cover
Contact Name
Ahmad Arif Nurrahman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrti@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Industri
ISSN : 28083091     EISSN : 27986349     DOI : https://doi.org/10.29313/jrti.v1i2
Jurnal Riset Teknik Industri Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan kajian hasil riset dan teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Teknik Industri. JRTI ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6349 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 112 Documents
Evaluasi Skenario Sistem Antrian Pajak Tahunan Menggunakan Simulasi Arena Agus Supriyadi; Sido Dea Auvia
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v5i2.8759

Abstract

Abstrak. SAMSAT (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) merupakan bentuk upaya peningkatan pelayanan publik serta pendapatan daerah dalam pengelolaan pajak kendaraan bermotor. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia berdampak pada bertambahnya wajib pajak, yang berpotensi menimbulkan antrian apabila sistem pelayanan belum efisien. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan pajak tahunan dengan mengurangi waktu tunggu dan panjang antrian melalui analisis simulasi sistem antrian menggunakan Software Arena 16 di SAMSAT Pembantu Sewon Bantul. Hasil simulasi menghasilkan dua skenario perbaikan, di mana skenario 2 memberikan hasil uji terbaik dengan waktu tunggu pendaftaran sebesar 29,43 detik, pembayaran 29,62 detik, dan pengambilan STNK 28,18 detik. Tingkat utilitas server sebesar 53,04% menunjukkan kondisi server yang seimbang, tidak terlalu sibuk maupun menganggur. Dengan demikian, skenario 2 menjadi alternatif terbaik karena mampu menyeimbangkan waktu tunggu, kapasitas pelayanan, dan tingkat pemanfaatan server secara efisien dalam sistem pelayanan pajak tahunan di SAMSAT Pembantu Sewon Bantul. Abstract. SAMSAT (One Stop Integrated Administration System) is an initiative to improve public services and regional revenue in motor vehicle tax management. The increasing number of motor vehicles in Indonesia has led to a rise in the number of taxpayers, potentially causing long queues if the service system is inefficient. This study aims to enhance the efficiency of annual tax services by reducing waiting times and queue lengths through a queuing system analysis using Arena 16 simulation software at SAMSAT Pembantu Sewon Bantul. The simulation produced two improvement scenarios, with Scenario 2 showing the best performance, registration waiting time of 29.43 seconds, payment waiting time of 29.62 seconds, and vehicle registration certificate collection time of 28.18 seconds. The server utilization rate of 53.04% indicates a balanced condition, where the server is neither overburdened nor idle. Therefore, Scenario 2 is considered the best alternative as it effectively balances waiting time, service capacity, and server utilization, resulting in a more efficient annual tax service system at SAMSAT Pembantu Sewon Bantul.
Identifikasi Penyebab Kecacatan pada Kemasan Botol Air Minum di PT. XYZ Irfandy Maulana Aditya; Pramudi Arsiwi
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v5i2.8834

Abstract

Abstrak. PT. XYZ adalah perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan air minum dalam kemasan. Pada Februari 2024 ditemukan 746 botol cacat, menunjukkan adanya kelemahan dalam penerapan Quality Control (QC) di lini produksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyebab cacat produk menggunakan fishbone diagram untuk memetakan sumber masalah dan menentukan langkah perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecacatan dipengaruhi oleh faktor manusia, mesin, dan metode kerja. Untuk mengatasinya, penelitian mengusulkan penerapan Total Productive Maintenance (TPM), peningkatan pelatihan operator, serta penguatan pengawasan proses produksi. Implementasi TPM dilakukan melalui perawatan berkala, continuous improvement, dan pengendalian parameter mesin. Kompetensi operator ditingkatkan melalui pelatihan rutin dan penegakan SOP. Pengawasan produksi diperketat melalui checklist inspeksi, in-line quality control, dan dokumentasi yang lebih baik. Pendekatan ini diharapkan mampu menurunkan jumlah produk reject, meningkatkan mutu produksi, dan memperkuat sistem pengendalian kualitas secara keseluruhan. Abstract. PT. XYZ is a company engaged in the production and distribution of bottled drinking water. In February 2024, 746 defective bottles were found, indicating weaknesses in the implementation of Quality Control (QC) on the production line. This study aims to identify the causes of product defects using a fishbone diagram to map problem sources and determine appropriate corrective actions. The analysis shows that defects are influenced by human, machine, and work method factors. To address these issues, the study proposes applying Total Productive Maintenance (TPM), enhancing operator training, and strengthening production process supervision. TPM is implemented through routine maintenance, continuous improvement, and machine parameter control. Operator competence is improved through regular training and strict SOP enforcement. Production oversight is reinforced using inspection checklists, in-line quality control, and better documentation. These efforts are expected to reduce reject levels, improve product quality, and strengthen the overall quality control system.

Page 12 of 12 | Total Record : 112