has led to a rise in the number of taxpayers, potentially causing long queues if the service system is inefficient. This study aims to enhance the efficiency of annual tax services by reducing waiting times and queue lengths through a queuing system analysis using Arena 16 simulation software at SAMSAT Pembantu Sewon Bantul. The simulation produced two improvement scenarios, with Scenario 2 showing the best performance, registration waiting time of 29.43 seconds, payment waiting time of 29.62 seconds, and vehicle registration certificate collection time of 28.18 seconds. The server utilization rate of 53.04% indicates a balanced condition, where the server is neither overburdened nor idle. Therefore, Scenario 2 is considered the best alternative as it effectively balances waiting time, service capacity, and server utilization, resulting in a more efficient annual tax service system at SAMSAT Pembantu Sewon Bantul.
Identifikasi Penyebab Kecacatan pada Kemasan Botol Air Minum di PT. XYZ Irfandy Maulana Aditya; Pramudi Arsiwi
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v5i2.8834

Abstract

Abstrak. PT. XYZ adalah perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan air minum dalam kemasan. Pada Februari 2024 ditemukan 746 botol cacat, menunjukkan adanya kelemahan dalam penerapan Quality Control (QC) di lini produksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyebab cacat produk menggunakan fishbone diagram untuk memetakan sumber masalah dan menentukan langkah perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecacatan dipengaruhi oleh faktor manusia, mesin, dan metode kerja. Untuk mengatasinya, penelitian mengusulkan penerapan Total Productive Maintenance (TPM), peningkatan pelatihan operator, serta penguatan pengawasan proses produksi. Implementasi TPM dilakukan melalui perawatan berkala, continuous improvement, dan pengendalian parameter mesin. Kompetensi operator ditingkatkan melalui pelatihan rutin dan penegakan SOP. Pengawasan produksi diperketat melalui checklist inspeksi, in-line quality control, dan dokumentasi yang lebih baik. Pendekatan ini diharapkan mampu menurunkan jumlah produk reject, meningkatkan mutu produksi, dan memperkuat sistem pengendalian kualitas secara keseluruhan. Abstract. PT. XYZ is a company engaged in the production and distribution of bottled drinking water. In February 2024, 746 defective bottles were found, indicating weaknesses in the implementation of Quality Control (QC) on the production line. This study aims to identify the causes of product defects using a fishbone diagram to map problem sources and determine appropriate corrective actions. The analysis shows that defects are influenced by human, machine, and work method factors. To address these issues, the study proposes applying Total Productive Maintenance (TPM), enhancing operator training, and strengthening production process supervision. TPM is implemented through routine maintenance, continuous improvement, and machine parameter control. Operator competence is improved through regular training and strict SOP enforcement. Production oversight is reinforced using inspection checklists, in-line quality control, and better documentation. These efforts are expected to reduce reject levels, improve product quality, and strengthen the overall quality control system.
Analisis Kecelakaan Kerja dan Perawatan Kendaraan untuk Meningkatkan Produktivitas Karyawan PT. XYZ Abdullah Ali Aufa; Dafa Achmad Keysa; Muhammad Rizki Aflahul Muzhidin
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v6i1.9091

Abstract

Abstract. Operational activities in logistics service companies have a high risk of workplace accidents, particularly due to human factors and vehicle conditions. These issues are often caused by suboptimal vehicle maintenance systems and low implementation of occupational safety practices. This study aims to analyze the factors causing workplace accidents and evaluate vehicle maintenance systems through the application of Kaizen and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) methods at PT. XYZ. Data were obtained from workplace accident reports, vehicle maintenance records, vehicle service activities, and vehicle downtime (aging service) data. Descriptive statistical analysis was employed to identify patterns of workplace accidents, vehicle maintenance activities, and vehicle downtime. The Kaizen method was used to identify root causes of problems, while FMEA was applied to assess potential vehicle failures through the calculation of Risk Priority Numbers (RPN). The results indicate that workplace accidents are generally caused by delays in periodic maintenance, inadequate preventive inspections, and low driver awareness of safety practices. The application of Kaizen and FMEA helps determine improvement priorities and enhance the effectiveness of vehicle maintenance in supporting workplace safety and operational productivity within the company. Abstrak. Aktivitas operasional pada perusahaan jasa logistik memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi, terutama akibat faktor manusia dan kondisi kendaraan. Masalah ini banyak dipicu oleh sistem perawatan kendaraan yang belum optimal serta rendahnya penerapan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab kecelakaan kerja dan mengevaluasi sistem perawatan kendaraan melalui penerapan metode Kaizen dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada PT. XYZ. Data diperoleh dari laporan kecelakaan kerja, riwayat perawatan kendaraan, aktivitas service kendaraan, serta data downtime (aging service) armada operasional. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk melihat pola kecelakaan kerja, aktivitas perawatan kendaraan dan downtime kendaraan. Kaizen digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah, sedangkan FMEA menilai potensi kegagalan kendaraan melalui perhitungan Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecelakaan kerja umumnya disebabkan oleh keterlambatan perawatan berkala, minimnya inspeksi preventif, dan rendahnya kesadaran pengemudi. Penerapan Kaizen dan FMEA membantu menentukan prioritas perbaikan serta meningkatkan efektivitas perawatan kendaraan untuk mendukung keselamatan kerja dan produktivitas operasional perusahaan.
Identifikasi Analisa Mutu pada Proses Refinery PT. XYZ Aris Toteles; Petrus Jhoy Palilling; Kent Nugroho; Misrianto
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v6i1.9469

Abstract

Abstract. Quality control in the Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) refining process is a crucial aspect to ensure product compliance with established specifications, particularly the Free Fatty Acid (FFA) content as a critical quality parameter. Uncontrolled FFA levels can indicate serious process disruptions, especially during the deodorizing stage. This study aims to evaluate the stability of the RBDPO refining process using the Statistical Quality Control (SQC) approach and to identify deviation patterns against the FFA specification limit of < 0.075%. The research method employed is quantitative descriptive-analytical, utilizing testing data from the period of August 1–30, 2025. Analysis results through X̄-R control charts show that FFA values range from 0.042% to 0.097%. Although the majority of the data meets the specifications, the X̄ control chart reveals several points outside the statistical control limits, indicating a shift in the process average due to systemic disruptions in the vacuum system and stripping steam supply. Meanwhile, the R control chart shows that process variability is relatively controlled. These findings confirm that while the variation is stable, the process average is not yet fully under statistical control. Therefore, the continuous application of SQC is essential to maintain the consistency of the final product quality. Abstrak. Pengendalian mutu pada proses pemurnian Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) merupakan aspek krusial untuk menjamin kesesuaian produk terhadap spesifikasi yang ditetapkan, khususnya kadar Free Fatty Acid (FFA) sebagai parameter mutu kritis. Kadar FFA yang tidak terkendali dapat mengindikasikan adanya gangguan proses serius, terutama pada tahapan deodorizing. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kestabilan proses pemurnian RBDPO menggunakan pendekatan Statistical Quality Control (SQC) serta mengidentifikasi pola penyimpangan terhadap batas spesifikasi FFA < 0,075%. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif-analitis dengan data pengujian periode 1–30 Agustus 2025. Hasil analisis melalui peta kendali X̄ -R menunjukkan nilai FFA berada pada rentang 0,042–0,097%. Meskipun mayoritas data memenuhi spesifikasi, peta kendali X̄ menunjukkan adanya beberapa titik di luar batas kendali statistik yang mengindikasikan pergeseran rata-rata proses akibat gangguan sistemik pada sistem vakum dan suplai stripping steam. Sementara itu, peta kendali R menunjukkan variabilitas proses relatif terkendali. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun variasi stabil, rata-rata proses belum sepenuhnya terkendali. Oleh karena itu, penerapan SQC secara berkelanjutan sangat diperlukan untuk menjaga konsistensi mutu produk akhir.
Usulan Perbaikan Proses Produksi CV Stadium Sport Banjarnegara Menggunakan Lean Manufacturing Egi Yostama; Anisa Kharismawati
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v6i1.9967

Abstract

Abstract. CV Stadium Sport Banjarnegara is a garment manufacturing company producing jersey printing products and experiencing increasing demand, yet still facing issues of waste and product defects , particularly in the press process. The number of defects reached 372 units from September to November. This study aims to design process improvements using a Lean manufacturing approach with Value Stream Mapping (VSM) , and waste identification using borda questionnaires, VALSAT, Process Activity Mapping (PAM), Supply Chain Response Matrix (SCRM), Quality Filter Mapping (QFM), fishbone diagram, and the 5Whys + 1How method . The VSM results show a lead time of 16,551.46 seconds and a cycle time of 16,138.02 seconds, with a significant proportion of non-value-added activities. The dominant waste types are defects and overprocessing. PAM analysis indicates the presence of delay and transportation, while SCRM reveals work-in-process accumulation as the main source of waiting. QFM identifies the press process as a critical point, with blurred fabric defects caused by unstable temperature, pressure, and material variation. The root cause lies in the absence of standardized process parameters and pre-heating procedures. The proposed improvement is the development of SOPs based on ISO 9001 to stabilize processes, reduce defects, and improve efficiency and quality consistency. Abstrak. CV Stadium Sport Banjarnegara adalah perusahaan manufaktur garmen yang memproduksi produk cetak jersey dan mengalami peningkatan permintaan, namun masih menghadapi masalah pemborosan dan cacat produk, khususnya pada proses press. Jumlah cacat mencapai 372 unit dari bulan September hingga November. Penelitian ini bertujuan untuk merancang perbaikan proses menggunakan pendekatan Lean Manufacturing dengan Value Stream Mapping (VSM), serta identifikasi pemborosan menggunakan kuesioner borda, VALSAT, Process Activity Mapping (PAM), Supply Chain Response Matrix (SCRM), Quality Filter Mapping (QFM), fishbone diagram, dan metode 5Why + 1How. Hasil VSM menunjukkan lead time sebesar 16.551,46 detik dan cycle time sebesar 16.138,02 detik, dengan proporsi aktivitas tidak bernilai tambah yang cukup signifikan. Jenis pemborosan yang dominan adalah cacat (defect) dan pemrosesan berlebih (overprocessing). Analisis PAM mengindikasikan adanya keterlambatan (delay) dan transportasi, sementara SCRM mengungkapkan penumpukan barang dalam proses (work-in-process) sebagai sumber utama waktu tunggu. QFM mengidentifikasi proses press sebagai titik kritis, dengan cacat kain buram yang disebabkan oleh suhu, tekanan, dan variasi material yang tidak stabil. Akar permasalahan terletak pada tidak adanya parameter proses yang terstandarisasi dan prosedur pemanasan awal (pre-heating). Usulan perbaikan yang diajukan adalah pengembangan SOP berbasis ISO 9001 untuk menstabilkan proses, mengurangi cacat, serta meningkatkan efisiensi dan konsistensi kualitas.
Usulan Pengendalian Kualitas Menggunakan Six Sigma pada Komponen Spar di PTDI Rina Nurbaniah; Puti Renosori; Iyan Bachtiar
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v6i1.10033

Abstract

Abstract. PT Dirgantara Indonesia is the sole aircraft manufacturer in Indonesia. In the aircraft manufacturing process, quality is the paramount factor to consider because aircraft are a mode of transportation with a relatively high level of risk. Currently, PTDI is facing a significant challenge in maintaining the quality of its product, namely the Spar component. The decline in Spar quality has led to customer complaints and financial losses. This research aims to reduce the defect rate, identify the root causes, and provide effective improvement recommendations. The study applies the Six Sigma method using the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) approach and the FMEA method. The results reveal a process capability level of 3.28 with 38,327 defects per million opportunities (DPMO), which indicates performance below the global aviation industry standard. In-depth analysis using a Fishbone Diagram and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) successfully identified the root causes of the problems and the potential for failures. As a solution, this research recommends a comprehensive and structured series of corrective actions. Specific recommendations are directed at human factors, material factors, machine factors, method factors, and the production environment. Abstrak. PT Dirgantara Indonesia adalah produsen pesawat tunggal di Indonesia. Dalam proses pembuatan pesawat terbang, kualitas merupakan faktor yang paling utama untuk  dipertimbangkan,  sebab  pesawat terbang  merupakan  alat  transportasi  yang  memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. Saat ini, PTDI menghadapi tantangan signifikan dalam menjaga kualitas produk yang dihasilkannya yaitu komponen Spar. Penurunan kualitas Spar berdampak pada keluhan pelanggan dan kerugian finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kecacatan, mengidentifikasi akar penyebab, dan memberikan rekomendasi perbaikan yang efektif. Penelitian ini menerapkan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dan metode FMEA. Hasil mengungkapkan bahwa tingkat kemampuan proses sebesar 3,28 dengan 38.327 cacat per juta kesempatan (DPMO), yang mengindikasikan kinerja di bawah standar industri penerbangan global. Analisis mendalam menggunakan FishboneDiagram dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) berhasil mengidentifikasi akar penyebab permasalahan dan potensi terjadinya kegagalan. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan serangkaian tindakan korektif yang komprehensif dan terstruktur. Rekomendasi spesifik ditujukan terhadap faktor manusia, faktor material, faktor mesin, faktor metode serta lingkungan produksi.
Usulan Perbaikan Fasilitas Kerja untuk Mengurangi Risiko Kerja Area Cell 2 Kania Sahara Oktavina; Nita P.A. Hidayat; Eri Achiraenawati
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v6i1.10037

Abstract

Abstract. Musculoskeletal Disorders (MSDs) are still commonly found among industrial workers, particularly those performing Manual Material Handling (MMH) activities. This condition occurs among tool delivery and returns perators in Cell 2 of the Sheet Metal Forming Department at PT Dirgantara Indonesia. Operators handle 80 to 110 types of tools daily with a total load ranging from 1,014 to 3,790 kg and individual tool weights between 1 and 80 kg. These activities are performed repetitively using non-ergonomic work facilities, forcing operators to bend, squat, and lift their arms above shoulder level. Such postures lead to musculoskeletal injuries, resulting in high operator absenteeism, delays in tool distribution, and disruptions in the production of aircraft, helicopters, and aircraft components. This study applied a quantitative approach by measuring MSD complaints using the Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaire (CMDQ). Work risk assessment was conducted using the Key Indicator Method for Lifting, Holding, and Carrying of Loads (KIM-LHC) and the Risk Assessment of Pushing and Pulling (RAPP). Work facility design was developed based on anthropometric principles and simulated using CATIA V5 software. The CMDQ results showed that two operators experienced moderate to severe discomfort in the back, shoulders, neck, hands, and knees, with scores ranging from 30 to 90. KIM-LHC analysis indicated that most activities were classified at Level 3 to Level 4, while RAPP results were influenced by load weight, travel distance, and equipment conditions. Proposed improvements in the form of a magnetic crane, ergonomic handling trolley, and anthropometrically designed storage racks reduced risk level to Level 2. Abstrak. Keluhan cedera otot atau Musculoskeletal Disorders (MSDs) masih banyak ditemukan pada pekerja industri, khususnya pada aktivitas Manual Material Handling (MMH). Kondisi ini terjadi pada operator pengiriman dan pengembalian tools di Cell 2 Departemen Sheet Metal Forming PT. Dirgantara Indonesia. Operator memindahkan 80 hingga 110 jenis tools setiap hari dengan total berat 1.014 - 3.790 kg dan variasi beban 1 - 80 kg. Aktivitas dilakukan secara berulang dengan fasilitas kerja yang tidak ergonomis, sehingga operator sering membungkuk, berjongkok, dan mengangkat tangan melebihi bahu. Postur tersebut menyebabkan cedera otot yang berdampak pada tingginya ketidakhadiran operator, keterlambatan distribusi tools, dan terhambatnya proses produksi pesawat, helikopter, serta komponen pesawat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengukuran keluhan MSDs menggunakan Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaire (CMDQ). Penilaian risiko kerja dilakukan menggunakan Key Indicator Method for Lifting, Holding, and Carrying of Loads (KIM-LHC) dan Risk Assessment of Pushing and Pulling (RAPP). Perancangan fasilitas kerja dilakukan berdasarkan pendekatan antropometri dan disimulasikan menggunakan perangkat lunak CATIA V5. Hasil CMDQ menunjukkan dua operator mengalami keluhan pada punggung, bahu, leher, tangan, dan lutut dengan skor 30 - 90 yang termasuk kategori sedang hingga berat. Analisis KIM-LHC menunjukkan sebagian besar aktivitas berada pada Level 3 - 4, sedangkan RAPP dipengaruhi oleh beban, jarak tempuh, dan kondisi peralatan. Usulan perbaikan berupa crane magnetic, troli handling, dan rak penyimpanan sesuai antropometri menurunkan risiko kerja menjadi Level 2.
Penilaian Risiko Kerja serta Perancangan Fasilitas Kerja Ergonomis di PT. XYZ Putri Qeyla Nurul Anwari; A. Harits Nu’man; Yanti Sri Rejeki
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v6i1.10038

Abstract

Abstract. Fatigue and musculoskeletal complaints experienced by operators can reduce work performance and productivity, potentially hindering the achievement of company production targets. These conditions are often caused by work facilities that do not comply with ergonomic principles, particularly in manual pushing activities. PT. XYZ is a footwear manufacturing company facing production target issues, with the highest defect rate occurring in the Sewing Department. At the sewing Quality Control (QC) workstation, operators reported complaints in the neck, lower back, and knees due to manual pushing activities covering approximately ±2.5 km per day, squatting postures during sorting, and relatively low worktable conditions, which may lead to musculoskeletal disorders (MSDs). This study aims to identify musculoskeletal complaints among QC operators, assess work risk in manual pushing activities using the Risk Assessment of Pushing and Pulling (RAPP) method, and propose ergonomic work facility improvements based on anthropometric data. A quantitative approach was applied through observation and interviews. Musculoskeletal complaints were identified using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire administered to four QC operators, while pushing activity risks were evaluated using RAPP. The results showed an initial RAPP score of 16, indicating a high-risk level. After designing an ergonomic trolley, the RAPP score decreased to 7, which falls into the low-risk category. Abstrak. Kelelahan dan keluhan pada sistem muskuloskeletal yang dialami operator dapat menurunkan kinerja dan produktivitas kerja, sehingga berpotensi menghambat pencapaian target produksi perusahaan. Kondisi tersebut sering dipicu oleh fasilitas kerja yang tidak sesuai dengan prinsip ergonomi, khususnya pada aktivitas mendorong beban secara manual. PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur sepatu yang menghadapi permasalahan tidak tercapainya target produksi, dengan tingkat kecacatan tertinggi terjadi pada Departemen Sewing. Pada stasiun kerja Quality Control (QC) sewing, operator dilaporkan mengalami keluhan pada leher, punggung, dan lutut akibat aktivitas mendorong kardus sejauh ±2,5 km per hari, posisi jongkok saat penyortiran, serta kondisi meja kerja yang relatif rendah, yang berisiko menimbulkan musculoskeletal disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keluhan operator QC, menilai risiko kerja pada aktivitas mendorong menggunakan metode Risk Assessment of Pushing and Pulling (RAPP), serta merancang usulan perbaikan fasilitas kerja ergonomis berbasis antropometri. Penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui observasi dan wawancara. Identifikasi keluhan dilakukan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) terhadap empat operator QC, sedangkan penilaian risiko aktivitas mendorong dianalisis menggunakan RAPP. Hasil penelitian menunjukkan skor RAPP awal sebesar 16 (risiko tinggi). Setelah perancangan troli ergonomis, skor RAPP menurun menjadi 7 yang termasuk kategori risiko rendah.
Penerapan Lean Six Sigma dalam Peningkatan Kinerja Produksi Spring Guide Sansan Octavian; Endang Prasetyaningsih; Chaznin R. Muhammad
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v6i1.10039

Abstract

Abstract. PT Gradien Manufaktur Indonesia is a manufacturing company that produces motorcycle shockbreker components using make-to-order (MTO) and engineering-to-order (ETO) strategies. Such systems demand high process efficiency and superior product quality. However, wastes in the form of waiting, defects, and excess inventory are still prevalent in the production process, resulting in suboptimal production performance. This research aims to identify dominant wastes, analyze root causes of the issues, and formulate improvement recommendations to enhance production performance. The methodology employed is Lean Six Sigma with the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) approach. Analytical tools utilized include Value Stream Mapping (VSM), 7 Waste, VALSAT, and fishbone diagrams, along with performance measurements using Process Cycle Efficiency (PCE), Defects Per Million Opportunities (DPMO), and sigma levels. The results indicated an initial PCE of 64.33% and a DPMO of 3.215,22 with a sigma level of 4,225. Proposed improvements comprising preventive maintenance, process time standardization, and material flow control successfully increased the PCE to 72.23%, reduced the DPMO to 3,074.29, and improved the sigma level to 4,24. Abstrak. PT Gradien Manufaktur Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi komponen shockbreker sepeda motor dengan stategi make-to-order dan engineering-to-order. Sistem ini menuntut efisiensi proses dan kualitas produk yang tinggi. Namun, dalam proses produksi masih ditemukan pemborosan berupa waiting, defect, dan excess inventory yang berdampak pada rendahnya kinerja produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemborosan dominan, menganalisis akar penyebab permasalahan, serta merumuskan usulan perbaikan guna meningkatkan kinerja produksi. Metode yang digunakan adalah Lean Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Alat analisis meliputi Value Stream Mapping (VSM), 7 Waste, VALSAT, diagram fishbone, serta pengukuran kinerja menggunakan Process Cycle Efficiency (PCE), Defects Per Million Opportunities (DPMO), dan tingkat sigma. Hasil penelitian menunjukkan nilai PCE sebesar 64,33% dan DPMO sebesar 3.215,22 dengan tingkat sigma 4,225. Usulan perbaikan yang diberikan berupa preventive maintenance, standarisasi waktu proses, dan pengendalian aliran material mampu meningkatkan PCE menjadi 72,23%, menurunkan DPMO menjadi 3.074,29, serta meningkatkan tingkat sigma menjadi 4,24.
Analisis Dampak Lingkungan Produksi Tahu dengan Pendekatan Life Cycle Assessment Eli Masidah; Sukarno Budi Utomo
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v6i1.10043

Abstract

Abstract. The tofu industry is a Small and Medium Enterprise (SME) sector that plays an important role in providing food for Indonesian communities; however, it is characterized by relatively high water and energy consumption. In micro-scale SMEs, production processes are generally carried out using traditional methods without standardized operational parameters, which may lead to inefficient resource utilization and increased environmental burdens. This study aims to evaluate operational efficiency and identify environmental hotspots in micro-scale tofu production with a capacity of 3 kg of soybeans per production cycle. The method employed was Life Cycle Assessment (LCA) using a gate-to-gate system boundary based on the ISO 14040 standard. Inventory analysis was conducted throughout a 7-hour production process, covering the stages of washing, soaking, grinding, cooking, filtering, and coagulation. The results showed that processing 3 kg of soybeans required 90 liters of water, resulting in a water-use ratio of 30:1, and generated a Global Warming Potential (GWP) of 5.57 kg CO₂-equivalent emissions. The cooking stage was identified as the primary environmental hotspot, contributing 94.1% of total emissions due to the use of firewood as fuel, while the highest water consumption occurred during the cooking and filtering stages. Therefore, the adoption of more efficient fuel sources and the implementation of water circularity management are recommended to reduce environmental impacts and improve the sustainability of tofu production. Abstrak. Industri tahu merupakan sektor Industri Kecil Menengah (IKM) yang berperan penting dalam penyediaan pangan masyarakat Indonesia, namun memiliki intensitas penggunaan air dan energi yang relatif tinggi. Pada IKM skala mikro, proses produksi umumnya masih dilakukan secara tradisional tanpa parameter operasional yang terstandarisasi sehingga berpotensi menimbulkan inefisiensi penggunaan sumber daya dan meningkatkan beban lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi operasional serta mengidentifikasi titik kritis (hotspot) lingkungan pada produksi tahu skala mikro dengan kapasitas 3 kg kedelai per siklus produksi. Metode yang digunakan adalah Life Cycle Assessment (LCA) dengan batas sistem gate-to-gate berdasarkan standar ISO 14040. Analisis inventori dilakukan pada proses produksi selama 7 jam yang mencakup tahapan pencucian, perendaman, penggilingan, pemasakan, penyaringan, dan koagulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan 3 kg kedelai membutuhkan 90 liter air dengan rasio penggunaan air sebesar 30:1 dan menghasilkan emisi Global Warming Potential (GWP) sebesar 5,57 kg CO₂ ekuivalen. Tahap pemasakan menjadi hotspot utama dengan kontribusi emisi sebesar 94,1% akibat penggunaan kayu bakar, sedangkan konsumsi air terbesar terjadi pada tahap pemasakan dan penyaringan. Oleh karena itu, penerapan bahan bakar yang lebih efisien serta pengelolaan sirkularitas air direkomendasikan untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan produksi tahu.

Page 12 of 13 | Total Record : 122